cover
Contact Name
-
Contact Email
lestari@umma.ac.id
Phone
+6285399591233
Journal Mail Official
lestari@umma.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ratulangi No.62 Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia 90511
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30893658     DOI : https://doi.org/10.46918/lestari
The Lestari Journal Muslim University of Maros is a scientific journal that is managed on a peer review basis, publishing articles on the results of community service, covering the fields of: social humanities, science, environmentally sound technology, education and health. Published by LPPM Muslim University of Maros. The Lestari Journal Muslim University of Maros applies publication management and published articles must go through a review and editing process, the articles accepted depend on the decision of the editorial board meeting. The Lestari Journal Muslim University of Maros is published twice a year, in April and October. Articles that have been published can be downloaded for free, read and distributed as a reference for further articles. Papers are submitted online by registering first on this website and followed by the submit process by following the templates and writing guidelines.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 46 Documents
Visualisasi Budaya Lokal Melalui Media Papan Kebudayaan dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Utami, Unga; Pada, Amir; Natsir, Siti Zahra Mulianti; Abdullah, M. Nur; Hatibu, Hardiyanti
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v3i2.3074

Abstract

Pembelajaran IPAS pada jenjang sekolah dasar menuntut penyediaan pengalaman belajar yang konkret dan kontekstual, termasuk melalui integrasi budaya lokal sebagai sumber belajar. Namun, sekolah mitra belum memiliki media visual yang memadai untuk memfasilitasi pemahaman siswa terhadap budaya Sulawesi Selatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan Media Papan Kebudayaan sebagai media visual pembelajaran untuk meningkatkan literasi budaya siswa kelas IV. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan implementatif berbasis experiential learning dengan desain pre–post evaluation, melibatkan 28 siswa, guru kelas, mahasiswa pendamping, dan dosen pembimbing. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi menggunakan instrumen observasi, LKPD, tes lisan, dan skala sikap. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang jelas pada kemampuan mengenali unsur budaya, memahami makna budaya, serta partisipasi dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Guru dan siswa memberikan respons positif karena media membuat pembelajaran lebih menarik, konkret, dan mudah dipahami. Secara keseluruhan, media papan kebudayaan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa dan dapat diadaptasi sebagai alternatif media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan konteks budaya dalam IPAS mampu memperkaya pengalaman belajar sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah.
Edukasi Pentingnya Pendidikan Tinggi untuk Persiapan Masa Depan bagi Siswa Kelas XII di Kecamatan Barmabai Syafril; Ferly Erwan; Mohdari; Muhammad Fahmi; Neti Rosiana Fadilah
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3187

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan salah satu kewajiban melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yakni; Melaksanakan Pengajaran, Melakukan Penelitian Ilmia dan Pengabdian Kepada Masyarakat bagi seorang dosen.. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini terlaksana berkat kerjasama antara Madrasah Aliyah Darussalam dan SMAN 1 Barambai dengan para dosen dalam rangka edukasi pentingnya pendidikan tinggi untuk persiapan masa depan bagi siswa kelas XII di Kecamatan Barambai. Edukasi ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada siswa/i kelas XII Madrasah Aliyan Darussalam dan SMAN 1 Barambai untuk persiapan memilih perguruan tinggi yang cocok dengan kemampuan dan kemauan mereka ketika sudah lulus nantinya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan melakukan sosialisasi dan presentasi, diskusi dan tanya jawab yang berlangsung meriah. Hasil dari pengabdian ini akan menambah pengetahuan dan informasi bagi siswa/i agar mampu mempersiapkan dirinya ke jenjang pendidikan tinggi yang diinginkan.
Edukasi Pembelajaran Ekonomi dalam Kesiapan Siswa untuk Menghadapi Dunia Kerja dan Usaha Kriesna Aditya; Hilda Monica; Sandrina Dewi Adzarriyah
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3195

