cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
081349558346
Journal Mail Official
kognisia@ulm.ac.id
Editorial Address
Unit Jurnal dan Publikasi, Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kognisia
ISSN : 28096827     EISSN : 28096215     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Kognisia merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada riset Ilmu Psikologi, khususnya yang berkaitan dalam bidang psikologi kognitif dengan menggunakan pendekatan metode kuantitatif ataupun kualitatif. Jurnal Kognisia juga menerima artikel penelitian di bidang psikologi lain terkait topik kognitif atau perilaku secara umum. Jurnal Kognisia sebagai sarana komunikasi untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah di bidang psikologi kognitif. Adapun contoh topik penelitian yang relevan untuk jurnal kami: Kemampuan kognitif, Perkembangan kognitif, Terapi kognitif, Gaya kognitif, Proses belajar, Kognisi spasial, Persepsi, Berpikir, Penalaran, Memori, Perhatian, Pemecahan masalah, Pengolahan bahasa, Pengambilan keputusan dan lain-lain.
Articles 200 Documents
HUBUNGAN FANATISME PADA ANIME DENGAN SENSE OF COMMUNITY PADA ANGGOTA KOMUNITAS ROD BANJARMASIN Perwitasari, Raras Ayu Putri; Fauzia, Rahmi; Hidayatullah, Muhammad Syarif
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1625

Abstract

Anime adalah animasi khas Jepang. Semenjak tahun 2000-an budaya popular Jepang telah menyebar luas di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan berbagai kalangan di Indonesia menjadi penggemar anime bahkan sampai ada yang fanatis. Ada kecenderungan bahwa seseorang yang menyukai suatu hal yang berlebihan (fanatisme) akan mencari teman yang sama dengan dirinya dan membentuk sebuah komunitas untuk memenuhi kebutuhan bersama. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui hubungan fanatisme pada anime dengan sense of community pada anggota komunitas. Penelitian ini menggunakan correlational quantitative method. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yakni sampel jenuh yaitu menjadikan seluruh populasi sebagai subjek penelitian. Hasil analisis uji kolerasi menggunakan prodact moment dari Kalr Pearson menunjukkan terdapat hubungan positif antara fanatisme pada anime dengan sense of community pada anggota komunitas ROD Banjarmasin. Kesimpulannya bahwa semakin tinggi fanatisme pada anime, maka semakin tinggi pula sense of community yang terbentuk dan begitu sebaliknya.
Perbedaan Pemecahan Masalah dalam Mengatasi Bencana Kebakaran Lahan Gambut pada Warga di Desa Gunung Raja dan Kelurahan Landasan Ulin Selatan Yodita, Ananda Maudi; Erlyani, Neka; Achmad, Rendy Alfianoor
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1394

Abstract

Kalimantan Selatan merupakan daerah yang memiliki lahan gambut yang terbakar setiap tahunnya dengan wilayah yang paling luas adalah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut. Warga yang bermukim di sekitar wilayah bencana kebakaran lahan gambut diharapkan mampu melakukan pemecahan masalah agar bencana kebakaran tidak terjadi, oleh karena itu pengetahuan warga akan bencana dan pemecahan masalah akan menjadi faktor dari perilaku warga sekitar bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pemecahan masalah dalam mengatasi bencana kebakaran lahan gambut pada warga di desa Gunung Raja dan kelurahan landasan Ulin Selatan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan pemecahan masalah dalam mengatasi bencana kebakaran lahan gambut pada warga di desa Gunung Raja dan kelurahan landasan Ulin Selatan. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purpossive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi pemecahan masalah. Metode analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai sebesar t = 3, 086 < t tabel 1,984 hal ini menunjukkan terdapat perbedaan pemecahan masalah dalam mengatasi bencana kebakaran lahan gambut di desa Gunung Raja dan kelurahan Landasan Ulin Selatan
Pengaruh Pendidikan Seks di Sekolah terhadap Perilaku Seksual Remaja di MTsN X Barito Timur dan SMAN X Dusun Tengah Kartika, Fitria Ayu; Yuniarrahmah, Emma; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v6i1.6709

