cover
Contact Name
Meikardo Samuel Prayuda
Contact Email
meichardohanon@gmail.com
Phone
+628116592303
Journal Mail Official
meichardohanon@gmail.com
Editorial Address
Griya Permata IV Blok T No. 54 Sembahe Baru, Kec. Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20134
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode
ISSN : -     EISSN : 30906019     DOI : https://doi.org/10.0905/vol1iss1pp1-29
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode adalah platform akademis yang memfokuskan pada penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan, khususnya dalam penggunaan media, strategi pembelajaran, dan metode pengajaran yang inovatif. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang memberikan wawasan mendalam tentang penggunaan teknologi pendidikan, strategi efektif dalam pembelajaran, serta pengembangan metode baru dalam proses pendidikan. Dengan fokus ini, jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, pendidik, dan peneliti untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan temuan terbaru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai tingkatan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024" : 10 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS 2 SD Natasya, Putri; Cicilia, Melki; Angelika; Yohana, Popi
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no01pp30

Abstract

Kesulitan guru dalam menyampaikan pengetahuan Sederhananya, pembelajaran tidak akan berhenti jika guru-terutama yang mengajar ilmu sosial-hanya menggunakan media tradisional . Singkatnya, guru harus memperkenalkan ide-ide baru kepada murid-muridnya selama proses pembelajaran untuk memahami keinginan mereka untuk belajar dari teman sebaya dan membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial mereka. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 selama semester pertama tahun ajaran 2024-2025. Penelitian ini menggunakan desain "eksperimen kuantitatif" dengan kelompok kontrol pretest-posttest. Kami menyajikan kelompok studi dengan desain posttest-only control design (kelompok 2 A), yang merupakan kelompok kontrol, dan kelompok 2 B, yang merupakan kelompok eksperimen . Pendidikan melalui Media,Siswa dalam kelompok pembelajaran berbasis pengalaman akan diinstruksikan menggunakan sumber belajar interaktif seperti film edukasi, permainan, dan teka-teki yang sesuai dengan kurikulum IPS kelas 2 SD . Tanpa adanya media pembelajaran,Selain teknik pengajaran konvensional lainnya, guru akan tetap memberikan tugas dan memberikan ceramah. Siswa dalam kelompok kontrol akan mendapatkan pendidikan selama delapan minggu, selama satu jam per minggu. Hasil dari penelitian ini akan menunjukkan apakah penggunaan media pembelajaran berdampak pada hasil belajar IPS siswa kelas 2 SD . Dengan menggunakan metodologi ini, penelitian ini dapat memberikan bukti yang meyakinkan mengenai efek menguntungkan dari pengajaran IPS melalui media pembelajaran terhadap prestasi akademik siswa kelas 2 SD.
PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK PEMAHAMAN SISWA TENTANG NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM MATA PELAJARAN IPS Rajagukguk, Stevani; Simarmata, Ester; Simbolon, Lamria; Hutasoit, Miranda; Siburian, Muliana; Sihotang, Iqnasia
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no02pp35

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana keluarga mempengaruhi pemahaman siswa sekolah dasar terhadap nilai-nilai sosiokultural dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian yang menggunakan metodologi kualitatif dan pendekatan studi kasus ini melibatkan sepuluh keluarga yang memiliki anak di kelas 4-6 sekolah dasar, berusia 9 hingga 12 tahun . Observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan peran penting keluarga dalam menanamkan dan menanamkan nilai-nilai sosial-budaya melalui dialog yang konsisten, partisipasi dalam kegiatan komunal, dan memberikan contoh yang baik bagi anak-anak mereka, dengan menggunakan metode mendongeng, percakapan keluarga, dan pembiasaan.Hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu orang tua dan dampak media. Antusiasme siswa untuk belajar IPS dipengaruhi secara positif oleh keterlibatan aktif keluarga, begitu juga dengan pemahaman konseptual dan modifikasi perilaku mereka. Hasil penelitian ini menyoroti manfaat kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam membantu siswa mengembangkan kesadaran akan nilai-nilai sosial-budaya dengan menunjukkan sinergi antara pendidikan nilai di rumah dan pengajaran IPS di kelas.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ANALITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SD Elsa Br Sidabariba, Octa; Simarmata, Ester J; Banjarnahor, Perinandita; Saragih , Riana Saputri; Panjaitan, Florentina; Sihombing, Mei; Sihotang, Jura Nengsih; Simbolon, Yopinaldo; Manik, Putri; Sipayung, Elsa Ronauli; Purba, Sri Walinda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no03pp41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning, PBL) dalam mengembangkan kemampuan analitis siswa pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) berupa Nonequivalent Control Group Design, yang melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan metode PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan analitis, yang terdiri dari pretest dan posttest, serta lembar observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan analitis siswa di kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Rata-rata nilai posttest dan N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori tinggi, sementara kelompok kontrol hanya mencapai kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran berbasis masalah efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis permasalahan, dan menemukan solusi yang relevan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode PBL dapat meningkatkan kemampuan analitis siswa secara signifikan dalam pembelajaran IPS. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan sebagai pendekatan inovatif dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini mencakup perlunya pelatihan bagi guru untuk mengoptimalkan penerapan metode pembelajaran berbasis masalah.
PENGARUH METODE GAME BASED LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD 040547 LAUBALENG Br Sembiring, Nina Nintha; Butar-Butar, Sapna Nova Ulina
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no04pp47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode game-based learning terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD 040547 Laubaleng. Minat belajar siswa merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran, namun observasi awal menunjukkan bahwa minat belajar siswa di sekolah ini rendah, sebagaimana tercermin dari perhatian siswa yang minim saat pembelajaran berlangsung dan nilai ulangan yang berada di bawah rata-rata. Salah satu penyebabnya adalah pendekatan pembelajaran yang monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Berdasarkan kajian literatur, metode game-based learning terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa melalui elemen permainan yang menyenangkan, kompetitif, dan interaktif. Dengan mengimplementasikan pendekatan ini, siswa diharapkan dapat lebih antusias mengikuti pembelajaran, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan memahami konsep-konsep IPA dengan cara yang menarik dan berkesan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen untuk mengukur dampak metode game-based learning terhadap minat belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran yang efektif, serta memberikan panduan praktis bagi guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, khususnya dalam mata pelajaran IPA.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IVA SD NEGERI TEGALPANGGUNG YOGYAKARTA Sesi Marsina, Esra; Efesus, Wihi
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no05pp53

