cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
widyantaraikaprobsi@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
widyantaraikaprobsi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WIDYANTARA
Published by IKAPROBSI
ISSN : -     EISSN : 30262607     DOI : https://doi.org/10.63629/widyantara
WIDYANTARA encourages submissions that incorporate theories and methodologies from all traditions of linguistics and language study to explore any aspect of education. Areas of study at the intersection of linguistics and education include, but are not limited to: sociolinguistics, discourse analysis, critical discourse analysis, conversation analysis, linguistic anthropology, ethnography of communication, language socialization, narrative studies, gesture/sign/visual forms of communication, social semiotics, literacy studies, language policy, language ideology, functional grammar or text/corpus linguistics. WIDYANTARA is a research-oriented journal. Papers may address practical and policy implications for education but must be built on robust research and have a strong conceptual grounding in their analyses and discussions. Linguistics and Education welcomes papers from across disciplinary and interdisciplinary research traditions that reflect principled application of qualitative, quantitative, or mixed methodological paradigms and research designs (e.g. case studies, ethnographic fieldwork, experimental/semi-experimental studies, etc.). Papers must be relevant to an international readership.
Articles 70 Documents
Tindak Tutur pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VIII SMPN 2 Ciwaringin Khaerunisa; Tati Sri Uswati
Widyantara Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v3i2.211

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif pragmatik untuk menganalisis tindak tutur dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMPN 2 Ciwaringin. Pragmatik dipahami sebagai kajian makna yang berkaitan dengan konteks penggunaan bahasa dalam interaksi antara penutur dan pendengar. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak bebas libat cakap dan simak libat cakap, dengan data berupa tuturan guru dan siswa selama proses pembelajaran. Analisis data mengacu pada teori tindak tutur yang membedakan tiga jenis tuturan, yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi, serta klasifikasi tindak tutur yang mencakup asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43 data tindak tutur yang dianalisis menampilkan variasi bentuk dan fungsi tuturan dalam interaksi pembelajaran, terutama pada materi teks pidato persuasif. This study uses a qualitative approach with a pragmatic perspective to analyze speech actions in Indonesian language learning in grade VIII of SMPN 2 Ciwaringin. Pragmatics is understood as the study of meaning related to the context of the use of language in the interaction between speakers and listeners. Data collection is carried out through the technique of free listening and listening to the ability to engage with people, with data in the form of teacher and student speech during the learning process. Data analysis refers to speech theory that distinguishes three types of speech, namely locution, illocution, and perlocution, as well as the classification of speech actions which include assertive, directive, commissive, expressive, and declarative. The results of the study showed that the 43 speech action data analyzed displayed variations in the form and function of speech in learning interactions, especially in persuasive speech text material.
Kontribusi Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi untuk Menguatkan Profil Pelajar Pancasila Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Cirebon Afika Sucikaharti; Jimat Susilo
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.122

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan menulis teks Laporan Hasil Observasi (LHO) berbasis media ICT untuk menguatkan karakter Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi, dan divalidasi menggunakan teknik triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan media ICT berkontribusi dalam menguatkan nilai Profil Pelajar Pancasila pada diri siswa. Kontribusi tersebut tersebar ke dalam empat dimensi dengan persentase capaian pada hasil karya siswa meliputi dimensi mandiri sebesar 45%, dimensi kreatif sebesar 20%, dimensi bernalar kritis sebesar 20%, dan dimensi berkebhinekaan global sebesar 15%. This qualitative research aims to describe the writing skills of ICT-based Observation Results Reports (LHO) texts to strengthen the character of the Pancasila Student Profile in students. Data were collected through interview, observation, and documentation techniques, and validated using triangulation techniques. The results show that the use of ICT media contributes to strengthening the value of the Pancasila Student Profile in students. The contribution is spread into four dimensions with the percentage of achievement in student work including the independent dimension of 45%, the creative dimension of 20%, the critical reasoning dimension of 20%, and the global diversity dimension of 15%.
Analisis Majas dalam Album Tanpa Aku Karya Panji Sakti Hilda Ramadhita Hidayat
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.195