Abstract

Pada masa ini remaja diharapkan dapat menentukan orientasi seksualnya. Hal ini berkaitan dengan jenis kelamin yang mengacu pada bagaimana seseorang berperilaku dan mencerminkan penampilan dirinya. Jenis kelamin merupakan tanda biologis yang menjadi pembeda manusia berdasarkan kelompok perempuan maupun laki-laki.. Remaja mendapatkan isu perihal seksualitas termasuk perilaku seksual berdasarkan dari sumber yang beragam seperti media massa, elektronik, maupun cetak yang menyediakan isu tentang seksualitas (buku, iklan, dan situs web),dan juga melalui teman sebaya. Selain itu, materi pornografi di internet sangat mudah diperoleh sehingga dapat berpengaruh pada pikiran dan perilaku seksual remaja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan seks di sekolah terhadap perilaku seksual remaja di MTsN X Barito Timur dan SMAN X Dusun Tengah. Subjek penelitian ini berjumlah 99 partisipan remaja MTsN X Barito Timur dan SMAN X Dusun Tengah yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala Adolescent Sexual Behavior Inventory-Self Report (ACSBI-S) dan angket pendidikan seks. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana didapatkan hasil bahwa hipotesis nol diterima dan Ha ditolak karena nilai signifikansi lebih besar dari nilai koefisen alpha, artinya tidak ada pengaruh pendidikan seks di sekolah terhadap perilaku seksual remaja di MTsN X Barito Timur dan SMAN X Dusun Tengah.
HUBUNGAN ANTARA LOKUS KONTROL DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA MASYARAKAT DI WILAYAH TAMBANG BATUBARA ASAM-ASAM Tambunan, Tio SM Bey; Erlyani, Neka; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lokus kontrol dengan perilaku altruisme pada masyarakat di wilayah tambang batubara Asam-Asam. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 58 orang masyarakat RT 17 Desa Asam- Asam yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala lokus kontrol dan skala perilaku altruisme. Metode analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment didapatkan nilai r = 0,513 sebesar 0,000 (p< 0,05), yang artinya nilai (r) positif ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara variabel lokus kontrol dengan perilaku altruisme. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara lokus kontrol dengan perilaku altruisme pada masyarakat di wilayah tambang batubara Asam-Asam. Hubungan lokus kontrol dengan perilaku altruisme yang didapatkan dalam penelitian ini sebesar 26,3% sedangkan 73,7% sisanya adalah dari faktor-faktorjlain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Penyesuaian Diri pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SMPN 23 Banjarmasin (Studi Fenomenologi ABK yang Bersekolah bersama Siswa Normal) Ulul Azmi, Ayu Wandari; Safitri, Jehan; Fauzia, Rahmi
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2831

