cover
Contact Name
Rinawati Tarigan
Contact Email
rinatarigan75@yahoo.com
Phone
+628126582080
Journal Mail Official
lppmstikesmalahayatimedan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cendrawasih No.161, Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20123
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29630797     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Mal el Hayat : Jurnal kesehatan. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Malahayati Medan. Jurnal Mal el Hayat mewadahi publikasi hasil kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh Dosen-dosen program studi keperawatan atau peneliti yang bidangnya sesuai dengan scope ilmu keperawatan sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Mal el Hayat merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 30 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI  REMAJA DIDESA SIGITAN KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Tri Budiarti; Selviana, Indah
Jurnal Mal el Hayat Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Mal el Hayat : July
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara menyeluruh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, yang mencakup seluruh aspek sistem reproduksi beserta fungsi dan prosesnya. Program kesehatan reproduksi remaja bertujuan untuk membantu remaja memahami dan menyadari pentingnya ilmu kesehatan reproduksi, sehingga mereka dapat mengembangkan sikap dan perilaku yang sehat serta bertanggung jawab terkait masalah reproduksi. Salah satu faktor yang berperan dalam kesehatan reproduksi remaja adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi di Desa Sigitan, Kabupaten Padang Lawas Utara pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas dan terikat. Populasi penelitian berjumlah 164 remaja, dengan sampel sebanyak 62 remaja yang dipilih menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi (p-value = 0,001). Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar upaya perluasan wawasan orang tua dan remaja mengenai pola asuh yang baik dan tepat dalam konteks kesehatan reproduksi di Desa Sigitan, Kabupaten Padang Lawas Utara dapat ditingkatkan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA WUS DI PROVINSI SUMATERA UTARA BERDASARKAN DATA SDKI 2017 Nada Rizki Nuzlan, Diva; Ruhul Masyithah; Adelia Putri; Alfian Maulana; Suci Aulia Ramadan; Sri Mahdalena
Jurnal Mal el Hayat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Mal el Hayat : Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan jumlah penduduk menjadi salah satu masalah pokok di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu inisiatif yang berperan penting dalam mengatasi tingginya tingkat pertumbuhan penduduk adalah Program Keluarga Berencana (KB), yang berfokus pada meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi, khususnya di kalangan wanita usia produktif (WUP). Berdasarkan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, tercatat bahwa 58% wanita berumur 15-49 tahun yang telah menikah memakai metode kontrasepsi modern, sedangkan hanya 4% yang menggunakan metode konvensional. Penurunan angka kematian ibu (AKI) juga menjadi salah satu indikator utama dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) kelima, yaitu meningkatkan kesejahteraan ibu dengan memastikan proses persalinan dilakukan oleh tenaga medis profesional. Kajian ini bertujuan untuk meneliti aspek-aspek yang memengaruhi penggunaan kontrasepsi di kalangan WUP di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan data SDKI 2017. Dengan memakai pendekatan numerik deskriptif dan desain studi lintas waktu, penelitian ini melibatkan 1.725 responden. Temuan kajian menunjukkan bahwa usia saat menikah pertama kali (p=0,001) dan tingkat pengetahuan tentang alat kontrasepsi (p=0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan penggunaan kontrasepsi. Pendidikan (p=0,409) dan lokasi tempat tinggal (p=0,568) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kajian ini menyoroti pentingnya edukasi dan penyediaan akses informasi yang mencukupi untuk mendukung keberhasilan Program KB di Sumatera Utara.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN DENGAN METODE SIMULASI TENTANG VULVA HYGIENE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRIDI PONPES IBNUL QOYYIM Muhshsanah, Muhshsanah; Dewi Khurotul ‘Ain; Marsi Parampo
Jurnal Mal el Hayat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Mal el Hayat : Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vulva hygiene adalah suatu kegiatan untuk menjaga organ genital luar (vulva) untuk mencegah terjadinya infeksi. Dampak dari ketidaktahuan tentang vulva hygiene sendiri bisa berupa keputihan, gatal, serta iritasi di daerah genitalia. Pemahaman tentang vulva hygiene pada santriwati di Pondok pesantren sangat penting mengingat para santriwati yang tinggal bersama teman-teman mereka tanpa pengawasan orang tua sehingga banyak dari santriwati yang belum tau cara  membersihkan vulva yang benar. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan metode simulasi menggunakan media audiovisual dan slide. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pre experimental dengan desain penelitian one group pre post test. Populasi dari penelitian ini berjumlah 20 orang dari santriwati kelas VIII di Ponpes Ibnul Qoyyim. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dimana penentuan sampel diambil dengan kriteria tertentu, uji bivariat yang digunakan adalah wilcoxon. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari 20 responden tingkat pengetahuan dan sikap responden meningkat dari kategori cukup menjadi baik yaitu nilai mean untuk pengetahuan dari 67,10 ke 97 dan nilai mean sikap dari 60,15 ke 95. Analisa hasil tingkat pengetahuan dan sikap diukur menggunakan uji wilcoxon dengan hasil p 0.000<0.05 untuk pengetahuan dan sikap. Ada perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan metode simulasi dengan media audiovisual sehingga metode simulasi efektif untuk meningkatkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri
HUBUNGAN POLA HIDUP SEHAT TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA ANAK KOS Dalimunthe, Ayu Wulandari Abdi; Elsa Safitri Purba; Zamharira Riska; Zulhani; Aynil Paydah Harahap
Jurnal Mal el Hayat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Mal el Hayat : Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa tinggal di kost merupakan periode transisi penting bagi banyak remaja dan dewasa muda, yang seringkali disertai dengan perubahan gaya hidup, pola makan, dan aktivitas fisik. Pola hidup yang tidak sehat selama masa ini dapat berpengaruh terhadap status gizi, termasuk perubahan berat badan yang tidak diinginkan. Pola makan tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, serta kurangnya perhatian terhadap kesehatan diri menjadi faktor risiko utama. Meskipun demikian, hubungan langsung antara pola hidup dan tingkat penurunan berat badan pada anak kost masih belum banyak diteliti secara spesifik di berbagai konteks lokal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola hidup dengan tingkat penurunan berat badan pada anak kost. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 60 anak kost dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menujukkan bahwa Sebagian besar responden memiliki pola hidup tidak baik (46 orang, 76,7%). Meskipun demikian, mayoritas responden mengalami penurunan berat badan yang tergolong baik (44 orang, 73%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola hidup dengan tingkat penurunan berat badan (p=0,365). Pola hidup tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap tingkat penurunan berat badan pada anak kost. Faktor lain seperti asupan nutrisi, aktivitas fisik, dan kondisi psikologis perlu diteliti lebih lanjut
GAMBARAN  IMUNISASI PADA BALITA DI KECAMATAN MEDAN DENAI Zahra Kayla Mazril; Hasibuan, Afifah; Hilya Hairo Fitri; Audy Vimala Sari; Riska Rahmadianti
Jurnal Mal el Hayat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Mal el Hayat : Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada balita. Cakupan imunisasi yang optimal sangat penting untuk mencapai kekebalan kelompok dan mencegah wabah penyakit infeksius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran cakupan imunisasi dasar dan lanjutan pada balita di wilayah studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 50 balita menjadi responden penelitian. Data diperoleh melalui pencatatan status imunisasi berdasarkan jenis vaksin yang telah diterima, kemudian dianalisis secara frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan imunisasi Hepatitis B 0 mencapai 38 balita (76%), sedangkan imunisasi BCG tercapai pada 31 balita (62%). Namun, cakupan imunisasi DPT-HB Combo 1, 2, dan 3 masing-masing hanya sebesar 32%, 24%, dan 20%. Cakupan imunisasi IPV 1, 2, dan 3 masing-masing tercatat sebesar 18%, 16%, dan 16%. Pada imunisasi Polio 1 tercapai 44%, Polio 2 sebesar 34%, Polio 3 dan Polio 4 masing-masing sebesar 26%. Untuk imunisasi Campak, hanya 22% balita yang telah menerima vaksinasi, sementara DPT-HB Combo Lanjutan dan Campak Lanjutan masing-masing baru tercapai pada 6% dan 12% balita. Secara umum, ditemukan bahwa cakupan imunisasi balita masih rendah, terutama pada imunisasi lanjutan dan booster. Cakupan imunisasi dasar dan lanjutan pada balita masih jauh dari target universal, dengan sebagian besar balita belum menerima vaksinasi lengkap sesuai jadwal. Upaya peningkatan edukasi kepada orang tua serta optimalisasi layanan imunisasi di fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan untuk meningkatkan cakupan dan mencegah terjadinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI DESA JATI KESUMA KECAMATAN NAMORAMBE KABUPATEN DELI SERDANG Risandhy Mulia Pradana; Tri Budiarti; Muhammad Rezebry
Jurnal Mal el Hayat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Mal el Hayat : Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering dialami oleh balita yang disebabkan karena infeksi pertama  serta belum optimalnya proses pembentukan kekebalan tubuh secara alamiah. ISPA terdiri dari 3 (tiga) unsur, yakni infeksi, saluran pernapasan dan infeksi akut. Permasalahan dalam skripsi ini mengenai hubungan kondisi fisik rumah serta hubungannya dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Jati Kesuma Kecamatan Namorambe. Kualitas tempat tinggal dan rumah menjadi faktor utama mengingat sebagian besar waktu bayi dan balita habiskan adalah rumah serta lingkungannya. Metode Penelitian yang digunakan adalah Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study dengan mengambil beberapa responden mengenai hubungan ventilasi rumah, lantai rumah, kepadatan hunian rumah dan atap rumah terhadap kejadian ISPA pada balita. Jumlah responden yang dipergunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 orang dengan karakteristik umur, pendidikan dan pekerjaan. Hasil penelitian ini yaitu adanya hubungan yang signifikan antara ventilasi rumah dengan kejadian ISPA yang disebabkan kondisi ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat.  Penyakit – penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan lantai rumah yang tidak memenuhi syarat akan terkait erat 50% dengan penyakit ISPA yang diderita. Penularan penyakit berbanding lurus dengan kepadatan hunian suatu rumah. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 75,2% atau sebanyak 50 balita mengalami ISPA dan pada 15 Balita 24,8% tidak mengalami ISPA. Selanjutnya Berdasarkan hasil analisis bivariat bahwa empat variabel Independen berhubungan dengan ISPA Pada balita di Desa Jati Kesuma , yaitu ventilasi dengan nilai p=0,001, Kepadatan Hunian dengan nilai p=0,004 , Lantai dengan nilai p=0,001 , dan atap dengan nilai p=0,001
PENERAPAN TERAPI SENAM KAKI DIABETES PADA PASIENDIABETES MELITUS TIPE II DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF DI LINGKUNGAN II MEDAN AMPLAS Lubis, Nazwa Salsabilah; Armi Mawaddah; Rahmi Maulia
Jurnal Mal el Hayat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Mal el Hayat : July
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65187/wd4r4535

