cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 177 Documents
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE II Cahyanti, Luluk; Dewi, Anggi Oktavia; Yuliana, Alvi Ratna; Fitriana, Vera; Putri, Devi Setya
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.209

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II atau yang biasa disebut diabetes life style merupakan diabetes yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Pada seseorang dengan diabetes melitus  tipe II, insulin masih dapat dihasilkan oleh pangkreas, namun jumlah insulin masih belum mencukupi sehingga diabetes melitus tipe II ini dianggap sebagai NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus). IDF memperkirakan terdapat 463 juta jiwa  penduduk diidunia mengalami diabetes melitus pada tahun 2019. Terjadi kenaikan angka kejadian diabetes melitus sebesar 19,9% pada tahun 2020. Di Jawa Tengah pada tahun 2019 sebanyak 13,4% kasus baru diabetes melitus. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tahun 2019 mencatat terdapat 17.869 jiwa mengalami diabetes melitus, khususnya pada UPTD puskesmas Jepang tercatat sebanyak 1.210 jiwa mengalami diabetes melitus pada tahun 2022. Terdapat 4 pilar dalam penatalaksanaan DM, seperti edukasi berupa pengetahuan tentang DM, pengaturan/Diet berupa rendah karbohirat, terapi farmakologi berupa Obat Hiperglikemik Oral (OHO), serta latihan fisik salah satunya yaitu pemberian terapi relaksasi otot progresif. Tujuan : Tujuan Studi Kasus ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Kadar Glukosa Darah pada Diabates Melitus II. Metode : Penelitian studi kasus ini menggunakan jenis penelitian studi kasus deskriptif  yaitu dengan mendeskripsikan dan menggambarkan suatu keadaan obyek pada saat sekarang sebagaimana adanya berdasarkan fakta-fakta. Jumlah sampel sebanyak 2 responden, Latihan terapi relaksasi otot progresif dilakukan selama 7 hari berturut-turu dibagi menjadi tiga sesi, yaitu pagi, siang, dan sore dengan durasi 10-15 menit. Pengukueran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan setelah tindakan menggunakan glucometer. Hasil : Dari hasil analisa data ditemukan bahwa pada reponden I terdapat penurunan dengan mean 20 mg/dl selama dilakukan terapi relaksasi otot progresif dalam 7 hari berturut-turut, sedangkan pada reponden II terdapat penurunan dengan mean 19 mg/dl selama dilakukan terapi relaksasi otot prgresif dalam 7 hari berturut-turut. Kata kunci : Terapi relaksasi otot progresif, Kadar glukosa darah, Diabetes Melitus tipe II
PENGARUH TERAPI GUIDED IMAGERY DAN IRINGAN MUSIK TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN DENGAN POST APENDIKTOMI HARI I DI RUANG CEMPAKA RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK jamaludin jamaludin; nur khikmatul ulya
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i2.37

