cover
Contact Name
Danar Dono
Contact Email
jurnalagrimasta@gmail.com
Phone
+6289696094777
Journal Mail Official
jurnalagrimasta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor, Kab. Sumedang, Provinsi Jawa Barat, 40363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura Masyarakat Tani: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30316510     DOI : DOI: https://doi.org/10.24198/agrimasta.v1i3
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrimasta berdiri pada tahun 2023 dan diterbitkan oleh Divisi Pusat Studi Pengembangan Produk dan Kemitraan (PUSPROMIT), Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Mengingat pentingnya hasil riset pengembanggan keilmuan maupun terapan untuk perkembangan pertanian dalam arti luas, dirasa perlu untuk menyediakan media diseminasinya kepada masyatakat luas, salah satunya melalui jurnal ilmiah dan terapan bidang Agrokompleks. Jurnal Agrimasta merupakan jurnal yang mendiseminasikan hasil-hasil penelitian ilmiah dan terapan, serta hasil pemikiran di bidang pertanian, Petenakan dan Perikanan yang dapat diterapkan kepada Masyarakat. Jurnal ini terbit Tiga kali setahun, setiap bulan Maret, Juli, dan November dengan jumlah artikel per volume minimal lima artikel. Teribitan pertama volume 1 No 1 pada edisi November 2023.
Articles 43 Documents
Pengenalan Penyakit pada Tanaman Jambu Kristal (Psidium guajava L.) dan Pengendaliannya di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung Hartati, Sri; Puspasari, Lindung Tri; Suminar, Erni; Meliansyah, Rika
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.51096

Abstract

Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung merupakan salah satu lokasi yang cocok untuk budidaya tanaman jambu kristal. Adanya penyakit pada tanaman jambu kristal dapat menurunkan produksi dan kualitas. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan penyakit-penyakit pada tanaman jambu kristal dan pengendaliannya kepada masyarakat Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Materi penyuluhan yang diberikan di antaranya pengenalan macam-macam penyakit pada tanaman jambu kristal, penyebab penyakit atau patogen, dan cara pengendaliannya.  Kegiatan yang dilakukan adalah persiapan bahan tanam jambu kristal, penanaman tanaman jambu kristal di pekarangan rumah masing-masing, dan pengamatan gejala penyakit pada tanaman jambu kristal. Hasil kegiatan ini adalah peserta pelatihan menerima dan memahami dengan baik ilmu dan materi mengenai pengenalan penyakit, penyebab, dan pengendalian penyakit pada tanaman jambu kristal. Kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman jambu kristal pada pekarangan rumah masing-masing.
Sosialisasi Pemberdayaan Kewirausahaan di Kabupaten Indramayu melalui Sosialisasi Hukum Merek dan Indikasi Geografis Rafianti, Laina; Maulana, Mursal; Amirulloh, M.; Suryamah, Aam; Muchtar, Helitha Novianty; Faujura, Rahmanisa Purnamasari; Reynaldi, Farah Azzahra; Anudiwanti, Puja
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 2 (2025): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i2.62656

Abstract

Kabupaten Indramayu memiliki hasil alam berupa Mangga Gedong Gincu yang memiliki karakteristik khas yang berbeda dari Mangga Gedong Gincu yang berasal dari daerah lain. Telah dilindungi sebagai Indikasi Asal Indramayu, Mangga Gedong Gincu Indramayu (MGGI) dapat meningkatkan kehidupan ekonomi di daerahnya. Meskipun demikian, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi khususnya terkait pemahaman hak kekayaan kekayaan intelektual. Penjajakan awal yang dilakukan oleh tim Pengabdian Pada Masyarakat dari Universitas Padjadjaran (PPM Unpad) diketahui bahwa belum banyak masyarakat yang mengetahui aturan dan tata cara penelusuran dan pendaftaran Merek yang menyebabkan perlunya dilakukan PPM di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Metode PPM dilakukan melalui pre dan post kuis, sosialisasi, diskusi serta workshop untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani, produsen, dan penjual tentang pendaftaran Merek dan Indikasi Geografis. Hasil dari kegiatan PPM ini adalah Sosialisasi pemberdayaan kewirausahaan produk serta turunan MGGI dan produk pertanian dan kerajinan lainnya di wilayah setempat. Setelah PPM, diperoleh hasil bahwa pengetahuan peserta workshop meningkat sebesar 10%. Sosialisasi ini memberikan pemahaman mengenai penelusuran dan tata cara pendaftaran Merek. Sebagai langkah berikutnya, diperlukan koordinasi yang baik antar lembaga di tingkat pemerintah daerah, para petani dan produsen setempat untuk memberikan fasilitas pendaftaran Merek dan Indikasi Geografis.
Aplikasi Pembuatan Pestisida Nabati sebagai Alternatif Pengendalian Serangga Hama Tanaman pada Petani Sayur di Desa Margahayu dan Margacinta, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut Puspasari, Lindung Tri; Meliansyah, Rika; Hartati, Sri; Dewi, Vira Kusuma
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56479

