cover
Contact Name
Rina Budi Kristiani
Contact Email
uppmadihusada@gmail.com
Phone
+62313721750
Journal Mail Official
uppmadihusada@gmail.com
Editorial Address
Prosiding ini diterbitkan setahun sekali mengikuti konferensi nasional ilmu kesehatan STIKES Adi Husada yang dilaksanakan sekali dalam setahun dengan minimal publikasi 10 artikel setiap terbitannya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
ISSN : -     EISSN : 30312582     DOI : https://doi.org/10.37036/prosiding
Core Subject : Health, Science,
Prosiding ini merupakan kumpulan artikel hasil penelitian yang telah dipresentasikan secara oral kepada para peserta konferensi yang diselenggarakan oleh STIKES Adi Husada dengan keynote speaker dan pembicara sesuai pakar keilmuan. Ruang lingkup prosiding merupakan rumpun Ilmu Kesehatan yang terdiri dari: keperawatan, kedokteran, kebidanan, kesehatan masyarakat, gizi, farmasi, administrasi kesehatan, dll. Tujuan prosiding ini menyediakan informasi mengenai riset dan hasil riset/ inovasi yang dapat diaplikasikan pada praktik dan pendidikan bidang kesehatan.
Articles 30 Documents
Peningkatan Motivasi Rutin Kontrol Lansia Penderita Hipertensi Orizani, Chindy Maria; Kristiani, Rina Budi; Yobel, Sosilo
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 1 No 1 (2023): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v1i1.513

Abstract

Latar Belakang: Kesadaran lansia penderita hipertensi untuk rutin kontrol ke pelayanan kesehatan masih rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang erat kaitannya dengan keadaan sosial ekonomi, budaya penggunaan obat tradisional dan kepatuhan pasien. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh metode konseling, penjadwalan dan pemeriksaan terhadap motivasi kontrol rutin pada lansia penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan desain one group prepost test. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di RT 01 RW 07 Donokerto Kec. Simokerto Surabaya dan jumlah sampelnya adalah 23 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik totalsampling. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket motivasi kontrol rutin dengan pertanyaan tertutup oleh Ayuningtyas (2016). Peneliti melaksanakan metode konseling, penjadwalan and kontrol (Conseling, Schedulling and Check-Up Method/ CSCM) dengan menggunakan media Papan Motivasi STIASA (PaMoSa). Hasil: Karakteristik responden terbanyak adalah berusia 61-70 tahun, berjenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SLTA, bekerja sebagai ibu rumah tangga. Hasil penelitian diperoleh sebelum dilakukan tindakan (pretest) sebanyak 15 responden (65%) mempunyai motivasi kurang, 8 responden (35%) mempunyai motivasi baik dan setelah diberikan tindakan (posttest) sebanyak 23 responden (100). %). Uji statistik menunjukkan p = 0,000 dan α < 0,05 menunjukkan terdapat perbedaan nilai pretest dan posttest sehingga terdapat pengaruh CSCM dengan media Papan Motivasi STIASA (PaMoSa) terhadap kontrol rutin. motivasi pada lansia penderita hipertensi. Saran: Oleh karena itu, metode CSC melalui metode PaMoSa mampu menjadikan lansia penderita hipertensi meningkatkan
Hubungan Performance Accomplishment dan Physiological-Emotional State dengan Adapatasi pada Penderita Diabetes Melitus Ismandani, Risa Setia; Warsini, Warsini; Ramadhani, Dwi Yuniar; Hardiyanti, Siti
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.661

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular khususnya Diabates Mellitus (DM) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang kian meningkat. Di Indonesia penderita diabetes tercatat 11,3% dari 185,2 juta penduduk. Kasus ini berdampak pada kualitas hidup baik secara fisik, psikis maupun sosial, sehingga pengelolaan DM tidak hanya bergantung dari penatalaksanaan medis namun juga perlu adanya keyakinan diri yang kuat agar pasien mampu beradaptasi dengan kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara performance accomplishment dan physiological-emotional states dengan kemampuan adaptasi penderita DM. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sejumlah 145 penderita DM Tipe 2 di wilayah Puskesmas Jayengan Surakarta dan Tambak Rejo Kota Surabaya yang dipilih secara purpossive. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner sumber efikasi diri dan adaptasi berdasarkan model Roy. Hasil: Hasil penelitian di analisis dengan regresi linier berganda, didapatkan koefisien regresi pada variabel performance accomplishment sebesar B = 8,110; β = 0,394; p= 0,001, sedangkan koefisien regresi pada variabel physiological-emotional state diperoleh B = 6,765; β = 0,286; p = 0,001). Hal ini menunjukkan variabel dominan dalam adaptasi penderita DM adalah performance accomplishment. Kedua variabel menunjukkan hubungan yang signifikan. Saran: Dalam implikasinya dapat diterapkan fokus intervensi pengelolaan DM dengan memprioritaskan tugas dan pencapaian yang bertahap serta membentuk peer group agar penderita DM mampu beradaptasi dengan baik.
Gambaran Asuhan Keperawatan Medikal Bedah terhadap Mobilitas Fisik Pasien CVA Non Hemoragik Saputri, Syafira Anisa Firdaus; Fajriyah, Novita; Kristiani, Rina Budi; Wijaya, Hermanto
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.675

