cover
Contact Name
-
Contact Email
bikkm@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bikkm@uii.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29886791     DOI : https://doi.org/10.20885/bikkm
Core Subject : Health,
We focus on publishing ethically and methodologically rigorous scientific research, including original research, literature reviews, and case reports in the medicine and public health field.
Articles 102 Documents
Sistem Skoring untuk Menilai Luaran Pasien Kritis di Unit Perawatan Intensif (ICU) di Indonesia Sebuah Tinjauan Pustaka Kurniawan, Hanifa; Atmawan, Derajad; Murdiyanto , Joko; Purnomo, Heri; Estiko, Reza
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit perawatan intensif (ICU) memiliki peran penting dalam penanganan pasien dengan kondisi kritis. Memprediksi mortalitas pasien menggunakan sistem skoring dapat membantu tenaga kesehatan mempersiapkan penatalaksanaan yang adekuat. Sistem skoring yang paling umum digunakan di ICU di seluruh dunia adalah Acute Physiology and Chronic Health Evaluation (APACHE), Simplified Acute Physiology Score (SAPS), dan Sequential Organ Failure Assessment (SOFA). Sistem-sistem skoring ini memiliki parameter untuk menghitung prediksi mortalitas dan diperbarui secara rutin. Sistem ini juga sering digunakan di Indonesia, dan berbagai penelitian telah mempublikasikan hasilnya. Artikel ini meninjau semua publikasi artikel antara Januari 2013 hingga Maret 2024 yang menggunakan sistem skoring ICU untuk memprediksi mortalitas pada populasi Indonesia. Dengan menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analysis (PRISMA), kami memperoleh 397 artikel dari basis data seperti PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Taylor & Francis. Setelah melalui proses identifikasi, penyaringan, dan penentuan kelayakan, kami menyertakan enam artikel untuk ditelaah secara kritis. APACHE-II dan SOFA merupakan sistem skoring yang paling sering digunakan di Indonesia karena kemudahan variabelnya serta kemampuan prediksinya yang cukup baik terhadap mortalitas pasien kritis.
Analisis Potensi Ekstrak dan Getah Tanaman Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli) Dalam Membantu Proses Penyembuhan Luka pada Hewan Uji Tikus : Sebuah Tinjauan Pustaka Qanita, Syaza; Muchsin, Hana Risqiyani
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) merupakan salah satu tanaman yang getahnya bersifat toksik bagi lapisan kulit dan selaput lendir karena mengandung phorbol ester dan ingenol ester. Namun, komponen utama getah tanaman patah tulang ini adalah flavonoid dan tanin yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri sehingga biasanya digunakan dalam penyembuhan secara tradisional dengan cara mengoleskannya di sekitar kulit yang terluka atau mengolahnya menjadi ekstrak. Maka dari itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai potensi dan pengaruh tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) dalam membantu proses penyembuhan luka dengan baik dan aman. Tujuan: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian literature review yang bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) dalam membantu proses penyembuhan luka. Hasil: Didapatkan keseluruhan hasil akhir pencarian adalah 11 artikel, terdiri dari 7 artikel terkait skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tanaman patah tulang, 3 artikel yang menyebutkan pemberian ekstrak tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) dapat mempercepat proses penyembuhan luka sayat pada hewan uji, dan 1 artikel menunjukkan hasil bahwa getah tanaman patah tulang memiliki potensi untuk mempercepat kesembuhan luka.Kesimpulan: Tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) memiliki potensi baik dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka baik dengan pembuatan ekstrak maupun pemberian getah secara langsung yang dioleskan pada luka. Kata kunci : Euphorbia tirucalli; getah Euphorbia tirucalli; ekstrak Euphorbia tirucalli; antiinflamasi, penyembuhan luka; luka sayat.
