cover
Contact Name
Misbahudin
Contact Email
jurnalwicara@unram.ac.id
Phone
082334867555
Journal Mail Official
jurnalwicara@unram.ac.id
Editorial Address
https://journal.unram.ac.id/index.php/wicara/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Wicara Desa
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29869110     EISSN : 29869110     DOI : https://doi.org/10.29303/wicara.v2i6
Jurnal wicara Desa adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil kegiatan pengembangan masyarakat desa yang berbasis potensi dan permasalahan yang ada di desa. Topik dan scopre jurnal wicara desa : General. Seluruh bidang ilmu yang digunakan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat desa, dapat dipublikasikan melalui jurnal ilmiah ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 631 Documents
PROGRAM KKN UNIVERSITAS MATARAM PADA WISATA DANAU DI DESA TUA DI UJUNG UTARA LOMBOK TIMUR: PROGRAM KKN UNIVERSITAS MATARAM PADA WISATA DANAU DI DESA TUA DI UJUNG UTARA LOMBOK TIMUR Yadnya, Made Sutha; Kurniadianto, Dwi; Hajatsyah, Lani Sapitri; Wulandari, Zurrizka Putri; Azminda, Muhammad Azwar Fidar; Kurniawan, Aldhi Putra Ade; Nurhasanah; Rahayuningsih, Ramdani; Atsani, Affan
Jurnal Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i1.4116

Abstract

Tourism is everything related to tourism including the business of tourist objects and attractions and related businesses in the field. Many places in West Nusa Tenggara Province have great potential for tourists to visit. One of the tourist spot located at the northern end of East Lombok is in the old village of Obel-Obel. This village has a tour "Lake Gumbang Ganang" which is famous for its uniqueness and beauty. Gumbang Ganang Lake is sourced from springs which flows directly from the mountains Through social media created by KKN Unram, PMD 2023 helps promote this tourist spot and hopes that those who see it are interested in visiting this Gumbang Ganang tourist spot. The Bale Lokaq traditional house is one of the traditional houses with a unique architectural form typical of Lombok and still survives to this day. Full of philosophical meaning, the Bale traditional house is proof of the high philosophy of life of the Lombok people, especially the Sasak tribe. The people of Lombok have bale lokak houses that are more than just a place to live. In this building there are various hopes and traditional values ​​that are upheld. These traditional values ​​are presented through the architectural design and contraction of the typical Lombok bale traditional house
PEMBENTUKAN KELOMPOK REMAJA PENGELOLA SAMPAH DESA TANJUNG LUAR, KERUAK, LOMBOK TIMUR Al Idrus, Agil; Ningsih, Baiq Hidayati; Surhayani, Evi; Maulidan, Fauzan; Febrianti, Ita Ayu; Pinandar, Lalu Sabde; Ali, Muh. Reza Isnan; Piazuri, Neza Luna; Saputri, Nurmala; Febrianti, Reni; Wahyudi, Sukron
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4117

Abstract

Waste is still a big problem, especially plastic waste which is difficult to recycle because people still think with the old pattern that throwing it on beaches and rivers is enough to make the waste disappear. One of the things that must be done to overcome this problem is to manage waste. Waste management is a problem that has not been resolved properly. Tanjung Luar village is one of the densely populated villages, which causes a lot of waste to be produced. Therefore, in the PMD Community Service Program at the University of Mataram, a group of youth waste managers was formed to help Tanjung Luar Village in managing existing waste. This program is also assisted by several companion programs, such as making trash cans and transporting waste. The KKN Team hopes that by holding this activity, it will increase the community's understanding of the importance of increasing the knowledge and awareness of the Tanjung Luar Village community regarding the negative impacts and dangers of waste on health, increase the sense of environmental and health awareness regarding waste disposal behavior.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK UNTUK PEMBUATAN KOMPOS SEBAGAI PUPUK PERTANIAN DAN BUDIDAYA ULAT MAGGOT SEBAGAI PAKAN TERNAK DI DESA PRINGGAJURANG Hambali, Alfan Hambali; Irnawati, Diah Harun; Ningsih, Fina Dwi; Pratama, Jihan; Karmelia, Mala; Sukma, Rojina; Putra, Syafaren Arjuna; Irfansyah, Taufik Nur; Aprilia, Winda Sari
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4118

