cover
Contact Name
Fauzan
Contact Email
jurnal.madania@gmail.com
Phone
+6281331852714
Journal Mail Official
jurnal.madania@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211 Bengkulu, Sumatra, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Madania: Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 14108143     EISSN : 25021826     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/madania
Madania: Jurnal Kajian Keislaman is a peer-reviewed international journal focusing on Islamic studies. The journal provides a platform for disseminating the latest research and scholarly discussions on Islam and Muslim culture in a broad sense, encompassing theoretical and empirical investigations of themes relevant to Muslim societies globally and beyond. Madania publishes articles under six main topics: Islamic Law – Discussions on fiqh, legal theory, and contemporary issues in Islamic jurisprudence. Islamic Education – Research on pedagogical theories, practices, and innovations in Islamic education. Islamic Economy – Analyses of Islamic financial systems, economic theories, and practices. Islamic Theology, Philosophy, and Psychology – Studies exploring theological debates, philosophical perspectives, and psychological dimensions of Islamic thought. Islamic Communication – Research on communication ethics, media studies, and the role of communication in Islamic contexts. Study of the Qur’an and Hadith – Investigations of textual analysis, interpretations, and the application of Islamic scriptures. Madania accepts two types of articles: Research Articles: Scholarly reports presenting the results of quantitative or qualitative studies that contribute to the advancement of knowledge in Islamic studies across the six themes. Conceptual Articles: Papers offering theoretical perspectives, models, or philosophical analyses relevant to Islamic studies, engaging with contemporary theories and frameworks. All submissions to Madania undergo a rigorous double-blind peer-review process to ensure high standards of quality and academic integrity. The journal is committed to publishing original, innovative, and impactful research that addresses contemporary challenges in the Islamic world.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER" : 15 Documents clear
Analysis of Stock Waqf Regulations as the Foundation for Implementation in Indonesia Suhendar, Fikry Ramadhan; Sholihah, Nurlailiyah Aidatus; Ahmad, Khadher; Masruri, Muhammad
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.5856

Abstract

This article aims to analyze the regulations governing stock waqf, which forms the basis for implementing stock waqf in Indonesia. Stock waqf involves movable property categorized as securities. The study employs a qualitative approach, drawing data from relevant literature on waqf. Qualitative data collection techniques include literature review related to waqf. Descriptive data analysis is used to describe and analyze the research findings. The research indicates that regulations governing stock waqf implementation are not yet comprehensive. This is due to the absence of detailed rules regarding procedures for stock waqf (Islamic endowment), whether by donating stock lots, dividends, or capital gains. The permissibility of stock waqf dividends is based on the Hanafi opinion, while the permissibility of stocks endowment stock lots is based on the Shāfi'i opinion, So basically the two types of waqf object, namely waqf in the form of dividens and lots of Shariah Shares can be used as waqf objects. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis regulasi wakaf saham yang dijadikan landasan pelaksanaan wakaf saham di Indonesia. Wakaf saham merupakan wakaf benda bergerak yang masuk dalam kategori surat berharga. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data diambil dari literatur-literatur yang berkaitan dengan wakaf. Jenis data yang digunakan dalam artikel ini adalah data kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara penelusuran kepustakaan yang berkaitan dengan wakaf. Teknik analisis data deskriptif digunakan dalam penelitian ini guna mendeskripsikan hasil penelitian beserta analisis dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa aturan mengenai pelaksanaan wakaf saham belum menyeluruh. Hal ini berdasarkan belum adanya aturan yang terperinci mengenai tata cara wakaf saham baik dengan mewakafkan lot saham maupun deviden atau capital gainnya. Kebolehan mewakafkan dividen saham berdasarkan pada pendapat Hanafiyah sedangkan kebolehan mewakafkan lot saham berdasarkan pendapat Syafi’iyah, sehingga pada dasarnya kedua jenis benda wakaf tersebut yaitu wakaf berupa deviden dan lot saham Syariah dapat dijadikan sebagai objek benda wakaf.
The Transformation of Islamic Family Law in the Digital Era: A Sociological Legal Analysis of Marriage and Divorce Regulations in Indonesia Kurniawan, Puji; Ahmatnijar, Ahmatnijar; Ridwan, Muhammad
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.5146