Abstract

Ada dua tipe dasar intervensi keperawatan untuk penatalaksanaan nyeri yaitu pendekatan farmakologi dan pendekatan nonfarmakologi. Pendekatan farmakologi merupakan pendekatan kolaborasi antara perawat dan dokter yang menekankan pada pemberian obat yang mampu menghilangkan sensasi nyeri9. Sedangkan pendekatan nonfarmakologi merupakan pendekatan untuk menghilangkan nyeri dengan menggunakan teknik manajemen nyeri yang meliputi: stimulasi dan masase kutaneus, kompres hangat dan dingin, stimulasi saraf elektris transkutan (TENS), distraksi, imajinasi terbimbing (guided imagery), hipnosis dan teknik relaksasi; seperti tarik nafas dalam. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah guided imagery. Guided imagery (imajinasi terbimbing) merupakan penciptaan khayalan pasien dengan tuntunan dari pemberi pelayanan keperawatan untuk mendorong pasien mevisualisasikan atau memikirkan pemandangan atau situasi yang disenangi pasien. Iringan musik juga dapat digunakan untuk menjadi faktor penunjang dalam penatalaksanaan guided imagery. Penelitian ini merupakan laporan kasus yang bertujuan untuk mengetahui hasil penurunan nyeri pada pasien post apendiktomi hari ke-1 di Ruang Cempaka RSUD Sunan Kalijaga Demak dengan menggunakan terapi guided imagery dan iringan musik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah single case study non-exeprimental. Penelitian dengan studi kasus tunggal (case study) lazim untuk menguji efektifitas sebuah terapi. Laporan kasus ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan implementasi pada pasien selama 4 hari di Ruang Cempaka dengan partisipan sebanyak 4 pasien post apendiktomi. Hasil manajemen nyeri dengan menggunakan terapi guided imagery dan iringan musik pada pasien post appendiktomi menunjukkan adanya penurunan nyeri yang semula dari skala nyeri berat pada pengelolaan hari pertama menjadi skala nyeri ringan pada pengelolaan hari keempat dengan ekspresi wajah pasien terlihat rileks. Hasil Pemberian terapi guided imagery  terbukti berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada pasien post apendiktomi.Kata kunci: post apendiktomi, nyeri, terapi guided imagery dan iringan musik.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DM DI RUANG POLIKLINIK RSI SUNAN KUDUS Jamaludin Jamaludin; Atik Choirunisa
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i1.62

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang sering ditemui dimasyarakat, kendala utama pada penanganan diet Diabetes Mellitus  adalah kejenuhan pasien dalam mematuhi terapi diet yang sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan. Pelaksanaan diet Diabetes Mellitus sangat dipengaruhi adanya dukungan dari keluarga. Dukungan keluarga mempunyai peran yang besar dalam perilaku kesehatan di masyarakat diantaranya pelaksanaan diet. Tujuan Untuk Mengetahui hubungan tingkat dukungan keluarga dengan  kepatuhan,   diet penderita Diabetes Militus di Ruang Poliklinik RSI Sunan Kudus.Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Militus yang berobat   diruang Poliklinik RSI Sunan Kudus pada bulan Desember 2018, dengan teknik accidental sampling  didapatkan sempel  sebanyak 80 responden.  Hasil : Hasil penelitian ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada penderita DM di Ruang Poliklinik RSI Sunan Kudus didapatkan hasil p value 0,001 (p< 0,05). Kesimpulan : ada Hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet DM di Ruang poliklinik RSI Sunan Kudus. Kata Kunci: Dukungan keluarga, Kepatuhan diet DM    ABSTRACT Background : Diabetes Melitus is one of the chronic diseases that are often found in the community, the main obstacle to the handling of the Diabetes Mellitus diet is the saturation of patients in adhering to diet therapy that is very necessary to achieve success. The implementation of the Diabetes Melitus diet is strongly influenced by support from the family. The family support have a big role in health behaviors in the community including the implementation of a diet. The purpose :The purpose of this paper is to find out the relationship the family support with adherence, diets of patients with Diabetes Militus at polyclinic  RSI Sunan Kudus. Method :The type of research used in this study is descriptive correlation with the Cross Sectional approach. The population in this study were all Diabetes Militus patients who were treated in the polyclinic room at Sunan Kudus Hospital in desember 2018, with accidental sampling techniques obtained as many as 80 respondents. The Results :The results showed that there was a significant relationship between family support and dietary adherence in DM patients at polyclinic RSI Sunan Kudus. value 0.001 (p <0.05). Conclusion : Conclusion There is a relationship between family support with adherence to the Diabetes Melitus  diet at polyclinik RSI Sunan Kudus. Keywords      : family support, DM dietary compliance
Penurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Dengan Teknik Brisk Walking Exercise Di Desa Angkatan Kidul Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati Siti Nurbaiti; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v7i1.78

