cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
Expert Judgements of Integrated Cyberpragmatics Learning Model with Socio-Semiotics Multimodality-Based Cybertext Contexts R. Kunjana Rahardi; Winci Firdaus
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.4160.211--227

Abstract

This research is driven by an increasingly urgent requirement to fuse cyberpragmatics instruction with research findings on cyber texts within a multimodal environment, particularly in the ongoing postCovid-19 pandemic era. The challenge presented by this research problem is addressed through a combination of qualitative and quantitative methodologies. The research framework adopted is the Research & Development model proposed by Borg & Gall. The results indicate that 7.69% of participants found it appropriate for use without any changes, 92.30% found it suitable for use with revisions based on notes, and 0% of participants deemed it unsuitable for use. Thus, it can be inferred that all participants unanimously agreed that the book product of the cyberpragmatics learning model, combined with research on cybertext context, is suitable for use with revisions based on notes. This research has yielded foundational insights into the viability of employing cyberpragmatics learning models as a result of applied research. AbstrakPenelitian ini didorong oleh kebutuhan yang semakin mendesak untuk memadukan pengajaran cyberpragmatics dengan temuan penelitian mengenai teks siber dalam lingkungan multimoda, khususnya di era pandemi pasca-Covid-19 yang sedang berlangsung. Tantangan yang dihadirkan oleh masalah penelitian ini di atasi melalui kombinasi metodologi kualitatif dan kuantitatif. Kerangka penelitian yang diadopsi adalah model Research & Development yang dikemukakan oleh Borg & Gall. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 7,69% peserta merasa layak digunakan tanpa ada perubahan, 92,30% merasa layak digunakan dengan revisi berdasarkan catatan, dan 0% peserta menilai tidak layak pakai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seluruh peserta sepakat bahwa produk buku model pembelajaran cyberpragmatics yang dipadukan dengan penelitian konteks cybertext layak digunakan dengan revisi berdasarkan catatan. Penelitian ini telah menghasilkan wawasan mendasar mengenai kelayakan penggunaan model pembelajaran cyberpragmatics sebagai hasil penelitian terapan.
PERUBAHAN IDENTITAS SOSIAL TOKOH AYUH DALAM DUA NOVEL KARYA SANDI FIRLY Titik Wijanarti
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.101.63-74

Abstract

AbstrakKarya sastra tidak terlepas dari peristiwa sosial budaya masyarakatnya yang dengan sengaja direfleksikan pengarangnya dalam karyanya. Salah satu unsur penting dalam karya sastra adalah tokoh dan perwatakannya. Penelitian ini meneliti dua novel karya Sandi Firly, yaitu Lampau dan Catatan Ayah tentang Cintanya kepada Ibu.  Masalah penelitian ini adalah perubahan sosial tokoh Ayuh dalam kedua novel tersebut. Tujuan penelitian adalah memaparkan perubahan identitas sosial tokoh Ayuh dalam kedua novel karya Sandy Firly tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kepustakaan dengan teknik simak dan catat. Metode analisis data menggunkan metode deksriptif analisis dengan teknik interpretatif. Teori yang digunakan adalah sosiologi sastra. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan identitas sosial yang dilakukan oleh tokoh Ayuh dalam kedua novel tersebut merupakan sarana untuk melakukan migrasi sosial menuju kelas sosial yang lebih baik dalam masyarakat. Peristiwa dialami oleh individu dalam masyarakat dapat menjadi sebuah konstruksi identitad sosial dan memengaruhi identitas seseorang. Oleh karena itu, keberadaan tokoh dalam cerita tidak statis dan dapat berubah bergantung pada peristiwa yang dialaminya.  
SEJARAH DAN FIKSI DALAM “LEGENDA KAMPUNG JAGALAN” DAN “LEGENDA KAMPUNG SEWU” SURAKARTA Nugraheni Eko Wardani
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.371.207-222