Abstract

This study aims to analyze sociological law regarding marriage and divorce regulations in the digital era. The digital era has had a significant impact on marriage and divorce regulations within the framework of Islamic family law in Indonesia. This study uses sociological and legal analysis to explore the impact of technological advances on the understanding and application of these laws. Digital transformation has increased the accessibility of legal information, simplified legal procedures, and changed the social dynamics in marriage and divorce administration. Research findings show that although digitalization has increased the accessibility of legal information and simplified legal procedures, it has also introduced new complexities in the social dynamics surrounding marriage and divorce, including potential conflicts with traditional values and religious norms. Additionally, the shift to digital platforms raises serious concerns regarding data privacy and security, as the handling of sensitive personal information becomes more vulnerable to breaches. These challenges emphasize the need for a careful and balanced approach to regulatory adaptation, which not only responds to technological advances but also ensures the maintenance of basic principles of Islamic law. Ultimately, this research concludes that comprehensive policy reform is essential not only to meet the evolving needs of modern society but also to maintain the fairness, honesty and integrity of family law processes in the digital era. Such reforms must be designed to ensure that all levels of society can benefit equally from the advantages brought by digitalization, while adhering to the basic principles of Islamic law. Studi ini bertujuan untuk menganalisa hukum sosiologis terhadap peraturan perkawinan dan perceraian di era digital. Era digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap regulasi perkawinan dan perceraian dalam kerangka hukum keluarga Islam di Indonesia. Studi ini menggunakan analisis sosiologis dan hukum untuk mengeksplorasi dampak kemajuan teknologi terhadap pemahaman dan penerapan hukum-hukum tersebut. Transformasi digital telah meningkatkan aksesibilitas informasi hukum, menyederhanakan prosedur hukum, dan mengubah dinamika sosial dalam administrasi perkawinan dan perceraian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi telah meningkatkan aksesibilitas informasi hukum dan menyederhanakan prosedur hukum, hal ini juga memperkenalkan kompleksitas baru dalam dinamika sosial yang mengelilingi perkawinan dan perceraian, termasuk potensi konflik dengan nilai-nilai tradisional dan norma-norma agama. Selain itu, peralihan ke platform digital menimbulkan kekhawatiran serius mengenai privasi dan keamanan data, karena penanganan informasi pribadi yang sensitif menjadi lebih rentan terhadap pelanggaran. Tantangan-tantangan ini menekankan perlunya pendekatan yang hati-hati dan seimbang dalam adaptasi regulasi, yang tidak hanya menanggapi kemajuan teknologi tetapi juga memastikan terpeliharanya prinsip-prinsip dasar hukum Islam. Akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi kebijakan yang komprehensif sangat penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern yang terus berkembang tetapi juga untuk menjaga keadilan, kejujuran, dan integritas proses hukum keluarga di era digital. Reformasi tersebut harus dirancang untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat memperoleh manfaat yang setara dari keuntungan yang dibawa oleh digitalisasi, sambil tetap mematuhi prinsip-prinsip dasar hukum Islam.
The Fear of Missing Out (FOMO) and Islamic Consumer Ethics: Examining Gen Z Behavior Through A Sharia and Moral Lens Maulidizen, Ahmad; Johari, Johari; Maghfirah, Maghfirah; Roosiani, Aulia Puspita; Iman, Muhammad Zailani; Rizapoor, Habiburrahman
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.5902

