cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI JENJANG SARJANA PROGRAM STUDI PGPAUD Nurul Shofiatin Zuhro; Khoirul Syaifuddin; Novita Eka Nurjanah; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.56749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis substansi bahan ajar yang dibutuhkan mahasiswa di pada Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi di Program Sarjana Program Studi PGPAUD. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang berpedoman pada Four-D Model (Thiagarajan, dkk 1974:5) yang mencakup proses define. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 di Program Studi PGPAUD FKIP UNS tahun akademik 2020/2021. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, mahasiswa dapat dengan mudah menemukan bahan ajar berupa buku maupun media elektronik terkait topik perkuliahan, namun tidak semua mampu menjawab permasalahan yang ditemui mahasiswa. Sumber belajar yang dicari oleh mahasiswa secara langsung menunjukkan langkah-langkah pengoperasian/ pemakaian aplikasi-aplikasi tertentu, tanpa memberikan pemahaman sehingga ketika mahasiswa mengalami kesulitan dalam mempraktekkannya, mahasiswa tidak mengetahui pada apa, mengapa dan bagaimana terjadi dan dimana letak kesalahannya. Hal ini diperburuk dengan kondisi mahasiswa yang mengalami masa transisi kurikulum pada jenjang dasar/ menengah, sehingga tidak memperoleh mata pelajaran TIK dan belajar secara otodidak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) mata kuliah TIK di Program Studi PGPAUD belum memiliki bahan ajar utama dalam perkuliahan (2) secara mandiri, mahasiswa belum menemukan bahan ajar yang mempu memberikan pemahaman mendalam terkait penguasaan keterampilan TIK dasar tingkat lanjut (3) penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi alternatif strategi dalam pembelajaran (4) Mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang mampu memberikan contoh praktis penyelesaian masalah terkait TIK (5) Subtopik pembuatan table of content dapat menjadi studi kasus penelitian dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Demokratis dengan Keterampilan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun Azzahrah Fatmawati; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Nurul Shofiatin Zuhro
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.54791

Abstract

Keterampilan sosial merupakan kemampuan anak untuk berinteraksi di masyarakat  yang dapat diterima dilingkungan sosial dan menghindari perilaku yang tidak diinginkan dimasyarakat. Anak yang memiliki keterampilan sosial yang baik tentu akan optimal dalam mengembangkan aspek sosialnya. Oleh karena itu, keterampilan sosial anak sangatlah penting dimiliki oleh anak, beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan sosial diantaranya yaitu faktor lingkungan dan faktor keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua demokratis dengan keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di 6 TK dalam Gugus Kenanga Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini yaitu sebanyak 84 anak yang berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Data terkumpul dianalisis menggunakan metode korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS 25 for windows. Analisis data yang dilakukan dengan taraf signifikansi 0,05 menunjukan nilai korelasi sebesar 0,581. Kondisi ini berarti terdapat hubungan positif signifikan antara pola asuh orang tua demokratis dengan keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun. Semakin tinggi tingkat pola asuh demokratis yang diterapkan orang tua pada anaknya, maka keterampilan sosial anak juga tinggi. Semakin rendah tingkat pola asuh demokratis yang diterapkan orang tua pada anak, maka keterampilan sosial anak juga semakin rendah.
Hubungan antara Peran Guru dengan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini Indah Kusuma Wardani; Ruli . Hafidah; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.54845

