cover
Contact Name
Sastrawan
Contact Email
lppm.uniqhba@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm.uniqhba@gmail.com
Editorial Address
Jln. H. Badaruddin – Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia 83562
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda
ISSN : 23549777     EISSN : 26148420     DOI : https://doi.org/10.37824/jkqh
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health, including health administration, public health, nursing, obstetrics, pharmacy, medicine, and other related field. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter.
Articles 181 Documents
Pengaruh Kompetensi Komunikasi Interpersonal Perawat terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Puskesmas Harlina; Irwan Hadi; Lalu Dedy Supriyatna; Dewi Nur Sukma Purqoti; Gusti Ayu Putu Intan
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i2.2023.536

Abstract

Puskesmas memiliki peran penting dalam peningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebagai pelayanan dasar, perawat harus memiliki skill terapeutik sehingga pasien puas pada perawatan yang diberikan salah satunya adalah kompetensi komunikasi interpersonal. Namun karena keluhan pasien ringan dengan jumlah yang banyak, sehingga perawat kadang mengabaikan komunikasi interpersonal. Pengukuran kemampuan komunikasi interpersonal perawat penting untuk meningkatkan kepuasan pasien rawat inap di puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan memaksimalkan kemampuan komunikasi interpersonal perilaku perawat saat memberikan asuhan keperawatan pasien. Sampel sebanyak 30 perawat rawat inap dengan sebelumnya dilakukan observasi awal penelitian dan setelah diajarkan kompetensi komunikasi interpersonal. Hasil analisis Paired T Test p-value 0,002 dengan demikian ada pengaruh antara komunikasi interpersonal perawat terhadap kepuasan pasien di puskesmas.
GAMBARAN PERESEPAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DI APOTEK MITRA BANJARMASIN PERIODE FEBRUARI 2023 Akhirullah, Muhammad Maulana; Pratiwi, Endah Agustia; Khairunnisa; Alfisyahr, Nurul Hikmah; Wasilah; Normaidah
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah penyebab kematian yang banyak tidak disadari. Tanda vital dari hipertensi adalah sistol per diastole lebih dari sama dengan 140/90 mmHg setelah pembacaan berkala. Pengobatan hipertensi meliputi terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Penggunaan farmakoterapi obat antihipertensi. Ada berbagai golongan antihipertensi yang digunakan oleh pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin dan usia serta variasi peresepan obat antihipertensi pada pasien Apotek Mitra Banjarmasin periode Februari 2023 dengan metode non eksperimen melalui metode deskriptif dengan mengumpulkan data retrospektif resep antihipertensi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh resep pasien hipertensi (140 resep) yang diberikan kepada pasien selama periode Februari 2023 di Apotek Mitra Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin, wanita lebih banyak diresepkan obat antihipertensi yaitu sebanyak 81 resep (57,86%), sedangkan berdasarkan kriteria usia, sebagian besar resep obat antihipertensi pasien hipertensi berusia >65 tahun (34,28%) dan amlodipine adalah obat dengan tingkat tertinggi sebanyak 24,29%.
Efektivitas Media Film Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Karies Gigi pada Anak Stunting Sari, Emilda; Salamah, Siti; Amperawati, Metty
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i2.2023.556