Abstract

The Fear of Missing Out (FOMO) phenomenon has increasingly shaped the consumption patterns of Generation Z, driven by the pressure to stay connected and keep up with social trends. This study explores the moral implications of FOMO through the lens of Islamic consumer ethics, which emphasizes principles such as moderation, self-discipline, and ethical responsibility in consumption. The purpose of this research is to investigate how Islamic ethical values can address the FOMO-driven behaviors prevalent in Generation Z, aiming to foster a more balanced and responsible approach to consumption. Using a library research method, the study analyzes various scholarly sources and Islamic teachings, particularly the Quran and Hadith, focusing on key ethical concepts such as Israf, Qana’ah, and Ihtiyat. The findings indicate that the FOMO mindset often leads Generation Z to engage in impulsive consumption and material excess, which contradicts the Islamic principles of moderation and mindfulness in spending. Islamic consumer ethics, with its emphasis on contentment and self-restraint, provides a moral framework that can counter these tendencies by encouraging thoughtful and ethical consumption. The research recommends the implementation of educational programs and awareness campaigns to promote Islamic ethical values, particularly among Generation Z, to mitigate the psychological and financial pressures of FOMO. These efforts can help guide this generation towards a more sustainable, mindful, and ethically conscious lifestyle that aligns with Islamic teachings on consumption. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin memengaruhi pola konsumsi Generasi Z, didorong oleh tekanan untuk tetap terhubung dan mengikuti tren sosial. Penelitian ini membahas implikasi moral dari FOMO melalui perspektif etika konsumen Islam, yang menekankan prinsip moderasi, pengendalian diri, dan tanggung jawab etis dalam konsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai etika Islam dapat mengatasi perilaku konsumsi yang dipengaruhi oleh FOMO di kalangan Generasi Z, dengan harapan menciptakan pendekatan konsumsi yang lebih seimbang dan bertanggung jawab. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, studi ini menganalisis berbagai sumber ilmiah dan ajaran Islam, khususnya Al-Qur'an dan Hadis, dengan fokus pada konsep etika utama seperti Israf, Qana’ah, dan Ihtiyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pikir FOMO sering mendorong Generasi Z untuk melakukan konsumsi impulsif dan berlebihan, yang bertentangan dengan prinsip moderasi dan kesadaran dalam pengeluaran menurut Islam. Etika konsumen Islam, dengan penekanannya pada rasa cukup dan pengendalian diri, menawarkan kerangka moral yang dapat mengatasi kecenderungan ini dengan mendorong konsumsi yang lebih bijak dan etis. Penelitian ini merekomendasikan pelaksanaan program edukasi dan kampanye kesadaran untuk mempromosikan nilai-nilai etika Islam, khususnya di kalangan Generasi Z, guna mengurangi tekanan psikologis dan finansial akibat FOMO. Upaya tersebut diharapkan dapat membimbing generasi ini menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan, penuh kesadaran, dan selaras dengan ajaran Islam tentang konsumsi.
Problems of Mediation by Religious Court Judges in Lampung Province Ja’far, A. Kumedi; Gumiri, Erik Rahman; Susilo, Edi
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.6591