Abstract

Beberapa kasus penolakan yang diterima anak berkebutuhan khusus, menjadikan pembentukan penyesuaian diri bagi masing-masing mereka sangatlah penting. Terlebih bagi anak berkebutuhan khusus yang menjalani pendidikan di sekolah inklusi. Hal tersebut mengharuskan mereka untuk bisa menyesuaikan diri bersama orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Sehingga membuktikan bahwa mereka layak dan pantas untuk hidup dalam masyarakat umum disekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyesuaian diri anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah inklusi sesuai dengan aspek penyesuaian diri dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Subjek penelitian yaitu dua orang siswa berkebutuhan khusus berjenis kelamin laki-laki yang duduk di kelas VIII SMP Negeri 23 Banjarmasin dengan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dari R dan S diketahui bahwa mereka memiliki penyesuaian diri yang cukup baik dengan memenuhi beberapa aspek penyesuaian diri. Kedua subjek mampu untuk mengatur emosi yang muncul ketika terjadi suatu masalah dengan cara menahan, melaporkan kepada orang yang lebih dewasa (guru), serta belajar untuk tidak mengganggu orang lain dengan cara saling menghargai satu sama lain. Adapun faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri R dan S berupa kondisi lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, sehingga mampu meningkatkan penyesuaiannya dengan cukup baik. Guru dan teman yang memberikan perhatian khusus dapat membantu subjek merasa nyaman dan meningkatkan penyesuaian diri mereka dengan cara pembelajaran dan pengalaman. Meski masih dibantu oleh GPK, namun penyesuaian diri R dan S terbentuk cukup baik, terbukti saat di sekolah mereka bisa berteman secara baik dan tidak saling menyakiti.Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Inklusi ABSTRACTSome cases of rejection received by children with special needs make self-adjustments to each child very important. Especially for children with special needs who are undergoing education in inclusive schools. This requires them to be able to adjust to the people and environment around them. So that it proves that they are worthy and worthy to live in the general public around them. The purpose of this study was to find out self-adjustment of children with special needs who attended an inclusive school based on the aspects of self-adjusment and the influencing factors. A qualitative research design with a phenomenological study approach was used in the study. The research subjects were two male students with special needs in class VIII SMP Negeri 23 Banjarmasin with a purposive sampling technique. Data were collected using observation and interview techniques. The results of the R and S research indicate that they have a fairly good self-adjustment by fulfilling several aspects of adjustment. Both subjects were able to regulate the emotions that arise when a problem occurs by holding back, reporting to an older person (teacher), and learning not to disturb others with mutual respect. The factors that influence the self-adjustment of R and S are in the form of a safe and comfortable school environment, so that it is able to increase the self-adjustment quite well. Teachers and friends who pay special attention can help subjects feel comfortable and improve their self-adjusment to learning and experiences. Although they are still accompanied by SCT, R and S can be adjusted well, it is proven that when they are at school they can be good friends and not hurt each other.Keywords: Self-Adjustment, Children with Special Needs, Inclusive School.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN KESADARAN DIRI PADA SISWA SMPN 8 BANJARMASIN Effendi, Miftah Farid; Akbar, Sukma Noor; Rachmah, Dwi Nur
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan kesadaran diri pada siswa SMPN 8 Banjarmasin. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa/i SMPN 8 Banjarmasin berjumlah 768 orang siswa/i. instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan skala dukungan sosial orang tua dan skala kesadaran diri. Berdasarkan hasil uji korelasi penelitian, di peroleh nilai korelasi sebesar r = 0.512 dengan p = 0.000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil uji korelasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dan kesadaran diri pada siswa SMPN 8 Banjarmasin. Adapun sumbangan dukungan sosial orang tua dan kesadaran diri di peroleh sebesar 26.2%. dengan demikian 73.8% lainnya merupakan sumbangan faktor yang mempengaruhi kesadaran diri seperti keadaan emosional, faktor demografis, dan faktor fisik. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka, semakin tinggi  pula kesadaran diri. Saran bagi orang tua  agar lebih meningkatkan lagi dukungan sosial kepada anak-anaknya agar kesadaran dirinya lebih meningkat dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan variabel lain yang berhubunga dengan kesadaran diri.
Hubungan Kepercayaan Diri dengan Body Dissatisfaction pada Mahasiswa Laki-Laki Universitas Lambung Mangkurat yang Melakukan Perawatan Skincare Amini, Amelia; Zwagery, Rika Vira; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 7, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v7i2.9464

Abstract

Body dissatisfaction adalah pemikiran dan perasaan negatif terhadap bentuk tubuh ideal dengan tubuh sebenarnya, body dissatisfaction pada individu dapat dipengaruhi oleh kepercayaan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan kepercayaan diri dengan body dissatisfaction pada mahasiswa laki-laki Universitas Lambung Mangkurat yang melakukan perawatan skincare. Sampel penelitian ini 210 laki-laki usia 18-25 tahun menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian ini adalah correlation product moment, dengan pengumpulan data menggunakan skala PEI dari Shrauger (1995) dan BAS-2 dari Tylka dan Wood-Barcalow (2015). Hasil penelitia ini menunjukan r = 0,535; n = 210; p = 0,000< 0,05; yang artinya adanya hubungan kepercayaan diri dengan body dissatisfaction pada mahasiswa laki-laki. Nilai korelasi menunjukan arah hubungan positif antar variabel, yang berarti semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin tinggi juga body dissatisfaction pada mahasiswa laki-laki yang melakukan perawatan skincare, dan sebaliknya semakin rendah kepercayaan diri maka semakin rendah juga body dissatisfaction pada mahasiswa laki-laki yang melakukan perawatan skincare.
HUBUNGAN ANTARA KESADARAN DIRI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA RELAWAN GURU SEKUMPUL Widayanti, Wiwin; Safitri, Jehan; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1677

