cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
PEMBELAJARAN MENULIS AKSARA JAWA ANAK KELAS III SEKOLAH DASAR Sutarsih Sutarsih
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.171.65-72

Abstract

Salah satu keterampilan berbahasa Jawa yang harus dikuasai oleh setiap siswa kelas III sekolah dasar di Jawa Tengah adalah menulis aksara Jawa. Bagi sebagian besar siswa kelas III sekolah dasar, keterampilan menulis aksara Jawa tersebut sangat sulit untuk dikuasai. Hal itu diduga disebabkan oleh materi menulis aksara Jawa dianggap sebagai materi baru bagi mereka. Selain itu, ada kesulitan tersendiri bagi siswa dalam membentuk aksara Jawa dan menuliskan kata-kata atau kalimat dalam bahasa Jawa ke dalam bentuk aksara Jawa. Pembelajaran menulis aksara Jawa bagi anak kelas III sekolah dasar perlu diteliti agar dapat mengetahui kesulitan para siswa tersebut dan cara mengatasinya. Metode dan teknik yang dipergunakan adalah metode pembelajaran dengan teknik menulis menggunakan peta aksara. Hasil pembahasan  menunjukkan bahwa siswa kelas III sekolah dasar dapat dengan tepat, benar,  mudah, dan menyenangkan menulis aksara Jawa. Teknik peta aksara merupakan cara tepat untuk mengajar siswa kelas III sekolah dasar menulis aksara Jawa.
HERMENEUTIKA NILAI MORAL JAWA DALAM NASKAH TASHRIHAH AL- MUHTAAJ DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN/THE HERMENEUTIC OF JAVANESE MORAL VALUES IN TASHRIHAH AL-MUHTAAJ MANUSCRIPT AND THEIR RELEVANCE IN EDUCATION Arifatul Anisa; Sutrisna Wibawa
Aksara Vol 33, No 1 (2021): AKSARA, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i1.491.57-70

Abstract

AbstrakNaskah Tashrihah Al-Muhtaaj merupakan salah satu cerminan kebudayaan masyarakat Jawa pada masa lampau yang berisi nilai-nilai sebagai sumber kedamaian dalam bermasyarakat. Pengkajian terhadap naskah tersebut dianggap penting, mengingat adanya krisis moral di kalangan siswa-siswi di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai-nilai moral Jawa dalam naskah Tashrihah Al-Muhtaaj dan relevansi nilai-nilai tersebut dalam pendidikan karakter di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis konten dengan pendekatan hermeneutik. Sumber data penelitian adalah naskah Tashrihah Al-Muhtaaj yang berisi 25 teks, tetapi hanya 8 teks yang dapat mewakili nilai-nilai moral Jawa dalam naskah. Adapun pengesahan data dengan cara validitas semantik dan reliabilitas intrarater. Hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi nilai-nilai moral dalam naskah dengan nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa. Nilai moral dalam naskah berupa nilai kejujuran, tanggung jawab, kerukunan, keadilan, dan hati nurani. Nilai-nilai tersebut relevan dengan nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa, yaitu pada nilai jujur, tanggung jawab, toleransi dan cinta damai, demokratis, dan peduli sosial. Dengan demikian, nilai-nilai moral dalam naskah Tashrihah Al-Muhtaaj dapat diterapkan sebagai acuan atau contoh pendidikan karakter di sekolah. Kata kunci: naskah kuno, nilai moral Jawa, pendidikan, Tashrihah Al-Muhtaaj AbstractThe Tashrihah Al-Muhtaaj manuscript is one of the manifestation of Javanese culture in the past which consists of many values as the peace and society sources. The study of this manuscript is vwry significant. It is caused by the moral crisis happenedto the students in the school. The aim of this study is to unravel Javanese moral values in Tashrihah Al-Muhtaaj manuscript and the relevance of these values in character education at school. The research method used was content analysis technique with hermeneutic approach. The data source in this study is Tashrihah Al-Muhtaaj manuscript, which originally contains 25 texts, but only 8 texts represent Javanese moral values. The data validation was done by applying semantic validity and intra-rater reliability. In brief, the result shows that there is relevance of moral values in Tashrihah Al-Muhtaaj manuscript with the values of cultural education and national character. The moral values in Tashrihah Al-Muhtaaj manuscript comprise honesty, responsibility, harmony, justice, and conscience. Moreover, these values are relevant to the values of cultural education and national character; they are the values of honesty, responsibility, tolerance and love for peace, democratic, and social care. Therefore, the moral values in Tashrihah Al-Muhtaaj manuscript can be applied as references or examples of character education at school.  Keywords: ancient script, Javanese moral value, education, Tashrihah Al-Muhtaaj
Konstruksi Penciptaan Fantasi dan Wacana pada K-Pop Black Pink Nursalam Nursalam; Irvan Mustafa; Abd. Rahim; Asri Ismail
Aksara Vol 34, No 2 (2022): AKSARA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i2.621.228--243

