cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 Desa Kajhu No. 14 Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Published by Indo Publishing
ISSN : 30897742     EISSN : 30897734     DOI : https://doi.org/10.63822/jejakdigital
Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah jurnal elektronik dan cetak Open Access Journal yang diterbitkan oleh Indo Publishing setiap 6 kali dalam setahun menyediakan forum untuk mempublikasikan artikel penelitian asli, artikel review dari kontributor, dan berita teknologi baru mencangkup multidisiplin ilmu
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 504 Documents
Digitalisasi Bank Aceh terhadap Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Nasabah serta Dampaknya terhadap Loyalitas Nasabah di Kawasan Agraris Aceh Barat Siti Masyfuah Azzahro
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xtkzgv11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi Bank Aceh Syariah terhadap kualitas pelayanan, kepuasan nasabah, serta dampaknya terhadap loyalitas nasabah di kawasan agraris Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Data dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi tidak berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan, kepuasan nasabah, maupun loyalitas. Namun, kepuasan nasabah memediasi hubungan digitalisasi dan loyalitas secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan menjadi faktor kunci dalam membentuk loyalitas. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan layanan digital yang disertai peningkatan kepuasan, serta kontribusi teoretis melalui penekanan peran mediasi dalam model hubungan digitalisasi dan loyalitas.
Perspektif Evolusi Teori Organisasi bagi Organisasi di Masa Depan Enjelina Dewita Sari; Vinka Rachma Aulia; Destiar Fachrurozy; Suwandi
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ae54p714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi dua persoalan utama, yaitu alasan mengapa perkembangan konsep dalam teori organisasi berperan sebagai faktor yang menyebabkan pergeseran paradigma dan mengapa dampak teknologi mendorong kemajuan dalam integrasi strategi di organisasi di masa depan. Metode yang diambil untuk penelitian ini bukanlah penelitian lapangan, melainkan menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang melibatkan analisis informasi yang telah disimpan dan tercatat. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat tiga jenis paradigma yang dapat ditemukan dalam organisasi, yaitu paradigma klasik, paradigma tradisional, dan paradigma transisi. Masing-masing dari ketiga paradigma ini memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Seiring dengan perkembangan teknologi yang terus berlanjut, kemungkinan baru akan muncul, seperti interaksi virtual di kalangan pekerja, inovasi serta kreasi yang menjadi hal yang umum, selalu terhubung setiap hari, peningkatan peralihan pekerjaan, penekanan pada penyelesaian masalah, serta pengambilan keputusan yang lebih tepat. Jumlah paradigma yang ada dipastikan akan bertambah, masing-masing dengan keistimewaan dan kelemahannya sendiri. Setiap paradigma ditujukan menuju perubahan yang lebih positif, meskipun hasil yang diperoleh tidak selalu memberikan dampak yang baik. Dengan memanfaatkan teknologi, sebuah organisasi dapat memperoleh berbagai keuntungan dalam mencapai strateginya. Sumber daya manusia perlu mengikuti perkembangan zaman agar organisasi dapat secara konsisten mencapai tujuannya.
Pengaruh Brand Personality Produk Melia Sehat Sejahtera dan Personal Branding @Do.Ririn Terhadap Minat Beli Followers Andika Surya Putra; Dian Marhaeni Kurdaningsih
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/febjvb33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand personality produk Melia Sehat Sejahtera dan personal branding akun Instagram @do.ririn terhadap minat beli followers. Latar belakang penelitian ini didasari oleh citra negatif PT Melia Sehat Sejahtera di media sosial yang dapat memengaruhi keputusan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan paradigma positivisme dan teori Elaboration Likelihood Model (ELM) sebagai dasar teoritis. Sampel terdiri dari 100 responden followers akun @do.ririn yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa brand personality dan personal branding masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli followers, baik secara parsial maupun simultan, dengan nilai signifikansi < 0.05. Nilai R Square sebesar 0.756 menunjukkan bahwa 75.6% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Kesimpulannya, semakin kuat karakter merek Melia dan semakin konsisten serta positif citra diri @do.ririn, maka semakin tinggi minat beli followers. Hipotesis nol ditolak, dan hipotesis alternatif diterima. Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus objek yang hanya pada satu influencer dan satu platform, serta dominasi responden dari usia 20–30 tahun. Disarankan agar penelitian selanjutnya melibatkan lebih banyak variabel, platform digital lain, serta pendekatan kualitatif agar hasil lebih mendalam dan aplikatif.
Pengaruh Label “Tasya Farasya Approved” Terhadap Minat Beli  Produk Scarlett Ultra Light Daily Sunscreen dengan Kepercayaan Merek sebagai Variabel Moderasi Vivi Yunita Rahmawati; Trimanah
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8zcx7p38