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melakukan edukasi pembelajaran ekonomi dalam kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja dan dunia usaha. Pembelajaran ekonomi memiliki peran strategis dalam membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan ekonomi secara rasional, mengelola keuangan, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, penyampaian materi interaktif, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui kuis kepada siswa SMK Muhammadiyah 1 Tangerang. Materi difokuskan pada literasi ekonomi, literasi keuangan, perencanaan karier, dan dasar-dasar kewirausahaan yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep ekonomi dasar, kemampuan berpikir kritis, serta pengelolaan keuangan pribadi. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata tingkat pemahaman siswa meningkat dari 68% sebelum kegiatan menjadi 86% setelah kegiatan, atau mengalami peningkatan sebesar 18%. Selain itu, sekitar 82% siswa menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Dengan demikian, pembelajaran ekonomi dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kesiapan kerja dan kemandirian siswa. Program PKM ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha.
Pelatihan Konselor Sebaya Berbasis Partisipatif melalui Game-Based Learning untuk Peningkatan Pemahaman Awal Anggota Baru PIK-R di SMKN 3 Makassar Syahrul Ramadan; Aswar; Akhmad Harum; Inayah Ridhayanti Qarimah; Maslina
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3291

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman awal anggota baru PIK-R SMKN 3 Makassar mengenai peran konselor sebaya, batas peran, keterampilan dasar komunikasi, dan fungsi PIK-R sebagai ruang dukungan awal. Kegiatan dilaksanakan pada 20 November 2025 di ruang rapat SMKN 3 Makassar dengan 28 peserta siswa-siswi anggota baru PIK-R. Metode kegiatan berupa pelatihan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan game-based learning sederhana berupa aktivitas menulis harapan dan cita-cita. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi tanpa instrumen baku, tanya jawab, dan refleksi lisan pada akhir sesi dengan indikator partisipasi, pemahaman konsep, dan respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 28 peserta mengikuti kegiatan hingga selesai; partisipasi tampak dari kesediaan peserta menjawab pertanyaan, memberi tanggapan pada contoh kasus, dan membacakan hasil aktivitas. Pada sesi tanya jawab, peserta mampu menyebutkan kembali peran konselor sebaya sebagai teman bantu, fungsi PIK-R sebagai ruang informasi dan dukungan, serta beberapa keterampilan dasar seperti mendengarkan, empati, bertanya, dan menjaga rahasia. Refleksi peserta menunjukkan munculnya pemahaman awal bahwa konselor sebaya tidak bertugas menyelesaikan semua masalah, tetapi membantu teman mencari dukungan yang tepat. Kontribusi utama kegiatan ini adalah menyediakan fondasi awal bagi anggota baru PIK-R untuk memahami peran, batas, dan alur dukungan sebaya di sekolah. Kegiatan masih terbatas pada pelatihan awal tanpa pretest-posttest, sehingga diperlukan praktik lanjutan, supervisi guru BK, dan evaluasi bertahap.
Penguatan Instructional English Guru Sekolah Dasar melalui Pelatihan Berbasis Praktik di Kabupaten Barru Rifhani Handayani Lelong; Hamzah Pagarra; Hardiyanti Hatibu; Ahmad Syawaluddin; Unga Utami
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3302

Abstract

Penggunaan instructional English berperan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di sekolah dasar karena guru menjadi sumber utama input dan interaksi bahasa. Namun, banyak guru masih mengalami kendala dalam penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa instruksional, terutama keterbatasan kosakata dan rendahnya kepercayaan diri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat penggunaan instructional English guru sekolah dasar melalui pelatihan berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Barru pada April 2026 dengan melibatkan 30 guru sekolah dasar. Pelatihan dilakukan melalui ceramah, demonstrasi, praktik microteaching, dan umpan balik. Data dikumpulkan melalui observasi, refleksi peserta, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan penggunaan instructional English, terutama pada kejelasan instruksi, frekuensi penggunaan bahasa Inggris, dan interaksi kelas. Selain itu, kepercayaan diri peserta juga mengalami peningkatan, meskipun kelancaran berbicara dan penguasaan kosakata masih menjadi tantangan. Disimpulkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam memperkuat penggunaan instructional English guru sekolah dasar. Program pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung penerapan bahasa Inggris secara konsisten dalam pembelajaran.
Implementasi Pelatihan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah bagi Guru Sekolah Dasar di SDN Centre Malino Hamzah Pagarra; Hardianto Rahman; Sayidiman; Muhammad Nur Abdullah; Ahmad Syawaluddin
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3335

