cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
IMPLEMENTASI MAJEJAITAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PRATAMA WIDYA PASRAMAN GURUKULA BANGLI Gusti Ayu Sri Deniati; I Made Gede Anadhi; Ida Bagus Komang Sindu Putra
Kumara Cendekia Vol 10, No 3 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i3.64350

Abstract

Majejaitan merupakan kegiatan merangkai potongan dedaunan atau janur dengan menggunakan alat yang disebut dengan semat yang nantinya akan menciptakan sebuah hasil karya yang disebut dengan jejaitan, dimana jejaitan ini merupakan sarana pelengkap upacara keagamaan agama Hindu di Bali. Kegiatan majejaitan ini melibatkan keterampilan jari-jari tangan sehingga hal tersebut berkaitan dengan kemampuan motorik halus seseorang. Penerapan kegiatan majejaitan untuk anak usia dini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak dan sebagai sarana untuk memperkenalkan kegiatan yang memiliki nilai kebudayaan masyarakat Hindu di Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, dan Guru-guru Pratama Widya Pasraman Gurukula Bangli.Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman yang terdiri dari tiga alur diantaranya, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya peningkatan atas kemampuan motorik halus anak melalui implementasi majejaitan, terlihat anak dapat membuat jejaitan yang telah didemonstrasikan oleh gurunya, selain itu melalui implementasi majejaitan ini anak akan belajar untuk berpikir secara logis tentang benda-benda yang ada di lingkungan mereka, anak akan belajar tentang klasifikasi mulai dari bentuk, warna dan tekstur, serta melalui kegiatan ini guru dapat memperkenalkan budaya lokal masyarakat Hindu sejak dini kepada anak melalui cara membuat jejaitan, dan fungsi dari jejaitan tersebut.
PROFIL KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 4-5 TAHUN Ajeng Anggit Ganarsih; Ruli Hafidah; Novita Eka Nurjanah
Kumara Cendekia Vol 10, No 3 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i3.56350

Abstract

Kemampuan membaca permulaan anak usia dini merupakan kemampuan berbahasa yang terdiri dari menyebutkan simbol huruf, mengenal bunyi huruf, pengetahun bunyi huruf awal, pengetahuan membedakan huruf, membedakan suara hewan dan benda disekitarnya, membaca dan merangkai suku kata menjadi kata serta menjodohkan kata dengan gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan membaca permulaan pada anak usia 4-5 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun di TK ABA Se-Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Sampel yang digunakan sejumlah 90 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara kepada guru dan kuisioner yang berupa google form yang ditujukan untuk orangtua/wali anak didik guna untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 tahun. Validitas instrumen menggunakan validitas isi yang dilakukan oleh Expert Judgment. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan menyajikan presentase dan histogram. Hasil penelitian survei menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 tahun di TK ABA se-Kecamatan Weru sebanyak sebanyak 16,9% (15 anak) berada dalam kategori Belum Muncul (BM) dan sebanyak 83,1% (75 anak) berada dalam kategori muncul (Muncul). Hasil perkembangan kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 tahun di TK ABA Kecamatan Weru menunjukkan hasil capaian yang ideal untuk anak usia 4-5 tahun.
PENGARUH GAME BELAJAR MEMBACA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN USIA 5-6 TAHUN Eka Cahya Maulidiyah
Kumara Cendekia Vol 10, No 4 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i4.62757

