cover
Contact Name
Fauzan
Contact Email
jurnal.madania@gmail.com
Phone
+6281331852714
Journal Mail Official
jurnal.madania@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211 Bengkulu, Sumatra, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Madania: Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 14108143     EISSN : 25021826     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/madania
Madania: Jurnal Kajian Keislaman is a peer-reviewed international journal focusing on Islamic studies. The journal provides a platform for disseminating the latest research and scholarly discussions on Islam and Muslim culture in a broad sense, encompassing theoretical and empirical investigations of themes relevant to Muslim societies globally and beyond. Madania publishes articles under six main topics: Islamic Law – Discussions on fiqh, legal theory, and contemporary issues in Islamic jurisprudence. Islamic Education – Research on pedagogical theories, practices, and innovations in Islamic education. Islamic Economy – Analyses of Islamic financial systems, economic theories, and practices. Islamic Theology, Philosophy, and Psychology – Studies exploring theological debates, philosophical perspectives, and psychological dimensions of Islamic thought. Islamic Communication – Research on communication ethics, media studies, and the role of communication in Islamic contexts. Study of the Qur’an and Hadith – Investigations of textual analysis, interpretations, and the application of Islamic scriptures. Madania accepts two types of articles: Research Articles: Scholarly reports presenting the results of quantitative or qualitative studies that contribute to the advancement of knowledge in Islamic studies across the six themes. Conceptual Articles: Papers offering theoretical perspectives, models, or philosophical analyses relevant to Islamic studies, engaging with contemporary theories and frameworks. All submissions to Madania undergo a rigorous double-blind peer-review process to ensure high standards of quality and academic integrity. The journal is committed to publishing original, innovative, and impactful research that addresses contemporary challenges in the Islamic world.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 1 (2020): JUNE" : 10 Documents clear
Scientific and Characteristic Dimension of 2013 Curriculum Implementation to Islamic Religious Education (PAI) Subject at SMKN 2 Bengkulu Zubaedi, Zubaedi
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5236

Abstract

The article examines 2013 curriculum (K-13) implementation of Islamic Religious Education (PAI) subject towards paradigm of scientific and characteristic. There were two issues to be discussed: First, how do the teachers plan the K-13 implementation? Second, how do the teachers implement the learning patterns of PAI subject according to K13? Qualitative approach was employed by understanding related-person performance in certain situation naturally, or without influenced by surrounding. In qualitative study analysis, inductive method was applied by overlooking initial hypothesis, while exploring the patterns, forms, and themes in examining data systematically. The present study found that the implementation of K-13 in PAI subject at State Vocational High School (SMKN) 2 Bengkulu run systematically and programmatically. The K-13 program was began with conducting training, designing program for annually, every semester, monthly, and daily, as well as for remedial program. The learning process of K-13 was implemented through introductory, core, and closing activities. The K-13 implementation indicated scientific-based learning, such as inquiry, discovery, problem solving, and video analysis. This implementation revealed that benefit to build religious character. Artikel ini secara umum mengkaji implementasi kurikulum 2013 (K-13) dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan paradigma saintifik dan karakter. Ada dua permasalahan yang akan dijawab dalam tulisan ini. Pertama, bagaimanakah  langkah-langkah perencanaan yang dilakukan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 yang berparadigma saintifik dan karakter,? Kedua, bagaimanakah langkah-langkah  guru  dalam mengimplementasikan pola pembelajaran PAI  sesuai paradigma kurikulum 2013 yang bercirikan saintifik dan karakter?  Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatitf. Sesuai dengan kerangka penelitian kualitatif, peneliti  memahami peristiwa dalam kaitannya dengan orang dalam situasi tertentu secara wajar, langsung apa adanya, tanpa dipengaruhi unsur-unsur dari lingkungan.  Analisis dalam peneletian kualitatif menggunakan  cara induktif dengan mengesampingkan hipotesis awal, namun mencari pola, bentuk dan tema-tema dalam mengungkapkan data secara sistematis.  Tulisan ini mengungkapkan temuan bahwa implementasi kurikulum 2013 dalam mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Bengkulu berjalan secara sistematis dan terprogram. Diawali dengan pelatihan kurikulum 2013 di kalangan guru PAI,  penyusunan program tahunan, program semester, program mingguan dan harian, dan program remedial. Implementasi   K-13 dalam  pembelajaran   melalui  kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir dalam pembelajaran. Pembelajarannya terbukti menggunakan rambu-rambu saintifik, yaitu: inkuiri, diskoveri, pemecahan masalah, dan analisis video. Implementasinya terbukti bermanfaat secara positif  penanaman karakter religius.
The Students’ Knowledge, Attitudes, and Behavior in Learning History at Pesantren Buya Hamka Indra, Ristapawa; Kustati, Martin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5231

