cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 504 Documents
Interactive Tourism Website Balai Pemuda Surabaya with Spherical Cameras Yong, Raul Javier De; Budisusanto, Yanto; Hidayat, Husnul
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1784

Abstract

Balai Pemuda Surabaya or now commonly called Surabaya square, is one of the historical buildings in the city of Surabaya. According to Bappeko Surabaya, this Balai Pemuda building began to be established in 1907 during the Dutch East Indies colonial period. The name of this building is De Simpangsche Societeit. In the Dutch colonial period, this building was used as a recreation centre for Dutch people to dance and exercise, such as bowling. In 2011, the Balai Pemuda Building experienced a fairly large fire incident in the west side building which is usually used for parties, exhibitions, art performances, and weddings. Regional revenues decreased after the fire incident. In 2013, the Surabaya city government carried out revitalization and was completed in 2015. To increase the number of tourists who will visit this tourist spot, the idea emerged to make Interactive Tourism Website Balai Pemuda Surabaya with Spherical Cameras. The results of this study were obtained via a virtual tour of Gedung Merah Putih and the surrounding area. Data from spherical cameras and non-spatial data are uploaded to the virtual tour Balai Pemuda website. The final step was to calculate the usage rate for a website that had already been built by roughly 88.5%.
Kajian Geometri Jalan Tambang Berdasarkan Teori AASHTO dan KepMen ESDM No 1827K/30/Mem/2018 pada Area Pertambangan menggunakan Data Foto Udara (Studi Kasus: Sanga – Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur) Setiaji, Wahyu Soleh; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1785

Abstract

Berdasarkan KepMen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018, geometri jalan tambang harus sesuai dengan peraturan yang ada dengan tujuan untuk mengurangi resiko kecelakaan jalan tambang. Area penelitian difokuskan pada area pit karena jalan pada area pit masih berupa tanah sehingga lebih rentan terhadap perubahan daripada jalan utama yang sudah berupa beton. Pada penelitian ini membahas terkait hubungan geometri jalan dengan keselamatan kerja pada pertambangan. Kajian geometri jalan tambang mengacu pada AASHTO dan acuan standar keamanan jalan tambang menggunakan KepMen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018. Pemantauan geometri jalan tambang dilakukan menggunakan metode foto udara untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja. Geometri jalan meliputi lebar jalan, kemiringan jalan (grade), kemiringan melintang dan superelevasi jalan. Pengambilan data geometri jalan menggunakan metode foto udara, dari data foto udara tersebut didapatkan data orthophoto dan DEM (Digital Elevation Model) untuk mendapatkan data koordinat dan elevasi. Pengolahan dilanjutkan dengan melakukan perhitungan berdasarkan teori AASHTO, setelah didapatkan data geometri jalan kemudian dilakukan analisis kesesuaian dengan standar yang ada pada KepMen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018. Hasil dari penelitian didapatkan tingkat kesesuaian parameter kemiringan (grade) sebesar 68.2% memenuhi standar, tingkat kesesuaian parameter lebar sebesar 58.5% memenuhi standar, tingkat kesesuaian parameter kemiringan melintang 79.4% memenuhi standar, dan tingkat kesesuaian parameter superelevasi adalah 50% memenuhi standar.
Pembuatan Model Prediksi Lahan Terbangun di Kabupaten Kulon Progo dengan Citra Satelit Penginderaan Jauh Wibowo, Rifqi Alghifari; Harintaka, Harintaka
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1786

