cover
Contact Name
Ikrar Hanggara
Contact Email
i.hanggara@polinema.ac.id
Phone
081252694699
Journal Mail Official
josmrk@polinema.ac.id
Editorial Address
Gedung Graha Polinema Lt.3 Jalan Soekarno - Hatta No. 9 Malang, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK)
ISSN : -     EISSN : 27229203     DOI : https://doi.org/10.33795/jos-mrk.v6i1.5891
Core Subject : Engineering,
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) adalah Jurnal Online untuk publikasi karya ilmiah dan Tugas Akhir mahasiswa (Skripsi) pada bidang ilmu teknik sipil yang dikelola oleh Politeknik Negeri Malang. Jurnal ini terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan, MARET, JUNI, SEPTEMBER, DESEMBER. Penerbit: Politeknik Negeri Malang. Focus and Scope: Seluruh ruang lingkup bidang teknik sipil meliputi: Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi. Setiap artikel akan melalui review dari reviewer yang masuk dalam kategori bidang (Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi). Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) menyiapkan terbitan untuk setiap edisi sampai 50 artikel untuk sekali terbitan.
Articles 991 Documents
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS OPTIMALISASI SISTEM PENGERUKAN HIDROLIK MENGGUNAKAN CUTTER SUCTION DREDGER DAN BOOSTER PUMP PADA BENDUNGAN TANGGA DAN SIGURA-GURA Sitinjak, Mahendra; Utoyo, Suselo; Harifa, Ayisya Cindy
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8386

Abstract

Sediment accumulation in the Tangga and Sigura-Gura Dams, which are integral parts of the Asahan River hydropower generation system, has significantly reduced their effective reservoir capacity. This issue disrupts operational efficiency and increases the risk of infrastructure damage. This study aims to conduct a technical and economic analysis of three hydraulic dredging system configurations using a Cutter Suction Dredger (CSD) combined with Floating Booster Pumps and a land-based booster pump, in order to determine the most optimal system for sediment removal. Technical evaluation was conducted using the Darcy–Weisbach equation to assess energy loss (head loss), along with a cavitation risk analysis based on the Net Positive Suction Head (NPSH) parameter. Cost analysis referred to the 2025 Unit Price Analysis (AHSP) published by the Indonesian Ministry of Public Works. The results indicate that the configuration comprising 1 CSD unit, 1 submersible pump, 2 floating booster pumps in parallel, and 1 land-based booster pump is the most efficient system. It delivers a slurry flow rate of 600 m³/hour, a total head loss of 72.7 meters, and completes the dredging process within 3 months at a unit cost of Rp147,202.47/m³. Therefore, this configuration is considered technically and economically optimal, and supports the long-term sustainability of hydropower generation operations in the upstream area of the Asahan River.
MODIFIKASI DESAIN STRUKTUR GEDUNG KULIAH TERPADU PPNS MENGGUNAKAN DUAL SYSTEM Alfian, Mohamad Dava Nizar; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8404