Abstract

This study aims to determine the implementation stage of history learning process for students at the Pesantren Buya Hamka; the stages of knowledge, attitudes, and behavior of students regarding nationalism and patriotism; and the correlation of leadership variables, school climate, teacher performance, and pesantren culture to history learning and also to students’ knowledge, attitudes, and behavior regarding nationalism and patriotism. This study also aims to find out the significant influence of historical learning variables on knowledge, knowledge variables on attitudes and attitudes on students’ behavior. This study combines survey research quantitative approach with descriptive, correlation, and regression methods. The results show there is a significant correlation between independent variables with historical learning variables and student knowledge variables about nationalism and patriotism. Meanwhile, there is no significant correlation between independent variables and student behavior variables. The results also show only the history of learning variables among the five independent variables that significantly influence the knowledge of nationalism and student patriotism. Student knowledge variables about nationalism and patriotism partially also affect changes in student attitudes, while changes in student attitudes do not affect linearly on changes in student behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap pelaksanaan pembelajaran sejarah siswa di Pesantren Buya Hamka Kota Padang; tahap pengetahuan, sikap dan perilaku siswa berkenaan dengan nasionalisme dan patriotisme melalui pembelajaran sejarah; dan korelasi variabel  kepemimpinan, iklim sekolah, kinerja guru dan kultur Pesantren terhadap pembelajaran sejarah dan juga terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku siswa berkenaan dengan   nasionalisme dan patriotisme. Kemudian, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh signifikan variabel pembelajaran sejarah terhadap pengetahuan, pengaruh variabel pengetahuan terhadap sikap dan pengaruh sikap terhadap perilaku  siswa. Penelitian ini perpaduan penelitian survey dengan   pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi signifikan antara variabel indenpendent dengan variabel pembelajaran sejarah dan variabel pengetahuan siswa tentang nasionalisme dan patriotisme. Sementara itu, tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variabel independen dengan variabel perilaku siswa. Berikutnya  hasil analisis menunjukkan hanya variabel pembelajaran sejarah diantara lima variabel indenpenden yang berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan nasionalisme dan patriotisme siswa. Variabel pengetahuan siswa tentang nasionalisme dan patriotisme secara parsial juga berpengaruh terhadap perubahan sikap siswa, sementara perubahan sikap siswa tidak berpengaruh secara linear terhadap perubahan perilaku siswa. 
The Language Choice as A Reflection of Islamic Communication in the Quran-Japanese Translation Rahayu, Ely Triasih; Fauzan, Ahmad
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5237

