cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 326 Documents
The Use of Prophylaxic Antibiotics in Patients with Caesarean Section in the Inpatient Installation of Cibinong Regional General Hospital in the Period of January - December 2023 Saifana, Qanita; Lilian Batubara; Dharma Permana
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.912

Abstract

Background: Postoperative infections after cesarean section (CS) remain a major concern, increasing morbidity, hospitalization duration, and healthcare costs. Prophylactic antibiotics are an important preventive measure, but their effectiveness depends on appropriate type, dose, timing, and adherence to guidelines. This study evaluated prophylactic antibiotic use in CS patients at Cibinong Regional General Hospital (RSUD). Methods: A descriptive cross-sectional study analyzed medical records of 81 CS patients from January to December 2023. Data on antibiotic type, dose, timing, and clinical outcomes were assessed against hospital, POGI, and ASHP guidelines. Results: All patients received prophylactic antibiotics. Cefazolin was most commonly used (61.7%) and showed the highest effectiveness, with no infections among 50 patients. In contrast, ampicillin, gentamicin, and metronidazole were less effective, with infection rates of 26.7%, 100%, and 100%, respectively. Overall, 24.7% of patients developed postoperative infections. Discussion: Findings highlight cefazolin’s superiority, consistent with international guidelines recommending it as first-line prophylaxis for CS. Variations in antibiotic selection, dosing, and timing were linked to higher infection rates, emphasizing that protocol inconsistencies reduce effectiveness. Risk factors such as maternal age, obstetric history, and indication for CS may also influence outcomes. Conclusion: Prophylactic antibiotic use at Cibinong RSUD generally followed guidelines, with cefazolin proving most effective. However, inconsistent practices in dosage and timing contributed to a notable infection rate, underscoring the need for stricter adherence to standards.
Tingkat Persepsi Tenaga Kesehatan terhadap Implementasi  IPC pada Layanan ANC di Puskesmas Air Tawar dan Lapai Dwita , Beauty Deannisa Yondra; Isrona, Laila; Yusrawati; Syah, Nur Afrainin; Alioes, Yustini
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.915

Abstract

Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia hingga kini masih cukup tinggi dan belum mencapai target global maupun nasional. Strategi utama untuk menurunkan AKI adalah Antenatal Care (ANC). Perlu adanya kolaborasi antar tenaga kesehatan yang terlibat pada layanan ANC untuk meningkatkan pelayanan kepada ibu hamil. Objektif: Mengetahui tingkat persepsi tenaga kesehatan terhadap implementasi Interprofessional Collaboration (IPC) pada layanan ANC di Puskesmas Air Tawar dan Puskesmas Lapai. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan kuesioner Collaborative Practice Assessment Tool (CPAT). Sampel penelitian adalah 42 tenaga kesehatan yang ditentukan dengan metode total sampling. Hasil: 41 tenaga kesehatan memiliki persepsi yang tinggi terhadap IPC dengan komponen hubungan antar anggota, hubungan tim dengan masyarakat, koordinasi dan pembagian peran, kepemimpinan, dan komponen misi, tujuan, dan sasaran memiliki persentase tertinggi (97,6%) sedangkan komponen pembuatan keputusan dan manajemen konflik memiliki persepsi yang sedang (71,4%). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara seluruh komponen CPAT dengan usia, profesi, dan lama kerja responden (p > 0,05). Pembahasan: Persepsi tinggi di sebagian besar domain menandakan budaya kolaboratif; skor sedang pada pengambilan keputusan–konflik menunjukkan perlunya pelatihan, SOP bersama, dan mekanisme resolusi terstandar. Simpulan: Tenaga kesehatan memiliki tingkat persepsi yang tinggi terhadap IPC pada layanan ANC, tetapi masih terdapat persepsi sedang pada satu komponen persepsi. Tidak terdapat pengaruh antara usia, profesi, dan lama kerja dengan persepsi tenaga kesehatan dalam implementasi IPC pada layanan ANC.
Terapi Musik Klasik sebagai Intervensi Komplementer Wellnes Tourism dalam Menurunkan Stres dan Hipertensi bagi Pelaku Wisata Kadek Listia Prasetya Dewi; Made Bayu Permasutha; Nyoman Ratih Widya Sari; Ni Putu Ayu Daneswari Dewi; Dewa Ayu Aryantika Anggraeni; Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.920

