cover
Contact Name
Misbahudin
Contact Email
jurnalwicara@unram.ac.id
Phone
082334867555
Journal Mail Official
jurnalwicara@unram.ac.id
Editorial Address
https://journal.unram.ac.id/index.php/wicara/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Wicara Desa
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29869110     EISSN : 29869110     DOI : https://doi.org/10.29303/wicara.v2i6
Jurnal wicara Desa adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil kegiatan pengembangan masyarakat desa yang berbasis potensi dan permasalahan yang ada di desa. Topik dan scopre jurnal wicara desa : General. Seluruh bidang ilmu yang digunakan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat desa, dapat dipublikasikan melalui jurnal ilmiah ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 631 Documents
SOSIALISASI PENGEMBANGAN MANAJERIAL KELOMPOK UMKM DAN PEMASARAN PRODUK Hariyadi, Rizki Hariyadi; Jufrin; Yulita, Sulistia Ilma; Supiati; Muhajirin; Mujahidin, Muhammad Ilham; Cahyani, Mega; Siskawati; Rakien, M. Aryabin Adzqia; Adha, Dia’ul
Jurnal Wicara Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i3.4203

Abstract

In the current era of globalization, MSMEs must increase the speed of thinking related to creativity and innovation on an ongoing basis. This process includes continuous product development, promotion, and productive. Socialization of product managerial and marketing of MSME products is very important in driving their business growth. Managerial is important for MSME owners so that they understand well how to manage their business. This socialization itself has a role in addition to managerial improvement and also aims to improve and provide understanding to MSME players in marketing their products in today's modern era. The implementation of this activity was held on Tuesday, January 23, 2024 at the Labuhan Pandan Village Office Hall, Sambelia, East Lombok. The KKN PMD program in Labuhan Pandan Village took place from December 2023 - February 2024. This socialization activity was carried out to be able to provide new understanding and learning for MSME players in Labuhan Pandan Village. We carried out socialization or counseling related to MSMEs on January 23, 2024 at the Labuhan Pandan Village Office Hall. This activity also invited MSME players by bringing processed products from each group. In addition, an understanding is given regarding the importance of having a halal label for a product. So that it is given an understanding that it is important to make NIB and SPP-IRT to be one of the requirements from BPOM to accept the halal label
INOVASI MINUMAN HERBAL MIDANG UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH TANAMAN OBAT KELUARGA DAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA GONDANG KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA Astuti, Nanik Nia Puji; Cahyani, Utari Nur; Rahmi, Ulya; Sriasih, Made
Jurnal Wicara Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i3.4204

Abstract

Herbal drinks have become a popular alternative in maintaining people's health and well-being, especially in the modern era filled with the need for a healthy lifestyle. In Gondang village, Gangga sub-district, North Lombok district, the abundant potential of family medicinal plants (TOGA) has not been fully utilized. To address this challenge, an innovative herbal drink for Gondang village (MIDANG) aimed at increasing the added value of TOGA and improving public health was introduced to the Gondang village community. With a holistic approach, this activity covers the technical aspects of MIDANG production and the socio-economic implications of this product development. It is hoped that the MIDANG Herbal Drink will be a positive step towards sustainable prosperity for the people of Gondang Village and its surroundings.
PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MELALUI PEMBENTUKAN LEMBAGA BANK SAMPAH DI DESA KIDANG LOMBOK TENGAH Fitri S, Adessa; M, Baiq Anisa Januari; Armisan, Corry; Putrawan, Deni; Ramadhan, Gilang; Pratama, Pandia; W, Ristansi Cahaya; Aminah, Siti; H, Tri Endri; S, Lolita Endang
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4205

Abstract

Plastic waste has become a serious problem in various areas, including Kidang Village, Lombok Tengah. This article discusses community empowerment activities in plastic waste management through the establishment of a Waste Bank and ecobrick making training. This activity aims to raise public awareness about the importance of proper plastic waste management and encourage active participation in preserving the environment. The method used in this activity is a participatory community approach. The stages of activity include initial survey, socialization and establishment of a Waste Bank, ecobrick making training, and monitoring and evaluation. The results showed that this activity was successful in increasing community knowledge and skills in managing plastic waste. The establishment of the Waste Bank and ecobrick making training are expected to encourage community participation in sustainable plastic waste management.
PENGEMBANGAN MINYAK KELAPA TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN IKM DESA TAMPAK SIRING KECAMATAN BATUKLIANG LOMBOK TENGAH Cahyati, Suci; Larasati, Fani; Latifah, Sitti; Ardiantho, Syamsul; Putra, Sabandi Atmaja; Ningsih, Mita Sari
Jurnal Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i1.4206