Abstract

Dalam kegiatan budidaya tanaman padi dan sayuran di Kecamatan Leuwigoong (Desa Margahayu dan Margacinta) kerap kali menghadapi kendala yaitu adanya serangan hama dan penyakit. Petani umumnya masih mengandalkan penggunaan pestisida kimia sintetik yang harganya lebih mahal dan berdampak negatif bagi manusia serta mencemari lingkungan. Alternatif lain untuk mengendalikan hama pada tanaman padi adalah dengan menggunakan pestisida nabati dari tanaman sekitar yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat (petani) tentang pemanfaatan pestisida nabati tanaman untuk pengendalian hama tanaman, mempraktikkan cara pembuatan pestisida nabati berbahan mimba dan cara aplikasinya di lapangan, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimiawi/sintetis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Dari hasil kegiatan PkM ini, petani dapat mengetahui pemanfaatan pestisida nabati untuk pengendalian hama, serta dapat membuat sendiri pestisida nabati dan dapat mengaplikasikannya pada tanaman serta memasyarakatkan penggunaan pestisida nabati agar kerusakan lingkungan oleh pestisida kimia sintetis dapat diminimalisasi.
Penyuluhan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Kentang Berwawasan Lingkungan Di Balai Penyuluhan Pertanian Pangalengan, Kabupaten Bandung Sunarto, Toto
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 2 (2024): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i2.54199

Abstract

Kecamatan Pangalengan merupakan salah satu sentra produksi kentang di Jawa Barat.  Kelompok tani kentang di Kecamatan Pangalengan sebagian besar sebagai penangkar benih kentang.  Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani kentang adalah produksi kentang menurun karena terdapat serangan OPT (Orgsnisme Pengganggu Tanaman).  Berdasarkan observasi, pengendalian OPT pada tanaman kentang yang dilakukan oleh petani umumnya masih menggunakan pestisida kimia yang berdampak negatif terhadap lingkungan.Dalam rangka mendukung upaya pengembangan produksi benih kentang berkualitas dan penanganan OPT kentang, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Direktorat Perlindungan Hortikultura Tahun 2023 mengadakan bimbingan teknis “Pengelolaan OPT kentang ramah lingkungan” di Balai Penyuluhan Pertanian Pangalengan.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pendidikan (penyuluhan) kepada kelompok tani kentang, dan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) di wilayah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi kelompok tani kentang dan PPL tentang pengendalian OPT kentang yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kelompok tani kentang dan PPL tentang cara pengendalian OPT kentang yang ramah lingkungan
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Menjadi Pakan Maggot dan Pupuk Kompos di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Nasahi, Ceppy; Istifadah, Noor
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.50200

Abstract

Kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk memisahkan dan mengolah sampah menjadi salah satu penyebab sampah bertebaran dimana-mana khususnya di sungai Cibeusi. Hal inilah yang menjadi masalah di Rukun Warga (RW) 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Padahal sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk-produk yang bermanfaat seperti pakan maggot dan pupuk kompos. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode pemaparan materi dan praktik pembuatan pakan maggot dan pupuk kompos oleh peserta/masyarakat. Partisipasi dan dukungan dari Narasumber, masyarakat, dan Ketua Rukun Warga (RW) 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang menjadi kunci dari terlaksananya kegiatan sosialisasi. Manfaat dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini antara lain masyarakat dapat mengolah sampah rumah tangga menjadi pakan maggot dan pupuk kompos serta meningkatnya pengetahuan dalam pengelolaan dan pengolahan sampah sehingga dampaknya lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman, produktivitas sampah daur ulang (nilai ekonomis), dan meminimalisir polutan.
Pengkayaan Kotoran Sapi dengan Penambahan Orgadek, EM4 dan Molase Untuk Meningkatkan Kulitas Kompos Di Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang Suriadikusumah, Abraham
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 1 (2024): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i1.59199

