cover
Contact Name
Zulqoidi R. Habibie
Contact Email
master.literaindo@gmail.com
Phone
+6281378894435
Journal Mail Official
master.literaindo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Darma Bakti, Lrg. Herman Zein, RT.016 RW.004, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Master of Pedagogy and Elementary School Learning
ISSN : -     EISSN : 31095577     DOI : https://doi.org/10.63461/mapels
Core Subject : Education,
Master of Pedagogy and Elementary School Learning (MAPELS) adalah Jurnal yang berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan inovasi dalam bidang pedagogi dan pembelajaran khusus di tingkat sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan, gagasan, dan pengalaman terkait metode pengajaran, strategi pembelajaran, serta isu-isu terkini dalam pendidikan dasar. Jurnal ini menerima artikel yang mencakup penelitian empiris, studi literatur, kajian teoritis, dan praktik terbaik dalam konteks pedagogi dan pembelajaran di sekolah dasar.
Articles 75 Documents
Peningkatan proses dan hasil belajar bahasa indonesia menggunakan model cooperative integrated reading and composition (CIRC) di kelas II SDN 45/II Teluk Panjang Handriana, Maya; Guswita, Reni; Apdoludin, Apdoludin
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.181

Abstract

Hasil belajar yang buruk di kelas II menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis di kelas II di SDN 45/II Teluk Panjang dapat meningkatkan proses belajar dan hasil belajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia”. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus terdiri dari dua sesi dengan fase perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tujuh belas siswa kelas II menjadi subjek penelitian ini. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi penilaian hasil belajar, pencatatan, dan observasi. Soal ujian digunakan untuk mengukur kemajuan siswa, lembar observasi guru berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam mengamati proses pembelajaran, dan lembar observasi siswa berfungsi sebagai panduan bagi siswa dalam mengamati proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “penggunaan model pembelajaran membaca dan menulis kooperatif terpadu dapat meningkatkan pengalaman dan hasil belajar siswa dalam bahasa Indonesia. Pengamatan guru meningkat dari 87% pada siklus I dengan kategori sangat baik menjadi 92% pada siklus II dengan kategori sangat baik, menunjukkan hal ini. Selain itu, lembar pengamatan siswa pada siklus I memiliki kategori baik sebesar 71%, dan lembar pengamatan siswa pada siklus II memiliki kategori sangat baik sebesar 80% . Hasil tes menunjukkan bahwa skor siswa meningkat pada siklus I sebesar 72% dalam kategori baik dan pada siklus II sebesar 83% dalam kategori yang sama”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas dua di SDN 45/II Teluk Panjang dapat memperoleh manfaat dari penggunaan model pembelajaran membaca dan menulis terpadu kooperatif baik dalam proses pembelajaran maupun hasil belajar bahasa Indonesia.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Teams Games Tournament pada Kelas VI di SDN 001/VIII Sungai Pandan Affandi, Toni; Subhanadri, Subhanadri; Habibie, Zulqoidi R.
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.207

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya kualitas dan hasil belajar IPAS pada 18 siswa kelas VI, di mana hanya 44,44% yang mencapai ketuntasan. Penyebabnya adalah metode pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru. Dengan menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam dua siklus, penelitian ini berhasil menunjukkan hasil positif. Keterampilan mengajar guru meningkat dari 78,5% menjadi 93%, sementara aktivitas siswa naik dari 69,5% menjadi 85,5%. Hasil belajar juga membaik secara signifikan, dengan jumlah siswa yang tuntas meningkat dari 12 orang (77,77%) pada siklus I menjadi 16 orang (83,33%) pada siklus II. Kesimpulannya, model TGT terbukti efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPAS di SDN 001/VIII Sungai Pandan dan dapat menjadi alternatif strategi mengajar yang inovatif
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Menggunakan Model Value Clarification Technique (VCT) Pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang Juniati, Endang; Megawati, Megawati; Abdulah, Abdulah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.229

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 Siklus yang terdiri dari 4 Pertemuan, setiap siklus dilaksanakan 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamata dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses dan hasil belajar IPAS di kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang.dengan jumlah siswa 16 orang diantaranya 9 siswa laki-laki dan 7 perempuan. Rincian hasil observasi guru pada siklus I dengan rata-rata sebesar 70% dengan kategori cukup baik dan pada siklus II sebesar 85% dengan kategori sangat baik. Hasil observasi siswa pada siklus I dengan Presentase sebesar 46,87 kategori kurang baik, sedangkan pada siklus II sebesar 78,12% kategori baik. Hasil belajar siswa siklus I 60%  dengan kriteria kurang baik dan tidak mencapai KKTP , pada siklus II 78,42% kriteria baik dan mencapai KKTP. Serta di simpulkan bahwa penggunaan model Value Clarification Technique dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDIT Al Akhyar Putri, Fella; Megawati, Megawati; Abdulah, Abdulah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.233