Abstract

Pendahuluan: Pariwisata global meningkat hingga 1,3 miliar pada tahun 2023 hingga mendorong berkembangnya wellness tourism. Para pelaku wisata rentan mengalami stres dan hipertensi akibat kegiatan wisata yang kompleks. Kondisi ini ternyata memerlukan terapi komplementer selain pengobatan utama, sehingga membuka peluang bagi pemanfaatan terapi nonfarmakologis. Salah satunya adalah terapi musik klasik yang dinilai sederhana. Studi ini bertujuan untuk meninjau potensi musik klasik sebagai terapi komplementer stres dan hipertensi serta penerapannya dalam wellness tourism. Metode: Studi ini menggunakan metode narrative literature review dengan pendekatan sistematis terhadap literatur yang dikumpulkan melalui penelusuran sistematis di beberapa basis data daring seperti PubMed, National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci: “complementary therapy”, “wellness tourism”, “classical music therapy”, “stress reduction”, dan “hypertension”. Pembahasan: Musik klasik dengan tempo lambat mampu menstimulasi sistem saraf parasimpatis sehingga menurunkan stres dan tekanan darah. Sejumlah penelitian mendukung penggunaannya sebagai terapi komplementer bagi pelaku wisata dan masyarakat. Integrasi musik klasik dalam wellness tourism dapat menjadi strategi sederhana dan efektif dalam menurunkan stres dan hipertensi. Simpulan: Integrasi musik klasik sebagai terapi komplementer stres dan hipertensi berpotensi meningkatkan kesehatan holistik pelaku wisata. Kolaborasi tenaga kesehatan dan penyedia wisata sangat penting untuk mendukung implementasi ini, khususnya dalam pengembangan pariwisata kesehatan berbasis kearifan lokal.
Efek Probiotik sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Depresi: Tinjauan Sistematis Ni Kadek Indah Melati; Ni Luh Kadek Alit Arsani; Ni Made Mirah Candrawati; Pande Bagus Andhika Maharthanegara; Tjokorda Prawira Putra Pemayun; I Komang Nirartha Nusaryanda
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.926

Abstract

Pendahuluan: Gangguan depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum di seluruh dunia dan sering kali bersifat kronis serta sulit ditangani secara tuntas. Dalam beberapa tahun terakhir, munculnya konsep hubungan antara mikrobiota usus dan otak (gut–brain axis) telah membuka peluang baru dalam terapi gangguan mood, termasuk penggunaan probiotik sebagai intervensi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efek probiotik sebagai  terapi adjuvan pada penderita depresi. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA melalui pencarian literatur pada basis data PubMed dan Google Scholar. Artikel yang dianalisis adalah penelitian asli dalam rentang tahun 2015-2025 yang membahas mengenai efek probiotik sebagai terapi adjuvan pada pasien depresi. Pembahasan: Tujuh artikel yang dikaji menunjukkan bahwa bahwa penggunaan probiotik sebagai terapi adjuvan memiliki efek yang baik dalam penurunan gejala depresi berdasarkan skor BDI ataupun HAM-D. Efek probiotik akan optimal jika diberikan langsung bersamaan dengan obat antidepressan yang telah diresepkan oleh dokter. Simpulan: Penggunaan probiotik, selama minimal 6–8 minggu, dapat menurunkan skor gejala depresi (BDI, HAM-D) secara signifikan, sebagai terapi terapi adjuvan. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan protokol strain, dosis, dan durasi yang paling optimal serta pemahaman lebih dalam mengenai mekanisme individual respon pasien.         Kata Kunci: probiotik, terapi adjuvant, depresi, sumbu otak-usus, mikrobiota usus
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Hidrasi Pada Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Almufit, Sabrina Early; Setiorini, Anggi; Yuningrum, Hesti; Berawi, Khairun Nisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.928

Abstract

Pendahuluan: Status hidrasi merupakan faktor penting dalam mendukung fungsi fisiologis dan kognitif, terutama pada mahasiswa kedokteran yang memiliki aktivitas akademik dan fisik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan status hidrasi pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan mahasiswa aktif sebagai responden. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi short, sedangkan status hidrasi diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value pada mahasiswi sebesar 0,378 sedangkan pada mahasiswa sebesar 0,465. Pembahasan: Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat aktivitas fisik bukan faktor dominan yang memengaruhi status hidrasi, dan kemungkinan besar dipengaruhi oleh pola asupan cairan serta kebiasaan hidrasi individu. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status hidrasi pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai kebiasaan hidrasi yang proaktif, bukan hanya pada individu dengan aktivitas fisik tinggi, tetapi juga secara umum pada populasi mahasiswa kedokteran.
Yoga Sebagai Terapi Komplementer Depresi dalam Sektor Wisata Medis di Bali : Systematic Literature Review Assyfaul Fassyahroq; Sastri, Ni Luh Putu Pranena; Dewa Ayu Ifani Erkurniasari; Raissa Nafi; Azzurah Dimyati; Fadel Rahman; Ni Nyoman Ratih Puspita Dewi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.929

