cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 504 Documents
Identifikasi Varietas Jagung dari Data Citra Satelit Menggunakan Metode Linier Spectral Unmixing (Studi Kasus: Kabupaten Ngawi) Rivani, Amalia Putri; Jaelani, Lalu Muhamad; Sumargana, Lena
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1795

Abstract

Kabupaten Ngawi di Jawa Timur merupakan wilayah dengan sekitar 40% lahan pertaniannya digunakan untuk pertanian, termasuk budidaya jagung. Jagung adalah sumber karbohidrat yang penting bagi industri pangan dan permintaannya terus meningkat. Untuk meningkatkan potensi hasil pertanian jagung, penting untuk memantau lahan pertanian dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Namun, diperlukan pemantauan lahan jagung yang spesifik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengidentifikasi lahan jagung dan sebaran varietas tanaman jagung di Kabupaten Ngawi menggunakan data citra satelit Landsat-9 dengan metode Random Forest dan Linier Spectral Unmixing. Selain itu, citra Sentinel-2 digunakan untuk menentukan fase tanam jagung menggunakan algoritma NDVI dan NDWI. Hasil klasifikasi lahan jagung dan non-jagung didapat overall accuracy sebesar 97,6%, kappa 84%, didapat lahan jagung seluas 64,756 dan diterapkan nilai threshold fase generatif akhir seluas 64,364 Sebaran varietas dominan yang terdeteksi dari hasil pengolahan adalah NK Sumo, NK Perkasa, NK Wirosableng, dan Varietas lain (selain Bisi-18, NK Sumo, NK Perkasa, dan NK Wirosableng) dengan luasan sebesar 0,000* atau 880 ; 7,800 ; 22,662 ; 33,900 . Namun, didapatkan perbedaan hasil yang diperoleh tersebut dapat didasarkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah ketersediaan pustaka spektral dan resolusi spasial citra yang digunakan. Oleh karena itu, dilakukan uji akurasi RMSe menggunakan nilai Residual Erorr Piksel pada Citra Landsat-9 didapatkan hasil nilai 0,019–0,042 dengan nilai rata-rata yaitu sebesar 0,031. Hasil menunjukan pemisahan nilai fraksi campuran menggunakan metode LSU memiliki error sebesar ± 3,1%, hasil kesalahan error tersebut dapat memberikan nilai persentase fraksi endmember dari setiap varietas lahan jagung di Kabupaten Ngawi.
Estimasi Sea Surface Topography Menggunakan Data Satelit Altimetri di Laut Indonesia Timur Periode 2016-2021 Syariz, Muhammad Aldila; Handoko, Eko Yuli; Wenda , Pratama Janur
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1796

Abstract

Sea surface topography adalah penyimpangan permukaan laut dari referensi geoid, yang dipengaruhi oleh berbagai parameter, termasuk undulasi, sea surface height, dan pasang surut. Pengukuran sea surface topography sangat penting dilakukan untuk memahami dinamika laut. Salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika laut adalah arus lintas indonesia. Arus lintas Indonesia adalah aliran masa air dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia. Aliran tersebut disebabkan oleh perbedaan tekanan antara dua Samudra tersebut. Tujuan studi ini adalah untuk memberikan informasi tentang sea surface topography di kawasan Laut Indonesia Timur selama periode tahun 2016-2021, serta korelasinya dengan fenomena ENSO yang diperlukan untuk berbagai aplikasi kelautan. Pendekatan ini melibatkan pemrosesan dan analisis data Satelit Altimetri Sentinel-3 dan Jason-3 yang memberikan pengukuran ketinggian permukaan laut yang tepat. Nilai rata-rata sea surface topography dari tahun 2016 hingga 2021 berkisar antara 1,05m hingga 1,30m. Niali sea surface topography cenderung tinggi terjadi ketika muson barat dan lebih rendah terjadi saat muson timur. Untuk akurasi hasil pengolahan, digunakan data tahun 2016-2021 sebagai data training dan tahun 2021 sebagai data uji. Didapatkan nilai root mean square error yaitu 0,064 m. Perubahan nilai sea surface topography cenderung naik setiap tahun, kecuali tahun 2019. Penurunan yang terjadi di tahun 2019 disebabkan oleh fenomena ENSO yang memiliki pengaruh sebesar -0,807 terhadap sea surface topography dengan korelasi terbalik. Temuan penelitian ini memberikan detail penting tentang topografi permukaan laut di Perairan Indonesia Bagian Timur, yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang dinamika lautan
Pemodelan Geoid Gravimetrik Pulau Jawa dengan Metode Fast Fourier Transform Menggunakan Data Gayaberat Airborne, Terestris, dan Model Geoid Global GOCO06s Sulaiman, Mukhammad Nur; Anjasmara, Ira Mutiara; Putra, Widy
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1797