Abstract

Membaca permulaan adalah kemampuan linguistik anak untuk mengenal berbagai jenis huruf dan nantinya akan menjadi bekal untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Kemampuan membaca permulaan bisa ditingkatkan dengan berbagai macam kegiatan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan game yang bernama belajar membaca PAUD TK SD. Media aplikasi game tersebut didesain dengan kombinasi warna yang sangat menarik dan dilengkapi dengan materi pembelajaran membaca yang dapat diunduh. Salah satunya tersedia diponsel layar sentuh (android) melalui layanan play store. Tujuan dibalik penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh permainan game belajar membaca PAUD TK SD di TK Sunan Prapen terhadap kemampuan membaca permulaan usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental design dengan jenis nonequivalen control group design. Populasi penelitian ini ialah anak kelompok B dengan jumlah sampel 36 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik menggunakan paired sample t-test. Hasil perhitungan data menggunakan T-test, dengan taraf signifikansi 0.05 dari jumlah n1=18, dan n2=18 diperoleh hasil dari uji hipotesis bahwa nilai sig (2-tailed) pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga bisa dinyatakan Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan analisis data tersebut dinyatakan bahwa ada pengaruh media game belajar membacar terhadap kemampuan membaca permulaan usia 5-6 tahun.
PERMAINAN ESTAFET MODIFIKASI STIKER BERTEMA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KINESTETIK PADA ANAK USIA DINI DI TK TUNAS MEKAR TIMPAG Ni Made Vertia Agustine; Ni Nengah Selasih; I Made Lestiawati
Kumara Cendekia Vol 10, No 3 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i3.64351

Abstract

Minimnya proses pembelajaran di luar ruangan dan variasi permainan membuat kemampuan kinestetik anak masih belum berkembang, maka peneliti merumuskan masalah (1) Bagaimana proses permainan estafet modifikasi stiker bertema dalam meningkatkan kemampuan kinestetik pada anak usia dini? (2) Bagaimana efektivitas permainan estafet modifikasi stiker bertema dalam meningkatkan kemampuan kinestetik pada anak usia dini di TK Tunas Mekar Tmpag?. Dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan kinestetik anak melalui permainan estafet modifikasi stiker bertema. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan selama pra siklus ke Siklus II sebagai berikut: Pra siklus 13% atau 2 anak (BSB), 13% atau 2 anak (BSH), 33% atau 5 anak (MB), dan 41% atau 6 anak (BB). Siklus I Jumlah 27% atau 4 anak (BSB), 20% atau 3 anak (BSH), 33% atau 5 anak (MB) dan 20% atau 3 anak (BB). Siklus II berjumlah 41% atau 6 anak (BSB), 53% atau 8 anak (BSH), 6% atau 1 anak (MB) dan 0% (BB). Sehingga dapat dikatakan bahwa permainan estafet modifikasi stiker bertema dapat meningkatkan kemampuan kinestetik pada anak usia dini di TK Tunas Mekar.
EFEKTIVITAS MEDIA APLIKASI SEX KIDS EDUCATION DALAM MENSTIMULASI MOTORIK HALUS ANAK Misselina Madya Gerda; Siti Wahyuningsih; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 10, No 3 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i3.57856

Abstract

Pendemi COVID-19 telah melanda hampir seluruh negara di dunia, tentunya menyebabkan permasalahan baru di dunia pendidikan khususnya pada proses pembelajaran. Kementerian Pendidikan memberlakukan proses kegiatan belajar dilaksanakan secara daring (online). Kebijakan pemerintah tersebut berlaku bagi semua jenjang pendidikan dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi. Diperlukan sebuah solusi yakni pengembangan media pembelajaran digital guna menjawab problematika pendidikan saat ini. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan pengembangan aplikasi sex kids education dalam menstimulasi motorik halus anak usia dini. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah anak berusia 5-6 tahun di TK Marsudisiwi Surakarta, TK NDM Sondakan Surakarta, TK Aisyiyah Boyolali, Expert Judgement (media, Materi, Informatika) dan Guru. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Prosedur penelitian pengembangan ini mengacu pada model ADDIE mengadaptasi model Robert (Robert, 2009). Perolehan nilai pre-test 21,30 dan post-test 29,47 yang berarti terdapat perubahan yang signifikan antara skor pre-test dengan skor post-test, hasil uji normalitas 8,17. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikan 0,00. Dapat disimpulkan berdasarkan hasil uji keefektifan yakni pengembangan media aplikasi sex kids education dapat menstimulasi perkembangan fisik motorik halus anak.
PENGARUH KEGIATAN MEMBATIK JUMPUTAN MENGGUNAKAN PIPE CLEANERS (KAWAT BULU MERCY) TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK HIDAYATULLAH SURABAYA Fatmaning Tyas; Nurul Khotimah; Mas&#039;udah Mas&#039;udah
Kumara Cendekia Vol 10, No 4 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i4.63386

