cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 384 Documents
Efektivitas Alat Tangkap Purse Seine: Tinjauan Teknis, Produktivitas, dan Keberlanjutannya dalam Perikanan Tangkap Rinda Noviyanti; Lis M,Yapanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purse seine atau pukat cincin merupakan salah satu alat tangkap yang paling dominan digunakan dalam perikanan tangkap, khususnya untuk ikan pelagis. Efektivitasnya menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasi penangkapan ikan. Artikel ini mengkaji efektivitas purse seine dari berbagai aspek, meliputi desain teknis, pengaruh alat bantu penangkapan, serta kepatuhan terhadap regulasi. Berdasarkan sintesis dari berbagai studi, efektivitas purse seine tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya mengumpulkan hasil tangkapan dalam jumlah besar, tetapi juga oleh efisiensi operasional, selektivitas ukuran mata jaring, dan dampaknya terhadap keberlanjutan ekosistem perairan. Inovasi seperti penggunaan lampu dengan intensitas tepat dan rumpon portabel terbukti signifikan dalam meningkatkan produktivitas, namun harus diimbangi dengan praktik yang ramah lingkungan dan sesuai regulasi untuk menjamin kelestarian sumber daya ikan. Kata Kunci: Purse seine, efektivitas, produktivitas, selektivitas, perikanan berkelanjutan
Upaya Meminimalisir Waste Pada Industri Garmen Di Pt. Natatex Jaya Garmindo Menggunakan Metode Lean Six Sigma Muhammad Itsar Sabiilillah; Muhammad Sagaf
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to reduce waste and improve process cycle efficiency in a shirt production line currently exhibiting a low Process Cycle Efficiency (PCE) of 29.27%. Utilizing the DMAI methodology (Define, Measure, Analyze, Improve), the study begins by mapping the value stream to identify points of inefficiency. In-depth root cause analysis using the 5 Whys Analysis tool reveals that the primary cause of high waiting waste and overprocessing is the absence of a standardized fabric inspection system at the upstream process, which triggers an average waiting decision time of 2,250 seconds. As a corrective measure, the establishment of a Fabric Inspection Department is proposed, incorporating the 4-Point System standard and the development of objective Standard Operating Procedures (SOPs) to ensure material quality before entering the production floor. Estimation results through Future State Value Stream Mapping (FSVSM) indicate a significant PCE increase of 29.96 percentage points to 59.23%, alongside a reduction in Production Lead Time by 50.08%, from 4,676.26 seconds to 2,334.54 seconds. This research concludes that upstream quality standardization effectively eliminates value stream bottlenecks and creates a more responsive production line. Keywords: Lean Six Sigma, DMAI, 5 Whys Analysis, 4-Point System, Value Stream Mapping. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mereduksi pemborosan (waste) dan meningkatkan efisiensi siklus proses pada lini produksi kemeja yang saat ini memiliki nilai Process Cycle Efficiency (PCE) rendah sebesar 29,27%. Menggunakan metodologi DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve), penelitian diawali dengan memetakan aliran nilai melalui Value Stream Mapping untuk mengidentifikasi titik inefisiensi. Analisis mendalam menggunakan tools 5 Whys Analysis menunjukkan bahwa akar masalah utama dari tingginya waste waiting dan overprocessing adalah ketiadaan sistem inspeksi kain yang terstandarisasi di hulu proses, sehingga memicu waktu tunggu pengambilan keputusan (waiting decision) rata-rata selama 2.250 detik. Sebagai langkah perbaikan, dirancang pembentukan Departemen Fabric Inspection dengan menerapkan standar 4-Point System serta penyusunan SOP yang objektif untuk menjamin kualitas material sebelum masuk ke lantai produksi. Hasil estimasi melalui Future State Value Stream Mapping (FSVSM) menunjukkan peningkatan PCE yang signifikan sebesar 29,96 poin persentase menjadi 59,23%, serta reduksi Production Lead Time sebesar 50,08%, dari semula 4.676,26 detik menjadi 2.334,54 detik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa standarisasi kualitas di hulu secara efektif mampu mengeliminasi hambatan aliran nilai dan menciptakan lini produksi yang lebih responsif. Kata kunci: Lean Six Sigma, DMAI, 5 Whys Analysis, 4-Point System, Value Stream Mapping.
Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Jasa Transportasi Darat pada PT Gracias Anugerah Sejahtera (Gracias Shuttle) Endrian Dwi Susanto; Muhammad Celta Firdaus; Dinda Ghefira Suherman; Alika Audreya Davina
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to provide a comprehensive overview of the operational practices and business strategies of Gracias Shuttle, operated by PT Gracias Anugerah Sejahtera, in responding to the growing mobility demands of modern society in Indonesia. The primary focus of the research includes an analysis of organizational aspects, services offered, business development factors, and an evaluation of the company’s business strategy within the land transportation sector, particularly shuttle and tourism bus services.Using a descriptive approach, the findings indicate that Gracias Shuttle has successfully capitalized on market opportunities through service diversification, including parcel delivery, vehicle charter, and employee transportation services. Furthermore, financial analysis demonstrates strong profitability potential, with an estimated payback period that is relatively short, approximately 10.4 to 11 months per vehicle unit.Overall, the integration of operational excellence and adaptation to market dynamics serves as a key strategy for Gracias Shuttle in maintaining its position as a reliable transportation service provider in Indonesia. The study also offers strategic recommendations, including the development of application-based services and route expansion to enhance the company’s competitiveness in the future. Keywords: Transportation Management, Business Strategy, Gracias Shuttle, Service Diversification, Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai operasional dan strategi bisnis Gracias Shuttle, yang dioperasikan oleh PT Gracias Anugerah Sejahtera, dalam menghadapi tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat modern di Indonesia. Fokus utama penelitian mencakup analisis aspek organisasi, layanan yang ditawarkan, faktor pengembangan usaha, serta evaluasi strategi bisnis perusahaan dalam sektor transportasi darat, khususnya layanan shuttle dan bus pariwisata. Melalui pendekatan deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa Gracias Shuttle berhasil memanfaatkan peluang pasar melalui diversifikasi layanan seperti pengiriman paket, carter kendaraan, dan transportasi karyawan. Selain itu, analisis finansial menunjukkan potensi profitabilitas yang baik dengan estimasi waktu pengembalian modal (payback period) yang relatif singkat, yaitu sekitar 10,4 hingga 11 bulan per unit kendaraan. Secara keseluruhan, strategi integrasi antara keunggulan operasional dan adaptasi terhadap dinamika pasar menjadi kunci bagi Gracias Shuttle untuk mempertahankan posisinya sebagai penyedia jasa transportasi yang andal di Indonesia. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi strategis, termasuk pengembangan layanan berbasis aplikasi dan ekspansi rute untuk meningkatkan daya saing perusahaan di masa depan. Kata Kunci: Manajemen Transportasi, Strategi Bisnis, Gracias Shuttle, Diversifikasi Layanan, Analisis Investasi
Efektivitas Pijat Oketani Dan Pijat Oksitosin Terhadap  Pengeluaran Asi Pada Ibu Postpartum Nur Maila Khoiriyyah; Winarni
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama sangat penting bagi kesehatan ibu dan bayi, namun cakupannya di Indonesia masih rendah (±52%). Salah satu kendalanya adalah pengeluaran ASI yang kurang lancar pada ibu post partum, khususnya post seksio sesarea. Pijat oksitosin merangsang pelepasan hormon oksitosin yang berperan pada refleks let-down, sedangkan pijat oketani mampu meningkatkan elastisitas jaringan payudara dan mengeluarkan ASI. Tujuan : untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara pijat oketani dan pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasy experimental dengan rancangan posttest only control group. Sampel berjumlah 40 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, dibagi menjadi dua kelompok intervensi: pijat oketani dan pijat oksitosin. Masing-masing intervensi dilakukan satu kali selama 10–15 menit. Hasil pengeluaran ASI diamati dalam 24 jam setelah pijatan. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa 75% ibu pada kelompok oketani mengalami kelancaran ASI, sedangkan pada kelompok oksitosin hanya 40%. Uji Man-Whitney menunjukkan nilai p-value = 0,027, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antar kedua kelompok. Kesimpulan : pijat oketani lebih efektif dalam memperlancar pengeluaran ASI dan dapat menjadi pilihan intervensi nonfarmakologis yang direkomendasikan pada ibu postpartum. Kata Kunci: efektivitas, ibu postpartum, pijat oketani, pijat oksitosin   Abstract Background: Exclusive breastfeeding during the first six months is crucial for the health of both mother and baby. However, the coverage in Indonesia remains low (approximately 52%). One of the obstacles is insufficient breast milk production in postpartum mothers, particularly those who have undergone cesarean sections. Oxytocin massage stimulates the release of the hormone oxytocin, which plays a role in the let-down reflex, while Oketani massage can increase breast tissue elasticity and help facilitate milk expression. Objective: To compare the effectiveness of Oketani massage and oxytocin massage in promoting breast milk production in postpartum mothers. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a posttest-only control group. A total of 40 postpartum mothers were selected using consecutive sampling and divided into two intervention groups: Oketani massage and oxytocin massage. Each intervention was performed once for 10–15 minutes. Breast milk output was observed within 24 hours after the massage. Results: The study showed that 75% of mothers in the Oketani group experienced smooth breast milk flow, compared to only 40% in the oxytocin group. The Mann-Whitney test yielded a p-value of 0.027, indicating a significant difference between the two groups. Conclusion: Oketani massage is more effective in facilitating breast milk production and can be recommended as a non-pharmacological intervention for postpartum mothers. Keywords: Effectiveness, postpartum mothers, Oketani massage, oxytocin massage.