Abstract

This study aims to “determine the effects of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model on the learning interests of fourth-grade IPAS students at SDIT Al Akhyar.  This study used an experimental approach using a one-group pretest-posttest design”.  The research sample consisted of eighteen fourth-graders from class A.  Questionnaires were used to gather information on students' interest in learning both before (pretest) and after (posttest) the intervention.  With pretest scores averaging 75% and posttest scores averaging 82%, the findings demonstrated a considerable rise in students' motivation in studying.  “The null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted when the hypothesis test yielded a significance value (Sig.2-tailed) of 0.001 (p < 0.05)”.  According to this, the TGT cooperative learning model successfully raises students' interest in IPAS, indicating that it has the potential to be used as an alternate teaching strategy, especially for Indonesian economic activity materials.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Jigsaw Kelas V SDN 196/II Taman Agung Aulia, Zahratul; Sundahry, Sundahry; Guswita , Reni
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v.167

Abstract

Riset ini dilakukan  dengan tujuan meningkatkan keterlibatan siswa serta capaian belajar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 196/II Taman Agung, melalui penerapan model Jigsaw. Dasar dilaksanakannya penelitian ini adalah minimnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta pencapaian hasil belajarnya yang terindefikasi dari observasi awal. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan melalui 2 tahapan siklus. Tiap siklus, proses yang dilakukan mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi. Riset ini mengikutsertakan 20 siswa terdiri atas 8 laki-laki serta 12 perempuan. Alat penelitian berupa lembar pengamatan keaktifan siswa, uji hasil belajar, serta pendokumentasian. Pengolahan data dilaksanakan dengan cara deskriptif kuantitatif serta kualitatif. Temuan penelitian membuktikan bahwa adanya perbaikan keterlibatan aktif peserta didik berdasarkan nilai rata-rata skor 9 (kategori kurang aktif) menjadi lebih dari 13 (kategori cukup aktif) serta peningkatan ketuntasan hasil belajar dari 45% menjadi lebih dari 80%. Penerapan model Jigsaw menciptakan suasana belajar kolaboratif, memotivasi siswa untuk terlibat aktif, dan meningkatkan pemahaman konsep IPAS. Dengan demikian, model pembelajaran Jigsaw direkomendasikan sebagai upaya pembelajaran yang efektif dalam mengoptimalkan mutu pembelajaran di sekolah dasar
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Matematika Berbantu Media Audio Visual Kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang Hidayah, Hidayah; Hidayat, Puput Wahyu; Pitra, Dedek Helida
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v.179

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang berdasarkan rendahnya hasil belajar Matematika peserta didik, dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata hasil tes uji kompetensi peserta didik pada bulan oktober 2024, yaitu 65,7. Rata-rata nilai tersebut masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hal ini menunjukan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika. Oleh karena itu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantu media audio visual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan inkuiri terbimbing berbantu media audio visual pada mata pelajaran Matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang yang berjumlah 15 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model inkuiri terbimbing dan lembar tes belajar peserta didik. Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari jumlah persentase keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada skor penilaian indikator lembar observasi dan nilai maupun persentase hasil tes belajar peserta didik menggunakan model inkuiri terbimbing berbantu media audio visual. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain, keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran Matematika berkategori sangat baik dan hasil tes belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika mengalami peningkatan di atas KKTP yaitu 70, setelah diterapkan model inkuiri terbimbing. Hasil tes belajar rata-rata peserta didik pada siklus 1 adalah 65,3 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 8 peserta didik (53,3%) dan pada siklus 2 adalah 72,7 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 14 peserta didik (93,3%). Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari siklus 1 dan 2 hasil belajar peserta didik melalui penerapan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran Matematika. Penerapan model inkuiri terbimbing berbantu media audio visual dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar dan dapat membantu peserta didik agar tetap fokus dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi sehingga terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar.
Upaya Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Matematika Menggunkan Model Cooperative Learning Tipe STAD di Kelas IV SDN 74/II Tanah Periuk Nikmatunur, Sholati; Hidayat, Puput Wahyu; Hamzah, Iri
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.184

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal yang menunjukkan bahwa proses belajar siswa masih pasif, penelitian tindakan kelas dilakukan dengan siswa kelas IV di SDN 74/II Tanah Periuk. Penyampaian materi oleh guru tidak diterima dengan baik oleh banyak siswa. Siswa mengganggu siswa lain dengan masuk dan keluar dari kelas. Akibatnya, hasil belajar anak-anak menjadi buruk. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan model Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar di kelas IV SDN 74/II Tanah Periuk. Penelitian tindakan kelas (CAR) digunakan sebagai metodologi penelitian. Dua siklus penelitian dilakukan, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dua puluh lima siswa kelas IV SDN 74/II Tanah Periuk menjadi subjek penelitian. Penilaian hasil belajar, pencatatan, dan pengamatan merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Soal ujian, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa digunakan sebagai alat pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan pada semester kedua tahun ajaran 2024–2025. Hasil analisis data dari penelitian ini adalah sebagai berikut: “1) rata-rata proses pembelajaran siswa pada siklus I meningkat sebesar 54%, meningkat menjadi 84% pada siklus II; 2) persentase kelengkapan pembelajaran siswa meningkat sebesar 40% pada siklus I, meningkat menjadi 88% pada siklus II; dan 3) hasil pengamatan pengajaran guru meningkat sebesar 80,72% pada siklus I dan 92,30% pada siklus II. Oleh karena itu, penggunaan paradigma pembelajaran STAD dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran siswa kelas IV mata pelajaran matematika di SDN 74/II Tanah Periuk”.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Siswa kelas VI Menggunakan Metode Kooperatif Scramble  SDN 029/II Sungai Mancur Susilawati, Weni; Apdoludin, Apdoludin; Megawati, Megawati
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.190