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg dan tekanan darah diastolik sedikitnya 90 mmHg secara terus-menerus lebih dari satu periode. Brisk walking excercise merupakan salah satu bentuk latihan aerobik dengan latihan aktivitas secara rutin pada pasien hipertensi dengan menggunakan teknik jalan cepat selama 20-30 menit dengan rata-rata kecepatan 4-6 km/jam. Kelebihan dari latihan brisk walking exercise ini cukup efektif untuk meningkatkan kapasitas maksimal denyut jantung,dan juga dapat menstimulasi pengeluaran Hormone Endorphin.Dengan meningkatnya senyawa endorphin dapat mengurangi rasa stres yang merupakan salah satu pemicu meningkatnya tekanan darah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi .Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh Brisk Walking Exercise (latihan jalan cepat) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Pengambilan data dengan melakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukannya Brisk Walking Exercise, latihan ini dilakukan selama 2 minggu selama 20-30 menit dengan hasil responden 1 mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan yakni sebelum dilakukannya Brisk Walking Exercise (latihan jalan cepat) tekanan darah 150/90 mmHg turun menjadi 130/80 mmHg. Sedangkan pada responden 2 juga didapatkan hasil yang signifikan yakni dari 145/90 mmHg turun menjadi 125/80 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa Brisk Walking Exercise dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Keyword: Lansia, Hipertensi, Brisk Walking Exercise
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER POSYANDU DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS REJOSARI KABUPATEN KUDUS Gardha Rias Arsy; Aulia Izzatul Milla
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i1.94

Abstract

Usia balita merupakan masa dimana proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat pesat. Setiap balita akan melalui proses tumbuh kembang sesuai dengan tahapan umurnya. Pertumbuhan anak-anak di negara berkembang salah satunya Indonesia ternyata masih terbelakang dibandingkan anak-anak di negara maju. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan rancangan cross sectional, dengan menggunakan metode stratified random sampling. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap kader posyandu dalam pemantauan pertumbuhan perkembangan balita di Wilayah Puskesmas Rejosari. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 38 responden, yang berpengetahuan baik sebanyak 38 orang (100%). Dan sebagian besar responden bersikap baik sebanyak 34 orang (89.5%), lalu diikuti responden bersikap cukup 4 orang (10.5%). Kesimpulan : Penelitian ini dapat disimpulkan rata-rata responden berusia (31-40 tahun) sebanyak 16 orang, rata-rata tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 18 orang, rata-rata kader posyandu sudah menjadi kader selama 5-10 tahun yaitu sebanyak 27 orang yang berpengetahuan baik sebanyak 38 orang (100%), dan sebagian besar responden bersikap baik sebanyak 34 orang (89.5%).
GAMBARAN POLA MAKAN PADA PENDERITA ASAM URAT DI DESA GONDANG MANIS Nila Putri Purwandari
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v9i1.116

Abstract

Latar Belakang : Asam urat adalah suatu penyakit yang menyerang persendian dan jaringan tulang yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat sehingga dapat menimbulkan peradangan (Bumi Medika, 2019). Faktor penyebab terjadinya penyakit asam urat dapat dipengaruhi oleh asupan tinggi purin yang didapat dari makanan, asam urat sendiri merupakan hasil metabolisme dari purin, tubuh manusia sebenarnya telah mengandung purin sebesar 85% sehingga purin yang boleh didapat dari luar tubuh (dari makanan) hanya sebesar 15% (Bumi Medika, 2019). Pola makan yang baik dapat diterapkan untuk mencegah terjadinya asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang pola makan pada penderita asam urat di desa gondang manis.Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di Masa Pandemi Covid-19 SD 1 Garung Kidul Kaliwungu Kudus. Metode : Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan jenis rancangan crossectional penentuan sampel dengan purposive berjumlah 50 sampel responden. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 17 maret sampai dengan 1 april di Desa Gondang Manis. Hasil : Berdasarkan analisis didapatkan hasil bahwa sebagian besar pola makan penderita asam urat dalam kategori baik 58%, disusul dengan kategori kurang 30%, dan kategori cukup 12%. Simpulan : Maka dapat disimpulkan bahwa Pola makan para penderita asam urat dalam kategori baik 58%.
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA GERITAN KECAMATAN PATI Sri Hindriyastuti; Febriana Safitri
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v9i2.126