Resiliensi Siswa Gifted Putri Yohana Pongantung
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiliensi merupakan salah satu aspek psikologis yang penting dalam mendukung keberhasilan akademik, sosial, dan emosional siswa gifted. Meskipun memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, siswa gifted sering menghadapi berbagai tekanan seperti tuntutan akademik yang tinggi, ekspektasi dari lingkungan, sensitivitas emosional, serta potensi mengalami kesulitan dalam hubungan sosial. Kondisi tersebut menjadikan resiliensi sebagai faktor penting yang membantu siswa gifted dalam menghadapi tantangan dan mempertahankan kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, kajian mengenai resiliensi pada siswa gifted menjadi penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi pada siswa gifted berdasarkan temuan penelitian terkini. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dengan rentang tahun publikasi 2019–2024. Artikel yang diseleksi merupakan penelitian kuantitatif yang berfokus pada resiliensi siswa gifted di lingkungan pendidikan. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dengan total partisipan sebanyak 2.223 siswa gifted. Instrumen yang digunakan dalam berbagai penelitian meliputi Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), Self-Efficacy Scale, Emotional Intelligence Scale, Academic Motivation Scale, dan Social Support Scale. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa gifted umumnya memiliki tingkat resiliensi pada kategori sedang hingga tinggi. Resiliensi dipengaruhi oleh faktor internal seperti self-efficacy, regulasi emosi, motivasi intrinsik, konsep diri akademik, dan kecerdasan emosional, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang suportif, hubungan positif guru dan siswa, serta dukungan teman sebaya. Resiliensi juga berhubungan positif dengan prestasi akademik, kesejahteraan mental, kemampuan coping, dan adaptasi sosial. Oleh karena itu, pengembangan resiliensi perlu menjadi perhatian dalam pendidikan gifted melalui pendekatan yang holistik dengan melibatkan dukungan sekolah, keluarga, serta pengembangan keterampilan sosial-emosional siswa. Kata kunci: resiliensi, siswa gifted, ketahanan psikologis, pendidikan berbakat, kesejahteraan mental.   Abstract Resilience is an important psychological aspect in supporting the academic, social, and emotional success of gifted students. Although they possess high intellectual abilities, gifted students often face various pressures such as high academic demands, expectations from their environment, emotional sensitivity, and potential difficulties in social relationships. These conditions make resilience an essential factor that helps gifted students cope with challenges and maintain their psychological well-being. Therefore, studying resilience in gifted students is important to understand the factors that influence their psychological strength. This study aims to systematically analyze the factors influencing resilience in gifted students based on recent research findings. This study used the “Systematic Literature Review (SLR)” method referring to the “PRISMA” guidelines. Literature searches were conducted through the Google Scholar, PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases with a publication range from 2019 to 2024. The selected articles were quantitative studies focusing on the resilience of gifted students in educational settings. Based on the selection process, 12 articles met the inclusion criteria with a total of 2,223 gifted student participants. The instruments used across the studies included the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), Self-Efficacy Scale, Emotional Intelligence Scale, Academic Motivation Scale, and Social Support Scale. The findings indicate that gifted students generally have moderate to high levels of resilience. Resilience is influenced by internal factors such as self-efficacy, emotional regulation, intrinsic motivation, academic self-concept, and emotional intelligence, as well as external factors such as family support, supportive school environments, positive teacher–student relationships, and peer support. Resilience is also positively associated with academic achievement, mental well-being, coping ability, and social adaptation. Therefore, the development of resilience should become an important focus in gifted education through a holistic approach involving support from schools and families, as well as the development of students’ social and emotional skills. Keywords: resilience, gifted students, psychological resilience, gifted education, mental well-being.
Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Niat Beli Terhadap Keputusan Pembelian Kopi Kenangan di Wilayah Jabodetabek Erwinda Azizah Sidik; William Widjaja
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri kopi di Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek, mendorong persaingan yang semakin kompetitif antar pelaku usaha, termasuk Kopi Kenangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, dan niat beli terhadap keputusan pembelian konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 248 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas produk dan harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (p > 0,05), sedangkan niat beli berpengaruh positif dan signifikan (p < 0,05). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 12,5%. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian perilaku konsumen serta menjadi bahan pertimbangan praktis bagi perusahaan dalam merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif.Kata kunci: kualitas produk; harga; niat beli; Kopi Kenangan.Abstract The rapid growth of the coffee industry in Indonesia, particularly in Jabodetabek  area, has intensified competition among businesses, including Kopi Kenangan. This study aims to analyze the influence of product quality, price, and purchase intention on consumers’ purchase decisions. A quantitative approach was employed using a survey method involving 248 respondents, and the data were analyzed through multiple linear regression. The results indicate that partially, product quality and price do not have a significant effect on purchase decisions (p > 0.05), whereas purchase intention has a positive and significant effect (p < 0.05). Simultaneously, all three variables significantly influence purchase decisions, with a coefficient of determination of 12.5%. These findings are expected to contribute theoretically to the development of consumer behavior studies and provide practical insights for companies in formulating more effective marketing strategies.Keywords: product quality; purchase intention; purchase decision; Kopi Kenangan.
Dakwah Berbasis Kemanusiaan dan Transformasi Religius: Studi pada Komunitas Musawarah Eva Riyanty Lubis; Sholeh Fikri; Icol Dianto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena hijrah figur publik di era digital telah banyak dikaji dalam perspektif dakwah digital dan komodifikasi agama, namun masih terbatas penelitian yang menghubungkan dakwah berbasis kemanusiaan dengan transformasi religius dan partisipasi sosial dalam satu kerangka analitis yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dakwah berbasis kemanusiaan pada Komunitas Musawarah serta dampaknya terhadap transformasi religius dan partisipasi sosial anggotanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas komunitas serta dokumentasi digital yang bersumber dari konten media sosial, laporan kegiatan, dan publikasi komunitas, kemudian dianalisis menggunakan teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah berbasis kemanusiaan diwujudkan melalui integrasi kajian keislaman, aksi sosial, dan mobilisasi digital yang diperkuat oleh peran figur publik sebagai opinion leader. Transformasi religius anggota tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga tercermin dalam perubahan orientasi nilai dan peningkatan keterlibatan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model dakwah humanis yang transformatif dalam konteks komunitas urban kontemporer. Kata kunci: dakwah berbasis kemanusiaan, transformasi religius, partisipasi sosial, Musawarah, difusi inovasi.   Abstract The phenomenon of celebrity hijrah in the digital era has been widely examined from the perspectives of digital da'wah and religious commodification. However, limited studies have integrated humanitarian-based da'wah with religious transformation and social participation within a unified analytical framework. This study aims to analyze the implementation of humanitarian-based da'wah within the Musawarah Community (Muda Sakinah Mawaddah Warahmah) and its impact on members’ religious transformation and social participation. Employing a qualitative approach with a case study method, data were collected through observation and digital documentation derived from the community’s social media content and activity reports. The analysis was guided by Everett M. Rogers’ Diffusion of Innovation theory. The findings reveal that humanitarian-based da'wah is manifested through the integration of religious study sessions, social action programs, and digital mobilization, strengthened by the role of public figures as opinion leaders. Members’ religious transformation extends beyond symbolic change, reflected in shifts in value orientation and increased social engagement. This study contributes to the development of a transformative and humanistic da'wah model relevant to contemporary urban communities. Keywords: humanitarian-based da'wah, religious transformation, social participation, Musawarah, diffusion of innovation.
