cover
Contact Name
Hurriah Ali Hasan
Contact Email
hurriahalihasan@unismuh.ac.id
Phone
+6281241852596
Journal Mail Official
urwatul@unismuh.ac.id
Editorial Address
Jl. St. Alauddin, No 259, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al Urwatul Wutsqa
ISSN : 27754855     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Al-Urwatul Wutsqa, p-ISSN: 2775-4855, merupakan forum untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan Islam. Jurnal Al-Urwatul Wutsqa hadir untuk meningkatkan pelaksanaan penelitian di bidang Pendidikan Islam dan menyebarluaskan hasil penelitian tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para cendekiawan dan praktisi pendidikan serta menambah kepustakaan penelitian utama dunia di bidang pendidikan Islam. Jurnal Al-Urwatul Wutsqa menawarkan cara mudah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.
Articles 69 Documents
PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK MELALUI INTERNALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM Maryam, Hj
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan proses pembentukan manusia secara utuh, baik dari segi jiwa, raga dan spiritual, yang dimaksudkan untuk meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Pendidikan merupakan suatu yang integral dari kehidupan di mana tujuannya adalah memelihara dan membentuk latihan, jadi pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. realitas yang sering temukan ditengah masyarakat baik dari berita-berita yang kita lihat, baik dari televisi maupun surat kabar telah banyak terjadi pergeseran-pergeseran moral seperti kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anak sehingga berdampak pada hilangnya nilai–nilai sepiritual ini mengakibatkan dekadensi moral dan berdampak pada perilaku amoral seperti tidak tau adab sopan santun,tawuran, geng, dan mengarah pada inkondisitas. Hal ini terjadi karena kurangnya pembinaan orangtua terhadap anak. Pendidikan karakter hanya akan menjadi sekadar wacana jika tidak dipahami secara lebih utuh dan menyeluruh dalam konteks pendidikan nasional kita. Bahkan, pendidikan karakter yang dipahami secara parsial dan tidak tepat sasaran justru malah bersifat kontraproduktif bagi pembentukan karakter anak didik. Pendekatan parsial yang tidak didasari pendekatan pedagogi yang kokoh alih-alih menanamkan nilai-nilai keutamaan dalam diri anak, malah menjerumuskan mereka pada perilaku kurang bermoral. Misi kependidikan yang dibawa oleh Al-Qur’an mencakup hakikat pendidikan yang universal dalam arti bahwa kegiatan pendidikan adalah merupakan proses yang abadi dejak keberadaan manusia di dalam dunia (Adam diteruskan pada momentum-momentum historis dalam kisah umat-umat terdahulu) sampai pada akhir zaman. Substansi pendidikan Islam yang dibawa oleh al-qur’an tidak mengalami perubahan, yakni merupakan suatu proses untuk memperteguh keyakinan manusia untuk menerima kebenaran Ilahi dan pengembangan potensi manusia untuk mengembangkan kebenaran tersebut. Secara metodologis dalam al-qur’an terdapat beberapa petunjuk yang bervariasi sesuai dengan tujuan, sasaran, ruang, dan waktu di mana proses pendidikan terjadi.Kata Kunci: Internalisasi Nilai Islam, Karakter Anak, Pendidikan Islam
STIMULUS GURU DAN RESPON SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI TINGKAT SMP Fatmawati, Fatmawati; Anjarsari, Putri
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan pokok permasalahan yaitu cara guru dalam memberikan stimulus kepada siswa dalam pembelajaran bahasa Arab, melihat respon yang ditunjukan oleh siswa dalam pembelajaran bahasa Arab , serta menemukan faktor penghambat stimulus dan respon dalam pembelajaran bahasa Arab pada siswa SMP di Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi (pengamatan), wawancara dan dokumen, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil temuan lapangan, dapat diketahui bahwa stimulus yang dapat diberikan oleh guru dalam pembelajaran yaitu: 1) Penggunaan variasi metode mengajar, materi, dan buku penunjang; (2) pemberian nilai; (3) pemberian hukuman; dan (4) pemberian pujian atau penghargaan. Respon yang ditunjukkan siswa dalam pembelajaran yaitu: 1) Respon Perseptual; (2) Respon Emosional; dan (3) Respon Behavioristik. Sementara faktor penghambat stimulus dan respon dalam pembelajaran yaitu faktor intern dan faktor ekstern siswa.Kata kunci: Stimulus, Respon, Pembelajaran
EKSISTENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGANNYA DI SEKOLAH UMUM Muhammad, Abdullah