Abstract

Latar Belakang: Cerebrovascular Accident (CVA) non hemoragik merupakan gangguan sistem saraf pusat akibat trombosis atau emboli yang menghambat aliran darah ke otak sehingga menurunkan suplai oksigen dan glukosa. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian sel otak dan menimbulkan berbagai masalah keperawatan, salah satunya gangguan mobilitas fisik. Angka kejadian dan kematian akibat stroke di Indonesia masih tergolong tinggi, sehingga diperlukan asuhan keperawatan medikal bedah yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien CVA non hemoragik dengan diagnosa keperawatan gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode studi kasus pada dua pasien CVA non hemoragik yang dirawat di Ruang Rawat Inap Thaif Rumah Sakit Islam Surabaya A. Yani. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik selama tiga hari perawatan. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan kedua pasien mengalami gangguan mobilitas fisik yang ditandai dengan kelemahan pada satu atau lebih ekstremitas. Diagnosa keperawatan prioritas adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. Intervensi keperawatan meliputi observasi kondisi pasien dan tanda vital, penilaian kemampuan fungsional dan motorik, pemantauan integritas kulit, perubahan posisi setiap dua jam, latihan rentang gerak aktif dan pasif, serta kolaborasi dengan tim medis. Evaluasi menunjukkan masalah keperawatan teratasi sebagian pada pasien pertama dan belum teratasi pada pasien kedua. Saran: Asuhan keperawatan medikal bedah perlu dilakukan secara berkelanjutan dan individual untuk meningkatkan mobilitas fisik pasien CVA non hemoragik.
Pengaruh Media BIG-EDI (Body Image Evaluasi Diri) Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja Kurniawan, Afif; Rukmini, Rukmini; Widyanto, Indra Maulana
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.662

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang ditandai dengan eksplorasi identitas dan tingginya intensitas penggunaan media sosial. Data APJII (2025) menunjukkan penetrasi internet di Indonesia mencapai 80,86%, dengan Gen Z sebagai pengguna mayoritas yang terpapar standar kecantikan tidak realistis secara terus-menerus. Fenomena ini memicu persepsi negatif terhadap citra tubuh, terutama pada remaja perempuan, yang berdampak pada munculnya rasa rendah diri, gangguan kecemasan, hingga perilaku diet ekstrem. Kondisi ini secara signifikan menurunkan level subjective well-being (SWB) remaja. Mengingat pentingnya SWB bagi perkembangan remaja, diperlukan upaya evaluasi citra tubuh dan penguatan penerimaan diri untuk membangun kesehatan mental yang konstruktif di tengah tekanan digital. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross-sectional, dilakukan di bulan November 2025 di SMKN 8 Surabaya. Media yang dibuat menggunakan teori P-Process. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 88 siswa. Variabel yang diteliti adalah karakteristik responden, tingkat kecanduan media sosial, body image dan minat media. Hasil: Sebanyak 54,5% remaja menilai negatif citra tubuh mereka. Hasil p-process menunjukkan bahwa media yang cocok digunakan adalah booklet. Lebih dari 90% remaja menilai positif booklet. Masih ada 17% remaja dengan tingkat SWB rendah. Namun tidak ada hubungan (p=0,580) antara citra tubuh dengan SWB pada remaja. Saran: Media booklet yang dikembangkan mendapatkan respon sangat positif dari para remaja. Meskipun sebagian remaja mempunyai SWB rendah, namun mereka tetap mempunyai kepercayaan diri terhadap citra tubuh mereka. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengukur faktor-faktor yang berpengaruh terhadap SWB remaja, survei tentang asupan gizi para remaja, serta survei perilaku hidup sehat para remaja.
Analisis Faktor Lingkungan terhadap Kesejahteraan Psikologis Penderita Diabetes Mellitus Erindia, Firnanda; Susanti, Susanti; Jannah, Fitriatul; Revani, Hilda Dea; Istiana, Dina
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.658