Abstract

Ittishâl  in Arabic language  means  message  connectivity  within a communication  process.  In Islam, a communication  process requires  the precision  of language  users in choosing  a language.  Language  choice in Islamic communication  aims at maintaining  a positive  relationship  among humans  (hablumminannâs),  and humans’ sincere love to God (hablumminallâh).  This qualitative  research which data source is from surah An- Nisâ’ discusses how the Quran translated  into Japanese language distinguishes  language choices for humans (as God Servants) and those intended to praise God. There are noun word choices for God which are initiated with the kanji marker go/o (御) and not found in those referring to humans. Furthermore, there are respectful verbs (songkeigo)  to praise the God’s actions,  yet not for humans’.  These language  choice’s  differences are intended to educate humans not to be arrogant or to always be humble because only God is the Sublime. The other objective is as the communication guidance in Islam, especially in performing prayers to always use polite languages to praise God that a sincere love will be created from the servants to the God. Ittishâl dalam bahasa Arab berarti konektivitas  pesan dalam proses komunikasi.  Dalam Islam, proses komunikasi membutuhkan ketepatan pengguna bahasa dalam memilih bahasa. Pilihan bahasa dalam komunikasi Islam bertujuan  mempertahankan  hubungan  yang baik antara manusia (hablumminannâs),  dan cinta manusia yang tulus kepada Allah (hablumminallâh).  Penelitian kualitatif yang sumber datanya berasal dari surah Al-Nisâ’, membahas bagaimana Alquran yang diterjemahkan  ke dalam bahasa Jepang membedakan pilihan bahasa bagi manusia  (sebagai  Hamba  Tuhan)  dan yang  dimaksudkan  untuk  memuji  Tuhan.  Tidak  ada pilihan  kata untuk Tuhan yang dimulai dengan penanda  kanji go / o (御) dan tidak ditemukan  pada mereka yang merujuk  pada manusia. Selain itu, ada kata kerja penuh hormat (songkeigo) untuk memuji tindakan Tuhan, namun tidak untuk manusia.  Perbedaan  pilihan  bahasa  ini dimaksudkan  untuk  mendidik  manusia  untuk  tidak menjadi  sombong atau untuk selalu rendah hati karena hanya Tuhan yang Mahakuasa.  Tujuan lainnya adalah sebagai pedoman komunikasi dalam Islam, terutama dalam melakukan doa untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan untuk memuji Tuhan bahwa cinta yang tulus akan diciptakan dari para hamba kepada Tuhan.
The Utilization of Picture and Picture Strategy: An Effective Way to Improve EFL Students’ Writing Ability Hakim, M. Arif Rahman; Susanti, Trinur; Asiyah, Asiyah; Abidin, Mohamad Jafre Zainol
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5232

Abstract

The aim of this study is to find out whether or not there was a significant difference between students who were taught using picture and picture strategy and that of those who were not in writing recount text. The study employed a quasi-experimental study. The population in this study were the second grade students of Madrasah Tsanawiyah in Bengkulu city, Indonesia with a total number are 89 students. Out of this population, 60 students were taken as the sample. They are divided into two groups; experiement and control group, which consisted of 30 students for each group. The data were collected by using writing test. The data obtained were analyzed by using t- test formula. The data were found that the result of t-count post-test (6.34) was higher than t- table (2.00) with α = 5 % and df= 58. The finding of this research shows that there is a significant difference between students in Madrasah Tsanawiyah who are taught using picture and picture strategy and that of those who are not. Based on the result on the study, picture and picture strategy can improve students’ writing achievement in writing recount text evidently. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan strategi gambar dan gambar dan siswa yang tidak dalam menulis teks pengalaman. Penelitian ini menggunakan studi quasi-eksperimental. Populasi dari penelitian ini adalah para siswa kelas dua Madrasah Tsanawiyah di kota Bengkulu, Indonesia dengan jumlah total 89 siswa. Dari populasi ini, 60 siswa diambil sebagai sampel. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: grup eksperimen dan kontrol , yang terdiri dari 30 siswa untuk setiap kelompok. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes menulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus t-test. Data yang telah dihasilkan yaitu hasil dari t-hitung dari tes akhir (6,34) lebih tinggi dibandingkan t-tabel (2,00) dengan α = 5 % dan df= 58. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa di Madrasah Tsanawiyah yang diajar menggunakan strategi picture and picture dengan mereka yang tidak. Berdasarkan hasil pada penelitian, strategi picture and picture secara jelas dapat meningkatkan hasil pencapaian para siswa dalam menulis teks pengalaman.
A Comparison of Science Integration Implementation in Two State Islamic Universities in Indonesia Sayuti, Wahdi; Rahiem, Maila D.H.
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5240