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk: (1) mengkaji sejarah perkembangan (PAI) di sekolah umum (2) mengkaji kurikulum (PAI) di sekolah umum (3) hambatan dan solusi (PAI) di sekolah umum. Berdasarkan hasil kajian dan analisis maka penelitian ini menyimpulkan sebagai berikut: (1) sejarah (PAI) pada masa pemerintahan Belanda mengalami diskriminatif terhadap (PAI)  seperti tertuang dalam Konstitusi Hindia Belanda (Indische Staatsregeling) pasal 179 (2) pendidikan agama dilarang diajarkan di sekolah umum milik pemerintah, dan hanya boleh diberikan di luar jam sekolah. Ordonansi Guru (Guru Ordonantie) tahun 1905 yang isinya mengharuskan adanya izin tertulis bagi setiap guru agama yang akan mengajar. Selanjutnya pada masa pemerintahan jepang (PAI) di ijinkan untuk di arkan di sekolah milik pemerintah. (2) Kurikulum (PAI) di sekolah terdiri dari beberapa apek yaitu, aspek al-Qur’an Hadits, Keimanan atau Aqidah, Akhlak, Fiqh (Hukum Islam), dan aspek Tarikh (Sejarah). Pendidikan Islam pada dasarnya bertujuan untuk mengantarkan peserta didik agar memiliki kemantapan akidah dan kedalaman spiritual.(3) hambatan Pendidikan Agama Islam yaitu; Kurangnya dukungan orang tua murid, PAI kurang diminati, Kurikulum PAI terlalu luas, Pelajaran agama kurang berguna bagi material, Kurang Peneladanan dari guru, Kurangnya Pembiasaan dari sekolah, Penampilan guru agama kurang menarik Budaya Global, spiritualisme melawan materilisme, PAI tidak menyatu dalam sistim. Solusi (PAI) yaitu:  Modeling-Imitating: menghadirkan perilaku yang baik dipraktikkan di lingkungan sekolah, kepala sekolah, guru, orang tua sebagai contoh dan model dimana bagi peserta didik. Materi PAI tidak sebatas materi belaka yang sifatnya abstrak, tetapi peserta didikmendapat pembuktian secara praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari, Reflecting: Pendekatan yang bertujuan, peserta didikmampu mendapatkan sebuah pantulan atau masukan dengan apa yang telah dipelajarinya, Problem Solving: pendekatan dengan melibatkan peserta didikdari setiap pembelajaran PAI, Deep Discussion: pendekatan pembelajaran PAI yang menuntun masing-masing peserta didikberdiskusi secara mendalam, analisis, kritis terhadappemahaman ajaran Islam., Socialization: pendekatan pembelajaran PAI sebagai suatu proses implementasi yang dialami bagaimana sebuah ajaran atau nilai (PAI), Autentik Assasment: pendekatan pembelajaran PAI dengan penilaian dan evaluasi yang terus menerus berkesinambungan dan berkelanjutan terhadap anak didiknya. Kata kunci: Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Peserta Didik
MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM Amin, Muh.
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangat sulit mendapatkan pengetahuan yang komprehensif saat membahas tentang manusia, karena manusia adalah makhluk Allah yang sangat kompleks. Bukan hanya struktur tubuhnya, tetapi juga masalah yang dihadapi cukup kompleks. Mendidik manusia bukan hanya sekedar mendidik, teapi harus mengetahui hakikat dari manusia itu. Keterbatasan pengetahuan manusia tentang dirinya disebabkan karena perhatian manusia hanya tertuju pada alam materi. Pengetahuan tentang manusia disebabkan karena manusia adalah salah satu makhluk yang dalam unsur penciptaannya terdapat roh ilahi sedangkan manusia tidak diberi pengetahuan tentang roh kecuali sedikit. Seorang manusia menampakkan dirinya sebagai manusia jika ia menggunakan akalnya dalam segala hal. Akal adalah segala aspek penting dalam hakikat manusia. Manusia lahir dengan potensi kodratnya berupa cipta, rasa dan karsa. Cipta adalah kemampuan spritual yang secara khusus mempersoalkan nilai kebenaran. Rasa adalah kemampuan spritual yang secara khusus mempersoalkan nilai keindahan. Sedangkan karsa adalah kemampuan spritual, yang secara khusus mempersoalkan nilai kebaikan. Dengan ketiga potensi itu manusia selalu mendorong untuk ingin tahu dan bukan mendapatkan nilai-nilai kebenaran, keindahan, dan kebaikan yang terkandung dalam segala sesuatu yang ada. Manusia dalam Pandangan Islam adalah makhluk yang diberikan amanah oleh Allah swt dan wajib ditunaikan. Manusia juga memiliki berbagai macam karakter, yang dengan karakter tersebut, antara yang satu dengan yang lainnya menjadi kelebihan sekaligus kekurangannya. Sementara potensi yang dimiliki oleh manusia telah ada sejak ia lahir, sehingga potensi yang baik harus ditumbuhkan dan dipelihara.Kata Kunci: Akal, Makhluk Allah, Manusia