Abstract

Pendahuluan:Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang sering menyebabkan gangguan perfusi perifer, seperti kebas dan kaku pada kaki, akibat gangguan sirkulasi darah. Senam kaki diabetes merupakan salah satu bentuk terapi nonfarmakologis yang bertujuan meningkatkan aliran darah dan membantu menurunkan kadar gula darah. Tujuan: Untuk menerapkan senam kaki diabetes pada pasien DM tipe II dan mengevaluasi efeknya terhadap kadar gula darah dan gejala perfusi perifer tidak efektif. Metode: Metode penulisan ini menggunakan study kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan gula darah sebelum dan sesudah pada pasien DM Tipe II dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif. Hasil: Hasil menunjukkan penurunan kadar gula darah dari 230 mg/dl menjadi 169 mg/dl, dan juga mengalami berkurangnya rasa kebas, kenyamanan sensasi kaki serta kekakuan pada kaki.  Senam kaki dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 10-30 menit dilakukan di pagi hari. Kesimpulan: Senam kaki diabetes dapat menjadi salah satu upaya mandiri yang efektif dalam membantu menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki sirkulasi perifer pada pasien DM Tipe II
IMPLEMENTASI PEMBERIAN MINYAK ZAITUN TERHADAP PENCEGAHAN  RESIKO KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT PADA PASIEN DM TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HELVETIA Muhammad Roby Tamara Muslim; Afiatika Ahsani
Jurnal Mal el Hayat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Mal el Hayat : July
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65187/gzqs3614

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan komplikasi yang berdampak padaberbagai sistem tubuh, termasuk kulit. Salah satu komplikasinya adalah gangguan integritaskulit akibat sirkulasi darah yang buruk dan kulit kering. Minyak zaitun diketahui memilikikandungan antioksidan dan emolien yang dapat meningkatkan kelembaban dan mencegahkerusakan kulit. Untuk menerapkan intervensi penggunaan minyak zaitun sebagai terapinonfarmakologi guna mencegah kerusakan integritas kulit pada pasien diabetes melitus tipe 2.Studi kasus dilakukan pada pasien dengan DM tipe 2 yang mengalami kulit kering dan kasar diPuskesmas Helvetia. Intervensi pemberian minyak zaitun dilakukan selama 2 minggu sebanyak6 kali dengan pengamatan menggunakan Skala Overall Dry Skin (ODS). Setelah dilakukanintervensi, terjadi penurunan skor kekeringan kulit pada pasien dari skor 3 menjadi 1, menunjukkan adanya peningkatan kelembaban dan integritas kulit
IMPLEMENTASI TERAPI DZIKIR DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. M. ILDREM SUMATERA UTARA Irma Widya Putri; Rafika Nur Siregar; Rahmiwati
Jurnal Mal el Hayat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Mal el Hayat : July
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65187/cvknjm79