Abstract

This article discusses the problems surrounding mediation by Religious Court judges in Lampung Province. Mediation can help simplify a dispute so that it can be resolved more cheaply and quickly. Interestingly, mediation allows litigants to find their solutions or settlements, expecting each party to be satisfied and fairly treated. However, this is not the case in real life. Mediation implementation falls short for a variety of reasons. The results of this study show that the mediation carried out by judges at the Religious Court of Lampung has several problems. Judges are unable to provide optimal mediation in divorce cases because mediation is frequently carried out in their respective homes by religious or traditional leaders. As a result, when mediation takes place in court, the mediation is less than optimal, and the divorce process is thought to be complicated or prolonged. Because not all judges hold mediator certificates, their ability to conduct mediation remains limited. When acting as mediators, some judges appear to be trial judges instead of judges who have received mediator training. Policies such as 'one-day minutes, one-day publish' indirectly impact the performance of judge mediators, despite some Religious Courts setting aside special time for mediation. Artikel ini membahas tentang permasalahan mediasi yang dilakukan oleh hakim Pengadilan Agama di Provinsi Lampung. Mediasi dapat membantu menyederhanakan suatu sengketa sehingga dapat diselesaikan dengan lebih murah dan cepat. Menariknya, mediasi memungkinkan para pihak yang bersengketa untuk menemukan solusi atau penyelesaiannya, dengan harapan masing-masing pihak merasa puas dan diperlakukan secara adil. Namun, kenyataan di lapangan tidak demikian. Pelaksanaan mediasi tidak berjalan dengan baik dengan berbagai penyebab.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mediasi yang dilakukan oleh hakim Pengadilan Agama Lampung memiliki beberapa permasalahan. Hakim tidak dapat memberikan mediasi yang optimal dalam perkara perceraian karena mediasi sering kali dilakukan di rumah masing-masing oleh tokoh agama atau adat. Akibatnya, ketika mediasi dilakukan di pengadilan, mediasi menjadi kurang optimal, dan proses perceraian dianggap rumit atau berlarut-larut. Karena tidak semua hakim memiliki sertifikat mediator, maka kemampuan mereka dalam melakukan mediasi pun menjadi terbatas. Ketika bertindak sebagai mediator, beberapa hakim tampak seperti hakim pengadilan, bukan hakim yang telah mendapatkan pelatihan mediator. Kebijakan seperti 'one-day minutes, one-day publish' secara tidak langsung berdampak pada kinerja mediator hakim, meskipun beberapa Pengadilan Agama menyediakan waktu khusus untuk mediasi.
From Content to Obligation: Adapting Zakat Law for Digital Creators Alfiander, Dodon; Firdaus, Firdaus; Azwar, Zainal; Warman, Arifki Budia; Iswandi, Iswandi
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.5843

Abstract

The development of information technology today has made the social media platforms YouTube and Instagram very popular and has given birth to many YouTuber and Celebgram content creators. Content creators use this social media platform as a means to earn income with fantastic financial value of up to hundreds of millions, even billions of rupiah every month. This article aims to discuss zakat for YouTubers and Celebgrams. By using the library research method with a normative approach, this article provides answers to the issue of zakat for YouTubers and Celebgrams. This article concludes that: First, Yusuf al-Qardhawi views income YouTubers and Celebgram is included in al-mâl al-mustafâd, and must be given zakat. Second, there are differences of opinion as to whether zakat is paid to gold and silver zakat, or agricultural zakat. Yusuf al-Qardhawi in one condition qiyas the provisions of agricultural zakat. In other conditions, if the nisab is not met then zakat is paid to gold and silver. Meanwhile, based on MUI Fatwa No. 3 of 2003 concerning Income Zakat, reinforced by MUI Fatwa No. 04 of 2024 concerning Zakat for YouTubers, Celebrities, and Other Digital Creative Economy Actors, its implementation is subject to zakat on gold and silver. Al-Qardhawi's opinion and the provisions contained in the MUI Fatwa, provide an answer to the need to determine zakat law for the income of YouTubers and Instagram celebrities, as part of the dynamic development of information technology which has resulted in the development of contemporary law in the field of zakat. Perkembangan teknologi informasi saat ini menjadikan platform media sosial YouTube dan Instagram menjadi sangat diminati dan melahirkan banyak pelaku konten kreator YouTuber dan Selebgram. Pelaku konten kreator menjadikan platform media sosial ini sebagai sarana untuk meraup penghasilan dengan nilai finansial yang fantastis hingga mencapai ratusan juta, bahkan milyaran rupiah setiap bulannya. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan zakat bagi YouTuber dan Selebgram. Dengan menggunakan metode library research dengan pendekatan normatif, artikel ini memberikan jawaban terhadap persoalan zakat bagi YouTuber dan Selebgram. Artikel ini menyimpulkan bahwa: Pertama, Yusuf al-Qardhawi memandang pengasilan YouTuber dan Selebgram termasuk dalam al-mâl al-mustafâd, dan wajib untuk dizakatkan. Kedua, terdapat perbedaan pendapat apakah penunaian zakatnya diqiyaskan kepada zakat emas dan perak, atau zakat pertanian. Yusuf al-Qardhawi pada satu kondisi meng-qiyaskan pada ketentuan zakat pertanian. Pada kondisi lain, jika nisabnya tidak terpenuhi maka diqiyaskan kepada zakat emas dan perak. Sementara, berdasarkan Fatwa MUI No. 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan, diperkuat dengan Fatwa MUI No. 04 Tahun 2024 tentang Zakat YouTuber, Selebgram, dan Pelaku Ekonomi Kreatif Digital Lainnya, pelaksanaanya diqiyaskan kepada zakat emas dan perak. Pendapat al-Qardhawi serta ketentuan yang termuat pada Fatwa MUI, memberikan jawaban terhadap kebutuhan penetapan hukum zakat bagi penghasilan YouTuber dan Selebgram, sebagai bahagian dari dinamika perkembangan teknologi informasi yang berakibat pada perkembangan hukum kontemporer dalam bidang zakat.
Law Enforcement Model for the Execution of Court Decisions on Civil Servant Fathers' Child Support Obligations After Divorce in the Bengkulu High Religious Court Area Rahman, Maman Abdur; Fautanu, Idzam; Bisri, Hasan; Rosadi, Aden; Ridwan, Ahmad Hasan
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.6471

