cover
Contact Name
Ikrar Hanggara
Contact Email
i.hanggara@polinema.ac.id
Phone
081252694699
Journal Mail Official
josmrk@polinema.ac.id
Editorial Address
Gedung Graha Polinema Lt.3 Jalan Soekarno - Hatta No. 9 Malang, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK)
ISSN : -     EISSN : 27229203     DOI : https://doi.org/10.33795/jos-mrk.v6i1.5891
Core Subject : Engineering,
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) adalah Jurnal Online untuk publikasi karya ilmiah dan Tugas Akhir mahasiswa (Skripsi) pada bidang ilmu teknik sipil yang dikelola oleh Politeknik Negeri Malang. Jurnal ini terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan, MARET, JUNI, SEPTEMBER, DESEMBER. Penerbit: Politeknik Negeri Malang. Focus and Scope: Seluruh ruang lingkup bidang teknik sipil meliputi: Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi. Setiap artikel akan melalui review dari reviewer yang masuk dalam kategori bidang (Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi). Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) menyiapkan terbitan untuk setiap edisi sampai 50 artikel untuk sekali terbitan.
Articles 991 Documents
PENGARUH KETINGGIAN KOLOM CONCRETE FILLED STEEL TUBULAR PADA BANGUNAN TAHAN GEMPA Azkiyak, Sinar Azkal; Wahiddin, Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8145

Abstract

Seiring berjalannya waktu, penggunaan kolom Concrete Filled Steel Tubular terus meningkat di dunia. Tidak diperlukannya bekisting pada saat proses konstuksi dan pengekangan beton oleh baja menjadikan alasan utama penggunaan kolom CFST ini. Namun, ketinggian dan ketebalan baja pada kolom dapat mempengaruhi story drift, story stiffness dan design capacity-nya. Pada penelitian ini, variasi ketebalan baja yang digunakan adalah 1,6 cm dan 1,1 cm dengan beberapa variasi ketinggian kolom yang dianalisis menggunakan software ETABS. Pada Tipe A, ketinggiannya yaitu 5,5 m dan 4,9 m. Pada Tipe B, ketinggiannya 5,5 m, 5,0 m dan 4,5 m. Pada variasi Tipe C, ketinggiannya 5,5 m, 5,1 m dan 4,1 m. Pada Tipe D, ketinggiannya 5,5 m, 5,2 m, 5,0 m dan 4,3 m. Pada Tipe E, ketinggiannya 5,5 m, 5,0 m dan 4,0 m. Struktur bangunan yang telah direncanakan, akan dikenai beban gempa dan beban beban lainnya, kemudian akan dianalisis menggunakan metode Respons Spectrum dengan variasi yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan baja hingga 68% dapat meningkatkan story drift dan story stiffness pada bangunan, bahkan mempengaruhi design capacity pada kolom CFST. Story drift pada ketebalan baja 1,6 cm dan 1,1 cm, masing masing meningkat sebesar 24,26% dan 27,93% disumbu X dan di sumbu Y sebesar 22,36% dan 29,05%. Sedangkan story stiffness yang terjadi, masing masing menurun sebesar 19,40% dan 19,83% disumbu X dan di sumbu Y sebesar 18,09% dan 18,44%. Dan design capacity berupa kombinasi aksial lentur, menurun 8,376% dan 8,829% dari Tipe A ke Tipe E. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika semakin tinggi kolom, akan meningkatkan story drift dan mengurangi story stiffness serta mengurangi nilai design capacity-nya.
PENGARUH PERLAKUAN KOMPRESI TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS MORTAR POLIMER BERBASIS LIMBAH KACA DAN PLASTIK Rizaldi, Yusar Dievar; Rahman, Aulia
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8167