Abstract

Beban lateral menjadi tantangan signifikan dalam desain bangunan tinggi. Untuk mengatasinya, struktur membutuhkan kekuatan, kekakuan, dan fleksibilitas lateral yang memadai. Penelitian ini mengeksplorasi modifikasi struktur menjadi Sistem Ganda (Dual System) untuk mengoptimalkan kekuatan. Studi ini secara spesifik menganalisis modifikasi struktur gedung, perilaku struktural, dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) struktur atas. Peraturan yang digunakan meliputi SNI 2847-2019, SNI 1727-2020, dan SNI 1726-2019. Dalam implementasi Sistem Ganda, shearwall berdimensi 4m x 200mm ditempatkan di sisi gedung. Model eksisting dibandingkan dengan model dual system menggunakan analisis spektrum respon pada Gedung Kuliah Terpadu PPNS. Hasil analisis dengan software ETABS 19 menunjukkan bahwa model struktur sistem ganda secara optimal memperkuat ketahanan gempa bangunan. Modifikasi yang dihasilkan meliputi: Tebal Pelat 125 mm, Balok Induk A 500/700, Balok Induk B 450/550, Balok Anak 1 450/500, Balok Anak 2 300/350, Kolom K1 850/850, Kolom K2 750/750. Model 2 sistem ganda menunjukkan kinerja terbaik, mereduksi perpindahan sebesar 66% pada sumbu X dan 50% pada sumbu Y, serta meningkatkan base shear hingga 39% dibandingkan model eksisting. RAB struktur atas diperkirakan sebesar Rp. 14,316,137,697.43. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan data primer (tanah, gempa) dan variasi posisi shearwall untuk hasil yang lebih optimal.
ANALISIS PERILAKU LENTUR RADIAL CANGKANG PIPA BETON BUSA POLIMER BERPENGUAT TALI DENGAN DUA SKEMA PEMBEBANAN Kurniawan, Rizqi danu; Rochman, Taufiq
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa lentur radial cangkang pipa dari beton busa polimer yang diperkuat dengan tali polietilen, melalui dua skema pembebanan yang berbeda. Sepuluh spesimen diuji dengan metode Skema 1 (U terbalik tanpa tumpuan tambahan) dan Skema 2 (posisi U dengan dua tumpuan dan pendulum beban) menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Parameter yang diamati meliputi tegangan lentur, regangan, dan modulus lentur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Skema 1 menghasilkan nilai tegangan, regangan, dan modulus lentur rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan Skema 2. Nilai tegangan lentur tertinggi sebesar 59,73 MPa dan regangan maksimum sebesar 10,33% diperoleh pada spesimen Skema 1. Sementara itu, Skema 2 menunjukkan adanya retakan pada bagian atas spesimen setelah pengujian, sedangkan Skema 1 menunjukkan elastisitas tinggi tanpa retakan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi pembebanan dan posisi tali penguat berpengaruh signifikan terhadap perilaku lentur cangkang pipa. Beton busa polimer dengan penguat tali polietilen menunjukkan potensi sebagai material alternatif pipa lentur elastis untuk aplikasi struktural ringan.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN FASAD BATA RINGAN DENGAN BETON PRECAST PADA PROYEK RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA SIDOARJO Kurniawan, Ramadhani Putra; Maisarah, Fauziah Shanti Cahayani Siti; Suhariyanto, Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8429

Abstract

Penggunaan material bata ringan dan beton precast untuk fasad bangunan saat ini sering digunakan pada proyek bangunan gedung. Studi ini bertujuan untuk membandingkan kedua material tersebut dengan studi kasus proyek Rumah Sakit Mitra Keluarga Sidoarjo. Pada tahap awal, dilakukan analisis struktur untuk mendapatkan desain struktur beton precast yang akan diaplikasikan pada fasad bangunan. Langkah selanjutnya adalah dengan merencanakan manajemen pabrikasi beton precast, metode pelaksanaan untuk kedua material, serta menghitung durasi dan biaya untuk pekerjaan fasad. Observasi di lapangan dilakukan untuk mendapatkan data produktivitas pekerjaan fasad. Data sekunder yang digunakan adalah spesifikasi teknis dan gambar kerja proyek Rumah Sakit Mitra Keluarga Sidoarjo serta Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Sidoarjo tahun 2024. Analisis struktur dikerjakan berdasarkan teori mekanika rekayasa, perhitungan durasi pekerjaan diperoleh dari perhitungan volume pekerjaan dibagi dengan produtivitas kerja, dan analisis biaya dilakukan dengan memasukkan data harga satuan pekerjaan dikalikan volume pekerjaan. Dari hasil perhitungan diperoleh durasi pekerjaan fasad beton precast selama 544 hari terhitung lebih cepat 358 hari atau 39,69 % dari pekerjaan fasad bata ringan, biaya pekerjaan fasad bata ringan sebesar Rp 2.750.941.008 terhitung lebih murah Rp 1.172.845.887 atau 29,89 % dari pekerjaan fasad beton precast. Dengan demikian, pengambilan keputusan penggunaan material fasad tidak dapat hanya mempertimbangkan aspek biaya dan waktu, namun memerlukan pertimbangan aspek-aspek yang lainnya, seperti durability, construcability, dan insulasi.
TINJAUAN KUAT TEKAN BETON DAN ABSORPSI BETON DENGAN CAMPURAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP PENGARUH SUHU TINGGI Habibi, Ilham Nur; Qomariah, Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8434

