cover
Contact Name
Novia Zalmita
Contact Email
noviazalmita@usk.ac.id
Phone
+628116873338
Journal Mail Official
noviazalmita@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : 30909147     EISSN : 30909139     DOI : -
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles 338 Documents
PENGARUH MODEL COLLABORATIVE CREATIVITY LEARNING (CCL) TERHADAP PROBLEM SOLVING ABILLITES (PSA) SISWA PADA MATERI MITIGASI BENCANA DI SMA BABUL MAGHFIRAH Damayanti, Rizki; Desfandi, Mirza; Afriyani, Mice Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i2.32262

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam membentuk generasi berbudaya, unggul dan siap dalam menghadapi era abad 21 saat ini. Pembelajaran abad 21 mengharuskan siswa untuk memiliki keterampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thingking), berfikir kreatif (creative thingking), keterampilan komunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration). Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan dalam penerapan model Collaborative Creativity Learning (CCL) terhadap Problem Solving Abilites (PSA) siswa pada materi mitigasi bencana di SMA Babul Maghfirah. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dalam penerapan model collaborative creativity learning (CCL) terhadap problem solving abillites (PSA) siswa pada materei mitigasi bencana di SMA Babul Maghfirah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan jenis quasi eksperimental design. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIC sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XIB sebagai kelas kontrol. Langkah-langkah penelitian yang dilaksanakan yaitu, melakukan uji validitas soal, memberikan pre-test, memberikan materi, membagikan LKPD, dan melihat pengaruh setelah penerapan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penerapan model collaborative creativity learning (CCL) terhadap problem solving abillites (PSA) siswa pada materi mitigasi bencana di SMA Babul Maghfirah dengan skor signifikan 1,89 1,68. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan kepada guru-guru geografi agar turut menggunakan model collaborative creativity learning (CCL) agar hasil belajar menjadi lebih baik.Kata Kunci: Model Pembelajaran, CCL, PSA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN PADA MATERI BIOSFER KELAS XI DI SMAN 1 LHOKSUKON Nurafni, Nurafni; Desfandi, Mirza; Jummi, Cut Vita Rajiatul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i2.34416

Abstract

Abstrak: Literasi lingkungan berarti kemampuan seseorang dalam melihat dan mengamati kondisi lingkungan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk meningkatkan literasi lingkungan adalah melalui proses pembelajaran, seperti penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan literasi lingkungan. Model pembelajaran berbasis masalah (PBL) berarti pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan solusi pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar berdasarkan aspek literasi lingkungan; (2) aktivitas guru dan siswa; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) respon siswa terhadap pembelajaran. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Lhoksukon yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan dengan pemberian tes, instrumen observasi aktivitas guru dan siswa, instrumen observasi keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa terhadap pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian adalah (1) persentase ketuntasan individu meningkat dari 60% pada siklus I menjadi 67% pada siklus II dan 83% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas pada siklus I menjadi 8 aktivitas pada siklus II dan 9 aktivitas pada siklus III. (3) Keterampilan mengajar dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,43 (kategori sedang) pada siklus I menjadi 3,50 (kategori baik) pada siklus II dan 3,80 (kategori sangat baik) pada siklus III. (4) Respon pembelajaran terdapat 10 orang yaitu 92% siswa menyatakan penerapan contoh pembelajaran problem based learning (PBL) sangat menyenangkan, menambah wawasan materi biosfer, dan berguna untuk pembelajaran geografi dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci : Penerapan, Model Problem Based Learning (PBL), Literasi lingkugan
HUBUNGAN SELF REGULATED LEARNING DAN MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Nabila, Nisa; Abdi, Abdul Wahab; Yulianti, Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i2.29464

Abstract

Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Namun, dalam penerapannya, motivasi perlu diimbangi dengan perencanaan serta strategi untuk menata rencana pembelajaran dengan baik, sehingga hasil belajar meningkat. Self regulated learning dan motivasi menjadi faktor internal yang paling kuat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self regulated learning dan motivasi dengan hasil belajar siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 107 siswa. Sampel yang diambil yaitu 51 siswa. Teknik pengumpulan sampel menggunakan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket. Teknik analisis data menggunakan korelasi ganda. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa hubungan antara self regulated learning dan motivasi dengan hasil belajar persamaan regresi ganda Y=37,2+0,19 +0,38 dapat diartikan kedua variabel bebas memberikan pengaruh positif terhadap variabel terikat. Koefisien korelasi self regulated learning dan motivasi dengan hasil belajar sebesar 0,42 cukup, korelasi self regulated learning dan hasil belajar sebesar 0,29 lemah, korelasi motivasi dengan hasil belajar sebesar 0,38 lemah, korelasi self regulated learning dan motivasi sebesar 0,31 lemah dan koefisien determinasi 17,6%. Hasil uji signifikansi menunjukkan (4,70) (3,19) pada taraf signifikan 5% sehingga tolak . Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara self regulated learning dan motivasi dengan hasil belajar siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh.Kata Kunci: hubungan, self regulated learning, motivasi, hasil belajar, geografi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X MAN 4 ACEH BESAR Amin, Maftuh; Azis, Daska; Yulianti, Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i2.34449