Abstract

Mortar polimer adalah jenis material berkelanjutan yang sepenuhnya bebas dari semen dan air sebagai bahan pengikatnya. Dalam mortar polimer semen tradisional sepenuhnya digantikan oleh resin polimer sebagai pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan kompresi pada proses pencetakan terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas mortar polimer berbasis limbah kaca dan plastik. Metode yang diterapkan adalah pembuatan spesimen dengan menambahkan mortar sebanyak 2 kali berat dari berat spesimen normal yang direncanakan akan dijadikan satu benda uji dalam cetakan 5 cm dengan cara memberi beban tekan hingga batas maksimum. Komposisi yang digunakan membedakan penggunaan variasi rasio limbah kaca dan plastik. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kompresi memberikan peningkatan kuat tekan yang terutama pada variasi dengan rasio limbah kaca yang tinggi. Nilai kuat tekan tertinggi tercatat pada RUN 1.2X sebesar 41,68 MPa pada umur 28 hari, meningkat dari 36,33 MPa pada RUN 1.1X tanpa kompresi. Demikian pula, nilai modulus elastisitas meningkat dengan nilai maksimum sebesar 2532,8 MPa pada RUN 1.2X. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kompresi berpengaruh terhadap kekuatan dan kekakuan mortar polimer, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembuatan material struktural yang ringan.
MODIFIKASI PERKERASAN LENTUR JALAN AKSES BANDARA VVIP IBU KOTA NUSANTARA BERDASARKAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2024 reni, el vuri fajar; Ratnaningsih, Dwi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8184

Abstract

Jalan akses bandara VVIP Ibu Kota Nusantara berperan dalam mobilisasi dan keamanan transportasi tamu negara serta kegiatan strategis lainnya. Namun pada pelaksanaan pembangunan dalam satu ruas jalan terdapat perkerasan kaku, perkerasan lentur dan perkerasan komposit, hal ini menyebabkan anggaran biaya konstruksi yang tinggi. Penggunaan satu jenis perkerasan mampu memberikan efisiensi biaya pembangunan. Untuk itu penelitian ini merancang perkerasan lentur pada jalan akses bandara VVIP Ibu Kota Nusantara dengan mengacu Manual Desain Perkerasan Jalan (MDJP) 2024. Metodologi yang digunakan meliputi data lalu lintas harian (LHR), jenis kendaraan, kondisi tanah (CBR). Berdasarkan hasil pengolahan data pada perkerasan lentur, ruas akses direncanakan dengan tebal AC-WC = 40 mm, AC-BC = 60 mm, AC-Base = 90 mm, LFA kelas A = 150 mm, LFA kelas B = 150 mm, LFA kelas C = 200 mm, pada ramp 1,2,3,4 direncanakan dengan tebal AC-WC = 40 mm, AC-BC = 60 mm, AC-Base = 100 mm, LFA kelas A = 150 mm, LFA kelas B = 150 mm, LFA kelas C = 200 mm, dengan rencana anggaran biaya sebesar Rp.271.436.730.000,00- serta umur perkerasan 20 tahun dan umur lapis fondasi 40 tahun. Dengan demikian disarankan menggunakan perencanaan perkerasan lentur dalam satu ruas jalan.
PERENCANAAN JARINGAN PIPA AIR BERSIH KECAMATAN TEGALSARI KABUPATEN BANYUWANGI Paramitha, Dewi Pradnya; Charits, Moh.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8225

