cover
Contact Name
AKHMAD HUDA
Contact Email
itahuda78@gmail.com
Phone
+6281228552427
Journal Mail Official
itahuda78@gmail.com
Editorial Address
Jalan Balai Desa Glanggang 3 A Beji Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Pena Emas
Published by MAN 1 PASURUAN
ISSN : 29869447     EISSN : 2986948X     DOI : -
"Pena Emas" adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh MAN 1 Pasuruan dengan fokus pada artikel-artikel penelitian dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini memuat hasil penelitian yang original dan memiliki kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artikel-artikel yang dimuat dalam jurnal "Pena Emas" telah melalui proses seleksi yang ketat oleh tim editor dan reviewer ahli di bidangnya. Selain artikel penelitian, jurnal ini juga memuat ulasan pustaka, review buku, dan artikel lain yang relevan dengan topik penelitian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Peran Teman Sebaya dalam Membentuk Motivasi Belajar dan Prestasi Akademik Fisika Siswa SMA Muhammad Denny Ramadhani
PenaEmas Vol 3 No 2 (2025): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v3i2.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh teman sebaya terhadap motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA. Sampel penelitian adalah 54 siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert empat poin. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa merasa terbantu oleh teman sebaya dalam mengatasi kesulitan belajar, termotivasi meningkatkan prestasi setelah melihat pencapaian teman, dan mengalami peningkatan hasil belajar setelah belajar bersama. Namun, sebagian siswa masih merasa kurang percaya diri saat ujian meskipun telah belajar kelompok. Disimpulkan bahwa teman sebaya berpengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar fisika melalui dukungan akademik, perbandingan sosial, dan pembelajaran kolaboratif, namun efektivitasnya bervariasi bergantung pada dinamika kelompok dan karakteristik individual siswa. Guru disarankan merancang pembelajaran kelompok yang terstruktur dengan memperhatikan komposisi anggota dan keseimbangan kemampuan akademik siswa.
Implementasi Media ProProfs Brain Games untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Qawaid Nahwu di Madrasah Aliyah Ahmad Faisal Zam Ani; Intan Nur Fauziah Saputri
PenaEmas Vol 3 No 2 (2025): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v3i2.72

Abstract

The widespread use of digital tools among the Indonesian population has created a new dimension in its cultural society. To improve the quality of educational institutions in Indonesia, teachers need to understand and implement various media provided by Google. This article aims to offer varied and effective assessment methods in teaching qawaid nahwu using ProProfs Brain Games media, which includes Word Scramble, Hangman, and Crossword. This research employs a qualitative approach with a type of library research. The data collection technique used in this research is library study, utilizing various materials available in libraries, such as books, newspapers, magazines, scripts, documentation, and other sources relevant to the research. The research results show that through several interactive games available in the ProProfs Brain Games menu, the learning process of qawaid nahwu will become more engaging and enjoyable. Word Scramble helps students understand the material and memorize the rules of Arabic nahwu better through challenging letter arrangement activities. Hangman can be used to improve students' spelling skills and understanding of qawaid nahwu in a fun and competitive way. Crossword allows students to hone their knowledge of important rules in learning nahwu by solving the given clues, which also enhances their visual literacy skills. Thus, ProProfs Brain Games is an engaging, innovative, and suitable learning medium for the assessment of qawaid nahwu learning at various educational levels.
S Studi Apresiasi Unsur-Unsur Intrinsik dalam Novel KKPK Cinderella dan Sang Penyihir Perspektif Sastra Anak Fitri Alfiana
PenaEmas Vol 3 No 2 (2025): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v3i2.73