Abstract

Geoid merupakan acuan referensi vertikal yang digunakan di Indonesia menurut Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2021. Geoid menggantikan mean sea level (msl) sebagai referensi vertikal karena sifat dari msl yang memiliki pengaruh langsung terhadap dinamika laut. Geoid dapat dimodelkan menggunakan proses remove-compute-restore, dengan membagi komponen geoid menjadi tiga yakni komponen gelombang panjang, menengah, dan pendek. Komponen gelombang pendek yang berupa data DTM dan area terrain merupakan parameter yang mempengaruhi nilai ketelitian dari geoid. Variasi data DTM serta parameter inner dan outer grid diterapkan pada penelitian ini untuk melihat pengaruhnya terhadap nilai ketelitian dari geoid. Metode perhitungan nilai geoid menggunakan algoritma fast fourier transform yang dapat menghitung nilai geoid lebih cepat dengan hasil yang memiliki kemiripan dengan evaluasi integral Stokes secara langsung. Hasil model geoid gravimetrik pada validasi jalur GNSS-leveling dari Semarang hingga Glagah memberikan nilai ketelitian terbaik 13,224 cm. Nilai ketelitian tersebut mengalami peningkatan menjadi 11,114 cm setelah dilakukan fitting terhadap 186 titik di jalur validasi GNSS-leveling. Data DEMNAS dengan parameter inner grid 3 km dan outer grid 15 km memberikan nilai ketelitian yang paling bagus. Model geoid yang dihasilkan memiliki ketelitian lebih baik dari INAGEOID2020 v2.0.
Pengembangan Objek Wisata dalam Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan (Studi Kasus: Wisata Waduk Selorejo Kabupaten Malang) Hasnaini, Hanum; Yuwono , Yuwono; Deviantari, Udiana Wahyu
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1799

Abstract

Sektor pariwisata merupakan sektor prioritas dalam pembangunan ekonomi karena mampu untuk menambah pendapatan devisa negara, sehingga pengembangan potensi pariwisata penting untuk dilakukan. Pengembangan objek wisata pada suatu daerah pariwisata dapat bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Waduk Selorejo merupakan salah satu wisata alam Indonesia yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sejak tahun 2020, Waduk Selorejo telah mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan akibat adanya covid-19. Penurunan jumlah wisatawan juga disebabkan karena kurangnya penataan lingkungan fisik yang ada pada objek wisata tersebut. Untuk itu dilakukan pengembangan objek wisata untuk dapat meningkatkan minat wisatawan dalam berkunjung ke wisata Waduk Selorejo. Penelitian terkait hal tersebut dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang mendeskripsikan pengembangan objek wisata berdasarkan luas lahan yang tersedia. Pengembangan objek wisata Waduk Selorejo juga didasarkan pada kondisi eksisting lahan, peta potensi wisata Waduk Selorejo tahun 2022, dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang tahun 2010. Terdapat 5 objek wisata yang akan dikembangkan, yakni area outbound dengan luas 600 m2 yang dikembangkan sesuai dengan penelitian Ameilia (2018) tentang redesain kawasan outbound; bumi perkemahan dengan luas 2.500 m2 yang dikembangan berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 24 Tahun 2015 tentang Standar Usaha Bumi Perkemahan; agrowisata berupa kebun bunga terasering dan wisata petik buah yang dikembangkan berdasarkan RTRW Kabupaten Malang tahun 2010; dan tempat pemancingan dengan panjang 50 meter yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 19 Tahun 2015 tentang Standar Usaha Wisata Memancing. Rencana pengembangan objek wisata Waduk Selorejo divisualisasikan ke dalam peta rencana pengembangan yang memuat pemodelan 3-dimensi untuk setiap objek wisata yang dikembangkan.
Studi Deformasi Sesar Kendeng Berdasarkan Data Pengamatan GPS Kontinu dan Campaign Tahun 2016 - 2020 Koeswoyo, Tio; Anjasmara, Ira Mutiara; kurniawan, akbar
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1800