Survei Komparatif Manfaat Revolusi Taqwa 7.0 terhadap Kesehatan Holistik 7R Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Akhmad, Syaefudin; Suwarno, Tri; Prihermansyah, Endra; Maulana, Muhammad Arfan
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan kedokteran di lingkungan perguruan tinggi Islam mengemban beban akademik dan spiritual yang tinggi, di mana mahasiswa rentan mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan kelelahan emosional (burnout). Intervensi yang mengintegrasikan nilai spiritual ke dalam kurikulum menjadi krusial untuk memperkuat resiliensi dan pembentukan karakter mahasiswa. Tujuan: Mengevaluasi manfaat tambahan kegiatan Revolusi Taqwa 7.0 terhadap capaian kesehatan holistik 7R mahasiswa FK UII dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya mengikuti taklim rutin. Metode: Studi kuantitatif dengan desain komparatif dua kelompok dilakukan pada mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII). Subjek analisis utama terdiri atas 14 responden yang terbagi secara proporsional menjadi kelompok intervensi (n = 9; mentoring rutin ditambah Revolusi Taqwa 7.0) dan kelompok kontrol (n = 5; mentoring rutin saja). Capaian kesehatan diukur menggunakan Kuesioner Sehat 7R (49 butir, skala Likert 1–4, ditransformasikan ke skala 0–100). Perbedaan proporsi kategori kesehatan antar kelompok dianalisis menggunakan uji eksak Fisher (Fisher's exact test), sedangkan skor per dimensi dianalisis secara deskriptif beserta ukuran efeknya (Cohen's d). Hasil: Proporsi kategori sehat 7R “baik” pada kelompok intervensi sebesar 88,9% dibandingkan 80,0% pada kelompok kontrol (beda risiko 8,9 poin; IK95% −31,7 hingga 49,5; p=1,00). Skor dimensi Ruhani (88 dan 83) dan Relasi (85 dan 80) lebih tinggi pada kelompok intervensi (Cohen d=0,83), Peningkatan moderat terjadi pada dimensi Rasa (+4), Rasio (+4), Rezim (+3), dan Raga (+2), sementara dimensi Rezeki bernilai konstan (75 dan 75). Kesimpulan: Program Revolusi Taqwa 7.0 menunjukkan kecenderungan positif dalam mengoptimalkan kesehatan holistik mahasiswa kedokteran, khususnya pada dimensi spiritual dan sosial. Meskipun hasil statistik uji eksak Fisher belum mencapai signifikansi akibat keterbatasan ukuran sampel studi pilot, temuan ini memberikan bukti awal yang mendukung perlunya integrasi retret spiritual terstruktur dalam kurikulum pendidikan kedokteran Kata kunci: Taklim; revolusi taqwa; dimensi 7R; kesehatan holistik; mahasiswa kedokteran; rihlah spiritual
Pengaruh Kualitas Pelayanan Akademik Terhadap Kepuasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia pada Masa Pembelajaran Daring Lathifatul Marfuah, Siti Nur Awwalu; Rochmah, Fitria Siwi Nur
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan pembelajaran daring sangat bergantung pada kualitas pelayanan akademik yang memadai. Pandemi COVID-19 memaksa perguruan tinggi beralih ke pembelajaran daring sehingga kualitas layanan akademik menjadi penentu utama kepuasan mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) selama pembelajaran daring. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel ditentukan secara purposive dari mahasiswa aktif FK UII angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020 yang bersedia mengisi kuesioner; responden yang mengisi kuesioner tidak lengkap dieksklusikan. Besar sampel minimal 246 responden dihitung dengan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring pada November 2020 hingga Januari 2021. Kualitas layanan akademik diukur dengan indikator tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy (metode SERVQUAL), sedangkan kepuasan mahasiswa diukur berdasarkan persepsi terhadap layanan yang memenuhi atau melebihi harapan; kedua variabel berskala ordinal. Analisis data menggunakan uji regresi setelah uji validitas dan reliabilitas. Hasil: Seluruh instrumen reliabel (Cronbach’s alpha 0,888–0,947). Kualitas layanan akademik pada indikator tangibles sebagian besar berada dalam kategori baik (nilai rata-rata 3,40–4,20); aspek kemudahan mahasiswa mengakses tautan saat pembelajaran daring paling unggul. Indikator reliability berkategori sangat baik. Indikator empathy memiliki nilai tertinggi (4,16) dibandingkan responsiveness dan assurance. Pada variabel kepuasan mahasiswa, item Y.8 ("mahasiswa menilai bahwa FK UII telah dikelola dengan baik") menunjukkan nilai tertinggi (4,13). Kesimpulan: Kualitas layanan akademik pada indikator tangibles, reliability, responsiveness, dan empathy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa FK UII selama pembelajaran daring, dan secara parsial dapat diterima. Kata Kunci: kualitas pelayanan; kepuasan mahasiswa; pelayanan akademik; pembelajaran daring
