cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
Hubungan Pemahaman Bahasa Matematika dengan Keterampilan Matematika Spesifik Anak Usia 5-6 Tahun Azka Aisa Illiyin; Siti Wahyuningsih; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 10, No 1 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i1.55421

Abstract

Keterampilan matematika anak usia dini merupakan keterampilan yang penting dalam pencapaian Pendidikan dijenjang selanjutnya. Dalam perkembangannya, kemampuan ini dipengaruhi beberapa salah satunya faktor spesifik yaitu bahasa matematika. Pemahaman anak dalam kosa kata yang berhubungan dengan matematika memudahkan anak dalam meningkatkan keterampilan matematika mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman Bahasa matematika dengan keterampilan matematika spesifik anak usia 5-6 tahun. Sampel penelitian ini berjumlah 46 anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina VI Ciputat, Tangerang Selatan. Desain penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang dilakukan kepada anak. Analisis data menggunakan uji korelasi. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment yang menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara pemahaman Bahasa matematika dengan keterampilan matematika spesifik anak. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,853 yang menunjukan arah hubungan yang positif. Kondisi ini berarti pemahaman Bahasa matematika anak yang baik berhubungan dengan peningkatan keterampilan matermatika spesifik anak, artinya apabila tingkat pemahaman Bahasa matematika anak tinggi maka keterampilan matematika spesifik anak akan dapat berkembang dengan baik.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP STORYBOOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA 4-5 TAHUN Hanifah Nur Hasanah; Siti Wahyuningsih; Warananingtyas Palupi
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.58664

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan kemampuan mendengarkan secara aktif untuk memperoleh dan memproses informasi. Kemampuan ini memerankan peran kunci dalam keberhasilan literasi dan pengembangan berbagai kemampuan bahasa lainnya serta dalam melakukan kontak sosial terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak melalui media pembelajaran pop-up storybook pada anak 4-5 tahun TK Aisyiyah 33 Purwodiningratan. Jenis penelitian ini yakni penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 15 anak yang terdiri 6 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik uji validitas kualitatif dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik serta uji validitas data kuantitatif menggunakan pakar atau expert judgement. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis data kualitatif menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran pop-up storybook dapat meningkatkan kemampuan menyimak anak dalam memusatkan perhatian selama 12-14 menit, menceritakan kembali secara sederhana, menyebutkan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita. Hasil peningkatan persentase pada pra tindakan hanya diperoleh ketuntasan yakni sebesar 46,60%, setelah adanya tindakan siklus I diperoleh ketuntasan sebesar 66,65% kemudian mengalami peningkatan pada siklus II sebesar10% menjadi 76,65%. Uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran pop-up storybook dapat meningkatkan kemampuan menyimak pada anak 4-5 tahun TK Aisyiyah 33 Purwodiningratan.
PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PONDOK PESANTREN Hanik Musdhalifah; Ruli Hafidah; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.56777

Abstract

Disiplin merupakan salah satu nilai karakter yang perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Keluarga berperan penting dalam membentuk karakter anak namun problematika orang tua yang sibuk bekerja mengakibatkan pembinaan anak di lingkungan keluarga kurang optimal. Faktor kesibukan tersebut tidak menjadikan orang tua lepas tangan, berbagai upaya di tempuh salah satunya dengan menyeleksi lingkungan pendidikan yang terbaik. Pondok pesantren menawarkan tempat penanaman disiplin dengan mengaplikasikan nilai agama sehingga dewasa ini orang tua tertarik mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi penanaman karakter disiplin dan dampaknya pada kedisiplinan anak usia 5-6 tahun di Pondok Tahfidh Putri Anak-anak Yanaabii’ul Qur’an Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah santri putri anak-anak rentang usia 5-6 tahun yang berjumlah 26 anak. Teknik pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif meliputi kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi PTPA Yanaabii’ul Qur’an menanamkan karakter santrinya dengan disiplin terhadap waktu, disiplin menegakkan aturan, dan disiplin ketika bersikap. Penanaman tersebut berdampak pada munculnya karakter kedisiplinan anak usia 5-6 tahun yaitu sikap santri yang tepat waktu, dapat memperkirakan waktu untuk menyelesaikan sesuatu, menggunakan benda sesuai fungsinya, mengambil dan mengembalikan benda pada tempatnya, menaati aturan yang telah disepakati, sabar dan tertib menunggu giliran, serta memiliki kepekaan jika tidak disiplin.
ANALISIS PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK SELAMA MASA PANDEMI Muthmainah Muthmainah
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.61062