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pengaruh influencer dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen, khususnya di kalangan mahasiswa. Salah satu figur yang berpengaruh adalah Tasya Farasya melalui label “Tasya Farasya Approved” pada produk rekomendasinya, seperti Scarlett Ultra Light Daily Sunscreen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh label tersebut terhadap minat beli dengan kepercayaan merek sebagai variabel moderasi, menggunakan Teori Kredibilitas Sumber. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan positivisme dan teknik pengumpulan data melalui purposive sampling terhadap 100 mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang telah menonton konten review produk oleh Tasya Farasya. Pengolahan data dilakukan menggunakan IBM SPSS 27 dengan metode Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner dinyatakan valid dan reliabel. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan bahwa Label Tasya Farasya Approved berpengaruh terhadap minat beli sebesar 4,7%. Sementara itu, hasil regresi moderasi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari interaksi antara label dan kepercayaan merek terhadap minat beli sebesar 51%. Artinya, kepercayaan merek terbukti memperkuat pengaruh Label Tasya Farasya Approved terhadap minat beli konsumen. Temuan ini membuktikan bahwa semakin tinggi kepercayaan terhadap merek, maka semakin besar pengaruh positif dari kredibilitas Tasya Farasya dalam membentuk minat beli produk. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Teori Kredibilitas Sumber relevan untuk menjelaskan pengaruh influencer terhadap minat beli, serta menegaskan bahwa Label Tasya Farasya Approved memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, khususnya saat dimoderasi oleh kepercayaan terhadap merek.
Pengaruh Ajaran Walisongo Terhadap Pendidikan Moral dan Karakter Generasi Muda di Sekolah Islam Masa Kini Marshela Tri Desta Damayanti; Fiaz Fauzi; Ani Marlia; Regi Mastio; Eka Oktayani; Maila Rosyadah
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/smr4hr93

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis dampak ajaran Walisongo terhadap pengembangan moral dan karakter generasi muda di sekolah-sekolah Islam saat ini. Ajaran Walisongo menyimpan kekayaan nilai-nilai lokal yang sarat dengan aspek spiritual, etika, dan sosial, yang tetap relevan dalam konteks pendidikan masa kini. Walisongo dikenal tidak hanya sebagai penyebar Islam, tetapi juga sebagai pendidik yang menyisipkan nilai-nilai kehidupan dengan pendekatan yang humanis dan berbasis budaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara dengan pendidik di institusi pendidikan Islam. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa nilai-nilai ajaran Walisongo, seperti Moh Limo, sikap saling menghormati, dan contoh spiritual dapat diterapkan dalam pendidikan Islam melalui berbagai pendekatan, seperti pembiasaan, teladan dari pengajar, budaya pendidikan, dan aktivitas ekstrakurikuler. Penelitian ini menyatakan bahwa pengembangan pendidikan karakter yang berakar pada budaya lokal adalah strategi krusial untuk menciptakan generasi muda yang beriman, beretika baik, dan siap menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum dan praktik pendidikan di sekolah Islam secara terencana dan terus-menerus.
Pagit-Pagit sebagai Tanda Budaya: Analisis Semiotika Tipologi Tanda Charles Sanders Pierce terhadap Kuliner Khas Suku Karo Ayu Eka Prasetyawati; Elvira Eninta Br Ginting; Chindy; Adibah Agustini; Najwa Fitri Sahira
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3mkvz998