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk cerita rakyat “Legenda Kampung Jagalan” dan “Legenda Kampung Sewu” Surakarta, aspek sejarah dalam kedua cerita rakyat, unsur ksi dalam kedua cerita rakyat, serta hubungan antara cerita rakyat dengan babad. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini buku Cerita Rakyat Surakarta dan Yogyakarta dan informan. Teknik pengumpulan data melalui analisis kedua legenda dan analisis catatan hasil wawancara informan. Analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk cerita rakyat Surakarta adalah legenda asal-usul nama Kampung Jagalan dan Kampung Sewu Surakarta. Cerita rakyat “Legenda Kampung Jagalan” berhubungan dengan tokoh sejarah Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X dan “Legenda Kampung Sewu” berhubungan dengan tokoh Kanjeng Susuhunan Pakubuwono II. Fiksi dalam cerita rakyat berkaitan dengan penceritaan tokoh dari kalangan rakyat jelata, latar tempat yang menunjukkan kehidupan rakyat jelata, dan dialog-dialog yang terjadi antartokoh di kalangan rakyat. Cerita rakyat dan babad bertujuan untuk melegitimasi nama raja. Hal ini menunjukkan bahwa kedua legenda mengandung sejarah yang berhubungan dengan raja-raja Kerajaan Surakarta. Legenda mengandung unsur ksi pada struktur cerita.Kata Kunci: sejarah, ksi, cerita rakyat, SurakartaAbstractThis study aims to describe the form of Surakarta folktale through “Kampung Jagalan Legend” and “Kampung Sewu Legend”, historical aspects and roles in both folktales, the ction contained in both folktale, the relationship between folktales and babad. This research is qualitative descriptive research. The data in this study are book Cerita Rakyat Surakarta dan Yogyakarta and informants. The technique of collecting data through analysis of the two legends and informant interview records. Data analysis using interactive model analysis. The results of the research indicate that Surakarta folktales are the legend of the origin of the name Kampung Jagalan and Kampung Sewu Surakarta. “Kampung Jagalan Legend” relates to the historical gure of Pakubuwono X and “Kampung Sewu Legend” related the character of Pakubuwono II. Fiction in legends is related to the telling of gures from the common people, backgrounds that show the lives of ordinary people, and dialogues that occur between group, folktales and babad aim to legitimize the name of the king. The two legends contain history related to king of the kingdom Surakarta. Legends contain elements of ction in the structure of stories.Keywords: history, ction, folktales, Surakarta
POLITISASI AGAMA DI PEMILIHAN PRESIDEN 2024 (STUDI KASUS KORPUS BAHASA DAN POLITIK DI PROVINSI JAWA BARAT, IN-DONESIA) Bulqiyah, Hasanul; Fikroh, Seviyenti
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4420.257-268

Abstract

Pemilihan presiden salah satu esensi dari demokrasi di Indonesia, pelibatan masyarakat dalam pemilu sebagai hak pilih menjadi peluang bagi kelompok kepentingan untuk memenangkan kandidat tertentu di kontestasi pelaksanaan pemilihan presiden. Tidak sedikit ditemukan proses yang kurang baik dalam mendapatkan suara di pemilu. Politisasi agama menjadi bagian dari politik praktis untuk mendapat suara di pemilu. Adanya politisasi agama memberikan dampak buruk terhadap keberlangsungan bangsa dan negara yang memiliki pluralitas cukup tinggi. Selain itu teks yang tersebar pada media yang berkaitan dengan politisasi agama pada pemilihan presiden juga mempengaruhi wacana dalam memilih. Politisasi agama dirasa menjadi pemecah bela bangsa, sehingga perlu adanya aturan mengenai politisasi agama di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengulas politisasi agama yang dibuat berdasar telaah korpus yang disusun dari teks berita daring dan cuitan di media sosial serta mengetahui motif lain dari politisasi agama yang dilakukan oleh sebagian tokoh dan ulama dalam pemilu. Metode kualitatif studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk mengeksplorasi politisasi agama di Provinsi Jawa Barat pada pemilu 2024, melalui observasi digital, korpus, wawancara, dan juga dokumentasi yang dilakukan pada berita daring dan cuitan di X serta Forum Lembaga Dakwah dan Ormas Islam, dan Majelis Ulama Indonesia sebagai tokoh masyarakat di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korpus yang paling muncul pada pemiliha presiden 2024 yang diambil dari berita daring dengan tingkat frekuensi paling tinggi yakni kata-kata seperti "Capres," "Prabowo," "Anies," "Islam," "Pemilih," dan "Ulama". Hasil lain menunjukkan bahwa agama dijadikan alat dalam kegiatan pemilihan presiden 2024 di Provinsi Jawa Barat. Secara harfiah, adanya agama dalam politik menjadikan dasar untuk memilih calon pemimpin, namun fakta yang terlihat pada pemilihan presiden 2024 bahwa agama bukan hanya menjadi dasar dalam memilih, melainkan menggenaralisir ummat Islam dalam memilih calon presiden yang telah ditentukan, melalui fatwa yang dikeluarkan oleh multaqo yang mengatas namakan sekelompok ulama Provinsi Jawa Barat. Dampak yang sangat krusial di tengah masyarakat dengan adanya persoalan ini, yakni terjadinya perbedaan persepsi yang bisa menimbulkan kegaduhan, ketidak rukunan antar saudara dan lain sebagainya yang dapat merugikan masarakat itu sendiri.
REDUPLIKASI DALAM BAHASA ANGKOLA MANDAILING Syaifuddin Zuhri Harahap
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.156.245-155

