cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
taufikhidayat.jc@gmail.com
Phone
+6285356693823
Journal Mail Official
jurnal.jtd@gmail.com
Editorial Address
Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Fakultas Komputer dan Desain Jl. Raya Soekarno-Hatta No.Km. 03, Gondoarum, Jambearum, Kec. Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, 51351.
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
ISSN : -     EISSN : 28094662     DOI : https://doi.org/10.51792/jtd.Vol.No.ID
Core Subject : Science, Art,
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual (Journal of Informatics Engineering and Visual Communication Design), particularly focuses on the main problems in the Computer and Design: 1. Internet and E-Commerce; 2. Computer Vision; 3. Information System; 4. Networking Big Data;5. Artificial Intelligence; 6. Algorithm and Programming; 7. Tipografi; 8. Branding; 9. Design Thinking; 10. Budaya Visual; 11. Fotografi; 12.Periklanan; 13. Ilustrasi; 14. Nirmana; 15. Lukisan;
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 91 Documents
The Impact of Suseno Apriadi YouTube Channel on Student Engagement in DKV Students First Semester Suseno Apriadi; Isnaeni Yasmin Nurlaila
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i1.01

Abstract

Abstract. The development of digital technology has introduced interactive alternative learning media, including YouTube. This study aims to explore the impact of the Suseno Apriadi YouTube channel on student engagement among first-semester Visual Communication Design (DKV) students. A qualitative descriptive approach was employed to gain an in-depth understanding of students’ learning experiences through observations, semi-structured interviews, and documentation of student works inspired by the channel’s content. The findings indicate that videos presented in a visually appealing, informative, and academically relevant manner significantly enhance student engagement across three dimensions: cognitive, emotional, and behavioral. Students not only grasp design concepts more easily but are also motivated to apply them in creative practice, improving learning motivation and developing visual aesthetic sensitivity. These results suggest that audiovisual media, particularly the Suseno Apriadi YouTube channel, can serve as an effective learning tool that integrates theory, practice, and aesthetic experience, thereby strengthening the quality of design education in the digital era. Keywords: YouTube, student engagement, Visual Communication Design, audiovisual learning, visual aesthetics.
Implementasi Sistem Rekomendasi Cerdas Berbasis SAW untuk Menentukan Kos Putri Terbaik di Wilayah Jabodetabek Rusdi Efendi; Hasnan Afif; Nazwa Abelia Nabir; Moza Gina Aliya; Vania Raissa Andini; Dara Utami; Fadhil Rahman; Miranti Miranti
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i1.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sebuah sistem cerdas untuk merekomendasikan kos putri terbaik di wilayah Jabodetabek secara objektif dan terukur. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah banyaknya alternatif dengan variasi harga, fasilitas, dan kualitas yang sering kali menimbulkan subjektivitas dalam pengambilan keputusan untuk pemilihan kos. Data penelitian ini bersumber dari platform Mamikos dengan total 367 alternatif kos yang telah melalui tahap pra-pemrosesan. Evaluasi dilakukan berdasarkan enam kriteria utama, yaitu harga sewa, rating pengguna, ukuran kamar, fasilitas listrik, ketersediaan kamar, dan tipe kos, dengan pembobotan sesuai tingkat kepentingannya. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini digunakan karena kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan pengambilan keputusan multikriteria secara sederhana dan transparan. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa kriteria harga dan rating memiliki pengaruh dominan terhadap hasil rekomendasi sedangkan alternatif dengan nilai preferensi tertinggi adalah Kost Apik Pondok Sally Tipe A dengan skor 0,8899. Dengan demikian sistem yang dikembangkan ini terbukti mampu membantu mahasiswa dan pekerja perempuan dalam menentukan pilihan kos yang optimal secara efektif dan akurat
Perancangan Buku Ilustrasi ‘Teman Baru Di Taman Kota’ Sebagai Upaya Membangun Rasa Empati Pada Anak Usia 5 – 6 Tahun Isnaeni Yasmin Nurlaila; Suparti Suparti
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i1.02

