cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 23 No. 1 (2024): May" : 9 Documents clear
A Review of the Development and Role of Heterogeneous Catalysts for Biodiesel Production Yuliana, Maria; Ismadji, Suryadi; Wijaya, Christian Julius; Soetaredjo, Felycia Edi; Gunarto, Chintya; Santoso, Shella Permatasari; Putro, Jindrayani Nyoo; Anggorowati, Adriana Anteng; Lourentius, Suratno
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5453

Abstract

Indonesian regulations regarding the implementation of B30 encourage a significant increase in biodiesel demand. Moreover, this implementation will continue to be increased to B35 in 2025 and is projected to reach B100 in 2045. This high demand for biodiesel needs to be supported by the development of adequate biodiesel production technology where the catalyst is one aspect that plays an important role in biodiesel production. The use of catalysts aims to accelerate biodiesel production so that high biodiesel yields and good quality are achieved. In biodiesel production, the choice of catalyst greatly influences the operating conditions, the products produced, the subsequent purification process, and the environmental impacts. Moreover, the changing trend in biodiesel raw materials from food to non-food ingredients requires the development of catalysts that are more suitable for the raw materials used in biodiesel production. The specific characteristics of each catalyst play an important role in the transesterification reaction to produce biodiesel where this needs to be supported and adapted to optimum operating conditions, especially in terms of alcohol-to-oil molar ratio, catalyst amount, temperature, pressure, and reaction time. This review provides a comprehensive overview of the various heterogeneous catalysts used to assist the transesterification reactions in biodiesel production.
A Review of Biofuels and Their Positive Impacts on Health and the Environment Yuliana, Maria; Ismadji, Suryadi; Wijaya, Christian Julius; Soetaredjo, Felycia Edi; Lie, Jenni; Hartono, Sandy Budi; Irawaty, Wenny; Puspitasari, Nathania; Lourentius, Suratno
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5454

Abstract

Indonesia's high population and rapid economic growth are driving a major transformation in the transportation sector, which is in line with the high increase in fuel demand. The need for biofuel as a substitute for conventional fuel is increasingly being prioritized by considering sustainable development goals (SGDs). Biofuel has safer health and environmental impacts than conventional fuel but still has fuel performance that meets fuel standards and engine performance. Biofuels can be derived from a variety of more sustainable and abundant raw materials, such as biomass and vegetable oils. In this review biodiesel, hydrogenated vegetable oil (HVO), and direct vegetable oil (SVO) are discussed in depth regarding the transformation of their production processes and their impacts on health and the environment. Biodiesel is one of the most widely developed and implemented compared to HVO and SVO to encourage the use of renewable energy in various aspects of people's lives in Indonesia. These three biofuels have different fuel characteristics and performance but can continue to be developed in the future to increase the implementation of renewable energy more massively.
Sintesa Biodiesel dari Minyak Nyamplung Menggunakan Katalis Heterogen Termodifikasi Hindarso, Herman; Ayucitra, Aning; Asri, Nyoman Puspa
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5498