Abstract

Pendidikan karakter berbasis budaya sekolah merupakan salah satu strategi penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, disiplin, dan berintegritas. Namun, implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam budaya sekolah secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah di SDN Centre Malino Kabupaten Gowa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan partisipatif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, praktik penyusunan program budaya sekolah, serta pendampingan berbasis Learning Management System menggunakan Google Classroom. Kegiatan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep pendidikan karakter dan budaya sekolah dengan tingkat penguasaan materi mencapai rata-rata 88%. Selain itu, peserta mampu menyusun rancangan program budaya sekolah yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Pemanfaatan Google Classroom juga membantu meningkatkan aksesibilitas materi, interaksi peserta, dan efektivitas evaluasi pelatihan. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya sekolah sebagai basis pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kompetensi profesional guru sekolah dasar.
Penguatan Kompetensi Mahasiswa PGSD Melalui Program Asistensi Mengajar Berbasis Experiential learning di SD IT Darul Muhsin Makassar Sitti Hajar; Sayidiman
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3355

Abstract

Program Asistensi Mengajar di Sekolah Dasar (AMSD) merupakan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberi ruang bagi mahasiswa calon guru untuk mengembangkan kompetensi melalui pengalaman mengajar langsung. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa PGSD sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di SDIT Darul Muhsin Makassar. Program dilaksanakan selama enam pekan dengan melibatkan 14 mahasiswa PGSD FIP Universitas Negeri Makassar. Metode kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis experiential learning melalui tahap observasi, perencanaan, pelaksanaan asistensi mengajar, dan refleksi-evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, wawancara, telaah laporan mahasiswa, dan refleksi kegiatan. Hasil program menunjukkan bahwa mahasiswa menghasilkan luaran berupa modul ajar, LKPD, bahan ajar, asesmen sederhana, media pembelajaran digital, media nondigital, video praktik mengajar, dokumentasi kegiatan, dan laporan refleksi. Program ini juga berdampak pada peningkatan variasi aktivitas belajar, pendampingan siswa, serta dukungan terhadap kegiatan literasi, market day dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Dengan demikian, AMSD berbasis experiential learning berkontribusi dalam penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa serta memberi manfaat nyata bagi sekolah mitra.
Edukasi Berbasis Literasi Sains dalam Membentuk Kebiasaan Konsumsi Makanan Bergizi pada Generasi Alpha Siti Zahra Mulianti Natsir; Erma Suryani Sahabuddin; Hardiyanti Hatibu; Sitti Hajar; Rifhani Handayani L.
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3364

Abstract

Kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat pada anak sekolah dasar menjadi salah satu permasalahan yang meningkat pada era Generasi Alpha. Paparan media digital dan tingginya konsumsi makanan instan menyebabkan siswa lebih tertarik mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak dibandingkan makanan bergizi seimbang. Hasil observasi awal di UPT SPF SD Negeri Layang III Kota Makassar menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kecenderungan mengonsumsi jajanan instan dan minuman manis tanpa mempertimbangkan kandungan gizi maupun dampaknya terhadap kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan membangun kebiasaan konsumsi makanan bergizi berbasis literasi sains pada siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas IV dan V dengan jumlah peserta sebanyak 35 siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, tanya jawab, dan diskusi menggunakan media visual berupa poster dan gambar makanan sehat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berbasis framework literasi sains PISA 2025 yang mencakup domain kompetensi sains, pengetahuan sains, environmental science, dan identitas sains. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata siswa dari 59,7 menjadi 85,7. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi sains siswa terkait konsumsi makanan bergizi dan perilaku hidup sehat. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi sains siswa dalam memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta mendukung pembentukan kebiasaan hidup sehat pada Generasi Alpha di sekolah dasar.
Pelatihan Penulisan dan Publikasi Artikel Populer Berbasis Riset melalui The Conversation bagi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Muhammad Akil Musi; A. Muh. Ali; Rahmat Darmawan; A. Muhajir Nasir
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3397