Abstract

Pulau Jawa secara geografis terletak pada batas paling selatan Blok Sunda. Pada sisi selatan pulau mengalami proses subduksi dengan Lempeng Indo-Australia yang membentuk zona subduksi pada wilayah tersebut. Pulau Jawa yang terletak di utara zona subduksi memiliki beberapa sesar yang merupakan bentuk akomodasi stress dari zona subduksi di selatan Pulau Jawa, salah satu Sesar yang terbentuk dari proses tersebut adalah Sesar Kendeng. Meningkatnya jumlah penduduk di Jawa Timur, dimana memiliki potensi gempa akibat sesar maka studi deformasi Sesar Kendeng menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar dan arah pergerakan titik pengamatan GPS yang dilalui oleh Sesar Kendeng serta pola regangan yang terjadi pada tahun 2016 hingga 2020. Penelitian ini menggunakan data dari stasiun CORS dan titik campaign. Dari penelitian ini didapatkan hasil kecepatan pergeseran horizontal, kecepatan vertikal, dan regangan. Kecepatan pergeseran horizontal kesuluruhan titik berada pada rentang 19 hingga 41 mm/tahun. Pergerakan terbesar berada pada titik KD07 dengan kecepatan sebesar 40,92 mm/tahun. Kecepatan vertikal stasiun CORS yang mengalami kenaikan muka tanah yaitu CSMP, CPAS, CMAG, dan CTBN, kenaikan muka tanah tertinggi 4,2 mm/tahun pada stasiun CTBN. Pada titik campaign terdapat 7 titik pengamatan campaign yang mengalami kenaikan muka tanah, sedangkan 16 titik pengamatan lainnya mengalami penurunan. Kenaikan muka tanah tertinggi sebesar 30,35 mm/tahun pada titik KD 15. Penurunan muka tanah terbesar yaitu pada titik KD 20 sebesar 343,4 mm/tahun. Nilai regangan yang terjadi cukup bervariasi, rentang nilai kompresi yakni -0,675  strain hingga -0,021  strain. Sedangkan rentang nilai ekstensi berada diantara -0,058 strain hingga 0,703  strain.
Digital Terrain Model LiDAR untuk Perhitungan Volume dan Analisis Kerawanan Banjir di Wilayah Lumpur Sidoarjo Ananda, Salsabila; Handayani , Hepi Hapsari; Haryuatmanto, G.
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1801

Abstract

Pada 29 Mei 2006, terjadi semburan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang terus meluas hingga saat ini. Hal ini mengancam keselamatan penduduk di sekitar wilayah tersebut karena potensi lumpur meluap melebihi batas tanggul penahan. Untuk mencegah situasi tersebut, diperlukan analisis volume dan tingkat kerawanan lumpur Sidoarjo. Analisis dilakukan menggunakan data Digital Terrain Model (DTM) dari hasil pengolahan data Light Detection and Ranging (LiDAR) wilayah lumpur Sidoarjo yang memiliki akurasi Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0,195 m dan tingkat kepercayaan LE90 0,322 m untuk standar BIG, serta akurasi vertikal kelas 20 cm dengan tingkat kepercayaan 95% untuk standar ASPRS. Volume lumpur dihitung berdasarkan jenisnya menggunakan metode prismoidal, didapatkan total volume lumpur di dalam tanggul penahan adalah 29.633.305,17 m3, dengan volume Air Berlumpur sebesar 9.987.931,57 m3, Lumpur Mulai Mengering sebesar 4.719.359,92 m3, Lumpur Kering sebesar 6.993.143,74 m3, dan Lumpur Basah sebesar 7.932.869,94m3. Dalam analisis kerawanan, dua parameter yang digunakan adalah kemiringan lereng dan tutupan lahan. Berdasarkan parameter kemiringan lereng, wilayah lumpur Sidoarjo memiliki kelas Datar sebesar 7.672.441 m2 yang memenuhi 59,291% dari luasan total wilayah penelitian. Sedangkan berdasarkan parameter tutupan lahan, wilayah lumpur Sidoarjo dengan kelas Tinggi untuk klasifikasi Lahan Terbangun, Jalan, Jalur Kereta, Sungai, Danau, dan Lumpur memiliki luas 7.648.611 m2, serta kelas Sedang untuk klasifikasi Pertanian, Sawah, Tambak, Kebun, Rawa, dan Lahan Kosong memiliki luas 5.320.286 m2. Hasil analisis kerawanan menunjukkan adanya dua kelas kerawanan, yaitu kelas Sedang dengan luas 1.371.472 m2 atau 10,599% dari total luas wilayah penelitian, dan kelas Tinggi dengan luas 11.568.748 m2 atau 89,401% dari total luas wilayah penelitian. Berdasarkan informasi dari DTM, volume lumpur, dan Peta Kerawanan ini, dapat diprediksi bahwa arah aliran banjir lumpur Sidoarjo kemungkinan besar menuju ke arah timur laut dari tanggul pembatas lumpur, terutama menuju Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Analisa Kawasan Permukiman Kumuh di Kecamatan Kenjeran Surabaya Menggunakan Metode NDBI dan OBIA serta Data Citra Sentinel-2 Tahun 2022 Diyanah, Izzatud; Bioresita, Filsa
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1802

