cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by Indo Publishing
ISSN : 30901367     EISSN : 3090174X     DOI : https://doi.org/10.1063822/jisoh
Merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang diterbitkan oleh Indo Publishing menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah dari Dosen, Peneliti, Praktisi dan Mahasiswa dengan fokus dan ruang lingkup terdiri dari; ILMU SOSIAL (Sosiologi, Antropologi, Ilmu ekonomi, Sejarah, Ilmu politik, Ilmu komunikasi, Psikologi sosial) dan HUMANIORA (Filsafat, Sejarah, Bahasa, Sastra, Seni, Agama, Sosiologi, Antropologi Studi media)
Articles 526 Documents
Ketahanan Keluarga Pedagang Pasar Tradisional dalam Menghadapi Tekanan Ekonomi di Kota Medan Assy Rafly; Aisa Nabila; Dwi Aulia; Jaka Satria Hasibuan; Mhd. Irham Mufty Lubis; Rholand Muary
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9dszyg11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan keluarga pedagang pasar tradisional dalam menghadapi tekanan ekonomi di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di beberapa pasar tradisional di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga pedagang menghadapi tekanan ekonomi berupa penurunan jumlah pembeli akibat digitalisasi perdagangan, meningkatnya harga kebutuhan pokok, serta persaingan dengan pasar modern. Meskipun demikian, keluarga pedagang mampu bertahan melalui strategi adaptasi seperti diversifikasi sumber pendapatan, pengelolaan keuangan rumah tangga, kerja sama antaranggota keluarga, serta pemanfaatan modal sosial. Ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan adaptasi, komunikasi, dan dukungan sosial dalam keluarga.
Peran Aparat Internal Pemerintah (APIP) dalam Studi Kasus Korupsi Smart City Kota Banudng 2022-2023 Shine Natasha Nauli Simanjuntak; Nabil Khairul Akmal; Shidqi Abdillah; Muhammad Faiz Dwi Sakti; Ivan Darmawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gk9pmn29

Abstract

Kasus korupsi Program Bandung Smart City Tahun 2022–2023 menunjukkan bahwa pengawasan internal pemerintah masih menghadapi berbagai kelemahan dalam mencegah penyimpangan pada pengadaan barang dan jasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam kasus tersebut menggunakan perspektif fungsi controlling pada teori POAC George R. Terry. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi literatur yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, buku, laporan pemeriksaan, serta pemberitaan dari sumber yang kredibel. Analisis dilakukan berdasarkan empat tahapan controlling George R. Terry, yaitu establishing standards, measuring performance, comparing performance with standards, dan correcting deviations. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan APIP belum berjalan secara optimal pada setiap tahapan tersebut. Standar pengawasan telah tersedia, namun implementasinya belum efektif dalam mencegah penyimpangan. Proses pengukuran kinerja dan pemantauan belum mampu mendeteksi risiko sejak dini, sedangkan proses perbandingan antara pelaksanaan kegiatan dengan standar yang berlaku tidak berhasil mengidentifikasi berbagai penyimpangan sebelum diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, tindakan korektif yang dilakukan juga belum mampu menghentikan berkembangnya penyimpangan menjadi tindak pidana korupsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas APIP dipengaruhi oleh kapabilitas auditor, independensi kelembagaan, kualitas sistem pengendalian internal, serta efektivitas tindak lanjut hasil pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas dan independensi APIP agar fungsi pengawasan internal dapat berjalan lebih preventif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan
Representasi Tanggung Jawab Keluarga dalam Film “1 Kakak 7 Ponakan”: Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure Fadila Fatin; Nurtiarah Nurtiarah; Lia Mauliana; Dinda Puja Andari; Bungsu Keumalasari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gd1y5979

Abstract

This study aims to analyze the representation of family responsibility in the film 1 Kakak 7 Ponakan using Ferdinand de Saussure's semiotic theory. This research employs a descriptive qualitative approach with documentation as the data collection technique. Data were obtained from scenes, dialogues, character expressions, and visual symbols throughout the film. Analysis was conducted by identifying the signifier and signified in each scene, then connecting both elements to reveal the meaning of family responsibility. The findings show that family responsibility is represented through six major forms: sacrifice of personal interests, caregiving and protection, economic fulfillment, health-priority decision-making, emotional support and family solidarity, and gratitude for shared struggle. The main character, Moko, is depicted as an older sibling who takes on a parental role for his seven nephews and nieces. This study concludes that Ferdinand de Saussure's semiotics is effective in uncovering deeper meanings behind visual and verbal signs in film.
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dalam Lingkungan Masyarakat di Kecamatan Cipocok Jaya Wina Febianti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e1gkyj60