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam dengan keanekaragaman flora yang berlimpah sekitar 40.000 spesies tumbuhan Alfiandi (2018). Desa Tampak Siring terletak di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut data yang diambil dari profil Desa Tampak Siring tahun 2023 jumlah penduduk Desa Tampak Siring sebesar 5.341 yang terdiri dari 2.589 laki laki dan 2.752 perempuan. Jumlah penduduk terdiri dari 849 KK (kepala keluarga). Sebagian besar penduduknya bekerja di sawah sebagai petani, dan sebagian kecil masyarakat lainnya memiliki usaha sampingan yang cukup untuk menyambung hidup salah satunya yaitu pengolahan kelapa menjadi minyak atau bisa juga disebut dengan minyak jelantah. Minyak kelapa atau minyak jelantah memiliki berbagai macam manfaat dan kegunaan sehingga konsumen dapat memilih untuk menggunakan minyak kelapa atau minyak jelantah untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai bentuk menjaga kesehatan. Oleh karena itu tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan tampilan poduk serta pemasaran dan nilai jual dari minyak kelapa atau jelantah sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat desa tampak siring. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mencari artikel tentang pengolahan minyak kelapa atau minyak jelantah di scholar yang dapat mendukung penelitian KKN PMD Unram Periode 2023-2024. Survey yang dilakukan dengan wawancara sebagai cara mengumpulkan data dalam hal ini bekerja sama dengan pihak desa setempat untuk menggali potensi yang dimiliki desa tampak siring kecamatan batukliang lombok tengah. Observasi di desa tampak siring ditemukan adanya masyarakat yang memiliki usaha membuat minyak kelapa atau jelantah tersebut tidak memiliki kemasan yang layak atau label sebagai penanda bahwa minyak kelapa atau jelantah yang diproduksi tersebut berasal dari desa tampak siring kecamatan batukliang. Minyak dan dijual dengan harga yang sangat rendah di pasar. Untuk meminimalisir harga yang rendah di pasar maka diperlukan inovasi yang baru yaitu dengan membuat kemasan serta label yang menarik agar peminat minyak kelapa atau minyak jelantah dan harga pasarnya lebih tinggi. Dalam melaksanakan kegiatan ini KKN PMD Universitas Mataram memberikan sosialisasi mengenai peningkatan produk minyak kelapa atau minyak jelantah dengan membuatkan label kemasan, mencari botol kemasan yang lebih menarik serta membuat ide untuk memasarkan lebih luas lagi untuk produk minyak kelapa atau jelantah. Promosi dilakukan melalui media sosial seperti marketplace di aplikasi facebook atau bahkan mencari restoran yang menggunakan minyak kelapa atau jelantah sebagai bahan pada menu utamanya. Selama penelitian dilakukan, maka diperolehlah hasil dari seluruh kegiatan dengan tema desa preneur yaitu:Meningkatkan nilai ekonomi atau nilai jual produk minyak kelapa yang dimana nilai jual minyak kelapa sebelum ada campur tangan kami seharga Rp. 12.000 dengan takaran 600 ml atau 1 botol dengan ukuran 600 ml. dan harga setelah ada campur tangan kami seharga Rp. 17.000 yang Dimana harga ini kami sepakati dengan semua anggota KKN dan pelaku UMKM minyak kelapa. Untuk meminimalisir harga yang rendah di pasar maka diperlukan inovasi yang baru yaitu dengan membuat kemasan serta label yang menarik agar peminat minyak kelapa atau minyak jelantah dan harga pasarnya lebih tinggi. Eksekusi Dalam melaksanakan kegiatan ini KKN PMD Universitas Mataram memberikan sosialisasi mengenai peningkatan produk minyak kelapa atau minyak jelantah dengan membuatkan label kemasan, mencari botol kemasan yang lebih menarik serta membuat ide untuk memasarkan lebih luas lagi untuk produk minyak kelapa atau jelantah. Promosi Promosi dilakukan melalui media sosial seperti marketplace di aplikasi facebook atau bahkan mencari restoran yang menggunakan minyak kelapa atau jelantah sebagai bahan pada menu utamanya.
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DESA PRINGGAJURANG UTARA TERHADAP BENCANA LONGSOR MELALUI PENIDIKAN DAN PELATIHAN MITIGASI BENCANA Salman; Aryaguna, Lalu Wangsa; Sumarti, Elinda; Anggraeni, Dea Tri Maya; Mintari Aprillisa; Isnani, Septiya Rahmatul; Nanda Salsabilah; Pratama, M.Febrian Ulmayadi; Wirantino, Lalu Pikya; Septiawan, Redza Dwi; Nasari, Linda
Jurnal Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i1.4207