Abstract

Proses pembelajaran akan optimal apabila pendidik mampu merencanakan pelaksanaan pembelajaran, menyampaikan materi sampai mengadakan evaluasi. Selain pendidik, hasil belajar yang baik bergantung pada partisipasi siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar geografi pada siswa kelas X MAN 4 Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar geografi pada siswa kelas X MAN 4 Aceh Besar. Penelitian ini mengunakan metode pendekatan kuantitatif, jenis penelitan quasi eksperimental design dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X MAN 4 Aceh Besar yang berjumlah 163 siswa dengan pengambilan sampel dua kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol) melalui teknik Purposive Sampling dari lima kelas X yang tersedia. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X-4 sebagai kelas eskperimen dan kelas X-5 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan tes dan dokumentasi. Kemudian dianalisis mengunakan uji ANOVA, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan nilai thitung dan ttabel diketahui bahwa thitung ttabel atau 2,65 1,672 artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pengunaan model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar geografi pada siswa kelas X MAN 4 Aceh Besar
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN PADA SISWA SEKOLAH MTsN 2 ACEH BESAR Putra, Isvandi; Ruliani, Ruliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i2.32429

Abstract

Menjaga lingkungan tak hanya menjadi peran individu saja, sekolah juga memiliki peran yang sangat penting selaku salah satu elemen dari masyarakat yang berfungsi sebagai sarana edukasi dan sekolah juga diharapkan mampu membangkitkan kepekaan generasi muda dalam menjaga lingkungan. Demi menciptakan wawasan masyarakat mengenai kesadaran lingkungan ini, Menteri Lingkungan Hidup mengeluarkan Program Adiwiyata di berbagai lembaga salah satunya di lingkungan sekolah. Program Adiwiyata ini merupakan program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Rumusan penelitian dalam penelitian ini ialah bagaimana implementasi program adiwiyata di MTsN 2 Aceh? dan Bagaimana Perilaku Ramah Lingkungan pada siswa MTsN 2 Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program adiwiyata di sekolah MTsN 2 Aceh Besar dan menganalisis bagaimana perilaku ramah lingkungan pada siswa di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini ialah 670 siswa dan 67 guru dengan mengambil sampel sebanyak 67 siswa dan 6 responden guru menggunakan Teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner yang dibagikan kepada 6 responden guru untuk melihat implementasi program adiwiyata di MTsN 2 Aceh Besar dan kepada 67 responden siswa untuk melihat perilaku ramah lingkungan pada siswa. Perhitungan hasil angket kuesioner dihitung menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) implementasi program adiwiyata di MTsN 2 Aceh Besar sudah diimplementasi dengan baik namun belum optimal yang dibuktikan oleh 50% responden (2) perilaku ramah lingkungan pada siswa di sekolah yaitu berada pada kategori tinggi dengan persentase 43,28% berada pada ketegori tinggi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BERBASIS GOOGLE CLASSROOM TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 MEUKEK Syam, Indah Sukma; Aziz, Daska; Furqan, Muhammad Hafizul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i2.28866

Abstract

The lack of optimization in the teaching models used by teachers has led to low student learning outcomes. This is evident from students' difficulties in answering exam questions, which affect their learning efficiency and performance. Selecting an appropriate teaching model is crucial for enhancing students' understanding of the material. This study aims to determine the effect of the inquiry-based learning model using Google Classroom on the geography learning outcomes of 11th-grade social science students at SMA Negeri 1 Meukek. This research employs a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically the nonequivalent control group design. The study population consists of 11th-grade students, with purposive sampling selecting class XI IPS 1 as the experimental group and XI IPS 2 as the control group. Data was collected through multiple-choice tests, while data analysis techniques included normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing. The results showed that the average pre-test and post-test scores for the experimental class were 50.5 and 77.25, while the control class scored 48.5 and 72.5, respectively. The t-test results indicated that tcount = 2.07 was greater than ttable = 1.68, leading to the acceptance of Ha. Thus, the inquiry-based learning model using Google Classroom is proven to be more effective in improving student learning outcomes compared to the small group discussion model. Therefore, this model can be considered an alternative for geography learning to enhance students' understanding and academic achievement.Kurangnya optimalisasi model pembelajaran yang digunakan oleh guru menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari kesulitan siswa dalam menjawab soal ujian, yang berdampak pada efisiensi dan hasil belajar mereka. Pemilihan model pembelajaran yang tepat sangat penting untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry berbasis Google Classroom terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Meukek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI, dengan teknik purposive sampling yang menentukan kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda, sedangkan teknik analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen adalah 50,5 dan 77,25, sedangkan kelas kontrol 48,5 dan 72,5. Hasil uji-t menunjukkan thitung = 2,07 lebih besar dari ttabel = 1,68, sehingga Ha diterima. Dengan demikian, model pembelajaran inquiry berbasis Google Classroom terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan model diskusi kelompok kecil. Oleh karena itu, model ini dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran geografi untuk meningkatkan pemahaman dan prestasi siswa.
HUBUNGAN NILAI MICRO TEACHING DAN NILAI MAGANG KEPENDIDIKAN III DENGAN KOMPETENSI MENJADI GURU GEOGRAFI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Hikmawan, Hari; Maulidian, Muhammad Okta Ridha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i4.34512

