cover
Contact Name
Sastrawan
Contact Email
lppm.uniqhba@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm.uniqhba@gmail.com
Editorial Address
Jln. H. Badaruddin – Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia 83562
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda
ISSN : 23549777     EISSN : 26148420     DOI : https://doi.org/10.37824/jkqh
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health, including health administration, public health, nursing, obstetrics, pharmacy, medicine, and other related field. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter.
Articles 206 Documents
Pentingnya Skrining Talasemia Pra-nikah: Sebuah Laporan Kasus I Ketut Wisnuaji Jayawardhana; Ario Danianto
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1158

Abstract

Talasemia merupakan penyakit herediter akibat gangguan produksi hemoglobin (Hb)  yang diwariskan secara autosomal resesif. Kondisi ini masih menjadi isu kesehatan di Indonesia. Pada kehamilan, Talasemia dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal maupun janin, sehingga skrining memiliki peran krusial. Seorang perempuan berusia 26 tahun dengan riwayat transfusi darah berulang baru terdiagnosis Talasemia Beta Mayor setelah hamil. Selama hamil, pasien menjalani transfusi darah rutin setiap dua minggu dan pemeriksaan kehamilan rutin. Persalinan secara pervaginam pada usia kehamilan 39 minggu. Bayi memerlukan perawatan intensif akibat distress napas dan ikterus neonatorum. Kasus ini menyoroti lemahnya deteksi dini melalui skrining pra-nikah yang seharusnya mampu mencegah kehamilan berisiko tinggi. Kehamilan dengan Talasemia Beta Mayor tergolong risiko tinggi akibat anemia berat pada ibu. Skrining Talasemia pra-nikah perlu dilaksanakan secara menyeluruh untuk menekan komplikasi maternal dan neonatal.
Art Dan Music Therapy : Pebandingan Intervensi Dalam Mengurangi Nyeri Pasien Anak Penderita Kanker kristianto nugroho
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1159

Abstract

Kanker merupakan pertumbuhan sel tubuh yang tumbuh secara abnormal yang menimbulkan menjadi suatu penyakit. Sel kanker yang tumbuh akan muncul secara cepat sehingga menyebabkan timbulnya beberapa gejala di sistem pembuluh darah dan organ tubuh lainnya. Kemoterapi merupakan pengobatan utama dalam kanker, dikarenakan telah terbukti berhasil dalam pengobatan kanker pada anak secara nyata dengan kesembuhan yang mencapai angka yang besar dalam masa anak-anak. Ada beberapa efek samping setelah melakukan pengobatan kemoterapi secara fisik, contohnya, nyeri, kelelahan, diare, mukositis, rambut rontok, dan nafsu makan yang menurun.terapi non farmakologi yang dapat digunakkan untuk menurunkan tingkat nyeri diantaranya art therapy dan music therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan art therapy dan music therapy terhadap tingkat nyeri post kemoterapi pada anak penderita kanker. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan quasy experimental two group pre test-post test design. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 44 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan menggunakan accidental sampling. penelitian yaitu kelompok art therapy responden mengalami penurunan tingkat nyeri dengan rerata pre test 7,23 menurun menjadi 3,23 untuk post test. Pada kelompok music therapy responden mentgalami penurunan tingkat nyeri dengan rerata pre test 6,77 menurun menjadi 3,73 untuk post test. Hasil statistik uji Mann Whitney menunjukkan hasil bahwa (p-value 0,342) tidak terdapat perbedaan art therapy dan music therapy terhadap tingkat nyeri post kemoterapi pada anak penderita kanker. Kesimpulan penelitian ini yaitu pemberian art therapy dan music therapy dapat menurunkan tingkat nyeri post kemoterapi pada anak penderita kanker. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan diberikan pada responden anak penderita kanker yang mengalami nyeri post kemoterapi.
Pengaruh Dukungan Organisasi Dan Pembiayaan Terhadap Implementasi Karir Perawat Pelaksana Di Rumah Sakit Mandalika Nanang Alfian; Ana Lestari; Wiwik Handayani
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1160

