cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 504 Documents
Pemanfaatan Data Citra Satelit Sentinel-2 untuk Estimasi Kandungan Nitrogen Pada Tanaman Jagung (Studi Kasus : Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban) Azmi, Rahajeng Aulia; Jaelani, Lalu Muhamad; Sumargana, Lena
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.1910

Abstract

Jagung (Zea mays L.) adalah tanaman semusim dengan beberapa varietas, termasuk NK 6172 (Perkasa), NK 212 (Wirosableng), dan NK 7328 (Sumo). Identifikasi varietas jagung dilakukan menggunakan metode Linear Spectral Unmixing yang menghasilkan peta sebaran varietas, dimana NK 6172 (Perkasa) mendominasi dengan 80,97%, diikuti oleh NK 7328 (Sumo) dengan 15,15%, dan NK 212 (Wirosableng) dengan 3,48%. Untuk mengidentifikasi fase pertumbuhan jagung ditentukan menggunakan citra MODIS dan algoritma NDVI serta NDWI. Pada penelitian ini lahan jagung diklasifikasikan dengan metode Support Vector Machine dan menghasilkan nilai overall accuracy sebesar 89,29% dan nilai kappa sebesar 86,42%. Nitrogen (N) adalah salah satu nutrisi penting untuk pertumbuhan jagung. Salah satu metode untuk memperkirakan kandungan nitrogen dapat melalui penginderaan jauh yaitu dengan melakukan pengolahan spektrum cahaya yang dipantulkan oleh daun. Dilakukan dengan citra satelit Sentinel-2 serta menggunakan indeks vegetasi OSAVI, GNDVI, dan SRRE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga indeks ini memiliki korelasi positif dengan kandungan nitrogen pada varietas NK 6172 (Perkasa). Lalu indeks SRRE memiliki koefisien determinasi tertinggi (0,3874), diikuti oleh OSAVI (0,3751) dan GNDVI (0,3537). Model estimasi kandungan nitrogen dibuat dari regresi linier antara data kandungan nitrogen berbasis SPAD dengan indeks SRRE. Lalu dihasilkan peta yang menunjukkan kandungan nitrogen, dimana kandungan nitrogen dominan pada lahan eksisting dengan rentang 2% - 2,5%.
Analisis Kesesuaian Lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kota Surabaya Hidayatul Ummah, Muhammad; Diyono, Diyono
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.1932

Abstract

Transisi penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar listrik menjadi salah satu solusi pengendalian polusi udara di kota-kota besar salah satunya Kota Surabaya. Untuk mewujudkan upaya tersebut, penyiapan infrastruktur pendukung kendaraan berbahan bakar listrik sangat diperlukan, salah satunya stasiun pengisian kendaraan lsitrik umum (SPKLU). Penelitian ini melakukan analisis tingkat kesesuaian lokasi SPKLU di Kota Surabaya menggunakan pendekatan spatial multi-criteria evaluation (SMCE) dengan menerapkan analytitchal hierarchy process (AHP) sebagai alat pendukung. Penelitian ini mempertimbangkan 4 kriteria yaitu faktor lingkungan, infrastruktur transportasi, ketersediaan energi, dan sosio-ekonomi. Setiap kriteria memiliki 3 sub-kriteria. Berdasarkan perbandingan berpasangan menggunakan AHP, faktor infrastruktur transportasi memiliki bobot tertinggi dengan nilai 0,679. Pada faktor tersebut, sub-kriteria dengan bobot tertinggi adalah jarak dari jalan utama dengan nilai 0,655. Oleh karena itu, parameter jarak dari jalan memiliki bobot akhir tertinggi yaitu 0,445. Nilai inkonsistensi pada semua perbandingan berpasangan yang dilakukan kurang dari 0,1. Analisis kesesuaian lokasi SPKLU Kota Surabaya menunjukkan bahwa area studi didominasi oleh tingkat kesesuaian sangat tinggi dengan luasan 141,620 km2 (42,10% luasan keseluruhan). 20 titik acak dalam wilayah dengan kelas kesesuaian sangat tinggi dipilih sebagai pilihan alternatif penentuan prioritas utama pembangunan SPKLU. Dari 20 titik tersebut A20 merupakan titik dengan prioritas tertinggi yaitu 5,6%,. Berdasarkan analisis sensitivitas, alternatif tersebut merupakan alternatif yang paling stabil posisi urutannya pada simulasi penghilangan salah satu bobot. Dari model kesesuaian lokasi SPKLU, didapatkan evaluasi model dengan nilai AUC (area under curve) sebesar 0,959 yang termasuk kategori sangat baik. Penelitian ini dapat membantu pemegang kepentingan dalam penyediaan infrastruktur kendaraan berbahan bakar listrik di Kota Surabaya pada lokasi yang tepat. Dengan demikian, infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat luas.
Pemanfaatan Digital Surface Model (DSM) dari UAV Fixed Wing untuk Analisis Potensi Panel Surya (Studi Kasus: Desa Banturejo, Kabupaten Malang) Hidayat, Husnul; Kariim, Farhan Kariim Maulana
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.1935

