cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 326 Documents
Cold Atmospheric Plasma Solusi Efektif Terapi Ulkus Diabetikum: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis pada Studi Randomisasi Acak Terkontrol Yusuf, Fadhil; Fadhil, Muhammad Yusuf; Ghaitsa, Kirafara; Albinafara, Gyzkaila
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.858

Abstract

Ulkus kaki diabetik (UKD) adalah komplikasi vaskular kronis dari diabetes melitus, yang umumnya berkaitan dengan gangguan penyembuhan luka akibat hiperglikemia persisten dan stres oksidatif, yang menekan angiogenesis dan menurunkan regulasi faktor pertumbuhan seperti VEGF dan TGF-?. Plasma Atmosfer Dingin (CAP) adalah modalitas terapi non-termal yang telah menunjukkan efek menjanjikan dalam meningkatkan penyembuhan luka melalui stimulasi angiogenesis, modulasi respons imun, dan aktivitas antimikroba. Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan klinis CAP dibandingkan dengan plasebo dalam penatalaksanaan luka kronis pada pasien diabetes. Metode: Pencarian literatur dilakukan di seluruh basis data PubMed, Cochrane, Scopus, dan ScienceDirect yang mencakup 10 tahun terakhir. Studi yang memenuhi syarat adalah uji coba terkontrol acak (RCT) yang mengevaluasi efek CAP pada ulkus kaki diabetik dengan luaran ukuran luka kuantitatif. Studi non-klinis dan studi yang tidak memiliki kelompok kontrol atau data primer dikecualikan. Tiga studi memenuhi kriteria inklusi, dengan total 133 partisipan. Pembahasan: Meta-analisis menunjukkan penurunan ukuran luka yang signifikan secara statistik pada kelompok CAP dibandingkan dengan kontrol (SMD = -0,59; 95% CI: -0,94 hingga -0,24; p = 0,001; I² = 20%). CAP menunjukkan ukuran efek yang moderat, konsistensi antar-studi yang baik, dan tidak ada efek samping serius. CAP meningkatkan ekspresi VEGF, FGF, dan sitokin pro-penyembuhan sekaligus mendorong re-epitelisasi. Simpulan: Secara klinis, CAP dapat menawarkan terapi tambahan yang aman, toleran, dan berpotensi hemat biaya untuk luka diabetes kronis, terutama di lingkungan dengan sumber daya terbatas. Temuan ini mendukung eksplorasi lebih lanjut CAP sebagai strategi manajemen luka baru dalam perawatan diabetes
Faktor Determinan Pengembangan Wisata Medis di Bali Berbasis Komparasi dengan Penang: Tinjauan Literatur Tahun 2021-2025 Prajaniti, Ni Putu Kaori; Evelyn, Ni Putu Nirmala; Adibrata, Kadek Wanda Pratiwi; Savitri, Putu Rania Apta; Agustini, Ni Nyoman Mestri
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.859

Abstract

Pendahuluan: Pengembangan wisata medis merupakan salah satu strategi yang menjanjikan dalam mendorong transformasi sektor kesehatan dan pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan dalam pengembangan wisata medis di Bali melalui pendekatan komparatif dengan Penang, Malaysia yang sudah berhasil membangun ekosistem wisata medis terintegrasi. Metode: Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan SPICE, melibatkan 12 artikel utama yang dipublikasikan antara tahun 2021–2025. Penelusuran dilakukan pada basis data PubMed Central, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi lokasi studi di Bali dan Penang serta topik relevan dengan wisata medis. Pembahasan: Hasil telaah menunjukkan bahwa Penang unggul dalam efektivitas kebijakan, kesiapan infrastruktur, kualitas layanan medis, dan strategi daya saing global. Sebaliknya, Bali memiliki potensi besar tetapi belum memiliki integrasi kebijakan, sistem infrastruktur yang merata, serta promosi dan standardisasi layanan yang konsisten. Elemen lokal seperti wellness dan spiritual health menjadi kekuatan Bali yang dapat dikembangkan secara strategis. Simpulan: Empat faktor utama yang perlu diperkuat di Bali adalah: kebijakan nasional terpadu, infrastruktur terintegrasi, kualitas layanan berbasis budaya yang tersertifikasi global, serta branding destinasi yang kuat dan berkelanjutan.
Bronkiektasis: Tinjauan Literatur Komprehensif Mengenai Epidemiologi, Patofisiologi, Diagnosis, dan Penatalaksanaan Baiq Remtaya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.860