Abstract

Law enforcement of child support obligations of fathers as Civil Servants (PNS) after divorce often encounters obstacles, such as non-compliance in implementing Religious Court rulings. This study focuses on the Bengkulu High Religious Court (Pengadilan Tinggi Agama, PTA), which has implemented an execution system to ensure the financial rights of women and children after divorce.The primary objective of this research is to analyze the factors contributing to non-compliance among fathers with civil servant status, assess the implementation process of court decisions, evaluate the execution model employed by the PTA of Bengkulu, and explore avenues for its improvement. The study is grounded in the theories of the supremacy of law, law enforcement, and legal execution, employing a normative-empirical approach with descriptive methods. Data collection techniques included observation, interviews, and document analysis. The findings reveal that several factors, including economic constraints and limited legal awareness, contribute to the non-compliance of civil servant fathers in fulfilling child support obligations. The execution process is largely similar to the procedures for enforcing monetary payments. The PTA of Bengkulu has innovatively introduced the E-Mosi Caper application to monitor compliance and track the implementation of child support orders. To enhance the effectiveness of this execution model, the study proposes regulatory harmonization, the establishment of a dedicated implementation team, and heightened public awareness campaigns. These measures aim to support the development of a more robust and efficient system for ensuring compliance with child support obligations, ultimately advancing the protection of women’s and children’s financial rights after divorce. Penegakan hukum terhadap kewajiban nafkah anak oleh ayah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pasca perceraian sering kali menghadapi kendala, seperti ketidakpatuhan dalam melaksanakan putusan Pengadilan Agama. Penelitian ini berfokus pada Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bengkulu, yang telah menerapkan sistem eksekusi untuk menjamin hak-hak finansial perempuan dan anak setelah perceraian. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan ayah berstatus PNS, menilai proses pelaksanaan putusan pengadilan, mengevaluasi model eksekusi yang diterapkan oleh PTA Bengkulu, serta mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan efektivitas sistem tersebut. Penelitian ini didasarkan pada teori supremasi hukum, penegakan hukum, dan eksekusi hukum, dengan pendekatan normatif-empiris menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor, seperti keterbatasan ekonomi dan rendahnya kesadaran hukum, berkontribusi pada ketidakpatuhan ayah PNS dalam memenuhi kewajiban nafkah anak. Proses eksekusi menyerupai pelaksanaan pembayaran uang. PTA Bengkulu memanfaatkan aplikasi E-Mosi Caper untuk memantau kepatuhan dan melacak pelaksanaan perintah nafkah anak. Untuk meningkatkan efektivitas model eksekusi ini, penelitian ini mengusulkan harmonisasi regulasi, pembentukan tim pelaksana khusus, dan kampanye peningkatan kesadaran publik. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mendukung pengembangan sistem yang lebih kuat dan efisien dalam menjamin kepatuhan terhadap kewajiban nafkah anak, sehingga pada akhirnya memperkuat perlindungan hak-hak finansial perempuan dan anak setelah perceraian.
Javanese Local Wisdom Memayu Hayuning Bawana in Al-Ghazali Perspective for Increasing Family Resilience Pujiyanti, Arifah; Ahman, Ahman; Yusuf, Syamsu; Siregar, Pahri
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.6082

