cover
Contact Name
Zulqoidi R. Habibie
Contact Email
master.literaindo@gmail.com
Phone
+6281378894435
Journal Mail Official
master.literaindo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Darma Bakti, Lrg. Herman Zein, RT.016 RW.004, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Master of Pedagogy and Elementary School Learning
ISSN : -     EISSN : 31095577     DOI : https://doi.org/10.63461/mapels
Core Subject : Education,
Master of Pedagogy and Elementary School Learning (MAPELS) adalah Jurnal yang berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan inovasi dalam bidang pedagogi dan pembelajaran khusus di tingkat sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan, gagasan, dan pengalaman terkait metode pengajaran, strategi pembelajaran, serta isu-isu terkini dalam pendidikan dasar. Jurnal ini menerima artikel yang mencakup penelitian empiris, studi literatur, kajian teoritis, dan praktik terbaik dalam konteks pedagogi dan pembelajaran di sekolah dasar.
Articles 78 Documents
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Pada Siswa Kelas IV Di SDN 29/II Sungai Mancur Nugrah, Shinta Selina; Megawati, Megawati; Andriani, Opi
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.153

Abstract

Based on preliminary observations, classroom action research was conducted on fourth-grade students at SDN 29/II Sungai Mancur. The findings indicate that students' scientific learning outcomes are low, as seen by their cognitive learning successes falling short of the school's KKTP of 70.  Whereas students who have been reported to have finished have a percentage of 41.7% in science learning outcomes, those who have not completed have a proportion of 58.3%.  “Thus, the Think Pair Share (TPS) learning approach is the one that can enhance student learning outcomes.  The aim of this study was to ascertain how the Think Pair Share (TPS) Learning model may be applied to enhance the science learning process and outcomes in every cycle.  Classroom Action Research (CAR) is the research methodology employed.  The study was carried out in two cycles, with planning, action implementation, observation, and reflection included in each cycle.  Twelve fourth-grade children from SDN 29/II Sungai Mancur served as the research subjects.  Both qualitative and quantitative data were collected for this investigation”.  qualitative information in the form of student and teacher observation forms.  The proportion of teacher performance observation sheets, the percentage of student learning process observation sheets, and the % of student science learning outcome assessments using the Think Pair Share (TPS) learning model are the sources of quantitative data.  This study's findings include: 1) a 98.9% rating for “the Teacher Performance Process in science learning using the Think Pair Share (TPS) learning model, 2) a 79.1% rating for the Student Learning Process in science learning using the Think Pair Share (TPS) learning model, and 3) an increase in student learning outcomes in cycles I and II”.  Cycle II had a 16.6% increase in the score, with 83.3% of the total falling into the "Very Good" category, up from cycle I's 66.7% "Enough" category.  Applying the Think Pair Share (TPS) learning model can enhance the learning process for students and raise learning outcomes by assisting them in solving difficulties through discussion.
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Learning Cycle 5E Di Kelas IV SD Negeri 112/II Purwo Bakti Arisetya, Mutia; Subhanadri, Subhanadri; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.180

Abstract

Tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa yang rendah dalam pembelajaran IPAS, di mana interaksi dan partisipasi siswa selama proses belajar sangat minim, menjadi pendorong utama penelitian ini. Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran IPAS bagi siswa kelas empat di SD Negeri 112/II Purwo Bakti. Proyek penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus mencakup dua sesi dengan fase persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sebanyak 20 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian ini. Metode pengumpulan data meliputi penilaian hasil belajar, pencatatan, dan observasi. Analisis data menggunakan lembar observasi siswa dan soal ujian untuk mengukur kemajuan siswa, serta lembar observasi guru sebagai acuan untuk memantau proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Siklus 5E. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan 72,2% dalam “observasi guru pada siklus I dengan kategori cukup baik dan peningkatan 94,44% dengan kategori sangat baik. Selain itu, lembar observasi siswa pada siklus I memiliki penilaian 57,5% kategori cukup baik, sedangkan lembar observasi siswa pada siklus II memiliki penilaian 85% kategori baik. Hasil tes menunjukkan bahwa skor siswa meningkat pada siklus I, dengan 65% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori memuaskan, dan pada siklus II, 90% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran IPAS untuk siswa kelas IV di SD Negeri 112/II Purwo Bakti dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Siklus Pembelajaran 5E”.
Peningkatan  Proses dan Hasil Belajar  Matematika Menggunakan Model Kooperatif Tipe Take and Give di  Kelas IV SDN  138/II Daya Murni Puspitasari, Sisca; Putra, Randi Eka; Aldino, Aldino
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.186