Perancangan Ulang Tataletak Fasilitas Produksi Menggunakan Metode Activity Relationship Chart (ARC) Dan Software Blocplan di. PT Sumber Jadi Mandiri Doni Irawan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redesigning production facility layouts is an essential effort to improve material flow efficiency and work productivity in manufacturing companies. PT Sumber Jadi Mandiri faces problems such as disorganized production flow, long material handling distances, and suboptimal processing time. This study aims to redesign the production facility layout to minimize material movement distance and improve operational efficiency. The methods used are the Activity Relationship Chart (ARC) to analyze the closeness relationships between activities and BLOCPLAN software to generate optimal layout alternatives. The results show that the proposed layout reduces total material handling distance and improves the smoothness of production flow compared to the existing layout. In addition, work process efficiency has significantly increased. Therefore, the application of ARC and BLOCPLAN methods proves to be effective in supporting the design of a more efficient and integrated facility layout. Keywords: Activity Relationship Chart, BLOCPLAN, facility layout, material flow, production efficiency Abstrak Perancangan ulang tata letak fasilitas produksi merupakan upaya penting untuk meningkatkan efisiensi aliran material dan produktivitas kerja di perusahaan manufaktur. PT Sumber Jadi Mandiri menghadapi permasalahan berupa aliran produksi yang tidak teratur, jarak perpindahan material yang panjang, serta waktu proses yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas produksi guna meminimalkan jarak perpindahan dan meningkatkan efisiensi operasional. Metode yang digunakan adalah Activity Relationship Chart (ARC) untuk menganalisis hubungan kedekatan antar aktivitas, serta software BLOCPLAN untuk menghasilkan alternatif tata letak yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak usulan mampu mengurangi total jarak perpindahan material dan meningkatkan kelancaran aliran produksi dibandingkan tata letak awal. Selain itu, efisiensi proses kerja mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, penerapan metode ARC dan BLOCPLAN terbukti efektif dalam mendukung perancangan tata letak fasilitas yang lebih efisien dan terintegrasi. Kata kunci: Activity Relationship Chart, BLOCPLAN, efisiensi produksi, tata letak fasilitas, aliran material.
Integration Of Project-Based Learning (PJBL) Learning Model And Kahoot Media In Learning To Writing Argumentation Texts For Students Of Grade XI SMA Negeri 1 Tompaso Nefie Rinda Lumintang; Sjuul Lendo; Justien RR Wuisang
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to improve the argumentative writing skills of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Tompaso through the integration of the Project Based Learning (PjBL) model and Kahoot media in learning to write argumentative texts. This research employed Classroom Action Research. The subjects of this study were 36 students of class XI at SMA Negeri 1 Tompaso. The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The data collection techniques used in this research included observation, interviews, argumentative writing tests, and documentation. The collected data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative analysis techniques. The results of this study indicate that the implementation of the integration of the Project Based Learning (PjBL) model and Kahoot media can improve students' argumentative writing skills in terms of both process and product for the eleventh-grade students of SMA Negeri 1 Tompaso. The improvement in the quality of the learning process can be seen from the increased roles of both teachers and students in the learning activities. This improvement is reflected in the emergence of positive responses, such as cooperation, enthusiasm among students, and a more conducive learning atmosphere. The improvement in the learning process ultimately had a positive impact on the improvement of the learning product. The improvement in the product can be seen from the increase in students' argumentative writing scores from Cycle I to Cycle II. The average score in Cycle I was 63.55%, while in Cycle II it increased to 88.22%. The increase in the average score from Cycle I to Cycle II was 24.67%. improvement, learning, writing, argumentative text, Project Based Learning (PjBL).
Integrating Minahasa Folklore Values Through Digital Media in Indonesian Language Learning: A Case Study at SMK Negeri 1 Tombariri Margareth Winokan; Santje Iroth; Grace S.Luntungan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the integration of Minahasa cultural values through digital media in Indonesian language learning at SMK Negeri 1 Tombariri. Employing a qualitative descriptive approach, the research focuses on the use of Canva digital posters in teaching the folklore "Kekekow Bird and Poor Girl" to tenth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that integrating Minahasa folklore with Canva effectively facilitates students' understanding and visualization of cultural values such as honesty, hard work, gratitude, and social solidarity (Mapalus). Students demonstrated improved reading, writing, and speaking skills, alongside enhanced creativity and digital literacy. The media's visual and interactive nature made learning more engaging and contextual, fostering a deeper appreciation for local culture. This study concludes that Canva is an effective pedagogical tool for transmitting cultural heritage and developing 21st-century competencies in language education.