Analisis Kadar SPF Formulasi Sediaan Serum Ekstrak Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Menggunakan Spektrofotometer UV-VIS Rizki Yuniarti; Indriyanti Widyaratna; Anugerah Suciati; Anggun Mahirotul Nur Sholikah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang terletak pada garis ekuator, sehingga mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Paparan sinar matahari mengandung gelombang UVA dan UVB yang dapat memengaruhi kondisi kulit manusia. Salah satu kerusakan kulit akibat paparan berlebih sinar matahari ialah sunburn, di mana kulit mengalami iritasi, peradangan, nyeri, dan terasa panas. Kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan untuk mencegah sunburn melalui penghambatan reaksi oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul reaktif. Kemampuan ini disebut Sun Protection Factor (SPF). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai SPF serum ekstrak kulit nanas dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan mengevaluasi karakteristik mutu sediaan. Metode: Desain penelitian adalah eksperimental laboratoris. Empat variasi konsentrasi serum ekstrak kulit nanas dibuat: F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Pengujian meliputi uji efektivitas nilai SPF menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan uji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan stabilitas). Data dianalisis menggunakan SPSS One Way ANOVA dengan taraf signifikansi α=0,05. Hasil: Hasil evaluasi karakteristik SPF serum ekstrak kulit nanas menunjukkan mutu sediaan memenuhi persyaratan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Nilai SPF tertinggi diperoleh pada F2 (3%) sebesar 4,13 (kategori proteksi sedang), diikuti F3 (5%) sebesar 3,70 (proteksi minimal), F0 sebesar 1,61, dan F1 sebesar 1,39. Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap nilai SPF (p=0,027; α=0,05). Uji stabilitas belum memenuhi kriteria stabil setelah 3 siklus. Kesimpulan: Serum ekstrak kulit nanas memiliki potensi sebagai tabir surya alami dengan konsentrasi optimum 3% menghasilkan SPF 4,13 (kategori proteksi sedang). Diperlukan optimasi formula untuk meningkatkan stabilitas dan nilai SPF. Kata kunci: tabir surya; serum; kulit nanas; Ananas comosus; SPF; flavonoid; spektrofotometri UV-Vis
Analisis Faktor Risiko Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Karyawan Industri Pabrik Beras Di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu Maulannisa, Heny; Suryaningsih, Betty Ekawati
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan suatu penyakit kulit akibat kerja yang sering terjadi. Karyawan pabrik beras berisiko tinggi mengalami DKI akibat paparan zat iritan ditempat kerja seperti sekam, silika, pestisida yang ada pada bulir padi. Selain faktor lingkungan, penggunaan alat pelindung diri (APD) dan personal hygiene juga berperan terhadap kejadian DKI. Tujuan: Mengetahui hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan (DKI) pada karyawan pabrik beras di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan dokumentasi foto kelainan kulit, yang dikonsultasikan kepada dokter spesialis kulit. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau uji alternatif Fisher Exact apabila syarat uji Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil: Analisis antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan memiliki p-value sebesar 0,007 (OR= 7,98 CI= 1,62-39,3). Sedangkan, pada analisis penggunaan APD terhadap kejadian dermatitis kontak iritan memiliki p-value sebesar 0,947 (OR= 0,96 CI= 0,27-3,38). Kesimpulan: Pada penelitian yang telah dilakukan pada 97 responden terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan (DKI) pada karyawan industri pabrik beras Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan APD terhadap kejadian DKI pada karyawan industri pabrik beras Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Kata kunci : Dermatitis kontak iritan; alat pelindung diri; personal hygiene; pabrik beras.
Pengaruh Pemberian Minuman Serbuk Kemasan Terhadap Tekananan Darah Pada Mencit (Mus musculus) Budiastuti, Ernadita; Nurmasitoh, Titis
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi minuman serbuk kemasan yang mengandung pemanis buatan dan fruktosa tinggi meningkat pesat. Konsumsi berlebih diduga berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. Objektif: Mengetahui pengaruh frekuensi pemberian minuman serbuk kemasan terhadap tekanan darah pada mencit (Mus musculus). Metode: Penelitian eksperimental kuasi dengan pre and post-test with controlled group design pada 24 ekor mencit jantan. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok: Kontrol (aquades), P1 (1x/hari), P2 (2x/hari), dan P3 (3x/hari) selama 14 hari. Tekanan darah diukur menggunakan Blood Pressure Analyzer. Analisis data menggunakan uji parametrik. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistole (p=0,01) dan diastole (p=0,02) antar kelompok setelah intervensi. Kelompok P3 menunjukkan peningkatan tekanan darah paling tinggi. Kesimpulan: Pemberian minuman serbuk kemasan berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah mencit seiring dengan peningkatan frekuensi pemberian. .Kata Kunci: Minuman serbuk, tekanan darah, mencit, fruktosa