Abstract

Peran guru anak usia dini merupakan sekumpulan perilaku-perilaku baik yang dimiliki oleh seseorang yang bekerja sebagai guru khususnya di pendidikan anak usia dini. Peran guru dapat dikatakan sebagai salah satu faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak saat berada di sekolah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu peran guru dengan rasa percaya diri anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Sampel penelitian yang terlibat yaitu 30 anak usia 4-6 tahun dan 26 guru di TK se-Kelurahan Palur. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh guru. Analisis data dan uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan kriteria nilai signifikansi yaitu sebesar < 0,05. Uji hipotesis penelitian menunjukkan angka sebesar 508 dengan nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar -126 dengan arah hubungan negatif. Hal ini berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru dengan rasa percaya diri anak usia dini, sehingga dapat diartikan bahwa adanya peningkatan atau penurunan pada variabel peran guru tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel rasa percaya diri anak usia dini. Penelitian ini dapat memberikan informasi terkait kajian teori tentang peran guru dan rasa percaya diri anak usia dini serta dapat memberikan gambaran mengenai hasil hubungan antara keterlibatan peran guru dengan rasa kepercayaan diri anak usia dini khususnya usia 4-6 tahun.  Kata Kunci: peran guru, rasa percaya diri, anak usia dini Abstract The role of early childhood teachers is a set of good behaviors possessed by someone who works as a teacher, especially in early childhood education. The role of the teacher can be said to be one of the important factors in the process of child growth and development while at school. This study aims to determine the relationship between two variables, namely the role of the teacher and the self-confidence of early childhood. The research uses correlational quantitative methods. The research sample involved was 30 children aged 4-6 years and 26 teachers in kindergartens in Palur Village. The data collection technique used a questionnaire filled out by the teacher. Data analysis and hypothesis testing used the Spearman Rho correlation test with a significance value criterion of <0.05. The research hypothesis test shows a number of 508 with a correlation coefficient value of -126 with a negative relationship direction. This means that there is no significant relationship between the teacher's role and the self-confidence of early childhood, so it can be interpreted that an increase or decrease in the teacher's role variable does not have a significant effect on the self-confidence variable of early childhood. This research can provide information related to theoretical studies about the role of teachers and self-confidence in early childhood and can provide an overview of the results of the relationship between teacher involvement and self-confidence in early childhood, especially aged 4-6 years.  Keywords: the role of the teacher, self-confidence, early childhood
IMPLEMENTASI PERANCANGAN PEMBELAJARAN ANTI NARKOBA ANAK USIA DINI PADA GURU TAMAN KANAK-KANAK Muhammad Reza; Rachma Hasibuan; Nurul Khotimah; Melia Dwi Widayanti
Kumara Cendekia Vol 10, No 1 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i1.59271

Abstract

Penggunaan narkoba di Indonesia sudah masuk taraf yang tinggi. Pencegahan penggunaan narkoba perlu dilaksanakan sejak dini yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut perlu untuk membuat perencanaan pembelajaran anti narkoba pada anak usia dini sebagai langkah pencegahan. Materi pembelajaran anti narkoba pada anak usia dini adalah (1) pola hidup sehat, (2) menghargai diri sendiri dan orang lain sebagai bentuk sikap spiritualitas, (3) karakter jujur dan asertif yang merupakan bagian dari sikap kepribadian anak usia dini yang perlu dikembangkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre eksperimental, dengan membandingkan nilai pre test dan post test pada peserta pelatihan yang berjumlah 30 guru TK di Kabupaten Lumajang. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur untuk mengetahui pemahaman konsep pendidikan anti narkoba pada anak usia dini dengan mengacu pada BNN (Badan Narkotika Nasional) dan NIDA (National Institute on Drug Abuse. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu membandingkan nilai rata-rata pre test dan post test. Hasil yang diperoleh dari penelitian pre eksperimental ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam memahami dan merancang pembelajaran anti narkoba anak usia dini. Rata-rata nilai pre test sebesar 50 dan nilai rata-rata post test sebesar 85. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan pelatihan perancangan pembelajaran anti narkoba pada anak usia dini untuk guru lebih banyak dilakukan.
Penerapan Metode Kaisa dalam Menghafal Al-Qur'an di TKII Al-Abidin Surakarta Imawati Rodhiyyana; Anayanti Rahmawati; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Kumara Cendekia Vol 10, No 1 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i1.55857

Abstract

Penanaman nilai agama pada anak usia dini dengan cara mengenalkan ajaran agama yang dianutnya. Pengenalan ajaran agama sejak dini dapat memberikan anak sebuah kebiasaan terhadap aktivitas keagamaan. Salah satu aktivitas keagamaan yang dapat dikenalkan kepada anak yaitu berupa kegiatan menghafal Al-Qur’an. Pelaksanaan kegiatan ini memerlukan sebuah metode, karena penggunaan metode menjadi faktor didalamnya. Metode menghafal yang diterapkan adalah metode kaisa, metode ini anak ikut melafalkan dan menirukan gerakan sesuai dengan kata yang dilafalkan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan langkah-langkah dan evaluasi metode kaisa dalam menghafal Al-Qur’an di TKII Al-Abidin Surakarta. Pendekatan penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan orang tua. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data kualitatif dengan analisis model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode kaisa dalam menghafal Al-Qur’an mengandung langkah-langkah, sebagai berikut: guru memberikan penjelasan sedikit mengenai surah yang akan dihafal berupa kandungan isi dan jumlah ayat, guru menjadi model untuk mendemonstrasikan gerakan didepan anak-anak, guru ikut membaca surah yang akan dihafal secara dipenggal pelan-pelan disertai gerakan agar anak dapat dengan mudah mengikuti, anak mengikuti bacaan dan menirukan gerakan yang didemontrasikan oleh guru. Berikut evaluasi dalam penerapan metode kaisa, antara lain: metode kaisa lebih efektif untuk diterapkan pada anak usia dini karena gerakan yang dilakukan hanya untuk kata yang bersifat sederhana, mudah dan dapat di visualisasikan secara symbol, anak lebih fokus pada gerakan sehingga ketika lupa pada saat penilaian hafalan, anak hanya ingat saat guru memberikan petunjuk dengan melakukan sedikit gerakan dari kata dalam ayat yang anak kesulitan dalam mengingatnya
Profil Kemampuan Perbandingan Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di Gugus Melati Karanganyar Tri Utami Latifah; Ruli Hafidah; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 10, No 1 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i1.56288