Abstract

ABSTRAKLansia identik dengan berbagai penurunan status kesehatan terutama status kesehatan fisik. Status kesehatan lansia yang menurun seiring dengan bertambahnya usia akan memengaruhi kualitas hidup lansia. Terdapat banyak permasalahan yang dialami lansia salah satunya yaitu kesepian. Banyak lansia yang mengalami kesepian disebabkan karena perasaan kehilangan serta kurangnya dukungan sosial. Kesepian lansia dipandang hal yang unik karena berdampak di gangguan kesehatan yang komplek. Kesepian dapat mengakibatkan munculnya berbagai masalah-masalah kesehatan fisik dan psikologis mulai dari depresi, gangguan tidur, stress, hasrat bunuh diri, dan system kekebalan tubuh menurun. Depresi dapat menyebabkan penderitaan hebat dan mengarah pada keterbatasan fungsi  dalam  melakukan  aktivitas  sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesepian dengan tingkat depresi pada lansia di Posyandu lansia Desa Geritan Kecamatan Pati. Sample yang digunakan adalah 61 orang. Sedangkan Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling dan instrument yang digunakan adalah Kuesioner Kesepian dan Kuesioner GDS 15. Penelitian ini menggunkan uji Rank Spearman. Hasil penelitian ini didapatkan kesepian kategori berat dengan tingkat depresi kategori berat mendapatkan hasil 3 responden (4,9%). Dari hasil uji Spearman didapatkan p value 0,00. Terdapat hubungan kesepian  dengan tingkat depresi pada lansia di Posyandu lansia Desa Geritan Kecamatan Pati. Kata Kunci: Kesepian, Depresi, Lansia 
STRES DAN MEKANISME KOPING PERAWAT DI RUANG UNIT PERAWATAN INTENSIF RSUD R.A. KARTINI JEPARA S Yusra
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v1i1.5

Abstract

Penulisan penelitian ilmiah ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Stres dan Mekanisme Koping perawat di Ruang Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah R.A Kartini Jepara. Penelitian ilmiah ini menggunakan desain penelitian deskriptif eksploratif yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang keadaan atau fenomena tertentu secara cermat berdasarkan data yang diperoleh, tanpa bermaksud menguji hipotesis. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuesioner data pribadi perawat dan kuesioner yang berhubungan dengan stress dan mekanisme koping perawat di ruang perawatan intensif disusun menggunakan Likert scale. Dari hasil penelitian didapatkan, dari 33 responden dijumpai perawat mengalami stres ringan sebesar 36,4%, stres sedang 57,6%, dan stress berat sebanyak 6%. Sedangkan mekanisme koping yang digunakan perawat dalam menghadapi stres akibat kerja di ruang Unit Perawatan Intensif bervariasi dari rentang adaptif sampai dengan rentang mal adaptif. Mekanisme koping perawat yang adaptif antara lain: sharing atau bercerita dengan teman (97,0%), melakukan kegiatan ritual religius seperti berdoa (97,0%) dan ibadah shalat (93,9%), relaksasi (90,9%), humor (97,0%), dan konsultasi dengan psikiater atau psikolog (18,2%), sedangkan mekanisme koping yang maladaptif antara lain: menyendiri (30,3%), melamun (54,5%), merokok (24,3%), minum alkhohol (12,1%), mencorat-coret kertas (63,6%), marah-marah (42,4%), dan memukul benda yang ada disekitarnya (24,2%). Sharing merupakan perilaku yang adaptif yang dilakukan oleh individu untuk mengurangi stres yang dirasakan sebagai gangguan yang mengancam, dengan menyeritakan masalah yang dihadapi perawat pada teman atau orang lain akan dapat mengurangi beban perawat dalam menghadapi stres.
TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN DIMASA PANDEMI COVID-19 Luluk Cahyanti; Devi Setya Putri; Vera Fitriana; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i2.160