Abstract

Karier merupakan serangkaian posisi yang diduduki seseorang sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki. Peraturan penerapan karir perawat sudah ada, namun penerapan akan karir perawat di rumah sakit belum optimal, Implementasi karir belum dilaksanakan seperti yang diharapkan. Implementasi Karier perawat merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai tujuan suatu organisasi. Rumah Sakit Mandalika diasumsikan memiliki manajemen sumber daya manusia yang baik dalam meningkatkan implementasi karier perawat. Tujuan peneliti adalah untuk menganalisis faktor dukungan organisasi dan pembiayaan terhadap implementasi karier perawat pelaksana di Rumah Sakit Mandalika. Studi dilakukan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 45 perawat pelaksana. Kuesioner dipergunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi linier berganda di Rumah Sakit Mandalika menggambarkan adanya hubungan positif antara dukungan organisasi dan pembiayaan  dengan implementasi karir perawat pelaksana, (p < 0,05) dengan nilai koefesien determinasi menunjukkan nilai 0,638 artinya bahwa kedua variabel independen tersebut dapat menjelaskan variabel implementasi karir perawat pelaksana sebesar 64%, dimana sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dalam penelitian ini teridentifikasinya variabel dukungan organisasi menunjukkan pengaruh paling dominan terhadap implementasi karir perawat pelaksana di Rumah Sakit Mandalika. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan perlu adanya upaya, baik dari pihak rumah sakit maupun profesi keperawatan di Rumah Sakit Mandalika dalam meningkatkan kompetensi dan kualifikasi perawat pelaksana sehingga implementasi karir dapat ditingkatkan.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Breastfeeding Self-Efficacy (BSE) Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Pratiwi Cahya Skania
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1162

Abstract

Breastfeeding self-efficacy (BSE) atau Efikasi diri menyusui merupakan keyakinan ibu terhadap kemampuan diri dalam melaksanakan proses menyusui secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu dengan Breastfeeding self-efficacy (BSE). Metode yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 75 ibu menyusui, sedangkan sampel sebanyak 50 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variabel pengetahuan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan efikasi diri menyusui, ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0,243 (p > 0,05). Sebaliknya, variabel sikap menunjukkan hubungan yang signifikan dengan efikasi diri menyusui, dengan nilai rasio prevalensi (PR) sebesar 1,579. Hal ini mengindikasikan bahwa ibu yang memiliki sikap positif  terhadap laktasi dan pemberian ASI berpeluang sekitar 1,6 kali efikasi diri menyusui tinggi dibandingkan dengan ibu yang memiliki sikap negatif. Nilai p sebesar 0,049 (p < 0,05) memperkuat adanya hubungan bermakna antara sikap ibu dan efikasi diri menyusui. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sikap ibu terhadap proses menyusui berperan penting dalam meningkatkan efikasi diri menyusui, sedangkan tingkat pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik
Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Audio Visual terhadap Pengetahuan dan Teknik Menyusui Ibu dalam Mendukung Pencegahan Stunting di Wilayah Pedesaan Ellen Timmerman; Selvie Serly Rumagit; Kartini Tungka; Maulin Halimatunnisa&#039;
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1166

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah pemberian ASI eksklusif 6 bulan pertama kehidupan. Namun, tingkat pengetahuan dan sikap terkait praktik tersebut masih belum optimal. Pemanfaatan media edukasi dengan audio visual dinilai dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap karena mengkombinasikan unsur visual-auditori. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis adanya pengaruh edukasi kesehatan berbasis media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan dan tehnik menyusui ibu sebagai upaya pencegahan stunting. Metodelogi penelitian ini adalah desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel berjumlah 30 ibu menyusui dengan bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kakas, Kabupaten Minahasa. Kelompok intervensi mendapatkan media audio visual, sedangkan kelompok kontrol menggunakan leaflet. Pengukuran menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann–Whitney (?=0,05). Hasil Penelitian ini terdapat peningkatan signifikan pengetahuan dan teknik menyusui pada kedua kelompok setelah intervensi (p<0,05). Tidak ada perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan kelompok intervensi dan kontrol (p=0,195). Namun, terdapat perbedaan signifikan pada keterampilan teknik menyusui (p=0,008) dengan peningkatan lebih tinggi pada kelompok yang menggunakan edukasi media audio visual. Edukasi kesehatan berbasis audio visual terbuktri lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan teknik menyusui dibandingkan dengan penggunaan leaflet dan berpotensi menjadi strategi edukasi guna mendukung pencegahan stunting di wilayah pedesaan.
Hubungan Pola Tidur dan Screen Time dengan Risiko Prediabetes Remaja SMK Al-Ma’rif di Era Digital Yunita Yunita; Evi Gustia Kesuma
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1169

Abstract

Perubahan gaya hidup di era digital, khususnya meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dan gangguan pola tidur, berpotensi memengaruhi kesehatan metabolik remaja. Screen time yang tinggi dan pola tidur yang tidak optimal dapat mengganggu regulasi glukosa darah dan meningkatkan risiko prediabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola tidur dan screen time dengan risiko prediabetes pada remaja SMK Al-Ma’rif. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 101 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola tidur dan screen time serta pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan risiko prediabetes (p-value <0,001; OR = 8,7) serta hubungan yang signifikan antara screen time dengan risiko prediabetes (p-value = 0,007; OR = 4,45). Remaja dengan pola tidur buruk dan screen time tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami prediabetes. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengendalian pola tidur dan pembatasan screen time sebagai upaya pencegahan prediabetes pada remaja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain seperti pola makan dan aktivitas fisik untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Analisis Faktor Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Gestasional Ibu Hamil Di Labuhan Sumbawa Evi Gustia Kesuma; Yunita; Rafiah
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1171

