cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 187 Documents
PENATALAKSANAAN PASIEN GANGGUAN JIWA DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAH DI RUANG GATHOTKOCO RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG R Purwasih; Y Susilowati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v3i2.26

Abstract

Harga diri rendah merupakan perasaan negatif terhadap dirinya sendiri, termasuk kehilangan kepercayaan diri, tidak berharga, tidak berguna, pesimis, tidak ada arapan dan putus asa. Tindakan yang dilakukan perawat dalam mengurangi resiko masalah yang terjadi pada kasus harga diri rendah salah satunya dengan melakukan komunikasi terapeutik, dampak yang terjadi jika tidak dilakukan komunikasi terapeutik maka dapat mengakibatkan gangguan interaksi sosial: menarik diri, perubahan penampilan peran, keputusasaan maupun munculnya perilaku kekerasan yang beresiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan. Hal ini sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh penulis selama 3 hari yaitu mengajarkan SP1P, SP2P dan SP3P, dimana pasien sudahmenunjukkan hasil yang positif yaitu klien sudah mulai mau berbicara, kontak mata bisa dipertahankan dan pasien sudah mau melakukan kegiatan mencuci piring setiap hari.
IMPLEMENTASI PERAWATAN PALIATIF BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL : LITERATURE REVIEW Karisma, Putri; Arsy, Gardha Rias
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.212

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Perawatan paliatif dilakukan secara berkelanjutan hingga akhir hidup pasien. Berdasarkan hal tersebut maka pemanfaatan kemajuan teknologi sangat dibutuhkan dalam pemberian pelayanan kesehatan, terutama dalam pelayanan paliatif. Perawatan paliatif merupakan pemberian perawatan baik secara fisik, mental, psikososial, maupun spiritual pada pasien terminal atau kanker dengan stadium lanjut. Pemberian perawatan paliatif akan memberikan tingkat keberlangsungan hidup pasien secara keseluruhan, meningkatkan kepuasan dan kualitas hidup, serta pemenuhan perawatan onkologi yang sesuai standar. Peningkatan pasien dengan penyakit paliatif seperti kanker, DM, Gagal Ginjal Kronis, dan lainnya yang terus meningkat maka diperlukan inovasi dalam perawatan paliatif berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasien, seperti penerapan perawatan paliatif berbasis IT teknologi memiliki aplikasi telemedicine, khususnya bagi pasien kanker. Pemanfaatan teleonkologi dapat meningkatkan ketersediaan dan kualitas layanan bagi pasien kanker. Banyak model keperawatan yang sudah menggunakan model telehealth. Telehealth sebagai salah satu bentuk aplikasi informasi berbasis teknologi diartikan sebagai penggunaan informasi medis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan melalui komunikasi elektronik. Tujuan : Mengetahui aspek keperawatan paliatif komunitas yang berhubungan dengan pelayanan paliatif berbasis teknologi diera teknologi digital yang meningkat dengan pesat. Metode : Menganalisis artikel dan dilakukan penelusuran melalui google scooler, Journals SINTA, PubMed, Semantic Scholar dengan menggunakan kata kunci “Perawatan paliatif berbasis digital”. Hasil : Pada penelitian ke 20 artikel, 10 artikel nasional dan 10 artikel internaisonal di atas menunjukan berapa  Kesimpulan : Telemedisin, mobile health, focus grup discustion (FGD) , aplikasi DM Health Assistant, aplikasi DM Health Assistant, aplikasi VISCA, aplikasi pikkapa, platform MyPal-CHILD merupakan perkembangan teknologi perawatan pada pasien paliatif berbasis digital. Kata Kunci: Perawatan Paliatif Berbasis Digital
EVALUASI PROGRAM ELIMINASI FILARIASIS MELALUI POMP (PEMBERIAN OBAT MASSAL PENCEGAHAN) FILARIASIS DENGAN MINUM OBAT DI TEMPAT Ambarwati Ambarwati; Dwi Pratiwi
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v5i2.53