Abstract

Di era yang sudah berkembang ini, pendidikan bisa didapatkan dari mana saja, salah satunya karya sastra dengan lirik lagu. Penelitian ini mengkaji penggunaan majas serta makna yang terkandung dalam lirik lagu pada album Tanpa Aku karya Panji Sakti. Penelitian ini mengidentifikasi 13 majas, yakni simile, metafora, personifikasi, alegori, metonimia, hiperbola, litotes, paradoks, repetisi, anafora, paralelisme, pertanyaan retoris, dan antitesis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik simak, catat, analisis isi, dan wawancara informan. Hasil analisis menunjukkan majas yang paling dominan dalam lirik lagu pada album Tanpa Aku Karya Panji Sakti adalah majas metafora. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi pembaca dalam memahami majas pada album Tanpa Aku karya Panji Sakti serta memperkaya pengetahuan tentang jenis-jenis majas. In this era that has developed, education can be obtained from anywhere, one of which is literary works with song lyrics. This study examines the use of majas and the meaning contained in the song lyrics in the album Tanpa Aku by Panji Sakti. This study identifies 13 majas, namely simile, metaphor, personification, allegory, metonymy, hyperbole, lithotes, paradoxes, repetition, anaphora, parallelism, rhetorical questions, and antithesis. The research method used is qualitative descriptive using listening, note-taking, content analysis, and informant interview techniques. The results of the analysis show that the most dominant majas in the song lyrics on the album Tanpa Aku Karya Panji Sakti are metaphorical majas. This research is expected to be a reference for readers in understanding majas in the album Tanpa Aku by Panji Sakti and enriching knowledge about the types of majas.
Makna Denotasi dan Konotasi pada Lirik Lagu dalam Album Nadin Amizah Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya Mayang Fakhrunnisa; Itaristanti; Veni Nurpadillah
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu pada album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya karya Nadin Amizah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa lirik lagu yang diperoleh dari aplikasi Spotify. Teknik pengumpulan data meliputi simak bebas libat cakap dan teknik catat, dengan kartu data sebagai instrumen. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. Teknik analisis yang digunakan adalah metode padan referensial dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan Hubung Banding Memperbedakan (HBB). Penyajian hasil dilakukan secara informal. Hasil analisis menemukan 150 data: 46 bermakna denotasi, 48 konotasi positif, 38 konotasi negatif, dan 18 konotasi netral. Hal ini menunjukkan bahwa lirik lagu Nadin Amizah memiliki kekayaan makna, dengan dominasi makna konotatif. Dominasi ini mengindikasikan bahwa lirik tidak hanya menyampaikan makna secara langsung, tetapi juga sarat dengan nuansa emosional dan interpretatif. Hasil ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar yang relevan untuk pembelajaran puisi, karena memperlihatkan keindahan bahasa dan kekuatan makna dalam karya musik. This study aims to describe the denotative and connotative meanings found in the lyrics of the album “Untuk Dunia, Cinta dan Kotornya” by Nadin Amizah. The research employs a descriptive qualitative method, with data consisting of song lyrics obtained from the Spotify music platform. Data collection techniques include passive observation and note-taking, using data cards as the instrument. Data validity is ensured through source triangulation. The analysis uses the referential matching method with the Determining Element Sorting Technique and the comparative contrasting technique. Results are presented in an informal descriptive format.The analysis identified 150 data points: 46 denotative meanings, 48 positive connotative meanings, 38 negative connotative meanings, and 18 neutral connotative meanings. These findings indicate that Nadin Amizah’s lyrics are rich in diverse meanings, with a dominance of connotative language. This dominance suggests that the lyrics convey not only direct messages but also deep emotional and interpretative nuances. The results of this study can serve as relevant teaching materials in poetry learning, demonstrating the beauty of language and the depth of meaning found in musical works.
The Potential of Digital Preservation in Neurajah Oral Traditions as an Effort to Preserve Local Culture Indah Fajarini; Joko Hariadi; Muhammad Taufik Hidayat; Prima Nucifera; Nuriana Nuriana
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.204