TANGGUNG JAWAB PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLA Wahdaniya, Wahdaniya; Masnan, Sulaeman
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tanggung Jawab pendidik dalam pendidikan Islam. Pendidik merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didiknya dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif (rasa), kognitif (cipta), maupun psikomotorik (karsa). Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan, yaitu lingkungan keluarga dan yang bertanggung jawab adalah orang tua, di lingkungan sekolah adalah guru dan lingkungan masyarakat adalah seluruh masyarakat, khususnya para pemimpi/tokoh masyarakat. Oleh karena itu orang tua, sebagai pendidik dalam keluarga, guru sebagai pendidik di sekolah, dan peminpin (tokoh masyarakat), sebagai pendidik dalam masyarakat harusah sejalan, bekerjasama dan senantisa beriringan dalam proses pendidikan. Adapun fokus kajian dalam tulisan ini adalah bagaimana tanggung jawab orang tua dalam pendidikan dikeluarga, bagaimana tanggung jawab guru dalam pendidikan di sekolah, dan bagaimana tanggung jawab pemimpin dan tokoh masyarakat dalam pendidikan di masyarakat. Studi ini menemukan bahwa ketiga unsur tersebut yakni, orang tua, guru, dan masyarakat harus secara bersama-sama ikut memikul tanggung jawab dalam mendidik. Tidak benar anggapan yang menyatakan bahwa segala tanggung jawab itu hanya ada di pundak salah satu dari ketiga pihak tersebut.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Peserta Didik, Tanggung Jawab Pendidik
RELEVANSI PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN DAN KH. HASYIM ASY’ARI DAN PENGARUHNYA DALAM BIDANG PENDIDIKAN ISLAM Jumrah, Abrina Maulidnawati; Ondeng, Syarifuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dan NU merupakan organisasi sosial Islam mainstreamdi Indonesia  yang  telah  berdiri  sebelum  Indonesia  merdeka.  Kedua  organisasi  ini menggerakkan pembaharuan  pemikiran  Islam,  dakwah,  sosial,  kesehatan  dan pendidikan. KH. Ahmad Dahlan merupakan seorang pendiri Muhammadiyah. Dibidang pendidikan, Muhammadiyah melakukan modernisasi pendidikan islam di Indonesia. Dengan menyempurnakan kurikulum pendidikan islam dengan memasukkan pendidikan agama islam ke sekolah umum dan pengetahuan sekuler ke sekolah agama. kebangkitan Islam di Indonesia pun juga diwarnai dengan pemikiran KH.Hasyim Asy’ari pendiri NU yang berbeda dengan KH.Ahmad Dahlan. Bangkitnya pemikiran KH.Hasyim Asy’ari adalah ingin tetap mempertahankan tradisionalisme, akan tetapi juga menghendaki perubahan yang lebih baik dalam pendidikan Islam Indonesia  Tujuan Penelitian ini yaitu 1) untuk mengkaji Pemikiran KH. Ahmad Dahlan dalam bidang Pendidikan Islam 2) untuk mengkaji Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dalam bidang Pendidikan Islam3)untuk mengetahui  Relevansi Pemikiran KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari terhadap Pendidikan Islam.Hasil  penelitian  ini mengungkapkan   bahwa walaupun berbeda pandangan namun memiliki relevansi pemikiran yaitu mengharapkan agar umat Islam tidak sekedar mempuni dalam ilmu agama saja tapi juga mempuni dalam ilmu-ilmu umum. Hal ini nampak dari usaha mereka di samping ilmu-ilmu agama, juga memasukkan materi ilmu-ilmu profan dalam kurikulum lembaga pendidikan yang mereka kelola.Kata Kunci: Kh. Ahmad Dahlan ; Kh. Hasyim Asy’ari; Pendidikan Islam
PENGERTIAN PENDIDIKAN, ILMU PENDIDIKAN DAN UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN Rahman BP, Abd; Munandar, Sabhayati Asri; Fitriani, Andi; Karlina, Yuyun; Yumriani, Yumriani
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan usaha secara sadar untuk mewujudkan sesuatu pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Pendidikan diwujudkan dengan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan dan budaya ada bersama dan saling memajukan. Pendidikan menjadi sangat bertaraf dalam kehidupan bangsa ini sehingga banyak para ahli berusaha menalar dan menyampaikan apa artian pendidikan yang sesungguhnya dalam kehidupan ini. Sistem pendidikan yang tidak selalu identik dengan sekolah atau jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara struktur dan berjenjang. Pendidikan secara alternatif berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan serta penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian fungsional.Kata Kunci: Pendidikan; peserta didik; unsur pendidikan