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untukimengetahui apakah ada hubungan antara kesadaran diri dengan perilaku altruism pada relawan haul guru sekumpul. penelitian ini menggunakan  proportional  purposive  sampling.  Metode  analisis data menggunakan korelasi product moment. Instrument yangldigunakan adalah skala kesadaran diri dan perilaku altruism. Hasil korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan positiflantara kesadaran diri dengan perilaku altruism pada relawan haul guru sekumpul. adapun hubungan efektif kesadaran diri dengan perilaku altruism adalah sebesarl26,7%, sedangkan 73,3%.sisanya adalah dari variabelvariabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
LOCUS OF CONTROL PADA WANITA RAWAN SOSIAL EKONOMI DI PANTI SOSIAL BINA WANITA MELATI BANJARBARU Elmayandari, Novita; Akbar, Sukma Noor; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i1.1380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui locus of control pada wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) ditinjau dari faktor pembentuk, dan ciri internal eksternal. Menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive hingga mendapatkan empat subjek. Tehnik penggalian data menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian ditinjau dari faktor pembentuk berupa faktor penguatan, stimulus respon, keluarga, motivasi, dan pelatihan telah dimiliki oleh keempat subjek. Ditinjau dari ciri internal berupa kontrol perilaku diri yang baik, perilaku dalam bekerja positif, aktif mencari informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan kondisi, memiliki self-esteem tinggi, memiliki kemampuan mengatasi stress dan kesulitan, meyakini reward dan punishment yang diterima berhubungan dengan kinerja yang dihasilkan, dan memiliki kepuasan kerja tinggi dimiliki oleh keempat subjek namun pada subjek pertama dan ketiga kurang mampu mengontrol diri dan pada subjek ketiga kurang memiliki self-esteem. Ditinjau dari ciri eksternal berupa cenderung mudah menyerah, memiliki tingkat kecemasan tinggi, penyesuaian sosial kurang baik, konformitas terhadap otoritas, mudah mengalami frustasi, menyandarkan harapan dan bergantung kepada orang lain, tidak berdaya menghadapi tekanan, mudah menyerah dan putus asa saat menerima masalah tidak dimiliki keempat subjek, pada subjek ketiga termasuk orang yang pasif dalam bergaul, pada subjek keempat masih bergantung terhadap orang tua karena tidak bekerja.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN PENGUASAAN KOSAKATA PADA ANAK DI TK X BANJARMASIN Jasmiin, Nadilla Nur Alaika; Zwagery, Rika Vira; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2655

Abstract

Perkembangan bahasa menjadi salah satu aspek terpenting pada pendidikan anak usia dini karena bahasa akan memudahkan anak dalam berkomunikasi dan kualitas dalam berbahasa ditentukan oleh jumlah kosakata yang dimiliki anak. Pada saat ini anak-anak sering sekali menggunakan gadget. Padahal gadget dapat menghambat perkembangan bahasa anak dikarenakan anak lebih banyak mendengar kosakata pasif yang tidak membutuhkan respon. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan penguasaan kosakata pada anak di TK X Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah subjek 74 orang yang terdiri dari 26 laki-laki dan 48 perempuan yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Skala yang digunakan terdiri dari skala intensitas penggunaan gadget dan tes penguasaan kosakata. Data dianalisis menggunakan uji statistik non paramterik spearman rho. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan penguasaan kosakata pada anak di TK X Banjarmasin dengan arah hubungan negatif (r = -0,379 ; p = 0,001). Artinya, semakin tinggi intensitas penggunaan gadget, semakin rendah penguasaan kosakata. Sebaliknya, semakin rendah intensitas penggunaan gadget, semakin tinggi penguasaan kosakata.