Abstract

This study examines the documentation and digital preservation of Neurajah, a traditional healing prayer and medicinal antidote in East Aceh, which is currently threatened by globalization and technological advancements. Utilizing a descriptive qualitative approach based on post-positivist philosophy, this literature study synthesized secondary sources from platforms such as Google Scholar, Semantic Scholar, SpringerLink, and ResearchGate using specific inclusion and exclusion criteria. The results indicate that while the Neurajah tradition holds significant cultural value, public interest and understanding have declined due to the dominance of modern knowledge. The study establishes a systematic framework for narrator selection, documents the core knowledge embedded in the tradition, and evaluates the implementation and challenges of using digital media as a sustainable tool for local cultural preservation. Studi ini meneliti dokumentasi dan pelestarian digital Neurajah, sebuah doa penyembuhan tradisional dan obat penawar racun di Aceh Timur, yang saat ini terancam oleh globalisasi dan kemajuan teknologi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan filsafat post-positivis, studi literatur ini mensintesis sumber sekunder dari platform seperti Google Scholar, Semantic Scholar, SpringerLink, dan ResearchGate menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tradisi Neurajah memiliki nilai budaya yang signifikan, minat dan pemahaman masyarakat telah menurun karena dominasi pengetahuan modern. Studi ini menetapkan kerangka kerja sistematis untuk pemilihan narator, mendokumentasikan pengetahuan inti yang tertanam dalam tradisi tersebut, dan mengevaluasi implementasi dan tantangan penggunaan media digital sebagai alat yang berkelanjutan untuk pelestarian budaya lokal.
Tindak Tutur Direktif dalam Novel 100 Hari Melihat Diri: Diskon 60 Hari Karya Mprop Picoez Al-Jingini dan Pemanfaatannya sebagai Modul Ajar di SMA/MA Kelas XII Syarifah A. Bastiati; Udin kamiluddin; Lilik Herawati
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif dalam novel 100 Hari Melihat Diri: Diskon 60 Hari karya Mprop Picoez Al-Jingini serta pemanfaatannya sebagai modul ajar pada pembelajaran novel di tingkat SMA/MA kelas XII. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan dengan teori tindak tutur Searle dan Austin untuk menyoroti jenis-jenis tindak tutur direktif, seperti permohonan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pembacaan, penandaan, dan pencatatan tuturan bermuatan direktif di dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut kaya akan unsur tindak tutur direktif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga potensial digunakan sebagai modul ajar berbasis sastra di SMA/MA. Novel ini tidak hanya memberikan pembelajaran bahasa, tetapi juga sarat akan nilai moral dan reflektif untuk meningkatkan daya kritis siswa. Oleh karena itu, pemanfaatan novel ini sebagai modul ajar diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi tindak tutur direktif sekaligus membentuk karakter dan kecakapan berbahasa yang lebih baik. This study aims to describe the forms of directive speech acts in the novel 100 Hari Mencari Diri: Diskon 60 Hari by Mprop Picoez Al-Jingini and its use as a teaching module in novel learning at the 12th grade of senior high school (SMA/MA). This study uses a pragmatic approach with Searle and Austin's speech act theory to highlight the types of directive speech acts, such as requests, questions, commands, prohibitions, permissions, and advice. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of reading, marking, and recording directive-containing utterances in the novel. The results of the study indicate that the novel is rich in elements of directive speech acts that are relevant to everyday life so that it has the potential to be used as a literature-based teaching module in senior high school (SMA/MA). This novel not only provides language learning, but is also full of moral and reflective values ​​to improve students' critical thinking. Therefore, the use of this novel as a teaching module is expected to improve students' understanding of the material on directive speech acts while forming better character and language skills.
Analisis Kesalahan Berbahasa Bidang Ejaan dan Semantik pada Pamflet Kegiatan Organisasi UKK dan UKM UIN Raden Mas Said Surakarta Laeli Prihwanti; Erlin Atifah Azzahra; Annisa Wakhidatus Solikhah
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.212