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif terbarukan dan bersifat ramah lingkungan. Prinsip pembuatan biodiesel adalah mengubah bahan baku trigliserida menjadi metil ester melalui reaksi transesterifikasi. Trigliserida dapat diperoleh dari minyak nabati dan lemak hewan. Pada penelitian ini biodiesel didapatkan dari proses esterifikasi dan transesterifikasi minyak nyamplung sebagai sumber minyak nabati. Proses esterifikasi dilakukan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar asam lemak bebas pada minyak nyamplung yang awalnya memiliki kadar 26,27% hingga turun menjadi 1,71%. Selanjutnya dilakukan proses transesterifikasi untuk mereaksikan minyak nyamplung dengan methanol agar menghasilkan biodiesel menggunakan katalis heterogen yaitu zeolit dan bentonit yang telah dimodifikasi. Modifikasi katalis dilakukan dengan aktivasi zeolit dan bentonit alam menggunakan asam HCl pada suhu 100 oC selama 24 jam dan dilanjutkan kalsinasi pada suhu 550 oC selama 4 jam. Katalis zeolit dan bentonit hasil modifikasi kemudian dianalisis karakteristiknya menggunakan uji XRD dan FTIR. Proses transesterifikasi untuk memperoleh biodiesel berlangsung pada suhu 50, 60, 65, dan 70˚C selama waktu reaksi 5 jam. Hasil biodiesel dengan perolehan terbesar didapatkan pada suhu 60 oC, yaitu sebesar 88,19% menggunakan katalis zeolit termodifikasi, 78,84% menggunakan katalis bentonit termodifikasi dan 82,36% menggunakan campuran katalis zeolit dan bentonit termodifikasi pada rasio 1 : 1. Biodiesel hasil pada perolehan terbesar dengan katalis zeolit termodifikasi dilakukan pengujian karakteristiknya sesuai parameter SNI, dan mendapatkan hasil yaitu memiliki densitas 887 kg/m3, viskositas 5,633 mm2/s, bilangan setana 53, titik nyala pada suhu 121˚C, dan kadar metil ester sebesar 94,55%.
Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam Pengendalian Bahan Baku Pada UKM Gula Merah Herawati, Lenny; Lourentius, Suratno; Ningkeula, Ririn
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5703

Abstract

Permintaan pasar yang tinggi menyebabkan permasalahan dalam kegiatan produksi yang tidak disadari oleh UKM. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah terjadinya kekurangan dan kelebihan bahan baku yang menyebabkan UKM menjadi kurang produktif dalam proses produksinya. Pengelolaan bahan baku yang baik dan benar akan membantu kelancaran proses produksi sehingga pesanan konsumen dapat dipenuhi dalam waktu yang relatif lebih cepat. Economic Order Quantity (EOQ) merupakan metode yang digunakan untuk mengoptimalkan pembelian bahan baku yang dapat menekan biaya persediaan sehingga efisiensi persediaan pada UKM dapat berjalan dengan baik. UKM gula merah ini merupakan usaha pembuatan gula merah dengan bahan baku tebu. Pada tahun 2020, UKM membeli bahan baku sebanyak 1.870 ton dengan frekuensi pemesanan sebanyak 216 kali dengan total biaya pembelian bahan baku sebesar Rp. 3.224.558.475. Berdasarkan perhitungan dengan metode EOQ didapatkan untuk kebutuhan bahan baku sebesar 1435 ton frekuensi pemesanan sebanyak 208 kali dengan total biaya sebesar Rp. 3.183.956.876. Dari perhitungan dapat disimpulkan terjadi penghematan bahan baku sebanyak 435 ton, frekuensi pemesanan 8 kali penghematan Rp. 40.601.599. persediaan pengaman (Safety Stock) tebu sebanyak 5,89 ton dan titik pemesanan ulang (Reorder Point) tebu sebanyak 5,89 ton.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Berbelanja di Minimarket A dan Minimarket B di Kota Surabaya Arswendi, Dwi; Mulyono, Julius; Sianto, Martinus Edy; Asrini, Luh Juni
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5779

Abstract

Studi ini mengkaji dinamika persaingan antara minimarket A dan B, yang merupakan bisnis ritel penting di dalam komunitas. Kedua minimarket tersebut menggunakan strategi yang serupa untuk menarik konsumen, dengan keputusan berbelanja yang dipengaruhi oleh kualitas layanan dan elemen-elemen bauran pemasaran: produk, harga, promosi, dan lokasi. Analisis faktor konfirmatori mengungkapkan bahwa faktor-faktor ini secara signifikan mempengaruhi pilihan konsumen, dengan layanan menjadi faktor paling penting bagi minimarket A dan harga bagi minimarket B. Analisis klaster mengkategorikan konsumen ke dalam tiga kelompok: karyawan berpenghasilan tinggi dengan pengeluaran tinggi, mahasiswa dengan pengeluaran sedang, dan pengusaha berpenghasilan tinggi dengan pengeluaran sedang. Alasan utama berbelanja di salah satu minimarket adalah kemudahan akses, sementara kelengkapan produk dan harga yang lebih rendah membedakan preferensi berbelanja antara minimarket A dan minimarket B.
Strategi Peningkatan Kepuasan Konsumen Pada UMKM Sambal Pecel Kota Madiun Tri Prasetyo, Vinsensius Widdy
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5780

