cover
Contact Name
Ixsir Eliya
Contact Email
ixsir@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
+6282377219160
Journal Mail Official
disastra@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26553031     EISSN : 26557851     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v6i1
Core Subject : Education,
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia concerns about theoretical studies or research on Indonesian literature, linguistics, Indonesian Language Learning and Teaching, literacy, and BIPA (Bahasa Indonesian bagi Penutur Asing) or Teaching Indonesian to Speakers of Other Languages. This journal receives publications from teachers, observers, and researchers of Indonesian language teaching and literature.
Articles 176 Documents
Eufemisme dan Disfemisme pada Kolom Komentar Postingan tentang Kebijakan Baru Masuk Perguruan Tinggi Negeri Khairani, Tasya; Arifati, Wilda; Ginanjar, Bakdal
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3237

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasikan jenis-jenis dan tipe disfemisme dan eufemisme yang ada di media sosial. Sumber data yang digunakan berupa komentar pada postingan tentang kebijakan baru masuk Perguruan Tinggi Negeri pada media sosial Instagram, Twitter, dan TikTok. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah terletak pada isu dan isu yang diteliti belum banyak dibahas. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui bentuk eufemisme dan disfemisme oleh masyarakat Indonesia dalam berkomentar di media sosial.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan teknik catat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik catat dan subsitusi. Teknik analisis data terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan adanya jenis-jenis dan tipe dari eufemisme dan disfemisme. Tipe eufemisme yang ditemukan dalam penelitian ini adalah ekspresi figuratif, metafora, makna di luar pernyataan, dan kolokial. Tipe disfemisme yang ditemukan yaitu istilah tabu untuk memaki dan mengejek, sumpah serapah yang cabul, perbandingan manusia dengan hewan, dan julukan abnormalitas jiwa seseorang.
Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia: Strategi Memperkuat Identitas Bangsa Santoso, Tri; Kusmanto, Hari; Kusuma, Meydika Triyan; Utami, Nindy Muji
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.7668

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia menuju pengakuan oleh UNESCO dan (2) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia pasca bahasa Indonesia diakui oleh UNESCO. Metode penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa perencanaan kebijakan pemerintah di JDIH dari RPJP, RPJM, hingga Rencana Kerja Pemerintah tahunan yang mendukung upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini berupa kebijakan pemerintah dalam upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan 1) sebelum diakui UNESCO, kebijakan bahasa Indonesia berfokus pada (a) penguatan statusnya sebagai bahasa resmi negara dan alat komunikasi nasional, (b) pemerintah juga menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan daya saing bahasa Indonesia di tingkat internasional, seperti pengembangan laboratorium kebhinekaan bahasa, diplomasi budaya, serta pengajaran BIPA, (c) upaya perlindungan terhadap bahasa daerah juga mulai diperkuat dengan program revitalisasi, peningkatan jumlah penutur muda, serta pengembangan pendidikan sastra di berbagai komunitas. 2) Setelah diakui UNESCO, kebijakan bahasa mengalami penguatan dalam cakupan yang lebih luas. Fokus utama bergeser ke arah (a) penginternasionalan bahasa Indonesia, (b) penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan, dan (c) pelestarian bahasa daerah secara lebih sistematis. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap perlindungan dan pengembangan bahasa serta sastra juga semakin memperkuat identitas bangsa dalam kebijakan terbaru. Implikasi penelitian ini bahasa Indonesia setelah pengakuan UNESCO menunjukkkan arah kebijakan pemertahanan dan pemartabatan bahasa menuju internasionalisasi, penguatan litrerasi, dan penguatan identitas bahasa daerah sebagai identitas bangsa.
Pengembangan Media Augmented Reality Berbasis Deep Learning untuk Pembelajaran Inovatif Pengenalan Huruf pada Siswa Tunagrahita Astuti, Nia; Fitriani, Ledyana; Nurmina, Nurmina
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.9135

Abstract

Puisi Religius, Pengalaman, dan Literasi Spiritual di Pesantren: Studi Kualitatif Berbasis Experiential Learning Mubarock, Wildan Fauzi; Talitha, Stella; Mukodas, Mukodas; Ganeswara, Muhamad Ginanjar; Hudono, Ngakan Nyoman Yasa
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8608