Abstract

Kekurangan nutrisi secara kronis memicu adanya kondisi stunting. Stunting mempengaruhi kesehatan gigi pada anak termasuk penyakit karies. Upaya penyuluhan perlu digalakkan untuk meminimalisasi dampak berkepanjangan dari stunting dan karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media film animasi terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang karies pada anak dengan stunting. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest and posttest dengan jumlah responden 38 orang tua anak stunting. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Pengukuran dilakukan melalui kuesioner dan menganalisis data dengan menggunakan uji normalitas serta Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan karies gigi orang tua anak stunting sesudah diberikan perlakuan mampu memperoleh rata-rata nilai sebesar 13,71 dengan nilai minimum 3 dan maksimum 18, dibandingkan sebelumnya yang hanya memperoleh nilai minimum 4 dan maksimal 12. Menurut analisis data dengan menggunakan tool SPSS 22.0, nilai p-value Wilcoxon test menghasilkan nilai 0.000. Berdasarkan hasil ini, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan menjadi lebih baik dari sebelum adanya perlakuan media film animasi. Sehingga media film animasi ini efektif digunakan sebagai media untuk penyuluhan kesehatan gigi sebagai Upaya dalam rangka mengurangi risiko karies gigi pada anak stunting.
Korelasi Efektifitas Terapi Ceftriaxone Terhadap Outcome Klinis pada Pasien Balita Community Acquired Pneumonia (CAP) ) Apriliany, Fitri; Fanny Dwi Febriyana; Umboro, Recta Olivia; Bimmaharyanto , Dedent Eka
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i2.2023.570

Abstract

Masalah kesehatan utama di Indonesia adalah penyakit infeksi. Community acquired pneumonia (CAP) merupakan salah satu penyakit infeksi yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit. CAP termasuk urutan ke 3 penyebab kematian balita. Sehingga, pada program pencegahan dan pengendalian ISPA difokuskan pada pengendalian pneumonia pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi efektifitas terapi antibiotic ceftriaxone terhadap outcome klinis pada pasien balita CAP. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien balita usia 0-5 tahun, diagnosa CAP dan sedang dirawat inap. Kriteria eksklusi adalah pasien yang memiliki komplikasi penyakit pneumonia dan usia lebih 5 tahun. Data sosio-demografi, gambaran terapi antibiotik CAP digambarkan secara deskriptif dan analisis korelasi efektifitas terapi antibiotik terhadap outcome menggunakan uji Spearrman. Responden pada penelitian ini sebanyak 70 pasien yang didominasi oleh perempuan (53%) dengan usia 0 hari sampai kurang 2 tahun (64%). Jenis terapi yang digunakan adalah ceftriaxone (81,5%), cefixime (1,4%), cefotaxime (7,1%) dan ampicillin (10%). Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ceftriaxone terhadap outcome klinis pasien yang artinya pemberian ceftriaxone efektif dalam mencapai outcome membaik. Selain itu, tingkat keeratan hubungan (korelasi) yang lemah, tanda korelasi positif memiliki makna bahwa kedua variabel memiliki arah hubungan yang berpola searah (p= 0,001, r= 0,395).
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA POSBINDU DESA BABAKAN ASEM KABUPATEN TANGERANG Wiksuarini, Erwin; Beti Haerani2; Maulin Halimatunnisa; Amalia Mastuty; Muhammad Amrullah
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan usia yang berisiko tinggi terhadap penyakit degeneratif seperti penyakit jantung coroner (PJK), hipertensi, diabetes mellitus dan kanker. Salah satu penyakit yang dialami oleh lansia adalah hipertensi. Hipertensi sering disebut sebagai pembunuh terselumbung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Posbindu Desa Babakan Asem Kabupaten Tangerang. Desain penelitian ini adalah Analitik korelasional dengan metode cross sectional. Populasi semua lansia di Desa Babakan Asem Kabupaten Tangerang sejumlah 35 responden. Tehnik sampling menggunakan Total Sampling dengan sampel 35 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi dengan pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistik menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian hampir setengahnya aktivitas fisik adalah aktivitas ringan 16 responden (45,7%), responden memiliki hipertensi sedang 23 responden (65,7%). Uji rank spearman menunjukan bahwa nilai signifikansi 0,000 < alfa (0,05), sehingga Ho ditolak. Peneltian ini dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Posbindu Desa Babakan Asem Kabupaten Tangerang. Dari hasil penelitian ini, responden lebih aktif dan termotivasi untuk melakukan cara pencegahan hipertensi.
PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA DI ATAS 6 BULAN SAMPAI 24 BULAN DI DESA MUNCAN : MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT GIVING COMPLETE FOODS FOR BREAST MILK FOR BABIES OVER 6 MONTHS TO 24 MONTHS IN MUNCAN VILLAGE Ismiati; Fuji Khairani; Leni Via Andini; Vera Yulandasari
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Complementary food for breast milk (MP-ASI) is food or drink that contains nutrients and is given to babies or children aged 6-24 months, to meet nutritional needs other than breast milk. MP-ASI is given according to the age of the toddler, namely MP-ASI for babies aged 6-9 months, MP-ASI for babies aged 9-12 months and MP-ASI for babies aged 12-24 months (Abeng & Hardiyanti, 2019). The aim of this research is to determine mothers' knowledge about providing complementary breast milk to babies aged over 6 months to 24 months in Muncan Village, Kopang District, Central Lombok Regency, in 2023. The research used in this research is a descriptive method. This research focused on finding out mothers' knowledge about giving MP-ASI to babies aged over 6 months to 24 months. The sample collection technique used purposive sampling. This research instrument uses a questionnaire. The results of research on maternal knowledge regarding giving complementary foods to breast milk for babies aged over 6 months to 24 months showed that 20 respondents (60.6%) had poor knowledge, followed by 8 respondents (24.2%) who had sufficient knowledge and 8 respondents (24.2%) who had good knowledge. 5 respondents (15.2%). Based on research conducted in Muncan Village, Kopang District, Central Lombok Regency, it was concluded that: 20 respondents (60.6%) had less knowledge about providing complementary breast milk (MP-ASI).
Faktor Penyebab Kurang Aktifnya Lansia Dengan Hipertensi Dalam Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Lalu Muhammad Sadam Husen; hardiansah, yayan; Vera Yulandasari
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i1.2024.582