Abstract

Kemampuan akademisi dalam mendiseminasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas melalui media populer masih relatif terbatas, padahal komunikasi sains berperan penting dalam memperluas dampak sosial hasil penelitian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan minat mahasiswa Universitas Negeri Makassar dalam menulis serta mempublikasikan artikel populer berbasis riset melalui The Conversation Indonesia, sekaligus mengevaluasi persepsi peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 secara daring melalui Google Meet dan melibatkan 22 mahasiswa aktif Universitas Negeri Makassar. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat yang terdiri atas sembilan indikator dan dua pertanyaan kategoris, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata (mean) dan distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan memperoleh respons positif dari peserta dengan rata-rata skor evaluasi sebesar 4,08 (kategori baik). Selain itu, sebagian peserta menyatakan rencana untuk mempublikasikan artikel melalui The Conversation setelah mengikuti pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berpotensi mendukung penguatan komunikasi sains dan budaya publikasi populer di kalangan mahasiswa. Namun, interpretasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati karena evaluasi didasarkan pada persepsi peserta setelah pelatihan.
Implementasi Program Asistensi Mengajar Sekolah Dasar (AMSD) dalam Penguatan kompetensi Pedagogis Mahasiswa PGSD di SD Ranu Harapan Islamic School Makassar Andi Astri Yanti; Nur Fadillah Amir; Isrika
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3408

Abstract

Program Asistensi Mengajar Sekolah Dasar (AMSD) merupakan kegiatan perkuliahan berbasis pengalaman lapangan yang bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Kegiatan ini dilaksanakan selama enam pekan oleh 12 mahasiswa PGSD Angkatan 23 Universitas Negeri Makassar di SD Ranu Harapan Islamic School Makassar. Permasalahan mitra yang diidentifikasi mencakup keterbatasan media pembelajaran berbasis teknologi dan kebutuhan akan pengembangan keterampilan pedagogik guru. Program ini bertujuan mengintegrasikan teori perkuliahan dengan praktik nyata melalui enam proyek mata kuliah: Multimedia Pembelajaran, Pengembangan Konsep IPS, Supervisi Pembelajaran, Manajemen Kelas, Pembelajaran Kelas Rangkap, dan Pengembangan Konsep IPA. Metode pelaksanaan mencakup observasi, praktik mengajar, pembuatan media digital, dan wawancara dengan guru pamong. Keberhasilan program dievaluasi berdasarkan validitas produk, respons guru pamong, dan dampak implementasi terhadap keterlibatan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan mahasiswa berhasil mengembangkan berbagai media dan perangkat pembelajaran yang diimplementasikan secara langsung di kelas, antara lain aplikasi multimedia interaktif, modul ajar IPS, media konkrit IPA, dan video simulasi pembelajaran kelas rangkap. Dampak kegiatan mencakup peningkatan kompetensi pedagogik mahasiswa, pengayaan sumber belajar sekolah mitra, dan penguatan kemitraan antara universitas dengan sekolah dasar. Berdasarkan evaluasi produk dan respons positif guru pamong, Program AMSD dinilai efektif sebagai wahana integratif antara teori dan praktik dalam mempersiapkan calon pendidik yang reflektif, inovatif, dan adaptif.