cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi
Published by Indo Publishing
ISSN : 30901022     EISSN : 30898374     DOI : https://doi.org/10.63822/ekopedia
Core Subject : Economy,
Jurnal Ilmiah Ekonomi yang diterbitkan oleh Lembaga Indo Publishing. berupa hasil-hasil penelitian di bidang Ekonomi Murni, Kependidikan Ekonomi, Manajemen, Bisnis Digital, Kewirausahaan, Akuntansi, Perbankan, Ekonomi Islam dan bidang lainnya yang relevan dengan ekonomi yang belum pernah dipublikasikan dalam jurnal lainnya
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025" : 50 Documents clear
Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol Evaluasi Dampak Pembangunan Jalan Tol Terhadap Peningkatan Konektivitas Antar Daerah, Pertumbuhan Ekonomi Regional, serta Dampaknya Terhadap Masyarakat dan Lingkungan Hidup Apriliyaningsih, Siti; Eli Apud Saepudin; Rossa Amelia Putri; Arina Karmelia; Masri Ramadila Sandi
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qczaj286

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan tol merupakan salah satu kebijakan strategis yang diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antar daerah, mempercepat pertumbuhan ekonomi regional, dan mendukung integrasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan jalan tol terhadap berbagai aspek, termasuk peningkatan konektivitas, pertumbuhan ekonomi, serta dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui survei, wawancara, dan studi literatur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan tol secara signifikan meningkatkan aksesibilitas antar daerah, yang berdampak positif pada efisiensi transportasi dan pengurangan waktu tempuh. Peningkatan konektivitas ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional melalui peningkatan investasi, pengembangan sektor industri, dan peningkatan aktivitas perdagangan. Namun, dampak sosial yang muncul, seperti penggusuran masyarakat dan perubahan pola hidup, perlu dikelola dengan baik untuk menghindari konflik sosial.Di sisi lain, dampak lingkungan dari pembangunan jalan tol juga menjadi perhatian utama. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun ada manfaat ekonomi, pembangunan jalan tol dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, polusi, dan perubahan penggunaan lahan. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek.Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pendekatan holistik dalam kebijakan pembangunan infrastruktur jalan tol, yang tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Rekomendasi untuk kebijakan ke depan mencakup penguatan regulasi lingkungan, partisipasi masyarakat, dan evaluasi dampak secara berkala untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak
Analisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Materi Teori Akuntansi dalam Peningkatan Kompetensi pada Mata Kuliah Pemeriksaan Akuntansi Mhd. Shafwan Aziz; Reza Hanafi Lubis
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/az7m9m82

Abstract

Studi ini meneliti bagaimana siswa memahami konsep teori akuntansi dan bagaimana ini berkontribusi untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam kursus ujian akuntansi. Teori akuntansi dianggap sebagai dasar untuk dukungan audit dan analisis gelar. Data dikumpulkan melalui survei yang didistribusikan kepada siswa untuk pelatihan akuntansi. Studi ini menunjukkan bahwa pemahaman menyeluruh tentang teori akuntansi akan berkorelasi positif dengan kemampuan siswa untuk menyelesaikan tugas tes akuntansi. Dukungan untuk komponen seperti kecerdasan emosional, motivasi belajar, dan pendekatan pengajaran interaktif telah terbukti memainkan peran utama dalam memahami siswa. Namun demikian, masalah seperti pengetahuan awal dan pendekatan pembelajaran yang monoton tetap bermasalah. Untuk mempersiapkan siswa untuk persyaratan profesional di tempat kerja, pendekatan pendidikan tambahan seperti studi kasus dan simulasi ujian harus ditambahkan di bidang akuntansi.
Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Muh. Syata, Wahyu
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/sdsh9b41