Abstract

The purpose of this study was to analyze the creation of fantasy and discourse in BLACKPINK K-Pop. This research used a qualitative research using Norman Fairclough's critical discourse analysis approach. Research data collections included documentation and in-depth interviews. The data sources of this research were photos of BLACKPINK members and verbal utterances. The data analysis of this research included the processes of (1) reduction, (2) presentation, and (3) drawing conclusions. The results showed that the dimensions of the text showed fantasy because of the fashion and beauty figures of its members. This fantasy proved the existence of power relation possessed by BLACKPINK because it can cause fanaticism for fans. The creation of texts in BLACKPINK figures, as a form of cultural resistance to western hegemony, created hybrid culture as a new identity that shown by fans. The fanaticism shown by fans proved that they were one dimensional society. Social practices that encourage the emergence of BLACKPINK were inseparable from the influence of global culture and the management capabilities of the South Korean (K-Pop) music industry. AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis penciptaan fantasi dan wacana pada K-Pop BLACKPINK.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Sumber data penelitian ini ialah teks foto BLACKPINK dan tuturan verbal. Analisis data penelitian ini mencakup proses (1) reduksi, (2) penyajian, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teks menunjukkan fantasi karena penampilan fashion dan figur kecantikan anggotanya. Fantasi ini membuktikan adanya relasi kekuasaan yang dimiliki BLACKPINK karena menimbulkan fanatisme bagi penggemarnya. Penciptaan teks dalam figur BLACKPINK sebagai bentuk perlawanan budaya terhadap hegemoni barat yang menimbulkan budaya hibrid sebagai identitas baru yang ditampilkannya. Fanatisme yang ditunjukkan penggemar membuktikan mereka sebagai one dimensional society. Praktik sosial yang mendorong kemunculan BLACKPINK tidak terlepas dari pengaruh budaya global dan kemampuan manajemen industri musik K-Pop Korea Selatan.
VERBA PENGALAM BAHASA BALI Ni Luh Ketut Mas Indrawati
Aksara Vol 26, No 1 (2014): Aksara, Edisi Juni 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v26i1.141.25-33

Abstract

Verba pengalam adalah verba yang mengungkapkan gejala psikologis yang berkaitan dengan kognisi, emosi, sensasi, atau komunikasi. Verba ini mengikat dua atau tiga kasus: agen (A), objek (O), dan pengalam (P). Karya tulis ini bertujuan untuk menganalisis verba pengalam bahasa Bali (yang selanjutnya disingkat BB). Teori yang diterapkan untuk membahas verba pengalam BB adalah teori kasus yang digagas oleh Fillmore (1968), dimodifikasi dan dikembangkan oleh Chafe (1970) dan Cook (1979). Hasil analisis menunjukkan bahwa verba pengalam BB secara semantis dibedakan menjadi Verba pengalam keadaan, verba pengalam proses, dan verba pengalam aksi. Verba pengalam BB memiliki kasus inti dan kasus non-inti. Kasus inti yang diikat oleh verba ini berupa kasus proporsional yang meliputi kasus A, P, Ok (objek keadaan), dan O. Kasus inti dalam struktur lahir bisa berupa kasus teraga dan kasus tidak teraga. Kasus non-inti dalam verba pengalam BB berupa; kasus lokasi, kasus tujuan, dan kasus waktu dan kasus ini tidak diikutkan pada kerangka kasus. Pada verba pengalam BB juga ditemukan: kasus terkandung, yaitu kasus inti yang tidak teraga dalam struktur lahir tetapi terkandung dalam verbanya, kasus dileksikalisasi yaitu kasus inti yang pada struktur lahir terleksikalisasi pada verba, dan kasus koreferensial yaitu kasus yang mengacu pada kasus yang sama.
IMPLEMENTING ICT-BASED PHONOLOGY LEARNING MATERIAL USING BLENDSPACE THROUGH CLASSROOM ACTION RESEARCH Ni Luh Putu Sri Adnyani; Rima Andriani Sari; Putu Eka Dambayana Suputra; I Wayan Pastika; I Nyoman Suparwa
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.76.319-330