Abstract

Pelayanan publik merupakan fungsi utama pemerintah yang perlu terus ditingkatkan, seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat, transparan, dan efisien. Penelitian ini mengkaji efektivitas digitalisasi pelayanan publik (E-Government), mengidentifikasi kendala dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta merumuskan strategi peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, partisipasi dalam pelayanan, serta analisis deskriptif sistem yang berjalan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi birokrasi, terutama dalam mempercepat proses administrasi. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, integrasi sistem yang belum optimal, serta perbedaan kompetensi aparatur. Aspek pelayanan seperti ketepatan waktu, keterbukaan informasi, dan respons terhadap keluhan masyarakat juga masih perlu ditingkatkan agar sesuai standar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi melalui penguatan sistem digital terintegrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi untuk mendorong partisipasi masyarakat. Dengan langkah tersebut, peningkatan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Cipocok Jaya diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi teknologi, SDM, dan tata kelola yang transparan serta akuntabel, sehingga mampu meningkatkan kepuasan masyarakat secara berkelanjutan. Upaya ini juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan, kolaborasi antarinstansi, serta pemanfaatan data digital untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang secara efektif.
Eksplorasi Penerapan Modifikasi Perilaku Berbasis Teori Sosial Kognitif dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa Khoirul Rizki Khotimah; Endang Setyaningsih
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4b318805

Abstract

Perilaku prososial merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial siswa karena mencerminkan kemampuan individu dalam membantu, bekerja sama, berbagi, dan menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Namun, masih ditemukan siswa yang menunjukkan keterbatasan perilaku prososial seperti rendahnya kepedulian sosial, kurangnya kerja sama, dan minimnya keterlibatan dalam aktivitas membantu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan modifikasi perilaku berbasis Teori Sosial Kognitif dalam meningkatkan perilaku prososial siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan enam informan yang terdiri dari guru dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui proses pengkodean data, pengelompokan kategori, pembentukan tema, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modifikasi perilaku berbasis Teori Sosial Kognitif dilakukan melalui empat proses utama, yaitu modeling, reinforcement positif, pembiasaan perilaku, dan pengembangan regulasi diri. Guru dan teman sebaya berperan sebagai model sosial yang memberikan contoh perilaku prososial, sedangkan reinforcement positif membantu mempertahankan perilaku tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan perilaku prososial siswa terbentuk melalui interaksi timbal balik antara faktor individu, perilaku, dan lingkungan sosial.
Eksperimen Teknik Contract Learning dalam Mengatasi Perilaku Membolos Siswa SMA Keysa Aurelia Pandiangan; Endang Setyaningsih
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/03ve9116

Abstract

Truancy is a chronic form of maladaptive behavior in Senior High Schools (SMA) that adversely affects students' academic performance and discipline. This study aims to empirically examine the effectiveness of implementing Contract Learning (behavior contracting) techniques in reducing the frequency of truancy among high school students. A quantitative approach with a quasi-experimental method using a One-Group Pretest-Posttest Design was employed. The research subjects consisted of 10 eleventh-grade high school students selected through purposive sampling based on the severity of unexcused absences (a minimum of 5 truant episodes within the past month). Daily data collection utilized the Student Attendance Monitoring Sheet (LPKS) and the Truancy Behavior Scale. The intervention was conducted individually over 4 sessions, focusing on behavior analysis, written contract negotiation, autonomous selection of positive reinforcement, and periodic monitoring. Data were analyzed using the non-parametric statistical technique, the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results indicated a highly significant decrease in the average frequency of truancy, dropping from 6.7 times in the pretest phase to 0.8 times in the posttest phase. The hypothesis testing yielded a statistical value of Z = -2.805 with a significance level of 0.005 (p < 0.05), thereby accepting the alternative hypothesis. The Contract Learning technique is proven to be significantly effective in reducing truancy rates by enhancing students' self-regulation, personal accountability, and intrinsic motivation. Obstacles during the intervention involved external factors such as low parental supervision and peer pressure. Therefore, it is highly recommended for Guidance and Counseling teachers to integrate parental control into future implementations of behavior contracts.
Representasi Kebebasan Identitas pada Video Klip Lagu Montero (Call Me By Your Name) dalam Perspektif Ajaran Islam Amara Putri Pertiwi; Arvindhia Nadhief Zaidan; Budi Rizky Rabbani; Dadan Dadan; Maulida Azzahra
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fbgqzc33