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan proses belajar siswa kelas IV mata pelajaran matematika di SD Negeri 138/II Daya Murni yang kurang memuaskan. Teknik penelitian tindakan kelas (CAR) digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus meliputi fase perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester kedua tahun ajaran 2025 dan melibatkan 13 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui ujian hasil belajar, catatan lapangan, dokumentasi, dan observasi. Temuan menunjukkan bahwa hasil dan proses belajar siswa dapat ditingkatkan melalui paradigma pembelajaran kooperatif Take and Give. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran dari 46,61% pada siklus I menjadi 69,23% pada siklus II, sementara partisipasi guru dalam pengajaran meningkat dari 66,66% pada siklus I menjadi 73,33% pada siklus II. Selain itu, penguasaan siswa terhadap hasil belajar meningkat dari 76,92% pada siklus I menjadi 84,61% pada siklus II
Penerapan Model Inside Outside Circle Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa di Kelas V SD Negeri 12/II Empelu Ardila, Mutiara; Subhanadri, Subhanadri; Mufthi, Dhini
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.192

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi proses dan hasil belajar peserta didik di kelas V SDN 12/II Empelu masih rendah dalam pembelajaran. tujuan penelitian ini adalah meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS melalui model pembelajaran Inside Outside Circle. Penelitian tindakan kelas (CAR) adalah jenis penelitian yang dilakukan dalam studi ini. Sebanyak 25 siswa kelas lima dari SDN 12/II Empelu menjadi subjek penelitian; delapan di antaranya perempuan dan 17 di antaranya laki-laki. Peneliti melaksanakan dua siklus dalam implementasi penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di kelas lima SDN 12/II Empelu pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Hasil tes, dokumentasi, dan lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses dan hasil pembelajaran IPAS kelas lima di SDN 12/II Empelu dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Inside Outside Circle. Proses pembelajaran siswa pada siklus I memiliki kriteria baik dan sangat baik (72%) dan pada siklus II memiliki kriteria baik dan sangat baik (84%) dalam kategori baik, sementara kinerja pendidik pada siklus I memiliki kriteria baik dan sangat baik (70%) dalam kategori baik dan 90% dalam kategori sangat baik. Rata-rata skor pembelajaran siswa pada siklus I dan II, yang mencapai KKTP dengan persentase 52% dan 88% masing-masing, menunjukkan bahwa standar kriteria pencapaian target pembelajaran sebesar 72% telah terpenuhi. Untuk meningkatkan standar pendidikan ke depannya, perlu menerapkan dan memperluas penggunaan paradigma pembelajaran Inside Outside Circle dalam pengajaran IPAS.
Kolaborasi Numbered Head Together dan Ular Tangga: Strategi Inovatif Meningkatkan Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Aryana, Fino Risqi; Abdulah, Abdulah; Mufthi, Dhini
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.199

Abstract

Masalah hasil belajar dan proses belajar yang buruk hanya 10 siswa yang memperoleh skor 41,67% pada KKTP menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa “hasil belajar IPAS belum mencapai target 75 poin KKTP sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana pendekatan Numbered Heads Together, dikombinasikan dengan permainan ular tangga, meningkatkan proses dan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SDN 164/II Gapura Suci”. Dua puluh empat anak menjadi subjek penelitian dalam studi tindakan kelas ini. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dan peneliti mengadakan dua pertemuan dalam setiap siklus. Setiap siklus mencakup latihan perencanaan, implementasi tindakan, dan pada akhir siklus, observasi dan refleksi. Berdasarkan temuan, hasil dan proses pembelajaran IPAS kelas IV dapat ditingkatkan dengan menggunakan paradigma Numbered Heads Together bersama dengan permainan ular tangga. 1) Pada siklus II, pengamatan guru meningkat menjadi “76% pada pertemuan I dan 86% pada pertemuan II, dibandingkan dengan 62% dan 71% pada pertemuan I di siklus I. Pada siklus II, pengamatan siswa meningkat menjadi 75% pada pertemuan I dan 88% pada pertemuan II, dibandingkan dengan 63% dan 71% pada siklus I dan II, masing-masing. 2) Hasil belajar IPAS siswa meningkat dari 69,2% pada siklus I menjadi 80,8% pada siklus II”. Kesimpulannya, proses dan hasil belajar IPAS di kelas empat dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan paradigma Numbered Head Together bersama dengan papan ular tangga. 
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing Kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang Kamila, Tasya Sapa; Megawati, Megawati; Mufthi, Dhini
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.203

