cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 552 Documents
ANALISIS KEBIJAKAN PERUNDANGAN MENGENAI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Muhammad Agus Salim; Nia Hasanah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas analisis kebijakan peraturan-undangan mengenai pendidik dan tenaga kependidikan dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaturan hukum terhadap pendidik dan tenaga kependidikan, implementasi kebijakan tersebut, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari bahan hukum primer berupa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan pendapat para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peraturan-undang-undang di Indonesia telah memberikan landasan hukum yang jelas terhadap kedudukan, hak, kewajiban, serta perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik diakui sebagai tenaga profesional, sedangkan tenaga kependidikan berfungsi sebagai pendukung penyelenggaraan pendidikan. Namun implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi beberapa kendala, seperti ketimpangan distribusi guru, rendahnya kesejahteraan tenaga honorer, serta belum meratanya peningkatan kompetensi. Berdasarkan analisis tersebut, diperlukan penguatan implementasi kebijakan agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara optimal.
Kreativitas Mahasiswa Iaidu Asahan Dalam Pengembangan Materi Kewirausahaan Mislaina Panjaitan; Khairunisa Nabilah; Ruri Indah Sari; Dalila Dalila; Rizki Aulia Sitorus
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewirausahaan dalam pendidikan agama Islam merupakan suatu produktivitas dari kerangka kerja yang mengatur sikap ekonomi individu berdasarkan prinsip-prinsip dan ajaran agama Islam. Peran Pendidikan agama Islam menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, dan transparansi dalam semua transaksi usaha maupun ekonomi dengan aspek muamalah. Kewirausahaan ini melarang praktik-praktik seperti riba (bunga), gharar (ketidak pastian), dan penipuan. Nilai-nilai ini bertujuan untuk menciptakan semangat dalam berusaha yang adil dan seimbang, yang tidak hanya berfokus pada keuntungan materi duniawi tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan spiritual ukhrawi Islam adalah agama kaum pedagang, disebarkan ke pelbagai wilayah di dunia melalui aktivitas perdagangan. Bahkan, pembawa risalah Islam, Muhammad Sallallahu ‛Alaihi Wa Sallam pun tercatat sebagai pekerja keras dan ulet. Karenanya, tidak aneh jika dikatakan mental kewirausahaan alam Islam senafas atau inheren dengan jiwa umat islam. Tidak sekedar kepribadian Nabi Muhammad Sallallahu ‛Alaihi Wa Sallam yang dapat dijadikan sebagai suri tauladan untuk berbisnis, melainkan juga ajaran-ajaran yang dibawanya, salah satunya adalah أطلبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِاالصَّيْنِ, فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلِم فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلَّ مُسْلِمٍ (رواه البيهقي عن أنس)  Carilah ilmu (wawasan pengetahuan) meskipun sampai ke negeri Cina, sebab mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. (Hadis Riwayat al-Baihaqī dari Anas) Menurut Hasanuzzaman, Mendefinsikan ilmu ekonomi islam adalah pengetahuan dan aplikasi dari ajaran dan aturan syari’ah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber-sumber daya material memenuhi kebutuhan manusia yang memungkinkan untuk melaksanakan kewajiban kepada Allah dan Masyarakat.  Akan Tetapi, Islam mengambil posisi dipertengahan berada diantara keduanya, dengan memberikan hak masing-masing individu dan masyarakat secara utuh. Menyeimbangkan antara bidang produksi dan konsumsi, antara produksi dengan produksi lain. Al-Qur'an dan hadis, sebagai kitab suci yang saling menyempurnakan untuk menjadi pedoman hidup bagi umat Islam, tidak hanya memberikan ajaran tentang ibadah, tetapi juga memberikan pedoman praktis dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk usaha maupun ekonomi serta muamalah Adapun Penelitian ini mengkaji konsep-konsep utama dalam karakter berwirausaha pada pendidikan agama Islam, implikasinya terhadap praktik wirausaha terkini dan kontemporer, dan bagaimana penerapannya dapat meningkatkan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dengan hasil penelitian ini diharapkan untuk memberikan wawasan bagi pelaku usaha untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam kegiatan berwirausaha serta bermuamalah.