Abstract

This study analyzes the representation of identity freedom in Lil Nas X’s music vudeo Montero (Call Me By Your Name) from an Islamic theological persektive. Using Roland Barthes’s semiotic analysis, the study finds that the music video radically deconstructs religious symbols to contruct a myth of absolute individual freedom over queer identity. From Islamic theology (Kalam) and jurisprudence (Fiqh) viewpoits, this concept contradicts human nature as a servant of God and violates tasyabbuh prohibitins. This digital culture shift triggers intellectual syiruk khafi and digital riya’ among students. Although students display Karl Popper’s critical epistemology, reinforcing digital literacy based on Tawhid values remains crucial.
Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Bahasa Inggris dengan Metode Problem Based Learning  pada kelas X SMKN 1 Tapaktuan Yulita Halim
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/854xqq87

Abstract

This Classroom Action Research (CAR) aims to improve the English writing skills of Grade X students at SMKN 1 Tapaktuan through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model. The study was motivated by the students' low writing proficiency and high levels of writing anxiety, stemming from the dominance of conventional, teacher-centered instructional methods. The research was conducted over two cycles using the Kemmis and McTaggart spiral model, comprising the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were Grade X students at SMKN 1 Tapaktuan. Data were collected using a triangulation technique that combined quantitative data—specifically, writing performance tests (post-tests) administered at the end of each cycle—with qualitative data derived from activity observation sheets and field notes. The findings indicate that the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) method is empirically effective in enhancing students' English writing abilities, improving both the quality of written output and the level of engagement in the learning process among Grade X students at SMKN 1 Tapaktuan.
Pengaruh Reinforcement terhadap Peningkatan Disiplin Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Riffa Dhil Jannah; Endang Setyaningsih
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ybergw81

Abstract

Learning discipline is one of the determining factors for students' academic success, but various reports in the field indicate that the level of learning discipline among Junior High School (SMP) students is still relatively low, characterized by late submission of assignments, lack of compliance with class rules, and low consistency in independent learning. One strategy that is theoretically believed to be able to shape and maintain disciplined behavior is the provision of reinforcement by teachers. This study aims to determine whether there is an effect of reinforcement on improving learning discipline in junior high school students. The study used a quantitative approach with a correlational-predictive design. Data were collected through a Likert-scale questionnaire measuring the variables reinforcement (X) and learning discipline (Y), then analyzed using a simple linear regression technique with the help of SPSS. The results of the analysis that reinforcement has a positive and significant influence on student learning discipline, with a coefficient of determination indicating that reinforcement contributes a significant proportion of variance to learning discipline, while the remainder is explained by other factors outside the model. This finding strengthens the assumption of operant conditioning theory that consistent and timely reinforcement can form a more stable pattern of disciplined behavior in students. This study contributes to the literature by presenting quantitative evidence at the junior high school level, which has so far been minimal compared to studies at the elementary school level or descriptive qualitative studies
Budaya Kekeluargaan dan Normalisasi Nepotisme di Institusi Publik Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur Ihsan Hidayatullah; Afrijal Afrijal; Fathurrahman Hariri; Muhammad Desrian Hafizh Okfin; Humairah Fatin Sausan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pxdhvf63

Abstract

Korupsi masih menjadi tantangan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas di Indonesia. Kajian antikorupsi selama ini lebih banyak menitikberatkan pada aspek hukum dan kelembagaan, sedangkan faktor sosial dan budaya yang memengaruhi persistensi korupsi masih relatif kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara budaya kekeluargaan, normalisasi nepotisme, dan budaya korupsi dalam institusi publik Indonesia. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif terhadap 32 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ) periode 2020-2025. Data dianalisis menggunakan qualitative synthesis untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antarkonsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kekeluargaan pada dasarnya merupakan modal sosial yang memperkuat solidaritas. Namun, ketika hubungan kekerabatan lebih diutamakan daripada sistem merit dan profesionalisme, nilai tersebut berpotensi mengalami distorsi menjadi praktik nepotisme yang berakar. Pengulangan praktik tersebut yang disertai pembenaran sosial mendorong normalisasi dalam organisasi dan meningkatkan risiko terbentuknya budaya korupsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa normalisasi nepotisme menjadi mekanisme yang menjembatani hubungan antara budaya kekeluargaan dan budaya korupsi. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan sistem merit, integritas, dan budaya organisasi sebagai bagian dari strategi pencegahan korupsi.