Abstract

Globalization and technological developments are challenges in maintaining local wisdom and religious values. This study aims to explore the potential of Javanese community wisdom values, namely Memayu Hayuning Bawana (MHB) as a solution to increasing family resilience. In addition, MHB is also studied for its relevance to Islamic religious values through Al-Ghazali's perspective. The research method used is a mixed method with a Qual-quan sequential exploratory design. Quantitative analysis was conducted to determine the profile of family resilience, while qualitative analysis was used to examine the potential of MHB values as a solution to increasing family resilience and its relationship to Al-Ghazali's views. The study was conducted in Java, Indonesia, with 150 couples as participants. The results of the study found that the family resilience of Javanese society was 36.00% at a low level, 60.33% were in the medium category, and 3.67% were in the high category. In addition, the MBH values that can be used as a solution to increase family resilience are respecting each other's partners (Tepa Selira), pleasing the feelings of the partner (Karyenak tyasing sesama), being sincere in establishing a relationship (Sepi ing Pamrih, lan Rame ing Gawe), and being careful in acting (Eling lan Waspada). These values are in accordance with Al-Ghazali's perspective on the criteria for the nature of a partner. The characteristics of Al-Annanah, Al-Mananah, Al-Haddaqah, Al-Syaddaqah, Al-Barraqah, and Al-Hananah need to be avoided and are contrary to the MBH values and Al-Ghazali's perspective. Thus, the value of maintaining MBH can create a family that is orderly (tata), calm (titi), and peaceful (tentrem) or in Islamic literature it is called sakinah, mawadah, warahmah. Globalisasi dan perkembangan teknologi merupakan tantangan dalam pemertahanan nilai kearifan lokal dan religi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi nilai kearifan masyarakan Jawa yakni Memayu Hayuning Bawana (MHB) dalam sebagai solusi peningkatan ketahanan keluarga. Selain itu, MHB juga dikaji relevansinya nilai religi Islam melalui pespektif Al-Ghazali. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan desain eksploratori sekuensial Qual-quan. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahu profil ketahanan keluarga, sedangkan kualitatif untuk mengkaji potensi nilai MHB sebagai solusi peningkatan ketahanan keluarga dan kaitannya dengan pandangan Al-Ghazali. Penelitian dilakukan di Jawa, Indonesia, dengan jumlah partisipan sebanyak 150 pasang suami istri. Hasil penelitian menemukan bahwa ketahanan keluarga masyarakat Jawa yakni 36,00% berada dalam level rendah, 60,33% berada pada kategori sedang, dan 3,67% berada pada kategori tinggi. Selain itu nilai MBH yang dapat dijadikan solusi meningkatan ketahanan keluarga yakni  saling menghargai pasangan (Tepa Selira), menyenangkan perasaan pasangan (Karyenak tyasing sesama), tulus ikhlas dalam menjalin hubungan (Sepi ing Pamrih, dan Rame ing Gawe), serta berhati-hati dalam bertindak (Eling lan Waspada). Nilai tersebut sesuai dengan perspektif Al-Ghazali mengenai kriteria sifat pasangan. Sifat Al-Annanah, Al-Mananah, Al-Haddaqah, Al-Syaddaqah, Al-Barraqah dan Al-Hananah perlu dihindari dan bertentangan dengan nilai MBH dan perspektif Al-Ghazali. Dengan demikian, nilai pemertahanan MBH dapat mewujudkan keluarga yang teratur (tata), tenang (titi), dan tentram (tentrem) atau dalam literatur Islam disebut sakinah, mawadah, warahmah.
Bullying in the Leading Schools of Mataram City: An Analysis of Issues and a Solution-Oriented Approach from an Islamic Law Perspective Liswati, Liswati; Saparudin, Saparudin; Fitriani, Mohamad Iwan
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.6427