Abstract

Pringgajurang Village is a village located in Montong Gading District, East Lombok. The majority of people living in Prerang Village work as farmers and livestock breeders. Pringgajaurang village has an area of ​​around 265.89 hectares. After that, when the BSF fly eggs hatch, they are left to become prepupae which will then be fed with organic waste and then left with a lid for 2 weeks. After that, the bucket containing the prepupae is moved into the BSF fly net. first and fed organic waste..To begin with, it is best to let the prepupa become BSF flies first so that they produce more eggs which will later be made into maggots for use as feed..Cultivating BSF flies is a way to cultivate maggot caterpillars, because these BSF flies will die After mating and laying eggs, it is best not to turn them into maggots first, but half of them to become BSF flies again. Metamorphosis of BSF flies starts from mating, 2-3 days later the male will die and the female will lay eggs and then die too after laying eggs. The eggs will hatch 3 to 4 days later. become larvae, then become adult larvae, then become prepupa, and then become blackish and end up becoming BSF flies
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) DAN EKONOMI KREATIF PADA MASYARAKAT DESA PENGADANGAN MELALUI PENGOLAHAN PRODUK SALE PISANG Arliansya, Yudha Pratama; Adha, Fajrullah; Nabilah; Adani, Sabrina Arifah; Mutaqin, Muhammad Rofi Jainul; Ghany, Abdul; Andriyani, Anis Octa; Zulpiani, Ira; Ningtyas, Puji; Ilma, Sadina Aulia; Handayani, Baiq Rien
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4119

Abstract

Desa Pengadangan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa dengan luas wilayah sekitar 84,53 km2 ini merupakan desa yang memiliki berbagai potensi baik dari sumber daya alam terutama dengan produksi pisang yang melimpah. Namun sayangnya, pengolahan usaha pisang tersebut tidak berjalan dengan lancar karena kurangnya kecakapan sumber daya manusia dalam memanajemen dan memasarkan produk dari usaha tersebut seperti perizinan, label kemasan serta standarisasi produk pemasaran). Kegiatan KKN membantu dalam pembentukan kelompok UMKM sebagai dasar terlaksananya produksi skala besar yang memiliki izin terkait distribusi produk serta dapat mewadahi masyarakat setempat melalui Pemasaran Kreatif dengan menggunakan sosial media sebagai media promosi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini ialah untuk memberdayakan dan mengembangkan hasil dari sumber daya alam khususnya pada sektor pertanian sebagai wujud ketahanan pangan di Desa Pengadangan. Selain itu dapat meningkatkan keterampilan SDM (Sumber Daya Manusia) dan memajukan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang ada di Desa Pengadangan. Adapun program yang akan dilaksanakan terdiri dari program kerja utama dimana program utama terdiri dari; sosialisasi dan pelatihan olahan sale pisang, pengemasan dan pelabelan olahan sale pisang, perizinan olahan sale pisang, promosi dan pemasaran olahan sale pisang, serta monitoring. Tolak ukur keberhasilan dari program ini adalah masyarakat dapat memahami cara pengolahan hasil pertanian sehingga memiliki nilai jual yang sudah didistribusikan lebih lanjut. Desa Pengadangan is one of the villages in Pringgasela District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. This village, with an area of about 84.53 km2 is a village that has various good potentials from natural resources, especially with abundant banana production. But unfortunately, the processing of the banana business did not run smoothly due to the lack of human resource skills in managing and marketing products from the business such as licensing, packaging labels and marketing product standardization). KKN activities assist in the formation of MSME groups as the basis for large-scale production that has permits related to product distribution and can accommodate local communities through Creative Marketing by using social media as a promotional medium. The purpose of this community service was to empower and develop natural resources products, especially in the agricultural sector as a form of food security in Pengadangan Village. In addition, it can improve Human Resources (HR) skills and advance MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) in Pengadangan Village. To be implemented consists of the main work program where the main program consists of: Socialization and training on processed of dried banana “sale”, packaging and labeling processed dried banana “sale”, licensing processed sale banana, promotion and marketing processed dried banana “sale”, and monitoring. The benchmark for the success of this program is that the community can understand how to process agricultural products so that they have a selling value that has been further distributed.
SOSIALISASI PEMBUATAN BIO-PESTISIDA DARI LIMBAH PUNTUNG ROKOK Putra, Rifki Mahesa; Maryani, Eny; Afro , Maulina Nafsiatil; Karmila; Juliana, Darma; Putra, Masaradi; Rukmana, Lisma Hardianti; Aini, Echa; Ramadhan, Syarifurrizal; Jannah, Nadiatul; Prastiyanto, Wahyu; Sakti, Dwi Putra Buana
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4120