Abstract

The transformation of IAIN (State Institute for Islamic Studies) into UIN (State Islamic University) cannot be isolated from discourses on identity, concepts, aspirations of the standard of Islamic education and its goal to incorporate the principle of integration of science. However, since the transformation of these institutions, the integration of science practice still appears at the normative-philosophical level and is not yet in the empirical-implementation domain. The aim of this study is, therefore, to reveal and explain the implementation of the integration of the science concept at the technical-operational level, which focuses on the curriculum design and learning process at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta and UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. The results of the study showed that these two universities have similarities in the concept of the integration of science and have almost the same objectives, i.e., decreasing the dichotomy of science between religious and general science. However,  UIN Maulana Malik Ibrahim Malang has a more organized and structured approach to the idea of integration, from theory and framework to the practice of curriculum design and the learning process. Perubahan status kelembagaan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) tidak bisa dilepaskan dari  diskursus tentang identitas, gagasan, ekspektasi terhadap mutu lembaga pendidikan Islam dan sekaligus mengemban misi tentang pentingnya integrasi keilmuan. Namun demikian, sejak perubahan status kelembagaan ini, integrasi keilmuan yang dikembangkan di UIN ini nampaknya masih berada pada tataran normatif-filosofis dan belum menyentuh wilayah yang lebih empirik-implementatif. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan implementasi integrasi keilmuan ke dalam tataran yang lebih teknis operasional, yang dalam penelitian ini difokuskan pada pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara substantif, kedua perguruan tinggi Islam memiliki kemiripan konsep integrasi keilmuan dan memiliki tujuan yang hampir sama, yakni menghilangkan dikotomi keilmuan, antara ilmu agama dan ilmu umum. Namun, jika dibandingkan antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, maka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dinilai lebih terencana dan sistematis dalam merumuskan konsep integrasi keilmuannya, dari mulai perumusan konsep dan paradigma sampai pada operasionalisasi penyusunan kurikulum dan proses pembelajaran.
The Models of Character and Akhlaq Education for Special Needs Children in An Inclusion School Drajat, Manpan; Mohd Nor, Mohd Roslan
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5235

Abstract

The law stresses that education is the right of all citizens, including children with special needs. The need for education is the same as school-age children in general, but the training provided is adjusted to the specifics of the children. It is certainly guaranteed that all children need character education and akhlaqul karîmah. This research aims to explore how character education and akhlaq in children with special needs in Al-Ghazali Jatinangor Inclusion Elementary School. The method used is phenomenological quality research. The data is collected in by observations, interviews, documentations, and Focus Group Discussion (FGD). Then, it was analyzed using interactive analysis techniques. The results indicate that the education program at Al-Ghazali Inclusion Elementary School is different from most other elementary schools. It has long hours of teaching and learning activities and most of the students’ time conducted at school activities are filled with daily routines that build consistent characters and akhlaqul karîmah for the students.  Undang-undang menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua warga termasuk anak berkebutuhan khusus. Kebutuhan akan pendidikan anak berkebutuhan khusus sama dengan anak usia sekolah pada umumnya, akan tetapi pendidikan yang diberikan tentu disesuaikan dengan kekhususan anak tersebut. Namun dapat dipastikan bahwa semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus membutuhkan pendidikan karakter dan akhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan karakter dan akhlak pada anak berkebutuhan khusus di Sekolah Dasar (SD) Inklusi Al-Ghazali Jatinangor Sumedang. Metode yang digunakan penelitian ini adalah penelitian kualitatf fenomenologi. Data penelitian ini dikumpulkan dengan observasi, wawancaran, dokumentasi dan Focus Group Discussion (FGD). Data dianalisis dengan teknik interactive analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pendidikan di SD Inklusi Al-Ghazali Jatinangor ini berbeda dengan kebanyak SD lainnya yaitu jam kegiatan yang panjang yang sebagian besar waktu kegiatan di sekolah diisi dengan daily routin yang membangun karakter dan akhlak mulia yang dilakukan secara konsisten, baik untuk anak normal mupun anak berkebutuhan.
Messages of Religious Moderation Education in Sambas Islamic Manuscripts Mahrus, Erwin; Prasojo, Zaenuddin Hudi; Busro, Busro
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5233