Abstract

Kotoran sapi pada umumnya dipandang sebagai suatu limbah bagi lingkungan, apabila di buang begitu saja ke lahan atau perairan umum, tanpa melalui pengelolaan yang memadai. Dengan pembuatan kompos, limbah organik berupa kotoran sapi dapat dimanfaatkan menjadi material yang berguna untuk lingkungan, terutama untuk menunjang sektor pertanian. Kotoran sapi sudah lama dikenal sebagai bahan utama pembuatan kompos, bahan ini tersedia cukup banyak di beberapa sentra peternakan. Untuk meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan, telah dilakukan penambahan beberapa bahan lain, seperti Orgadek, EM4 dan Molase. Metode ini terbilang baru dan belum banyak dilakukan oleh petani. Pembuatan kompos ini telah diaplikasikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu - Kabupaten Sumedang, pada bulan Juli 2023. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pemahaman khususnya petani, dalam usaha meningkatkan produksi pertaniannya melalui penggunaan kompos yang lebih “baik”. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui pemaparan oleh tim, berupa: (1) maksud,  tujuan, dan pembuatan kompos yang diperkaya; (2) penjelasan tentang bahan-bahan yang digunakan (kotoran sapi, Orgadek, EM4 dan Molase), peran dan manfaat dari masing-masing bahan; (3) tatacara pelaksanaan pembuatan kompos di lapangan/di kebun; (4) diskusi dan tanya jawab dengan peserta/petani; dan diakhiri dengan demonstrasi pembuatan kompos sapi yang diperkaya di lapangan diikuti oleh masyarakat/petani.Kegiatan pembuatan kompos yang diperkaya ini diharapkan, petani dapat membuat dan mengaplikasikannya pada lahan-lahan pertanian mereka guna meningkatkan hasil pertanian yang lebih baik atau lebih tinggi di bandingkan dengan kompos kotoran sapi biasa.
Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferrari) dengan Menggunakan Perangkap Berantraktan secara Partisipatoris di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Rasiska, Siska; Parikesit, Parikesit; Sudarjat, Sudarjat; Gunawan, Budhi; Setiawan, Iwan
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.54953

Abstract

Penggerek Buah Kopi (PBKo, Hypothenemus hampei Ferrari) merupakan hama tanaman kopi yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas buah kopi. Salah satu upaya untuk mengendalikan hama ini dengan menggunakan perangkap beratraktan dengan melibatkan partisipasi petani kopi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini memberikan pengetahuan kepada petani mengenai hama PBKo dan penggunaan perangkap beratraktan. Kegiatan ini telah dilakukan selama 6 minggu di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah survey berupa wawancara untuk menginventarisasi pengetahuan awal dari petani kopi mengenai hama yang menyerang tanaman kopi dan cara pengendaliannya, serta percobaan partisipatoris. Percobaan partisipatif menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan berupa perangkap bertraktan alami yang terbuat dari kulit buah kopi terinfestasi hama PBKo diolah dengan metode ekstraksi destilasi sederhana dan maserasi, serta Hypotan 500L yang bersifat sintetik untuk mengetahui keefektifan perangkap beratraktan untuk menarik PBKo. Data hasil wawancara dianalisis secara deskriptif dan percobaan partisipatif dianalisis dengan uji analisis varians dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda duncan pada taraf kepercayaan 5%. Hasil wawancara menunjukkan bahwa petani memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang hama yang sering menyerang tanaman kopi, namun upaya pengendaliannya masih belum banyak diketahui. Hasil percobaan partisipatoris menunjukkan bahwa perangkap beratraktan Hypotan 500L mampu menangkap PBKo lebih tinggi. Petani kopi yang ikutserta dalam kegiatan ini merasakan manfaat dari penyuluhan tentang tanaman kopi dan praktek aplikasi atraktan di kebun percobaan. Namun, kegiatan ini perlu dilakukan secara lebih intensif dengan pendampingan. Dengan demikian, kegiatan dapat meningkatkan kewaspadaan petani terhadap kerusakan tanaman kopi yang disebabkan oleh hama.
Pemanfaatan Babadotan Sebagai Sumber Pestisida Nabati Yang Berpotensi Untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi Di Desa Cileungsir dan Cisontrol Meliansyah, Rika; Kurniawan, Wawan; Hartati, Sri; Puspasari, Lindung Tri
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.51047