Abstract

Bahasa Angkola Mandailing memiliki sistem reduplikasi yang membentuk makna baru atau makna lain di samping sistem afiksasi dan pemajemukan. Kajian reduplikasi dalam bahasa Angkola Mandailing ini dilakukan untuk melihat tipe reduplikasi dan bagaimana makna tipe reduplikasi tersebut difungsikan dalam bahasa Angkola Mandailing. Untuk mengungkap hal itu digunakan teori morfologi linguistik deskriptif struktural yang bertalian dengan reduplikasi. Metode deskriptif dengan model padan dan agih dilaksanakan dengan teknik referensial, yaitu teknik yang alat penentunya ialah kenyataan yang ditunjuk oleh bahasa itu sendiri. Data lisan diperoleh dari berbagai percakapan yang terjadi di lingkungan masyarakat Angkola Mandailing dan beberapa orang informan, sedangkan data tertulis diperoleh dari kamus bahasa Angkola Mandailing, buku-buku dan karya-karya ilmiah yang membahas tentangbahasa Angkola Mandailing. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, ada dua puluh tipe reduplikasi dalam bahasa Angkola Mandailing yaitu; tipe R-1 yaitu bentuk (D + R), tipe R-2 yaitu bentuk (D + Rpf), tipe R-3 yaitu bentuk ((D + R) + mar-), ((D+R) + tar-), dan ((D+R) + par-), tipe R-4 yaitu bentuk ((D + R) + marsi-/-an), tipe R-5 yaitu bentuk (D + (R + mar-)), tipe R-6 yaitu bentuk ((D + R) + maN-), dan ((D + R) + paN-), tipe R-7 yaitu bentuk (D + (R + maN-)), tipe R-8 yaitu bentuk (D + (R + maN-/-i)), tipe R-9 yaitu bentuk ((D + R) + maN-/-hon), ((D + R) + paN-/- hon), tipe R-10 yaitu bentuk ((D + R) + tar-/-i), dan ((D + R) + mar-/-i), tipe R-11 yaitu bentuk ((D + R) + maN-/-i), dan ((D + R) + paN-/-i), tipe R-12 yaitu bentuk ((D + R) + sa -/{-na}), tipe R-13 yaitu bentuk ((D + R) + ha-/{-na}), tipe R-14 yaitu bentuk ((D + R) + ha-/-an), tipe R-15 yaitu bentuk ((D + R) + -an), tipe R-16 yaitu bentuk ((D + R) + -um-), dan ((D + R) + -in-), tipe R-17 yaitu bentuk (D + Rp) Reduplikasi Parsial (Rp), tipe R-18 yaitu bentuk (D + Rs) Reduplikasi Semantis (Rs), tipe R-19 yaitu bentuk (D + Rf) Reduplikasi Fonologis (Rf); tipe R-20 yaitu bentuk (D + Rf) Reduplikasi Sintaksis (Rsin). Kedua, secara kontekstual ditemukan maknatipe reduplikasi bebas konteks dan terikat konteks dalam bahasa Angkola Mandailing.
PERAN SOSIAL KIAI PADA MASA KOLONIAL KARYA-KARYA DJAMIL SUHERMAN DALAM TELAAH SOSIOLOGI SASTRA/KIAI’S SOCIAL ROLES AT THE COLONIAL PERIOD AN ANALYSIS OF SOCIOLOGICAL LITERATURE ON THE WORKS OF DJAMIL SUHERMAN Muhammad Rosyid HW
Aksara Vol 33, No 1 (2021): AKSARA, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i1.547.25-38