Abstract

Latar belakang: Saat ini, hipertensi adalah penyakit terbanyak yang diderita oleh orang dewasa yang belum banyak diketahui sebagai penyakit yang berbahaya. Namun, hipertensi juga disebut sebagai "pencuri diam-diam" atau "pencuri tanpa nama" karena anak-anak yang mengkonsumsi obat hipertensi menganggap penyakitnya ringan dan tidak mengalami keluhan apa pun. Tujuan: Dalam penelitian ini diharapkan keaktifan lansia dalam melakukan pengobatan secara rutin di layanan kesehatan.  Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. 183 responden yang menderita hipertensi dan pernah mengunjungi Puskesmas Bagu dipilih secara acak. Metode pengumpulan data adalah dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian: didapatkan Nilai p untuk tingkat pengetahuan adalah 0,000, nilai p untuk akses puskesmas adalah 0,049, nilai p untuk peran petugas kesehatan adalah 0,030, dan nilai p untuk dukungan keluarga adalah 0,005. Untuk penyebab peran tokoh masyarakat, nilai p adalah 0,000. Kesimpulan: Kurangnya Kesadaran lansia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dikarenakan oleh kurangnya pengetahuan yang mereka miliki, akses ke puskesmas yang kurang baik, dan kurangnya dukungan keluarga.
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Gastritis di UGD Puskesmas Eyat Mayang muqarrobin, aoladul; D. Mustamu Qamal Pa’ni; Maulin Halimatunnisa; L. Hersika Asmawariza; Iwan Wahyudi; Bq. Fitrihan Rukmana; Erwin Wiksuarini; Amalia mastuty
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i2.2023.586