Abstract

Perancangan Buku ilustrasi “Teman Baru Di Taman Kota”dibuat sebagai upaya agar dapat membangun rasa empati pada anak usia 5-6 Tahun. Anak-anak pada usia tersebut sedang berada dalam tahap penting perkembangan sosial dan emosional, namun masih sering mengalami kesulitan dalam memahami perasaan orang lain. Melalui ilustrasi yang ekspresif dan cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini dirancang untuk membantu anak mengenal nilai kepedulian, keberanian bersosialisasi, dan pentingnya berteman. Proses perancangan meliputi penjaringan ide cerita, pengembangan karakter, storyboard, hingga finalisasi ilustrasi digital dengan gaya visual anime/manga yang ramah anak. Hasil perancangan ini diwujudkan dalam bentuk buku ilustrasi berukuran 21,5 x 20 cm dengan narasi ringan dan visual yang penuh warna. Karya ini diharapkan dapat menjadi media bantu dalam menanamkan nilai empati secara menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.  
Analisis Semiotika Motif Batik Encim Sebagai Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tiongkok, dan Eropa Anik Rahmawati
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i1.06

Abstract

Batik Encim Pekalongan merupakan artefak budaya yang secara visual merekam dinamika akulturasi antara masyarakat lokal Jawa dan peranakan Tionghoa di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk membedah manifestasi akulturasi budaya tersebut melalui analisis tanda visual pada motif-motif utamanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika triadik Charles Sanders Peirce, yang membagi tanda ke dalam elemen representamen, objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretan. Data penelitian terdiri dari lima spesimen kain Batik Encim pilihan yang mewakili keragaman motif flora dan fauna mitologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Encim berfungsi sebagai sistem tanda hibrida; di mana ikonitas alam (flora-fauna) berpadu dengan indeksasi warna cerah yang mencerminkan keterbukaan sosial, serta simbolisme luhur yang membawa pesan harmoni dan keberuntungan. Temuan ini menegaskan bahwa akulturasi dalam Batik Encim bukan sekadar pengadopsian estetika asing, melainkan bentuk dialog visual yang melahirkan identitas budaya baru di Pekalongan. Analisis ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai bagaimana kain tradisional mampu menjadi media komunikasi simbolis dalam menjembatani perbedaan budaya.
Visualisasi Budaya Indonesia sebagai Strategi Konstruksi Identitas Global: Studi pada Video Musik Shoot oleh NO NA Amalia Latifah Putri Asnawi; Emillia Della Maulina
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i1.04