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karya-karya Djamil Suherman menggambarkan sosok kiai dan peran-peran sosial kiai pada masa kolonial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan pisau teoretik sosiologi sastra. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka yang sumber data penelitiannya adalah kumpulan cerita pendek Umi Kalsum, novel Pejuang-Pejuang Kali Pepe dan novel Sakerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kiai di dalam karya Djamil Suherman digambarkan sebagai pemimpin pesantren yang taat beragama. Kiai berperan dalam kehidupan sosial dengan cara mengajarkan agama, membimbing umat, mengajarkan kesaktian, memperkuat moral dan melawan penindasan kolonial Belanda. Peran perlawanan terhadap penjajahan ini merupakan ijtihad dan kontekstualisasi pemahaman keagamaan kiai sebagai bagian dari semangat zaman. Kata kunci: kiai, peran sosial, sosiologi sastraAbstractThis paper aims to research how Djamil Suherman's literary works portrayed the figure of the kiai and the social roles of the kiai during colonial period. The method used in this research is analytical descriptive with Alan Swingewood's theory of sociological literature. The data collection was done by literature study techniques where the source of the research data was “Umi Kalsum” collection of short stories, novel “Pejuang-Pejuang Kali Pepe” and novel “Sakerah”. The findings of this study indicate that the kiai in the work of Djamil Suherman is described as a religious leader of a pesantren. The kiai played a role in social life by teaching religion, guiding people, teaching supernatural powers, strengthening morals and resisting the oppression of Dutch. The role of resistance to this colonolialism is a form of ijtihad and contextualization of kiai’s religious understanding as part of the period spirit. Keywords: kiai, social role, sociological literature 
PENYAMPAIAN MAKNA DALAM FILM “FINAL DESTINATION” Agus Darma Yoga Pratama; made sani damayanthi muliawan
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.983.83-96

Abstract

Abstrak Penelitian audiovisual (film) tidak hanya sebatas analisis tentang strategi penerjemahan yang digunakan ataupun ideologi yang diterapkan di film saja, tetapi juga mengenai makna yang terkandung di dalamnya serta bagaimana aspek makna tersebut dapat tersampaikan dengan baik melalui bahasa verbal dan nonverbal yang terdiri dari empat aspek yaitu: gambar, tulisan (teks alih bahasa), efek suara, dan ujaran secara sekaligus. Makna dikaji dari makna verbal dan makna tanda nonverbal untuk melihat bagaimana penyampaian makna dalam sebuah film kepada penonton secara utuh karena pada dasarnya bahasa verbal dan nonverbal memiliki keunikan tersendiri dalam proses penyampaian makna. Kajian ini secara tidak langsung juga menganalisis sinkronisasi bahasa verbal dan nonverbal dalam film tersebut. Adapun data penelitian yang dipilih adalah film dengan genre horor “Final Destination 5” karena ditemukan variasi bahasa nonverbal (gambar dan efek suara) dalam penyampaian makna kepada penonton, misalnya jika kematian datang maka akan tersirat tanda-tanda yang dapat dilihat penonton sebelum kejadian tragis terjadi. Penelitian ini diawali dengan menyimak film tersebut yang dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui software video remaker AVS untuk mendapatkan teks alih bahasa secara detail serta digunakan teknik rekam layar untuk pengumpulan data aspek visual atau gambar. Hasil penelitian ini nantinya dapat berguna bagi para peneliti audiovisual (film) dalam menghasilkan sebuah kajian di bidang makna.   
ASOSIASI WACANA “ALUN-ALUN SERIBU PATUNG” DENGAN SITUASI POLITIK KEBANGSAAN DI INDONESIA PADA MASA DAN PASCAREFORMASI Natal P. Sitanggang
Aksara Vol 30, No 1 (2018): Aksara, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i1.236.107-120