Abstract

Energi surya merupakan sumber energi yang tidak akan pernah habis ketersediaannya dan energi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif yang dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sel surya. Dengan melihat letak geografis Indonesia yang terletak pada garis khatulistiwa dan memiliki iklim tropis dapat dikatakan bahwa negara ini memiliki tingkat intensitas matahari yang cukup stabil dan kaya akan potensi energi surya. Salah satu teknologi yang digunakan dalam penggunaan energi surya adalah panel surya. Dalam memaksimalkan penggunaan panel surya dibutuhkan pemilihan lokasi yang tepat salah satunya dengan menggunakan teknologi fotogrametri. Salah satu teknik Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Hasil yang didapatkan dengan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di Desa Banturejo antara lain adalah Orthophoto dan (Digital Surface Model) DSM. Orthophoto hasil pengolahan memiliki resolusi 8,1 cm/pixel sedangkan DSM memiliki resolusi 1,8 cm/pixel. Digitasi dilakukan untuk mendapatkan luasan atap dimana pada Desa Banturejo terdapat 6467 bidang atap dan 1954 atap bangunan dengan luasan 4,43 – 887,95 . Pada penelitian ini perhitungan dilakukan menggunakan software pengolahan data spasial dengan tools Area Solar Radiation dan dengan data pendukung yaitu curah hujan yang didapatkan dari Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Perhitungan menghasilkan pola distribusi matahari dimana bangunan yang memiliki permukaan datar dan mengarah ke utara mendapatkan lebih banyak radiasi matahari pada bulan Juli. Nilai radiasi matahari dilakukan perhitungan estimasi produksi listrik, Dimana pada Desa Banturejo bulan Juli menghasilkan 106,94 - 18.785,44 Kwh. Hasil distribusi matahari dilakukan validasi dengan pola sebaran temperatur atap drone thermal. Pola sebaran radiasi matahari dengan temperatur atap memiliki pola yang sesuai.
Studi Perubahan Indeks Kerapatan Vegetasi terhadap Suhu Permukaan Tanah dan Indeks Kualitas Udara dengan Pemanfaatan Citra Satelit Landsat 8 di Kabupaten Gresik Mahardianti, Melisa Amalia; Prabawa, Septa Erik; Effendi, Anita Fatmawaty
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.2251

Abstract

Peningkatan kepadatan penduduk dialami Kabupaten Gresik pada tahun 2021, yang berdampak pada lingkungan, seperti berkurangnya pasokan air bersih, menurunnya kualitas udara, serta perubahan penggunaan lahan untuk pemukiman. Pada tahun tersebut, hanya 13% dari luas wilayah Kabupaten Gresik yang dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Suhu rerata permukaan tanah tahunan Kabupaten Gresik mencapai 28,17°C. Dari tahun 2018 hingga 2022, Indeks Kualitas Udara di wilayah ini menunjukkan perbaikan yang signifikan. Dengan menggunakan citra satelit Landsat 8, perubahan kepadatan vegetasi, suhu permukaan tanah, dan kualitas udara dapat diukur dengan algoritma pada penginderaan jauh, seperti algoritma indeks kerapatan vegetasi (Normalized Difference Vegetation Index/NDVI), suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature/LST), dan indeks kualitas air (Air Quality Index/AQI) yang memanfaatkan band thermal. Penelitian memiliki tujuan untuk mengidentifikasi perubahan dan dampak kepadatan vegetasi dan suhu permukaan tanah serta kualitas udara pada Kabupaten Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepadatan vegetasi di KabupatenGresik adalah 0,31 pada tahun 2018, 0,32 pada tahun 2019, 0,37 pada tahun 2020, 0,32 pada tahun 2021, dan 0,38 pada tahun 2022. Sementara itu, nilai rerata suhu permukaan tanah tercatat pada tahun 2018 sampai 2022 secara berurutan adalah 26,20°C, 26,24°C, 24,55°C, 26,52°C, dan 22,92°C. Nilai rerata Indeks Kualitas Udara tercatat sebagai berikut: 45,04 pada tahun 2018, 44,52 pada tahun 2019, 61,14 pada tahun 2020, 42,11 pada tahun 2021, dan 76,86 pada tahun 2022. Dari analisis perubahan kepadatan vegetasi rata-rata dan suhu permukaan tanah pada penelitian ini dihasilkan persamaan regresi : y = -44,89x + 40,63, dengan tingkat korelasi yang negatif sebesar 87%. Ini menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan vegetasi berkaitan dengan penurunan suhu permukaan tanah. Sebaliknya, persamaan regresi antara perubahan kepadatan vegetasi rata-rata dan indeks kualitas udara adalah: y = 435,76x - 95,04, dengan korelasi positif sebesar 87%, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kepadatan vegetasi, semakin baik nilai indeks kualitas udara.
Pipeline Modeling using UAV LiDAR Technology Himawan, Iwan Qodar; Fitri, Listiyo; Widjajanti, Nurrohmat; Azizi, Iqbal Hanun
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.2271

