cover
Contact Name
Indah Aprianti
Contact Email
indahaprianti@pharm.untan.ac.id
Phone
+6282250636452
Journal Mail Official
jpop@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal Pharmacy of Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : 30895723     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal Pharmacy of Tanjungpura (JPOP) merupakan media publikasi penelitian yang mencakup seluruh aspek ilmu farmasi yang orisinal, inovatif, dan berbasis ilmiah. JPOP menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan Inggris (diutamakan) dalam beberapa jenis artikel, yaitu: Naskah penelitian original Tinjauan literatur Tinjauan sistematis Jurnal ini memberikan wadah bagi Peneliti, Apoteker, Akademisi, dan Praktisi yang ingin berkontribusi pada bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi dengan menerima berbagai bidang multidisplin, seperti: Teknologi Farmasi dan Farmasetika Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal Farmakologi dan Toksikologi Biologi Farmasi Farmasi Klinis dan Komunitas
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 2 (2026)" : 10 Documents clear
ANALISIS VARIASI LAMA PEMANASAN TERHADAP KADAR VITAMIN C PADA BAYAM HIJAU (Amaranthus hybridus) DAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) Erwansani, Enggy; Nashwa, Fildzah; Aufa, Muhammad Ammar; Kwok, Nendy Kusuma; Manik, Zefanya Cristin Oktavia; Firdausi, Arief Puspa; Azhari, Khaidir
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang tergolong dalam mikronutrien selain mineral dimana vitamin C berperan sebagai antioksidan dan dalam sintesis kolagen. Bayam hijau dan bayam merah merupakan salah satu tanaman yang sering dikonsumsi masyarakat dan diketahui kaya akan vitamin salah satunya vitamin C. Penelitian ini menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur kadar vitamin C pada tiga perlakuan: tanpa pemanasan, pemanasan selama 5 menit, dan 10 menit. Analisis kualitatif menggunakan larutan KMnO₄ dan AgNO₃ menunjukkan keberadaan vitamin C melalui reaksi spesifik, seperti perubahan warna menjadi coklat pada KMnO₄ dan terbentuknya endapan hitam pada AgNO₃. Hasil uji kuantitatif menunjukkan penurunan kadar vitamin C secara signifikan seiring dengan meningkatnya durasi pemanasan. Pada bayam hijau, kadar vitamin C menurun dari 5,274 mg (2,109%) tanpa pemanasan menjadi 3,309 mg (1,324%) setelah 10 menit. Kadar vitamin C pada bayam merah berkurang dari 4,499 mg (1,799%) menjadi 1,849 mg (0,739%).. Hal ini menunjukkan bahwa durasi lama pemanasan mempengaruhi kadar vitamin C karena sifatnya yang sensitif terhadap panas, serta memberikan wawasan tentang dampak proses pengolahan makanan terhadap kandungan nutrisinya.
THE POTENTIAL OF KELAKAI (STENOCHLAENA PALUSTRIS) AS A NATURAL GALACTAGOGUE IN INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Haulaini, Shahiroh
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a major nutritional problem in Indonesia, and successful breastfeeding is one of the key strategies for its prevention. Kelakai (Stenochlaena palustris) is a local plant traditionally used by the community and is considered to have potential as a galactagogue. This study aimed to examine the potential of kelakai as a galactagogue in Indonesia based on previous studies. A literature review method was used by searching articles through the GARUDA and Scopus databases, supported by Scopus AI, using the keywords: Kelakai, Kalakai, Stenochlaena palustris, lactation, breastfeeding, breast milk, milk production, galactagogue, and Indonesia. The initial search identified 198 articles from GARUDA and 42 articles from Scopus. After the selection process, 3 main articles and 10 supporting articles were included. The review findings indicate that kelakai has potential as a galactagogue, as several direct studies on breastfeeding and postpartum mothers report increased breast milk volume or production after kelakai administration in the form of juice, pudding, and herbal tea. Supporting studies also show that kelakai contains iron, flavonoids, saponins, tannins, and other bioactive compounds that may contribute to maternal health. Therefore, kelakai is a promising local plant as a galactagogue, although further studies with stronger designs are still needed.
PENDEKATAN NANOTEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN IMUNOMODULATOR DARI FLORA ENDEMIK KALIMANTAN: SCOPING REVIEW Deisberanda, Fortunata Saesarria
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia possesses high biodiversity with significant potential as a source of natural immunomodulators, particularly from endemic flora of Kalimantan such as Eurycoma longifolia, Stenochlaena palustris, and Piper crocatum, which are rich in bioactive secondary metabolites. However, their clinical application remains limited due to poor bioavailability and physicochemical instability. This scoping review was conducted following the methodology of the Joanna Briggs Institute using the Population, Concept, Context (PCC) framework. Literature searches were systematically performed in PubMed, Scopus, Web of Science, and ScienceDirect, followed by descriptive analysis to map formulation strategies, immunomodulatory mechanisms, and translational challenges. The findings indicate that pharmaceutical nanotechnology, including nanoemulsions, self-nanoemulsifying drug delivery systems (SNEDDS), and nanoparticles, significantly enhances solubility, stability, and delivery efficiency of bioactive compounds. At the cellular and molecular levels, immunomodulatory effects involve enhanced phagocytic activity, regulation of cytokines such as TNF-α, IL-6, and IL-10, and modulation of signaling pathways including NF-κB and MAPK. Nevertheless, clinical translation remains challenged by safety concerns, formulation stability, high development costs, and regulatory requirements. Overall, pharmaceutical nanotechnology offers a promising approach to optimize natural product-based immunomodulators; however, further standardization, robust clinical evidence, and multidisciplinary collaboration are essential to support successful clinical implementation.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA TENTANG SUN PROTECTION FACTOR PADA SUNSCREEN DALAM PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN SUNSCREEN Kapitarauw, Juliana Marta; Susanti, Ressi; Pratiwi, Liza
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan radiasi UV yang berasal dari sinar matahari dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel kulit serta memicu kerusakan DNA yang meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit. Sehingga diperlukan proteksi tambahan baik secara fisik dan kimia yaitu dengan menggunakan Tabir Surya (sunscreen). Efisiensi perlindungan sunscreen terhadap paparan radiasi sinar UV di tentukan oleh Sun Protection Factor (SPF) yang menunjukan berapa lama sunscreen dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan tentang SPF dan mengkaji faktor yang mempengaruhi pemilihan dan penggunaan sunscreen pada Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah probability sampling dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dalam bentuk google form dengan total responden 191 orang. Berdasarkan hasil yang diperoleh tingkat pengetahuan Mahasiswa tergolong baik dengan presentase sebesar 85%. Dalam pemilihan dan penggunaan sunscreen 74% mahasiswa memilih sunscreen berdasarkan jenis sunscreen, 69% berdasarkan nilai SPF, 50% berdasarkan iklan TV dan media social, 50% berdasarkan rekomendasi keluarga dan teman, serta 54% berdasarkan rekomendasi celebrity/influencer. Diketahui mahasiswa program studi farmasi paling banyak memilih sunscreen berdasarkan jenis sunscreen yakni physical dan chemical. Kata Kunci : Sunscreen, Pengetahuan, Sun Protection Factor
AKSESIBILITAS LAYANAN KEFARMASIAN DI WILAYAH PERBATASAN: STUDI KUALITATIF DI DUSUN SASAK DESA SANTABAN KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Damayanti, Winalda; Robiyanto; Susanti, Ressi; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perbatasan memiliki keterbatasan geografis dan infrastruktur yang dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, termasuk layanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aksesibilitas layanan kefarmasian berdasarkan pengalaman masyarakat di Dusun Sasak, Desa Santaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap 10 responden yang dipilih secara purposive danaccidental sampling yang kemudian dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian dipengaruhi oleh jarak dan waktu tempuh, ketersediaan transportasi, biaya, ketersediaan obat, serta jam layanan. Masyarakat cenderung memilih fasilitas kesehatan yang paling dekat dan mudah dijangkau meskipun berada di luar wilayah administratif. Hambatan yang ditemukan meliputi kekosongan obat, keterbatasan jam layanan, serta keterbatasan jenis layanan yang mengharuskan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Kesimpulan menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian di wilayah perbatasan masih menghadapi kendala geografis dan operasional, namun masyarakat telah beradaptasi dengan memanfaatkan fasilitas yang paling mudah dijangkau. Walaupun begitu, diperlukan penguatan ketersediaan obat, optimalisasi layanan di fasilitas terdekat untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kefarmasian.
AKSESIBILITAS LAYANAN KEFARMASIAN DI DAERAH PERBATASAN: TEMUAN KUALITATIF DI DESA KALIAU’ KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Hariska, Ina; Robiyanto; Susanti, Ressi; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian berperan penting dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan rasional, namun aksesibilitasnya masih menjadi tantangan di wilayah perbatasan dengan keterbatasan geografis dan sistem pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aksesibilitas layanan kefarmasian di Desa Kaliau’, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Informan dipilih secara purposive dan accidental sampling, dengan analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian dipengaruhi oleh keterjangkauan fisik, ketersediaan layanan, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pembiayaan. Meskipun akses geografis relatif mudah, masih terdapat keterbatasan yaitu belum tersedianya layanan obat di luar puskesmas, keterbatasan tenaga kesehatan khususnya dokter tetap, serta fasilitas pelayanan kefarmasian yang belum memadai. Hal ini menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian di wilayah perbatasan belum optimal.
ANALISIS AKSESIBILITAS MASYARAKAT WILAYAH PERBATASAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN: STUDI KASUS DI DESA SEBUNGA KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Maharani, Shindy; Robiyanto; Purwanti, Nera Umilia; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perbatasan termasuk dalam kategori daerah 3T yang menghadapi keterbatasan akses pelayanan kefarmasian. Desa Sebunga di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang hanya bergantung pada Puskesmas Sajingan Besar sebagai penyedia layanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi aksesibilitas masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kefarmasian. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan wawancara. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan purposive dan accidental sampling serta dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik, ekonomi, dan sosial mempengaruhi kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Peningkatan aksesibilitas perlu disertai dengan perbaikan kualitas pelayanan guna membentuk persepsi masyarakat yang lebih positif terhadap pelayanan kefarmasian di wilayah perbatasan.
STUDI KASUS AKSESIBILITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA: EKSPLORASI KUALITATIF DI DESA SANATAB, KALIMANTAN BARAT Hafizul Haq, Iqbal; Robiyanto; Purwanti, Nera Umilia
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas pelayanan kefarmasian di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan infrastruktur, tenaga kesehatan, dan ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam aksesibilitas pelayanan kefarmasian di Desa Sanatab, Kalimantan Barat. Studi kasus kualitatif ini melibatkan enam informan yang dipilih secara purposive and accidental sampling, terdiri dari tokoh masyarakat dan pengguna layanan. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi dua tema utama: akses geografis dan transportasi, serta akses terhadap ketersediaan obat dan logistik farmasi. Hambatan utama meliputi ketiadaan angkutan umum dan ketidaklengkapan stok obat esensial di puskesmas. Masyarakat mengembangkan strategi adaptif berupa self-medikasi, pengobatan tradisional, pemanfaatan tenaga mantri, serta pengobatan lintas negara ke Malaysia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aksesibilitas pelayanan kefarmasian di perbatasan tidak cukup hanya dengan keberadaan fasilitas kesehatan, tetapi harus didukung transportasi publik yang terjangkau dan jaminan ketersediaan obat esensial secara berkelanjutan.
PENETAPAN KADAR PARASETAMOL DALAM URIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Kurniawan, Hadi; Ropiqa, Meri; Sarega, Muhammad Bagus; Putra Agung Dewantara, Alfredo Da Silva; Ciputra, Michael
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parasetamol merupakan obat analgesik dan antipiretik yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi, bersifat over the counter (OTC) sehingga mudah diperoleh tanpa resep dokter. Parasetamol dimetabolisme di hati dan diekskresikan melalui urin, menjadikan urin sebagai matriks biologis yang relevan untuk analisis kadar obat. Responden penelitian ini merupakan Mahasiswa Farmasi Angkatan 2023 Universitas Tanjungpura yang terdiri atas tiga kelas (A1, A2, dan A3). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi profil kadar parasetamol dalam sampel urin secara kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis berdasarkan hukum Lambert-Beer. Analisis dilakukan melalui penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan larutan standar, penyusunan kurva kalibrasi, preparasi sampel urin melalui hidrolisis dan pengenceran, serta pengukuran absorbansi. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh adalah 246–247 nm dengan kurva kalibrasi bersifat linear dengan nilai r = 0,9975-0,999. Hasil analisis menunjukkan variasi kadar parasetamol dalam urin pada setiap waktu pengambilan sampel hingga 6 jam. Kelas A1 menunjukkan kadar tertinggi pada jam ke-1 yaitu sebesar 8,7843 mg, kelas A2 menunjukkan kadar tertinggi pada jam ke-5 sebesar 27,958 mg/L, sedangkan kelas A3 mulai terdeteksi pada jam ke-5. Variasi ini dipengaruhi oleh faktor farmakokinetika individu, preparasi sampel, dan keterbatasan sensitivitas metode. Metode spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk analisis kuantitatif parasetamol dalam matriks biologis dan memberikan gambaran proses farmakokinetika obat dalam tubuh.
REVIEW: PENGEMBANGAN PATI ALAMI SEBAGAI EKSIPIEN UNTUK FORMULASI TABLET Saputra, Anggi; Abubakar, Fitriyani; Herlyana; Herdita, Revi; Dala, Shintia Cristin Min; Pahlevi, Muhammad Reza; Sutoro, Meylani
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pati alami termodifikasi telah banyak dikembangkan sebagai alternatif eksipien sintetis dalam formulasi tablet. Berbagai sumber pati, seperti biji alpukat, porang, ubi jalar, biji nangka, dan kentang, dilaporkan mengalami peningkatan sifat fungsional setelah dilakukan modifikasi melalui metode fisik dan kimia, antara lain pregelatinasi, hidrolisis asam, spray drying, dan teknik koproses. Proses modifikasi tersebut mampu memperbaiki sifat alir, kompresibilitas, daya mengembang, serta waktu hancur tablet, sehingga pati dapat berfungsi secara optimal sebagai penghancur, pengikat, maupun pengisi. Selain itu, koproses pati dengan selulosa menunjukkan peningkatan stabilitas dan kekuatan mekanik tablet dibandingkan penggunaan eksipien tunggal. Pemanfaatan pati dari sumber bahan alam juga memberikan keuntungan dari sisi ketersediaan bahan baku, ekonomi, dan keberlanjutan. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan pati alami termodifikasi sebagai eksipien tablet berdasarkan sumber pati, metode modifikasi, serta pengaruhnya terhadap sifat fisik dan kinerja tablet. Berdasarkan kajian literatur, pati alami termodifikasi memiliki potensi besar sebagai eksipien multifungsi dalam formulasi tablet.

Page 1 of 1 | Total Record : 10