Abstract

Perubahan tutupan lahan terbangun pada kota atau kabupaten menjadi suatu hal umum yang sering terjadi dan terus berkembang di kawasan yang cepat tumbuh. Perkembangan lahan terbangun tersebut dapat diprediksi dengan melakukan pembuatan model prediksi dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Pada kajian ini, dilakukan pemodelan prediksi tutupan lahan di wilayah Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2023 dengan menggunakan metode Cellular Automata (CA). Model prediksi tersebut disusun dengan hasil klasifikasi tutupan lahan pada tahun 2017 dan 2020 dengan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dan variabel spasial berupa jangkauan jalan terhadap lahan terbangun. Model prediksi lahan terbangun yang berhasil dimodelkan memiliki pola persebaran dimana kelas daerah bervegetasi banyak mendominasi di Kapanewon Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang. Untuk Kapanewon lain lebih didominasi oleh tutupan lahan pertanian dan lahan terbangun. Berkaitan dengan itu, luasan tutupan lahan untuk masing-masing kelas meliputi lahan terbangun dengan 7.353,84 ha, badan air dengan 440,59 ha, daerah bervegetasi dengan 29.273,71 Ha, lahan pertanian dengan 17.665,76 ha, dan lahan terbuka dengan 2.920,24 ha. Di samping itu, untuk nilai akurasi tutupan lahan terbangun pada model prediksi memiliki nilai producer’s accuracy dan user’s accuracy secara berturut-turut sebesar 89% dan 76%. Adapun secara keseluruhan model prediksi ini mendapatkan nilai overall accuracy dan Indeks Kappa berturut-turut sebesar 81% dan 0,75. Berdasarkan nilai tersebut, model prediksi memiliki nilai akurasi yang cukup baik dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk menjadi acuan dalam melihat potensi perubahan yang terjadi di masa yang akan datang.
Kajian Karakteristik Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Ningsih, Ayu Meita; Handayani, Wiwandari
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1787

Abstract

Kabupaten OKU Selatan merupakan Kabupaten dengan potensi pergerakan tanah longsor paling banyak kedua di Provinsi Sumatera Selatan setelah Kabupaten Lahat yang mana semua kecamatan berpotensi bencana longsor. Kondisi ini semakin rentan karena keberadaan pembangunan jalan raya diantara lereng terjal, tebing dan jurang curam serta bersebelahan langsung dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) maupun danau yang mengakibatkan jalan menjadi lebih mudah mengalami kerusakan. Sehingga dampak tanah longsor tidak hanya mengancam jiwa bagi masyarakat yang melewati jalan tersebut, tetapi juga dapat mempengaruhi produktivitas dan distribusi pertanian serta kunjungan wisatawan. Tujuan dari peneitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik tanah longsor di Kabupaten OKU Selatan. Metode penelitian dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif yang diawali dengan pengamatan pada lingkungan titik longsor, dilanjutkan dengan wawancara secara purposive sampling kepada Kepala Pelasana dan Kepala Seksi Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten OKU Selatan. Hasil penelitian menyatakan bahwa zona daerah rawan bencana tanah longsor Kabupaten OKU Selatan dikelompokkan menjadi 3 kondisi yakni zona rawan, zona potensial dan zona stabil dengan 12 karaktersitik zona longsor. Kabupaten OKU Selatan memiliki 3 jenis tanah longsor yakni luncuran sebesar 54%, jatuhan sebesar 33%, dan aliran sebesar 13%. Tipologi longsor tipe B merupakan kondisi paling banyak ditemukan di Kabupaten OKU Selatan karena titik lokasi longsor berada pada daerah penyangga atau kaki perbukitan yang bersebelahan langsung dengan jalan, lahan perkebunan, kawasan permukiman, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) atau danau dengan kelerengan antara 21% - 40% dan ketinggian 500-2000 mdpl. Karaktersitik zona longsor ini sebagai informasi sekaligus pedoman awal bagi Pemerintah dalam mengambil tindakan ataupun keputusan terkait kebijakan, manajemen bencana longsor, pengurangan resiko bencana longsor ataupun penataan ruang berbasis bencana longsor.
Model 3D Multi-Objek Hasil Ekstraksi Data Lidar Mutiarasari, Wahyu Marta; Chyntia, Ni Putu Praja; Kurniawan, Afradon Aditya; Pangestu , Alamsyah; Maghfiroh, Lailatul; Vaherera, Pratiwi; Sa'id, Alfian Bima Nur
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1788