Abstract

By using the Scramble cooperative learning approach, this project seeks to enhance the Natural Sciences and Social Sciences (IPAS) learning process and results for sixth-grade students at SDN 029/II Sungai Mancur. minimal learning achievement just 40% of 20 students met the Learning Objective Competency Criteria (KKTP) and minimal student participation during learning activities serve as the study's backdrop. The planning, execution, observation, and reflection phases make up each of the two cycles of this Classroom Action Research (CAR) project. Twenty sixth-grade students served as the research subjects, and the goal was to apply the Cooperative Scramble approach to IPAS instruction. Learning outcome assessments, recording, and observation were among the methods used to gather data. Both quantitative and qualitative descriptive methodologies were used to analyse the data. The results showed an improvement in both the learning process and outcomes. In terms of process, teacher and student engagement increased from “adequate” in cycle I to “good” in cycle II. Regarding learning outcomes, the average student score increased from 69.4 in cycle I to 82.5 in cycle II, with the percentage of mastery rising from 55% to 90%. The Cooperative Scramble method proved effective in enhancing student activity and understanding of IPAS concepts
Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Menggunakan Model Contextual Teaching and Learning Kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang Mutiroh, Mutiroh; Megawati, Megawati; Agrita, Tri Wera
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.197

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang yang dilatarbelakangi observasi awal yang menunjukan rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik, dapat dilihat berdasarkan nilai ratarata hasil tes uji kompetensi peserta didik pada pokok bahasan Bab 3 “Gaya di Sekitar Kita” yaitu 67. Rata-rata nilai tersebut masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hal ini menunjukan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Oleh karena itu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah model Contextual Teaching and Learning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).  Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang yang berjumlah 15 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning dan lembar tes belajar peserta didik. Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari jumlah persentase keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning pada skor penilaian indikator lembar observasi dan nilai maupun persentase hasil tes belajar peserta didik menggunakan model Contextual Teaching and Learning. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain, keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran IPAS berkategori sangat baik dan hasil tes belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS mengalami peningkatan di atas KKTP yaitu 70, setelah diterapkan model Contextual Teaching and Learning. Hasil tes belajar rata-rata peserta didik pada siklus 1 adalah 67,3 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 8 peserta didik (53,3%) dan pada siklus 2 adalah 75,3 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 14 peserta didik (93,3%). Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari siklus 1 dan 2 hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran IPAS. Penerapan model CTL dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar dan dapat membantu peserta didik agar tetap fokus dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi sehingga terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Quantum Teaching Pada Siswa Kelas IV SDN 12/II Empelu Jumita, Jumita; Megawati, Megawati; Avana, Nurlev
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.132

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada tingkat keterlibatan siswa dan hasil belajar siswa kelas IV di SDN 12/II Empelu pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Pengamatan awal menunjukkan bahwa guru tidak memberikan dukungan yang memadai kepada siswa dalam proses belajar, mengakibatkan pemahaman materi yang rendah dan rasio siswa-guru di bawah Kriteria Kemahiran Minimum (KKTP) sebesar 78. Hal ini menyoroti kebutuhan akan metode pengajaran inovatif dan menjanjikan untuk meningkatkan standar pengajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas Model Pendidikan Kuantum dalam meningkatkan proses dan hasil belajar. Perencanaan, implementasi, pengamatan, dan refleksi merupakan dua fase dari metode CAR. Sebanyak 13 siswa dari empat kelas di SDN 12/II Empelu menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui pengamatan kualitatif terhadap implementasi model dan evaluasi kuantitatif hasil belajar siswa menggunakan pretest dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa implementasi Model Pengajaran Kuantum oleh guru meningkat dari 79% menjadi 91%, proses belajar siswa meningkat dari 65% menjadi 80%, dan hasil belajar kognitif meningkat dari 65% menjadi 81%. Dengan demikian, pendekatan Quantum Teaching efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS bagi siswa kelas IV di SDN 12/II Empelu. Penelitian ini memberikan bukti bahwa inovasi pendidikan dapat secara signifikan meningkatkan prestasi dan kepuasan siswa.