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in driving national economic growth, particularly in creating jobs, reducing poverty, and strengthening income distribution. This research aims to examine the role of MSMEs in economic growth and the challenges faced in the digital era. The method used is a literature review by collecting data from various sources such as books, scientific journals, and official documents. The study results show that MSMEs contribute significantly to the Gross Domestic Product (GDP), support regional development, and improve community welfare. However, MSMEs also face various obstacles such as limited access to financing, low digital literacy, technological limitations, and weak managerial capabilities. Therefore, continuous support from the government, private sector, and society is needed to enhance human resource capacity, expand access to funding, and encourage the adoption of digital technology so that MSMEs can compete in the ever-evolving digital economy ecosystem.
Evaluasi Dampak Kebijakan Sistem Zonasi Terhadap Pemerataan Akses Pendidikan di Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah Via Oktaviani; Azhar Hayatunnisa; Linda Aulia; Tasya Adela Talitha
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6w0yna96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak dari kebijakan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terhadap pemerataan akses pendidikan di jenjang sekolah dasar dan menengah. Kebijakan zonasi diberlakukan dengan maksud untuk mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah-daerah dengan memprioritaskan calon peserta didik yang tinggal di sekitar sekolah. Melalui analisis data sekunder dan studi literatur, penelitian ini mengkaji seberapa efektif kebijakan zonasi dalam mencapai pemerataan akses, mengidentifikasi kemungkinan kendala dalam pelaksanaan, serta menganalisis dampaknya terhadap distribusi mutu pendidikan di antara sekolah-sekolah. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai efektivitas kebijakan sistem zonasi PPDB dan memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk perbaikan pelaksanaan di masa yang akan datang.
Konsep Titipan (Wadi’ah) Bahan Bangunan dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di UD. Sejahtera  Kampung Saroha Kecamatan Barumun) Rijal Allamah Harahap; Junda Harahap; Dahlia Sari
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rkacpk13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep titipan  (wadi’ah)  dalam perspektif ekonomi  Islam. Untuk mengetahui  konsep titipan (wadi’ah) bahan bangunan dalam perspektif ekonomi Islam di UD. Sejahtera Kampung Saroha Kecamatan Barumun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Konsep  titipan  (wadi’ah)  dalam perspektif ekonomi  Islam memenuhi syarat dan rukun wadi’ah, diantranya telah ada dua orang yang berakad yang terdiri dari penitip dan penerima titipan, ada sesuatu yang dititipkan (Wadi’ah  atau Muwada’), ada shighat (ijab dan qabul), orang yang dititipi menjaga barang titipan dengan baik dan  konsep  titipan  (wadi’ah)  yang digunakan adalah wadiah yad dhamanah, di mana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat kala si pemilik menghendakinya. Konsep titipan (wadi’ah) bahan bangunan di UD. Sejahtera Kampung Saroha Kecamatan Barumun sudah sesuai perspektif ekonomi Islam karena tidak ada yang dirugikan di antaradua orang yang ber akad yang terdiri dari penitip dan penerima titipan, bahan-bahan bangunan yang telah ditabung sudah ada pada saat penabung memintanya, dan tugas pekerja pada toko bangunan untuk mengantarkan bahan bangunan tersebut ke tempat yang telah disebutkan. barang yang sudah dititipkan oleh orang lain diperbolehkan untuk di jual ke orang lain lagi, namun dengan catatan ketika mau diambil barang tersebut oleh pembeli atau yang menitipkan harus sudah ada barangnya ditempat (di toko), kegiatan tabungan bahan bangunan adalah bahwa semuanya saling berkaitan dan saling melengkapi, tolong menolong sehingga dengan begitu nilai-nilai kepercayaan antara satu sama lain saling diutamakan dan dikedepankan. Kemaslahatan bagi individu dan masyarakat merupakan hal terpenting dalam kehidupan ekonomi.
Analisis Sewa Menyewa Minibus pada PT. Barumun Jaya Mandiri dalam Perspektif Ekonomi Islam Enni Efrida Nasution; Aminah Lubis; Abdi Sobari Daulay
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/799w1b67