Abstract

Persiapan tenaga pendidik yang berkompeten akan terus berkembang sesuai kebutuhan zaman. Guru yang berkompeten ialah guru yang memiliki kompetensi sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Untuk menjadi guru yang berkompeten mahasiswa melaksanakan program prajabatan micro teaching dan magang kependidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara nilai micro teaching dan nilai magang kependidikan III dengan kompetensi menjadi guru geografi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini dilakukan pada populasi agar dapat merepresentasikan sifat seluruh elemen dalam wilayah penelitian yakni seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang telah menyelesaikan program magang kependidikan III berjumlah 65 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan tes. Analisis data menggunakan statistik korelasi ganda, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,11 termasuk kategori hubungan sangat lemah dengan koefisien determinasi (R2) = 1,21%. Hasil uji signifikansi diperoleh Fhitung = 0,38 dan Ftabel = 3,15 pada taraf signifikan 5%. Hasil tersebut membuktikan bahwa Fhitung Ftabel sehingga Ha ditolak, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nilai micro teaching dan nilai magang kependidikan III dengan kompetensi menjadi guru geografi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY BERBANTUAN E-MODUL TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Hidayati, Sulfida; Azis, Daska; Ruliani, Ruliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i4.28564

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum provides flexibility and autonomy in the learning process, allowing students to engage actively based on their potential and characteristics. One effective strategy to support this approach is the use of an appropriate learning model, such as Guided Inquiry assisted by an E-Module. This study aims to determine the effect of using the Guided Inquiry learning model assisted by an E-Module on the geography learning outcomes of grade X social studies students at SMA Negeri 7 Banda Aceh. The research applied a Quasi-Experimental Design with a quantitative approach. The population consisted of all tenth-grade students, and the sample was selected using purposive sampling. Data were collected through pre-tests and post-tests administered to students, and the data were analyzed using a t-test. The results revealed that the t-count value (2.13) was greater than the t-table value (1.72) at a significance level of 0.05 with degrees of freedom (df) = 70. Thus, the null hypothesis (H) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. These findings indicate that there is a significant influence of the Guided Inquiry learning model assisted by an E-Module on students' learning outcomes. This model successfully fosters an active, interactive, and engaging learning environment and helps students gain a deeper and more contextual understanding of geographic concepts.Penerapan Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam proses pembelajaran, di mana siswa didorong untuk aktif, kreatif, serta belajar sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Dalam rangka menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa, pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi sangat penting. Salah satu model pembelajaran yang efektif adalah Guided Inquiry yang dibantu dengan penggunaan E-Modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Guided Inquiry berbantuan E-Modul terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X IPS di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di sekolah tersebut, dan pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Data dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui signifikansi pengaruh model pembelajaran yang diterapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,13 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,72 pada taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) = 70. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Guided Inquiry berbantuan E-Modul terhadap hasil belajar siswa. Model ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geografi serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Hubungan Kedisiplinan Dan Minat Baca Dengan Hasil Belajar Geografi Pada Siswa Kelas XI IPS Di SMA Negeri 1 Darul Imarah Aini, Qurrata; Zalmita, Novia; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i4.27699