Abstract

Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat berdampak buruk bagi ibu dan janin. Upaya pencegahan DMG sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari individu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan Diabetes Melitus Gestasional pada ibu hamil trimester II dan III di Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 109 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, aktivitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), dan paritas, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pencegahan DMG. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan yang kurang (57,8%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,010), aktivitas fisik (p=0,001), dan IMT (p=0,003) dengan perilaku pencegahan DMG. Sedangkan paritas tidak memiliki hubungan yang signifikan (p=0,245). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku pencegahan adalah pengetahuan (OR=6,1). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, aktivitas fisik, dan IMT terhadap perilaku pencegahan DMG, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan guna meningkatkan perilaku pencegahan pada ibu hamil.
Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Remaja Putri Di Pondok Pesantren Zeinta Elharam Baraca Winda Nurmayani; Elisa Oktaviana
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1181

Abstract

Pola makan memiliki pengaruh besar terhadap status gizi seseorang karena mencerminkan seberapa sering, seberapa banyak, dan jenis makanan apa yang dikonsumsi dalam periode tertentu. Di Indonesia, sekitar 4,3% remaja putri mengalami kondisi berat badan kurang, dan 25% di antaranya memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan remaja laki-laki. yang salah satunya disebabkan oleh pola makan yang kurang tepat. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memperhatikan pola makan mereka karena hal ini berperan langsung dalam mendukung proses. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren. Metodelogi desain  penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian berada di Pondok Pesantren Zeinta Elharam Baraca yang terletak di Dusun Dasan Cermen, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Populasi  adalah  seluruh santriwati di pondok pesantren tersebut, dengan jumlah sebanyak 34 orang. Untuk mengukur pola makan, digunakan instrumen berupa kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status gizi dinilai dari 3 item yaitu hasil pengukuran antropometri dilihat dari nilai IMT dengan rumus BB/TB m2, Biokimia dilihat dari nilai kadar Hb darah dengan metode finger prick  dan Clinikal menggunakan lembar observasi, Uji statistik dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan pola makan dengan IMT dengan nilai  nilai P Value < 0,05 dan tidak ada hubungan pola makan dengan kadar HB dengan  P  value > dari 0,05. Kesimpulan dengan menerapakan pola makan  sehat dan seimbang  akan dapat meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Nifas Ety Aprianti; Fadjri Nilakesuma Nur; Dewi Susilawati; Rinda Septira
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1199

Abstract

Masa nifas merupakan periode transisi yang rentan terhadap gangguan psikologis, salah satunya kecemasan. Kecemasan pada ibu nifas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, tingkat pengetahuan, dan keterpaparan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada ibu nifas di TPMB Fitri Handayani Kota Padang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di TPMB Fitri Handayani Kota Padang pada Januari–April 2026 dengan jumlah sampel 45 ibu nifas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, tingkat pengetahuan, keterpaparan media sosial, dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden berada pada usia tidak berisiko (64,4%), memiliki tingkat pengetahuan baik (57,8%), serta memiliki keterpaparan media sosial rendah (55,6%). Sebanyak 53,3% ibu nifas tidak mengalami kecemasan. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara usia dengan tingkat kecemasan (p=0,046) dan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan (p=0,022). Sementara itu, keterpaparan media sosial tidak berhubungan dengan tingkat kecemasan (p=0,508). Usia dan tingkat pengetahuan berhubungan dengan tingkat kecemasan pada ibu nifas, sedangkan keterpaparan media sosial tidak berhubungan secara signifikan. Diperlukan peningkatan edukasi dan pendampingan psikologis bagi ibu nifas untuk menurunkan risiko kecemasan pascapersalinan.
Pengaruh Latihan Kekuatan Otot untuk Pencegahan Osteoporosis pada Masyarakat di Labuhan Badas wiwik; safaruddin -
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1200

Abstract

Osteoporosis merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui latihan kekuatan otot. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai hal ini masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan kekuatan otot terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan osteoporosis di Labuhan Badas. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 20 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 28,10 dan posttest sebesar 28,70. Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,615 (>0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Latihan kekuatan otot memberikan peningkatan nilai pengetahuan dan perilaku, namun belum menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Diperlukan intervensi yang lebih lama dan berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang optimal.