Abstract

In the beginning of the 20th century, West Kalimantan had a number of social issues, especially in the context of religious moderation. Both individuals and groups claim one another as being the most proper ones. Fom that condition, a negative impact occurred on social order in society. Observing to this situation, Muhammad Basiuni Imran, the Maharaja Imam to the Kingdom of Sambas, initiated a meeting of Islamic religious leaders and priests for the Western part of Borneo. This work is based on research conducted on manuscripts that recorded the speeches of West Kalimantan religious leaders and priests (ʻâlim ulamâ) in the meeting. Considering that this study is aimed at exploring the manuscripts, to approach the issue the authors employ philology that includes the inventory of manuscripts, identification of origins, compiling descriptions, making text summaries, and finally presenting messages of religious moderation education in the related texts. This study successfully concludes that those Islamic manuscripts of Sambas in West Kalimantan, including the manuscript by Maharaja Imam Sambas are on the end of extinction due to ages of century. The text is full of messages of religious moderation education as seen in the principle of flexibility and renewal (tajdîd), the principle of ease (taysîr), and the principle of tolerance (tasâmuh). Finally, the madrasa founded by Maharaja Imam Sambas is as among the oldest Islamic education institution that promotes religious moderation in West Kalimantan. Di awal abad ke-20, Kalimantan Barat mengalami berbagai isu sosial, khususnya yang berkaitan dengan masalah moderasi beragama. Setiap kelompok dan bahkan individu cenderung mengklaim kebenaran masing-masing dalam menyikapi kondisi soail yang ada dalam rangka parktik keberagamaan di Sambas. Kondisi tersebut telah berdampak negative pada keberlangsungan kehidupan sosial keagamaan dalam masyarakat. Menyikapi kondisi tersbut, Muhammad Basiuni Imron, Maharaja Imam Sambas, menginisiasi pertemuan yang mengundang para ulama dan tokoh agama Islam yang ada di wilayah Borneo bagian Barat kala itu. Artikel ini mengexplorasi hasil pertemuan tersebut yang terekam dalam kumpulan manuskrip Islam yang ditulis oleh Maharaja Imam Sambas tersebut. Oleh karena itu penulis menggunakan pendekatan filologi yang meliputi inventarisir manuskrip, identifikasi asal manuskrip, penyajian deskripsi isi manuskrip, membuat kesimpulan isi teks, dan penyajian pesan-pesan tentag Pendidikan moderasi beragama yang dikandungi oleh teks. Paper ini menyajikan kesimpulan bahwa kumpulan manuskrip Islam di Sambas tersebut yang juga termasuk yang ditulis oleh Maharaja Iman Sambas ialah tergolong manuskrip langka dan berada pada kondisi yang meprihatinkan. Kompulan manuskrip tersebut mengandung banyak pesan tentang pentingnya Pendidikan moderasi beragama yang terkandung pada beberapa prinsip seperti tajdîd, tasyîr, dan tasâmuh. Akhirnya, madrasah sebagai institusi pendidikan Islam yang didirikan oleh Maharaja Imam Sambas merupakan salah dari beberapa institusi pendidikan Islam yang menjadi bukti gerakan mempromosikan moderasi beragama Kalimantan Barat.
Responses of Madrasah to Social Change: A Study on Madrasah Aliyah in Bengkulu City Samsudin, Samsudin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5238