Abstract

Keaktifan belajar merupakan kegiatan fisik seseorang atau peserta didik di dalam proses pembelajaran untuk tercapainnya pembelajar yang aktif di dalam kelas . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi keaktifan belajar siswa pada pembelajaran tematik pasca pandemi Covid-19 MI Ma’arif NU 1 Langgongsari.Penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, dimana penelitian yang menekankan pada penjelasan berbentuk uraian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi ,Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar siswaa pada pembelajaran tematik di kelas IV ABerdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV A, guru menggunakan berbagai cara untuk menerapkan pembelajaran aktif diantaranya guru menggunakan beberapa metode pembelajaran seperti metode ekspositori, penugasan, serta kooperatif Team-Assisted Individualization (TAI). Secara umum keterlibatan siswa mengacu pada partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan ko-kurikuler atau yang berkaitan dengan sekolah, serta dedikasi untuk memenuhi tujuan pembelajaran. Akibatnya, partisipasi dipandang sebagai motivator untuk kesuksesan atau kinerja akademik .Berdasarkan hasil pengamatan lanjutan, siswa kurang memiliki perhatian terhadap materi pelajaran dengan seksama. Hal ini terlihat ketika proses pembelajaran terdapat siswa yang berjalan kesana kemari dan mengganggu temannya. Selain itu, motivasi belajar siswa juga kurang. Hal ini tampak dari pasifnya siswa saat proses pembelajaran.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOLABORATIF UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK HIPERAKTIF DI KELAS 2 SD BUDI MURNI 6 Girsang, Hotmarito Dalima; Sitepu, Anton; Nadia Br Tarigan; Berlian Gulo; Irawaty Naomi Elisabeth Manik; Eva Priscilia Simarsoit; Serly Natalia Herawati Sitanggang
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no06pp59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan interaksi sosial anak hiperaktif di kelas 2 SD Budi Murni 6. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan melibatkan 30 siswa, termasuk 10 anak yang teridentifikasi sebagai hiperaktif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner sebelum dan sesudah penerapan metode pembelajaran kolaboratif selama enam minggu.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perilaku interaksi sosial anak-anak. Observasi awal mencatat bahwa hanya sekitar 30% anak hiperaktif yang aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, sedangkan setelah penerapan metode kolaboratif, angka tersebut meningkat menjadi 70%. Skor rata-rata interaksi sosial yang diperoleh dari kuesioner juga meningkat dari 12 menjadi 24, menunjukkan perbaikan yang substansial. Analisis statistik menggunakan uji t menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p < 0,05.Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan metode pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan interaksi sosial anak-anak hiperaktif secara efektif. Lingkungan belajar yang inklusif, serta peran guru sebagai fasilitator, menjadi faktor kunci dalam keberhasilan metode ini .Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk mengimplementasikan metode kolaboratif di kelas, serta menyoroti perlunya studi lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari metode ini.
ANALISIS PENGGUNAAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI SDS ST ANTONIUS V MEDAN KELAS VI Sitepu, Anton; Novia Elisabet Malau; Endang Enjelina Sitorus; Esra Vebiola Saragih; Sri Yanti Delfanita Lubis; Herlina Yenni Panjaitan
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no07pp66