Abstract

Limbah pecahan keramik merupakan hasil dari kegiatan industri dan konstruksi yang jumlahnya melimpah dan seringkali dibuang tanpa pemanfaatan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi dampak tersebut adalah memanfaatkan limbah keramik sebagai bahan substitusi dalam campuran beton. Di sisi lain, beton sebagai material utama dalam konstruksi memiliki kelemahan berupa penurunan kekuatan saat terpapar suhu tinggi. Penelitian dilakukan secara eksperimental mengacu pada SNI 03-2834-2000 di laboratorium dengan benda uji silinder Ø15 x 30 cm, menggunakan variasi limbah keramik sebesar 0%, 10%, 15%, dan 20%, dan umur rencana 7, 14, dan 28 hari, suhu pembakaran 300°C durasi 2 jam. Uji absorpsi pada umur 28 hari, dengan jumlah benda uji 80 sampel, masing-masing variasi berjumlah 20 sampel beton. Hasil penelitian mendapatkan nilai rata-rata Kuat tekan umur 28 hari beton normal (BN) 32,87 MPa, beton variasi keramik 10% (BVK10%) 23,76 MPa, (BVK15%) 24,45 MPa, dan (BVK20%) 27,46 MPa, penggunaan limbah keramik hingga 15% masih menghasilkan kuat tekan yang sesuai dengan mutu beton rencana. Nilai absorpsi beton terkecil (BVK15%) mendapatkan hasil rata-rata 4,30%, absorpsi cenderung menurun seiring bertambahnya kadar limbah, menunjukkan peningkatan kerapatan dan durabilitas. Beton campuran limbah keramik juga menunjukkan performa lebih stabil setelah pembakaran dibandingkan beton konvensional. Hasil sisa kuat tekan (BN) 25,41 MPa, hasil beton variasi keramik pasca bakar (BVKPB 10%) 20,13 MPa, nilai (BVKPB 15%) 22,34 MPa, dan (BVKPB 15%) 23,38 MPa. Dibandingkan dengan beton 28 hari, beton dengan variasi keramik 15% pasca pembakaran mendapatkan hasil penurunan terkecil sebesar 2,11 MPa atau sebesar 9,43%. Dengan demikian, limbah keramik dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif ramah lingkungan dalam campuran beton.
PENGARUH KADAR FIBER POLYPROPYLENE DAN SUBSTITUSI FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON Luhur, Yudhistiro Pambudi; Riyanto, Sugeng
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8450

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang umum digunakan karena kekuatan tekan dan durabilitasnya. Namun, karakteristik getas beton menyebabkan kerentanan terhadap retak. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan serat polypropylene (PPF) dan substitusi fly ash (FA) terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton setelah perendaman selama 28 hari. Fly ash digunakan dalam kadar 0%, 10%, 20%, dan 30%, sedangkan PPF ditambahkan sebanyak 0%, 0,25%, dan 0,5%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa FA cenderung menurunkan kekuatan awal beton, namun meningkatkan kekuatan jangka panjang. Penambahan PPF dalam kadar optimal dapat meningkatkan ketahanan retak. Kombinasi terbaik terdapat pada variasi 10% FA dan 0,25% PPF, yang menghasilkan kuat tekan dan tarik belah tertinggi dibanding variasi lain, namun masih di bawah beton normal. Oleh karena itu, kombinasi tersebut dinilai kurang efektif untuk aplikasi struktural dan memerlukan kajian lanjutan.
PENGGUNAAN BAHAN LOKAL UNTUK PEMBUATAN BETON MUTU TINGGI: STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN Ramdhani, Fadhilah Hilmi; Rochman, Taufiq
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8455