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak secara signifikan pada kualitas hidup penderitanya. Terapi farmakologis seperti SSRI umumnya digunakan sebagai lini pertama terapi depresi, namun memiliki keterbatasan berupa efek samping dan risiko relaps. Oleh karena itu, pendekatan non-farmakologis seperti yoga menjadi alternatif yang menjanjikan. Yoga menggabungkan latihan fisik, pernapasan, dan meditasi yang berperan dalam menurunkan gejala depresi melalui mekanisme fisiologis dan psikologis yang saling melengkapi. Bali, dengan nilai budaya seperti Tri Hita Karana serta berkembangnya pusat yoga dan spa, menunjukkan potensi besar untuk mengintegrasikan yoga sebagai bagian dari layanan wisata medis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review terhadap jurnal nasional dan internasional dalam dua jalur analisis. Jalur 1 membahas mengenai efektivitas yoga sebagai terapi komplementer untuk depresi, sedangkan jalur 2 membahas mengenai potensi Bali sebagai destinasi wisata medis berbasis yoga. Analisis dilakukan dengan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, dan Outcome) dan evaluasi kualitas metodologis berdasarkan pedoman CEBMa (Center for Evidence-Based Management). Pembahasan: Kajian menunjukkan bahwa yoga secara konsisten sangat efektif dalam menurunkan gejala depresi, terutama pada gangguan depresi tingkat ringan hingga sedang. Sementara itu, Bali mempunyai kekuatan budaya, spiritual, dan infrastruktur yang mendukung integrasi yoga dalam pariwisata medis holistik. Simpulan: Yoga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari layanan wisata medis di Bali. Meski begitu, diperlukan regulasi, standarisasi, dan kolaborasi lintas sektor demi mengoptimalkan penerapannya sebagai terapi komplementer depresi dalam konteks wisata kesehatan.   Kata Kunci: Bali, Depresi, Wisata Medis, Yoga
Hubungan Lingkar Pinggang Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Orang Dewasa Di Puskesmas Tejakula I Sangging, Ni Nengah Aurellia Argyanti; Ni Made Sri Dewi Lestari; Ida Ayu Diah Purnama Sari
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.936

Abstract

Pendahuluan: Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko terjadinya resistensi insulin dan peningkatan kadar gula darah yang berujung pada diabetes melitus tipe 2. Lingkar pinggang merupakan indikator untuk menilai distribusi lemak visceral. Peningkatan kasus obesitas sentral dan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Tejakula I mendorong perlunya penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara LP dengan kadar GDS pada orang dewasa. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Tejakula I pada bulan Juli–Agustus 2025. Sampel berjumlah 127 orang dewasa berusia 19–59 tahun yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Lingkar pinggang diukur menggunakan metline, sedangkan kadar gula darah sewaktu diperiksa dengan GCU. Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Koefisien Korelasi (r) sebesar 0,282, maka hal tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan lingkar pinggang dengan gula darah sewaktu memiliki hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang rendah. Kemudian nilai Signifikansi Korelasi (p) didapatkan sebesar 0,001. Nilai p<0,05 memberi arti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti. Pembahasan: Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan lingkar pinggang berhubungan dengan meningkatnya risiko hiperglikemia. Hasil penelitian sejalan dengan teori dan studi sebelumnya yang menyatakan bahwa obesitas sentral mengakibatkan inflamasi kronik tingkat rendah. Simpulan: Terdapat hubungan lemah yang signifikan antara lingkar pinggang dengan gula darah sewaktu pada orang dewasa di Puskesmas Tejakula I.  Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Gula Darah Sewaktu, Lingkar Pinggang, Obesitas Sentral.
Kandungan Bahan Aktif Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dan Pemanfaatannya di Bidang Kesehatan Asyifa, Nisa; Sibero, Hendra Tarigan; Ratna, Maya Ganda; Oktarlina, Rasmi Zakiah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.937

