cover
Contact Name
Sumarwati
Contact Email
watik_uns@ymail.com
Phone
+628164272262
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret, Gd. E lt. 1 Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
BASASTRA
ISSN : 23026405     EISSN : 27149765     DOI : -
Core Subject : Education,
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is published twice a year in April and October (ISSN 2302-6405) contains scientific articles on language, literature, and its relation to teaching, about linguistics and applied linguistics studies, about the literary studies, and about the literary teaching and learning. The articles are written in both Indonesian and foreign languages. Articles that include the analysis, study, and application of theory, research results, and discussion of the literature.
Articles 155 Documents
ASPEK GRAMATIKAL, INFERENSI, DAN KONTEKS KULTURAL PADA CERPEN POHON LARANGAN DI BENGAYOAN KARYA NAFI’AH AL-MA’RAB Febriyanti, Vira; Septiningrum, Galuh Wulandari
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i1.82597

Abstract

Aspek gramatikal menjadi salah satu jenis kohesi dalam wacana. Di sisi lain inferensi dan konteks kultural juga seringkali termuat di dalam wacana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek gramatikal, inferensi, dan konteks kultural pada cerpen Pohon Larangan di Bengayoan karya Nafi’ah Al-Ma’rab. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu cerpen Pohon Larangan di Bengayoan karya Nafi’ah Al-Ma’rab. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi dokumentasi dan divalidasi dengan cara triangulasi. Data akan dianalisis dengan menggunakan metode padan dan agih, dilanjutkan dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen Pohon Larangan di Bengayoan karya Nafi’ah Al-Ma’rab mengandung aspek gramatikal yang meliputi referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi, inferensi, dan konteks budaya.
BENTUK RESPONS KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DALAM FILM DAN NOVEL PENYALIN CAHAYA (KAJIAN SASTRA BANDINGAN) Difa Aprilia; Novi Diah Haryanti
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i1.98332

Abstract

Isu pelecehan seksual sangat penting dalam masyarakat karena berkaitan dengan kesehatan mental dan hak asasi manusia. Kesadaran sosial dan dorongan dari berbagai lapisan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman. Membandingkan film dan novel Penyalin Cahaya relevan, karena perbedaan medium memberikan perspektif yang berbeda dan pemahaman yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan bentuk respons korban pelecehan seksual yang digambarkan dalam film dan novel Penyalin Cahaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan dan teori S-O-R (Stimulus Organism Response) oleh Hovland. Data dikumpulkan melalui penyimakan dan membaca secara mendalam terhadap film dan novel Penyalin Cahaya yang menjadi sumber data penelitian, serta melakukan pencacatan sumber data sebagai penunjang penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbandingan bentuk respons korban pelecehan seksual dalam film dan novel Penyalin Cahaya yang digambarkan oleh tokoh Suryani, Farah, dan Tariq. Meskipun respons awal Suryani, Farah, dan Tariq berbeda, stimulus tertentu mendorong mereka untuk bersama-sama mengungkap kejahatan dan menuntut pertanggungjawaban pelaku.
TIPOLOGI COGNITIVE FUNCTION TOKOH UTAMA DALAM NASKAH SADURAN KEN TAMBUHAN DAN SANG PANGERAN Tri Maya Atni; Erna Megawati; Jatut Yoga Prameswari
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 2 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i2.108493

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tpologi cognitive function tokoh utama naskah saduran Ken Tambuhan dan Sang Pangeran. Kebaruan penelitian ini adalah penggunaan naskah klasik kuno yang jarang digunakan peneliti-peneliti sebelumnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah kepribadian tokoh utama dalam naskah saduran Ken Tambuhan dan Sang Pangeran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan tipologi cognitive function yang ditemukan, yaitu pemikir ekstrover sebanyak 12 temuan atau 19%, pemikir introver sebanyak 3 temuan atau 5%, perasa ekstrover sebanyak 7 temuan atau 10%, perasa introver sebanyak 22 temuan atau 34%, penginderaan ekstrover sebanyak 3 temuan atau 5%, penginderaan introver sebanyak 2 temuan atau 3%, intuisi ekstrover sebanyak 3 temuan atau 5%, dan intuisi introver sebanyak 12 temuan atau 19%. Jumlah keseluruhan 64 data.. Dari hasil tersebut tipe perasa introver menjadi tipe yang paling dominan.
GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM KUMPULAN PUISI MENGAPA LUKA TIDAK MEMAAFKAN PISAU SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP Ade Yugha Nusastri; Atikah Anindyarini; Nugraheni Eko Wardani
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i1.93797