Abstract

Beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi mengalami kekurangan pasokan air bersih, terutama Kecamatan Tegalsari. Mayoritas penduduk setempat memanfaatkan sumur sebagai sumber utama air bersih mereka. Namun, air sumur belum sepenuhnya memenuhi. Karena ketersediaan air di sumur yang masih terbatas, sedangkan kebutuhan air bersih meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, penelitian ini betujuan untuk merencanakan jaringan pipa air bersih di Kecamatan Tegalsari. Khususnya untuk mengetahui proyeksi penduduk hingga tahun 2039, debit kebutuhan air bersih di Kecamatan Tegalsari, debit andalan yang memenuhi, dimensi pipa, dan perkiraan biaya. Data yang dibutuhkan yaitu jumlah penduduk tahun 2015 – 2024, fasilitas umum, peta topografi, debit sumber air yang tersedia, dan Harga Satuan Pokok Pekerjaan (HSPK) Kabupaten Banyuwangi tahun 2024. Perencanaan ini menggunakan metode Hazen-William. Berdasarkan hasil perencanaan, proyeksi penduduk pada tahun 2039 mencapai 69186 jiwa dengan total kebutuhan air sebesar 109,210 lt/dt, debit sumber air yang memenuhi yaitu 250 lt/dt, jenis pipa yang digunakan yaitu pipa HDPE berdiameter 1 inci ; 1¼ inci ; 1½ inci ; 2 inci ; 2½ inci ; 3 inci ; 4 inci ; 6 inci ; 8 inci ; 10 inci ; 12 inci ; dan 14 inci, dan dimensi reservoir yaitu 8 m x 6 m x 2,5 m. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk perencanaan ini sebesar Rp 36.597.676.000,00.
PERBANDINGAN BEKISTING SEMI KONVENSIONAL DENGAN BEKISTING ALUMINIUM PADA PROYEK PEMBANGUNAN GRAHA SRIKANDI RSUD NGUDI WALUYO Fardani, Muhammad Amar; Sakti, Radhia Jatu Noviarsita
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8228

Abstract

Perkembangan teknologi mendorong inovasi dalam teknik konstruksi, salah satunya adalah teknologi bekisting semi konvensional dan aluminium. Proyek pembangunan Graha Srikandi menggunakan metode bekisting semi konvensional, kombinasi plywood dan baja. Namun, proses fabrikasi bekisting yang berulang memakan waktu lama dan menghasilkan limbah material, mengurangi efisiensi waktu dan biaya. Sebaliknya, bekisting aluminium dianggap lebih efektif untuk proyek yang mengutamakan efisiensi waktu dan kualitas. Penelitian ini bertujuan membandingkan bekisting semi konvensional dan aluminium dari segi metode pelaksanaan, waktu, dan biaya. Metode yang digunakan meliputi strategi zoning, penjadwalan dengan Microsoft Project, dan perhitungan biaya pekerjaan bekisting. Hasil penelitian menunjukkan bekisting aluminium lebih efisien dan tahan lama dibandingkan bekisting semi konvensional. Penjadwalan dengan Microsoft Project menunjukkan durasi pekerjaan bekisting aluminium adalah 74 hari, lebih cepat 11 hari atau 13% dibandingkan bekisting semi konvensional yang memerlukan waktu 85 hari. Namun dari sisi biaya pelaksanaan, bekisting aluminium lebih tinggi (Rp 8,394,796,224.78) dibandingkan bekisting semi konvensional (Rp 4,267,800,481.60) dengan selisih biaya sebesar (Rp 4,126,995,743.19) atau sekitar 97% dari biaya bekisting semi konvensional. Kesimpulannya, bekisting aluminium memiliki keunggulan dalam hal metode pelaksanaan yang mudah dan fleksibel serta waktu pelaksanaan yang lebih cepat, sedangkan bekisting semi konvensional lebih ekonomis. Disarankan agar pemilihan jenis bekisting disesuaikan dengan karakteristik proyek.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BATA MERAH TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH DI DUSUN BRAU BATU Chairandy, Safina Putri; Novianto, Dandung
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8252