Abstract

Abstrak Sastra anak, salah satunya, novel merupakan salah satu media untuk menuliskan gagasan, pikiran, imajinasi, dan kreativitas dalam bentuk karangan tertulis, tercetak, atau tertutur yang bersifat fiksi. Sastra anak adalah cabang studi sastra yang meneliti karya sastra yang dibuat oleh anak-anak atau karya sastra yang ditujukan kepada pembaca anak-anak. Novel Cinderella dan Sang Penyihir adalah objek kajian yang ditelaah untuk memaparkan unsur-unsur intrinsik dalam cerita melalui apresiasi sastra. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memaparkan unsur-unsur intrinsik pada novel berbahasa Indonesia Cinderella dan Sang Penyihir, serta mengapresiasi karya sastra anak perspektif teori sastra. Masalah yang diteliti dalam penelitian berkaitan dengan kurangnya apresiasi terhadap karya anak, seperti, apresiasi kritis, empatis, didaktis, ataupun estetis, serta kurangnya kajian yang menjadikan tulisan-tulisan anak, seperti, novel KKPK sebagai objek analisis. Implementasi metode kualitatif berpijak pada teknik pengumpulan dan pengolahan data, meliputi, (1) analisis deskripsi, (2) studi pustaka, (3) teknik SBPC (Simak, Baca, Pahami, Catat) dan teknik membaca 4S (skimming, scanning, selecting, skipping). Dasar teori yang menjadi acuan penelitian ini adalah studi sastra anak. Melalui implementasi metode dan teori tersebut, ditemukan urgensi apresiasi sastra dalam analisis novel karya anak terhadap unsur-unsur intrinsik dalam cerita yang diteliti melalui apresiasi estetis. Unsur-unsur pembentuk dan nilai-nilai pendukung cerita diketahui melalui studi apresiasi. Dalam penelitian ini, studi apresiasi diterapkan untuk memaparkan unsur instrinsik termasuk nilai moral dalam novel Cinderella dan Sang Penyihir. Maka, dapat disimpulkan apresiasi terhadap karya sastra berkorelasi dengan analisis unsur intrinsik sehingga terdapat relevansi teori dengan hasil kajian. Abstract Children's literature, one of which is novels, is a medium for expressing ideas, thoughts, imagination, and creativity in the form of written, printed, or spoken fiction. Children's literature is a branch of literary studies that examines literary works created by children or literary works intended for child readers. The novel Cinderella dan Sang Penyihir (Cinderella and the Wizard) is the object of study that is examined to describe the intrinsic elements in the story through literary appreciation. This research aims to analyze and describe the intrinsic elements in the Indonesian novel Cinderella dan Sang Penyihir, as well as to appreciate children's literature from a literary theory perspective. The issues examined in this study relate to the lack of appreciation for children's works, such as critical, empathetic, didactic, or aesthetic appreciation, as well as the lack studies that use children's writings, such as KKPK novels as objects of analysis. The implementation qualitative methods is based on data collection and processing techniques, including (1) descriptive analysis, (2) literature study, (3) SBPC (Simak Baca Pahami Catat) technique, and 4S reading technique (skimming, scanning, selecting, skipping). The theoretical basis for this study is children's literature studies. Through the implementation of these methods and theories, the urgency of literary appreciation in the analysis of children's novels on the intrinsic elements in the stories studied through aesthetic appreciation was found. The elements that form and support the values of the story are known through appreciation studies. In this study, appreciation studies were applied to describe the intrinsic elements, including moral values, in the novel Cinderella and the Witch. Therefore, it can be concluded that appreciation of literary works correlates with the analysis of intrinsic elements, thus demonstrating the relevance of the theory to the results of study.
PERUBAHAN KARAKTER ANAK SULIT DIATUR MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKASI POSITIF DAN KAJIAN KUALITATIF DI MADRASAH ACHMAD SUTRISNO
PenaEmas Vol 3 No 2 (2025): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v3i2.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merubah perilaku anak nakal dan sulit diatur merupakan fenomena umum yang dihadapi oleh guru dan orang tua dalam proses pendidikan karakter. Dengan perilaku seperti ini sering kali menolak nasihat secara verbal, sulit diarahkan, dan menampilkan sikap negatif terhadap otoritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara merubah karakter anak nakal melalui pendekatan komunikasi positif, pembiasaan perilaku, dan keteladanan orang dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model penelitian studi kasus terhadap satu siswa madrasah tingkat aliyah di Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi perkembangan perilaku anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan karakter anak terjadi secara bertahap melalui penerapan komunikasi positif, pembentukan kebiasaan baik, pemberian tanggung jawab kecil dan konsistensi hukuman serta penghargaan. Perubahan karakter anak tidak dapat dicapai melalui kata-kata keras atau ancaman, tetapi membutuhkan teladan, empati dan pembiasaan perilaku baik yang konsisten.
Persepsi Native Speaker terhadap Pelafalan dan Intonasi Bahasa Jepang Pembelajar Indonesia serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Nurica Virdaus
PenaEmas Vol 4 No 1 (2026): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi native speaker bahasa Jepang terhadap pelafalan dan intonasi pembelajar bahasa Jepang penutur bahasa Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian yang mengaitkan persepsi native speaker dengan fokus pembelajaran pelafalan di kelas. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari angket yang diisi oleh 20 native speaker bahasa Jepang berdasarkan pengalaman umum berinteraksi dengan pembelajar bahasa Jepang orang Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi native speaker terhadap pelafalan dan intonasi pembelajar cenderung positif, terutama jika konteks percakapan jelas. Kesalahan pelafalan dan intonasi tidak selalu menghambat pemahaman makna, sebab keterpahaman ujaran secara utuh lebih penting daripada ketepatan cara berbicara. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran pelafalan, khususnya dalam keterampilan berbicara perlu menerapkan prinsip prioritas dengan menekankan aspek yang berdampak langsung pada keterpahaman serta menerapkan koreksi secara selektif dan kontekstual.
Integrasi Nilai Pancasila dan Psikologi Positif dalam Model Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah Ramah Anak Fakhrul Kurniawan
PenaEmas Vol 4 No 1 (2026): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v4i1.76