Abstract

From a linguistic point of view, short stories are classified into the type of discourse. Therefore, the tracing of everything on the authors’ intentions can be done through linguistic approaches, among them through discourse and pragmatic analysis approaches. Furthermore, since short stories also classified as works of art (literature), so a semiotic approach can be relevant to support the approaches of discourse and pragmatics analysis. The data in this study comes from the text of a short story titled “Alun-Alun Seribu Patung” by Danarto.  The data was obtained by using observation method through recording technique as a basic technique and note-taking technique as an advanced technique.   Through text deconstruction, at least there are 16 derivative text constructions selected as the data which reflect the association of  the short story with the political reality at the reformation and post-reformation periods (1998—2006). The description of data becomes the clues that actually the author pragmatically did a number of actions, namely reflecting, associating, predicting, evaluating, and criticizing something related to the political and natural events during the reformation and post-reformation periods. 
Struktur dan Pola Vitalitas Bahasa pada Mahasiswa Beretnis Kaili di Universitas Tadulako Yunidar Yunidar; Tamrin Tamrin; M. Asri B; Abdul Kamaruddin; Nursyamsi Nursyamsi; Gusti Alit Suputra
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1247.116--124

Abstract

This study aims to (1) describe the structure and vitality patterns of the Kaili language in the family domain and (2) describe the factors that cause the helplessness of the Kaili language in the family domain of the Kaili ethnic students. The method used in this research is qualitative and quantitative. Data collection techniques through questionnaires, interviews, and observation as the main data collection tools. Data processing techniques and data analysis were carried out based on data trends regarding the structure and pattern of the use of the Kaili language in the family domain. From the results of the study it is known that the use of the Kaili language among students of the Kaili ethnicity at Tadulako University in the family sphere has burdened their vitality which tends to decrease and indicates extinction. This is because most of them use Indonesian and some use foreign languages. There are several factors that shift the use of the Kaili language to Indonesian and foreign languages, namely; (1) prestige factors, (2) function factors, (3) information and technology factors, and (4) a positive attitude weakens the Kaili language. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur dan pola daya hidup bahasa Kaili pada ranah keluarga dan (2) mendeskripsikan faktor penyebab tidak berdayanya bahasa Kaili dalam ranah keluarga mahasiswa yang beretnis Kaili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan pengamatan sebagai alat pengumpul data utama. Teknik Pengolahan data dan analisis data dilakukan berdasarkan kecenderungan data tentang struktur dan pola penggunaan bahasa Kaili di ranah keluarga. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan bahasa Kaili pada mahasiswa beretnis Kaili di Universitas Tadulako pada ranah keluarga telah melemah daya hidupnya menurun cenderung dan menunjukkan kepunahan. Hal itu disebabkan sebagian besar mereka menggunakan bahasa Indonesia dan beberapa diantaranya ada yang menggunakan bahasa asing. Ada beberapa faktor yang menggeser penggunaan bahasa Kaili ke bahasa Indonesia dan bahasa asing, yaitu (1) faktor prestise, (2) faktor fungsi guna, (3) faktor teknologi dan informasi, dan (4) sikap positif melemah terhadap bahasa Kaili.
PRONOMINA PENUNJUK DALAM BAHASA BALI Ni Luh Partami
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.22.111-120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pronomina penunjuk bahasa Bali yangberkaitan dengan (a) jenis, (b) ciri-ciri, dan (c) perilaku sintaksis. Teori yang diterapkandalam penelitian ini adalah teori linguistik struktural yang memandang bahasa itu sebagaiunit-unit yang tersusun dalam sebuah struktur. Data bersumber pada data lisan dan tulisan.Sumber lisan diperoleh melalui wawancara dan sumber tulisan melalui cerita rakyat Bali,Kamus Bali--Indonesia, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Bali. Pengumpulan data menggunakanmetode wawancara dengan teknik simak dan catat. Data yang telah terkumpul kemudiandianalisis dengan metode agih dengan teknik substitusi. Hasil analisis disajikan denganmetode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pronomina penunjukbahasa Bali dapat berupa bentuk dasar. Jika dilihat berdasarkan peran sintaksis, pronominapenunjuk bahasa Bali dapat berperan substantif, lokatif, deskriptif, dan temporal. Dalamtataran kalimat pronomina penunjuk bahasa Bali dapat mengisi fungsi subjek, predikat,objek, dan keterangan.