Abstract

This study examines bullying in leading schools in Mataram City, focusing on its root causes and exploring solutions grounded in Islamic legal perspectives. Bullying significantly affects students’ mental and physical well-being, academic performance, and social development, underscoring the importance of fostering a safe, inclusive, and respectful learning environment. Employing a qualitative approach, the research integrates legal, sociocultural, and educational frameworks to analyze the persistence of bullying within the unique social and institutional dynamics of Mataram. The study emphasizes Islamic principles, including justice (adl), compassion (rahmah), and mutual respect (ta’awun), as foundational for addressing bullying. Practical strategies inspired by Islamic teachings, such as promoting care (tas’awun), enhancing positive interactions, and implementing preventive measures through school policies and religious education, are proposed. Community involvement, particularly the roles of parents, teachers, and religious leaders, is highlighted as essential for supporting student well-being. The findings suggest that integrating educational reforms with Islamic ethical values effectively combats bullying, ensuring both immediate intervention and long-term cultural shifts toward respect and harmony. This comprehensive framework, incorporating legal and cultural dimensions, aims to create nurturing educational environments aligned with justice and community welfare. Penelitian ini mengkaji fenomena perundungan di sekolah-sekolah unggulan di Kota Mataram dengan fokus pada penyebab utama dan solusi berbasis perspektif hukum Islam. Perundungan memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan mental dan fisik siswa, prestasi akademik, serta perkembangan sosial, sehingga penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh penghormatan. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan kerangka hukum, sosiokultural, dan pendidikan untuk menganalisis keberlanjutan perundungan dalam dinamika sosial dan kelembagaan khusus di Mataram. Penelitian ini menyoroti prinsip-prinsip Islam, seperti keadilan (adl), kasih sayang (rahmah), dan saling menghormati (ta’awun), sebagai landasan dalam menangani perundungan. Strategi praktis yang terinspirasi dari ajaran Islam, seperti mempromosikan kepedulian (tas’awun), meningkatkan interaksi positif, dan menerapkan langkah pencegahan melalui kebijakan sekolah dan pendidikan agama, diajukan sebagai solusi. Keterlibatan komunitas, khususnya peran orang tua, guru, dan tokoh agama, dipandang penting untuk mendukung kesejahteraan siswa. Temuan menunjukkan bahwa mengintegrasikan reformasi pendidikan dengan nilai-nilai etika Islam secara efektif dapat mengatasi perundungan, memastikan intervensi segera sekaligus perubahan budaya jangka panjang menuju penghormatan dan harmoni. Kerangka kerja yang komprehensif ini, yang menggabungkan dimensi hukum dan budaya, bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung, selaras dengan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Examination of Sexual Violence in Islamic Boarding Schools in Lombok: An Islamic Legal Perspective and Formulation of Preventive Strategies Fikri, M. Ali; Fahrurrozi, Fahrurrozi
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.6388