Abstract

Madrasah Aliyah is an Islamic educational institution that combines the teaching of religious sciences and general science. Madrasah Aliyah is an agent of change and at the same time Madrasah Aliyah as an object of social change. The problem of this research is how Madrasah Aliyah responds to the process of change that occurs in the community. The purpose of this study is to describe the forms of activities undertaken by Madrasah Aliyah in response to social changes that occur in Bengkulu. By using descriptive qualitative methods with a sociological approach, research data were obtained through interview, observation and documentation techniques. Subsequent research data were analyzed using Miles and Huberman's perspective flow model. The results of the study are that the response of Madrasah Aliyah to social change, including improving various functions of the madrasah, improving the function of transformation and adaptability, strengthening the formation of religious character and social control, encouraging becoming an inventor / innovator, increasing the miniature function of family religion, values education universal, and strengthening the synergy of the tri-education center (education in the family (informal education), education in schools (formal education), and education in the community (non formal education). Madrasah Aliyah merupakan lembaga pendidikan Islam yang memadukan pengajaran ilmu-ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Madrasah Aliyah merupakan agen pencipta perubahan dan dalam waktu yang bersamaan Madrasah Aliyah sebagai objek perubahan sosial. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana Madrasah Aliyah merespon proses perubahan yang terjadi di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan Madrasah Aliyah sebagai respon atas perubahan sosial yang terjadi di Bengkulu. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis, data penelitian diperoleh melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan menggunakan model alir perspektif Miles dan Huberman. Hasil penelitian, bahwa respon Madrasah Aliyah terhadap perubahan sosial, di antaranya meningkatkan berbagai fungsi madrasah, di antaranya  meningkatkan fungsi transformasi dan adaptabilitas, penguatan pembentukan karakter keagamaan dan kontrol sosial, mendorong menjadi inventor/innovator, meningkatkan fungsi miniatur keagamaan keluarga, pendidikan nilai-nilai universal, dan penguatan sinergitas tri pusat pendidikan
Implementation of Quality Control Management for Student Guidance in MAN 1 Parepare Halik, Abdul; Das, St. Wardah Hanafie
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5234

Abstract

The purpose of this study is to control the quality control of the guidance of the students, to minimize the quality control management barrier in the field of student guidance, and to formulate the applicative concept of the implementation of the quality control management field guidance of students in State Islamic Senior High School (MAN) 1 Parepare. This research method is case study, MAN 1 Parepare as the research object, data collecting technique are observation, interview, document study, triangulation, and Focus Group Discussion (FGD). Data analysis techniques are the identification and reduction of data, analysis, verification and conclusion. As results, MAN 1 Parepare has not applied quality management guidance and counselling learners. Barriers to the implementation of quality control management are limited human resources, insufficient infrastructure, limited budgets, uncompetitive learners, low external support, and limited partnerships. The implementation of quality control management of guidance and counselling field of students in MAN 1 Parepare is to carry out management functions in quality control, beginning with availability of quality standard system, quality procedure, quality audit, and quality control. The institutional requirements of the application of quality control management are the political will of the head of madrasah, the commitment and togetherness of human resources, the fulfilled infrastructure, the adequate budget, and the broad partnership. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengontrol kualitas bimbingan siswa, meminimalkan hambatan manajemen kontrol kualitas dalam bidang membimbing siswa, dan untuk merumuskan konsep aplikatif dari penerapan bimbingan bidang manajemen kontrol kualitas siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Parepare. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan objek penelitian sekolah MAN 1 Parepare, teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi dokumen, triangulasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Teknik analisis data adalah identifikasi dan reduksi data, analisis, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Parepare. Sekolah ini belum menerapkan bimbingan manajemen mutu dan konseling peserta didik. Hambatan dalam penerapan manajemen pengendalian kualitas adalah sumber daya manusia yang terbatas, infrastruktur yang tidak memadai, anggaran yang terbatas, pelajar yang tidak kompetitif, dukungan eksternal yang rendah, dan kemitraan yang terbatas. Implementasi manajemen kontrol kualitas bidang bimbingan dan konseling siswa di MAN 1 Parepare adalah untuk melaksanakan fungsi manajemen dalam kontrol kualitas, dimulai dengan ketersediaan sistem standar kualitas, prosedur kualitas, audit kualitas, dan kontrol kualitas. Persyaratan institusional penerapan manajemen kontrol kualitas adalah kemauan politik kepala madrasah, komitmen dan kebersamaan sumber daya manusia, infrastruktur yang terpenuhi, anggaran yang memadai, dan kemitraan luas.
The Paradigm of Science IntegrationiIn Islamic University:The Historicity and Development Pattern of Islamic Studies in Indonesia Efrinaldi, Efrinaldi; Andiko, Toha; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5239