Abstract

Filariasis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh cacing filaria melalui hisapan nyamuk yang sudah terinfeksi, antara lain: Anopheles, Culex, Mansoniadan, Aedes. Vektor utama  Filariasis yaitu cacing Wuchereria Bancrofi, Brugia malayi, dan Brugia timori. Hasil evaluasi program Eliminasi Filariasis melalui POMP (Pemberian Obat Massal Pencegahan) filariasis dengan minum obat di tempat di desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan pada tahun 2018 terlaksana dengan baik dengan hasil Pengetahuan  responden tentang program  pengobatan massal untuk pencegahan filariasis cukup baik. Sikap bidan desa, kader dan warga tentang pengobatan massal untuk pencegahan filariasis sangat mendukung dan akan mengikuti kebijakan pemerintah. Praktik dalam program pengobatan massal untuk pencegahan filariasis dengan minum di tempat menunjukkan peningkatan keberhasilan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, walaupun ada beberapa kendala seperti warga yang bekerja, warga yang tidak bisa minum dengan air perlu pulang ke rumah untuk minum obat dengan pisang atau nasi. Peran dari bidan desa dan kader untuk menyebarluaskan informasi program pemerintah perlu dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat. Perilaku Pencegahan filariasis selain minum obat cacing perlu di dukung dengan perilaku menjaga kebersihan lingkungan, memakai kelambu atau obat nyamuk serta meminimalkan nyamuk menggigit kita.
Penerapan Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di Desa Puncel Kecamatan Dukuh seti Kabupaten Pati Sukarmiasih Sukarmiasih; Icca Narayani Pramudaningsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.67

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan salah satu gangguan metabolik akibat pankreas yang tidak cukup memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah diproduksi secara efektif, yang ditandai dengan adanya peningkatan konsentrasi glukosa darah (hiperglikemia),  biasanya disertai dengan munculnya gejala utama yang khas, seperti terbuangnya glukosa bersama dengan urin (glukosuria)2. Pilar utama dalam pengelolaan diabetes mellitus langkah utama yang harus dilakukan adalah pengelolaan non farmakologis. Tindakan non farmakologis untuk penderita diabetes mellitus diantaranya adalah terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif). Relaksasi otot progresif merupakan suatu prosedur untuk mendapatkan tegangan pada otot, dan melepaskan otot, kemudian memusatkan pikiran untuk menjadi rileks.Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) terhadap gula darah pada pasien diabetes mellitus di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati.Sempel yang ditemukan 2 responden. Motode dari penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif, data ini diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian pada pemeriksaan gula darah sebelum dilakukan terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) pada hari pertama pada Ny.T yaitu 486 mg/dl dan Ny.P yaitu 520 mg/dl.Sedangkan hasil pemeriksaan gula darah sesudah dilakukan terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) pada hari ketujuh pada Ny.T yaitu 107 mg/dl dan Ny.P yaitu 250 mg/dl.Terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation (relaksasi otot progresif) pada responden 1 dan responden 2 terhadap penurunan gula darah di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati .Kata Kunci: DiabetesMellitus, Terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif), gula darah. ABSTRACTDiabetes mellitus is one of the metabolic disorders due to pancreas that does not produce enough insulin or the body cannot use insulin that has been produced effectively, which is characterized by an increase in blood glucose concentration (hyperglycemia), usually accompanied by the appearance of typical main symptoms, such as wasting glucose along with urine (glucosuria). The main pillar in the management of diabetes mellitus the main step that must be taken is non-pharmacological management. Non-pharmacological actions for people with diabetes mellitus include progressive muscle relaxation. Progressive muscle relaxation is a procedure to get tension in the muscles, and release muscles, then focus the mind relaxed. The purpose of this case study is to describe the application of progressive muscle relaxation to blood sugar in patients with diabetes mellitus in Puncel Village, Dukuhseti District, Pati Regency. Semple found by 2 respondents. The method of this research is descriptive research design, this data is obtained by interview, observation, and documentation. The results of the study on blood sugar examination before progressive muscle relaxation therapy was carried out on the first day of Ny.T which was 486 mg/dl and Ny.P which was 520 mg/dl. While the results of blood sugar checks after progressive muscle relaxation therapy on the seventh day in Ny.T were 107 mg/dl and Ny.P which was 250 mg/dl. There is an effect of progressive muscle relaxation therapy in respondent 1 and respondent 2 on decreasing blood sugar in Puncel Village, Dukuhseti District, Pati Regency.Key Words : Diabetes Mellitus, Therapy Progressive Muscle Relaxation, blood sugar.
Penerapan Terapi Guided Imagery Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Apendiktomi Di RSUD RA Kartini Jepara Afiana Udkhiyah; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v7i2.83