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedan saat menggunakan media pembelajaran atau tidak menggunakan media pembelajaran di SDS St Antonius V Medan. Seperti pengalaman yang di alami oleh penulis, yang dimana pada saat melakukan pembelajaran, penulis hanya menggunakan media yang ada saja yaitu buku ajar, peserta didik sulit untuk memahami materi yang di ajarkan oleh guru. Kemudian ketika guru menggunakan media pembelajaran, yaitu media berbasis teknologi dengan menggunakan proyektor dan laptop , lalu guru memutar video pembelajaran mengenai pengamalan sila-sila pancasila , kemudian peserta didik mudah sekali memahami pembelajaran tersebut. Sosialisasi ini dilakukan ketika penulis sedang melakukan magang 3 di sekolah SDS St Antonius V Medan . Media pembelajaran memang sangat bermanfaat sekali untuk di terapkan pada peserta didik, selain membantu guru untuk menyampaikan pembelajaran, juga mempermudah peserta didik untuk memahami tentang pembelajaran tersebut.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN QUIZIZ TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VI SD BUDI MURNI 1 MEDAN Sinaga, Lasmaria Agnes; Stepi Agustina Sirait; Sonia Gultom; Harty Erima Br Sitepu; Angela Mericci Alpa Manurung; Gilberdh Saragih; Ayu Destria Ginting
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no08pp72

Abstract

Motivasi belajar memberikan kemudahan siswa dalam memahami materi terutama kelas VI dalam menjelang ujian akhir. Banyak cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satunya dengan media pembelajaran berbasis quizizz. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media pembelajaran quizizz terhadap motivasi belajar siswa kelas VI menjelang ujian akhir sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan 3 Siklus. Data diperoleh dari pengamatan, lembar kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini diperoleh hasil penggunaan media pembelajaran quizizz mempengaruhi motivasi belajar, terbukti nilai rata-rata motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal siswa sebesar 67 masuk dalam kategori tinggi meningkat pada siklus I menjadi 77 masuk dalam kategori tinggi dan siklus II menjadi 98 masuk dalam kategori sangat tinggi.
ANALISIS PENGGUNAAN METODE DISKUSI KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DI SD SWASTA SINT. YOSEPH KABANJAHE Sinaga, Putri Lestari; Reflina Sinaga; Maria Lastri Simbolon; Devi Inriani Br.Purba; Anne Elfrida Rolita Simanjuntak; Wenny Putri Parhusip; Nina Nurhaini Nainggolan
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no09pp77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode diskusi kelompok dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V di SD Swasta. Yoseph Kabanjahe. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi tes keterampilan berpikir kritis, rubrik penilaian, dan lembar observasi.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor post-test dibandingkan pre-test (p < 0,05), yang mengindikasikan efektivitas metode diskusi kelompok dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Peningkatan ini terlihat pada tiga indikator utama, yaitu kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, dan menyintesis serta menarik kesimpulan berbasis bukti. Selain itu, metode ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif berinteraksi dan berkolaborasi, sehingga memberikan dampak positif pada keterampilan sosial mereka.Namun, penelitian ini menghadapi beberapa kendala, seperti perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu diskusi, dan ketergantungan pada fasilitator. Kendala tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk implementasi metode diskusi kelompok yang lebih efektif di masa mendatang.Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode diskusi kelompok merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekaligus membangun interaksi sosial mereka. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diterapkan lebih luas di berbagai mata pelajaran dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik.
JURNAL MEMBACA GURU DAN SISWA, PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DAN SUDUT BACA KELAS, EVALUASI BERKELANJUTAN, PROGRAM LITERASI SEKOLAH, SUPERVISI PELAKSANAAN LITERASI, DAN PENGEMBANGAN MEDIA LITERASI Nasution, Nora
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no10pp84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran berbasis masalah dalam mengembangkan kemampuan analitis siswa pada pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar. Kemampuan analitis menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki siswa untuk memahami fenomena sosial secara kritis, namun pembelajaran IPS sering kali masih berorientasi pada pendekatan konvensional yang menghambat pengembangan keterampilan ini. Oleh karena itu, penerapan metode pembelajaran berbasis masalah dipandang sebagai solusi potensial karena pendekatan ini mengutamakan partisipasi aktif siswa dalam memecahkan masalah kontekstual, sehingga diharapkan dapat mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen di beberapa sekolah dasar yang telah menerapkan metode pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan kemampuan analitis siswa. Siswa yang terlibat aktif dalam proses pembelajaran berbasis masalah cenderung menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami isi materi, menghubungkan konsep-konsep IPS, serta menemukan solusi terhadap permasalahan yang diberikan.Namun, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan dalam penerapan metode pembelajaran berbasis masalah, seperti kurangnya ketersediaan sumber belajar yang memadai, keterbatasan kompetensi guru dalam menerapkan metode ini secara efektif, dan rendahnya dukungan sarana pembelajaran. Faktor-faktor ini menjadi penghambat dalam optimalisasi pelaksanaan metode pembelajaran berbasis masalah di kelas. Untuk mengatasi hambatan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru, penyediaan sumber belajar yang relevan, serta kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung.Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran inovatif dalam pembelajaran IPS, khususnya di tingkat sekolah dasar. Dengan memperkuat penerapan metode pembelajaran berbasis masalah, diharapkan kemampuan analitis siswa dapat terus meningkat, sehingga mereka lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sosial di masa depan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10