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep sewa menyewa dalam perspektif ekonomi Islam adalahharus memenuhi syarat dan rukun yaitu ‘aqidayan yaitu musta’jir, mu’ajir, shigat, Ma’jur (upah) dan manfaat dari barang yang disewakan. Untuk lebih jelasnya lagi dalam akad sewa menyewa adanya kesepakatan di mana penyewa harus membayarkan atau memberikan imbalan atau manfaat dari benda atau barang yang dimiliki oleh pemilik barang yang dipinjamkan. Hukum dari sewa menyewa adalah mubah atau diperbolehkan. Dalam sewa menyewa harus ada barang yang disewakan, penyewa, pemberi sewa, imbalan dan kesepakatan antara pemilik barang dan yang menyewa barang. (2) Analisis sewa menyewa minibus pada PT. Barumun Jaya Mandiri Dalam Perspektif Ekonomi Islam di lihat dari rukun dan syarat sewa menyewa sudah sesuai dengan konsep ekonomi Islam, akan tetapi dalam pelaksanaan akadnya tidak ada salaman antara kedua belah pihak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti melalui wawancara yaitu ada orang yang menyewakan mobil, penyewa mobil, akad sewa menyewa minibus PT. Barumun Jaya Mandiri dilaksanakan shigat secara lisan, uang atau upah dari sewa menyewa minibus pada PT. Barumun Jaya Mandiri sesuai harga yang berlaku dipasaran, manfaat barang yang disewa PT. Barumun Jaya Mandiri adalah mini bus dan sesuai dengan mobil yang diinginkan penyewa. Apabila terjadi kerusakan menjadi tanggung jawab dari penyewa atau sesuai dengan kesepakatan di awal akad. Dalam pelaksanaan sewa menyewa minibus pada PT. Barumun Jaya Mandiri bisa dilakukan lewat secara online atau via telepon dan whatsapp jika sudah saling mengenal.
Konsep Discount  pada Jual Beli  dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Indomaret Lingkungan II Pasar Sibuhuan Junda Harahap; Muhammad Amsal Nasution; Ika Sasmita Sari
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/phepvb20

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui konsep discount  pada  jual beli dalam ekonomi Islam. (2) Untuk mengetahui konsep discount  pada jual beli dalam perspektif ekonomi Islam (studi kasus Indomaret Lingkungan II Pasar Sibuhuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep discount  pada  jual beli dalam ekonomi Islam dilakukan atas dasar sukarela (antaradhin) tanpa mengandung unsur paksaan (ikrah), menciptakan pelayanan sosial (tahqiq al-khidmah al-ijtima'iyah), menciptakan keadilan dan keseimbangan (al-'adlu wa at-tawazun), tidak ada tipu daya ('adam al-gharar), dan terakhir Profitable/ keuntunga (al-Istirbah)tidak ada masalah jual beli system  Discount  untuk mendapatkan potongan harga. (2) Konsep discount  pada jual beli sudah sesuai dengan  perspektif ekonomi Islam rukun dan syarat. Ditinjau dari rukun dan syaratnya, jual beli yang dilakukan pada Indomaret Lingkungan II Pasar Sibuhuan. Syarat-syarat tersebut diantaranya mengenai penjual dan pembeli telah melakukan jual beli dengan ridha dan sukarela, tanpa ada paksaan dan kedua belah pihak berkompeten dalam melakukan praktek jual beli, yakni dia adalah seorang mukallaf dan rasyid. Mengenai objek jual beli merupakan barang yang suci dan bermanfaat, bukan barang najis atau barang yang haram, merupakan hak milik penuh, objek jual beli dapat diserahterimakan, dan jumlah pembayarannya diketahui secara jelas oleh kedua belah pihak sehingga terhindar dari gharar.
Implementasi Jual Beli Tanah Kavlingan Desa Janjilobi dengan Sistem Angsuran Menurut Perspektif Ekonomi Islam Nurjannah Nasution; Aminah Lubis; Ika Oktavia
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9cfzae57