Abstract

ABSTRAK          Apendisitis merupakan infeksi bakteri. Sumbatan lumen apendiks merupakan faktor yang diajukan sebagai pencetus disamping hyperplasia jaringan limfoid, tumor apendiks, dan cacing askaris dapat menyebabkan sumbatan. Tindakan pengobatan terhadap apendisitis dapat dilakukan dengan cara operasi. Penatalaksanaan terhadap nyeri dibagi menjadi dua yaitu dengan farmakologi dan non-farmakologi. Tindakan farmakologi yaitu dengan kolaborasi dengan perawat dan dokter untuk pemberian obat analgesik dan tindakan non-farmakologi yang bisa menurunkan nyeri yaitu dengan menggunakan terapi guided imagery. Guided imagery merupakan salah satu teknik yang dapat menimbulkan efek relaksasi dan menurunkan nyeri. Konsep guided imagery menggunakan imajinasi dari individu secara terbimbing yang bertujuan mengembangkan relaksasi dan menurunkan nyeri. Metode penulisan ini yang digunakan adalah deskriptif yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian yang terjadi di RSUD RA Kartini Jepara. Sampelnya adalah Tn.N dan Tn.A. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil setelah dilakukan terapi guided imagery selama 15 menit dilakukan selama 2 kali sehari selama 3 hari, dari kedua responden mengalami penurunan nyeri. Responden 1 dari skala nyeri 6 menjadi skala 2 dan responden 2 dari skala nyeri 5 menjadi skala 2. Hal tersebut menunjukaan bahwa penerapan terapi guided imagery efektif dalam penurunan nyeri.Kata Kunci : Apendisitis, Nyeri, Guided imagery
TINDAKAN DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE (DBE) TERHADAP SATURASI OKSIGEN PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUD RAA. SOEWONDO PATI Noor Faidah; Emma Setiyo Wulan
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i2.102

Abstract

Penyakit paru obtruktif kronik (PPOK) merupakan suatu penyakit paru kronis yang ditandai dengan adanya hambatan udara pada saturan pernafasan yang bersifat progresif dan berhubungan dengan respon inflamasi kronis saluran pernafasan dan paru-paru akibat partikel atau gas tertentu. Inflamasi kronik ini mengakibatkan perubahan sktruktur dan penyempitan jalan nafas. Keadaan tersebut menyebabkan penderita PPOK mengalami hipoksemia karena ketidaksesuain ventilasi perfusi dan keterbatasan difusi sehingga menyebabkan penurunan saturasi oksigen. Maka penatalaksanaan untuk meningkatkan saturasi oksigen sangat diperlukan agar tidak terjadi gangguan proses difusi. Salah satu penalataksanaan non-farmakologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan saturasi oksigen yaitu dengan memberikan latihan otot-otot pernafasan misalnya menggunakan diaphragmatic breathing exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tindakan diaphragmatic breathing exercise terhadap saturasi oksigen pasien PPOK di RSUD RAA. Soewondo Pati. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperiment dengan rancangan penelitian one group pre test and post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 28 responden. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji paired T-test. Hasil statistik didapatkan bahwa rata-rata nilai saturasi oksigen sebelum diberikan diaphragmatic breathing exercise sebesar 95,18% dan rata-rata nilai saturasi oksigen sesudah diberikan diaphragmatic breathing exercise sebesar 97,07%. Hasil uji paired T-test diperoleh nilai p-value 0,000 < ? 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa  ada keefektifan diaphragmatic breathing exercise terhadap saturasi oksigen pasien PPOK di RSUD RAA. Soewondo Pati. Kata Kunci : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Saturasi Oksigen, Diaphragmatic Breathing Exercise (DBE)
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN AUDIOVISUAL TERHADAP TINDAKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA WANITA DI DESA SOKOKULON KEC. MARGOREJO KAB. PATI Eva Isyeh Wulandari; Gardha Rias Arsy
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v9i1.119

Abstract

Menurut Organisasi Penanggulangan Kanker Dunia dan Badan Kesehatan Dunia, diperkirakan terjadi peningkatan kejadian kanker di dunia sejumlah 300% pada tahun 2030 dan mayoritas terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Tujuan penelitian ini dilakukan Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Video visual Terhadap Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja wanita Di Desa Sokokulon Kec. Margorejo Kab. Pati. Metode penelitian ini menggunakan Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan control group pretest-posttest design, sample sebanyak 34 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling, 17 sample kelompok intervensi dan 17 sample kelompok kontrol. Hasil analisis mendapatkan bahwa pengetahuan responden pada kelompok intervensi sebelum pendidikan kesehatan diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar kurang sebanyak 15 orang (88,2%) dan pada kelompok kontrol sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar kurang sebanyak 16 orang (94.1%). Dan tingkat pengetahuan responden pada kelompok intervensi sesudah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar baik sebanyak 16 orang (94.1%) dan pada kelompok kontrol sesudah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar cukup sebanyak 16 orang (94,1%). Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut Ada perbedaan Perbedaan tingkat pengetahuan deteksi dini kanker payudara wanita usia remaja pada kelompok intervensi sesudah diberikan pendidikan kesehatan “SADARI” dan kelompok kontrol sesudah diberikan pendidikan kesehatan “SADARI” dengan nilai p value sebesar 0.000.
DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA SEKOLAH Rizky Wahyu Adi Saputro; Fiki Wijayanti
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i1.138