Abstract

Beton merupakan material struktural yang paling umum digunakan dalam dunia konstruksi karena kemampuannya menahan beban tekan tinggi, kemudahan dalam pencetakan, serta fleksibilitas dalam pengaturan komposisi campuran. Salah satu pendekatan penting dalam meningkatkan kinerja beton adalah dengan merancang campuran secara optimal berdasarkan sumber daya lokal dan bahan tambahan yang tersedia secara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa kuat tekan dari beton dengan empat rancangan campuran yang dikembangkan untuk mencapai target kekuatan tekan sebesar 65 MPa, 70 MPa, 75 MPa, dan 80 MPa. Setiap campuran menggunakan fly ash sebesar 13,6% dari berat semen, superplasticizer tipe Sikament dengan variasi 1% hingga 2%, serta silica fume sebesar 6%, 7%, 8%, dan 9% berturut-turut sesuai peningkatan target kuat tekan. Seluruh campuran dirancang dengan target slump 100 mm untuk memastikan kemudahan pengerjaan. Agregat kasar dan halus yang digunakan berasal dari Lumajang, Jawa Timur, sementara fly ash diperoleh dari PLTU Paiton, serta bahan tambahan lainnya menggunakan produk yang tersedia secara lokal. Hasil pengujian kuat tekan pada umur 28 hari menunjukkan peningkatan kekuatan yang signifikan sesuai target, dengan nilai aktual masing-masing 76 MPa, 80 MPa, 82 MPa, dan 84 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan bahan lokal dan pengaturan komposisi campuran yang tepat, beton dengan performa tinggi dapat dicapai secara efisien dan berkelanjutan tanpa perlu mengandalkan material impor. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan teknologi beton berbasis sumber daya lokal di Indonesia.
PERENCANAAN NORMALISASI SUNGAI TORONG DAN SUNGAI GALEH BAGIAN HILIR DANAU RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG Dewi, Shealvia Ratna Dewi; Harifa, Ayisya Cindy
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8459

Abstract

Hilir Sungai Torong dan Sungai Galeh yang bermuara ke Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, rutin mengalami bencana banjir setiap musim hujan. Hal ini disebabkan oleh tingginya sedimentasi dan perubahan lahan di daerah hulu DAS Torong dan DAS Galeh yang mengakibatkan pendangkalan sungai. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan normalisasi sungai sebagai salah satu solusi. Penelitian ini bertujuan merencanakan normalisasi Sungai Torong dan Sungai Galeh bagian hilir, dengan fokus pada perencanaan debit rancangan, analisa kapasitas sungai eksisting, perencanaan normalisasi, dan perencanaan anggaran biaya. Metode HSS Nakayasu digunakan untuk merencanakan debit rancangan, sementara aplikasi HEC-RAS digunakan untuk analisa kapasitas sungai eksisting. Data curah hujan dari berbagai stasiun (Banyubiru, Tuntang, Kopeng) serta peta topografi dan profil sungai digunakan dalam analisis. Normalisasi Sungai Torong direncanakan pada STA 1+036 hingga STA 0+011, sedangkan pada Sungai Galeh dari STA 1+107 hingga STA 0+114. Hasil analisis debit rancangan menunjukkan nilai debit pada Sungai Torong dengan kala ulang 25 tahun sebesar 62,115 m³/s dan kala ulang 50 tahun sebesar 99,835 m³/s, sedangkan debit pada Sungai Galeh kala ulang 25 tahun sebesar 2,186 m³/s dan kala ulang 50 tahun sebesar 3,507 m³/s. Metode normalisasi yang direncanakan meliputi pengerukan sedimen dengan desain penampang berbentuk trapesium dan peninggian tanggul dengan perkuatan bronjong. Dengan perencanaan normalisasi ini, kapasitas sungai diharapkan meningkat. Rencana anggaran biaya untuk proyek ini diperkirakan sekitar Rp. 87.215.714.994,03. Penelitian ini juga memberikan referensi untuk normalisasi sungai di lokasi lain dengan memperhatikan kondisi lokal dan dampak lingkungan.
RENCANA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RAWAT INAP RSUD X Amallia, Fitria Dwi Miftakhul; Maisarah, Fauziah Shanti Cahyani Siti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8468