Abstract

Pendahuluan: Bronkiektasis adalah penyakit paru kronik yang ditandai pelebaran permanen bronkus akibat kerusakan struktural, umumnya disebabkan oleh infeksi saluran napas berulang, obstruksi, atau kelainan bawaan. Penyakit ini menimbulkan siklus infeksi, inflamasi kronis, dan kerusakan jaringan paru yang progresif. Artikel ini bertujuan meninjau secara komprehensif epidemiologi, patofisiologi, diagnosis, dan penatalaksanaan bronkiektasis. Metode: Penulisan dilakukan dengan metode literature review naratif melalui pencarian artikel ilmiah pada database PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait bronkiektasis. Artikel yang relevan dianalisis secara kualitatif dan disusun secara deskriptif. Pembahasan: Bronkiektasis semakin sering ditemukan, terutama pada perempuan dan usia lanjut. Gejala khas berupa batuk kronik produktif dan eksaserbasi berulang. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, analisis sputum, uji fungsi paru, dan HRCT sebagai standar emas. Penatalaksanaan meliputi antibiotik jangka panjang, teknik pembersihan jalan napas, mukolitik, rehabilitasi paru, serta intervensi bedah pada kasus tertentu. Simpulan: Penanganan bronkiektasis memerlukan pendekatan multidisipliner dan individual yang berkelanjutan. Tatalaksana yang tepat dapat mengendalikan gejala, menekan progresivitas penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Brain Vascular Malformation: Carotid Cavernous Fistula Rahmawati, Fadila; Qadri, Annisa Salsabila; Wibawa, Galang Edi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.865

Abstract

Pendahuluan: Carotid Cavernous Fistula (CCF) merupakan kondisi abnormal akibat terbentuknya fistula antara sinus kavernosus dan arteri karotid. Kondisi ini jarang ditemukan, tetapi merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi pasca trauma kepala atau akibat penyakit komorbid seperti aterosklerosis. Tinjauan pustaka ini disusun untuk memberikan penjelasan meliputi patofisiologi, diagnosis, dan tatalaksana CCF. Metode: Informasi yang digunakan pada tinjauan pustaka ini berasal dari berbagai sumber ilmiah seperti artikel dan buku elektronik melalui penelusuran dengan Google Scholar, ResearchGate dan Pubmed. Pembahasan: Patofisiologi CCF belum dapat dijelaskan secara pasti, tetapi beberapa kondisi seperti trauma, ruptur arteri, dan hipertensi dapat menjadi penyebab kondisi ini. Diagnosis dengan pencitraan pembuluh darah sangat diperlukan dalam menegakkan CCF. Tatalaksana yang sesuai dapat diberikan sesuai dengan tipe CCF untuk hasil yang optimal. Simpulan: CCF merupakan kondisi yang tidak dapat diabaikan terutama pasca trauma kepala atau pada pasien yang memiliki riwayat komorbid. Diagnosis yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan agar dapat menentukan tatalaksana yang sesuai dengan kondisi pasien.
PERBANDINGAN POLA RESISTENSI MRSA ISOLAT HOSPITAL-ACQUIRED DAN COMMUNITY ACQUIRED DI INDONESIA Rizwandipa, Reza
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.869

Abstract

Pendahuluan: Penelitian mengenai perbandingan pola resistensi Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) antara isolat yang diperoleh dari lingkungan rumah sakit (HA-MRSA) dan komunitas (CA-MRSA) penting mengingat tingginya beban penyakit dan variasi profil resistensi antartempat di Asia dan Indonesia. Kajian literatur ini bertujuan merangkum bukti mengenai perbedaan profil sensitivitas antibiotik antara HA-MRSA dan CA-MRSA di Indonesia serta implikasinya terhadap pilihan terapi empiris dan strategi kebijakan penggunaan antibiotik. Metode: Tinjauan pustaka ini dilakukan dengan strategi pencarian terstruktur pada mesin pencari akademik Google Scholar. Pencarian dilaksanakan untuk artikel yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Kata kunci digunakan secara kombinasi untuk mempersempit dan menargetkan literatur yang relevan, antara lain: "Methicillin-resistant Staphylococcus aureus", "HA-MRSA", "CA-MRSA", "resistensi antibiotik" dan "Indonesia" Pembahasan: HA-MRSA umumnya mempertahankan sensitivitas tinggi terhadap antibiotik lini cadangan seperti vancomycin, linezolid, dan tigecycline meskipun terdapat laporan resistensi sporadis terhadap vancomycin. Sebaliknya, CA-MRSA menunjukkan resistensi masif terhadap golongan ?-laktam dan proporsi multiresistensi yang signifikan, Mekanisme biologis seperti pembentukan biofilm dan tekanan selektif berbeda antarlingkungan berkontribusi pada perbedaan pola ini. Simpulan: HA-MRSA cenderung mempertahankan sensitivitas terhadap antibiotik lini “cadangan” (vancomycin, linezolid, tigecycline) sedangkan CA-MRSA menunjukkan resistensi mendalam pada golongan ?-laktam dan multiresistensi terhadap berbagai kelas antibiotik. 
Efektivitas Intervensi Berbasis Self-Helpdalam Penatalaksanaan Depresi: Sebuah Tinjauan Pustaka Fauzan , Naufal Revaldy; Maudina, Baiq Zaskia; Salsabila, Ruhaniah Najwa; Putri, Alifia Sabira
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.871