Abstract

Stabilisasi tanah adalah upaya untuk meningkatkan daya dukung tanah yang labil dengan menambahkan material tertentu. Kerusakan infrastruktur di wilayah Dusun Brau Kota Batu disebabkan oleh kondisi tanah yang tidak stabil. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pernambahan serbuk bata merah terhadap nilai kuat geser tanah. Metode yang dilakukan adalah eksperimen di Laboratorium meliputi pengujian kadar air, berat isi, berat jenis, uji saringan dan hydrometer, batas atterberg, dan geser langsung. Limbah bata merah yang digunakan adalah lolos No. 60. Variasi campuran serbuk bata merah sebesar 6%, 10%, dan 14% dengan waktu pemeraman 1 hari, 4 hari, dan 11 hari. Berdasarkan sistem USCS, tanah tergolong pasir bergradasi baik dan sedikit lanau (SW-SM). Hasil pengujian Direct Shear tanah asli didapat nilai kohesi (c) = 0,194 kg/cm2 dan sudut geser dalam () = 13,03o. Pada pengujian tanah campuran serbuk bata merah pada pengujian batas batas Atterberg, nilai indeks plastisitas semakin menurun hingga dibandingkan tanah asli dimana IP tanah asli sebesar 10,82%. Nilai sudut geser pada kadar optimum keseluruhan dicapai pada persentase campuran bata merah 5,3% dengan hasil kohesi (c) = 0,05 kg/cm2 dan sudut geser dalam () = 32,78o. Qijin pada fondasi dengan campuran bata merah menunjukkan peningkatan sebesar 2,7 hingga 3 kali lipat daripada tanah asli. Qijin pada fondasi persegi meningkat dari 12,17 ton menjadi 35,25 ton, fondasi persegi panjang meningkat dari 17,19 ton menjadi 52,61 ton, dan fondasi lingkaran meningkat dari 9,51 menjadi 26,30 ton. Penurunan fondasi pada semua penampang lebih kecil dari batas izin sebesar 25 mm. Berdasarkan uji permodelan, pada batas penurunan izin fondasi sebesar 25 mm, fondasi persegi mampu menahan beban hingga 23,48 ton, fondasi persegi Panjang sebesar 30,93 ton, dan fondasi lingkaran sebesar 22,67 ton.
PENGARUH PERENDAMAN BETON DENGAN AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS Nawara, Shafil Hamdi; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8253

Abstract

Beton merupakan material yang paling kuat dan paling banyak dipakai dalam konstruksi teknik sipil, termasuk di daerah pesisir pantai. Namun salinitas air laut dapat berdampak negatif pada kuat tekan beton. Terkait hal ini perlu diadakan analisis pengaruh salinitas air terhadap kuat tekan beton untuk meminimalisir terjadinya korosi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Uji Bahan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hasil uji fisik material, dampak kuat tekan beton pada 7,14,28 Hari, dan RAB. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membandingan 3 jenis air rendaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji fisik material sangat baik untuk digunakan. Untuk hasil kuat tekan 7,14,28 hari secara berturut turut untuk 0% kadar salinitas adalah 12,89 MPa, 16,66 MPa, 26,87 MP, kadar salinitas 3,2% adalah 12,64 MPa, 16,04 MPa, 25,52 MPa, kadar salinitas 3,6% adalah 10,32 MPa, 14,68 MPa, 24,55 MPa. Anggaran biaya penelitian ini untuk 0,159 m3 adalah sebesar Rp 133.244,74. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa beton yang direndam air laut menunjukkan bahwa jika air laut yang memiliki kadar salinitas yang tinggi maka maka nilai kuat tekan beton akan menurun dan tidak sebaik jika dibandingkan dengan air normal 0% salinitas.
EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN KREBET SENGGRONG – PRINGU KABUPATEN MALANG Prakosa, Pucca Ardelia Hassya; Subagyo, Udi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan perkerasan lentur pada ruas Jalan Krebet Senggrong – Pringu, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang memiliki peran vital sebagai jalur penghubung antar kawasan permukiman, pertanian, dan destinasi wisata lokal. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya angka kerusakan jalan di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, di mana sekitar 20% dari total panjang jalan di Kabupaten Malang berada dalam kondisi rusak. Kerusakan-kerusakan yang terjadi, seperti retak kulit buaya, retak blok, lubang, dan alur roda (rutting), tidak hanya menurunkan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak serius terhadap keselamatan lalu lintas dan efisiensi transportasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan yang mencakup observasi visual untuk menghitung Surface Distress Index (SDI) serta pengukuran ketidakrataan permukaan menggunakan International Roughness Index (IRI) dengan bantuan aplikasi Roadroid. Data primer diperoleh dari survei langsung terhadap kondisi jalan, sedangkan data sekunder mencakup informasi teknis jalan dan daftar harga satuan pekerjaan dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa jenis kerusakan dominan adalah retak kulit buaya sebesar 0,768%. Berdasarkan analisis SDI dan IRI, kondisi jalan diklasifikasikan menjadi 34% dalam kondisi baik, 36% sedang, dan 30% rusak ringan. Bentuk penanganan yang direkomendasikan mencakup pemeliharaan rutin dan berkala, seperti penambalan lubang, pengisian retak, serta perataan permukaan perkerasan. Estimasi biaya penanganan dihitung menggunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) tahun anggaran 2024 sesuai regulasi pemerintah daerah. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan teknis dan praktis bagi instansi terkait dalam merancang kebijakan perbaikan infrastruktur jalan secara tepat guna, efisien, dan berkelanjutan.
PERENCANAAN ULANG PERKERASAN KAKU JALAN TOL PROBOLINGGOBANYUWANGI PAKET 3B DENGAN METODE MDPJ 2024 hardian, Hardian Ahmad Fadzilah; Supiyono, Supiyono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8271