Abstract

Salah satu bentuk pembelajaran sastra di SMP adalah mempelajari puisi. Gaya bahasa sering menjadi fokus kajian dalam puisi. Karya sastra puisi juga memiliki nilai edukatif yang dapat diterapkan dan berkontribusi dalam proses pengembangan karakter terutama di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa dalam kumpulan puisi Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau; (2) nilai pendidikan karakter dalam kumpulan puisi tersebut; (3) relevansi hasil temuan penelitian ini sebagai bahan ajar sastra di SMP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa dokumen, yaitu kumpulan puisi Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau karya M Aan Mansyur yang terdiri dari 41 puisi, dan informan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dan wawancara. Uji validitas data menggunakan triangulasi teori dan sumber data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) gaya bahasa yang ditemukan 32 macam gaya bahasa dengan total keseluruhan 226 data, di antaranya personifikasi 47 data, repetisi 36 data, pertanyaan retoris 23 data, metafora 17 data, simile 15 data; (2) nilai pendidikan karakter yang ditemukan, yaitu 15 macam nilai dengan total keseluruhan 118 data, di antaranya cinta damai 18 data, rasa ingin tahu 15 data, kerja keras 14 data, religius 12 data, jujur 12 data; (3) hasil temuan dalam penelitian ini relevan sebagai bahan ajar sastra di SMP.
MODALITAS DALAM NARASI HOAKS: TINJAUAN LINGUISTIK KORPUS PADA AKUN INSTAGRAM TURN BACK HOAX Anelka Almayda Antarsyach; Ach Fauzi; Imam Hizbullah; Muhammad Albie Fathurrahman
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 2 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i2.109803

Abstract

Krisis informasi digital ditandai dengan maraknya penyebaran informasi tanpa verifikasi yang kuat sehingga memunculkan berita palsu (hoaks). Penyebaran hoaks sulit dikendalikan, sehingga masyarakat harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasinya. Salah satu caranya dengan melihat unsur modalitas yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk modalitas sekaligus implikasinya dalam narasi hoaks pada akun Instagram Turn Back Hoax. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan linguistik korpus. Data diperoleh dari caption postingan akun Instagram Turn Back Hoax (@turnbackhoaxid) dan dikumpulkan dengan melakukan scraping menggunakan Apify. Analisis data dilakukan dengan bantuan software AntConc versi 4.2.4. yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi modalitas berdasarkan daftar kata untuk diklasifikasikan jenisnya, merekap frekuensi kemunculan modalitas untuk mengetahui kecenderungannya, meninjau konkordansi untuk melihat konteks penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan penggunaan modalitas epistemik, yaitu sebesar 39% dari total 113 modalitas yang ditemukan pada konten hoaks. Modalitas tersebut  digunakan untuk membingkai informasi agar seolah-olah menjadi fakta yang pasti. Selain itu, ada modalitas lain juga ditemukan meskipun tidak dominan, yaitu intensional 32%, dinamik 18%, dan deontik 11%). Masing-masing memiliki kontribusi terhadap pembentukan narasi yang manipulatif.
PEMANFAATAN MAJAS DAN CITRAAN DALAM LAGU MENJELMA CAHAYA KARYA PUSAKATA SEBAGAI BAHAN AJAR MENULIS PUISI Rizqi Oktavianto; Main Sufanti
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2026): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v14i1.110750

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan majas dan citraan dalam karya sastra sebagai sarana menumbuhkan kreativitas, kepekaan estetis, dan kemampuan ekspresif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk majas dalam lagu Menjelma Cahaya karya Pusakata, mengidentifikasi jenis-jenis citraan yang digunakan untuk memperkuat makna dan emosi dalam lirik lagu, serta mendeskripsikan pemanfaatannya sebagai bahan ajar dalam pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa lirik lagu Menjelma Cahaya yang diperoleh melalui platform Spotify, serta diskusi dengan guru Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat untuk menemukan unsur majas dan citraan, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk memperdalam hasil interpretasi. Keabsahan data diperoleh melalui peer review, dengan melibatkan rekan sejawat dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas yang ditemukan dalam lirik lagu Menjelma Cahaya meliputi majas perbandingan (metafora, personifikasi, alegori, simbolik), majas pertentangan (paradoks, hiperbola), majas sindiran (ironi, sinisme), dan majas penegasan (pleonasme, tautologi, antiklimaks). Citraan yang ditemukan mencakup citraan penglihatan, pendengaran, rabaan, pencecapan, pikiran, dan gerak, serta lirik lagu dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar menulis puisi yang kreatif dan reflektif.
FRASA ENDOSENTRIS DAN EKSOSENTRIS PADA TAJUK RENCANA SURAT KABAR KOMPAS Imania, Cahya Savitri; Zahroh, Novia Fitri
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i1.83340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebuah frasa endosentrik dan frasa eksosentrik yang terdapat dalam surat kabar di media cetak atau koran laman Kompas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya orang yang belum paham tentang frasa, oleh karena itu penelitian ini penting untuk dilakukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  dengan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik studi pustaka. Sumber data penelitian ini diperoleh dari surat kabar di media cetak laman Kompas, tanggal 23 November 2023. Berdasarkan distribusi unsurnya, frasa terbagi menjadi dua yaitu frasa endosentris dan eksosentris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tajuk rencana yang berjudul "Drama Altman di Markas OpenAI" pada koran Kompas 23 November 2023 terdapat 1 frasa endosentrik koordinatif, 12 frasa endosentrik atributif, dan 1 frasa endosentrik apositif. Kemudian, terdapat 4 frasa eksosentrik yang ditandai dengan adanya kata depan atau preposisi. Adapun hasil dari penelitian yang didapat yaitu untuk memperoleh gambaran jelas tentang frasa endosentris dan eksosentris yang terdapat dalam tajuk rencana “Drama Altman di Markas OpenAI” pada surat kabar cetak Kompas pada tanggal 23 November 2023.
SYMBOLIC STRUGGLE IN THE DISCOURSE OF THE CEASEFIRE BETWEEN HAMAS AND ISRAEL NOVEMBER 2023 Munzila Adelawati; Habib Muharrom Sudarmawan; Vika Wafa Ilmi
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 2 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i2.100544

Abstract

This research examines the discourse constructed by Al Jazeera and BBC News in their coverage of the Israel-Hamas ceasefire in November 2023. Using Pierre Bourdieu’s theory of symbolic battle to identify the parties that play the role of Doxa and Hethrodoxa. While the critical discourse analysis model analysis model applied in this research is Fairclough's model, data is analyzed in three steps, namely text description, process interpretation, and explanation of socio cultural practices. The findings can be summarized as follows. First, the symbolic battle in the news discourse on the news discourse on the November 2023 Israeli and Hamas ceasefire on BBC News and Al-Jazeera have two forms, namely, (a). Introduces opposing viewspoints on Hamas and Israel with different values. (b) Rejecting viewpoints on Hamas and Issrael with different Values. Second, the symbolic battle in the discourse discourse of the November 2023 Israel and Hamas ceasefire news on BBC News and Al-Jazeera use meconnaissance  strategies, namely euphemization and censorship.
STEREOTIPE TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL CEWEK!!! KARYA ESTI KINASIH: KAJIAN FEMINISME Elsa Amira Arifa; Khanifa Kinanthi Aulina; Qurrota Ayu Neina; Tommi Yuniawan
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 2 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i2.86985

Abstract

Ketimpangan gender yang dihadapi perempuan merupakan salah satu akibat dari isu gender. Stereotipe perempuan dianggap harus selalu menjadi orang yang lemah lembut, santun, dapat melakukan semua pekerjaan rumah, penurut, dan harus selalu ada di belakang laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis stereotipe terhadap perempuan dalam novel Cewek!!! Karya Esti Kinasih dan membandingkan pandangan terhadap perempuan dalam novel tersebut masih relevan dengan pandangan terhadap perempuan masa kini. Penelitian ini menggunakan teori feminisme dengan metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis yang diperoleh berupa anggapan bahwa perempuan tidak sekuat laki-laki, anggapan bahwa perempuan selalu membutuhkan kaum laki-laki, anggapan bahwa perempuan hanya cocok di rumah, perempuan selalu ada di belakang laki-laki, perempuan sebagai pendengar, perempuan menyusahkan, perempuan hanya hiasan, perempuan tidak boleh banyak bicara, perempuan tidak boleh menyaingi laki-laki dan nasib perempuan. Stereotipe atau pandangan negatif yang ditujukan kepada perempuan pada penelitian ini sudah tidak relevan dengan keadaan perempuan masa kini karena pandangan masyarakat terhadap perempuan telah berkembang seiring berkembangnya zaman.
KRITIK SOSIAL DALAM CERITA PENDEK BUATAN SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Syahbana Aulia Ardiana
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 2 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i2.107903

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa cerpen karya siswa tidak hanya menjadi media ekspresi diri, tetapi juga mencerminkan realitas sosial yang mereka amati. Siswa SMK, khususnya jurusan TKJ, menunjukkan kemampuan dalam menuangkan kritik sosial melalui karya sastra yang mereka tulis. Penelitian  ini bertujuan  untuk mendeskripsikan  bentuk-bentuk kritik sosial yang muncul dalam cerpen karya siswa kelas XI TKJ di SMK Islam Malahayati. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis isi terhadap 21 cerpen siswa serta menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik sosial dalam cerpen siswa mencakup isu: Kemiskinan, Kejahatan, Disorganisasi Keluarga, Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern, Peperangan,  Pelanggaran Terhadap Norma-norma Masyarakat, Masalah Kependudukan, Masalah Lingkungan Hidup, dan Birokrasi. Kepekaan siswa terhadap kondisi sosial tersebut tergambar melalui karakter, konflik, dan latar cerita yang mereka bangun. Hal ini membuktikan bahwa siswa SMK pun mampu menghasilkan karya sastra yang kritis terhadap keadaan masyarakat di sekitarnya. Penelitian  ini memberikan kontribusi dalam pengembangan literasi kritis dan pembelajaran bahasa Indonesia.