Abstract

Learning outcomes are determined by various internal and external factors. Discipline and reading interest are internal factors that influence students' learning outcomes. This study aims to determine the relationship between discipline and reading interest with geography learning outcomes among 11th-grade social science students at SMAN 1 Darul Imarah. This research employs a quantitative approach with an Ex-post Facto research type that is descriptive-correlational in nature. The population in this study consists of 70 students at SMAN 1 Darul Imarah, with a sample of 44 students selected using purposive sampling. Data collection techniques used in this study include questionnaires. The questionnaire used consists of a Guttman scale to measure discipline and a Likert scale to measure reading interest, with closed-ended questions where the answers are predetermined. The data analysis technique used is multiple correlation analysis. The results show that the correlation coefficient between discipline and learning outcomes is 0.04 (very low), the correlation coefficient between reading interest and learning outcomes is 0.03 (very low), the correlation between discipline and reading interest is 0.44 (moderate), and the correlation between discipline and reading interest with learning outcomes is 0.05 (very low). The coefficient of determination (R) is 0.23%, meaning that 99.77% of the variance in learning outcomes is influenced by other factors not included in this study. The significance test results show that Fcount (0.05) Ftable (3.23) at a 5% significance level, leading to the acceptance of H, meaning that there is no significant relationship between discipline and reading interest with geography learning outcomes among 11th-grade social science students at SMAN 1 Darul Imarah.Keberhasilan hasil belajar ditentukan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Kedisiplinan dan minat baca menjadi faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedisiplinan dan minat baca dengan hasil belajar geografi pada siswa Kelas XI IPS di SMAN 1 Darul Imarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian Ex-post Facto yang bersifat deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa pada SMAN 1 Darul Imarah yang berjumlah 70 orang. Sampel yang diambil adalah 44 orang. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket). Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berbentuk skala Guttman untuk mengukur kedisiplinan dan skala Likert untuk mengukur minat baca dengan pertanyaan bersifat tertutup yaitu jawaban atas pertanyaan sudah disediakan. Teknik analisis data menggunakan korelasi ganda. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh korelasi kedisiplinan dengan hasil belajar 0,04 (sangat rendah), nilai koefisien korelasi minat baca dengan hasil belajar 0,03 (sangat rendah), korelasi kedisiplinan dengan minat baca 0,44 (sedang), dan korelasi kedisiplinan dan minat baca dengan hasil belajar 0,05 (sangat rendah). Koefisien determinan (R2) = 0,23% selebihnya 99,77% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian. Hasil uji signifikansi menunjukkan Fhitung (0.05) Ftabel (3,23) pada taraf signifikan 5% sehingga terima H0 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan dan minat baca dengan hasil belajar geografi pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Darul Imarah.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN KEAKTIFAN BERORGANISASI INTRA KAMPUS DENGAN KOMPETENSI SOSIAL MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI ANGKATAN 2018-2019 FKIP USK Priscilla, Chika; Aziz, Daska; Desfandi, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i4.27706

Abstract

Good social competence is an expectation for every student, including students of the Geography Education Department, Class of 2018-2019, FKIP USK. In both academic and social environments, students often face various challenges, one of which is a lack of self-confidence in social interactions. This study aims to determine whether there is a significant relationship between self-efficacy and participation in intra-campus organizations with students' social competence. The research method used is a quantitative approach with a correlational research design. The population in this study consisted of 99 students from the Geography Education Department, Class of 2018-2019, FKIP USK. Data collection was conducted using a questionnaire. Data analysis was carried out through simple linear regression tests and significance tests with a 5% significance level. The results of the study indicate that the simple linear regression equation obtained for the relationship between self-efficacy (X1) and social competence (Y) is 0.27, while the relationship between participation in intra-campus organizations (X2) and social competence (Y) is 0.24. These values indicate that both independent variables collectively have a weak relationship with the dependent variable. Furthermore, the significance test showed a Z value of 0.475, with the criterion that Zcount Ztable, leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha). This means there is a significant relationship between self-efficacy and participation in intra-campus organizations with the social competence of students in the Geography Education Department, Class of 2018-2019, FKIP USK, although the relationship found is relatively weak.Kompetensi sosial yang baik merupakan harapan bagi setiap mahasiswa, termasuk mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Angkatan 2018-2019 FKIP USK. Dalam lingkungan akademik maupun sosial, mahasiswa sering menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah kurangnya rasa percaya diri dalam berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan keaktifan berorganisasi intra kampus dengan kompetensi sosial mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 99 mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Angkatan 2018-2019 FKIP USK. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan melalui uji regresi linier sederhana dan uji signifikansi dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan regresi linier sederhana yang diperoleh untuk hubungan antara efikasi diri (X1) dan kompetensi sosial (Y) adalah sebesar 0,27, sedangkan hubungan antara keaktifan berorganisasi intra kampus (X2) dan kompetensi sosial (Y) adalah sebesar 0,24. Nilai ini menunjukkan bahwa kedua variabel bebas secara bersama-sama memiliki hubungan yang lemah terhadap variabel terikat. Selanjutnya, uji signifikansi menunjukkan nilai Z sebesar 0,475 dengan ketentuan Zhitung Ztabel, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan keaktifan berorganisasi intra kampus dengan kompetensi sosial mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Angkatan 2018-2019 FKIP USK, meskipun hubungan yang ditemukan tergolong lemah.

Page 2 of 34 | Total Record : 338