Abstract

Pesticides are substances used to kill or control various pests. Most pesticides are synthetic chemicals with classification based on active ingredients such as Amamketin benzoate. The purpose of making bio-pesticides by utilizing the remaining cigarette butt waste from Pringgasela Village and creating bio-pesticides that can help farmers in Pringgasela village to eradicate pests that attack plants and are more environmentally friendly. Bio-pesticide development can be done by utilizing waste waste that has certain active ingredients in eradicating pests, one of which is cigarette butts. Making bio-pesticides using cigarette butts then put in a bottle filled with water and mixed with detergent, then fermented for 7 days. This bio-pesticide is easy to make by yourself, especially by farmers as consumers, and is also relatively safe for the environment. Cigarette butts have the same content as dried tobacco leaves, such as nicotine, phenol, and eugenol. The target pests of the biopesticide made from cigarette butts are small pests such as aphids, trips, aphis armyworms and mealybugs and even the intensity of mealybug attacks. Based on the socialization carried out, it went smoothly and successfully in making bio-pesticides because it was supported by the qualified knowledge of the community, in Pringgasela village for the education taken by the community.
PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK UNTUK TERWUJUDNYA DESA SEHAT DAN PEDULI LINGKUNGAN DI DESA BUNGTIANG, KEC. SAKRA BARAT, KAB. LOMBOK TIMUR Rahayu, Lidya Sri; Kinasih, Kanti Sarwo; Febriani, Sihan; Yusnitasari, Meutia; Irawan, Muh. Ryan; Harmaesuri, Puji; Mawandi, Engki; Kusuma , Hendra; Junior, Excel Eleazar Kawi
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4121

Abstract

Melihat bahwa minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah, misalnya juga merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Pengetahuan dan wawasan masyarakat terhadap pemanfaatan limbah untuk menjadi komoditas yang bermanfaat secara ekonomi masih belum dipahami oleh masyarakat. Kami hadir di Desa Bungtiang untuk membantu menjawab dan menghadirkan solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dengan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat serta mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan banyak penyakit. Daerah yang dimana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani maka tentunya sangat memerlukan Pembuatan sampah organik menjadi pupuk organic cair menjadi salah satu solusi yang ditawarkan dengan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk organik cair Pengelolaan sampah plastik menjadi masalah sebab plastik merupakan material yang tidak bisa terdekomposisi secara alami (non biodegradable) sehingga pengelolaan sampah plastik dengan landfill maupun open dumping tidak tepat dilakukan. Salah satu alternatif penanganan sampah plastik adalah dengan melakukan proses daur ulang (recycle).
DESAIN BANK SAMPAH DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA PEJARING Almahira, Deyalis Almahira; Azzahrah, Riska Amalia; Santi, Baiq Anggun Lola; Zatmika, Muhammad Teguh; Wiridiatu; Aruan, Jerry; Ningsih, Putri; Almuhadjir, Setia; Aini, Nia Hidayatul; Arzhaki, Adnan Habib
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4123

Abstract

Permasalahan sampah menjadi isu yang sering diperbincangkan oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tingkat kesadaran bersih lingkungan masyarakat masih tergolong rendah. Solusi yang diberikan KKN-PMD Universitas Mataram dalam bentuk bank sampah. Sistem kerja Bank Sampah yaitu menerima tabungan berupa sampah yang dapat di bayar dalam bentuk uang sehingga mampu mengubah manfaat sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya masyarakat serta kepedulian terhadap permasalahan lingkungan. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dengan diskusi dan aksi lapangan. Dampak positif yang dirasakan adanya bank sampah yaitu dampak sosial, edukasi pentingnya memanfaatkan sampah dan pentingnya menabung), dampak ekonomi, dampak lingkungan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI EKOWISATA Erdianti, Baiq Nona; Pitriana, Dewi; Nazila, Dian; Pebriani, Dwi Amrina; Samudra, Gusti Bagus Aril Baghiz; Putriana, Intan; Kurniawan, Lalu Martahadi Trisna; Jannah, Miftahul; Ariyanto, Nova; Hidayatullah, Sarif; Haryanto, Hery
Jurnal Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i1.4197