Abstract

This study reports the implementation of ICT-based learning materials using Blendspace in phonology classes. The ICT-based learning material was developed in the academic year of 2016/2017. The study was conducted in two stages. The rst stage was the validation of the teaching material by two expert judges. The second stage was trying out of the teaching material in the classroom using classroom action research. The learning material developed has been validated by experts using a checklist as an instrument, which has been analysed using the Gregory formula. The expert judges showed that the content validity of the learning material is 90.9%, which means very valid. In order to test the effectiveness of the learning material, it has been implemented in phonology classes joined by the second-semester Diploma III students of the English Department of Universitas Pendidikan Ganesha, using classroom action research. Based on the teaching and learning process using the material, more than 70% of the students obtained scores between 76 and 100. Fewer than 30% of the students had scores below 75. Therefore, the learning material is considered effective for learning phonology. 
Dinamika dan Revitalisasi Tradisi Lisan Legenda di Kalimantan Tengah Maria Arina Luardini
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.4172.277--285

Abstract

Oral tradition is an oral habit, which usually tells about traditional cultures intergeneration. In Kalimantan Tengah ‘Central Kalimantan’ (called as KT), the oral tradition is varied with many objectives, such as entertaining or providing suggestions. Therefore, the oral tradition is not so popular for the younger generations. This article aims to analyze the dynamics and revitalization of oral tradition in the form of legends that existed in KT. In collecting the data, two techniques were applied: direct observation, and in-depth interview for obtaining field notes, pictures, and recordings. Ethic and emic approaches were also applied as some texts or documents consisted, related to, and discussed the legends were used. The data of oral traditions show that legends in KT are actually dynamics based on the types of legends and movements of the speakers. The speakers who own the legends also try to revitalize their cultures through education, religion, and social media. This condition implies that oral tradition should be introduced to young generations, not only through formal situations but also through informal ones, such as in the family or community learning which has been and is being conducted by the Balai Bahasa in some Provinces in Indonesia. AbstrakTradisi lisan dapat dimaknai sebagai kebiasaan lisan yang dituturkann secara turun-temurun. Di Kalimantan Tengah (selanjutnya disebut KT) terdapat banyak tradisi lisan dengan berbagai tujuan, seperti menghibur atau memberi nasihat. Namun demikian, tradisi lisan belum begitu dikenal oleh generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk mengupas dinamika dan revitalisasi tradisi lisan berupa legenda di KT. Data diperoleh dengan menggunakan dua teknik dalam pengambilan data penelitian, yaitu observasi dan interview untuk mendapatkan catatan lapangan, gambar dan dokumentasi. Pendekatan etik dan emik juga digunakan dalam menganalisis data karena penelitian ini memakai teks-teks dan dokumen yang berisi, berhubungan, dan mendiskusikan tentang legenda. Dari data hasil penelusuran legenda dan kehidupan nyata didapatkan bahwa legenda di KT diklasifikasikan sebagai legenda yang dinamis berdasarkan jenis legenda dan pergerakan penuturnya. Penutur sebagai pemilik legenda pun mempunyai usaha untuk melakukan revitalisasi budaya, yaitu melalui jalur pendidikan, agama, dan media sosial. Situasi ini mempunyai implikasi bahwa revitalisasi tradisi lisan legenda seharusnya dilakukan tidak hanya melalui jalur formal di sekolah, tetapi dapat juga dilakukan melalui keluarga atau pada sekolah/ belajar di komunitas, seperti yang telah dan sedang dilakukan oleh Balai Bahasa di beberapa Provinsi di Indonesia.
Nilai Nasionalisme Pada Cerpen Tragedi Sang Pembela dan Tabik Sang Pahlawan: Kajian Sastra Bandingan Santi Sartika; Yosi Wulandari
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.1078.298--306