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan masalah kesehatan mental dengan prevalensi tinggi dan berisiko menyebabkan bunuh diri. Keterbatasan akses layanan profesional mendorong pengembangan intervensi mandiri atau self-help sebagai solusi mengatasi depresi. Tinjauan pustaka ini dilakukan untuk menelaah berbagai pendekatan self-help yang umum digunakan, mengevaluasi bukti efektivitasnya, serta mengidentifikasi kelebihan, keterbatasan, dan implementasi. Metode: Studi ini berupa tinjauan pustaka terhadap literatur ilmiah dan tinjauan sistematik serta meta-analisis terkait intervensi self-help untuk depresi. Sumber yang dibahas meliputi artikel penelitian, artikel review, dan pedoman terkini yang relevan hingga 15 tahun terakhir. Pembahasan: Tinjauan pustaka ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa pendekatan self-help untuk menangani depresi, seperti mindfulness, expressive writing, behavioral activation, serta pola hidup sehat. Beberapa pendekatan ini memiliki efek positif untuk menurunkan gejala depresi. Metode self-help untuk mengatasi depresi memiliki kelebihan dalam aksesibilitas, fleksibilitas, dan kemandirian. Namun demikian, terdapat keterbatasan jugas berupa variabilitas kualitas intervensi, rendahnya literasi dan kemampuan digital, serta efektivitas yang cenderung lebih rendah dibandingkan terapi depresi oleh tenaga profesional. Simpulan: Terapi depresi berbasis self-help dapat menurunkan gejala depresi dan meningkatkan kesejahteraan emosional apabila dilaksanakan secara tepat, terstruktur, dan konsisten. Pendekatan ini cocok sebagai intervensi awal atau sebagai pelengkap ketika akses ke layanan profesional terbatas. Namun demikian, diperlukan penelitian lanjutan untuk menstandarkan protokol implementasi, menilai efektivitas jangka panjang, dan mengembangkan strategi yang efektif agar manfaatnya dapat dimaksimalkan secara aman dan berkelanjutan.
The Relationship Between Attitude And Compliance With Iron Supplement Tablet Consumption Among Adolescent Girls In Coastal Areas Rofilah , Alita Khainur
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.889

Abstract

Pendahuluan: Anemia masih menjadi masalah gizi utama pada remaja putri. Pemerintah telah melakukan pencegahan melalui program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), namun kepatuhan konsumsi masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan sikap dengan kepatuhan konsumsi TTD pada siswi SMA Negeri 1 Lembar yang berada di area pesisir Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang melibatkan 70 siswi yang dipilih melalui consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki sikap positif terhadap TTD (95,71%), namun kepatuhan konsumsi hanya 32,9%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap dan kepatuhan (p=0,986). Pembahasan: Hasil ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sikap dan perilaku nyata. Menurut teori tingkatan sikap, positifnya sikap responden kemungkinan masih pada tahap menerima informasi, belum mencapai internalisasi yang mendorong tindakan nyata. Hal ini menunjukkan bahwa sikap positif belum cukup kuat untuk memengaruhi kepatuhan konsumsi. Kesimpulan: Remaja putri memiliki sikap positif terhadap anemia dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), namun kepatuhan masih rendah sehingga belum tercermin dalam perilaku nyata. Kepatuhan dipengaruhi faktor di luar sikap, sehingga dibutuhkan intervensi komprehensif untuk meningkatkan konsumsi TTD secara berkelanjutan.          
Aromaterapi Kayu Manis (Cinnamomum) sebagai Terapi Komplementer Dismenore: Systematic Review Sari, Nyoman Ratih Widya; Made Dinda Pratiwi; Kadek Listia Prasetya Dewi; Dewa Ayu Aryantika Anggraeni; Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini; Ni Putu Ayu Daneswari Dewi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.900

Abstract

Pendahuluan: Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang umum dialami perempuan usia reproduktif dan berdampak terhadap kualitas hidup. Meskipun terapi konvensional seperti OAINS cukup efektif meredakan keluhan nyeri, penggunaannya berisiko menimbulkan efek samping. Hal ini mendorong intervensi tambahan berupa terapi komplementer. Salah satunya yaitu aromaterapi kayu manis (Cinnamomum) yang mengandung cinnamaldehyde dan eugenol dengan efek analgesik, anti-inflamasi, dan antispasmodik. Metode: Penelitian ini merupakan systematic review berbasis pedoman PRISMA dengan menganalisis jurnal ilmiah berbahasa Indonesia dan Inggris dalam rentang 2020–2025 yang diakses melalui Google Scholar dan PubMed. Pembahasan: Dari 1.837 artikel yang ditelusuri, terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan menunjukkan efektivitas aromaterapi kayu manis dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore secara signifikan. Simpulan: Aromaterapi kayu manis berpotensi sebagai terapi komplementer dismenore. Penerapannya secara luas membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, guna mendukung implementasi klinis yang tepat dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Loloh Telang (Clitoria ternatea) sebagai Alternatif Mengatasi Diare pada Wisatawan secara Alami di Bali: Systematic Review Dewani, Ni Made Widya Pradnya; Pratiwi, Made Dinda; Ni Nyoman Anandia Vidya Paramita; Ida Bagus Gde Ari Janar Dana1; Agastya Cahya Ariadi; I Ketut Tirta Buana
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.901