Abstract

Kepuasan konsumen sangat penting bagi perusahaan untuk membangun bisnisnya. Kepuasan tergantung dari kualitas produk perusahaan. Semakin tinggi tingkat kualitas poduk maka semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen. Kualitas merupakan bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat layanan yang diterima (perceived service) dengan tingkat pelayanan yang diharapkan (expected service). Untuk menjaga dan mempertahankan kepuasan konsumen pelaku usaha memerlukan strategi guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas yang sesuai kepentingan dan harapan konsumen. Eksistensi dan keberlanjutan sambal pecel Kota Madiun merupakan hal yang diperjuangkan oleh UMKM sebagai pelaku usaha sambal pecel. Eksistensi UMKM sambal pecel dipengaruhi oleh penerimaan produk dan layanan sambal pecel oleh masyarakat sebagai pembeli. Penerimaan produk sambal pecel ditunjukkan dari tingkat kepuasan konsumen terhadap produk dan layanan UMKM sambal pecel. Oleh karena itu, UMKM sambal pecel Kota Madiun perlu mengetahui bagaimana tingkat kepuasan konsumennya serta bagaimana strategi dalam upaya untuk mempertahankan/memperbaiki serta meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggambarkan kepuasan konsumen dan menyusun strategi untuk upaya meningkatkan kepuasan konsumen terhadap produk sambal pecel Kota Madiun. Berdasarkan analisis didapatkan nilai CSI sambal pecel sebesar 0,768 dengan kategori puas. Pelaku usaha sambal pecel perlu meningkatkan indeks kepuasan konsumen dari base line indeks sebesar 76,78%. Beberapa variabel yang menjadi perhatikan pelaku usaha sambal pecel untuk lebih ditingkatkan lagi adalah kinerja usaha, keistimewaan produk, kehandalan produk dan pelayanan. Variabel yang perlu dipertahankan agar konsumen merasa puas yaitu kesesuaian produk dengan yang diharapkan, daya tahan produk, keestetikaan produk dan kualitas produk. Strategi peningkatan kepuasan konsumen sambal pecel berdasarkan analisis Satisfaction & Importance Matrix yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku usaha sambal pecel adalah perlu meningkatkan kualitas layanan yang lebih memenuhi harapan konsumen, strategi mempertahankan kinerja, kesesuaian, daya tahan, estetika, dan kualitas produk, dan memperbaiki kinerja usahanya terkait dengan keistimewaan dan kehandalan
Green Supply Chain Management pada kinerja UKM Keripik Tempe Sanan Malang Ndari, Priska Wulan; Suyani, Sri; Saputra, Roni Hadi; Lourentius, Suratno
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i2.5790

Abstract

Penerapan Green Supply Chain Management di kalangan UKM Keripik Tempe Sanan Malang masih relatif rendah, Green Procurement dilakukan dengan mengolah kembali bahan tempe menjadi tahu dan susu kedelai, Green Manufacturing dengan mengolah dampak limbah dari pengolahan bahan pembuatan tempe yang rendah sebab skala usaha masih dalam kategori kecil (UMKM) serta Green Distribution UKM  menggunakan kemasan plastik sehingga perlunya dilakukan inovasi untuk mengganti bahan kemasan menjadi bahan yang mudah untuk terurai sehingga meminimalisir pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana Green Supply Chain Management dapat mempengaruhi kinerja UMKM. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pemilik dan pengelola UMKM keripik tempe di Sanan. Variabel yang diukur green purchasing, dan green manufaktur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan pada variable X1 (green Purchasing) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UKM.
Sabuk Berkamera Sebagai Alat Bantu Mobilitas Tunanetra Leli, Oktavia I; Lestariningsih, Diana; Angka, Peter R; Sitepu, Rasional; Agustine, Lanny; Joewono, Andrew; Gunadhi, Albert
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5800