Abstract

Pipelines play an important role in operations in energy supply companies, whether geothermal, gas, or petroleum. Pipeline damage, such as corrosion, dents, and leaks caused by natural or human factors, must be detected. Problems with pipeline assets will indirectly impact high production prices. Pipeline asset mapping must be carried out precisely, quickly, and quietly, considering that the existence of pipelines often causes social unrest. This research analyzed the capabilities of UAV LiDAR for mapping pipelines and support in a three km-long pipeline area. The study concluded that UAV LiDAR can map the position of the pipeline, its position to the ground, the position of the support, and the height of the support on a pipeline network with a diameter of 1 m. This capability applies not only to segments in open areas but also to those covered by vegetation. When orthophoto cannot display the pipeline's existence, the LiDAR point cloud can identify it. This main pipeline, which has a 1 m diameter, 3-D mesh, and 3-D models, can also be formed well. The accuracy of the resulting map is 11.5 cm at a confidence level of 90%. The length of time required from preparation to the presentation of the pipeline longitudinal profile map is eight calendar days with ten manpower.
Predictive Modeling of Terrestrial Water Storage Anomalies in Kalimantan Basins: Bridging the GRACE and GRACE-FO Data Gap with Extreme Gradient Boosting Safira, Rizka Amelia Dwi; Anjasmara, Ira Mutiara; Awange, Joseph L.
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.2329

Abstract

Terrestrial water storage (TWS) anomaly has been a robust indicator in predicting and monitoring hydrometeorological hazards and sustainable water resources management to comprehend the water dynamics on Earth. The Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) satellite identifies this change by heeding the Earth’s mass anomalies since 2002. However, due to an 11-month data gap before the operation of GRACE-FO, continuous investigation using GRACE has been challenging. This study employed an extreme gradient boosting (XGBoost) algorithm to reconstruct GRACE TWS anomaly by integrating the hydroclimatic variables from Noah surface models over a span of approximately 20 years, focusing on five Kalimantan basins. The testing set was evaluated using three statistical metrics, resulting in a correlation coefficient (CC) of 0.943, Nash–Sutcliffe efficiency (NSE) of 0.887, and scaled root-mean-square error (RMSE*) of 0.337. This approach effectively addresses the research gap in utilizing the GRACE product in an archipelago state such as Indonesia and offers an efficient method for reconstructing TWS anomalies for various hydrological systems at the local scale.
Mangrove Density Analysis in Teluk Semanting Ecotourism Area using NDVI Yusiyanti, Irma; Fadlullah Sam, Fathi; Muflichin Purnama, Syaiful
GEOID Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i1.2540

Abstract

The mangrove ecosystem is of critical importance as a coastal vegetation system, playing a significant role in maintaining environmental stability, supporting social welfare, and fostering economic growth. In Teluk Semanting, Berau, East Kalimantan, mangrove forests play a vital role in preventing erosion, mitigating abrasion, providing habitats for various fauna, and supporting sustainable livelihoods through ecotourism. However, the area's mangrove forests are under threat due to the impact of human activities. To monitor mangrove forest development and prevent further degradation, it is essential to assess changes in the spatial distribution of mangrove land cover. This study utilises Sentinel-2A satellite imagery and the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) algorithm to analyse the spatial and temporal dynamics of mangrove cover in Teluk Semanting during the period 2019–2023. The results indicate a substantial decline in the high-density mangrove category, from 844.93 hectares in 2019 to 676.00 hectares in 2023, while the low- and medium- density categories exhibited a significant increase in area. This indicates a shift in mangrove quality from high-density to medium- and low- density categories. Regression analysis demonstrated a strong positive correlation (R² = 72.43%) between NDVI values and mangrove canopy density observed in the field, thereby underscoring the reliability of satellite imagery for monitoring mangrove conditions. The study emphasises the necessity of continuous monitoring and the implementation of conservation strategies to ensure the preservation of the ecological and economic benefits provided by mangrove ecosystems. This is particularly pertinent given the area's designation for ecotourism, where inadequate management could have adverse effects on the local community and global environmental stability.
Estimation of Total Carbon Stock and Mangrove Health Index in Sidoarjo using Machine Learning Spectral Analysis Method of Sentinel-2A Satellite Imagery Alina, Aldea Noor; Yahya, Fahrul; Safitri, Dika Ayu; Sanjaya, Hartanto; Rahmawaty, Mitha Asyita
GEOID Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i1.2553