Kontekstualisasi Ucapan Salam Kepada Non-Muslim: Kajian Hadis dan Implikasinya dalam Komunikasi Lintas Agama di Era Kontemporer Hasan Syukur; Nasrulloh Nasrulloh; Moch Nasiruddin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji hukum dan etika ucapan salam kepada non-Muslim dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW. serta implikasinya bagi komunikasi lintas agama di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari hadis-hadis sahih, kitab-kitab syarah hadis klasik, dan literatur akademik kontemporer yang relevan. Melalui analisis takhrij hadis, kajian sanad dan matan, serta pendekatan hermeneutika kontekstual, penelitian ini menemukan bahwa larangan memulai salam kepada non-Muslim yang tersurat dalam hadis riwayat Muslim memerlukan pemahaman kontekstual yang komprehensif. Ulama klasik dan kontemporer menunjukkan variasi ijtihad yang signifikan: sebagian mempertahankan larangan tekstual, sementara sebagian lain membolehkan dengan pertimbangan maslahat dan hubungan sosial. Kajian terhadap fatwa-fatwa kontemporer dan diskursus fiqh minoritas-mayoritas memperlihatkan bahwa kontroversi salam lintas agama masih menjadi perdebatan aktual hingga saat ini, sebagaimana tercermin dalam beda pandangan Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan salam alternatif yang inklusif tidak bertentangan dengan ruh ajaran Islam, bahkan sejalan dengan maqashid al-syariah dalam memelihara hubungan sosial (hifzh al-nafs dan hifzh al-din). Implikasi penelitian ini mencakup panduan praktis komunikasi Islam dalam konteks multikultural serta penguatan moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam.
Penerapan Model Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pai Materi Asmaul Husna Siswa Kelas IV Muhamad Rif'an; Rohma Yunita; Imam Fauzi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) on the topic of Asmaul Husna among fourth-grade students of SDN 13 Way Khilau, which was caused by teacher-centered learning. This study aims to improve learning outcomes in PAI on the topic of Asmaul Husna through the application of the Make a Match learning model. This research is a Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 25 fourth-grade students. Data were collected through tests, observation, and documentation, then analyzed using quantitative and qualitative descriptive techniques. The results show an increase in classical completeness from 40% in the pre-cycle to 64% in cycle I and 88% in cycle II, accompanied by an increase in student activeness. Thus, the application of the Make a Match model can improve PAI learning outcomes on Asmaul Husna for fourth-grade students of SDN 13 Way Khilau.
Internalisasi Nilai Karakter Santriwati melalui Program Fiqhunnisa: Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 Arly Zahra Maulida; Cecep Sobar Rochmat; Idam Mustofa; Syarifah Syarifah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the process of internalising character values among female students through the Fiqhunnisa Programme at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, as well as to identify the character values instilled in the programme. The Fiqhunnisa Programme is a learning activity designed to equip female students with an understanding of women’s fiqh whilst instilling Islamic character values relevant to daily life. This study employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with mentors and female students, and documentation of activities. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, whilst data validity was tested using source and method triangulation techniques. The research findings indicate that the internalisation of character values within the Fiqhunnisa Programme is carried out through several stages, namely the imparting of an understanding of values, setting a good example, habit formation, supervision, and evaluation. The character values internalised include religiosity, responsibility, discipline, positive modesty, politeness, cleanliness, and self-awareness as Muslim women. The internalisation of these values takes place not only through the delivery of material but also through direct practice in the daily lives of the female students within the boarding school environment. The Fiqhunnisa programme contributes to shaping the character of female students so that they possess noble morals, understand their role and identity as women in accordance with Islamic teachings, and are able to implement these values in both their personal and social lives.
PERAN TUTOR TEMAN SEJAWAT (PEER TUTORING) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL PEMBELAJARAN PAI DI SMP SABILILLAH WAJAK Muhammad Kholidin; Sita Acetylena
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tutor teman sejawat dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Sabilillah Boarding School Wajak yang menerapkan sistem integrasi antara ilmu umum dan ilmu kepesantrenan. Pembelajaran kepesantrenan dilaksanakan melalui kajian kitab Tafsir Ibriz, Lubabul Hadits, Jawahirul Kalamiyah, Taisirul Kholaq, dan Mabadi Fiqih sebagai bagian dari penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 68 peserta didik kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Implementasi tutor teman sejawat dilakukan selama delapan minggu dengan melibatkan 12 siswa sebagai tutor yang mendampingi kelompok belajar heterogen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar, lembar observasi, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tutor teman sejawat mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan kategori motivasi tinggi dan sangat tinggi dari 39,71% menjadi 82,35%. Selain itu, rata-rata hasil belajar meningkat dari 71,2 menjadi 85,6, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 57,35% menjadi 89,71%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tutor teman sejawat efektif digunakan dalam pembelajaran PAI berbasis integrasi sekolah dan pesantren karena mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, meningkatkan pemahaman materi, serta mengembangkan kemampuan sosial dan kepemimpinan peserta didik.