Abstract

Pemanfaatan model kota 3D kini semakin beragam di berbagai bidang. Penelitian sebelumnya menerapkan model kota 3D antara lain untuk pemetaan Urban Heat Island, pemodelan kebisingan kota hingga dokumentasi bangunan bersejarah. Untuk memodelkan objek dalam 3D, dikenal bermacam-macam metode pengukuran. Salah satu teknologi yang saat ini dikenal cepat dan hemat biaya dalam akuisisi data 3D adalah LiDAR. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan data hasil pengukuran dengan LiDAR untuk dibuat model 3D. Akuisisi dengan teknologi LiDAR dilaksanakan di area kampus Sekolah Vokasi UGM. Hasil pengukuran adalah data point cloud, yaitu titik-titik yang persebarannya padat dan mengandung nilai x,y,z. Point cloud tersebut diklasifikasi dengan perangkat lunak Microstation v8i TerraSolid v16 dengan metode otomatis dan manual sehingga point cloud menunjukkan jenis objekobjek yang ada di area penelitian. Objek yang diklasifikasikan dalam penelitian ini adalah ground, low vegetation, medium vegetation, high vegetation dan building. Hasil klasifikasi tersebut kemudian dimodelkan menggunakan perangkat lunak yang sama, yaitu Microstation v8i TerraSolid v16. Model 3D untuk bangunan dibuat sebagai LOD 2. Ketelitian data vertikal data LiDAR dihitung berdasarkan nilai RMSE antara titik hasil pengukuran dengan GPS dengan nilai point cloud. Kata kunci: model 3D, LiDAR, point cloud
Analisis Tingkat Bahaya Bencana Tsunami Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kota Palu Pribadi , Cherie Bhekti; Bioresita, Filsa; Shafira, Aqilla Khairani
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1789

Abstract

Kota Palu merupakan daerah rawan bencana gempa bumi maupun tsunami karena berada di wilayah persimpangan lempeng Australia, Filipina, dan Pasifik. Pada bulan September 2018, gempa bumi dengan kekuatan 7,4 skala Richter mengguncang wilayah Sulawesi Tengah hingga memicu terjadinya bencana tsunami yang menyebabkan beberapa kerugian besar. Dalam upaya penanggulangan bencana dan mitigasi untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan dari bencana tsunami, dapat dilakukan pemetaan tingkat bahaya tsunami yang dikaji dari seberapa besar potensi inundasi (genangan) di daratan berdasarkan potensi ketinggian gelombang maksimum yang tiba di garis pantai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah perhitungan matematis yang dikembangkan oleh Berryman dan fuzzy logic dengan menggunakan software pengolah data spasial untuk menghasilkan Peta Tingkat Bahaya Tsunami. Analisis tingkat bahaya dilakukan berdasarkan parameter kelerengan, koefisien kekasaran permukaan, ketinggian tsunami, dan garis pantai. Hasil menunjukkan bahwa Kota Palu memiliki tingkat bahaya kelas rendah, sedang, dan tinggi yang didominasi oleh kelas bahaya tinggi. Distribusi spasial tingkat bahaya bencana tsunami di Kota Palu dengan ketinggian maksimum tsunami di garis pantai sebesar 11,3 meter menyebabkan 8 kecamatan terdampak oleh sebaran genangan tsunami. Kecamatan yang memperoleh sebaran genangan terbanyak adalah Kecamatan Mantikulore dengan luas area tergenang sebesar 248,983 hektare atau memperoleh 20,309% dari total keseluruhan genangan tsunami Kota Palu. Selain itu, diperoleh luas area permukiman terdampak tsunami dengan total luas area permukiman terpapar sebesar 276,852 hektare dari total luas pemukiman sebesar 3370,862 hektare. Berdasarkan hasil peta bahaya tsunami, Kota Palu terindikasi termasuk ke dalam tingkat bahaya tsunami tinggi dengan nilai indeks bahaya tertinggi, yaitu 0,954.
Analisis Kemampuan Algoritma Random Sample Consensus (RANSAC) untuk Klasifikasi Ground Pada Data Light Detection and Ranging (LiDAR) Ikram, Nur Muhammad; Maharani, Monica; Wahyuningrum, Dwi; Rohaman, Maman
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1790