Abstract

Salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) tipe A untuk paratunanetra yaitu SMP-LB YPAB yang terletak di Gebang Putih 5 Surabaya mengajarkan siswanya untuk berjalan mandiri tanpa menggunakan bantuan tongkat tunanetra terutama dilingkungan sekolah, asrama dan rumah masing – masing siswa. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi parasiswa tunanetra khususnya untuk siswa baru yang belum mempunyai keberanian berjalan secara mandiri. Untuk memenuhi pembelajaran tersebut biasanya siswa menghitung langkah kaki yang mereka lakukan untuk menuju suatu tempat tertentu atau mereka berbaris saling memegang pundak salah satu siswa yang sudah mengenal area yang akan dituju. Untuk membantu mengatasi hal tersebut khususnya untuk parasiswa baru tunanetra di SLB tipe A tersebut dan untuk membantu semua paratunanetra pada umumnya maka dirancang sabuk berkamera dengan output suara yang dapat mengidentifikasi obyek manusia dan benda pada umumnya. Sistem sabuk berkamera terdiri dari kamera, rasberry pi dan earphone. Hasil pengambilan obyek dari kamera akan diproses dengan menggunakan model MobileNet-SSD 200. Identifikasi obyek akan diubah menjadi suara dengan bantuan Google text-to-Speech (gTTS). Hasil pengujian pada sistem adalah bahwa untuk mengidentifikasi seluruh obyek yang terekam, sistem membutuhkan waktu selama 1 menit 17 detik. Identifikasi obyek yang dilakukan, dihitung dalam bentuk prosentase. Hasil prosentase identifikasi keyakinan obyek manusia yang berada didalam ruangan sebesar 73%-83% dan yang berada diluar ruangan sebesar 62%-79% dengan jarak efektif obyek 1m – 5m. Untuk keberhasilan dalam mendeteksi benda di dalam ruangan sebesar 62%-80% dan di luar ruangan sebesar 65%-73% dengan jarak efektif obyek 1m – 5m. Tingkat akurasi keseluruhan obyek yang dapat diidentifikasi didalam ruangan 70,5% dan diluar ruangan 68,57%.
Perancangan Mesin Terintegrasi Pengupas Dan Pemotong Bawang Merah Dengan Kapasitas 30kg/Jam Aziz, Moh Nor Ali; Hartanti, Lusia Permata Sari; Nafi, Maula; Pratama, Reffi Wira; Widianto, Widianto
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas penting dalam industri makanan dan rumah tangga. Namun, proses pengupasan dan pemotongan bawang merah yang masih dilakukan secara manual memerlukan banyak tenaga dan waktu, sehingga menimbulkan inefisiensi yang signifikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin pengupas dan pemotong bawang merah terintegrasi dengan kapasitas 30 kg/jam. Penelitian ini dilaksanakan dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan etika keinsinyuran, yang mencakup studi lapangan, kajian literatur, perancangan mekanis, perhitungan teknis, serta perakitan mesin yang bertanggung jawab. Mesin dirancang menggunakan motor listrik berdaya 0,5 HP dengan kecepatan 1420 rpm, yang menggerakkan sistem pengupas dan pemotong melalui transmisi bevel gear. Poros baja S45C dipilih untuk memberikan kekuatan dan ketahanan optimal, sedangkan rangka baja siku 4x4 digunakan untuk memastikan stabilitas dan kemudahan perakitan. Proses perancangan memperhatikan aspek etika keinsinyuran, seperti keselamatan operasional, dengan menambahkan penutup pelindung pada komponen pemotong guna melindungi operator dari potensi bahaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu bekerja secara efisien, mencapai kapasitas yang diharapkan dengan tingkat akurasi pemotongan yang cukup tinggi, sehingga mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual dan meningkatkan efisiensi waktu produksi. Mesin ini dirancang sesuai dengan standar profesionalisme dan memberikan solusi berkelanjutan bagi industri kecil dan menengah. Inovasi ini tidak hanya aman dan efisien, tetapi juga mendukung pengembangan industri pengolahan bawang merah skala rumahan. Penelitian ini membuktikan bahwa teknologi yang dirancang dengan baik dan etis dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta mendorong industri yang lebih modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 9