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah masih menghadapi tantangan karena implementasinya sering bersifat normatif dan berfokus pada penyampaian nilai secara kognitif sehingga belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku peserta didik. Selain itu, literatur yang mengkaji pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila, psikologi positif, dan pendekatan Sekolah Ramah Anak masih cenderung berkembang secara terpisah, sehingga belum banyak penelitian yang mengintegrasikan ketiga pendekatan tersebut dalam satu kerangka konseptual yang utuh. Studi ini difokuskan pada identikasi penggabungan nilai-nilai Pancasila dan psikologi positif guna membentuk rancangan pendidikan karakter berbasis Sekolah Ramah Anak yang menyeluruh. Penelitian menerapkan metode kualitatif melalui strategi studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi beragam referensi ilmiah, termasuk jurnal artikel, buku keilmuan, serta dokumen kebijakan pendidikan yang terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai Pancasila dan psikologi positif dalam pendidikan karakter berbasis Sekolah Ramah Anak dapat dikembangkan melalui empat dimensi utama, yaitu nilai Pancasila sebagai fondasi moral, penguatan karakter melalui pendekatan psikologi positif, penciptaan lingkungan sekolah yang inklusif dan aman, serta praktik pembelajaran partisipatif. Model integratif ini berkontribusi dalam memperkuat karakter, meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta mendorong perilaku prososial peserta didik. Dengan demikian, integrasi tersebut dapat menjadi pendekatan strategis dalam pengembangan pendidikan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan di Indonesia.
Komunikasi Verbal yang Merendahkan dalam Interaksi Peserta didik Madrasah: Kajian Perspektif Pendidikan Islam Muhammad Alif Rahmatulloh
PenaEmas Vol 4 No 1 (2026): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v4i1.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena komunikasi verbal yang merendahkan dalam interaksi peserta didik di lingkungan madrasah serta menganalisisnya dalam perspektif pendidikan Islam. Permasalahan yang diangkat berangkat dari adanya kesenjangan antara nilai-nilai kesantunan berbahasa yang diajarkan di madrasah dengan praktik komunikasi sehari-hari peserta didik yang masih mengandung unsur ejekan, penghinaan, dan candaan kasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada peserta didik serta didukung dengan kajian literature review untuk memperkuat landasan teoritis. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal yang merendahkan telah mengalami normalisasi dalam interaksi sosial peserta didik, terutama dalam konteks pergaulan sebaya. Faktor penyebabnya meliputi pengaruh lingkungan, persepsi candaan, kondisi emosional, dan kebiasaan individu. Dampak yang ditimbulkan bersifat beragam, mulai dari penerimaan sebagai bentuk guyon hingga munculnya perasaan tersinggung dan terganggunya hubungan sosial. Dalam perspektif pendidikan Islam, praktik tersebut bertentangan dengan prinsip etika berbicara seperti qaulan ma’rufan, qaulan kariman, dan qaulan layyinan. Dengan demikian, diperlukan penguatan pembiasaan komunikasi santun melalui keteladanan, regulasi, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan untuk membangun karakter komunikasi peserta didik yang berakhlakul karimah.
Pemanfaatan AI (ChatGPT, Photomath), Visualisasi Dinamis (GeoGebra), dan Gamifikasi (Quizizz) pada Tren Pembelajaran Matematika Abad 21 Torang Siregar
PenaEmas Vol 4 No 1 (2026): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v4i1.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas integrasi Artificial Intelligence (ChatGPT dan Photomath), visualisasi dinamis (GeoGebra), serta gamifikasi (Quizizz) dalam meningkatkan pemahaman konseptual matematika siswa SMA. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sinunukan, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 (Juli–Desember 2025) dengan subjek sebanyak 64 siswa dari kelas XII-MIPA-A dan XII-MIPA-B. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang didukung data kuantitatif melalui observasi, angket, serta analisis hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual siswa, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 57,3 pada pretest menjadi 86,2 pada posttest, atau meningkat sebesar 28,9 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek transformasi grafik fungsi, yaitu sebesar 36,5 poin (dari 52,1 menjadi 88,6), diikuti geometri ruang sebesar 26,8 poin dan interpretasi simbol aljabar sebesar 23,4 poin. Selain itu, data angket menunjukkan bahwa 89,1% siswa (57 dari 64 siswa) merasa terbantu dengan penggunaan Photomath dalam memahami langkah-langkah penyelesaian secara sistematis, bahkan 92,2% siswa menilai bahwa fitur penjelasan langkah demi langkah sangat membantu proses belajar. Penggunaan GeoGebra memungkinkan visualisasi konsep secara real-time sehingga memperkuat pemahaman abstrak, sementara gamifikasi melalui Quizizz meningkatkan keterlibatan dan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran. Integrasi AI juga memberikan umpan balik personal yang adaptif terhadap kebutuhan belajar siswa. Dengan demikian, kombinasi ketiga teknologi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika abad ke-21, baik dari aspek kognitif maupun afektif siswa.
Peningkatan Literasi Sejarah Dinasti Abbasiyah melalui Metode Game-Based Learning pada Siswa Kelas X MAN 1 Blitar Ahmad Rosikhul Fahmi; Najeh Ahmad Alimudin; Karina Isnaini; Syahda Nabila; Sheila Nafilah Sa'adah; Mochammad Rizal Efendi
PenaEmas Vol 4 No 1 (2026): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v4i1.79