Abstract

Penelitian ini membahas makna semiotic dalam kuliner tradisional Suku Karo, yaitu Pagit-Pagit, melalui pendekatan tipologi tanda dari Charles Sanders Pierce: ikon, indeks, dan simbol. Pagit-Pagit merupakan makanan berbahan dasar isi rumen hewan ruminansia yang diolah dengan rempah-rempah khas, dan memiliki peran penting dalam berbagai ritual dan upacara adat. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui analisis pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pagit-Pagit lebih menonjol sebagai indeks dan simbol budaya daripada ikon, karena mengindeks hubungan masyarakat Karo dengan lingkungan agraris dan menyimbolkan identitas serta nilai-nilai budaya lokal. Kajian ini menegaskan pentingnya pelestarian makanan tradisional sebagai sarana komunikasi budaya dan memperkuat solidaritas etnis.
Pelanggaran Maksim Grice dalam Sketsa Komedi Digital: Studi Pragmatik pada Video Main Hakim Sendiri Adibah Agustini; Ayu Eka Prasetyawati; Chindy; Elvira Eninta Br Ginting; Najwa Fitri Sahira
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/n3khpf68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran maksim percakapan menurut teori Paul Grice dalam sketsa komedia digital Main Hakim Sendiri di YouTube, khususnya dalam episode “Desta Boiyen Diceramahin Habib Jafar (1/4)”. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis teks, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana pelanggaran maksim kualitas dan maksim relevansi digunakan untuk menciptakan efek humor. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelanggaran maksim kualitas dan relevansi paling dominan digunakan untuk menciptakan kelucuan melalui ketidaksesuaian konteks, absurditas, dan permainan bahasa. Penelitian ini juga membandingkan pola pelanggaran maksim antara komedi sketsa dan stand-up comedy serta menyoroti pentingnya konteks budaya dalam interpretasi humor. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap studi pragmatik dan memperkaya pemahaman tentang strategi linguistik humor dalam media digital
Estetika dalam Tafsir: Seni Sebagai Medium Pemikiran Al-Qur’an di Era Kontemporer Ariesta Nadya Alfadhela; Halimatussadiyah; Kusnadi; Pathur Rahman; Risan Rusli
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/r5tn7780

Abstract

Penelitian kali ini menghadirkan kebaruan dengan memposisikan seni sebagai bentuk tafsir al-Qur’an yang hidup, yang bergerak di luar batas teks menuju ekspresi estetika dan performatif. Inti persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana seni dapat berperan sebagai medium yang efektif dan relevan dalam memperkaya pemikiran dan penafsiran al-Qur’an di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh melalui studi pustaka (library research) terhadap karya seni bertema Qur’ani. Adapun teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan cara inventarisasi karya seni bertema Qur’ani dari media sosial dan publikasi ilmiah. Sedangkan teknik analisis datanya adalah kategorisasi dan interpretasi bentuk seni dan pendekatan tafsir yang digunakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa seni memiliki posisi signifikan dalam sebagai medium tafsir kontemporer dalam menghidupkan pesan-pesan al-Qur’an. Berbagai bentuk seni seperti kaligrafi, musik, drama dan film telah berkembang menjadi medium pemikiran tafsir yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga edukatif, afektif dan transformatif. Estetika dalam seni membuka ruang tafsir yang melampaui teks, memungkinkan al-Qur’an dipahami dan dihayati melalui pengalaman visual, emosional, dan sosial
Resepsi Penonton Terhadap Statement Abidzar Al Ghifari pada Pemeran Utama Film Bussines Proposal Shita Chetrin Lavesia; Dian Marhaeni Kurdaningsih
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qk2bw285