Abstract

Kemampuan perbandingan merupakan suatu cara yang digunakan untuk membandingkan besaran yang berbeda baik objek maupun angka. Selain hal tersebut membandingkan adalah cara menemukan hubungan antara dua hal atau dua kelompok hal berdasarkan beberapa karakteristik atau atribut tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil kemampuan perbandingan anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survei. Sampel yang digunakan sejumlah 163 anak usia 4-6 tahun di TK Gugus Melati Karanganyar dengan teknik pengambilan sampel probabilitas dengan acak sederhana. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner untuk mengetahui kemampuan perbandingan anak. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif  dengan menyajikan sum, mean, median, modus, dan standar deviasi. Profil kemampuan perbandingan ditinjau dari 5 item komponen yakni (1) membandingkan ukuran, (2) membandingkan volume, (3) membandingkan berat, (4) membandingkan nilai angka, dan (5) menggunkan atau menuliskan simbol perbandingan. Hasil survei menunjukkan bahwa kemampuan perbandingan anak usia 4-6 tahun TK Gugus Melati Karangayar yaitu 68% anak memiliki penguasaan kemampuan perbandingan sesuai indikator standarnya  dan sebanyak 32% anak memiliki penguasaan kemampuan perbandingan belum sesuai indikator standarnya 
STUDI PELAKSANAAN METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK A TK Fitri Hidayati; Anayanti Rahmawati; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 10, No 1 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i1.56328

Abstract

Proses pelaksanaan pembelajaran di TK perlu adanya rancangan yang baik agar apa yang disampaikan kepada anak dapat terserap dan mudah untuk dipahami dan mendapatkan hasil yang maksimal. Strategi atau metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di TK sangat diperlukan. Metode pembelajaran dalam kegiatan utama atau kegiatan inti dipilih berdasarkan kegiatan yang telah direncanakan oleh guru. Salah satu metode yang bisa dan biasa digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di TK yaitu pada metode bercerita. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran dari adanya pelaksanaan metode bercerita yang telah dilakukan melalui evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan dasar pada anak sebagai hasil belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengambilan subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dari masing-masing TK berjumlah 5 dan  guru kelas kelompok A dari masing-masing TK satu Kecamatan Tirto dengan total semuanya berjumlah 5. Sumber data dari penelitian ini berasal dari kepala sekolah, guru kelas kelompok A, wawancara awal dan akhir yang kemudian disinkronkan dengan hasil dokumentasi berupa RPPH dan lembar penilaian anak, foto serta rekaman suara. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah  teknik triangulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman, dengan prosesnya yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode bercerita memberikan manfaat bagi anak kelompok A, terutama dalam aspek perkembangan bahasa, salah satunya yaitu pada kemampuan berbicara. Hal ini terbukti dengan dilaksanakannya metode bercerita secara rutin dalam satu minggunya, sehingga kemampuan berbicara pada anak semakin membaik. Adanya guru yang selalu melatih anak untuk aktif dalam proses bercerita dan membantu anak untuk bisa aktif ketika anak merasa malu. Dapat disimpulkan bahwa melalui pelaksanaan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak, sehingga dapat merangsang anak untuk akftif dalam pengucapan atau artikulasi, struktur kalimat dan aspek penguasaan kosa kata.
PERBEDAAN KOMPETENSI SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN PADA KELUARGA UTUH DAN TIDAK UTUH Fernanda Widyasari; Siti Wahyuningsih; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 10, No 1 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i1.56497