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pestisida nabati merupakan salah satu alternatif pengendalian hama dan penyebab penyakit tanaman yang ramah lingkungan. Babadotan yang memiliki nama ilmiah Ageratum conyzoides adalah salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan di desa Cileungsir dan Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Babadotan memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk pelatihan pemanfaatan babadotan sebagai sumber pestisida nabati telah dilaksanakan di desa Cileungsir dan Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengenalan, pemahaman, pengetahuan dan keterampilan tentang gulma babadotan yang berpotensi sebagai sumber pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan petani secara sederhana dalam budidaya tanaman untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pendekatan partisipasif berupa penyuluhan mengenai jenis hama dan penyakit pada padi, dampak penggunaan pestisida sintetik secara tidak bijaksana, pemanfaatan babadotan sebagai pestisida nabati serta mempraktekkan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar babadotan. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari petani, tokoh masyarakat dan aparat desa. Kesimpulan hasil PKM ini adalah kegiatan pengabdian kepada Masyarakat telah dilaksanakan di Desa Cileungsir dan Cisontrol dengan peserta masing-masing desa sebanyak 50 orang yang terdiri dari petani, tokoh masyarakat dan aparat desa melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan serta evalusi. Hasil evalusi proses, respon peserta cukup baik dalam mengikuti  kegiatan, materi yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta. Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pemanfaatan gulma babadotan sebagai sumber pestisida nabati yang berpotensi untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi dengan nilai meningkat dari 2%-60% menjadi 88%-100% di Desa Cileungsir dan 8%-68% menjadi 92%-100%. Peserta pelatihan diharapkan juga dapat menjadi penyampai pengetahuan tentang pemanfaatan gulma babadotan sebagai sumber pestisida nabati kepada anggota komunitas lainnya, sehingga informasi ini dapat menyebar lebih luas.
Pengaruh Komposisi Bahan Terhadap Tingkat Kesukaan Produk Coklat Bubuk Manik, Triska Febiola; Ardiyanti, Siska Ema; Haryanto, Agus
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 2 (2025): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i2.61379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula semut aren dan susu bubuk full cream terhadap karakteristik organoleptik produk cokelat bubuk. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengujian Standar Instrumen (BPSI) Tanaman Industri dan Penyegar Sukabumi-Jawa Barat pada bulan Juli sampai Agustus 2024. Penelitian dilakukan dengan tiga perlakuan komposisi bahan, yaitu K1 (bubuk kakao 270 g, gula semut aren 15 g, susu bubuk full cream 15 g), K2 (bubuk kakao 255 g, gula semut aren 22,5 g, susu bubuk full cream 22,5 g), dan K3 (bubuk kakao 240g, gula semut aren 30g, susu bubuk full cream 30g). Tingkat kesukaan dinilai oleh 12 panelis menggunakan skala likert 1 – 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gula semut aren berpengaruh terhadap atribut kesukaan rasa, aroma, warna, tekstur, dan tingkat kesukaan total produk coklat bubuk. Hasil uji organoleptik menyimpulkan bahwa perlakuan K1 menghasilkan produk cokelat bubuk yang paling disukai oleh panelis dengan nilai kesukaan total sebesar 3,6 (suka).
Sosialisasi Pengelolaan Hama Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dataran Tinggi dengan Cara Menerapkan Sistem Budidaya Tanaman yang Baik di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Rasiska, Siska; Suminar, Erni; Nuraini, Anne; Yuniarti, Anni; Setiawan, Iwan
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 1 (2024): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i1.57608

Abstract

Desa Pasigaran terletak di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dengan ketinggian tempat 979 meter di atas permukaan laut. Pengunaan lahannya didominasi oleh lahan sawah, lahan kering, dan permukiman. Lahan kering dan pekarangan di permukiman berpotensi dikembangkan sebagai lahan tanaman bawang merah yang memiliki nilai kelayakan usahatani yang tinggi.Salah satu kendala produksi tanaman bawang merah adalah serangan hama, yang dapat diatasi salah satunya dengan praktik budidaya tanaman bawang yang baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan hama utama tanaman bawang merah dan mempraktikkan cara pengendaliannya. Pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah 1) diskusi berupa tukar pikiran mengenai nilai penting tanaman bawang merah dan masalah-masalah umum dalam usahatani bawang merah; 2) penyuluhan mengenai hama utama tanaman bawang merah dan cara pengendaliannya; serta 3) pelatihan mengenai praktik budidaya tanaman bawang yang baik. Kegiatan pengabdian ini melibatkan sekelompok wanita tani yang berjumlah 20 orang. Berdasarkan hasil diskusi menunjukkan para peserta belum mengetahui secara tepat nilai ekonomi, sosial, dan budaya dari tanaman bawang merah di Indonesia, namun mengetahui sebagian manfaat dari tanaman tersebut. Selain itu, para peserta tidak mengetahui hama utama tanaman bawang merah dan cara pengendaliannya . Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta dapat  mengikuti semua kegiatan dengan baik, terutama ketika dialog, penyuluhan dan praktek secara langsung di lapangan. Kegiatan inimampu 1) meningkatkan pengetahuan mengenai praktik budidaya tanaman bawang yang baik; 2) meningkatkan kewaspadaan terhadap hama utama tanaman bawang; dan 3) meningkatkan ketrampilan dalam mengendalikan hama tanaman bawang merah.