Abstract

Penelitian tindakan kelas pada peserta didik kelas V SDN 296 /VI Rantau Panjang yang dilatar belakangi observasi awal yang menunjukkan rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik dapat dilihat berdasarkan rata-rata hasil tes uji kompetensi peserta didik pada pokok bahasan magnet, listrik, dan teknologi untuk kehidupan yaitu 64. Rata-rata nilai tersebut masih dibawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hal ini menunjukkan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Oleh karena itu model pelajaran yang dapat meningkat hasil belajar peserta didikadalah model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang yang berjumlah 16 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model inkuiri terbimbing dan lembar tes belajar peserta didik Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari jumlah persentase keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada skor penilaian indikator lembar observasi dan nilai maupun persentase hasil tes belajar peserta didik menggunakan model inkuiri terbimbing. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain, keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPAS berkategori sangat baik dan hasil tes belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS mengalami peningkatan di atas KKTP yaitu 70, setelah diterapkan model inkuiri terbimbing. Hasil tes belajar rata-rata peserta didik pada siklus 1 adalah 66,9 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 9 peserta didik (56,25%) dan pada siklus 2 adalah 75 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 15 peserta didik (93,75%). Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari siklus 1 dan 2 hasil belajar peserta didik melalui penerapan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPAS. Penerapan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar dan dapat membantu peserta didik agar tetap fokus dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi sehingga terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar
Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Menggunakan Metode SAS (Struktural Analisis Sintesis) Pada Siswa Kelas II SDN 62/II Padang Lalang Juliani, Rani; Aprizan, Aprizan; Megawati, Megawati
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.204

Abstract

Tingkat kemampuan membaca awal yang rendah di kalangan siswa kelas II di SDN 62/II Padang Lalang, Kabupaten Bungo, merupakan masalah utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan pendekatan SAS (Structural Analysis Synthesis) untuk menggambarkan proses dan hasil kemampuan membaca awal siswa kelas II di SDN 62/II Padang Lalang. Proyek penelitian tindakan kelas ini terdiri dari "dua siklus, masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II 15 siswa dan satu guru di SDN 62/II Padang Lalang". Temuan penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran, guru memperoleh skor 76% pada pertemuan I siklus I dan 88% pada pertemuan II siklus I. Selain itu, proses guru meningkat menjadi 100% pada pertemuan I dan II siklus II.  Pada pertemuan I siklus I, proses belajar siswa mencapai 53%; pada pertemuan II siklus I, angka ini naik menjadi 66%, yang dianggap belum tercapai. Angka ini kemudian naik menjadi 80% pada pertemuan I siklus II dan 93% pada pertemuan II siklus II, yang dianggap tercapai. Hanya sembilan siswa, atau 60% dari total siswa, yang mencapai target pada ujian membaca pertama di siklus I, menurut hasil observasi. Tiga belas siswa, atau 87%, mencapai target dan dianggap berhasil di siklus II.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS di Kelas V dengan Menggunakan Model Number Heads Together di Mis Assu’udiyah Angraeni, Mariam; Sundahry, Sundahry; Hamzah, Iri
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.209