Abstract

Identifikasi kawasan permukiman kumuh merupakan proses awal untuk menentukan kawasan kumuh yang menjadi dasar penentuan kebijakan dan penanganan permasalahan kawasan pemukiman kumuh. Perkembangan teknologi penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kawasan permukiman kumuh melalui pemetaan pola sebaran spasial permukiman kumuh. Pengolahan data citra satelit untuk identifikasi kawasan permukiman kumuh dapat dilakukan dengan berbagai cara, contohnya dengan menggunakan algoritma Normalized Difference Built-Up Index (NDBI) dan Object-Based Image Analysis (OBIA). Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dua teknik tersebut dalam identifikasi kawasan permukiman kumuh menggunakan data penginderaan jauh citra Sentinel-2A di Kecamatan Kenjeran. Kawasan permukiman kumuh yang dapat diidentifikasi menggunakan metode NDBI seluas 198,474 hektar dan metode OBIA seluas 189,396 hektar dari total luas wilayah Kecamatan Kenjeran ±865,666 hektar. Sebesar 22% hingga 23% wilayah di Kecamatan Kenjeran dikategorikan ke dalam kawasan permukiman kumuh. Sebaran kawasan permukiman kumuh di Kecamatan Kenjeran didominasi oleh Kelurahan Tanah Kali Kedinding dan Kelurahan Sidotopo Wetan. Uji akurasi metode NDBI menghasilkan overall accuracy 86% dan kappa accuracy 79%, sementara metode OBIA menghasilkan overall accuracy 89% dan kappa accuracy 83%. Metode OBIA menghasilkan akurasi yang lebih baik dalam mengidentifikasi kawasan permukiman kumuh di Kecamatan Kenjeran.
Analisis Pemodelan Tiga Dimensi Candi Gunung Gangsir Menggunakan Low-Cost LiDAR dan Terrestrial Laser Scanner Ramadhan, Alfi Syahril; Cahyono, Agung Budi; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.1866

Abstract

Candi Gunung Gangsir, salah satu warisan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai budaya dan ilmu pengetahuan yang penting. Candi ini perlu dilestarikan dengan cara pendokumentasian secara digital. Perkembangan teknologi memungkinkan dalam bentuk pemodelan 3D menggunakan sensor berupa LiDAR (Light Detection and Ranging). Telah ada teknologi terkini berupa smartphone Phone 12 Pro Max dengan tambahan built-in sensor LiDAR. Sensor LiDAR pada iPhone tersebut lebih terjangkau jika dibandingkan dengan alat TLS (Terrestrial Laser Scanner). Akuisisi data dengan iPhone 12 Pro Max sebagai Low-Cost LiDAR dan Leica RTC360 sebagai TLS. Low-Cost LiDAR melakukan pemindaian secara bergerak sehingga menghasilkan 8.234.112 point cloud, sementara TLS menggunakan pemindaian statik menghasilkan 1.359.463.159 point cloud. Secara visual model 3D yang dihasilkan oleh TLS menampilkan detail yang lebih baik daripada hasil dari Low-Cost LiDAR. Diperoleh RMS Error untuk Low-Cost LiDAR sebesar 19,3 cm dan TLS sebesar 0,5 cm, sehingga hanya TLS yang memenuhi batas toleransi yang telah ditetapkan. Pengujian akurasi point cloud menggunakan 3 parameter eigen value based yaitu planarity, linearity, dan sphericity menunjukkan data yang dihasilkan oleh Low-Cost LiDAR tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan data yang dihasilkan oleh TLS secara uji statistik.
Variasi Klorofil-a di Perairan Sekitar Laut Jawa, Laut Flores, dan Selat Makassar Handoko, Eko Yuli; Syariz, Muhammad Aldila; Hanansyah, Megivareza Putri
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.1867

Abstract

Laut Jawa, Flores, dan Selat Makassar merupakan daerah pertemuan massa air dan juga merupakan salah satu titik masuk Arus Lintas Indonesia. Massa air tawar dari Samudera Pasifik masuk ke perairan Indonesia melalui Selat Makassar. Tidak hanya itu, wilayah maritim Indonesia dipengaruhi oleh Muson Asia-Australia yang mempengaruhi produktivitas primer di perairan, ditunjukkan dengan variasi klorofil-a. Maka dari itu, perlunya pemahaman tentang dinamika klorofil-a untuk penentuan strategi pengelolaan ekosistem laut yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi klorofil-a di perairan sekitar Laut Jawa, Flores, dan Selat Makassar, serta hubungannya dengan suhu dan salinitas dari tahun 2016-2023. Penelitian ini menggunakan data klorofil-a yang dikumpulkan dari sensor Ocean and Land Color Instrument dari Sentinel-3. Data klorofil-a berasal dari perhitungan algoritma Ocean Color 4 for MERIS untuk jenis perairan case-1. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa konsentrasi klorofil-a cenderung tinggi saat periode muson barat bersamaan dengan datangnya musim hujan yang meningkatkan limpasan air sungai. Sebaliknya, konsentrasi klorofil-a di perairan Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara cenderung tinggi saat muson timur diikuti dengan penurunan Suhu Permukaan Laut dan kenaikan salinitas permukaan. Pada tahun 2018 dan 2019, terjadinya fenomena El Niño bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole mendorong peningkatan klorofil-a. Rata-rata klorofil-a sepanjang tahun 2018 hingga 2019 mencapai 0,71 di Laut Flores dan Selat Makassar, serta 0,73 di Laut Jawa. Penelitian lebih lanjut dengan rentang temporal klorofil-a yang lebih panjang diperlukan agar pengaruh fenomena global dapat terlihat lebih jelas.
Analisis Perbandingan Polarisasi VV dan VH Citra SAR Sentinel-1 untuk Identifikasi Area Genangan Banjir di Kec. Masamba, Kab. Luwu Utara Dengan Metode Water-S1 Palgunadi, Imam Rosyid Priska; Bioresita, Filsa
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.1887

Abstract

Peristiwa banjir merupakan salah satu peristiwa yang sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh berupa citra satelit dapat digunakan dalam melakukan identifikasi genangan banjir sebagai upaya melakukan pemantauan kejadian banjir yang terjadi di suatu wilayah. Citra SAR merupakan salah satu citra yang dapat dimanfaatkan dikarenakan citra jenis ini dapat memperoleh data dalam kondisi cuaca apapun, dimana salah satunya adalah citra Sentinel-1. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi genangan banjir menggunakan dua jenis polarisasi citra satelit Sentinel-1 yaitu VV (Vertikal-Vertikal) dan VH (Vertikal-Horizontal), dimana pada umumnya dalam identifikasi banjir hanya menggunakan salah satu diantara dua jenis polarisasi tersebut. Metode yang akan digunakan yaitu Water-S1 dimana metode ini merupakan metode identifikasi air permukaan secara otomatis. Untuk menguji akurasi hasil identifikasi banjir, dalam penelitian ini akan menggunakan peta dampak genangan banjir ICube SERTIT pada peristiwa banjir Masamba tahun 2020. Hasil akhir yang diperoleh pada penelitian ini adalah area yang teridentifikasi sebagai genangan banjir adalah 649,469 ha (VH) dan 336,567 ha (VV). Nilai akurasi keseluruhan identifikasi genangan banjir pada polarisasi VV sebesar 90 % dengan nilai koefisien kappa 0,8 dan pada polarisasi VH diperoleh sebesar 96% dan nilai koefisien kappa 0,92. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa citra SAR Sentinel-1 Polarisasi VH lebih baik untuk digunakan dalam mengidentifikasi area genangan banjir pada studi area.