Abstract

Keterbatasan untuk berinteraksi dengan orang lain menjadi salah satu kendala bagi anak selama pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sosial emosional anak Taman Kanak-kanak selama masa pandemi. Metode pengumpulan data menggunakan studi literatur, dengan langkah-langkah pengumpulan sumber data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah bahwa perkembangan sosial emosional anak cenderung mengalami penurunan. Penyebabnya diantaranya kurangnya kesempatan anak bersosialisasi selama Belajar dari Rumah, kurangnya stimulasi dari orang tua, dan adanya physical distancing. Dampak yang ditimbulkan dari belum optimalnya perkembangan sosial emosional anak perlu segera ditangani. Orang tua perlu mendorong anak untuk bersosialisasi dan guru perlu memiliki strategi jitu untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional seiring dengan adanya pembelajaran luring 100%. Limitations to interact with other people are one of the obstacles for children during the Covid-19 pandemic. This study aims to analyze the socio-emotional development of kindergarten children during the pandemic. The data collection method used literature study, with the steps of collecting data sources, data reduction, and drawing conclusions. The result of this research is that children's social emotional development tends to decrease. The reasons include the lack of opportunities for children to socialize during Learning from Home, lack of stimulation from parents, and physical distancing. The impact of not optimal social emotional development of children needs to be addressed immediately. Parents need to encourage children to socialize, and teachers need to have accurate strategies to develop emotional social skills along with 100% offline learning.
HUBUNGAN PENGAJARAN PENDIDIKAN KEUANGAN DENGAN KEMAMPUAN LITERASI KEUANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN Servina Arianti; Muhammad Munif Syamsuddin; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.57223

Abstract

Pengajaran pendidikan keuangan merupakan kegiatan memberikan pengajaran terkait keuangan kepada peserta didik dengan memperhatikan materi dan usianya sehingga kemampuan literasi keuangan anak dapat terstimulasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengajaran pendidikan keuangan dengan kemampuan literasi keuangan anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 dengan jumlah populasi sebanyak 22 anak dengan rentang usia 4-5 tahun di 3 lembaga TK di Gugus 3, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan jenis sampling jenuh atau sensus. Pengambilan data dilakukan melalui persebaran kuesioner yang diisi oleh guru kelas A dan orang tua.  Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan uji Corrected Item-Total Correlation dan Uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach's Alpha. Uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil hipotesis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,037 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara pengajaran pendidikan keuangan dengan kemampuan literasi keuangan anak usia 4-5 tahun. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,447, tergolong pada kategori sedang. Arah hubungan juga menunjukkan tanda yang positif (+), artinya memiliki arah hubungan searah. Jika pengajaran pendidikan keuangan tinggi dan maksimal, maka kemampuan literasi keuangan anak akan meningkat.
PROFIL KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN (PENELITIAN SURVEI DI TK GUGUS DAHLIA WONOSARI, KLATEN) Wulan Nur Cahyaningrum; Upik Elok Endang Rasmani; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.58458

Abstract

Abstrak Kemampuan mengenal konsep bilangan merupakan kemampuan anak memahami mengenai berapa banyak suatu benda dan berkaitan erat dengan jumlah dan penghitungan. Mengenal konsep bilangan sangat penting untuk dikembangkan, karena bilangan merupakan hal yang sering dijumpai dalam kehidupan anak dan merupakan landasan untuk menguasai konsep-konsep matematika pada jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mengenal konsep bilangan anak usia 4-5 tahun di TK Gugus Dahlia Kecamatan Wonosari Klaten. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020-Januari 2021. Sampel pada penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun di TK Gugus Dahlia Kecamatan Wonosari Klaten yang berjumlah 92 anak. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan bantuan google form.Hasil survei dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengenal konsep konsep bilangan anak di TK Gugus Dahlia memiliki kemampuan yang beragam yakni terdapat anak pada kategori MB (mulai berkembang), kategori BSH (berkembang sesuai harapan) dan kategori BSB (berkembang sangat baik). Anak yang termasuk pada kategori BSH berarti indikator kemampuan mengenal konsep bilangan pada kebanyakan anak sudah tercapai.Kata kunci : profil, konsep bilangan, anak usia diniAbstract The number concept abilities is a childs ability to understand how much an object is and is closely related to number and counting. Knowing the concept of numbers is very important to develop, because numbers are things that are often encountered in childrens lives and are the basis for mastering mathematical concepts at the next level of education. The research aims to determine the concept of number abilities for children aged 4-5 years in Dahlia Cluster, Wonosari Klaten. This research is a type of quantitative research using a survey method. This research was conducted in August 2020-January 2021. The sample of this research is children aged 4-5 years in Dahlia Cluster, Wonosari Klaten, amounting to 92 children. Data collection techniques in this research using a questionnaire with the help of google form.The results of the survey in this study indicate that the ability to recognie the concept of numbers in the Dahlia Kindergarten has various abilities, namely that there are children in the category of starting to develop, developing according to expectation, and developing very well. Children who are included in developing according to expectation category means that the indicator of the ability to recognize the concept of numbers in most children has been achieved.Keywords : number concepts, early childhood, children aged 4-5 years.
KORELASI ANTARA KUALITAS HUBUNGAN ORANG TUA – ANAK DENGAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Wiwit Nur Aini; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Nurul Shofiatin Zuhro
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.58586