Abstract

This article aims to discuss the patterns of science integration in Islamic universities in Indonesia and the development models. This study used qualitative method, the data source consists of informants and documentation, as well as data collection techniques carried out through in-depth interviews, participant observation, focus group discussions and documentation review. As results, the application of science integration patterns in several Islamic universities turns out to be different, based on different understanding of the concept of science integration and local socio-cultural settings, according to the their respective established backgrounds. The State Islamic University (UIN) generally applies integration, not Islamization, by combining Islamic science and general science. This is stated in the vision and mission of higher education. As for practice, the implementation of science integration is applied to the faculty through direct policy from the university. In general, Islamic universities in Indonesia have already had a philosophical paradigm, by carrying out a distinctive concept of science integration. In the elaboration aspect of the integration paradigm, it is reflected in the applied curriculum. However, from the explanation, science integration actually aims at integrating religious disciplines with modern technology and science, which is implemented in Islamic higher education in Indonesia. In developing the concept of science integration in each UIN in Indonesia, it has editorial diversity and contextual elaboration with the environment and culture of respective regions. Artikel ini bertujuan membahas pola integrasi keilmuan pada perguruan tinggi Islam di Indonesia dan model pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sumber datanya terdiri dari informan dan dokumentasi, serta teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, focus group discussion dan telaah dokumentasi. Hasilnya, penerapan pola integrasi keilmuan pada beberapa lembaga perguruan tinggi Islam tersebut ternyata berbeda-beda, berdasarkan perbedaan pemahaman tentang konsep integrasi keilmuan dan setting sosial-budaya yang bersifat lokal, sesuai latar belakang perguruan tinggi itu didirikan. Universitas Islam Negeri (UIN) umumnya menerapkan integrasi, bukan islamisasi, yaitu dengan memadukan antara Islamic science dan sains umum. Ini tertuang dalam visi dan misi perguruan tinggi. Adapun prakteknya, pelaksanaan integrasi keilmuan diterapkan pada fakultas melalui kebijakan langsung dari universitas. Secara umum, Perguruan Tinggi Islam di Indonesia telah memiliki paradigma filosofis, dengan mengusung konsep integrasi keilmuan yang khas. Dalam aspek penjabaran paradigma integrasi tersebut, tercermin dalam kurikulum yang diterapkan. Namun, dari penjabarannya integrasi keilmuan sesungguhnya ingin memadukan disiplin ilmu keagamaan dengan teknologi dan sains modern, yang diimplementasikan dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Dalam pengembangan konsep integrasi keilmuan di masing-masing UIN di Indonesia memiliki keragaman redaksional dan elaborasi yang sangat kontekstual dengan lingkungan dan kultur daerah masing-masing.

Page 1 of 1 | Total Record : 10