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak digunakan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan mengandung beragam senyawa bioaktif yang berpotensi untuk pengembangan fitofarmaka. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review berbasis bibliometrik, di mana data bibliografis terkait Piper betle L. dikumpulkan dari basis data Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat R-Biblioshiny untuk memetakan tren publikasi, kolaborasi penulis, serta tema penelitian yang relevan. Pembahasan: Hasil penelitian in vitro menunjukkan aktivitas antimikroba yang luas, baik terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif, serta sifat antiinflamasi dan antioksidan yang mendukung penyembuhan luka. Inovasi formulasi, seperti nanoemulsi berbasis ekstrak sirih, terbukti meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan efektivitas bioaktif sehingga efektif diaplikasikan pada kesehatan mulut, khususnya sebagai obat kumur alami untuk pencegahan karies. Perbandingan lintas studi nasional dan internasional memperlihatkan konsistensi manfaat daun sirih hijau sebagai agen terapeutik, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan dalam bentuk uji klinis berskala besar. Kesimpulan: Dengan demikian, daun sirih hijau dapat dipandang sebagai sumber potensial untuk mendukung inovasi produk kesehatan berbasis herbal yang aman, efektif, dan terstandar.                Kata Kunci: Bahan Aktif; Piper betle L.; Daun Sirih Hijau; Implementasi Kesehatan
Analisis Fitokimia Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) dengan Pelarut Etanol 70% Meta Tri Yana
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.959

Abstract

Background: Papaya leaves (Carica papaya L.) are a medicinal plant containing various secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, and saponins, which play a role in biological activities, including antibacterial and antioxidant properties. Phytochemical analysis is necessary to identify the active compounds extracted by specific solvents. 70% ethanol was chosen because it effectively dissolves both polar and semipolar compounds. Methods: This study used a qualitative method by extracting dried papaya leaves through maceration with 70% ethanol. The resulting extract was then phytochemically tested using specific reagents to identify compounds such as alkaloids (Mayer and Wagner), flavonoids (Mg-HCl test), tannins (FeCl?), saponins (foam test), and steroids and terpenoids (Liebermann–Burchard). Results: The test results showed that the 70% ethanol extract of papaya leaves contained alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and terpenoids, while steroids were not detected. Discussion: The phytochemical content found in papaya leaves contributes to their potential bioactivity, particularly as antibacterial and antioxidant agents. Ethanol 70% has been shown to be effective in extracting active compounds due to its semipolar nature. Conclusion: The ethanol extract of 70% papaya leaves contains various important phytochemical compounds that support its potential as a natural source for the development of herbal medicines and health products.
Penyakit Akibat Kerja Tuberkulosis Paru pada Petugas Kebersihan di Laboratorium Rumah Sakit Darifah, Siti; Roslina, Sri; Wibowo, David; Hermawati, Luluk; Zukhra, Shelly ; Irawati, Nur Bebi Ulfah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.960

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan kerja terutama pada tenaga medis maupun non-medis yang bekerja di fasilitas kesehatan. Paparan droplet mengandung Mycobacterium tuberculosis dapat meningkatkan risiko infeksi, khususnya pada petugas kebersihan yang bekerja di area laboratorium. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan kasus TB paru dan efusi pleura sebagai penyakit akibat kerja pada seorang petugas kebersihan laboratorium rumah sakit serta menilai faktor risiko pekerjaan yang berkontribusi terhadap penularan. Ilustrasi Kasus: Pasien laki-laki berusia 41 tahun dengan riwayat pekerjaan sebagai petugas kebersihan yang telah bekerja selama 10 tahun di rumah sakit di bagian laboratorium rumah sakit termasuk membersihkan chamber sampel dahak, terpapar droplet yang mengandung M. tuberculosis. Gejala klinis meliputi batuk berdahak, sesak napas, demam, dan penurunan berat badan. Hasil TCM menunjukkan MTB Detected Very Low tanpa resistensi rifampisin. Pasien diterapi dengan regimen 4 FDC (rifampisin, isoniazid, pirazinamid, etambutol) dengan respons baik Diskusi: Riwayat paparan rutin terhadap aerosol yang berasal dari sampel dahak pasien TB di lingkungan kerja menjadi faktor risiko utama infeksi pada petugas kebersihan. Diagnosis penyakit akibat kerja ditegakkan berdasarkan hubungan temporal antara paparan dan timbulnya penyakit sesuai pedoman penilaian penyakit akibat kerja. Kurangnya penggunaan alat pelindung diri dan pengawasan lingkungan turut memperbesar risiko transmisi.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue