Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia concerns about theoretical studies or research on Indonesian literature, linguistics, Indonesian Language Learning and Teaching, literacy, and BIPA (Bahasa Indonesian bagi Penutur Asing) or Teaching Indonesian to Speakers of Other Languages. This journal receives publications from teachers, observers, and researchers of Indonesian language teaching and literature.
Articles
161 Documents
Problematika Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Sistem Blended Learning pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelas IX SMP Negeri 17 Kota Bengkulu
Putri, Meidiah Nurdiana;
Ariesta, Ria;
Noermanzah, Noermanzah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 4, No 2 (2022): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v4i2.3204
Masih terdapat permasalahan pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan sistem Blended Learning terutama dalam memanfaatkan Zoom Meeting, Google Classroom, dan pembelajaran luring. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan problematika yang dihadapi oleh siswa dalam pembelajaran Blended Learning pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian survei dengan desain Cross-Sectional digunakan dalam penelitian. Teknik analisis data dengan cara mengumpulkan data, menghitung persentase, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat problematika yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 17 Kota Bengkulu yaitu problematika pembelajaran bahasa Indonesia dengan sistem daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting sebesar 47% dengan kategori rendah terutama dalam berinteraksi. Problematika pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan aplikasi Google Classroom sebesar 39% siswa mengalami kesulitan dalam mengakses internet. Kemudian, problematika pembelajaran bahasa Indonesia secara luring sebesar 39% terjadi karena siswa kesulitan memahami materi yang singkat dan terbatas.
Jenis Kalimat pada Tuturan Anak Usia Empat Tahun: Kajian Sintaksis
Qalbi, Syifa Ul;
Nuryani, Nuryani
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 2, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v2i1.3119
Tulisan ini merupakan sebuah studi kasus seorang anak bernama Varisha Naila Atika yang berusia 4 tahun 6 bulan, bertujuan untuk melihat bagaimana kemampuan sintaksis berdasarkan fungsinya dalam hubungan situasi yang terdiri dari kalimat berita, kalimat tanya dan kalimat suruh ketika merespons ataumenanggapi kartun kesukaannya yaitu Nussa dan Rara dalam episode Nussa: Jangan Bicara pada media youtube. Metode yang dilakukan yaitu metode kualitatif dengan teknik rekaman di telepon, dengan bertanya seputar kartun Nussa dan Rara tersebut. Berdasarkan hasil yang diperoleh ada beberapa kalimat yang dihasilkan oleh Atika ketika menjawab atau merespons kartun kesukaannya yakni dari 13 kalimat tanya yang diajukan terdapat kalimat berita yang terdiri dari 7 kalimat, kalimat tanya 5 kalimat dan kalimat suruh 1 kalimat.
Melatih Keterampilan Komunikasi Siswa melalui Model STEAM dalam Materi Teks Prosedur Bahasa Indonesia
Heryati, Yeti
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3255
Keterampilan siswa dalam berkomunikasi dan menyampaikan ide-ide ilmiah perlu ditingkatkan mengingat perkembangan informasi sangat pesat. Siswa yang tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi akan tertinggal karena salah satu sumber ilmu pengetahuan saat ini didapatkan melalui teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu yaitu Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika yang berada dalam satu pendekatan pembelajaran yang disebut STEAM untuk keterampilan komunikasi sebagai salah satu keterampilan abad 21. subjek penelitian tersebut adalah siswa MTs Garut di Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode mix dengan status matching, untuk memahami suatu fenomena yang sedang dipelajari. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran STEAM berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi siswa karena model ini dapat membantu mereka menganalisis sebuah teks secara kritis dan mampu merencanakan sebuah kegiatan pameran yang menampilkan proyek hasil karya mereka sendiri.
Pendekatan Kontekstual dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Kelas VIII SMPI Annuriyyah Jakarta Timur
Sari, Nur Indah;
Randi, Randi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 3, No 2 (2021): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v3i2.3153
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelasVIII SMPI Annuriyyah Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Penerapan pendekatan kontekstual yang dilaksanakan guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII di SMPI Annuriyyah Jakarta Timur diawali dengan penjelasan materi oleh guru mengenai puisi dan mengenai pendekatan kontekstual. Guru menentukan tema puisi yang akan dibuat oleh siswa, kemudian pelaksanaan pembuatan puisi di luar ruangan disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan (2) Faktor pendukung pembelajaran antara lain penggunaan alat peraga untuk menulis puisi dan kecakapan guru dalam menerapkan pendekatan kontekstual tersebut. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah wawasan siswa yang masih kurang mengenai puisi, kurangnya kemampuan dan semangat mereka dalam merangkai kata untuk membuat puisi, minat siswa yang rendah terhadap kegiatan menulis puisi, serta semangat siswa dan lingkungan bermain yang kurang mendukung. (3) Penerapan pendekatan kontekstual mampu mengembangkan kemampuan menulis puisi siswa dilihat dari hasil menulis puisi siswa, minat dan respon siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendektan kontekstual.
Narasi Alam dalam Tradisi Bejinisme: Kajian Ekokritik Sastra Lisan Wonosadi
Faridah, Nafisatul;
Wulandari, Yosi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v7i1.4718
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan narasi alam pada tradisi lisan ‘Bejinisme’ Hutan Wonosadi dengan pendekatan ekokritik sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ekokritik Suwardi Endraswara. Subjek penelitian ini adalah tradisi “bejinisme’ yang berjudul mitos rumah roboh, mitos mencuri buah-buahan, mitos sumber mata air pok blembem, serta larangan asusila. Objek penelitian ini adalah narasi alam. Pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan dengan teknik pengelolaan data observasi langsung, wawancara, studi literatur. Pengelolaan data dilakukan adalah data hasil informasi dari wawancara, memanfaatkan dokumen-dokumen Desa Beji, dan sumber berupa jurnal, skripsi, dan website. Hasil penelitian ditemukan narasi alam tradisi “Bejinisme” berbentuk etika lingkungan dari mitos dan kepercayaan setempat Etika lingkungan tersebut berupa sikap Masyarakat yang peduli dan menjaga Hutan Wonosadi dengan tidak mencuri pohon sebarangan, tidak mengambil buah tanaman berlebihan, dan tidak mengkotori sumber mata air. Masyarakat percaya apabila melangar larangan akan terjadi hal-hal yang membahayakan dan mencelakai diri mereka.
Ideologi JPNN.com dan Merdeka.com dalam Wacana Putusan Mahkamah Konstitusi tentang UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020
Ahmadi F, Yusep;
Kurniawan, Muhammad Hafiz;
Kusumawardhani, Paramita
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 4, No 2 (2022): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v4i2.3189
Penelitian in dilatarbelakangi oleh polemik UU Cipta kerja. Banyak pihak yang pro dan kontra terhadap UU Cipta kerja ini. Berkaitan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ideologi dan keberpihkan media JPNN.com dan Merdeka.com berkaitan dengan wacana putusan Mahkamah Konstitusi atas hasil uji formil Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis AWK model van Dijk terutama yang menyoal analisis ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JPNN.com secara ideologis memihak kepada putusan MK dan MK, sedangkan Merdeka.com sebaliknya cenderung memihak kepada UU Cipta kerja dan Pemerintah. Hal itu dibuktikan dengan bukti-bukti kebahasaan seperti kata Couterfactual, Leksikalisasi, Hiperbola, Evidenthiality-authority, Negative Other-representation - Number game, Presuposisi, dan Kategorisasi yang digunakan JPNN.com dan Merdeka.com dalam merepresentasikan putusan MK, MK, UU Cipta Kerja, dan Pemerintah secara berbeda-beda.
Kohesi dan Koherensi Paragraf dalam Teks Eksposisi Hasil Alih Wahana Karya Siswa Kelas X SMK
Susiati, Susiati;
Pratiwi, Yuni
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v7i2.7769
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepaduan paragraf dalam teks eksposisi hasil alih wahana karya siswa kelas X jurusan Perhotelan SMK Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi dokumen untuk menghimpun data penelitian. Data penelitian ini berupa paragraf dalam 11 teks eksposisi hasil alih wahana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ciri kohesi yang dominan pada aspek konjungsi sebagai penanda kohesi gramatikal, namun penggunaan referensi, substitusi, dan elipsis masih terbatas. Dalam kohesi leksikal, repetisi menjadi pola umum akibat keterbatasan kosakata, dengan minimnya variasi sinonimi, antonimi, dan hiponimi, 2) koherensi dalam teks baik yang terlihat dari pemanfaatan koherensi berpenanda seperti kausalitas dan aditif untuk membangun alur argumen yang logis, serta koherensi tak berpenanda berupa perian dan perincian yang mendukung deskripsi dan penjelasan detail. Secara keseluruhan, teks siswa menunjukkan kepaduan isi yang sederhana namun efektif, dengan kecenderungan menggunakan penanda yang eksplisit dan mudah.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Guritan Besemah
Nopriani, Henny
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 3, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v3i1.3142
Pendidikan karakter merupakan hal yang saat ini ditekankan dalam pendidikan Indonesia. Hal ini disebabkan pendidikan karakter diarahkan untuk memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu seperti nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, dan lain-lain. Begitu juga dengan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam guritan Besemah perlu untuk dikaji. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam guritan Besemah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dari guritan Besemah yang sudah diterbitkan di buku. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis karya. Hasil penelitian guritan Besemah banyak terkandung nilai-nilai pendidikan karakter antara lain (1) nilai disiplin dalam arti kata patuh terhadap semua peraturan, (2) nilai kerja keras, (3) nilai kreatif, (5) nilai tanggung jawab, (6) kerja keras. Dengan adanya nilai-nilai pendidikan karakter tersebut selayaknya kesenian guritan itu dilestarikan sehingga generasi muda mendatang tetap dapat memetik nilai-nilai yang berguna bagi kehidupannya.
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Lingkungan SD Al-Baitul Amien 02 Jember
Damayanti, Eno Ayu;
SM, M. Hafidzulloh
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3769
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses interaksi di lingkungan SD Al-Baitul Amien 02 Jember. Selain itu penelitian ini juga mengarahkan interaksi tersebut ke arah yang lebih komprehensif dalam hal implikatur kebahasaan yang digunakan selama proses bertutur. Adapun langkah metodologis dalam penelitian ini memafaatkankan prosedur penelitian kualitatif. Proses penelitian ini dilakukan dengan deksripsi terkait interaksi kesantunan berbahasa di lingkungan SD Al-Baitul Amien 02 Jember. Pengambilan dan pengumpulan data melalui tiga tahapan, pertama observasi, dokumentasi, dan transkrip data verbal yang diperoleh dari observasi. Setelah proses pengumpulan data terpenuhi, data tersebut menganalisis lebih kritis dengan pendekatan pragmatik kebahasaan, diantaranya ialah perspektif Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan dalam berbahasa memiliki implikasi terhadap sistem dan ekspresi kebahasaan. Kesantunan berbahasa pada interaksi sosial di lingkungan SD Al-Baitul Amien 02 Jember menemukan adanya tuturan yang diekspresikan dengan kesantunan dan pelanggaran maksim kesantunan secara bersamaan. Ekspresi kebahasaan dalam interaksi dan komunikasi memiliki varian makna. Varian tersebut didasarkan pada implikasi kebahasaan yang menjadi bagian dari proses pemaknaan pada setiap tuturan itu sendiri. Implikasi kebahasaan dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa konstruksi sosial yang berkelindan dalam interaksi.
SINONIM DALAM BAHASA SERAWAI DI KECAMATAN SEMIDANG LAGAN BENGKULU TENGAH
Wati, Nilla
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 1, No 2 (2019): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v1i2.2053
Meskipun Provinsi Bengkulu kaya akan Bahasa Daerah, namun ada beberapa bahasa yang jarang muncul kepermukaan karena jarang digunakan oleh penutur asli di ruang publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sinonim pada salah satu Bahasa Daerah Bengkulu, yaitu Bahasa Serawai dan mendeskripsikan kata apa saja yang memiliki sinonim pada Bahasa Serawai di Desa Tengah Padang, Pulau Panggung, dan Bukit Kecamatan Semidang Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan metode yang digunakan untuk analisis data adalah metode distribusional. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa klasifikasi sinonim dalam bahasa Serawai adalah: (1)Sinonim yang salah satu anggotanya memiliki makna yang lebih umum.(2)Sinonim yang salah satu anggotanya memiliki unsur-unsur makna yang lebih intensif. (3)Sinonim yang salah satu anggotanya lebih menonjolkan makna emotif. Ayam-kedauk-munuak, kain-gerulun, makan-majuah-mamam. (4)Sinonim yang salah satu anggotanya lebih lazim dipakai di dalam ragam bahasa tulisan. Biliak-kamar, kain-gerulun, (5)Sinonim yang salah satu anggotanya lebih lazim dipai dalam percakapan. Binting-gaRang,nambuah-bubuah. (6)Sinonim yang salah satu anggotanya dipakai dalam bahasa anak-anak. Makan-majuah-mamam, minum-num. (7)Sinonim yang salah satu anggotanya dipakai di daerah saja, seperti kata keliki kebanyakan dipakai di daerah Tengah Padang, sedangkan kata sangsilau kebanyakan dipakai di desa Bukit. Perilaku sinonim dalam bahasa Serawai yaitu kata-kata yang bersinonim memiliki konteks pemakaian yang berbeda berkenaan dengan distribusinya, kelaziman pemakaian (kolokasi) dan nilai rasa (makna emotif).