Abstract

Teknologi LiDAR memiliki kemampuan yang mampu digunakan untuk membuat Digital Terrain Model (DTM). Tahapan yang penting dalam membuat DTM adalah klasifikasi ground, yang bertujuan untuk memisahkan informasi ground dengan non ground dari data point cloud. Berbagai perangkat lunak dan aplikasi untuk klasifikasi ground telah berkembang, namun hampir seluruh perangkat lunak maupun aplikasi tersebut menggunakan algoritma Random Sample Consensus (RanSaC). Algoritma ini merupakan algoritma yang digunakan untuk mengkelaskan objek ground dalam metode segmentasi yang berbasiskan model planar. Meskipun algoritma ini sudah umum untuk digunakan untuk mengkelaskan objek ground, namun masih banyak perangkat lunak maupun aplikasi dari algoritma RanSaC yang mengkombinasikan algoritma tersebut dengan algoritma lainnya untuk memperoleh hasil yang akurat. Oleh karena itu, dalam penelitian akan dikaji mengenai algoritma RanSaC dalam melakukan klasifikasi ground pada data LiDAR. Penelitian ini dilakukan dengan membuat program yang menggunakan algoritma RanSaC untuk mengolah data LiDAR. Point cloud ground yang dihasilkan dari program tersebut akan diuji akurasinya menggunakan data pembanding yang telah diuji kebenarannya. Hasil yang diuji dan analisis berupa point cloud ground hasil klasifikasi dan DTM yang dibentuk. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa algoritma RanSaC mampu digunakan untuk melakukan klasifikasi ground pada data point cloud. Namun, algoritma RanSac hanya memberikan hasil yang memadai pada area dengan medan yang relatif datar, yang ditunjukkan dengan nilai akurasi LE90 sebesar 0,123 meter. Kelemahan ini disebabkan karena prinsip pengoperasian algoritma yang lebih cocok untuk medan datar. Saat akurasi LE90 diuji dalam kondisi medan yang beragam, akurasinya menurun menjadi 3,296 meter. Temuan ini menegaskan bahwa kesimpulan bahwa algoritma RanSac secara optimal digunakan untuk mengklasifikasikan ground dan membentuk DTM di daerah dengan medan yang relatif rendah.
Analisis Efektivitas Metode Digitasi On-Screen dan Object-Based Image Analysis (OBIA) Melalui Foto Udara dalam Pemetaan Bidang Tanah Kawasan Permukiman (Studi Kasus di Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat) Putri, Nandia; Darsiharjo, Darsiharjo; Sugito, Nanin Trianawati
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1792

Abstract

esa Ciwaruga berada di wilayah suburban yang berpotensi mengakibatkan perubahan penggunaan dan kepemilikan tanah kawasan permukiman secara cepat. Kondisi ini berdampak pada upaya pemantauan kepemilikan bidang tanah permukiman yang perlu dilakukan pembaruan data bidang tanah. Proses untuk memetakan dan mengetahui letak, batas, dan luas suatu bidang tanah kawasan permukiman di atas peta tidak terlepas dari beberapa kendala. Khususnya pemetaan dengan metode direct techniques seperti terestrial ataupun survei satelit memiliki keterbatasan dan kendala dari segi teknis, waktu, biaya, dan sumber daya manusia. Kendala tersebut dapat diatasi dengan metode pemetaan indirect techniques dengan data foto udara. Metode ini dapat memetakan dan memperbarui data bidang tanah dengan lebih cepat untuk cakupan wilayah yang lebih luas. Terdapat dua metode untuk pemetaan bidang tanah menggunakan data foto udara yaitu metode digitasi on-screen dan metode object-based image analysis (OBIA). Melalui penelitian ini, akan dikaji analisis efektivitas kedua metode dalam memetakan bidang tanah kawasan permukiman menggunakan data foto udara. Analisis ini menggunakan pengujian toleransi ketelitian planimetrik luas dan jarak berdasarkan peraturan Badan Pertanahan Nasional. Toleransi kesalahan luas adalah +- 0.5  luas sebenarnya, dan toleransi kesalahan jarak adalah <= 0.3 mm pada skala peta. Berdasarkan pengujian dan perbandingan ketelitian luas dan jarak, jumlah bidang, dan bentuk bidang yang dihasilkan, dapat dikatakan bahwa pemetaan dengan metode digitasi on-screen lebih unggul dari metode object-based image analysis (OBIA). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peta bidang tanah hasil digitasi on-screen dapat dipertimbangkan menjadi peta bidang dalam sertifikat tanah, karena memenuhi toleransi kesalahan planimetrik luas dan jarak berdasarkan peraturan Badan Pertanahan Nasional.
Identifikasi Objek Dasar Laut Dari Data Side Scan Sonar (Studi Kasus: Perairan Pelabuhan Pt. Petrokimia Gresik) Busro, Fathoni; Khomsin, Khomsin; Pratomo, Danar Guruh
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1793