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan manajemen jangka panjang dan berisiko menurunkan kesejahteraan psikologis penderita. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor lingkungan, yaitu dukungan keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan, terhadap kesejahteraan psikologis penderita Diabetes Mellittus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan besar sampel 155 penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Simomulyo, dipilih melalui simple random sampling. Variabel penelitian meliputi dukungan keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan sebagai variabel independen serta kesejahteraan psikologis sebagai variabel dependen, instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis penderita Diabetes Mellitus, baik secara parsial maupun bersama-sama. Pengaruh parsial masing-masing variabel adalah dukungan keluarga (β = 0,312; p < 0,001), dukungan teman sebaya (β = 0,285; p < 0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (β = 0,198; p = 0,002). Saran: Tenaga kesehatan disarankan mengembangkan program edukasi dan intervensi psikososial yang melibatkan keluarga dan teman sebaya agar pasien memperoleh dukungan yang lebih komprehensif dan efektif.
Gambaran Asuhan Keperawatan Psikososial dalam Penatalaksanaan Ansietas Pasien Hipertensi Hakiki, Taj'ja Lintang; Qomariah, Siti Nur; Iswati, Iswati; Tjokro, Silvia Haniwijaya
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.663

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dijumpai di masyarakat. Apabila tekanan darah sistolik Iebih besar dari 140 mmHg dan tekanan darah diastoIiknya Iebih besar dari 90 mmHg, maka orang tersebut dikatakan menderita hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan psikososial dalam penatalaksanaan ansietas pasien hipertensi. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan metode studi kasus pada 2 klien dengan Hipertensi Di Wilayah Kelurahan Gundih Kecamatan Bubutan Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi menggunakan format asuhan keperawatan psikososial. Hasil: Pada tahap pengkajian didapatkan tekanan darah diatas nilai normal dan kecemasan yang dapat diangkat menjadi diagnosa ansietas. Intervensi yang dilakukan adalah reduksi ansietas. Implementasi yang dilakukan selama 3 x 1 jam perawatan, Pada tahap evaluasi didapatkan hasil kecemasan menurun klien 1 dan 2 masalah teratasi sebagian intervensi dilanjutkan. Saran: Klien dan keluarga diharapkan dapat saling mengingatkan dalam menjalani pengobatan, minum obat tepat waktu, rutin mengontrol tekanan darah, menghindari makan mengandung garam, minuman kafein.
Hubungan Kepribadian, Pendidikan, Ekonomi, Nilai Budaya dan Gaya Hidup dengan Kontrol Perilaku yang Dirasakan dalam Upaya Pencegahan Stunting Istiana, Dina; Jannah, Fitriatul; Erindia, Firnanda; Revani, Hilda Dea
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.659

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang paling krusial karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan linear, perkembangan neurologis, dan kapasitas intelektual anak hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis hubungan antara faktor kepribadian, pendidikan, kondisi ekonomi, nilai budaya, dan gaya hidup dengan kontrol perilaku yang dirasakan oleh individu/ibu dalam upaya pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan besar sampel 114 ibu dengan balita usia 9-23 bulan di Puskesmas Saronggi, dipilih melalui simple random sampling. Variabel penelitian yaitu faktor personal yang terdiri dari kepribadian, pendidikan, ekonomi, nilai budaya & gaya hidup, dan emosi sebagai variabel independen serta kontrol perilaku sebagai variabel dependen, , instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh faktor personal (kepribadian, pendidikan, ekonomi, nilai budaya dan Gaya Hidup, dan emosi) terhadap sikap tingkah laku. Pada hasil pengujian yang tertera pada tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai T statistics sebesar 6,166 dengan nilai p-value sebesar 0,024. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai T statistics 0,05. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan faktor personal terhadap sikap tingkah laku. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan menambah variabel independen lain untuk mengetahui lebih luas faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita.
Analisis Distribusi Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Cisurupan Tahun 2024 Firmansyah, Yura Witsqa; Arifin, Heru Zaenal
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.666