Abstract

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), khususnya materi Dinasti Abbasiyah, seringkali dianggap membosankan dan didominasi metode hafalan yang tidak sesuai dengan karakteristik siswa Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sejarah siswa kelas X MAN 1 Blitar pada materi Dinasti Abbasiyah melalui penerapan metode Game-Based Learning berbasis media digital interaktif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model siklus Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, mencakup tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas X-B yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rendahnya hasil belajar awal. Instrumen penelitian berupa pre-test dan post-test berbasis Google Form. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan: rata-rata skor kelas meningkat dari 32,5 (pre-test) menjadi 72,8 (post-test), dengan persentase ketuntasan klasikal melonjak dari 12% menjadi 96%. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi media kuis interaktif dan asesmen digital mampu mentransformasi pemahaman kognitif siswa terhadap materi sejarah yang padat fakta, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Transformasi Digital dalam Literasi Keagamaan: Analisis Penggunaan Platform Micro-Video (TikTok dan Reels) Terhadap Pola Konsumsi Pengetahuan Generasi Z Mohammad Noferdi Adam; Ahmad Rosikhul Fahmi; Abdullah Shofa; Rahmad Danuaji; M. Faza Syihab Al Arifi
PenaEmas Vol 4 No 1 (2026): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v4i1.80

Abstract

Era transformasi digital telah mengubah cara Generasi Z mengakses dan mengonsumsi pengetahuan keagamaan, khususnya melalui platform micro-video seperti TikTok dan Instagram Reels. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola konsumsi pengetahuan keagamaan Generasi Z pada platform micro-video serta dampaknya terhadap kualitas literasi keagamaan digital mereka. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan instrumen kuesioner daring yang disebarkan kepada responden berusia 18–26 tahun melalui survei “Spiritualitas Virtual Pemuda Indonesia”. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi preferensi platform, durasi konten, motivasi akses, dan pola resolusi konflik informasi. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama. Pertama, mayoritas responden memilih konten berdurasi 1–5 menit di TikTok dan Instagram Reels sebagai sumber utama literasi keagamaan mereka, mencerminkan karakteristik “Digital Native” yang mengedepankan efisiensi. Kedua, terdapat paradoks konsumsi di mana kepraktisan akses berbanding terbalik dengan kedalaman pemahaman, memunculkan fenomena literasi pragmatis dan fragmentasi pengetahuan akibat algoritma echo chamber. Ketiga, ketika menghadapi konflik informasi, sebagian besar responden tetap kembali pada otoritas tradisional seperti guru dan ustadz, menunjukkan bahwa teknologi micro-video belum mampu menggantikan peran pedagogi manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital membentuk pola literasi keagamaan baru yang lebih terfragmentasi, sehingga dibutuhkan model pembelajaran hybrid yang mengintegrasikan jangkauan media digital dengan bimbingan pendidik formal guna membangun literasi keagamaan Generasi Z yang kritis dan komprehensif.