Abstract

Kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun sangat penting dioptimalkan dan di stimulasi melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan. Salah satu kegiatan yang bisa dipakai untuk mengembangkan kemampuan motorik halus adalah membatik jumputan. Kegiatan membatik jumputan dalam penelitian ini menggunakan media pipe cleaners (kawat bulu mercy) sebagai alat pengganti untuk media pengikatnya. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kegiatan membatik memakai pipe cleaner (kawat bulu mercy) pada kemampuan motorik halus anak kelompok A di TK Hidayatullah, Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian Quasi Eksperiment (Eksperimen semu) dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini berjumlah 15 anak pada kelompok kontrol dan 15 anak pada kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data pada penelititan ini menggunakan  observasi terstruktur dengan memakai lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan antara lain uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesisi menggunakan uji Independent Sampel T Test. Berdasarkan hasil penghitungan didapatkan nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05, bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat diketahui ada pengaruh yang signifikan kegiatan membatik jumputan menggunakan pipe cleaners (kawat bulu mercy) terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A di TK Hidayatullah, Surabaya.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI MASA PANDEMI PADA PAUD ISLAM ALIF Septi Wulandari; Ulwan Syafrudin
Kumara Cendekia Vol 10, No 3 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar anak di masa pandemi pada PAUD Islam Alif Kelurahan Way Mengaku Lampung Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dari penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun informan kunci nya  adalah tiga orang tua peserta didik. Analisa data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Hubberman yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak terutama di masa pandemi. Hal ini terbukti dari hasil wawancara dengan para orang tua dan keluarga nya. Orang tua menjelaskan bahwa pelaksanaan peran orang tua sebagai pembimbing, motivator serta fasilitator harus dijalankan semaksimal mungkin untuk mendukung motivasi belajar anak terutama di masa pandemi. Sedangkan hasil wawancara mengenai cara meningkatkan motivasi anak di masa pandemi terdapat beberapa cara yang sering diterapkan dalam proses belajar di rumah seperti memberikan pujian, memberikan hadiah, mengajak anak mengeksplorasi lingkungan sekitar dan memberikan hukuman yang sederhana apabila sangat diperlukan. 
IMPLEMENTASI YOGA KIDS SEBAGAI STIMULASI MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Anjar Fitrianingtyas; Upik Elok Endang Rasmani; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 10, No 3 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i3.65013

Abstract

Yoga untuk anak usia dini atau yoga kids merupakan salah satu cara yang kreatif untuk memberikan Latihan pada anak untuk melakukan  pengaturan pola nafas dan aktivitas jasmani yang memiliki banyak keuntungan dalam meningkatkan  pertumbuhan dan perkembangan melalui aktivitas yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan yoga kids sebagai salah satu stimulasi motoric kasar anak usia dini. Peneliti mempergunakan metode penelitian kualitaf dengan pendekatan deskriptif dalam penelitian ini. Implementasi yoga kids untuk stimulasi motoric kasar anak usia dini dilihat pada keterampilan gerak non lokomotor anak. Kegiatan yoga kids dibagi menjadi 3 bagian, yaitu gerakan pemanasan dan pernapasan (5 menit), Gerakan inti (20 menit), dan kegiatan penutup atau relaksasi (5 menit). Gerakan inti pada yoga kids dilakukan melalui aktivitas menyenangkan yaitu dengan bercerita diiringi music dengan menirukan berbagai macam Gerakan binatang dan alam, diantaranya yaitu hands to feet pose, butterfly pose, mountain pose, cobra pose, swan pose, dog looks down pose. Gerakan tersebut dikemas dalam cerita yang menarik bagi anak. Yoga kids memiliki manfaat salah satunya yaitu untuk meningkatkan keseimbangan anak dalam melakukan Gerakan motoric. Karena dengan melakukan berbagai macam posisi yoga dapat membantu merangsang kerja otot-otot pentasbil tubuh.
SPIRITUAL PARENTING PADA ANAK USIA DINI Feberiani Diana Putri; Anayanti Rahmawati; Nurul Shofiatin Zuhro
Kumara Cendekia Vol 10, No 4 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i4.56189