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang mengalami peningkatan signifikan baik secara global maupun nasional, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2024, lebih dari 14 juta kasus dengue dilaporkan secara global, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan WHO. Wilayah kerja Puskesmas Cisurupan juga mengalami peningkatan kasus dengan distribusi yang bervariasi antar desa. Kondisi ini menuntut adanya analisis spasial untuk mengidentifikasi daerah berisiko tinggi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial kejadian DBD tahun 2024 menggunakan Period Prevalence Rate (PPR) dan pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode: Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan LB1 DBD, data jumlah penduduk per desa, serta data koordinat spasial yang diverifikasi. Sebanyak 102 kasus DBD yang terjadi sepanjang tahun 2024 dianalisis, dihitung nilai PPR-nya, dan dipetakan menggunakan perangkat lunak SIG untuk mengidentifikasi pola distribusi kasus antar desa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi spasial yang signifikan antarwilayah. Desa Cisurupan, Balewangi, dan Cidatar memiliki jumlah kasus dan nilai PPR tertinggi, sedangkan desa seperti Sukawargi, Sirnagalih, dan Cinta Asih menunjukkan tingkat risiko lebih rendah. Pemetaan spasial memperlihatkan kluster risiko tinggi pada wilayah dengan kepadatan penduduk lebih besar dan kondisi lingkungan yang berpotensi mendukung perkembangbiakan vektor. Saran: Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan spasial penting dalam mendukung strategi pengendalian DBD. Diperlukan penguatan surveilans berbasis SIG, peningkatan intervensi lingkungan, serta edukasi masyarakat terutama pada desa dengan PPR tinggi. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi faktor lingkungan dan sosial yang memengaruhi terbentuknya kluster kasus, sehingga upaya pengendalian dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
Analisis Beban Kerja Terhadap Kejadian Nyeri Leher Pada Fisioterapis Di Rumah Sakit Wilayah Jawa Timur Revani, Hilda Dea; Jannah, Fitriatul; Erindia, Firnanda; Istiana, Dina
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.660

Abstract

Latar Belakang: Fisioterapis merupakan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal, terutama pada area leher akibat aktivitas manual therapy, mobilisasi pasien, serta postur kerja yang tidak ergonomis. Gangguan muskuloskeletal pada fisioterapis dilaporkan terjadi pada berbagai negara, dengan prevalensi yang tinggi pada area leher. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dimana proses pengumpulan data baik variabel dependen dan variabel independent dilakukan secara bersamaan pada suatu waktu tertentu. dengan besar sampel 147 penderita Nyeri leher di Rumah Sakit wilayah Jawa Timur, dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian meliputi beban kerja sebagai variabel independen serta nyeri leher sebagai variabel dependen, instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan kolerasi regresi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara beban kerja dengan nyeri leher (p value : 0,001) pada Fisioterapis di rumah sakit wilayah Jawa Timur. Saran: Fisioterapis dianjurkan melakukan peregangan saat tidak sedang menangani pasien untuk membantu mengurangi risiko munculnya nyeri leher yang dapat berdampak negatif.
Intervensi Keperawatan Self Help Group Untuk Meningkatkan Praktik Pemberian Makan Pada Balita Hardiyanti, Siti; Ramadhani, Dwi Yuniar; Runtulalo, Fonny Veronika
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.667

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas serta mortalitas anak. Salah satu faktor utama penyebab gizi kurang adalah praktik pemberian makan yang tidak tepat, khususnya rendahnya penerapan pemberian makan responsif. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui efektivitas intervensi Self Help Group dalam meningkatkan praktik pemberian makan pada balita serta perilaku gizi ibu Metode: Penelitian ini merupakan literature review terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2020–2024. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data ProQuest, ClinicalKey for Nursing, Sage Journal, ScienceDirect, serta Taylor & Francis menggunakan kata kunci terkait SHG, praktik pemberian makan responsif, nutrisi balita, dan gizi kurang. Dari 6.768 artikel yang teridentifikasi, dilakukan proses seleksi hingga diperoleh 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil: Intervensi SHG terbukti meningkatkan pengetahuan gizi ibu, keberagaman diet anak, praktik pemberian makan responsif, serta perilaku kesehatan keluarga. Meskipun dampak langsung terhadap indikator antropometri belum konsisten, perubahan perilaku makan menjadi fondasi penting dalam pencegahan gizi kurang jangka panjang. Self Help Group merupakan strategi keperawatan komunitas yang efektif dalam meningkatkan praktik pemberian makan dan perilaku gizi ibu balita. Saran: Penguatan intensitas pertemuan, dukungan fasilitator, keterlibatan keluarga, serta kolaborasi lintas sektor diperlukan agar intervensi SHG dapat memberikan dampak optimal dan berkelanjutan dalam penanggulangan gizi kurang pada balita.

Page 3 of 3 | Total Record : 30