cover
Contact Name
Rinawati Tarigan
Contact Email
rinatarigan75@yahoo.com
Phone
+628126582080
Journal Mail Official
lppmstikesmalahayatimedan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cendrawasih No.161, Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20123
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29630797     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Mal el Hayat : Jurnal kesehatan. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Malahayati Medan. Jurnal Mal el Hayat mewadahi publikasi hasil kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh Dosen-dosen program studi keperawatan atau peneliti yang bidangnya sesuai dengan scope ilmu keperawatan sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Mal el Hayat merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 30 Documents
PENILAIAN CAKUPAN IMUNISASI LENGKAP PADA BAYI USIA 0-12 BULAN Nasution, Nur Indah; Kesuma, Sari Indah
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 1 (2023): Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan intervensi preventif yang terbukti efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi. Program imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0–12 bulan menjadi indikator utama dalam menilai keberhasilan sistem kesehatan masyarakat, khususnya di fasilitas pelayanan primer. Meskipun program telah dilaksanakan secara nasional, masih ditemukan ketimpangan cakupan di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat cakupan imunisasi dasar lengkap dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketuntasan imunisasi pada bayi usia 0–12 bulan di wilayah kerja salah satu Puskesmas X Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel diperoleh secara purposif dari data bayi usia 0–12 bulan yang tercatat di Puskesmas X. Data dikumpulkan melalui telaah rekam medis dan wawancara terstruktur dengan ibu bayi menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menujukkan bahwa cakupan imunisasi lengkap di Puskesmas X tercatat sebesar 78,6%. Faktor yang paling berpengaruh terhadap ketuntasan imunisasi antara lain pendidikan ibu, jarak ke fasilitas kesehatan, dan tingkat pengetahuan tentang jadwal imunisasi. Meskipun cakupan imunisasi di Puskesmas X relatif tinggi, kesenjangan pelayanan masih ditemukan. Diperlukan upaya edukasi berkelanjutan dan peningkatan akses pelayanan imunisasi sebagai strategi dalam meningkatkan cakupan secara merata dan berkelanjutan.
EVALUASI PENERAPAN TUJUH LANGKAH KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT Supriati, Supriati; Okwerita, Okwerita
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan program tujuh langkah keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Melati Perbaungan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjamin keselamatan pasien selama perawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap lima informan yang terdiri dari Wadir Keperawatan, Pengurus Unit Keselamatan Pasien, Kepala Ruang, dan Perawat Pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun langkah-langkah keselamatan pasien telah diterapkan dengan baik, masih ada beberapa tantangan dalam implementasinya. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM), pengawasan yang kurang intensif, serta sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya memenuhi standar yang diperlukan untuk mendukung sistem keselamatan pasien. Selain itu, meskipun pelatihan keselamatan telah dilakukan, pelaksanaannya belum terjadwal secara rutin dan terstruktur, yang menghambat pemahaman staf terhadap prosedur keselamatan yang berlaku. Komunikasi antar tim medis dan administrasi rumah sakit juga perlu diperkuat untuk memastikan keselamatan pasien dapat diterapkan secara konsisten di setiap unit. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit meningkatkan pelatihan yang terjadwal secara rutin, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan fasilitas dan teknologi yang mendukung implementasi keselamatan pasien secara lebih efektif.
PENERAPAN KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN SERTA PEREDARAN NARKOBA (P4GN) DI MASYARAKAT Damanik, Rina Anggraini; Nisa, Widiya
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Narkoba (P4GN) di Kota Medan memiliki peran yang sangat penting dalam menanggulangi masalah narkoba yang terus berkembang. Dalam upaya untuk mengurangi angka prevalensi penyalahgunaan narkoba, berbagai langkah telah dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kebijakan P4GN di Kota Medan, dengan fokus pada efektivitas implementasi, tantangan yang dihadapi, serta peran serta masyarakat dalam mendukung kebijakan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tiga informan utama yang terdiri dari Kabid/Petugas BNN Kota Medan, Staff BNN Kota Medan, dan Kelompok Teman Sebaya dari komunitas di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program P4GN telah dijalankan dengan berbagai kegiatan penyuluhan, seminar, dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, tantangan yang dihadapi cukup signifikan. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam program P4GN, kurangnya koordinasi antara lembaga terkait, dan terbatasnya fasilitas rehabilitasi menjadi hambatan utama dalam mencapai tujuan kebijakan ini. Selain itu, meskipun media sosial telah digunakan sebagai sarana penyuluhan, masih terdapat gap dalam efektivitas komunikasi yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar lebih banyak upaya dilakukan untuk memperkuat koordinasi antar lembaga, meningkatkan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat, serta memperbesar akses fasilitas rehabilitasi untuk pengguna narkoba. Dengan dukungan yang lebih kuat dari masyarakat dan pemerintah, kebijakan P4GN diharapkan dapat lebih efektif dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Kota Medan.