KESULTANAN ISLAM BUTON (TINJAUAN HISTORIS) Razaq, Abd Rahim
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran Islam berlangsung sangat cepat dalam lingkungan masyarakat Nusantara. Agama yang dibawa oleh para pedagang Arab ini lebih mudah diterima di kalangan masyarakat Nusantara. Buton termasuk yang menerima dampak Islamisasi di Nusantara. Islam sudah ada di Buton sejak tahun 933 H atau 1527 M. Dalam salah naskah kanturuna mohelana dijelaskan bahwa ada pertemuan antara Turki, Kompeni, Buton, Bone, dan Ternate pada 1 Muharam 872 H atau 1467 M. Salah satu tradisi masyarakat setempat mengatakan bahwa Islam masuk di Lasalimu dibawa oleh Sultan Ternate, Baabullah. Setelah Islam masuk ke Buton, penduduk pribumi kemudian mempelajari dasar-dasar dari agama tersebut. Beberapa orang diantara mereka belajar konsep Islam sampai tingkatan tassawuf. Para cerdik pandai Islam di kalangan masyarakat Buton kemudian berinisiatif untuk mengembangkan ajaran agama Islam di seluruh wilayah Buton. Hasilnya, masyarakat Buton, khususnya kalangan Istana, melaksanakan sistem pemerintahan dengan dilandasi paham “Martabat Tujuh”, bahkan menjadi ideologi negara dan setiap sultan wajib memahami ajaran agama Islam sampai pada tingkatan tarekat, karena hal tersebut menjadi salah satu prasyarat diangkatnya seseorang menjadi sultan atau perangkat kesultanan di Buton.Kata Kunci: Islam di Buton; Kesultanan Buton; Penyebaran Islam
PROBLEMATIKA DAN KRISIS PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG Muhammad, Abdullah
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk 1) untuk mengkaji Permasalahan Pendidikan Islam saat Ini. 2) dan Solusi Problematika Pendidikan Islam Saat ini dan akan datang berdasarkan hasil kajian dan anaalisi kritis maka disimpulkan sebagai berikut; 1) Problematika yang terjadi dalam dunia pendidikan islam diantaranya adalah dekadensi moral dan dikotomik ilmu pengatahuan. 2) Solusi dalam problematika pendidikan islam adalah dengan menanamkan nilai karakter dan pencegahan dikotomi ilmu pengatahuan. Adapun nilai nilai karakter tersebut yaitu Nilai karakter Religius Sikap dan perilaku yang religius merupakan sikap dan perilaku yang dekat dengan hal-hal spiritual. Jujur Salah satu bentuk program yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan kejujuran pada peserta didik, yaitu dengan membuat kantin jujur Toleransi Membentuk peserta didik yang memiliki rasa toleransi terhadap sesama. Kerja Keras Peserta didik perlu diajarkan mengenai pentingnya kerja keras. Kreatif Kreatif adalah suatu kemampuan namun untuk menciptakan suatu yang baru, untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang diterapkan dalam pemecahan masalah. Mandiri Suatu proses pembelajaran peserta didik hendaknya dapat diarahkan agar menjadi peserta didik yang mandiri. Mandiri Suatu proses pembelajaran peserta didik hendaknya dapat diarahkan agar menjadi peserta didik yang mandiri.  Kata Kunci:  Pendidikan Islam, Nilai Karakter dan Problematika
URGENSI DALAM MEMAHAMI RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Amiruddin, Achmad; Muhammad, Abdullah
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk 1) Mengatahui pengertian filsafat pendidikan Islam 2) untuk mengatahui urgensi ruang lingkup filsfat pendidikan Islam. Berdasarkan hasil analis yang dilakukan maka hasil dari penelitian ini yaitu; 1) filasafat pendidikan Islam dapat dimaknai sebagai studi tentang pandangan filosofis dan aliran filsafat dalam Islam terhadap masalah pendidikan. Filsafat pendidikan Islam juga menjawab pengaruh kependidikan terhadap perkembagan dan pertumbuhan manusia muslim dan umat Islam pada umumnya. Filsafat pendidikan Islam sebagai sarana pemecahan berbagai persoalan dalam pendidikan umat Islam. Dengan demikian filsfat pendidikan bersifat tradisional, kritis,serta radikal sesuai dengan maksud filsfat itu sendiri. 2) ruang lingkup filsafat pendidikan islam adalah masalah masalah yang terkait dengan kegitan pendidikan, seperti kurikulum, metode, dan lingkungan. mendeskrpsikan bahwa pentingnya untuk diperhatikan dan dipahami secara mendalam untuk memaksimalakan dalam mengaktualisasikan dalam proses pembelajaran. Baik itu guru sebagai pengajar, kurikulum, metode, dan lingkungan karena ruang lingkup ini merupakan komponen komponen penting dalam menerapakan nilai nilai islam.   Kata Kunci : pengertian filasafat pendidikan Islam ruang lingkup filsafat pendidikan Islam, dan urgensi filsafat pendidikan Islam.