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Perkembangan anak usia sekolah ditandai dengan terjadinya perkembangan psikososial. Dukungan orang tua sangat penting dalam perkembangan psikososial anak, karena pada masa ini anak usia sekolah akan peningkatan kemampuan dalam berbagai hal, termasuk interaksi dan prestasi belajar untuk menghasilkan suatu karya berdasarkan kemampuan diri sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua perkembangan psikososial anak usia sekolah. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang digunakan 90 anak dengan jumlah sampel 90 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Analisa data yang digunakan adalah uji kendall tau. Hasil: Kategori dukungan orang tua di SDN Klepu 01 Kecamatan Pringapus pada kategori Sedang dengan jumlah 80 (88,9%) responden. Kategori perkembangan psikososial anak pada kategori sedang dengan jumlah 75 (83,3%) responden. Ada hubungan dukungan orang tua terhadap perkembangan psikososial anak di SDN Klepu 01 dengan nilai korelasi sebesar 0,76 dimana nilai ini berada dalam kategori adanya hubungan yang sangat kuat antar variabel. Kata kunci: anak, Dukungan orang tua, perkembangan psikososial
PERAWATAN LUKA POST ORIF (OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION) DENGAN NACL 0,9% PADA PASIEN FRAKTUR TYBIA DI RUMAH NY.D DI DESA JETIS KAPUAN KUDUS E Nurlaily; S Yusra
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.10

Abstract

Berdasarkan pengelolaan yang dilakukan pada pasien Ny D, penulis menyimpulkan bahwa Hasil perawatan luka post ORIF selama 10 hari perawatan menggunakan kompres NaCl 0,9% pada Ny.D di jetis kapuan mengalami perbaikan. Didapatkan kondisi luka bersih, tidak muncul tanda-tanda infeksi. NaCl 0,9% direkomendasikan untuk membersihkan luka, walaupun setelah perawatan dengan kompres NaCl ternyata berhasil, Keberhasilan perawatan luka pada Ny.D ini didukung oleh status nutrisi dan vaskularisasi luka yang baik serta penyembuhan luka secara intensi primer dimana proses perbaikan jaringan luka hanya sedikit, berfokus pada penyatuan kedua tepi luka saling berdekatan dan berhadapan. Proses penyembuhan luka ini akan lebih baik apabila menggunakan perawatan dengan konsep mempertahankan kelembaban luka, akan lebih baik jika perawatan luka menggunakan Tulle gras yang dapat melembabkan kondisi luka sehingga terjadi peningkatakan angiogenesis (pembentukan jaringan baru).
PENGALAMAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK USIA SEKOLAH YANG KECANDUAN GADGET Arsy, Gardha Rias; Muna, Nailil; Pujiati, Eny
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.176

Abstract

ABSTRAK Orang tua merupakan lingkungan pertama anak yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak atau generasi muda. Peran orang tua dalam mengasuh, melindungi, membesarkan dan membimbing sesuai dengan tahapan perkembangannya tidaklah mudah. Anak usia sekolah tentu sudah tidak asing lagi menggunakan gadget. Banyak anak yang sudah memiliki gadget pribadi. Penggunaan gadget secara efektif akan berdampak positif. Tujuan untuk mengetahui pengalaman orang tua dalam mendampingi anak usia sekolah yang kecanduan gadget. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil Studi Fenomenologi: Pengalaman Orang Tua dalam Mendampingi Anak Usia Sekolah Yang Kecanduan Gadget di Desa Klaling Kabupaten Kudus yang melibatkan 10 peserta dapat disimpulkan menjadi 5 tema, (1) Gadget sebagai sarana belajar anak, (2) Dampak kecanduan gadget terhadap perkembangan anak, (3) Perubahan anak yang menggunakan gadget,(4) Peran orang tua dalam membatasi anak kecanduan gadget, (5) Merugikan penyalahgunaan gadget. Pengalaman Orang Tua Mendampingi Anak Usia Sekolah Yang Kecanduan Gadget di Desa Klaling Kabupaten Kudus ada 5 tema.Kata Kunci : Gadget, Orang Tua, Anak Usia Sekolah.

Page 7 of 19 | Total Record : 187