Peran Pemeriksaan Forensik dalam Mengungkap Temuan Fisik pada Kasus Sodomi Anak: Sebuah Laporan Kasus Retnowulan, Maytie; Utomo, Raden Panji Uva; Haryanto, Julia Ike
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang berdampak luas pada aspek fisik, psikologis, dan sosial korban. Berdasarkan Pasal 4 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, perbuatan cabul terhadap anak, termasuk sodomi, dikategorikan sebagai tindak pidana kekerasan seksual. Pemeriksaan forensik memiliki peranan krusial dalam mengumpulkan bukti objektif, mendukung proses hukum, serta memastikan penanganan yang tepat dan sensitif terhadap korban anak dengan pendekatan berbasis trauma. Deskripsi Kasus: Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun 6 bulan datang ke Rumah Sakit Dr. Kariadi dengan keluhan mengalami kekerasan seksual berupa sodomi yang dilakukan oleh teman satu asrama pada waktu yang berbeda. Pemeriksaan fisik forensik dengan pendekatan trauma menemukan dua buah jaringan parut (sikatrik) pada region anus yang menunjukkan tanda-tanda penyembuhan, tanpa ditemukan luka akut lainnya. Hasil anamnesis mendukung adanya riwayat tindakan sodomi berulang. Simpulan: Kasus ini menggambarkan kekerasan seksual pada anak dalam bentuk sodomi berulang oleh teman sebaya di lingkungan asrama. Temuan forensik berupa dua sikatrik anogenital yang telah sembuh menjadi bukti objektif penting yang dapat dipergunakan dalam proses hukum, serta membantu memperkirakan rentang waktu kejadian. Pemeriksaan forensik yang komprehensif dan berperspektif trauma sangat esensial dalam kasus kekerasan seksual pada anak. Kata kunci: kekerasan seksual; sodomi; anak; cedera anogenital; pemeriksaan forensik
Efektivitas Pengawas Menelan Obat dalam Pengobatan Tuberkulosis dan Dampak Edukasi Berbasis Booklet terhadap Pengetahuan Pengawas: Studi Potong Lintang dan Pra-Eksperimental di Wilayah Pedesaan Ratito Rakihara, Helintar
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka keberhasilan pengobatan (Treatment Success Rate/TSR) tuberkulosis (TB) di Puskesmas Tegalombo, Pacitan sangat rendah (25% pada 2020 dan 56,25% pada 2021), berada jauh di bawah target nasional (> 90%). Diperlukan optimalisasi pengawasan faskes primer melalui peningkatan kapasitas pendamping pasien.Tujuan: Menganalisis hubungan efektivitas Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan keberhasilan pengobatan TB paru serta dampak intervensi edukasi berbasis booklet terhadap tingkat pengetahuan PMO.Metode: Desain analitik potong lintang (cross-sectional) dan pra-eksperimental (one-group pre-post test) melibatkan 40 pasang pasien TB dan PMO melalui teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square, paired t-test, dan prevalence odds ratio (POR).Hasil: Mayoritas PMO (77,5%) berkategori efektif. Efektivitas PMO berhubungan signifikan dengan kesembuhan pasien (p = 0,002; POR = 9,34), meningkatkan peluang kesembuhan hingga 9,34 kali lipat. Intervensi booklet secara signifikan meningkatkan rerata skor pengetahuan PMO sebesar 168,39%, dari skor awal 31,67 menjadi 85,0 (p < 0,001).Kesimpulan: Efektivitas PMO merupakan determinan utama keberhasilan pengobatan TB paru di wilayah pedesaan. Media edukasi berupa booklet terbukti andal meningkatkan pengetahuan PMO dan direkomendasikan untuk standarisasi program pelatihan pendamping. Kata kunci : Tuberkulosis; Pengawas Menelan Obat; Keberhasilan Pengobatan; Booklet; Edukasi Kesehatan; Pedesaan
Pola Pengasuhan Pengasuh Pengganti dan Dinamika Regulasi Emosi pada Kejadian Temper Tantrum Anak Usia Prasekolah: Sebuah Tinjauan Naratif Febrina, Binta Setya; Wahdini, Ade Indah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena dependensi terhadap pengasuh pengganti (babysitter) dalam struktur keluarga modern menghadirkan tantangan signifikan terhadap perkembangan sosiosemosional anak. Masa prasekolah merupakan periode kritis neuroperkembangan yang ditandai dengan asimetri maturasi antara sistem limbik yang reaktif dan korteks prefrontal yang belum matang, sehingga menciptakan kerentanan terhadap temper tantrum. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai mekanisme neurobiologis dan psikososial pola pengasuhan babysitter dalam memengaruhi regulasi emosi anak. Pembahasan mencakup peran insecure attachment dan stres toksik akibat ketidakkonsistenan gaya pengasuhan antara orang tua dan pengasuh pengganti, yang dapat mengaktivasi aksis Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA) secara kronis. Melalui perspektif Social Learning Theory, anak melakukan modeling terhadap respons emosional pengasuh, sehingga caregiver strain pada babysitter berkontribusi langsung terhadap persistensi tantrum. Simpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya sinkronisasi pola pengasuhan dan psikoedukasi terstruktur bagi pengasuh pengganti sebagai bentuk intervensi preventif terhadap tantrum patologis dan gangguan regulasi emosi di masa depan Kata kunci: babysitter; pola pengasuhan; regulasi emosi; temper tantrum; anak prasekolah.

Page 10 of 11 | Total Record : 102