Abstract

Arus globalisasi media visual mendorong munculnya strategi representasi budaya lokal sebagai sarana pembentukan identitas dalam industri kreatif kontemporer. Video musik tidak lagi sekadar medium hiburan, tetapi menjadi ruang produksi makna yang menegosiasikan hubungan antara tradisi, modernitas, dan audiens global. Dalam konteks ini, visualisasi budaya Indonesia dalam video musik Shoot oleh NO NA menghadirkan representasi lokal yang berfungsi estetis sekaligus strategis dalam ranah Desain Komunikasi Visual. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori representasi Stuart Hall sebagai landasan utama, yang diperdalam melalui rangka analisis semiotika Roland Barthes pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Objek kajian berupa elemen visual budaya Indonesia dalam tujuh belas adegan yang mencakup lanskap agraris, ruang domestik tradisional, permainan rakyat, praktik keseharian, material lokal, dan alam tropis. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut membentuk sistem tanda yang merepresentasikan Indonesia sebagai ruang yang alami, komunal, hangat, dan harmonis, sekaligus menaturalisasi citra keindonesiaan yang romantis bagi audiens global. Visualisasi ini juga berperan sebagai strategi visual branding yang menempatkan NO NA sebagai girl group berakar lokal dengan orientasi global, sehingga menegaskan potensi video musik sebagai medium pembentukan identitas budaya dalam industri kreatif.
Evaluasi Kapabilitas Manajemen Layanan TI Berdasarkan Proses Deliver, Service dan Support pada Sekolah X Aulia Hakim; Dian Novitaningrum; Tri Muji Waluyo; To Adn Siroj
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i1.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merangkum kemampuan manajemen layanan teknologi informasi (IT) berdasarkan proses Deliver, Service, and Support (DSS) dalam kerangka kerja COBIT 5. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan studi dokumen. Evaluasi dilakukan pada enam domain proses DSS: manajemen operasi, permintaan layanan dan insiden, masalah, kelangsungan layanan, layanan keamanan, dan pengendalian proses bisnis. Data dianalisis menggunakan model kemampuan lima tingkat untuk menentukan tingkat kematangan setiap proses. Hasil menunjukkan bahwa domain DSS-06 (Pengelolaan Pengendalian Proses Bisnis) memiliki tingkat kemampuan tertinggi (tingkat 4), sementara DSS-02 (Pengelolaan Permintaan Layanan dan Insiden) memiliki tingkat terendah (tingkat 2). Domain lainnya berada pada tingkat 3, mencerminkan proses yang telah didokumentasikan dengan cukup tetapi belum optimal secara kuantitatif. Sebagian besar sub-proses DSS01 juga menunjukkan kematangan pada tingkat 3, kecuali layanan outsourcing, yang tetap pada tingkat 2. Kesimpulan studi ini menegaskan bahwa meskipun sebagian besar proses stabil, perbaikan signifikan masih diperlukan di area dengan kemampuan rendah, terutama manajemen insiden dan outsourcing. Rekomendasi utama meliputi peningkatan dokumentasi, pelatihan staf, pemanfaatan teknologi otomatisasi, dan penerapan praktik terbaik COBIT 5 untuk terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan IT.
Analisis Efektivitas Infografis Berbasis Elemen DKV dalam Meningkatkan Penguasaan Kosakata (Vocabulary) Bahasa Inggris Akademik Suseno Apriadi; Kharisma Bintang Islamy
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i2.01

Abstract

Penguasaan kosakata bahasa Inggris akademik menjadi tantangan signifikan bagi mahasiswa di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan infografis berbasis elemen Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam meningkatkan penguasaan kosakata akademik mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, tes kosakata (pre-test dan post-test), serta analisis visual terhadap infografis yang digunakan sebagai media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen DKV seperti hierarki tipografi, pengkodean warna, dan ikonografi—mampu menekan beban kognitif mahasiswa saat mempelajari terminologi akademik yang kompleks. Infografis terbukti secara signifikan memfasilitasi retensi memori dan pemahaman kontekstual dibandingkan dengan metode pembelajaran teks linier. Hal ini dibuktikan dengan hasil dari pre-test dan post test 20 responden mahasiswa DKV. Instrument yang diberikan dengan cara memberikan infografis berbahasa inggris untuk kemudian diajarkan ke mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa desain infografis yang berbasis prinsip estetika visual dapat menjadi instrumen scaffolding yang efektif dalam mempercepat akuisisi kosakata bahasa Inggris akademik di lingkungan pendidikan tinggi. Teknik analisis data yang digunakann adalah paired sample T-test.
Efektivitas Sistem Kontrol Aquascape Berbasis IoT dengan Pencahayaan Adaptif Dibandingkan Metode Konvensional Farah Fairuz; Anang Andrianto; Harry Soepandi
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i2.03