Abstract

Halusinasi pendengaran adalah gangguan persepsi sensori yang umum pada pasien gangguan jiwa. Halusinasi pendengaran menimbulkan distres, risiko perilaku berbahaya, dan beban perawatan; intervensi non-farmakologis terstruktur seperti terapi dzikir berpotensi menjadi adjuvan untuk menurunkan intensitas gejala dan meningkatkan kontrol diri. Terapi dzikir sebagai intervensi nonfarmakologis terbukti memberikan efek menenangkan dan membantu pasien lebih fokus pada realita. Tujuan studi kasus ini untuk Mendeskripsikan perubahan skor Audiotory Hallucination Rating Scale (AHRS) setelah penerapan terapi dzikir terstruktur yang diintegrasikan dengan strategi SP1–SP4 pada seorang pasien dengan halusinasi pendengaran. Studi kasus dilakukan pada satu pasien di RSJ Prof. Dr. M. Ildrem Sumatera Utara selama tujuh hari menggunakan pendekatan proses keperawatan. Hasil evaluasi dengan skala AHRS menunjukkan penurunan skor dari 25 menjadi 13. Pasien mengalami penurunan intensitas halusinasi dan peningkatan kontrol diri. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terapi dzikir efektif diterapkan dalam asuhan keperawatan jiwa sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu pasien mengontrol halusinasi pendengaran. Temuan ini mendukung integrasi terapi dzikir terstruktur sebagai adjuvan dalam SOP perawatan standar dengan pemantauan AHRS pra–pasca, disertai pelatihan singkat bagi perawat dan pelibatan keluarga untuk teknik menghardik, interaksi suportif, dan penjadwalan aktivitas; ke depan, uji terkontrol bersampel lebih besar dengan penilaian tersamar serta pencatatan waktu sesi (pagi/siang) diperlukan untuk menguatkan evidensi dan mengoptimalkan implementasi klinik.
ANALISIS STRATEGI MITIGASI BANJIR DAN KEBAKARAN OLEH DINAS PEMADAM KEBAKARAN DI MEDAN TUNTUNGAN Istiqomah; Nasution, Maharani Zahra; Rifa Safira; Putri Mendriani; Amalia Safitri; Apriliani; Nasution, Surya Effendi
Jurnal Mal el Hayat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Mal el Hayat : July
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65187/gxr1ty63

Abstract

Kebakaran dan bencana banjir sudah menjadi hal yang sering terjadi di kota Medan karena padatnya pemukiman dan penduduk karena kota Medan termasuk ke dalam kota metropolitan terbesar no. 4 di Indonesia. Perkembangan kota yang pesat membawa tantangan dalam aspek Kesiapsiagaan risiko kebakaran dan bencana banjir. Oleh karena itu, kesiapsiagaan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam melakukan penyelamatan serta bantuan kepada masyarakat saat kebakaran ataupun banjir terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi strategi mitigasi yang diterapkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Medan Tuntungan dalam menangani kebakaran dan banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain peneitian deskriptif untuk mengkaji lebih dalam peran pemadam kebakaran dalam mitigasi kebakaran dan bencana banjir di Medan Tuntungan yang dilakukan pada pada tanggal 9 januari 2025 dengan informan sebanyak 6 orang, 1 orang sebagai informan kunci yaitu kepala upt pemadam kebakaran kec. Medan tuntungan, 2 orang informan dari petugas damkar, dan 3 orang lainnya adalah masyarakat kec.medan tuntungan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa Damkar tidak terlibat langsung dalam bencana alam, karena kebakaran lebih sering disebabkan oleh kelalaian masyarakat. Damkar aktif dalam penyelamatan, evakuasi korban, dan pembersihan pasca-bencana, serta penting dalam pemulihan melalui sistem peringatan dini dan pelatihan masyarakat. Meskipun tidak memiliki program evakuasi sebelum bencana, Damkar membantu membersihkan pasca-banjir dan terlibat dalam proses evakuasi, sementara penyediaan makanan menjadi tanggung jawab BPBD. Tugas utama mereka mencakup pencegahan kebakaran dan edukasi masyarakat, dengan fokus pada pelayanan prima dan perlindungan masyarakat dalam situasi darurat. Peran Damkar sangat penting dalam mitigasi kebakaran dan banjir, serta perlunya peningkatan koordinasi antar instansi  dan edukasi kepada Masyarakat

Page 3 of 3 | Total Record : 30