Abstract

ABSTRAK           Coronavirus Disease 2019  (COVID-19) adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS CoV-2, yang dapat menyebar antar orang melalui percikan air liur (droplet) dari orang yang terinfeksi. Prevalensi kasus positif covid-19 pada tahun 2021 di dunia sebanyak 254.256.432 kasus, sedangkan di Indonesia sekitar  4.254.443 kasus positif. Penyebaran kasus ini sangat berdampak bagi kehidupan remaja yaitu menyebabkan kecemasan. Cemas merupakan suatu perasaan yang muncul saat seseorang berada dalam keadaan yang dapat mengancam keadaan jiwa dan dapat menjadi sinyal untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi suatu keadaan. Terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan pada remaja dimasa pandemi COVID-19  yaitu terapi relaksasi benson. Terapi relaksasi benson adalah relaksasi yang menggabungkan teknik pernapasan dalam dan kata-kata atau ungkapan yang diyakini seseorang dapat menenangkan dan menurunkan beban perasaan yang dirasakan oleh seseorang dan dapat mempengaruhi kesehatannya. Tujuan dari studi kasus ini menggambarkan penerapan terapi relaksasi benson terhadap penurunan tingkat kecemasan pada remaja dimasa pandemi COVID-19. Metode penulisan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan, sampel yang diambil yaitu 2 responden. Studi kasus ini dilakukan pada tanggal 31 Januari – 5 Februari 2022, tindakan dilakukan selama 2 kali seminggu dengan durasi 10-15 menit pada setiap pertemuan. Hasil studi kasus pada responden 1 dari cemas sedang (27) menjadi cemas ringan (14), sedangkan pada responden 2 dari cemas sedang (25) menjadi cemas ringan (13). Kesimpulannya terapi relaksasi benson efektif untuk mengatasi kecemasan selama pandemi COVID-19 karena terapi relaksasi benson dapat memberikan efek mententraman hati, mengurangi rasa khawatir, cemas dan gelisah.Kata kunci: Kecemasan, COVID-19, Remaja, Terapi Relaksasi Benson
PERAWATAN LUKA DENGAN NACL 0,9 % PADA TN. R DENGAN POST EKSISIABSES GLUTEA SINISTRA HARI KE-25 DI RUMAH TN. R DI DESA KIRIG KABUPATEN KUDUS L Sofa; S Yusra
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v3i1.21

Abstract

Berdasarkan pengelolaan yang dilakukan pada pasien perawatan luka post eksisiabses glutea pada Tn. R dengan perawatan menggunakan kompres NaCl 0,9% selama 5 kali perawatan didapatkan warna dasar luka merah, kondisi luka bersih, panjang luka 2,6 cm dengan kedalaman 1,5 cm, bersih tidak ada eksudat dan tidak ada bau, kulit disekitar luka tidak tampak kemerahan, tidak mengeras, tidak berwarna kebiruan, tepi luka halus, tipis, bersih dan lunak. Akan tetapi penggunaan NaCl 0,9% tidak direkomendasikan karena perawatan luka dengan kompres NaCl 0,9 % tidak mengalami perbaikan yang signifikan. Luka pada Tn. R masih berada pada fase proliferasi dimana pada fase tersebut sangat rentan dan mudah rusak sehingga dibutuhkan topical yang bisa mengkondisikan luka lembab seperti hydroactive gel, calcium alginate sebagai primary dressing dan transparent film sebagai secondary dressing. Agar dapat menstimulasi granulasi dan epitelisasi. Selain perawatan luka yang tepat penyembuhan luka juga didukung dari beberapa faktor. Faktor-faktor dalam penyembuhan luka ada dua yaitu faktor lokal dan faktor umum. Faktor lokal diantaranya hidrasi luka, penatalaksanaan luka (aplikasinya),suhu luka, adanya tekanan, gesekan, atau keduanya, adanya benda asing dan ada tidaknya infeksi. Faktor umum diantaranya kondisi umum pasien, seperti usia, penyakit penyerta, vaskularisasi, kegemukan, gangguan sensasi dan pergerakan, status psikologis, terapi radiasi dan obat-obatan, nutrisi. Nutrisi atau asupan makanan sangat mempengaruhi penyembuhan luka. Nutrisi yang buruk akan menghambat makanan sangat mempengaruhi penyembuhan luka. Nutrisi yang buruk akan menghambat proses penyembuhan bahkan menyebabkan infeksi luka.

Page 8 of 18 | Total Record : 177