Abstract

Disaster resilient villages (Destana) are villages/sub-districts that have the independent ability to adapt and face potential disaster threats, as well as recover immediately from the detrimental impacts of disasters. The aim of the Disaster Resilient Village is to realize development planning that contains efforts to prevent, prepare, reduce disaster risk and increase capacity for post-emergency recovery so that it can increase community awareness in North Pringgajurang village regarding landslides which often occur in several hamlet in the village. North Pringgajurang Village is one of the villages located in Montong Gading District, East Lombok, which consists of 8 hamlets. In order to realize the goal of a disaster resilient village in this village, the methods that will be implemented include carrying out socialization activities on landslide disaster mitigation and planting tree seedlings so as to create public awareness of the dangers of landslides and reduce the potential for landslides in North Pringgajurang village.
OPTIMALISASI PERAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA UNTUK MEWUJUDKAN DESA TANGGUH BENCANA DI DESA SUKADANA Rahman, Rayn Ade; Hakikah, Zahiratul; Putri, Nurliana Andini; Aupiya, Sayidatul; Mariana, Ana; Nafizatunni’am; Aidi, Ahmad Pajar; Maulan, Muhammad Galih; Fahrianty, Nyimas Alvira; Rosyida, Khairul; Misbahuddin
Jurnal Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i1.4208

Abstract

Field Study for Empowering of Village Communities (FS-EVC/KKN-PMD) is a program of community service carried out in an interdisciplinary, institutional, and partnership manner as an implementation of the university's tri dharma. Mataram University manages the implementation of Community Empowerment KKN in villages with various themes according to the village's issues or potential. The Disaster Resilient Village (DESTANA) theme is one of the themes developed in collaboration with the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of West Nusa Tenggara Province. DESTANA KKN aims to assist village communities in preparedness and resilience against both natural and non-natural disasters. Sukadana Village in Pujut Sub-district, Central Lombok, is one of the targets of the DESTANA. Therefore, the KKN program and activities are aimed at assisting the village towards becoming a primary resilient village in five components of village resilience, namely: Quality and Access to Basic Services, Disaster Management Regulations and Policies, Prevention and Mitigation, Emergency Preparedness, and Recovery Preparedness. Based on a survey of the five components of village resilience, Sukadana Village in Pujut Sub-district, Central Lombok, is vulnerable to drought. Therefore, the implementation of activities is focused on tree planting in Bukit Kemal Muluq and disaster response socialization to the community. In addition, to sustain disaster resilience activities, a Village Climate Awareness Institution (LMSID) has been formed.
MEMBENTUK DESA TANGGUH BENCANA MELALUI IMPLEMENTASI MITIGASI BENCANA DI DESA JEMBATAN KEMBAR, KECAMATAN LEMBAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT Ihtiar, Rizky Alfatihatul; Nurin, Iffah Fikriana Al; Amanda, Humami Syifa; Diyanti, Putri Nurul; Willy Azra; Danisa Syawlina; Garin Prasetyo; Resti Alfaijah; Mila Febriyana; Dini Arianti; Zamzani, Muhammad Darda; Ni Nyoman Kencanawati
Jurnal Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i1.4209