Abstract

Pendahuluan: Diare merupakan suatu kondisi umum yang terjadi pada wisatawan yang berkunjung ke Bali. Meskipun obat konvensional seperti loperamide cukup ampuh dalam mengatasi diare, penggunaannya dapat menimbulkan efek samping tertentu. Salah satu bahan alami yang digunakan dalam pengobatan tradisional Bali ialah bunga telang (Clitoria ternatea). Bunga telang (Clitoria ternatea) adalah salah satu bahan utama minuman tradisional loloh di Bali. Bunga telang mengandung senyawa bioaktif, seperti tanin, saponin, dan flavonoid yang diketahui berpotensi sebagai agen antidiare. Metode: Studi ini menggunakan desain systematic review dengan melakukan analisis publikasi ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan PubMed. Pemilihan artikel disusun dengan metode PRISMA yang dilakukan dengan pendekatan terhadap jurnal ilmiah dalam bahasa Indonesia dan Inggris dalam rentang 2020-2025 serta menggunakan desain eskperimen.   Pembahasan: Dari total 826 artikel yang ditelusuri, terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang memiliki potensi sebagai agen antidiare. Bunga telang mengandung beberapa senyawa bioaktif, seperti saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, dan steroid yang diyakini memiliki aktivitas farmakologis seperti antibakteri, anti-inflamasi, sampai dengan antidiare. Simpulan: Bunga telang berpotensi sebagai terapi alternatif alami untuk mengatasi diare melalui pemanfaatannya dengan penyajian berupa minuman tradisional loloh telang. Loloh telang tidak hanya memberikan manfaat farmakologis, tetapi juga mendukung upaya promosi kesehatan berbasis kearifan lokal di Bali.
Faktor Risiko Kanker Kolorektal Berdasarkan Penilaian Genetik: Tinjauan Literatur Studi Randomisasi Mendelian Thariq Muabbad; Noor Qurais; Adinda Fakhihah; Felicia Virginia Thios
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.905

Abstract

Pendahuluan: Kanker kolorektal (CRC) merupakan kanker ketiga tersering dan penyebab kematian akibat kanker kedua terbanyak di dunia. Meskipun berbagai faktor risiko telah diidentifikasi, hubungan kausal antara faktor-faktor tersebut dan kejadian CRC masih belum sepenuhnya dipahami karena adanya potensi bias, konfounding, dan kausalitas terbalik pada studi observasional. Analisis Mendelian Randomization (MR) menawarkan pendekatan alternatif dengan menggunakan variasi genetik sebagai instrumen untuk menguji hubungan kausal. Metode: Tinjauan literatur ini menggunakan metode narrative review terhadap studi MR yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir dan mengevaluasi hubungan faktor risiko yang diprediksi secara genetik terhadap kejadian CRC. Literatur diperoleh melalui pencarian sistematis di basis data PubMed dan Cochrane, dengan seleksi berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan teks penuh, dan kualitas publikasi. Pembahasan: Sebanyak tujuh studi MR dianalisis. Hasil menunjukkan adanya hubungan kausal antara peningkatan kadar bilirubin total, percepatan epigenetic clock GrimAge, peningkatan kadar insulin-like growth factor-1 (IGF-1), konsumsi alkohol, paparan polutan udara (PM2.5), serta keberadaan mikrobiota usus tertentu (Porphyromonadaceae, Anaerotruncus, Intestinibacter) dengan peningkatan risiko CRC. Sebaliknya, Gammaproteobacteria dan Enterobacteriaceae menunjukkan efek protektif. Studi ini memiliki keterbatasan, termasuk pleiotropi horizontal dan keterbatasan populasi sampel yang sebagian besar berasal dari Eropa dan Asia Timur. Simpulan: Beberapa paparan yang diprediksi secara genetik terbukti memiliki hubungan kausal terhadap kejadian CRC. Diperlukan penelitian lanjutan berbasis populasi Asia Tenggara, khususnya Indonesia, untuk mengkonfirmasi temuan ini dalam konteks genetik dan lingkungan yang berbeda.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue