cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 384 Documents
Menelisik Dunia Makna: Pendekatan Semantik Toshihiko Izutsu terhadap Kosakata Kunci dalam Al-Qur’an Aal Mujadilah; Diyah Nuralifah; Naesyah Fazriyah; Andi Rosa
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the semantic approach proposed by Toshihiko Izutsu in analyzing key terms in the Qur’an, which play a crucial role in shaping a worldview derived from the Qur’an. Toshihiko Izutsu, a Japanese scholar recognized as a pioneer in Qur'anic semantic studies, introduced a method that emphasizes the relationships between words within the context of revelation. Using a qualitative approach based on literature review, this research examines Izutsu's seminal texts such as God and Man in the Qur’an and Ethico-Religious Concepts in the Qur’an, as well as analyzes various relevant secondary literature in the fields of linguistics, exegesis (tafsir), and philosophy of language. The findings of this study show that, according to Izutsu, each term in the Qur’an does not have an isolated meaning but forms a semantic network that reflects the theological values and concepts in Islam. Terms like faith (iman), disbelief (kufr), piety (taqwa), and justice (‘adl) are interconnected within a structure of meaning that represents the relationship between humans and God, between humans, and between humans and the universe. This semantic approach offers the potential for more reflective and contextual interpretations, enabling the meaning of the Qur’an to be understood in a more holistic, profound, and relevant way to the challenges of the modern era. Therefore, the semantic perspective put forth by Toshihiko Izutsu not only contributes to the advancement of contemporary exegesis techniques but also enriches the understanding of the essence of the language of revelation as a manifestation of the religious consciousness present in the human soul. Keywords: Toshihiko Izutsu, Semantics, Qur’an, Key Vocabulary, Qur’anic Worldview   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan semantik yang diusulkan oleh Toshihiko Izutsu dalam menganalisis istilah-istilah kunci dalam Al-Qur’an, yang memiliki peranan krusial dalam membentuk pandangan dunia yang bersumber dari Al-Qur’an. Toshihiko Izutsu, seorang akademisi Jepang yang diakui sebagai pionir dalam studi semantik Al-Qur’an, memperkenalkan metode yang menekankan hubungan antar kata dalam konteks wahyu. Dengan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada studi pustaka, penelitian ini mengkaji teks-teks utama Izutsu seperti God and Man in the Qur’an dan Ethico-Religious Concepts in the Qur’an, serta menganalisis berbagai literatur sekunder yang relevan dengan bidang linguistik, tafsir, dan filsafat bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Izutsu, setiap istilah dalam Al-Qur’an tidak memiliki arti yang berdiri sendiri, melainkan membentuk jaringan semantik yang mencerminkan nilai-nilai dan konsep teologis dalam Islam. Istilah seperti iman, kufr, taqwa, dan ‘adl saling terhubung dalam struktur makna yang menggambarkan hubungan antara manusia dan Tuhan, hubungan antar manusia, serta hubungan manusia dengan alam semesta. Pendekatan semantik ini memberikan peluang untuk penafsiran yang lebih reflektif dan kontekstual, sehingga arti Al-Qur’an dapat dipahami secara lebih holistik, mendalam, dan relevan dengan tantangan di era modern. Oleh karena itu, cara pandang semantik yang diajukan oleh Toshihiko Izutsu tidak hanya berperan dalam kemajuan teknik tafsir masa kini, tetapi juga menambah wawasan mengenai esensi bahasa wahyu sebagai wujud dari kesadaran religius yang ada dalam jiwa manusia. Kata kunci: Toshihiko Izutsu, Semantik, Al-Qur’an, Kosakata Kunci, Pandangan Dunia Qur’ani
Analisis Kebutuhan Keterlibatan Orang Tua dalam Pembelajaran Anak di PAUD Mathlaul Anwar Elizon Nainggolan; Michael Yudha Pratama; Hayunda Aura Sifa; Seni Rasbina Br Karo Sekali; Amelia Paska Sitorus; Milasari Butar Butar; Angel Marantika Siregar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early Childhood Education (PAUD) is a critical period that significantly shapes children’s cognitive, emotional, social, moral, linguistic, and independence development. During this early stage, children experience rapid growth and therefore require consistent, structured, and continuous stimulation from both school and home environments. This study aims to provide a comprehensive analysis of the need for parental involvement in early childhood learning, with a particular focus on PAUD Mathlaul Anwar. A descriptive qualitative method was used through in-depth interviews, classroom observations, and documentation analysis. The findings reveal that most parents show limited involvement due to long working hours, a lack of understanding about early childhood developmental needs, and the perception that teaching is solely the teacher’s responsibility. These conditions lead to various developmental challenges, such as low independence, difficulty following rules, delayed language development, and limited social skills among children. Teachers attempt to address these issues through several strategies, including strengthening communication with parents, providing simple parenting programs, and adjusting learning activities to focus more on independence-building and social emotional development. These findings reinforce the views of Sujiono (2020) and Fitriani (2019), who emphasize that consistent stimulation from parents is essential to ensure meaningful and optimal learning outcomes during early childhood. Therefore, parental involvement is not an optional aspect of early childhood education, but rather a fundamental need that cannot be separated from the learning process in PAUD. Key Words : Parental involvement, early childhood education, need-based principle, child development, community education. Abstrak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan periode awal yang sangat menentukan seluruh aspek perkembangan anak. Pada masa usia dini, anak berada dalam fase pertumbuhan pesat sehingga membutuhkan rangsangan yang berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan baik di sekolah maupun di rumah. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komprehensif mengenai kebutuhan keterlibatan orang tua dalam pembelajaran anak PAUD, khususnya di PAUD Mathlaul Anwar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki keterlibatan yang minim karena faktor kesibukan, kurangnya pemahaman tentang kebutuhan perkembangan anak usia dini, serta persepsi bahwa mendidik adalah tugas guru. Dampaknya terlihat pada kurangnya kemandirian anak, sulitnya anak mengikuti aturan, keterlambatan bahasa, serta lemahnya keterampilan sosial. Guru berupaya mengatasi hal tersebut melalui berbagai strategi seperti meningkatkan komunikasi, memberikan program parenting sederhana, dan menyesuaikan kegiatan belajar agar lebih fokus pada pembentukan kemandirian dan sosial- emosional anak. Hasil penelitian memperkuat pandangan Sujiono (2020) dan Fitriani (2019) bahwa stimulasi yang konsisten dari keluarga sangat menentukan keberhasilan pendidikan pada masa usia dini. Dengan demikian, keterlibatan orang tua bukan hanya pelengkap, tetapi merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan PAUD. Kata Kunci : PAUD, keterlibatan orang tua, asas kebutuhan, perkembangan anak usia dini, pendidikan masyarakat.
Relevansi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital M. Iqbal Ramadhiansyah; Agus Lestari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology in the field of education has driven significant changes in the learning process. One theoretical approach that remains relevant in supporting technology-based learning is behaviorism theory, which emphasizes the relationship between stimulus and response as the foundation for the formation of learning behavior. This study uses a literature review method on ten selected articles to analyze the relevance of behaviorism theory in the digital learning ecosystem. The findings indicate that technologies such as interactive multimedia, e-learning applications, Computer Adaptive Instruction, and audio-visual media are capable of reinforcing behavioristic principles through structured stimuli, material repetition, and automatic feedback as a form of positive reinforcement. The use of technology has been proven to enhance motivation, focus, and learning outcomes of students. However, several challenges were identified, such as the risk of passive students, dependence on technological infrastructure, and the readiness of teachers to implement digital approaches. Overall, the literature review confirms that behaviorism theory remains relevant as a foundation for the design of technology-based learning, especially when combined with other approaches to create a more adaptive and effective learning process. Keywords: Behaviorism theory, educational technology, learning multimedia   Abstrack Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong perubahan signifikan dalam proses pembelajaran. Salah satu pendekatan teoretis yang masih relevan dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi adalah teori behavioristik, yang menekankan hubungan antara stimulus dan respons sebagai dasar terbentuknya perilaku belajar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur terhadap sepuluh artikel terpilih untuk menganalisis relevansi teori behavioristik dalam ekosistem pembelajaran digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi seperti multimedia interaktif, aplikasi e-learning, Computer Adaptive Instruction, serta media audio-visual mampu memperkuat prinsip-prinsip behavioristik melalui pemberian stimulus yang terstruktur, pengulangan materi, serta umpan balik otomatis sebagai bentuk penguatan positif. Penggunaan teknologi terbukti meningkatkan motivasi, fokus, dan hasil belajar peserta didik. Namun demikian, beberapa tantangan ditemukan, seperti risiko pasifnya siswa, ketergantungan pada infrastruktur teknologi, serta kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan digital. Secara keseluruhan, temuan literatur mengonfirmasi bahwa teori behavioristik tetap relevan sebagai landasan perancangan pembelajaran berbasis teknologi digital, terutama ketika dikombinasikan dengan pendekatan lain untuk menghasilkan proses belajar yang lebih adaptif dan efektif. Kata Kunci: Teori behavioristik,teknologi pendidikan, multimedia pembelajaran
Minimisasi Biaya Distribusi Bahan Baku Rooftop Sajiwa Menggunakan Metode Transportasi dengan Pendekatan Least Cost Value (LCV) Riyan Ardani; Muhammad Rumii Firnanditya; Devi Listiani Safitri; Ulfa Khaira; Hasanatul Iftitah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the efficiency of raw material distribution costs at Cafe Rooftop Sa Jiwa through the application of the transportation method using the Least Cost Method (LCM) approach. The main issue faced by the café lies in the fluctuating delivery costs from each supplier, which potentially lead to inefficiencies in the procurement process. This research employs a descriptive quantitative method with four main raw material suppliers as the study subjects. Primary data were obtained through direct interviews and field observations, while secondary data were collected from purchasing records and monthly expenditure reports. The research instruments used include structured interview sheets and transportation cost data collection forms. The analysis was conducted using the LCM implemented in the Python programming language to determine the optimal distribution plan with minimum total cost. The results showed that the minimum transportation cost achieved was Rp 185,000, with an allocation that met both supplier capacity and cafe demand. These findings indicate that the application of the transportation method through Python programming effectively supports more efficient and measurable raw material distribution planning. Keywords: Distribution Optimization, Least Cost Method, Python, Rooftop Sajiwa, Transportation Cost   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi biaya distribusi bahan baku pada Cafe Rooftop Sajiwa melalui penerapan metode transportasi dengan pendekatan Least Cost Method (LCM). Permasalahan yang dihadapi cafe adalah tingginya variasi biaya pengiriman dari masing-masing pemasok yang berpotensi menyebabkan pemborosan dalam proses pengadaan bahan baku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian berupa empat pemasok utama bahan baku cafe. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap proses pengadaan, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan pembelian dan laporan pengeluaran bulanan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar wawancara terstruktur dan lembar pengumpulan data biaya transportasi. Analisis dilakukan menggunakan metode LCM yang diimplementasikan dalam bahasa pemrograman Python untuk memperoleh solusi distribusi dengan biaya minimum. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total biaya transportasi minimum yang diperoleh sebesar Rp 185.000, dengan distribusi bahan baku yang sesuai antara kapasitas pemasok dan kebutuhan cafe. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan metode transportasi berbasis Python terbukti efektif dalam membantu perencanaan distribusi bahan baku yang lebih efisien dan terukur. Kata kunci: Biaya Transportasi, Least Cost Method, Optimasi Distribusi, Python, Rooftop Sajiwa
Kesiapan Akreditasi Dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Di MTs Assuruur Rhani Fuji Lestari; Mulyawan Safwandy Nugraha
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the growing urgency to improve the quality and accreditation of Islamic schools as key indicators of educational excellence in the modern era. The main objective of this research is to analyze the accreditation readiness of MTs Assuruur Pameungpeuk, Bandung Regency, based on the fundamental principles of Islamic Educational Management (MPI), which include four managerial functions: takhthith (planning), tanzhim (organizing), tanfidz (implementation), and taqwim (evaluation). Using a descriptive qualitative approach and a case study method through interviews, observations, and document analysis, the findings reveal that the integration of Islamic values within managerial functions significantly enhances accreditation readiness. These values foster a culture of quality, accountability, and professionalism grounded in spirituality (itqan and amanah). The study concludes that successful accreditation depends not only on administrative completeness but also on the internalization of MPI’s spiritual values in school management. The findings contribute to the theoretical development of Islamic educational quality management and offer practical insights for creating accreditation models rooted in Islamic. Keywords: Madrasah Accreditation, Islamic Educational Management, MPI, Educational Quality, Spiritual Values   AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan mutu dan akreditasi madrasah sebagai tolok ukur kualitas pendidikan Islam di era modern. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan akreditasi MTs Assuruur Pameungpeuk Kabupaten Bandung berdasarkan prinsip dasar Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang mencakup empat fungsi utama: takhthith (perencanaan), tanzhim (pengorganisasian), tanfidz (pelaksanaan), dan taqwim (evaluasi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam fungsi manajerial madrasah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesiapan akreditasi, terutama dalam membangun budaya mutu, tanggung jawab, dan profesionalisme berbasis spiritual (itqan dan amanah). Analisis juga mengungkap bahwa keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen administratif, tetapi juga oleh integrasi nilai-nilai spiritual MPI dalam setiap aspek manajemen madrasah. Temuan ini memperkaya kajian manajemen mutu pendidikan Islam serta memberikan dasar bagi pengembangan model akreditasi berbasis nilai Islami. Kata Kunci: Akreditasi Madrasah, Manajemen Pendidikan Islam, MPI, Mutu Pendidikan, Nilai Islami
Pandangan Amin Al-Khulli Soal Qs. Al Baqarah : 188 Dan Kaitannya Dengan Korupsi Di Indonesia Putri Nurul Maghfiroh; Sofa Salsabilah; Siti Paulia Septia; Andi Rosa
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to examine the views and interpretive methods of Amin al-Khūllī on QS. al-Baqarah: 188 and its relevance to the phenomenon of corruption in Indonesia. This verse emphasizes the prohibition of unlawfully taking the property of others and bribing authorities for personal gain. In the context of modern society, the meaning of this verse holds significant importance in shaping public ethics and rejecting corrupt practices that undermine social order. This research was conducted using a bayānī exegesis approach, which focuses on the linguistic aspects, historical context, and moral messages that are relevant to society. The findings of the study show that Amin al-Khūllī views the Qur'an as a dynamic and humanistic text, urging readers to interpret it in line with the social realities of their time. According to the bayānī approach, QS. al-Baqarah: 188 contains a strong message about justice, responsibility, and public trust. In the context of Indonesia, this interpretation has direct relevance to anti-corruption efforts, as it affirms that corrupt behavior is a form of akl al-māl bil-bāṭil (unlawful appropriation of wealth), which contradicts the moral principles of the Qur'an. Keywords: Bayānī Exegesis, Amin al-Khūllī, QS. al-Baqarah: 188, Corruption, Contemporary Exegesis. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pandangan dan metode tafsir Amin al-Khūllī terhadap QS. al-Baqarah: 188 serta relevansinya dengan fenomena korupsi di Indonesia. Ayat ini menekankan larangan untuk mengambil harta orang lain secara tidak sah dan menyuap penguasa untuk kepentingan pribadi. Dalam konteks sosial modern, makna ayat ini memiliki signifikansi besar dalam membentuk etika publik dan menolak praktik korupsi yang merusak tatanan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan tafsir bayānī, yang berfokus pada aspek bahasa, konteks sejarah, dan pesan moral yang relevan dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amin al-Khūllī memahami Al-Qur’an sebagai teks yang dinamis dan humanistik, yang menuntut pembaca untuk menafsirkan sesuai realitas sosial zamannya. QS. al-Baqarah: 188, menurut pendekatan bayānī, mengandung pesan kuat tentang keadilan, tanggung jawab, dan amanah publik. Dalam konteks Indonesia, tafsir ini memiliki relevansi langsung terhadap pemberantasan korupsi, karena menegaskan bahwa perilaku koruptif merupakan bentuk akl al-māl bil-bāṭil yang bertentangan dengan prinsip moral Al-Qur’an. Kata Kunci: Tafsir Bayānī, Amin al-Khūllī, QS. al-Baqarah: 188, Korupsi, Tafsir Kontemporer.
Optimalisasi Keuntungan D’nanas Dengan Metode Transportasi Alief Noverdy Chaliandra Putra; Gibran Krisna Athallah; Muhammad Farhan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study applies the graphical method of transportation programming to optimize production decisions in small and medium enterprises (SMEs) processing pineapples. Tangkit Baru Village, as a case study, produces approximately 22,000 pineapples daily, with SMEs developing derivative products such as soft pineapple candy (PLN) and chocolate-coated pineapple chips. Although resources such as capital, raw materials, and labor are relatively sufficient, the profitability of these derivative products remains lower compared to the sale of fresh pineapples. This research aims to determine the optimal production combination of PLN and KNC that maximizes profit using the graphical method of linear programming. Two decision variables are modeled under the constraints of production time and demand capacity. The results show that a specific combination of PLN and KNC yields a higher overall profit compared to producing a single product. This study highlights the usefulness of the graphical method as a simple yet effective decision-making tool for micro and small enterprises in optimizing product diversification strategies. Keywords: Linear programming, graphical method, optimization, pineapple products, SMEs   Abstrak Penelitian ini menerapkan metode grafis pemrograman transportasi untuk mengoptimalkan keputusan produksi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengolah nanas. Desa Tangkit Baru, sebagai studi kasus, menghasilkan sekitar 22.000 buah nanas per hari, dengan UMKM mengembangkan produk turunan seperti permen nanas lunak (PLN) dan keripik nanas berlapis coklat (KNC). Meskipun sumber daya seperti modal, bahan baku, dan tenaga kerja cukup memadai, profitabilitas produk turunan ini tetap lebih rendah dibandingkan dengan penjualan nanas segar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi produksi PLN dan KNC yang optimal guna memaksimalkan keuntungan dengan menggunakan metode grafis pemrograman linier. Dua variabel keputusan dimodelkan di bawah kendala waktu produksi dan kapasitas permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tertentu antara PLN dan KNC menghasilkan keuntungan keseluruhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan memproduksi satu produk saja. Penelitian ini menyoroti kegunaan metode grafis sebagai alat pengambilan keputusan yang sederhana namun efektif bagi usaha mikro dan kecil dalam mengoptimalkan strategi diversifikasi produk.Kata Kunci: Pemrograman linier, metode grafis, optimasi, produk nanas, UMKM
Penerapan Metode Transportasi Dalam Mengoptimalkan Biaya Distribusi Pada Penjualan Kantin Acik Muhammad Rajendra; Ilham Maulana; Rio Saputra
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to apply the transportation method to optimize distribution costs in Kantin Acik, owned by Mrs. Aswinar, located near Jambi University. The study focuses on allocating limited resources related to the procurement of raw materials used in daily operations. These raw materials consist of perishable items, such as chicken and fish, purchased daily, and non-perishable items, including sachet drinks, instant coffee, chili, onion, and kitchen supplies, purchased weekly. The average daily expenditure is approximately IDR 700,000, with supplies sourced from a local market located about 8 kilometers from the campus. The products offered include main dishes (fried chicken, sambal chicken, soy sauce chicken, sambal fish, and vegetables), fried snacks, and beverages. The transportation method is utilized to determine the most cost-efficient allocation of resources from suppliers to the canteen, aiming to minimize total distribution costs while ensuring consistent supply. The findings are expected to provide an effective approach to improving operational efficiency, reducing expenses, and supporting better decision-making in the canteen’s daily business operations. Keywords: “transportation method”, “cost optimization”, “distribution”, “efficiency”, “Kantin Acik” AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode transportasi guna mengoptimalkan biaya distribusi di Kantin Acik, milik Ibu Aswinar, yang terletak di dekat Universitas Jambi. Penelitian ini berfokus pada pengalokasian sumber daya terbatas yang berkaitan dengan pengadaan bahan baku yang digunakan dalam operasional harian. Bahan baku ini terdiri dari barang yang mudah rusak, seperti ayam dan ikan, yang dibeli setiap hari, serta barang yang tidak mudah rusak, termasuk minuman sachet, kopi instan, cabai, bawang, dan perlengkapan dapur, yang dibeli setiap minggu. Pengeluaran harian rata-rata sekitar IDR 700.000, dengan pasokan yang diperoleh dari pasar lokal yang terletak sekitar 8 kilometer dari kampus. Produk yang ditawarkan mencakup hidangan utama (ayam goreng, ayam sambal, ayam kecap, ikan sambal, dan sayuran), cemilan gorengan, dan minuman. Metode transportasi digunakan untuk menentukan alokasi sumber daya yang paling efisien biaya dari pemasok ke kantin, dengan tujuan untuk meminimalkan total biaya distribusi sambil memastikan pasokan yang konsisten. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi pengeluaran, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam operasional bisnis harian kantin. Kata Kunci: “metode transportasi”, “optimasi biaya”, “distribusi”, “efisiensi”, “Kantin Acik”
Gagasan Pendidikan Islam Muhammad Abduh dan Hubungannya Dengan Kurikulum Merdeka di Indonesia Nuzila Khoirun Nisa; Suci Purnama Sari; Anisah Jahro; Andi Rosa
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education plays a crucial role in shaping a civilization that adapts to changing times. Muhammad Abduh, one of the Islamic reformers who placed significant emphasis on education, emphasized the importance of reason, rationality, and ijtihad in the teaching and learning process, while simultaneously rejecting the shackles of imitation (taqlid). In the Indonesian context, the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka), which began to be implemented in 2022, is a response to the demands of globalization, the Fourth Industrial Revolution, and the need for flexible learning that emphasizes creativity, critical thinking, and character. This study aims to analyze the relevance of Muhammad Abduh's Islamic educational thinking to the implementation of the Independent Curriculum in Indonesia. The research method employed a qualitative approach with a literature review, examining Abduh's works and contemporary literature related to the national curriculum. The study's findings indicate that Abduh's ideas, such as reason-based education, the integration of religious and modern sciences, and liberation from the shackles of imitation (taqlid), align with the principles of the Independent Curriculum, which emphasize teacher autonomy, student freedom, and competency-based learning. Furthermore, Abduh's ideas on education reform are also relevant to pressing issues in Indonesia, such as weak literacy, disparities in educational quality, and the challenges of digitalization. Therefore, Abduh's thinking can serve as a philosophical foundation for strengthening the implementation of the Independent Curriculum, while also providing a progressive Islamic nuance relevant to the nation's needs. Keywords: Muhammad Abduh, Islamic Education, Independent Curriculum, Educational Reform   Abstrak Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk peradaban umat yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu tokoh pembaharu Islam yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan adalah Muhammad Abduh. Gagasannya menekankan pentingnya akal, rasionalitas, dan ijtihad dalam proses belajar-mengajar, sekaligus menolak taqlid yang membelenggu umat. Dalam konteks Indonesia, sistem Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan sejak 2022 hadir sebagai respons terhadap tuntutan globalisasi, revolusi industri 4.0, serta kebutuhan akan fleksibilitas pembelajaran yang menekankan kreativitas, berpikir kritis, dan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Islam Muhammad Abduh terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, mengkaji karya-karya Abduh serta literatur kontemporer terkait kurikulum nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa gagasan Abduh, seperti pendidikan berbasis akal, integrasi ilmu agama dan ilmu modern, serta pembebasan dari belenggu taqlid, memiliki kesesuaian dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan otonomi guru, kebebasan peserta didik, dan  pembelajaran berbasis kompetensi. Selain itu, gagasan Abduh tentang reformasi pendidikan juga relevan dengan isu-isu hangat di Indonesia, seperti lemahnya literasi, ketimpangan kualitas pendidikan, serta tantangan arus digitalisasi. Dengan demikian, pemikiran Abduh dapat dijadikan salah satu landasan filosofis dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka, sekaligus memberikan nuansa Islam progresif yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Kata kunci: Muhammad Abduh, Pendidikan Islam, Kurikulum Merdeka, Reformasi Pendidikan
Penerapan Elemen Arsitektur Nusantara dalam Desain Masjid Kontemporer: Studi Kasus Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dan Masjid Raya Al Jabbar Bandung Khotibul Umam Rois; Muhammad Ali Abdul Aziz
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary mosque designs in Indonesia increasingly integrate Nusantara architectural elements to preserve cultural identity while adapting to modern demands. This study analyzes the application of these elements in the Sheikh Zayed Grand Mosque Solo (2022) and Al Jabbar Grand Mosque Bandung (2022), focusing on roof forms, local materials, and climate responsiveness. The method employed is descriptive qualitative with a dual case study approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with architects and managers, and questionnaires to 150 respondents (75 per mosque). Results indicate that the Sheikh Zayed Mosque blends Middle Eastern styles with teak wood ornaments and Nusantara-style cross-ventilation, while the Al Jabbar Mosque adopts Sundanese batik motifs and green open space concepts. Public satisfaction levels reached 87.5% for cultural identity, 84.2% for thermal comfort, and 89.6% for aesthetics. This study concludes that Nusantara architectural elements can enhance the relevance of contemporary mosques as inclusive and sustainable public spaces. Keywords: Nusantara architecture, contemporary mosques, cultural identity, climate-responsive, Sheikh Zayed Solo, Al Jabbar Bandung   Abstrak Desain masjid kontemporer di Indonesia semakin mengintegrasikan elemen Arsitektur Nusantara untuk mempertahankan identitas budaya sambil menyesuaikan dengan tuntutan modern. Penelitian ini menganalisis penerapan elemen-elemen tersebut pada Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (2022) dan Masjid Raya Al Jabbar Bandung (2022), dengan fokus pada bentuk atap, material lokal, dan responsif iklim. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus ganda. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam kepada arsitek dan pengelola, serta kuesioner kepada 150 responden (75 per masjid). Hasil menunjukkan bahwa Masjid Sheikh Zayed memadukan gaya Timur Tengah dengan ornamen kayu jati dan ventilasi silang ala Nusantara, sementara Masjid Al Jabbar mengadopsi motif batik Sunda dan konsep ruang terbuka hijau. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap identitas budaya mencapai 87,5%, kenyamanan termal 84,2%, dan estetika 89,6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa elemen Arsitektur Nusantara mampu meningkatkan relevansi masjid kontemporer sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: Arsitektur Nusantara, masjid kontemporer, identitas budaya, responsif iklim, Sheikh Zayed Solo, Al Jabbar Bandung