Abstract

Desa Jembatan Kembar merupakan desa yang terletak di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat dan terdiri dari 6 dusun. Secara demografi, Desa Jembatan Kembar memiliki total kepala keluarga berjumlah 1.225 kepala keluarga dimana penduduk berjumlah 4.036 jiwa dengan rincian yaitu 1.985 orang laki-laki serta 2.054 orang wanita. Mata pencaharian utama di desa jembatan kembar yaitu petani serta peternak dengan luas area pertanian mencapai 220,5 m2 (Herliina, et al., 2023). Desa Jembatan Kembar yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan desa yang tidak luput dari ancaman bencana. Kurangnya pemahaman masyarakat terkait keadaan yang rawan akan bencana serta kurangnya rambu-rambu informasi evakuasi dapat berakibat buruk bagi masyarakat dan desa apabila terjadi bencana yang tidak diinginkan. Disamping itu, mata pencarian masyarakat dominan salah satunya yaitu sebagai peternak juga menyebabkan banyaknya limbah ternak berupa kotoran hewan ternak yang dalam hal ini sebagian besar adalah limbah ternak yang berasal dari sapi. Untuk itu diperlukan upaya yang dapat ditempuh untuk membentuk masyarakat yang paham akan kondisi rawan bencana adalah dengan membentuk desa tangguh bencana. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk membentuk desa tangguh bencana antara lain yaitu melaksanakan kegiatan sosialisasi tanggap bencana, membuat papan jalur evakuasi, serta pemanfaatan kotoran sapi untuk menjadi pupuk organik. kegiatan sosialisasi tanggap bencana dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2023 di kantor Desa Jembatan Kembar, pembuatan papan jalur evakuasi dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 13 Januari2024, serta pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2024.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN NILAI EKONOMI KACANG BUNCIS MENJADI PRODUK OLAHAN DI SEMBALUN TIMBA GADING Arya, Muhammad Haikal Akram; Mahendra, Wisnu; Yatin, Nur; Yuniarti, Citra; Rahmatullah, Indradi; Miranda, Johan; Risti, Anisa; Sari, Putri Imbin; Fatriani, Feni; Sari, Tika Puspa; Sarjan, Muhammad
Jurnal Wicara Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i3.4947

Abstract

Sembalun Timba Gading Village is one of 6 villages in the Sembalun sub-district. The strategic location of the area makes Sembalun Timba Gading Village very suitable for developing agricultural, plantation and tourism potential. Almost all the people in Sembalun Timba Gading Village work as farmers, but there are some people who work as civil servants, tour operators, MSME movers, etc. However, most of the community's income comes from the agricultural sector. One of the leading commodities of Timba Gading Village is Beans, which are planted and harvested every year. Therefore, Beans is our main focus, in this case Desapreneur, to improve the quality of MSMEs through the development and marketing of processed chickpea products.
EKSPLORASI POTENSI WISATA EDUKASI KEBUN KOPI: PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI DESA REMPEK DARUSSALAM Azizah, Rina Ristianty; Jayadi, Ahmad; Fitriani, Fitriani; Dirda, Jaduga Ekanur; Lestari, Imanda; Masyhuri, Zilly Arsyika; Susilayanti, Tuti; Ningrat, Muhammad Dwi; Hartanto, Alief Putra
Jurnal Wicara Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i4.5511

Abstract

Rempek Darussalam Village, located in Gangga District, North Lombok Regency, is one of the villages with rich agricultural potential, particularly in coffee cultivation. Coffee, as a key commodity, not only has high economic value but also great potential to be developed into an educational tourist attraction. This potential has not yet been fully utilized to support sustainable development in Rempek Darussalam Village. Facing these challenges, the KKN PMD UNRAM 2024 program aims to develop coffee plantation educational tourism as a solution to increase community income and promote local coffee products. This program is implemented through a series of activities, including training in creating educational tourism packages and marketing coffee products. The UNRAM Mataram University KKN group collaborates with local coffee farmers to build tourism facilities, including tour routes and areas for demonstrating the coffee processing. Additionally, training is conducted to enhance the skills of community members involved in communicating with visitors and managing tourism activities. Data collection is carried out through observation, surveys, and KKN activities where coffee plantation educational tourism becomes the main work program. This coffee plantation educational tourism successfully attracted tourists and resulted in increased income for coffee farmers. Evaluation shows that the community has improved skills in managing tourism and marketing coffee products. Furthermore, awareness of the added value of local coffee has increased, positively impacting the village's economy.
PENGEMBANGAN EKONOMI BIRU BERBASIS HASIL LAUT DI PULAU MARINGKIK MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN IKAN TANGKAPAN NELAYAN Waspodo, Saptono; Fahlevi, Muhammad Fahad; Ningrum, Bq Aulia Anita; Qur’aini , Rena Tilla; Mawardiah, Ainun Mawardiah; Wardia, Wardia; Huda, Nurul Huda; Zulhijjah, Indah Zulhijjah; Ningrum, Aditya Ningrum; Rachmadhan, Ilham Rachmadhan; Rifqi, M. Syarief Murtadho Rifqi
Jurnal Wicara Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i4.5512

Abstract

Maringkik Island has significant fishing potential that has not yet been fully utilized. This article discusses a community service program aimed at improving marine resource management through education and guidance. The program includes training in fish processing and packaging techniques, implementation of these techniques, and optimization of waste management. Results show an improvement in product quality, a reduction in environmental impact, and the empowerment of the local community.