Abstract

Penelitian tindakan kelas pada siswa kelas kelas V Mis Assu’udiyah Muara bungo yang dilator belakangi obseervasi awal yang menunjukan rendahnya hasil belajar siswa, dapat dilihat berdasarkan nilai ujian semester ahir siswa kelas IV. rata-rata nilai yang di tetapkan tersebut masih di bawah Kriteria Pencapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang di tetapkan sekolah yaitu 75. Hal ini menunjukan masih rendahnya hasil belajar siswa pada nilai ujian semester akhir kelas IV tahun ajaran 2024/2025. Oleh karena itu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah Numbered Heasd Together (NHT). Tujuan penelitian ini Mendeskripsikan proses dan hasil belajar kognitif IPAS. Model penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sebjek penelitian ini di lakukan pada siswa kelas V Mis Assu’udiyah Muara Bungo yang berjumblah 17 siswa. Pengumpulan data yang digunakan peneliti ini ada observasi dan tes. Intrusmen pengumpulan data berupa lembar observasi keterlaksanaan model NHT siswa dan lembar soal tes hesil belajar kognitf IPAS. Hasil yang diperoleh penelitian ini pada lembar observasi guru siklus I sebesar 81,25% dan siklus II sebesar 93,75%, pada lembar observasi siswa pada siklus I sebesar 41,17% dan siklus sebesar II 91,16%. Dan hasil tes belajar IPAS siswa pada siklus I siswa yang mencapi KKTP sebesar 58,82% atau 10 dari 17 siswa, dan pada siklus II siswa yang mencapi KKTP sebesar 94,11% atau 16 dari 17 siswa. Hal ini menunjukan adanya peningkatan terhadap proses dan hasil belajar siswa.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Metode Struktural Analitik  Sintetik  Dikelas I SD Negeri 071/II Sungai Gambir Susanti, Julia; Agrita, Tri Wera; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.210

Abstract

Kemampuan membaca yang rendah pada siswa kelas 1 SD Negeri 071/II Sungai Gambir menjadi pendorong utama penelitian ini. Berdasarkan hasil ujian awal, 13 siswa (68%) mampu membaca dengan lancar, sedangkan hanya 6 siswa (31%) yang mampu membaca dengan sangat lancar. Penelitian ini menggunakan teknik Structural Analytic Synthetic (SAS) untuk meningkatkan keterampilan membaca awal. Penelitian Tindakan Kelas (PTC), yang dilakukan dalam dua siklus, menjadi metodologi penelitian yang digunakan. Setiap siklus terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, yang berlangsung selama dua pertemuan. Alat penelitian meliputi soal-soal tes membaca awal dan lembar pengamatan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) keterampilan membaca awal dapat ditingkatkan melalui penggunaan teknik Structural Analytic Synthetic. Peningkatan aktivitas pengajaran guru dari siklus I, yang memenuhi kriteria memuaskan 64% dan baik 70%, menjadi siklus II, yang memenuhi kriteria sangat baik 88% dan sangat baik 94%, menjadi bukti hal ini. Selain itu, persentase aktivitas pembelajaran meningkat dari 64% di siklus I menjadi 70%. “2) Secara umum, kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran membaca awal meningkat dari 68% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas satu di SD Negeri 071/II Sungai Gambir” dapat memperoleh manfaat dari teknik Structural Analytic Synthetic dalam hal kemampuan membaca awal mereka.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Project Based Learning di Kelas IV SDN 025/II Muara Bungo Santri, Annisa Kurnia; Sundahry, Sundahry; Andriani, Opi
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.212

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas IV di SDN 025/II Muara Bungo karena rendahnya keberhasilan belajar siswa yang disebabkan oleh belum berkembangnya proses ilmiah mereka, yang tercermin dari nilai rata-rata pembelajaran IPAS. Dari 13 siswa, hanya 5 yang mecapai kategori tuntas, sementara 8 siswa belum tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peningkatan proses dan hasil belajar kognitif siswa IPAS dengan menerapkan model pembelajaran PJBL pada kelas IV SDN 025/II Muara Bungo. Penelitian Tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yang mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/monitoring, dan refleksi. Dalam penelitian ini subjek penelitiannya yaitu 13 peserta didik kelas IV SDN 025/II Muara Bungo. Data dikumpulkan melalui lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan instrumen tes. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu: 1) proses belajar siswa dengan model PJBL di siklus I mencapai 69% masuk kategori cukup, kemudian meningkat 100% pada siklus II dengan kategori sangat baik, 2) pelaksanaan model Project-Based Learning oleh guru dalam proses pembelajaran meningkat dari 75% pada siklus I menjadi 96% pada siklus II, 3) hasil pembelajaran kognitif pada mata pelajaran IPAS meningkat dari 67% menjadi 91% pada setiap siklusnya. Kesimpulan dalam penelitian ini menampakkan bahwa model PJBL dapat memperbaiki aktivitas dan kerjasama peserta didik, sehingga mengembangkan proses ilmiah mereka dan meningkatkan keberhasilan belajar.