Abstract

Aquascape di ruang layanan publik memerlukan pencahayaan yang tetap mendukung fungsi visual tanpa memperpanjang paparan cahaya ketika tidak ada pengguna. Penelitian ini bertujuan merancang sistem kontrol pencahayaan adaptif berbasis Internet of Things (IoT) dengan integrasi multi-sensor dan membandingkannya dengan baseline pencahayaan kontinu 24 jam. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan uji coba terbatas selama tujuh hari pada dua aquascape dengan kondisi awal setara. Sistem adaptif menggunakan ESP32, sensor Passive Infrared (PIR) sebagai pemicu lampu, sensor suhu DS18B20 dan sensor pH sebagai monitoring kondisi air, relai, lampu LED, dan Blynk. Data utama berupa total durasi nyala lampu dan algal coverage pada kaca depan yang diukur pada hari ke-7 menggunakan ImageJ. Hasil menunjukkan total durasi nyala lampu sebesar 249 menit pada sistem adaptif dan 10.080 menit pada baseline, atau penurunan 97,53%. Algal coverage pada hari ke-7 tercatat 0,00% pada sistem adaptif dan 2,15% pada baseline. Suhu dan pH tetap relatif stabil pada kisaran 25,58 25,68°C dan 7,22-7,26, dengan survival rate ikan 100% pada kedua perlakuan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem bekerja sesuai rancangan dan memberikan indikasi awal tutupan alga yang lebih rendah selama uji coba terbatas.
Simbolisme Warna Merah sebagai Perangkat Naratif dalam Membangun Relasi Emosional pada Film Frankenstein Amalia Latifah Putri Asnawi; Velia Ranufatma
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i2.04

Abstract

Warna dalam film dapat berfungsi sebagai perangkat visual yang membangun makna emosional dan mendukung perkembangan naratif. Penelitian ini menganalisis fungsi warna merah sebagai visual motif dalam membangun relasi emosional antarkarakter pada film Frankenstein melalui perspektif mise-en-scène David Bordwell dan teori warna film Patti Bellantoni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi sinematik terhadap adegan yang menampilkan penggunaan warna merah pada kostum, properti, ruang, pencahayaan, dan komposisi. Data dianalisis secara interpretatif dengan mengidentifikasi pola kemunculan, perpindahan, dan perubahan fungsi emosional warna merah dalam perkembangan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna merah berfungsi sebagai visual motif yang mengalami transformasi makna sesuai perkembangan psikologis Victor Frankenstein. Pengulangan dan perpindahan warna merah pada berbagai unsur mise-en-scène membentuk kesinambungan visual yang menghubungkan relasi emosional, perubahan karakter, dan perkembangan konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas warna dalam sinema tidak hanya terletak pada makna psikologisnya, tetapi juga pada pola penggunaan dan keterkaitannya dengan unsur visual lain dalam membangun struktur naratif dan ritme emosional film.
Perancangan Komik Sebagai Media Pembelajaran Pengenalan Hewan Berbasis Augmented Reality (AR) Untuk Siswa Taman Kanak Kanak Muhammad Dwi Latifurrohman; Anik Rahmawati
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i2.02

Abstract

Pembelajaran pengenalan hewan pada anak usia dini membutuhkan media yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Berdasarkan observasi di RA Wahid Hasyim Warungasem, pembelajaran masih menggunakan media konvensional berupa gambar dan penjelasan lisan sehingga pengalaman belajar kurang optimal. Penelitian ini bertujuan merancang komik berbasis Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran pengenalan hewan bagi siswa taman kanak-kanak. Metode yang digunakan adalah Design Thinking melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur dengan validasi triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian berupa komik ilustrasi digital terintegrasi AR yang menampilkan visualisasi hewan tiga dimensi melalui pemindaian marker menggunakan smartphone. Uji coba kepada 2 guru dan 20 peserta didik menunjukkan bahwa media mudah digunakan, sesuai kebutuhan pembelajaran, serta memperoleh respons positif pada aspek ilustrasi, fitur AR, dan alur cerita. Media ini mampu meningkatkan perhatian, rasa ingin tahu, dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran pengenalan hewan. 

Page 9 of 10 | Total Record : 91