Abstract

RSUD X di Kabupaten Blitar, telah melaksanakan pembangunan fasilitas rawat inap 8 lantai untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Pembangunan gedung ini berlokasi di antara bangunan rumah sakit yang sudah ada dan melibatkan berbagai pekerjaan kompleks. Sehubungan dengan hal tersebut, perencanaan proyek menjadi sangat penting untuk memastikan pelaksanaan proyek yang efisien, sekaligus memberikan perspektif yang berbeda dan lebih baik dibandingkan perencanaan yang sebelumnya dilakukan oleh tim proyek. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengembangkan strategi dan metode kerja yang sesuai dengan kondisi proyek, penyusunan lingkup pekerjaan proyek (work brakdown strucutre), penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan lingkup pekerjaan proyek, merancang tata letak lokasi menggunakan metode jarak tempuh dan indeks keselamatan, menganalisis pengendalian mutu proyek dengan penyusunan inspection test and plan (ITP) dan plan-docheck-action (PDCA), menganalisis pengendalian keselamatan kerja konstruksi dengan penyusunan Identifikasi Bahaya Pengendalian Risiko dan Peluang (IBPRP), serta menganalisis durasi pelaksanaan dan rencana anggaran pelaksanaan proyek. Berdasarkan hasil analisis, strategi dan metode kerja direncanakan dengan pembagian area konstruksi gedung utama menjadi dua zona (zoning), perencanaan work breakdown structure (WBS) terdiri dari pekerjaan persiapan; pekerjaan struktur bawah; pekerjaan zona A dan zona B yang terdiri dari pekerjaan struktur atas; arsitektur; mekanikal; dan elektrikal; serta pekerjaan tambahan seperti pekerjaan power house dan genset; dan pekerjaan rumah pompa dan ground water tank, tipe struktur organisasi yang direncanakan adalah organisasi fungsional; perencanaan site layout yaitu dengan satu tower crane serta fasilitas pendukung; ITP dan PDCA disusun berdasarkan rencana kerja dan spesifikasi; penyusunan IBPRP (Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Peluang) mencakup seluruh aktivitas proyek; durasi pelaksanaan proyek direncanakan selama 270 hari; dan total estimasi anggaran proyek adalah sebesar Rp70.923.383.000,00.
STUDI VALUE ENGINEERING PADA PEKERJAAN ARSITEKTURAL PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG C KELAS RAWAT INAP STANDAR RSUD KABUPATEN KEDIRI Kursiyah, Yuli Tafriji; Cahyani, Eri
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8475

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi berskala besar seperti pembangunan rumah sakit, efisiensi biaya dan optimalisasi fungsi sangat krusial. Oleh karena itu, value engineering dilakukan pada proyek pembangunan Gedung C Kelas Rawat Inap Standar RSUD Kabupaten Kediri. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) menganalisis fungsi dari pekerjaan arsitektur yang terpilih, (2) menemukan alternatif desain yang lebih baik dari desain awal, serta (3) mengetahui penghematan biaya dari penerpan value engineering. Metode yang digunakan meliputi: diagram Pareto, Function Analysis System Technique (FAST), cost to-worth ratio, metode zero-one, dan analisis Life Cycle Cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga item pekerjaan utama yaitu pekerjaan finishing dinding, pasangan dinding, dan penutup lantai memiliki potensi penghematan tertinggi. Dari penerapan value engineering diperoleh penghematan biaya konstruksi sebesar Rp 755,992,810.33 atau 5.94% dan penghematan biaya daur hidup sebesar Rp 918,222,722.49 atau 15.19% dari biaya awal pekerjaan arsitektur.

Page 97 of 100 | Total Record : 991