Abstract

Sembalun Village is one of 6 villages and sub-districts in Sembalun District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Sembalun Village is at an altitude of 1,150 meters above sea level and borders Sembalun Lawang Village and Sajang Village in Sembalun District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Sembalun Village was previously part of Sembalun Lawang Village. However, after the expansion of the village by the Regent of East Lombok in 2013, Sembalun Village stood alone because it met the requirements and eligibility as a village. Sembalun Village has hilly geographical conditions and the results of field surveys show that this village is one of the tourist villages visited by many tourists. The potential for developing ecotourism edu areas is very high due to the lack of tourist areas as well as land to preserve ecology in Sembalun Village. The program will be implemented to help the community develop ecotourism potential in Sembalun Village. The UNRAM KKN-PMD team will focus on managing land suitable for use as ecotourism land. Furthermore, there will be outreach related to ecotourism so that people become more familiar with and understand the potential for ecotourism in Sembalun Village
SANITASI PENCEGAHAN STUNTING UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA GUNUNG MALANG Wahida, Nurul; Pajri, Dwi Hafizatul; Hikam, Mohammed Helmy Qazwanul; Pratama, Mayanda Putri; Lestari, Farahita; Taskia; Mustika, Nila; Hakim, Lukmanul; Anugrah, Lalu Aria Andra; Hakim, Ari Rahman; Rizki, Mohammad x
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4199

Abstract

Permasalahan Stunting tengah menjadi isu nasional, dikarenakan ada banyak dampak yang ditimbulkan oleh stunting yaitu dapat mengacam pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Indonesia menjadi negara dengan peringkat ke lima dunia sebagai negara dengan kasus stunting selain itu menjadi negara dengan angka stunting tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara. Salah satu provinsi di Indonesia yang termasuk dalam provinsi dengan angka stunting tinggi yaitu provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). NTB menduduki pringkat ke tujuh sebagai provinsi dengan angka stunting tertinggi. Berdasarkan data dari puskesmas Labuhan Lombok pada bulan Agustus tahun 2023 terdapat 52 anak yang mengalami stunting di Desa Gunung Malang. Tujuan dilakukannya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) yaitu untuk memberdayakan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui penerapan sanitasi lingkungan yang baik. Kegiatan program kerja yang dilakukan berupa kegiatan sosislisasi terkait pengolahan sampah organik dan non-organik. Output dari kegiatan ini yaitu pembuatan pupuk organic, decomposer, dan kerajinan tangan berupa ecobrick. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi terkait pencegahan stunting dengan lingkungan yang bersih. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan, menambah pengetahuan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar, karena kunci dari hidup sehat adalah lingkungan yang bersih.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LENTING KECAMATAN SAKRA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR DALAM PEMBUATAN PESTISIDA ALAMI BERBAHAN DASAR TEMBAKAU Fahrani, Indi Rizqy; Ayunita, Novi; Rahmadi, Aditiya; Pramesti, Elwani; Munawar, Muhammad Al; Gusmianingrum, Tata; Gunartha, I Gusti Made Bagus Sri; Handayani, Lala Fuji; Akbar, Muhammad Ghiyats Hadi; Nuzula, Baiq Nisva Azty; Verawati, Ni Nyoman Sri Putu
Jurnal Wicara Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i3.4200

Abstract

Pemberdayaan masyarakat Desa Lenting Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur dalam pembuatan pestisida alami berbahan dasar tembakau berawal dari permasalahan hama di desa tersebut. Sebagai desa yang selalu melakukan kegiatan pertanian, masyarakat Desa Lenting tentu saja tidak lepas dari permasalahan hama. Masyarakat menggunakan pestisida anorganik sebagai pengendali hama yang tentu saja akan berdampak buruk, baik bagi kesehatan petani maupun lingkungan. Kegiatan pertanian yang sering dilakukan di Desa Lenting adalah pertanian tembakau. Tujuan dari kegiatan ini adalah menambah wawasan penduduk desa mengenai pestisida organik terutrama tembakau, serta mengurangi penggunaan pestisida anorganik oleh penduduk desa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah praktik dan sosialisasi. Mahasiswa KKN melakukan praktik pembuatan pestisida alami dari tembakau, kemudian melakukan sosialisasi ke penduduk desa tentang alat dan bahan, cara pembuatan, serta kandungan pestisida tembakau. Hasil yang diperoleh dari pemberdayaan masyarakat desa dalam pembuatan pestisida tembakau ini adalah masyarakat desa mendapatkan pengetahuan baru bahwa tembakau yang selama ini mereka tanam dapat dijadikan pestisida. Selain itu, melalui kegiatan ini masyarakat desa mulai menyadari tentang pentingnya pestisida organik bagi pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terbukti dengan respon masyarakat desa yang antusias ketika kegiatan dilakukan. Diharapkan masyarakat dapat terbiasa menggunakan pestisida alami kedepannya, terutama dengan memanfaatkan limbah tembakau. Hal ini untuk mewujudkan lingkungan pertanian di Desa Lenting yang aman dan dapat digunakan dalam jangka waktu panjang kedepannya.