EVALUASI IMPLEMENTASI STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORTCOURSE (DOTS) DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS Siregar, Riski Agussalim; Apriliani, Apriliani; Sarah Fadhila Siregar
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kota Medan. Strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) telah menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan TB. Namun, efektivitas implementasinya di tingkat pelayanan primer, khususnya puskesmas, masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan strategi DOTS dalam program pengendalian TB di Puskesmas Medan Area Selatan Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan pada Oktober hingga Desember 2023 melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan terdiri atas tujuh orang, yaitu Wasor TB, kepala puskesmas, dua petugas TB, dua pasien TB, dan satu Pengawas Menelan Obat (PMO). Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi DOTS telah mengikuti pedoman nasional, namun terdapat kendala pada aspek kepatuhan pasien, keterbatasan sarana diagnostik, distribusi obat, serta sistem pelaporan digital SITB yang belum optimal. Peran PMO dan dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan. Implementasi strategi DOTS di Puskesmas Medan Area Selatan perlu diperkuat melalui pelatihan petugas, perbaikan infrastruktur pelaporan digital, dan peningkatan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mendukung pengobatan TB.
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN MATERNAL MELALUI KONSELING GIZI PADA IBU HAMIL ANEMIA DI PRAKTEK BIDAN MANDIRI X KOTA MEDAN Muhshsanah, Muhshsanah; Bebby Alfiera Riyandina Hardja; Muhammad Rezebri
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi nasional mencapai 27,7% pada tahun 2023. Anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi obstetrik seperti persalinan prematur, perdarahan postpartum, berat bayi lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif untuk menurunkan kejadian anemia adalah melalui intervensi konseling gizi yang terstruktur dan berkelanjutan di layanan primer, termasuk pada praktek bidan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di Praktek Bidan Mandiri X Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen, yaitu one group pre-test and post-test design. Sebanyak 45 responden ibu hamil trimester II–III yang mengalami anemia ringan hingga sedang dipilih secara purposive sampling. Intervensi konseling gizi diberikan secara individual sebanyak tiga kali selama satu bulan, disertai dengan media edukasi dan pemantauan konsumsi tablet zat besi. Data dikumpulkan melalui pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat hemoglobin digital, dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired t-test) dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin meningkat dari 9,80 g/dL menjadi 10,70 g/dL setelah intervensi. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung = 13,92 dengan p-value = 0,000, yang berarti terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik (p < 0,05) setelah konseling gizi diberikan. Konseling gizi secara individual dan terstruktur terbukti efektif meningkatkan status hemoglobin pada ibu hamil anemia. Intervensi ini dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal di praktek bidan mandiri sebagai strategi preventif dan promotif berbasis komunitas.
GAMBARAN TINGKAT PEMAHAMAN DAN PENGELOLAAN GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI DI MTSN 1 RANTAU SELATAN MELALUI PROGRAM PENYULUHAN KESEHATAN Marito, Lily Putri; Deli Syaputri; Rani Suraya
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang dialami perempuan menjelang menstruasi. Pengetahuan dan kemampuan remaja dalam mengelola PMS secara tepat sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan prestasi belajar. Namun, literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja masih tergolong rendah, khususnya di lingkungan sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pemahaman dan strategi pengelolaan gejala PMS pada remaja putri di MTsN 1 Rantau Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 60 siswi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang mencakup aspek pengetahuan dan cara mengelola gejala PMS. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,7% responden memiliki tingkat pemahaman yang baik, 33,3% cukup, dan 10,0% kurang. Dalam pengelolaan PMS, 78,3% responden memilih istirahat cukup, 73,3% mengonsumsi makanan sehat, 63,3% menggunakan kompres hangat, dan hanya 41,7% yang melakukan olahraga ringan. Sementara itu, 20,0% responden menggunakan obat pereda nyeri. Mayoritas remaja memiliki pemahaman yang baik terhadap PMS dan memilih strategi pengelolaan non-farmakologis. Namun, partisipasi dalam pengelolaan aktif seperti olahraga masih rendah. Intervensi edukatif yang terstruktur diperlukan untuk meningkatkan literasi dan praktik pengelolaan PMS di kalangan remaja.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS LAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS X KOTA MEDAN Siregar, Sarah Fadhila; Nada Nurjanah Afrillia; Aldi Munawar Kaloko
Jurnal Mal el Hayat Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Mal el Hayat : Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas layanan keperawatan merupakan salah satu indikator penting dalam mengevaluasi kepuasan pasien rawat inap. Dalam konteks pelayanan kesehatan modern, interaksi perawat dengan pasien memainkan peranan strategis dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas layanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RS X Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 100 pasien rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur persepsi terhadap kualitas layanan keperawatan dan tingkat kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang menilai layanan keperawatan dalam kategori baik (62%) merasa puas (78,7%). Sementara itu, pada kategori layanan cukup dan kurang, kepuasan pasien menurun secara signifikan. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,008 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara kualitas layanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien. Kualitas layanan keperawatan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Diperlukan upaya peningkatan mutu pelayanan melalui pelatihan soft skills, penguatan komunikasi terapeutik, serta optimalisasi rasio pasien-perawat untuk menjaga mutu layanan secara berkelanjutan.