Abstract

Jalan tol merupakan infrastruktur transportasi yang berfungsi memperlancar arus lalu lintas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi termasuk dalam jaringan Tol Trans-Jawa yang memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah timur Pulau Jawa. Pada ruas ini direncanakan menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement) karena dinilai mampu menahan beban lalu lintas berat secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan desain tebal perkerasan kaku pada lokasi eksisting yang direncanakan menggunakan metode Bina Marga tahun 2017 dengan perencanaan ulang menggunakan metode Bina Marga tahun 2024 dan diharapkan Perencanaan ulang ini memperoleh ketebalan perkerasan yang lebih optimal. Desain eksisting menggunakan Perkerasan kaku bersambung tanpa tulangan (JPCP), sedangkan desain ulang menggunakan perkerasan kaku bersambung dengan tulangan (JRCP). Dari hasil perbandingan, diketahui bahwa perencanaan ulang memiliki tebal Plat 230 mm, LMC 150 mm, Drainage Layer 200 mm dan Tulangan Wiremesh M8, sedangkan perencanaan di lokasi existing memiliki tebal 300 mm, LMC 100 mm, Drainage Layer 150mm. Biaya perencanaan ulang sebesar Rp 135.258.187.000,00, dan perencanaan di lokasi existing yaitu sebesar Rp 147.529.261.000,00. Selisih biaya antara keduanya sebesar Rp 12.271.074.000,00 yang menunjukkan bahwa desain Perencanaan ulang lebih ekonomis sekitar 8,32%.
PENATAAN ULANG PARKIR DI STASIUN KOTA LAMA MALANG Assalam, Imam Hanafi; Kurniawan, Achendri M.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8281

Abstract

Stasiun Kota Lama Malang merupakan stasiun bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1878. Meski memiliki nilai historis dan peran strategis dalam konektivitas antar kota, fasilitas parkir di stasiun ini belum mengalami perbaikan signifikan sejak dievaluasi pada 2015. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperbaiki tata ruang parkir di Stasiun Kota Lama Malang melalui identifikasi karakteristik, kapasitas, dan kebutuhan parkir. Selanjutnya, dilakukan perancangan ulang tata letak parkir berdasarkan pedoman teknis yang berlaku agar lebih efisien dan sesuai dengan pedoman yang berlaku. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tingkat keterisian parkir saat ini sebesar 63,84%, namun sering penuh bahkan meluap ke luar area stasiun saat akhir pekan. Desain ulang menghasilkan tiga alternatif konfigurasi parkir. Konfigurasi I dipilih karena memberikan kapasitas petak motor tertinggi, yang berpotensi meningkatkan pendapatan parkir tanpa mengorbankan efisiensi lahan dan proporsi bagi jenis kendaraan lainnya. Penerapan desain ini menurunkan rasio penggunaan ruang parkir menjadi 51,66%, dengan indeks parkir maksimum sebesar 0,44 untuk mobil dan 0,56 untuk motor. Berdasarkan proyeksi pertumbuhan pengguna, kapasitas parkir diperkirakan akan mencapai batas maksimum dalam waktu 4,2 tahun atau pada tahun 2029.

Page 95 of 100 | Total Record : 991