Abstract

Kompetensi sosial merupakan salah satu hal penting dalam perkembangan anak. Kompetensi sosial anak sebagai pondasi  dalam penyesuaian diri anak terhadap lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Kompetensi sosial bagi anak dapat dijadikan sebagai bekal dalam menjalin interaksi dan menjaga relasi dengan teman sebaya maupun orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kompetensi sosial anak usia 5-6 tahun pada anak yang hidup dengan keluarga utuh dan keluarga tidak utuh. Penelitian ini dilaksanakan di TK Gugus Kartini Kecamatan Bendosari pada tahun ajaran 2019/2020. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian komparatif. Subjek pada penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang terdiri dari 64 anak dengan penggolongan 34 anak dengan keluarga utuh dan 30 anak dengan keluarga tidak utuh akibat perceraian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang digunakan untuk mengukur kompetensi sosial anak. Teknik uji validitas instrumen menggunakan validitas isi dengan mengacu pada instrumen yang diadaptasi dari jurnal. Teknik uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus cronbach’s alpha dengan bantuan SPSS 17 for windows. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one way anova. Hasil perolehan dari olah data menunjukkan signifikasi nilai < 0.05 yang artinya terdapat perbedaan  pada kompetensi sosial anak dengan keluarga utuh dan keluarga tidak utuh. Struktur keluarga memiliki pengaruh terhadap perkembangan kompetensi sosial anak usia dini. Keluarga yang memiliki hubungan atau ikatan yang harmonis dalam keluarga utuh akan menghasilkan anak – anak yang memiliki perilaku sosial positif sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Anak usia dini yang hidup atau tinggal dengan orang tua tunggal karena perceraian cenderung akan menunjukkan perilaku sosial yang menyimpang dan memiliki kompetensi sosial cenderung lebih rendah daripada anak yang tumbuh lebih beruntung pada keluarga utuh.
IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5 – 6 TAHUN SELAMA PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING Agein Firda Mahanani; Warananingtyas Palupi; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Kumara Cendekia Vol 10, No 1 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i1.55388

Abstract

Anak usia 4 – 6 tahun termasuk dalam usia keemasan (golden age), sehingga memerlukan stimulasi yang tepat untuk perkembangannya. Masa pandemi sekarang ini pendidikan di Indonesia beralih ke dalam pembelajaran daring, yang mana dalam pelaksanaan pembelajaran pasti akan mempengaruhi perkembangan anak salah satu yang terpengaruhi ialah perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian perkembangan motorik halus anak usia 5 – 6 tahun selama penerapan pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini merupakan anak usia 5 – 6 tahun di tiga lembaga TK yang ada di Gugus XVII kecamatan Banjarsari dengan jumlah 40 anak. Pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan secara interaktif, yang terdiri dari empat tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan jika selama pembelajaran daring aspek perkembangan motorik dilihat dari indikator perkembangan terdapat tiga indikator yang berkembang kurang maksimal yaitu indikator menggambar sesuai gagasan, melipat menjadi bentuk yang bermakna, serta menggunting pola. Akan tetapi terdapat satu indikator yang tetap berkembang secara maksimal yaitu menempel gambar.
Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini Selama Belajar Dari Rumah Di Dukuh Jaten, Teloyo, Wonosari, Klaten Anisa Nur Azizah; Siti Wahyuningsih; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 10, No 1 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i1.56581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar anak selama belajar dari rumah dan mengetahui kendala yang ditemui dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Dukuh Jaten, Teloyo, Wonosari, Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian melibatkan tiga keluarga yang meliputi orang tua dan anak usia dini di Dukuh Jaten, Teloyo, Wonosari, Klaten. Teknik pengambilan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling yang berfokus pada keterlibatan langsung orang tua dan anak dalam proses belajar dari rumah. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Dukuh Jaten, Teloyo, Wonosari, Klaten, memberikan peran yang konsisten pada anak dalam meningkatkan motivasi belajar selama belajar dari rumah seperti mendampingi anak ketika belajar dimulai, membuat manajemen waktu, menyediakan fasilitas, membantu anak dalam mengatasi kesulitan belajar, membuat kreasi dalam kegiatan belajar, orang tua sebagai motivator, memberikan pujian dan hadiah pada hasil belajar anak, serta orang tua membuat strategi dalam meningkatkan motivasi belajar anak supaya membantu mengatasi hambatan dalam meningkatkan motivasi belajar anak selama belajar dari rumah seperti kondisi anak dan kesibukan orang tua.