cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
Profil Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Sulistyo, Intan Tiara; Pudyaningtyas, Adriani; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 9, No 3 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i3.50732

Abstract

ABSTRAK Perkembangan motorik kasar pada anak TK perlu mendapat perhatian lebih oleh guru dan orang tua agar anak dapat menjalankan tugas perkembangan dengan baik, karena perkembangan motorik kasar pada anak usia dini sangat berguna untuk kehidupan anak dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel penelitian sejumlah 123 anak usia 5-6 tahun di TK Gugus Dahlia di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen. Validitas instrumen menggunakan validitas isi. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengetahui kemampuan motorik kasar. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu data yang terkumpul akan disajikan berupa persentase. Hasil analisis data menunjukkan kemampuan motorik kasar anak di TK Gugus Dahlia di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen memiliki hasil yang cukup baik. Terdapat 1 anak (0,81 %) dari 123 anak yang memiliki tingkat pencapaian perkembangan mulai berkembang, 26 anak (21,14 %) berkembang sesuai harapan, dan 96 anak (78,05 %) berkembang sangat baik. Data tersebut membuktikan bahwa profil kemampuan motorik kasar anak bervariatif atau berbeda-beda. Anak-anak memiliki capaian indikator yang berbeda dari kedelapan indikator yang telah disajikan yaitu melewati papan titian, menirukan gerakan pesawat terbang, melompat dengan kedua kaki secara bersama, melompat dengan salah satu kaki, berlari secara zig-zag, berlari mengikuti garis lurus, meloncat sesuai dengan gambar pijakan, dan memindahkan bola dari bagian kanan tubuh ke bagian kiri tubuh dengan duduk yang ditunjukkan melalui data kuesioner dengan pedoman rubrik penilaian yang dibuat.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KESIAPAN SEKOLAH ANAK USIA 5-6 TAHUN Nugraheni, Anindya; Rahmawati, Anayanti; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 9, No 3 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i3.51491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan kesiapan sekolah anak usia 5-6 tahun. Desain penelitian ini adalah Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Sampel penelitian sejumlah 100 anak usia 5-6 tahun di TK segugus 5 Kenangan, Banaran, Boyolali yaitu TK Aisyiyah 1 Boyolali, TK Aisyiyah 5 Boyolali, TK Aisyiyah 6 Boyolali, TK Almabrur Boyolali, TK Muslimat NU 1 Boyolali dan TK Kemala Bhayangkari 62. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pertama, nilai koefisien korelasi sebesar 0,591 dan menunjukkan hubungan positif yang artinya apabila kesiapan sekolah semakin baik, maka, regulasi diri anak usai 5-6 tahun semakin baik pula. Kedua, uji hipotesis menunjukkan angka 0,000<0,05 maka H0 ditolak. Hal ini membuktikan bahwa kesiapan sekolah dengan regulasi diri anak usia 5-6 tahun. Regulasi diri berhubungan dengan kesiapan sekolah karena regulasi diri merupakan salah satu bekal anak untuk bisa beradaptasi dengan lingkannya sehingga mendukung kesiapan sekolah anak. Hal tersebut penting karena anak yang telah memiliki kesiapan untuk sekolah akan memperoleh keuntungan dan kemajuan dalam perkembangan selanjutnya. Selain itu, regulasi diri anak-anak prasekolah, termasuk kepatuhan dan kontrol diri mereka, dapat memengaruhi keberhasilan siswa seperti yang diharapkan, anak-anak untuk mengikuti peraturan kelas dan arahan guru, berbagi mainan, dan menunggu giliran mereka. 
STUDI SURVEI KECERDASAN EMOSI ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI Upik Wulan Handayani; Ruli Hafidah; Novita Eka Nurjanah
Kumara Cendekia Vol 9, No 3 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i3.52203

Abstract

Kecerdasan emosi merupakan salah satu hal penting dalam perkembangan diri anak. Kecerdasan emosi anak dijadikan modal baginya untuk mengembangkan diri potensinya dilingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Kecerdasan emosi bagi anak usia dini dapat dijadikan sebagai bekal baginya untuk memupuk jiwa kepemimpinan dalam bidang apapun. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan emosi anak usia 5-6 tahun melalui pembelajaran daring selama pandemi. PeneIitian diIaksanakan pada anak keIompok B TK Gugus Pattimura Mojogedang dengan jumIah anak 71 orang. PeneIitian ini diIaksanakan menggunakan penyebaran angket secara onIine meIaIui google form. PeneIitian ini merupakan peneIitian  kuantitatif  dengan metode survei. Sumber data daIam peneIitian ini adaIah anak dan orangtua.Teknik anaIisis data menggunakan kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu kecerdasan emosi anak usia 5-6 tahun saat pembelajaran daring selama pandemi mengalami perubahan. Anak-anak menjadi kurang mengenali dan mengelola emosi dirinya. Motivasi dalam melakukan pembelajaran yang berkurang serta anak-anak kurang memahami perasaan orang lain dan kurang dalam bersosialisasi dengan orang lain.
PENGARUH PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN AUD DI MASA PANDEMI COVID-19 Rachmatun Habibah Bintari; Nurul Khotimah
Kumara Cendekia Vol 9, No 3 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i3.54009