Abstract

This study aims to explore the problem of sexual violence in Islamic boarding schools in Lombok, by examining the perspective of Islamic law and formulating prevention strategies. Sexual violence in religious educational environments such as Islamic boarding schools is often invisible and overlooked, even though it has serious impacts on victims and the reputation of the institution. Using a qualitative approach, this study collected data through interviews with Islamic boarding school administrators, teachers, and other relevant parties, and examined applicable policies and practices. This study evaluates how Islamic legal principles, including protection of individual honor and rights, can form the basis for formulating prevention strategies. From an Islamic legal perspective, sexual violence is considered a serious violation of the principles of justice, honor, and protection of human rights. The Quran and hadith teach that forced sexual intercourse without consent is a major sin, which can be punished both in this worldly and the hereafter, in accordance with the principles of qisas and ta'zir. The research findings indicate the importance of counselling and training for Islamic boarding school administrators, as well as the need to strengthen internal regulations and cooperation with the authorities. This research is expected to contribute to formulating concrete steps that are effective in preventing sexual violence in Islamic boarding schools, while maintaining the integrity of Islamic-based education. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri permasalahan kekerasan seksual di pesantren di Lombok, dengan mengkaji perspektif hukum Islam dan merumuskan strategi pencegahannya. Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama seperti pesantren seringkali tidak terlihat dan terabaikan, meskipun memiliki dampak serius terhadap korban dan reputasi institusi. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan pengasuh pesantren, guru, serta pihak terkait lainnya, dan meneliti kebijakan serta praktik yang berlaku. Kajian ini mengevaluasi bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam, termasuk perlindungan terhadap kehormatan dan hak individu, dapat menjadi landasan dalam menyusun strategi pencegahan. Dalam perspektif hukum Islam, kekerasan seksual dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip keadilan, kehormatan, dan perlindungan hak asasi manusia. Al-Qur'an dan hadis mengajarkan bahwa tindakan pemaksaan hubungan seksual tanpa persetujuan adalah dosa besar, yang dapat dikenakan hukuman baik secara duniawi maupun ukhrawi, sesuai dengan prinsip qisas dan ta'zir. Temuan penelitian menunjukkan pentingnya penyuluhan dan pelatihan bagi pengelola pesantren, serta perlunya penguatan regulasi internal dan kerja sama dengan pihak berwenang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan langkah-langkah konkret yang efektif dalam mencegah kekerasan seksual di pesantren, sekaligus menjaga integritas pendidikan berbasis Islam.
Abdul Hamid Hakim: An Important Figure in the Transmission of the Ushul Fiqh in Indonesia Yahya, Yahya; SA, Romli; Muhajirin, Muhajirin; Kirin, Arwansyah bin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.5166

Abstract

This study explores the pivotal role of Abdul Hamid Hakim in the transmission and development of ushul fiqh in Indonesia during the first half of the 20th century. As a prominent scholar, Abdul Hamid Hakim made significant contributions through his works, such as Mabadi Awwaliyyah, As Sullam, and Al Bayan, which introduced a systematic and structured methodology in ushul fiqh and enriched the discourse with innovative legal principles. The research aims to analyze Abdul Hamid Hakim’s intellectual contributions and their impact within the socio-cultural context of Indonesia. Using a qualitative approach with historical-biographical methods and content analysis, the study examines his works and their role in shaping Islamic legal education and scholarship. The findings reveal that Abdul Hamid Hakim’s works remain foundational references in academic and religious institutions, bridging classical Islamic scholarship with contemporary needs. This research highlights his enduring influence in developing Islamic law in Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi peran penting Abdul Hamid Hakim dalam transmisi dan pengembangan ushul fiqh di Indonesia selama paruh pertama abad ke-20. Sebagai seorang ulama terkemuka, Abdul Hamid Hakim memberikan kontribusi signifikan melalui karya-karyanya, seperti Mabadi Awwaliyyah, As Sullam, dan Al Bayan, yang memperkenalkan metodologi sistematis dan terstruktur dalam ushul fiqh dan memperkaya wacana dengan prinsip-prinsip hukum yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi intelektual Abdul Hamid Hakim dan dampaknya dalam konteks sosial budaya Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis-biografis dan analisis konten, penelitian ini mengkaji karya-karyanya dan perannya dalam membentuk pendidikan dan beasiswa hukum Islam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa karya-karya Abdul Hamid Hakim tetap menjadi referensi mendasar dalam lembaga akademik dan keagamaan, menjembatani beasiswa Islam klasik dengan kebutuhan kontemporer. Penelitian ini menyoroti pengaruhnya yang abadi dalam pengembangan hukum Islam di Indonesia.

Page 1 of 2 | Total Record : 15