Abstract

The mangrove ecosystem has the potential ability to absorb carbon dioxide better than other forest ecosystems. It is noted that mangrove forests have an important role in reducing the concentration of carbon dioxide in the air. Changes in land cover conditions, massive development of urban areas, and the large need for housing in the Sidoarjo are the main causes of the decline in the area of mangrove forests which have been converted into fish ponds and residential areas. This triggers a decline in the quality of mangroves and will directly impact on reducing the capacity to store carbon reserves in Sidoarjo Regency. Biomass estimation calculations were carried out using the NDVI algorithm from remote sensing results using Sentinel Imagery – 2A. Apart from that, the mangrove health index was also calculated using the GCI (Green Chlorophyll Index), SIPI (Structure Insensitive Pigment Index), NBR (Normalized Burn Ratio), and ARVI (Atmospherically Resistant Vegetation Index). Based on the calculation results, the value obtained for the coastal area of Sidoarjo Regency the TCS or total carbon stock ranged from 1.1679468503445e-09 to 84.3344 TonC/hectares. Meanwhile, the results of the mangrove health index calculation show that the condition of mangroves in the coastal area of Sidoarjo Regency has a sufficient mangrove health index, with the highest area being 637.77 hectares, while only 10.80 hectares are available has a good health index. The results of this study are expected to be one of the bases for decision-making and policies in the rehabilitation and conservation of mangrove in Sidoarjo.
Prediction of Rice Productivity Using the Random Forest Regression Algorithm in Cikaret Subdistrict for the Years 2020-2024 Firdaus, Muhammad; Hadi, Firman; Sabri, L M
GEOID Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i1.2570

Abstract

The challenges surrounding rice productivity in Indonesia are growing more complex due to factors like climate change, population growth, and limited agricultural land. As the primary food source and main carbohydrate provider, rice is crucial for the majority of Indonesians. This study focuses on predicting rice productivity using the random forest regression algorithm, incorporating predictor variables such as NDVI, NDMI, land area, land surface temperature, rainfall, fertilizer type, and pests. To ensure the accuracy of the model, multicollinearity tests were conducted to check for strong correlations among the independent variables. The tests confirmed the absence of significant linear relationships, allowing all variables to be included in the model. The prediction model was built using time-series data from 2020 to 2023, resulting in 840 samples after eliminating outliers. The optimization process targeted the mtry parameter and the number of decision trees to reduce prediction error. The optimal model, utilizing 7 predictor features and 150 decision trees, achieved a low out of bag (OOB) error and stable mean square error (MSE). Model performance metrics showed a Mean Absolute Error (MAE) of 0.324 tons/hectare, MSE of 0.158 tons/hectare, Root Mean Square Error (RMSE) of 0.398 tons/hectare, and a coefficient of determination (R²) of 0.87. These results demonstrated that the random forest regression algorithm is highly effective in predicting rice productivity, particularly when dealing with complex data involving multiple predictor variables and potential multicollinearity.
Evaluasi Tingkat Kekritisan Daerah Resapan Air di Rencana Tata Ruang Kabupaten Blitar Mansyur, Mohammad; Mahardianti, Melisa Amalia; Yahya, Fahrul
GEOID Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i1.2578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kekritisan daerah resapan air di pola tata ruang kawasan resapan air Kabupaten Blitar. Untuk tujuan tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan pemetaan kondisi kawasan resapan air di Kabupaten Blitar. Dasar parameter penelitian ini adalah Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P. 32/MENHUT-II/2009. Parameter dalam peraturan tersebut meliputi jenis tanah, kemiringan lereng, tutupan lahan dan curah hujan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode skoring setiap parameter dan teknik tumpang susun (overlay). Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kekritisan daerah resapan air pada pola tata ruang kawasan resapan air di Kabupaten Blitar sebagian besar menunjukkan kondisi baik (60,70%) dan normal alami (27,96%), yang mencerminkan kesesuaian dengan rencana tata ruang periode 2011–2031. Namun, terdapat area yang mulai kritis (11,29%) dan agak kritis (0,04%), yang didominasi oleh lahan terbangun. Untuk mempertahankan fungsi kawasan resapan air perlu penyesuaian rencana pola ruang, pengurangan lahan terbangun, serta penerapan langkah konservasi yang efektif. Evaluasi menyeluruh terhadap penetapan pola tata ruang menjadi hal krusial dalam mendukung pengelolaan yang berkelanjutan di Kabupaten Blitar.