Abstract

Foreign film adaptations, especially Korean dramas, are becoming a trend in the Indonesian film industry. However, the process of cross-cultural adaptation requires not only narrative creativity, but also sensitivity to audience perceptions and expectations. One of the interesting cases is the  Indonesian version of the film Business Proposal which reaped controversy due to the statement of the main character, Abidzar Al Ghifari, who admitted that he did not watch the original version of the Korean drama. This statement triggered a negative reaction from the public, especially K-drama fans, and gave rise to  a widespread cancel culture phenomenon  on social media. This study aims to analyze the audience's reception of Abidzar's statement in the context of film adaptation and the phenomenon of cancel culture. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with five informants and supported by observation and literature studies. The analysis was carried out using Stuart Hall's reception theory which divided the audience's position into three categories: dominant, negotiable, and oppositional. The results of the study show that the audience's acceptance of this film is greatly influenced by the public behavior of the figure, expectations of adaptation, and the broader social context. Audiences not only judge films based on the quality of the story and acting, but also consider the attitudes and statements of the cast. Abidzar's statement was seen as a form of unprofessionalism, which reinforced the negative assessment of the film. In addition, the selection of actors, chemistry between players, and the quality of adaptation were also considered not to meet audience expectations. The phenomenon  of cancel culture that has emerged shows that audiences are now more active, critical, and have a great influence in determining the success of an entertainment work in the digital era. Keywords: Audience Reception, Cancel Culture, Film Adaptation, Stuart Hall, Media Communication   ABSTRAK Adaptasi film asing, khususnya drama Korea, tengah menjadi tren dalam industri perfilman Indonesia. Namun, proses adaptasi lintas budaya tidak hanya menuntut kreativitas naratif, tetapi juga kepekaan terhadap persepsi dan ekspektasi audiens. Salah satu kasus menarik adalah film Business Proposal versi Indonesia yang menuai kontroversi akibat pernyataan pemeran utamanya, Abidzar Al Ghifari, yang mengaku tidak menonton versi asli drama Korea tersebut. Pernyataan ini memicu reaksi negatif dari publik, terutama penggemar K-drama, dan memunculkan fenomena cancel culture yang meluas di media sosial.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi penonton terhadap pernyataan Abidzar dalam konteks adaptasi film dan fenomena cancel culture. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan dan didukung observasi serta studi pustaka. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori resepsi Stuart Hall yang membagi posisi audiens ke dalam tiga kategori: dominan, negosiasi, dan oposisi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan penonton terhadap film ini sangat dipengaruhi oleh perilaku publik figur, ekspektasi terhadap adaptasi, dan konteks sosial yang lebih luas. Penonton tidak hanya menilai film berdasarkan kualitas cerita dan akting, tetapi juga mempertimbangkan sikap dan pernyataan para pemeran. Pernyataan Abidzar dipandang sebagai bentuk ketidakprofesionalan, yang memperkuat penilaian negatif terhadap film tersebut. Selain itu, pemilihan aktor, chemistry antarpemain, dan kualitas adaptasi juga dinilai tidak memenuhi ekspektasi audiens. Fenomena cancel culture yang muncul memperlihatkan bahwa audiens kini lebih aktif, kritis, dan memiliki pengaruh besar dalam menentukan keberhasilan sebuah karya hiburan di era digital.  
Tafsir Perdamaian dan Resolusi Konflik Muhammad Ghoust; Ris'an Rusli
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ssy5vj96

Abstract

Kondisi masyarakat sebelum datangnya Islam sering menyelesaikan masalah dengan konflik. Pada masa itu tidak ada konsep moral dan spiritual masyarakat yang di praktekkan. Dengan hadirnya Islam moralitas yang luhur, menghargai sesama manusia serta senantiasa menjunjung kedamaian. Selain itu, agama Islam menjawab atas persoalan kehidupan masyarakat serta melawan keburukan. Islam senantiasa menganjurkan kepada umatnya untuk menebarkan kedamaian, berpikir solutif dan positif. Allah memberikan tugas kepada manusia di muka bumi untuk mewujudkan atau menciptakan keharmonisan serta menerapkan dalam kehidupan nilai-nilai ketuhanan. Islam agama yang mengedepankan rasa kasih saying, persaudaraan dan keadilan dalam menjawab berbagai persoalan-persoalan yang ada. Ada beberapa strategis rosolusi konflik dalam Islam, yaitu klarifikasi (Tabayyun), mediasi (Tahkim), berdamai (Islah), berbuat baik (Ihsan), dan berlaku adil dan jaminan kebebasan.