Abstract

Anak merupakan karunia sekaligus amanat pemberian Tuhan. Mengasuh anak merupakan kewajiban dan tanggung jawab orang tua. Pengasuhan harus melibatkan Tuhan yang disebut dengan spiritual parenting. Islamic Parenting adalah suatu pengasuhan yang berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam, Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggali spiritual parenting pada anak usia dini yang telah dievaluasi dalam langkah yang dilakukan orang tua dan nantinya berpengaruh pada spiritualitas naka dan perilaku anak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informan dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu denga wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data, subyek dan teknik. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analilis Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua Di dusun Jrakah kelurahan Delingan kecamatan Karangangar melaksanakan spiritual pernting dengan memberikan teladan, pembiasaan, nasehat dan dibantu dengan menggunakan media audio visual. Metode yang dilakukan orang tua tersebut mampu menumbuhkan spiritual anak,  seperti: mulai memiliki rasa takut pada Allah dan mulai memahami surga neraka, mulai mengenal makanan halal haram, tidak mengambil barang milik temannya tanpa izin, terbiasa sholat di masjid, berpuasa setengah hari dan pergi TPA. Anak mulai peduli dan mau berbagi mainan dengan temannya, menunjukkan sikap patuh dan hormat pada orang tua dengan tidak berani melawan. Anak tidak pilih-pilih teman dan kadang mengingatkan temannya yang berkata jorok atau mengumpat dengan perkataan.
BLENDED LEARNING PADA ANAK USIA 4–6 TAHUN DI TK MTA JUMAPOLO 01 Hestik Wulandika; Ruli Hafidah; Nurul Shofiatin Zuhro
Kumara Cendekia Vol 10, No 3 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i3.57210

Abstract

Lembaga PAUD sebagai pelaksana proses pembelajaran berperan penting dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah selama pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengelolaan blended learning selama masa pandemi Covid-19 di TK MTA Jumapolo 01 sebagai layanan pendidikan di masa tanggap darurat Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini berupa informan, tempat dan peristiwa, serta arsip atau dokumen. Subjek penelitian adalah guru, kepala sekolah dan peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi pasif dan dokumentasi. Validitas data menggunakan perpanjangan penelitian, triangulasi teknik dan sumber serta member check dengan analisis data menggunakan analisis Miles Huberman 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan blended learning pada anak usia 4-6 tahun selama pandemi Covid-19 di TK MTA Jumapolo 01 dilakukan dengan jenis enriched virtual model. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar blended learning dilaksanakan dengan beberapa pengelolaan pembelajaran yang meliputi perencanaan pembelajaran yaitu dengan penentuan kurikulum, perumusan silabus, pembuatan RPP, perumusan tujuan dan materi pembelajaran, penentuan metode, dan perencanaan teknik evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan kegiatan secara daring dan tatap muka dengan langkah kegiatan yang dilakukan yaitu pembukaan, inti, dan penutup. Evaluasi pembelajaran dilaksanakan dengan perencanaan evaluasi, pelaksanaan evaluasi, pengolahan hasil evaluasi, dan pemanfaatan evaluasi.