INTEGRASI OUTCOME-BASED EDUCATION (OBE) DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM EVALUASI PROGRAM PENDAMPINGAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SWASTA: STUDI KASUS UNIVERSITAS AL-QOLAM MALANG Muhammad Hasyim
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan mutu menjadi salah satu peran strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang telah berkembang dalam membina perguruan tinggi mitra di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan potensi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mengevaluasi capaian program pendampingan PTKIS yang dilaksanakan oleh Universitas Al-Qolam Malang terhadap 34 PTKIS mitra di Jawa Timur dan sekitarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melalui analisis dokumen rekapitulasi kegiatan pendampingan, observasi partisipatif tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta tinjauan literatur terkini terkait OBE dan AI dalam pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan PTKIS oleh Universitas Al-Qolam Malang dapat dikategorikan ke dalam enam klaster utama, yaitu bimbingan teknis PDDIKTI, migrasi/alih bentuk kelembagaan, benchmarking, pendampingan akreditasi, pembinaan kelembagaan, dan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI); namun, evaluasi keberhasilannya masih bersifat administratif dan belum terstruktur dalam kerangka capaian pembelajaran (learning outcomes) yang terukur sebagaimana prinsip OBE. Penelitian ini mengusulkan model integrasi OBE-AI berupa kerangka evaluasi tiga lapis (capaian kelembagaan, capaian program studi, dan capaian individu dosen) yang didukung pemanfaatan AI untuk pemetaan data, deteksi kesenjangan mutu, dan penyusunan draf rekomendasi tindak lanjut. Model ini diharapkan mempercepat siklus penjaminan mutu, meningkatkan objektivitas evaluasi, serta memperkuat peran Universitas Al-Qolam Malang sebagai simpul (hub) pendampingan PTKIS berbasis data di wilayah Jawa Timur.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYAH DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PAI DI SMP ISLAM SEDATI NGORO MOJOKERTO Ahmad Sa’dulloh; Affan Hasnan Mubarok; Vividia Choirun Nisa
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Sedati Ngoro Mojokerto, sebagai respons terhadap tantangan radikalisme dan ideologi transnasional di era globalisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah - meliputi tawasuth (moderasi), tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan i'tidal (keadilan) - diimplementasikan secara sistematis melalui kurikulum PAI, proses pembelajaran, kegiatan keagamaan, dan budaya sekolah berbasis tradisi ke-NU-an. Internalisasi nilai tersebut tidak hanya bersifat teoritis, melainkan diwujudkan melalui keteladanan guru dan pembiasaan ibadah dalam suasana religius yang toleran. Dampaknya terlihat pada pembentukan karakter siswa yang religius, santun, disiplin, dan toleran, bahkan meluas ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis Aswaja merupakan strategi efektif dalam membentuk generasi muda yang moderat, berintegritas, serta beridentitas keislaman dan keindonesiaan.
Harmonisasi Neurosains dan Islam dalam Memahami Trauma: Implikasi bagi Kesejahteraan dan Pendidikan Peserta Didik Muslim Nabila Putri Sarasti
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma adalah salah satu persoalan kesehatan mental yang paling serius namun paling sering tidak terlihat di lingkungan pendidikan. Artikel ini mengkaji bagaimana neurosains menjelaskan mekanisme trauma pada otak, bagaimana ajaran Islam tentang sabar, tawakal, dzikir, dan shalat menyediakan mekanisme koping yang terbukti efektif secara empiris, serta bagaimana keduanya dapat diintegrasikan untuk kepentingan kesejahteraan dan pendidikan peserta didik Muslim. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka integratif dari sumber-sumber ilmiah tahun 2021–2025, kajian ini menemukan bahwa trauma mengubah otak secara biologis melalui tiga jalur utama: hiperaktivasi amigdala, disregulasi sumbu HPA dan kortisol, serta gangguan struktural pada hipokampus dan korteks prefrontal. Praktik ibadah Islam terbukti secara laboratorium mampu menstabilkan kortisol, mengaktifkan sistem parasimpatis, dan menurunkan reaktivitas amigdala. Sabar dan tawakal terbukti berkorelasi kuat dengan post-traumatic growth pada populasi Muslim yang mengalami trauma berat. Kajian ini menyimpulkan bahwa neurosains dan Islam saling memperkuat dalam membentuk model pemulihan trauma yang holistik, kontekstual, dan bermartabat bagi peserta didik Muslim di Indonesia.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H HASYIM ASY’ARI Tri Dariyah; Evin Helmi Fadhila; Alya Nur Azizah; Muhtar Sofwan Hidayat
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran pendidikan tokoh K.H. Hasyim Asy’ari memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam membentuk corak sistem pendidikan Islam di Indonesia, terutama di tengah tantangan disrupsi teknologi dan dekadensi moral di era modern abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep pendidikan menurut pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari, fungsi pendidikan, serta relevansinya terhadap perkembangan pendidikan Islam saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Konsep pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari berakar kuat pada paham Ahlussunnah wal Jama’ah yang menempatkan akhlak, kesucian jiwa, dan adab sebagai pilar utama di atas penguasaan kognitif semata untuk mencetak insan purna yang menyelaraskan iman, ilmu, dan amal. Pemikiran beliau yang tertuang dalam kitab Adab al-'Alim wa al-Muta'allim tetap sangat relevan sebagai rujukan kontemporer untuk merekonstruksi pendidikan karakter berbasis adab, membangun hubungan guru-murid yang harmonis, serta menerapkan pendekatan pemelajaran yang sehat melalui keseimbangan aspek jasmani dan rohani peserta didik.