Abstract

ABSTRAK Gastritis merupakan proses inflamasi atau gangguan yang disebabkan karena adanya faktor iritasi serta infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Kejadian gastritis telah mecapai 1,8 juta hingga 2,1 juta penduduk pada setiap tahunnya di dunia. Indonesia termasuk ke dalam sepuluh kasus terbanyak didunia. Pada pasien rawat inap di RS maupun di Puskesmas dengan jumlah kasus sebanyak 30.154 (4,9%). Tujuan: mengetahui apakah terdapat hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada pasien yang mendapatkan pelayanan di UGD Puskesmas Eyat Mayang. Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode korelasional dengan jenis penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi makan, jumlah makan dan jenis makanan terhadap kejadian gastritis dengan nilai P= 1.000 berarti >0.05. Hal ini disebabkan oleh karena adanya faktor lain yang mempengaruhi kejadian gastritis, seperti adanya faktor gaya hidup dan faktor resiko lainnya   Kata kunci: Pola Makan, Gastritis   ABSTRACT   Background: Gastritis is an inflammatory process or disorder caused by irritation and infection of the gastric mucosa and submucosa. The incidence of gastritis has reached 1.8 million to 2.1 million people every year in the world. Indonesia is among the ten most cases in the world. Inpatients in hospitals and community health centers with a total of 30,154 cases (4.9%). Objective: to find out whether there is a relationship between diet and the incidence of gastritis in patients who receive services at the Eyat Mayang Community Health Center ER. Method: The research design used in this research is a correlational method with a cross sectional type of research. The sample consisted of 30 respondents using purposive sampling technique. Results: The research results concluded that there was no significant relationship between eating frequency, number of meals and type of food on the incidence of gastritis with a P value of 1,000 meaning >0.05. This is caused by other factors that influence the incidence of gastritis, such as lifestyle factors and other risk factors     Keywords: Diet, Gastritis
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan PHBS di Wilayah Pesisir Kecamatan Tabukan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe kasaluhe, Meityn Disye; Ferdinand gansalangi; Jelita Siska Herlina Hinonaung
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i1.2024.595

Abstract

The clean and healthy living behavior program (PHBS) is a form of community empowerment that focuses on preventive and promotive efforts and has an impact on the quantity and quality of the Healthy Family Index (IKS) and Healthy Community Index (IIS). PHBS aims for every member of society to become a pioneer in implementing clean and healthy living behavior in their daily lives. This Study aimed to determine the factors that influence the implementation of PHBS in the coastal area of Tabukan Tengah District, Sangihe Islands Regency.   The type of research used was analytical survey research with a cross sectional approach. Sampling method used a convenience sampling with a total sample of 127. The results showed that the frequency distribution of PHBS implementation was in the good category 65 (52.4%), the frequency distribution of low family income was 97 (78.2%) with the p-value was 0.127. Distribution of knowledge was in the good category 72 (58.1%) with p-value 0.146. Distribution of attitudes in the good category 75 (60.5%) with p-value 0.002. Distribution of health infrastructure in the available category 103 (83.1%) with p-value 1. Distribution of health workers' attitudes in the good category was 76 (61.3%) and the p-value was 0.001. There was a relationship between the respondent attitudes and health workers attitudes with the implementation of PHBS in household settings in the Central Tabukan District, Sangihe Islands Regency.
Analisis Hubungan Antara Lama Sakit Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus di RS dr. Soepraoen Malang Virgiansyah, Reyvan Admaja Bagas; Nanang Ardianto; Amelia Nadya Sugihantono
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i1.2024.601

Abstract

Kadar gula darah yang melampaui batas normal dikenal sebagai diabetes melitus. Diabetes melitus dapat bersifat kronis dan berkaitan dengan naiknya kandungan gula dalam darah dalam jangka panjang. Panjangnya jangka waktu menderita diabetes melitus, dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup yang menjadi syarat penting untuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara lama sakit dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif non eksperimental dengan metode pendekatan korelatif, menggunakan teknik pengambilan Accidental Sampling. Implementasi dari penelitian ini melibatkan 37 responden yaitu pasien diabetes melitus RS dr. Soepraoen Malang. Data dikumpulkan melalui metode wawancara dan kuesioner WHOQOL-BREF. Data yang didapat lalu dilakukan analisis dengan uji korelasi Spearman rho. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan lama sakit dengan kualitas hidup, dinyatakan dengan angka p value = 0,040. Secara garis besar lama sakit dapat mempengaruhi  kualitas hidup seseorang. Kejadian seperti ini terjadi karena responden merasa letih dan penat dengan proses yang panjang dalam menjalani pengobatan.