Abstract

Kemampuan keaksaraan awal merupakan salah satu hal penting bagi anak, karena akan berpengaruh terhadap perkembangan anak pada masa selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini  untuk mengetahui korelasi antara kualitas hubungan orang tua – anak dengan kemampuan keaksaraan awal anak usia 5-6 tahun di TK segugus Matahari Colomadu. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 51 anak dan orang tuanya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kualitas hubungan orang tua – anak, dan tes untuk mengukur tingkat kemampuan keaksaraan awal anak. Hasil penelitian uji korelasi pearson product moment diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 > 0,05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan antara variabel kualitas hubungan orang tua – anak dengan kemampuan keaksaraan awal anak usia 5-6 tahun.
ALAT PERMAINAN EDUKATIF BOARD GAME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF ANAK USIA 4-5 TAHUN Aulia Salma Alifia; Warananingtyas Palupi; Jumiatmoko .Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.58600

Abstract

Alat permainan edukatif board game menjadi salah satu permainan yang efektif dan menyenangkan untuk anak dalam mengembangkan kemampuan mengenal huruf. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun melalui alat permainan edukatif board game. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart dengan analisis data kuantitatif deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif interaktif yang dilaksanakan selama 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 6 kali pertemuan yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 10 anak berusia 4-5 tahun, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase ketuntasan pada indikator menyebutkan nama huruf  pra tindakan sebesar 50%, siklus 1 sebesar 68,3% dan siklus 2 sebesar  80%, membedakan bentuk huruf pra tindakan sebesar 20%, siklus 1 sebesar 31,6% dan siklus 2 sebesar 76,6%, menyebutkan huruf awal dari sebuah kata pra tindakan sebesar  40%, siklus 1 sebesar 68,3% dan siklus 2 sebesar 76,6% dan menirukan bentuk huruf pra tindakan sebesar  70 %, siklus 1 sebesar  7,6% dan siklus 2 sebesar 85%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa alat permainan edukatif board game dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun.
STRATEGI PEMBELAJARAN DARING DAN LURING DI TAMAN KANAK-KANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 Christina Mega Ariani; Anayanti Rahmawati; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.55628

Abstract

Situasi pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan praktik pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pelaksanaan pembelajaran daring dan luring pada masa pandemi Covid-19 dan peran keterlibatan orang tua di TK Kanisius Karangbangun pada tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini berusia 5-6 tahun. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, guru, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi dengan sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian melalui penerapan strategi pembelajaran daring dan luring dalam pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dengan komponen-komponen strategi yang berupa tujuan, metode, materi, media, dan evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa anak dan orang tua belum sepenuhnya siap untuk menghadapi perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran daring melalui panggilan video WhatsApp dan pemberian lembar kegiatan dan tugas anak, maupun pembelajaran luring dengan bentuk pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah tidak terlepas dari kendala dan tantangan. Untuk menemukan solusi atas permasalahan dalam pendidikan anak diperlukan komunikasi dan kerjasama yang baik antara guru dengan orang tua. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi-strategi guru dan peran keterlibatan orang tua sangat penting bagi keberlangsungan dan keberhasilan pembelajaran anak usia dini pada masa pandemi Covid-19 ini.
PENGARUH PERMAINAN MENCARI JEJAK (MAZE) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI ANAK USIA 5-6 TAHUN Rika Kurnia R.; Mutmainnah Nurialistiawati; Syamsuardi Saodi; Herman Herman
Kumara Cendekia Vol 10, No 4 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i4.62572

Abstract

Permainan Maze merupakan sebuah permainan yang menuntut anak untuk mencari jejak dari suatu hal yang dicari atau yang ditujukan oleh anak secara sederahana. Pencarian jejak ini akan membantu anak untuk mengembangkan logika dan juga melatih kesabaran serta konsentarasi untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Literasi anak usia dini merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, menafsirkan, membuat dan menghitung berbagai isi tulisan yang tergabung dalam berbagai variasi isi yang menyiapkan anak untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan dan mampu beradaptasi dilingkungannya. Anak usia dini mulai sensitif atau mengalami masa peka untuk menerima berbagai upaya pengembangan seluruh potensinya. Anak dapat dipandang sebagai individu yang baru mulai mengenal dunia. Anak perlu dibimbing agar mampu memahami berbagai hal tentang dunia dan isinya. Adapun cara yang dilakukan dalam membantu anak mengembangkan kemampunya yaitu media pembelajaran. Media sebagai salah satu kompenen dari pengajaran yang sangat berpengaruh terhadap peroses pembelajaran, dengan adanya media yang mendukung dalam peroses pembelajaran, akan mampu meningkatkan kualitas hasil belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Permainan Mencari Jejak (Maze) Terhadap Kemampuan Literasi Anak Usia 5-6 Tahun. Pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi-Experimental Design penelitian dapat digunakan untuk analisis penelitian. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, kelompok eksperimen terdiri dari enam anak, sedangkan kelompok kontrol terdiri dari enam anak. Pengumpulan data dilakukan dengan metode statistik deskriptif dan non parametrik. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa anak-anak pada kelompok eksperimen memiliki kemampuan literasi yang lebih baik daripada anak-anak pada kelompok kontrol, dapat disimpulkan permainan mencari jejak (maze) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan literasi anak usia 5-6 tahun.