Abstract

Penelitian ini didasari oleh transisi dari pembelajaran secara tatap muka menjadi pembelajaran daring yang akan mempengaruhi pembentukan karakter disiplin pada anakusia dini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji, mngetahui dan mendeskripsikan tentang pengaruh pembelajar daring terhadap pembentukan karakter disiplin anak di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sasaran dalam penelitian ini adalah guru TK Darma wanita se kecamatan sidoarjo dengan mengambil 86 sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner yang dilakukan menggunakan angket.Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas dan analisa statistik regresi linier sederhana. Semua butir pertanyaan dinyatakan valid dengan nilai r sebesar (0,973). Pengaruh pembelajaran daring terhadap pembentukan karakter kedisiplinan anak usia dini, ditunjukkan dengan nilai korelasi (R) sebesar 0,779. Koefisien determinasi atau R-squared yang diperoleh adalah 60,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring oleh guru memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan karakter disiplin pada anak usia dini yakni mencapai 60,6%. Hal ini juga terlihat dari hasil perhitungan regresi linier sederhana yang memberikan nilai thitung sebesar 11.376 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring (X) berpengaruh terhadap pembentukan karakter disiplin anak ( Y)
Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua terhadap Pola Asuh Anak Dian Sih Miyati; Upik Elok Endang Rasmani; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 9, No 3 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i3.50219

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap pola asuh anak. Penelitian ini menggunakan metode survei ex post facto. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 5-11 tahun di Dawung Kulon, Serengan, Serengan, Surakarta. Sampel yang dipilih adalah 125 orang tua. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu angket,observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas instrumen menggunakan teknik analisis corrected item-total correlation. Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan analisis statistik regresi linear berganda melalui pengujian parsial (uji t) dan pengujian koefisien determinan (r square) dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 menggunakan bantuan SPSS 16 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan dari tingkat pendidikan orang tua terhadap pola asuh anak, ditunjukkan dari hasil uji t hitung sebesar 2,328 dengan signifikansi 0,000. Hal ini dapat dijelaskan bahwa setiap peningkatan nilai tingkat pendidikan orang tua akan meningkatkan nilai pola asuh, sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan bahwa tingkat pendidikan orang tua merupakan salah satu faktor munculnya pola asuh anak. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Orang Tua, Pola Asuh, Anak        ABSTRACT This study aims to determine and prove the effect of the level of education of parents on parenting styles. An ex post facto survey method was used in this study. The population of this research were parents who have children aged 5-11 years in Dawung Kulon, Serengan, Surakarta. One hundred and twenty-five parents was selected as the sample. Proportional random sampling was performed. The data collection techniques used were questionnaires, observation, interviews, and documentation. The validity of the instrument used the corrected item-total correlation analysis technique. Data analysis to test the hypothesis used statistical analysis of multiple linear regression through partial testing (t test) and testing of the determinant coefficient (r square) with a significance level of 0.05 using the help of SPSS 16 for windows. The result showed that there was a significant positive effect of the level of parental education on parenting, as indicated by the t-test result of 2.328 with a significance of 0.000. This result can explain that each increase in the value of the level of parental education will increase the value of parenting, so that it can be used to explain that the level of education of parents is one of the factors in the emergence of child parenting. Keywords: Level of Education, Parents, Parenting Styles, Children
Hubungan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru PAUD pada Masa Pandemi di Kecamatan Laweyan Mutia Shanaz Yumna; Siti Wahyuningsih; Anayanti Rahmawati
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.54914

Abstract

Penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja terhadap kinerja guru, yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah adanyaa dugaan motivasi kerja guru yang tidak stabil akibat tekanan pekerjaan yang meningkat pada masa pandemi, sehingga dikhawatirkan terjadi adanya hubungan terhadap kinerja guru.Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif yang menggunakan jenis penelitian korelasi. Peneliti melakukan pembatasan masalah terhadap motivasi kerja guru dan kinerja pada guru PAUD dengan kriteria pada guru yang menyandang status bersertifikat dengan jenjang pendidikan S1 di TK Kecamatan Laweyan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 42 orang guru. Teknik analisis Pearson Product Moment digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan antara kedua variabel, yaitu variabel motivasi kerja sebagai variable independen (X) dan variabel kinerja guru PAUD sebagai variable dependen (Y). Data yang terkumpul selanjutnya diuji melalui bantuan SPSS 25.Hasil analisis data diketahui nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < dari 0,05 maka dikatakan memiliki korelasi yang artinya terdapat hubungan antara X dengan Y. Koefisien korelasi menunjukkan nilai sebesar 0,641 yang berada pada tabel kategori tingkat hubungan yang kuat. Angka koefisien korelasi di atas bernilai positif, yaitu sebesar 0,641 maka arah hubungan variabelnya dikatakan positif.
ANALISIS MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN METODE EVALUASI SWOT DI PAUD IT NUR HIDAYAH Yuristina Sekar Miranti; Muhammad Munif Syamsuddin; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.54966