Abstract

PT Petrokimia Gresik (Persero) adalah pabrik pupuk berstatus Badan Usaha Milik Negara yang terletak di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Perusahaan ini mempunyai fasilitas berupa pelabuhan khusus yang dikelola sendiri atau biasa disebut TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri). Karena pentingnya pelabuhan tersebut maka diperlukan upaya penyediaan informasi tentang objek dasar laut di perairan pelabuhan PT Petrokimia Gresik secara berkala dalam kaitannya untuk menjaga dan memelihara jalur pelayaran tetap aman. Penelitian ini akan melakukan pengolahan citra side scan sonar dan analisa tentang identifikasi objek dasar laut di Pelabuhan PT. Petrokimia Gresik. Dalam tahap pengolahan citra side scan sonar dilakukan pada software sonartrx dengan melakukan koreksi seperti slant range correction, Time Varying Gain (TVG), dan altitude correction. Setalah itu dilakukan pembuatan mosaik dari data citra side scan sonar tersebut untuk analisa objek dasar laut. Untuk identifikasi fitur dasar laut menggunakan metode interpretasi kualitatif. Sedangkan untuk identifikasi objek dasar laut didapatkan berbagai objek dasar laut berupa kaki jetty dermaga dengan lebar 21,4 m dan panjang 100 m, pipa dasar laut dengan panjang 270 m dan diameter 0,5 m, batu (3,5 m × 2,5 m), serta tumpukan sedimen dengan luas 3.339 m2.
Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Lahan dan Bangunan Berbasis BIM untuk Menunjang Perencanaan Ruang Kelurahan Gandaria Utara Rahmani, Kania Hana; Sukojo, Bangun Muljo
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1794

Abstract

Pembangunan di kawasan perkotaan akan terus terjadi, seperti pembangunan permukiman, perkantoran, pertokoan, sarana pendidikan dan kesehatan, serta sarana penunjang lainnya. Dengan pembangunan yang akan selalu terus terjadi di suatu negara, maka akan meningkatkan pula produktivitas pada suatu kota. Pesatnya perkembangan kegiatan perkotaan juga akan diikuti oleh tingginya kebutuhan akan lahan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan penggunaan lahan. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan lahan secara optimal dan pengelolaannya secara bijak agar menghasilkan kualitas ruang yang terjaga kelestariannya. Tata tertib tersebut disusun menjadi suatu rencana yang terdiri dari struktur dan pola. Kelurahan Gandaria Utara, Kota Jakarta Selatan terbagi menjadi tiga kelurahan, yaitu pemukiman padat penduduk, pemukiman menengah ke atas, perkantoran dan pertokoan yang ditinjau dari aspek geometris memiliki bentuk bangunan yang beragam dari rasio besar dan kecil yang memiliki penggunaan lahan dan bangunan yang beragam. Dalam penelitian ini, kesesuaian penggunaan lahan diidentifikasi dengan klasifikasi manual dan digital, yaitu dengan menginterpretasikan citra dan mengklasifikasikan menggunakan metode Object Based Image Analysis (OBIA) pada citra SPOT-7 yang kemudian ditumpang-susunkan untuk menghasilkan peta penggunaan lahan. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan data ketinggian dari LiDAR untuk melengkapi data spasial bangunan dan diolah menjadi BIM. Berdasarkan hasil klasifikasi kesesuaian penggunaan lahan dan klasifikasi kesesuaian bangunan, didapatkan klasifikasi kesesuaian penggunaan lahan dan bangunan dengan presentase 76,90%, sedangkan 23,10% diantaranya tidak sesuai terhadap RDTR. Kesesuaian penggunaan lahan dan bangunan terhadap RDTR tahun 2011-2030 dapat dikatakan sesuai karena presentase kesesuaian yang lebih besar dari presentase tidak sesuai. Namun, masih terdapat kemungkinan pembangunan/perubahan yang dapat terjadi kedepannya agar kesesuaian kondisi di lapangan dengan kondisi pada rencana dapat tercapai untuk kedepannya.