HUBUNGAN ANEMIA SELAMA KEHAMILAN DAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI KLINIK PRATAMA EVI, KECAMATAN MEDAN MARELAN, KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA Afiatika Ahsani; Andini Mentari Tarigan; Aynil Paydah Harahap
Jurnal Mal el Hayat Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Mal el Hayat : Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia selama kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan ibu yang paling umum di negara berkembang dan berkontribusi signifikan terhadap komplikasi obstetrik, termasuk perdarahan postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status anemia selama kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di Klinik Pratama Evi, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh secara retrospektif dari rekam medis ibu bersalin di Klinik Pratama Evi selama periode Januari–Desember 2023. Sebanyak 120 ibu melahirkan yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Variabel independen adalah status anemia berdasarkan kadar hemoglobin pada trimester ketiga, sedangkan variabel dependen adalah kejadian perdarahan postpartum. Analisis dilakukan dengan uji chi-square dan odds ratio, dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6,7% ibu hamil mengalami anemia, dan 23,3% mengalami perdarahan postpartum. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara anemia selama kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum (p = 0,001). Ibu hamil dengan anemia memiliki risiko 6,4 kali lebih besar mengalami perdarahan postpartum dibandingkan yang tidak anemia (OR = 6,4; 95% CI = 2,6–15,8). Anemia selama kehamilan merupakan faktor risiko signifikan terhadap perdarahan postpartum. Diperlukan penguatan deteksi dini, edukasi gizi, dan pemantauan kadar hemoglobin secara rutin dalam pelayanan antenatal care untuk mencegah komplikasi maternal.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Y KOTA MEDAN Armi Mawaddah; Muhshsanah
Jurnal Mal el Hayat Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Mal el Hayat : Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan tali pusat yang tepat sangat penting untuk mencegah infeksi pada bayi baru lahir, yang dapat berujung pada komplikasi serius seperti sepsis neonatorum. Pengetahuan ibu merupakan faktor utama yang memengaruhi praktik perawatan tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat di wilayah kerja Puskesmas Y Kota Medan. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 100 ibu yang memiliki bayi usia 0–28 hari dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Y. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah divalidasi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (52%), diikuti kategori baik (33%) dan kurang (15%). Sebagian besar responden mengetahui pentingnya menjaga tali pusat tetap bersih dan kering (88%) serta tidak menggunakan bahan tradisional (76%). Namun, hanya 54% yang mampu mengenali tanda-tanda infeksi tali pusat. Pengetahuan tentang mencuci tangan sebelum perawatan juga masih terbatas (67%). Tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat tergolong sedang, dengan beberapa aspek penting masih kurang dipahami. Intervensi edukatif yang lebih intensif dan kontekstual perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman ibu dan mencegah infeksi neonatal.
EKSPLORASI PENGALAMAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI PUSKESMAS SUNGGAL Piyanti Saurina Mahdalena Sagala; Jamila Rambe; Lily Putri Marito
Jurnal Mal el Hayat Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Mal el Hayat : July
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan tantangan kesehatan utama yang memerlukan pendekatan pelayanan berbasis keluarga. Perawat memiliki peran sentral dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga, terutama di tingkat pelayanan primer seperti Puskesmas. Namun, pengalaman perawat dalam konteks tersebut masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga kepada pasien dengan PTM di Puskesmas Sunggal, Kota Medan. enelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain fenomenologi dengan delapan informan, terdiri dari enam perawat, satu kepala Puskesmas, dan satu koordinator program PTM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian ditemukan tiga tema utama, yaitu: (1) Komitmen profesional terhadap asuhan keluarga yang mencakup keterikatan emosional dan rasa tanggung jawab; (2) Hambatan struktural dan kultural, termasuk beban kerja tinggi, keterbatasan waktu, dan persepsi keluarga yang pasif; serta (3) Kebutuhan dukungan sistem dan peningkatan kapasitas perawat seperti tidak adanya SOP serta perlunya pelatihan edukasi dan komunikasi keluarga. Asuhan keperawatan keluarga bagi pasien PTM di Puskesmas Sunggal dipengaruhi oleh interaksi personal, keterbatasan struktural, dan belum optimalnya dukungan sistem. Diperlukan kebijakan operasional yang mendukung, pelatihan intensif bagi perawat, serta pendekatan kolaboratif yang melibatkan keluarga sebagai mitra aktif dalam perawatan.

Page 2 of 3 | Total Record : 30