Abstract

Penelitian studi evaluatif merupakan penelitian yang bertujuan mengevaluasi suatu program serta mengukur tingkat keberhasilannya. Studi evaluatif penting dilakukan agar guna mengukur keberhasilan program tertentu. Penelitian ini, dilakukan di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta, dengan tujuan untuk  mengetahui penerapan manajemen pendidikan anak usia dini di PAUD IT Nur Hidayah dengan analisis SWOT. Analisis SWOT yang digunakan memiliki 4 kuadran meliputi kuadran I (tumbuh strategi), kuadran II (strategi diversifikasi), kuadran III (strategi stabil), dan kuadran IV (strategi bertahan). Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif, yakni metode penelitian yang bersifat konkrit, empiris, obyektif, terstruktur, rasional, dan sistematis. Teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan secara simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang yang terdiri dari wali murid, guru, dan staf sekolah. Hasil penelitian mendapatkan hasil dengan pendekatan SWOT ini, posisi PAUD IT Nur Hidayah berada di kuadran I yaitu menggunakan strategi growth (bertumbuh). Posisi ini menunjukkan penerapan strategi bertumbuh atau strategi progresif (growth oriented strategy).  Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa manajemen yang diterapkan oleh sekolah memiliki kekuatan lebih besar daripada kelemahan dan peluang lebih besar dari ancaman, sehingga mendukung kebijakan pertumbuhan yang progresif.
HUBUNGAN POLA ASUH AUTHORITATIVE DENGAN KOMPETENSI SOSIAL PADA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN Fadhila Nuritasari; Upik Elok Endang Rasmani; Jumiatmoko .Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.47982

Abstract

Kompetensi sosial perlu dimiliki anak sejak usia dini untuk berinteraksi secara baik terhadap lingkunganya dan supaya anak tidak berperilaku negatif serta menjadi antisosial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi sosial adalah pola asuh. Pola asuh yang banyak diterapkan oleh orang tua adalah pola asuh authoritative karena selalu melibatkan anak dalam kegiatan keluarga dan memberikan kebebasan anak tetapi tetap memberikan batasan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara pola asuh authoritative dengan kompetensi sosial pada anak usia 5-6 tahun di TK Se-Kelurahan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2020 menggunakan sampel 56 anak. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuisioner dan diisi oleh orang tua. Hasil hipotesis dilaksanakan dengan uji Spearman Rho. Hasil menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,042 < 0.05 yang bermakna ada hubungan antara pola asuh authoritative dengan kompetensi sosial pada anak usia 5-6 tahun. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,273. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pola asuh authoritative maka semakin baik kompetensi sosial anak pada anak usia 5 – 6 tahun di TK Se-Kelurahan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo.
Efektivitas Pelatihan Screen Time terhadap Interaksi Anak dan Orang Tua Putri, Shelin Apriliana; Syamsuddin, Muhammad Munif; Zuhro, Nurul Shofiatin
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.54982

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji tingkat efektivitas pelatihan screen time terhadap interaksi orang tua dan anak usia 0-5 tahun. Metode penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain penelitian one group before-after. Pelatihan screen time diberikan kepada orang tua anak sebanyak enam sesi dengan durasi 60 menit pada setiap pertemuan. Pengukuran tingkat interaksi anak dan orang tua menggunakan kuesioner yang diberikan sebanyak dua kali kepada orang tua sebelum dan sesudah diadakan pelatihan. Teknik validitas instrumen pada penelitian ini menggunakan validitas isi, sedangkan reliabilitas pada instrumen ini menggunakan Alpha Cronbach (α=0,842). Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini anak usia 0-5 tahun beserta orang tuanya (N=21) yang bertempat tinggal di Kampung Suronalan RW 08 Pajang, Laweyan, Surakarta. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji sample paired t-test dan uji N Gain untuk mengetahui adanya pengaruh dan tingkat efektivitas pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan screen time kurang efektif untuk meningkatkan interaksi anak dan orang tua. Hal ini disebabkan oleh kondisi pandemi sehingga sebagian besar pelaksanaan pelatihan secara online dan kondisi orang tua. Kedua faktor tersebut mempengaruhi tingkat pemahaman dan konsistensi orang tua dalam melaksanakan materi yang telah diperoleh dari program pelatihan screen time terhadap pengasuhan anak setiap hari.
Kemampuan Berpikir Simbolik Pada Anak Usia 5-6 Tahun Priyono, Felani Henrianti; Rahmawati, Anayanti; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.53280

Abstract

Artikel ini merupakan kajian literatur kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 5-6 tahun. Kemampuan berpikir simbolik merupakan sebuah lingkup perkembangan kognitif yang berhubungan dengan kemampuan mengingat dan berpikir mengenai simbol atau membayangkan suatu objek yang  tidak  ada  dengan  menggunakan lambang bilangan dan huruf. Mengenal lambang bilangan dan huruf penting bagi keberhasilan belajar anak usia 5-6 tahun, karena berhubungan dengan persiapan masuk Sekolah Dasar yang belajar mengenai baca, tulis, dan hitung.