Abstract

Compare the sense of nationalism contained in two nationalist short stories, by looking for similarities and differences in the two short stories in the form of nationalist values contained in the short stories Tragedi Sang Pembela by Nurhidayatullah and Tabik Sang Pahlawan by Dara Muthia. This research aims to identify the value of nationalism by paying attention to the message contained in the short stories Tragedi Sang Pembela by Nurhidayatullah and Tabik Sang Pahlawan by Dara Muthia in the midst of developing science and technology in Indonesia. The results of comparative literary research on nationalist values from the writing of the short stories Tragedi Sang Pahlawan by Nurhidayatullah and Tabik Sang Pahlawan by Dara Muthia, namely (1) the importance of nationalist values, (2) instilling nationalist values, (3) strengthening nationalist values, and 4 ) application of nationalist values in the short story. The method in this research uses note-taking and literature methods. Meanwhile, the technique used to analyze is a qualitative descriptive technique.  AbstrakBandingan rasa nasionalisme yang terdapat dalam dua cerpen nasionalisme, dengan mencari persamaan dan perbedaan dalam kedua cerpen tersebut berupa nilai nasionalisme yang terdapat dalam cerpen Tragedi Sang Pembela karya Nurhidayatullah dan Tabik Sang Pahlawan karya Dara Muthia. Penelitian ini  bertujuan untuk mengidentifikasi nilai nasionalisme dengan memperhatikan amanat yang terdapat pada cerpen Tragedi Sang Pembela karya Nurhidayatullah dan Tabik Sang Pahlawan karya Dara Muthia di tengah-tengah berkembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.  Hasil penelitian sastra bandingan nilai nasionalisme dari penulisan cerpen Tragedi Sang Pembela karya Nurhidayatullah dan Tabik Sang Pahlawan karya Dara Muthia, yaitu (1) pentingnya nilai nasionalisme, (2) penanaman nilainilai nasionalisme, (3) penguatan nilai-nilai nasionalisme, dan 4) penerapan nilai-nilai nasionalisme pada cerpen tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode baca catat dan kepustakaan.Sedangkan, teknik yang digunakan untuk menganalisis adalah teknik deskriptif kualitatif.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN TINGKAT ADAPTASI BUDAYA MAHASISWA ASING: KASUS MAHASISWA BIPA IPB Krishandini, Krishandini
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4392.297-318

Abstract

Budaya akan berpengaruh terhadap cara individu berkomunikasi dan berinteraksi. Mahasiswa asing yang datang dengan latar belakang budaya yang berbeda dengan Indonesia bertemu, baik dengan teman sesama mahasiswa maupun dengan dosen. Penting memahami cara individu yang berbeda budaya ini berinteraksi secara personal. Setiap individu memiliki pengetahuan dan pegangan akan nilai dan norma. Sebagai mahasiswa asing yang datang untuk menerima ilmu, tentu perlu beradaptasi dengan budaya setempat. Budaya di Indonesia pun beraneka ragam, keanekaragaman budaya ini tentu memiliki cara yang berbeda untuk dipahami oleh mahasiswa asing agar mereka dapat berinteraksi secara baik. Untuk itu, tujuan penulisan, yaitu (1) menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal mahasiswa BIPA (bahasa Indonesia untuk penutur asing) IPB, (2) menganalisis tingkat adaptasi budaya mahasiswa BIPA IPB, dan (3) menganalisis hubungan efektivitas komunikasi interpersonal dan tingkat adaptasi budaya mahasiswa BIPA IPB. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Pendekatan kuantitatif menggunakan survei yang menjaring 32 responden. Data diambil dengan teknik purposive sampling. Data kuantitaif didukung data kualitatif. Data kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam (indepth interview). Berdasarkan penelitian ditemukan hasil yang menyatakan bahwa komunikasi interpersonal mahasiswa BIPA IPB efektif dengan nilai koefisien korelasi rank Spearman sebesar 0.610. Tingkat p <0.01 menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara efektivitas komunikasi interpersonal dan tingkat adaptasi budaya.  Hal ini terjadi karena mereka memiliki hubungan pertemanan yang erat dan berusaha mengenal budaya Indonesia.
LEXICAL MEANING AND CULTURAL ADAPTATION ON THE PRODUCT OF NESTLE DANCOW I Gusti Agung Istri Aryani; Sri Widiastutik
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.106.131-146