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan menganalisis kesalahan ejaan dan semantik pada pamflet organisasi kemahasiswaan (UKK dan UKM) di UIN Raden Mas Said Surakarta. Data dikumpulkan dengan metode simak dan catat, lalu dianalisis melalui reduksi dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya 32 kesalahan ejaan dan 8 kesalahan semantik. Kesalahan ejaan meliputi kekeliruan penggunaan huruf kapital, huruf miring/tebal, tanda baca, kata serapan, dan diksi. Faktor utama kesalahan ini adalah minimnya pemahaman kaidah kebahasaan serta absennya proses penyuntingan sebelum pamflet dipublikasikan. This qualitative descriptive research aims to analyze spelling and semantic errors in student organization pamphlets (UKK and UKM) at UIN Raden Mas Said Surakarta. Data is collected by the method of watching and recording, then analyzed through data reduction and interpretation. The results showed that there were 32 spelling errors and 8 semantic errors. Spelling errors include misuse of capital letters, italics/bold, punctuation, absorption words, and diction. The main factor of this error is the lack of understanding of the linguistic rules and the absence of the editing process before the pamphlet is published.
Representasi Maskulinitas Tokoh Sentral dalam Novel Malioboro at Midnight Karya SkySphire Alif Nur Azizah
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketulusan tokoh Mario kepada Sera dalam novel  Malioboro at Midnight  karya Skysphire. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik membaca dan menulis. Naskah dibaca dengan rinci keseluruhan isi novel, kemudian dilakukan pencatatan dari hasil membaca tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa karakter tokoh utama, di antaranya bentuk ketulusan, kesetiaan, kejujuran, tanggung jawab, keberanian, keperkasaan, dan lainnya. Semua karakter yang muncul merupakan wujud maskulinitas karakter ketulusan yang ditunjukkan oleh tokoh Malio pada novel Malioboro at  Midnight.  Sifat yang ditunjukkan oleh Malio tersebut dapat memberikan contoh kepada kita untuk selalu ikhlas. This research aims to identify the sincerity of Mario's character to Sera in the novel Malioboro at Midnight by Skysphire. This study uses a qualitative descriptive method. This research uses reading and writing techniques. The manuscript is read in detail the entire content of the novel, then the reading results are recorded. The results of the study show that there are several main characters, including the form of sincerity, loyalty, honesty, responsibility, courage, might, and others. All the characters that appear are a form of masculinity of sincere characters shown by Malio's character in the novel Malioboro at Midnight.  The traits shown by Malio can provide an example for us to always be sincere.
Analisis Nilai Moral dalam Novel Keluarga Cemara 2 Karya Arswendo Atmowlito Fransiska Dinda Melani
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam novel Keluarga Cemara 2 karya Arswendo Atmowlito. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten (content analysis). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kualitatif yakni ungkapan yang mengandung nilai moral dalam novel Keluarga Cemara 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan beragam nilai moral dalam novel Keluarga Cemara 2, yaitu kejujuran, keadilan, toleransi, kebijaksanaan, disiplin diri, tolong-menolong, peduli sesama, kerja sama, keberanian, dan demokratis. Nilai peduli sesama menjadi temuan yang paling dominan. Melalui narasi di dalam cerita, novel ini secara jelas merepresentasikan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari. This study aims to describe the moral values contained in the novel Keluarga Cemara 2 by Arswendo Atmowlito. This research is a content analysis research. The data source used in this study is in the form of qualitative data, namely expressions that contain moral values in the novel Keluarga Cemara 2. The data collection technique is carried out through document analysis. The data validity test technique uses source triangulation and method triangulation. Data analysis using interactive analysis techniques. The results of the study show various moral values in the novel Keluarga Cemara 2, namely honesty, justice, tolerance, wisdom, self-discipline, help, caring for others, cooperation, courage, and democracy. The value of caring for others is the most dominant finding. Through the narrative in the story, this novel clearly represents the values of humanity and social solidarity in daily life.
Strategi Bertanya dalam Podcast Akun YouTube Raditya Dika: Kajian Retorika Nabilatul Irbah; Cindy Dwi Cahyani; Hilma Azmi Azizah
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.217

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis strategi bertanya dalam retorika Raditya Dika pada podcast YouTube-nya berdasarkan teori Hendrikus. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan podcast sebagai media hiburan, edukasi, dan pembelajaran bahasa. Data berupa tuturan strategi bertanya dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi, dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, kategorisasi, interpretasi, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan 14 jenis pertanyaan berdasarkan teori Hendrikus, antara lain pertanyaan informatif, retoris, provokatif, alternatif, dan pembuka pembicaraan. Strategi tersebut berfungsi untuk membangun suasana santai, menggali informasi mendalam, mengontrol alur percakapan, serta meningkatkan keterlibatan narasumber dan pendengar. This descriptive qualitative research analyzes the questioning strategy in Raditya Dika's rhetoric on her YouTube podcast based on Hendrikus' theory. This research is motivated by the development of podcasts as a medium of entertainment, education, and language learning. Data in the form of questioning strategy speech was collected through documentation, observation, and recording techniques, then analyzed through the stages of identification, categorization, interpretation, and conclusion drawn. The results of the study found 14 types of questions based on Hendrikus' theory, including informative, rhetorical, provocative, alternative, and conversation starter. This strategy serves to build a relaxed atmosphere, dig deep information, control the flow of conversations, and increase the engagement of sources and listeners.