Abstract

Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui konsep jual beli sistem angsuran  dalam perspektif ekonomi Islam dan untuk mengetahui bagaimana implementasi jual beli tanah kavlingan Desa Janjilobi dengan sistem angsuran  menurut perspektif ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Konsep jual beli sistem angsuran dalam perspektif ekonomi Islam diperbolehkan.  Hal ini jumhur ulama mengatakan bahwa rukun jual beli angsuran  ada empat yaitu: Penjual, ia harus memiliki barang yang dijualnya atau mendapat izin untuk menjualnya dan akal sehat. Pembeli, ia disyariatkan di perbolehkan bertindak dalam arti ia bukan yang tidak waras (gila). Sighat, ungkapat ijab dan qabul yang menunjukkan kesepakatan dua belah pihak yang melakukan akad dan kesepakatan tersebut. Ma’qud ‘alaih (objek akad), merupakan hal yang diperbolehkan untuk di jual, bersih, bisa di serahkan pada pembeli dan bisa diketahui pembeli meskipun dengan ciri-cirinya. Implementasi Jual Beli Tanah Kavlingan Desa Janjilobi dengan sistem angsuran  sudah sesuai dengan  perspektif ekonomi Islam dan telah memenuhi syarat dan rukun jual beli secara angsuran dimana menjual sebuah tanah kavlingan dan dibeli oleh seorang pembeli secara angsuran dengan jangka waktu satu sampai lima tahun dan sistem pembayarannya ada yang sekali sebulan, ada yang dua bulan sekali dan ada yang tiga bulan sekali,  lalu si penjual mengajukan sebuah perjanjian dan disepakati pembeli yang isinya bahwa apabila si pembeli tidak bisa meneruskan pembayaran angsuran atau hutangnya nunggak, maka tanah itu harus dijual dan akan dibeli kembali oleh penjual tanah awal. Si pembeli sangat membutuhkan tanah tersebut untuk membangun rumah, lalu ia mendatangi si penjual tanah untuk bernegoisasi. Namun sebelum melakukan akad, si penjual lebih dulu memberi kesepakatan dengan si pembeli untuk menjual kembali tanah tersebut padanya. Pembayaran hutangnya sudah berjalan sekitar dua tahun, namun terdapat problem internal dalam pembeli, sehingga si pembeli tidak bisa membayar hutangnya lagi dan akhirnya menjual kembali tanah tersebut pada penjual. Oleh penjual tanah tersebut dibeli dengan harga yang lebih rendah dari harga penjualan awal namun kali ini bayarnya secara tunai. Sisa hutang yang masih tersisa tersebut sudah terlunasi dengan hasil penjualan tanah yang kedua, jadi uang penjualan tidak langsung semuanya diberikan  pada pembeli, namun dipotong oleh sisa hutang yang masih tersisa, sehingga hutang tersebut sudah terlunasi dari uang tersebut.
Perlindungan Hukum Nasabah Terhadap Penyalahgunaan Data Pribadi oleh Pihak Ketiga dalam Kerja Sama Perbankan Digital Arya Salman Aziz; Muhammad Abyan Zaidan
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qwcqac23

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi sektor perbankan menuju layanan digital yang semakin terintegrasi dengan pihak ketiga, seperti fintech dan penyedia layanan teknologi. Namun, kerja sama ini menimbulkan potensi risiko terhadap perlindungan data pribadi nasabah, terutama dalam hal penyalahgunaan oleh pihak ketiga. Artikel ini membahas perlindungan hukum bagi nasabah perbankan digital terhadap penyalahgunaan data pribadi oleh mitra kerja sama perbankan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), Undang-Undang Perbankan, dan regulasi OJK, masih terdapat celah hukum dalam pengawasan dan tanggung jawab hukum atas kebocoran data oleh pihak ketiga. Penegakan hukum juga masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi digital nasabah dan keterbatasan mekanisme pengaduan yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dalam bentuk perjanjian kerja sama yang jelas antara bank dan pihak ketiga, peningkatan pengawasan oleh otoritas, serta edukasi hukum dan digital bagi nasabah. Perlindungan data pribadi merupakan bagian integral dari hak privasi dan harus dijamin secara efektif dalam ekosistem perbankan digital yang terus berkembang.
Nilai Tukar Uang Konvensional dan Islam Masna Ani Saputri; Imelda Deva Kirana; Aim Matus Sholihah; Puspita Andraini; Suci Hayati
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hent7t97

Abstract

The exchange rate plays a crucial role in a country's economic stability, as it affects the competitiveness of exports and imports, capital flows, and monetary policy. This article presents a comparative review between the exchange rate mechanism in conventional economics based on market demand and supply and central bank policy (floating with fixed exchange rate) with the concept of sharf in Islamic economics that emphasizes the prohibition of usury, speculation, and real asset-based transactions. A descriptive qualitative research method with a desk study approach is used to analyze the latest academic literature and policy documents. The results of the analysis show that although both systems aim at exchange rate stability, Islamic economics offers a framework of fairness and transparency that limits extreme volatility through cash requirements, quantity equivalence (for similar currencies), and minimal intervention to maintain market balance. In contrast, the conventional system is more flexible in responding to global economic shocks but is vulnerable to speculation. These findings underline the importance of integrating sharia principles in the formulation of modern exchange rate policies to minimize uncertainty and support inclusive and sustainable economic growth.