Abstract

AbstractCommonly, an amazing and attractive advertisement intends to hypnotize their target consumer in seeing, reading, or even hearing the ads continually. Besides, the power of persuading and motivating in messages from the way of informing product benefit could also give impact to buyer in deciding to buy the product. This research discusses the contexts of advertising found on packages of two Nestle products, especially Nestle Dancow Actigo and Nestle Dancow Enrich. These products were analyzed based on pictures or symbols and text found on packages. It is aimed at finding out the context of discourse advertising on those packages. Data were collected from analysis of text, including pictures or symbols and additional questionnaires distributed to 50 respondents located at Denpasar and Gianyar. Urban society were used to evaluate concerning on their understanding of English even though Indonesian language mostly applied on packages of products. Method used in analyzing data is descriptive qualitative and quantitative with simple statistics and explanation. It showed that connotation and denotation meanings highlighted lexical items and its cultural adaptation using process of copy adaptation to fit the culture of their targeted consumers. Means found 6 words or phrases of English from 10 of them on packages understood by 50 respondents as of: 35 for Full Cream as highest score and 16 respondents for FortiGro as the lowest score. In addition, brand name, symbol and images showed producer seemed to have close relationship with consumer and able to attract target   consumer attention as majority of findings. It can be concluded that ads on packages of Nestle Dancow had succeeded to be understood by the society through the messages implied. 
MAKNA DAN FUNGSI TRADISI LISAN KENDURI SKO MASYARAKAT KERINCI JAMBI/MEANING AND FUNGCTIONS OF KENDURI SKO ORAL TRADITION KERINCI SOCIETY IN JAMBI Ricky Aptifive Manik
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.484.229-244

Abstract

AbstrakKenduri Sko merupakan tradisi pengukuhan gelar adat yang dilakukan oleh masyarakat Kerinci. Di dalam tradisi itu terdapat berbagai piranti dan pepatah-petitih yang belum diketahui makna dan fungsinya. Oleh sebab itu, penelitian ini hendak melihat makna dan fungsi tradisi lisan Kenduri Sko. Ada dua strategi yang digunakan dalam penelitian ini,pertama, pengumpulan data dengan perekaman dan wawancara. Kedua, Kenduri Sko dilihat sebagai fakta semiotik dengan aspek empirik dan aspek nonempirik. Melalui aspek empirik dikaji piranti dan teks pepatah-petitih dalam pengukuhan pemangku adat, sedangkan aspek nonempirik dilihat secara keseluruhan tradisi Kenduri Sko sebagai kesadaran kolektif kebahasaan dan kesadaran kolektif kebudayaan. Metode berikutnya adalah dengan melihat fungsi-fungsi folklore menurut Bascom. Penelitian ini menemukan bahwa Kenduri Skoadalah warisan nenek moyang yang berupa benda pusaka, aturan-aturan, norma-norma, nilai-nilai, dan sebagai ucapan rasa syukur atas apa yang menjadi milik masyarakat Kerinci. Adapun fungsi Kenduri Sko adalah sebagai pengukuhan gelar adat, sistem nilai-nilai kolektif, edukasi bagi pewaris selanjutnya, dan menjadi alat kontrol dalam prilaku sosial masyarakat.Kata kunci: tradisi lisan, kenduri sko, semiotik, kesadaran kolektifAbstractKenduri Sko is a tradition of custom title inauguration held by the Kerinci society. In that tradition, there are various tools and wise words which their meaning and functions are not yet known. Therefore, this study wants to look at the meaning and function of Kenduri Sko oral tradition. Two strategies are used in this study. First, the data are collected by recording and interviewing. Second, Kenduri Sko seen as a semiotic fact with empirical and non-empirical aspects. Through the empirical aspect, petatah-petitih (customary rhyming wise words) text examined in the inauguration of customary stakeholders, while the non-empirical aspect seen as a whole of the Kenduri Sko tradition as collective language and cultural awareness. The next method is to look at the functions of folklore according to Bascom. This research found that Kenduri Sko is a legacy of ancestors in the form of heirlooms, rules, norms, values, and gratitude for what belongs to the Kerinci’s community. Kenduri Sko functions as an oath of customary titles, a system of collective values, education for the next heirs, and a means of control in people’s social behavior.Keywords: oral tradition, kenduri sko, semiotics, collective awareness