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana santri mengalami proses menulis puisi religius ketika difasilitasi melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, serta bagaimana proses tersebut berkontribusi terhadap penguatan literasi spiritual dan transformasi nilai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi lapangan di Pesantren Al Ashr Rumpin, Bogor, melibatkan 60 santri kelas XII yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif selama pembelajaran, dan dokumentasi puisi religius karya santri. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik Braun dan Clarke, serta keabsahan dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber, member checking, dan pencatatan proses analisis secara sistematis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) puisi sebagai refleksi spiritual, ditunjukkan oleh dominasi ungkapan syukur, doa, pengakuan dosa, dan pengalaman batin yang muncul setelah ibadah atau muhasabah; (2) pengalaman hidup sebagai sumber inspirasi religius, meliputi kehilangan, keteladanan orang tua, pengalaman pengajian, dan rasa bersalah yang mendorong pemaknaan religius; dan (3) menulis puisi sebagai proses transformasi nilai, terlihat dari dorongan memperbaiki perilaku, seperti peningkatan disiplin ibadah, komitmen kejujuran, sikap memaafkan, dan perbaikan relasi sosial. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran menulis puisi religius berbasis pengalaman memfasilitasi literasi spiritual santri melalui alur pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi puitis, penerapan nilai sehingga puisi berfungsi bukan hanya sebagai produk estetis, tetapi sebagai praktik pemaknaan yang berdampak pada orientasi nilai dan tindakan sehari-hari.
Ecofeminism Interpretations of Women’s Transformation in Indonesian Folktales Lestari, Citra Rizky; Nuryatin, Agus; Doyin, Mukh; Nugroho, Yusro Edy
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8786

Abstract

This study examines how Indonesian folktales present female characters transforming in response to social or cultural expectations. From an ecofeminist perspective, these narratives reflect deeper critiques of the intertwined marginalization of women and nature. Specifically, the study examines recurring motifs of female transformation into natural elements in three folktales: Nini dan Puteri Ikan, Asal Usul Kota Banyuwangi, and Legenda Ikan Patin. These stories portray women who, due to betrayal, grief, or societal pressure, undergo symbolic metamorphosis, particularly through transformations into fish or through symbolic fusion with water. The research employs a descriptive qualitative approach, applying thematic analysis with NVivo-style coding to identify patterns across texts. The analysis highlights three key themes: bodily transformation as a form of resistance or consequence, the weight of patriarchal expectations that restrict female agency, and spiritual or mystical symbolism that elevates the transformation beyond mere punishment. The findings suggest that these transformations function as both acts of protest and modes of renewal, expressing loss, liberation, and transcendence. Through this lens, the tales reveal cultural perspectives on women, morality, and human-nature relationships. Ultimately, the study contributes to gender and folklore scholarship by showing how narratives of female transformation encode socio-cultural anxieties and aspirations, offering alternative understandings of identity, power, and ecological interconnectedness.
Persepsi Mahasiswa tentang Pentingnya Mendongeng dalam Pembentukan Kompetensi Abad ke-21 dan Nilai Pembangunan Berkelanjutan Dewi, Intan Purnama; Krissandi, Apri Damai Sagita; Supartinah, Supartinah; Juliati, Juliati; Zahra, Mar'atu
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.7917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma terhadap pentingnya mendongeng dalam pengembangan kompetensi abad ke-21 dan kontribusinya pada Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data dikumpulkan melalui wawancara terbukadengan 70 mahasiswa PGSD mengenai manfaat mendongeng, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% responden menilai mendongeng menumbuhkan imajinasi dan kreativitas, 61% menyebutkan nilai moral dan pelajaran hidup, 59% menganggap penting untuk pengembangan keterampilan bahasa, 37% menyatakan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan public speaking, 19% berperan dalam menumbuhkan minat baca dan literasi, 16% menekankan pembentukan karakter, 10% mengaitkan dengan pengembangan daya pikir kritis, 7% menyoroti penguatan hubungan emosional, serta 6% mencatat peran dalam pelestarian budaya lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa mendongeng bukan hanya metode pedagogis yang efektif untuk mengembangkan 4C skills (critical thinking, creativity, communication, collaboration), tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter dan nilai-nilai keberlanjutan. Oleh karena itu, direkomendasikan agar program pelatihan calon guru Sekolah Dasar (SD) memasukkan keterampilan mendongeng secara terstruktur dan kontekstual dalam kurikulum Sekolah Dasar (SD) untuk mendukung pendidikan holistik dan berkelanjutan.
E-Komik untuk Meningkatkan Kompetensi Plurikultural Pemelajar BIPA Pemula dalam Menggunakan Kalimat Imperatif Aurellia, Alda Clarissa; Salsabila, Alifiatus Zahra; Asteria, Prima Vidya
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8973

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa e-komik iklan hari raya bermuatan nilai plurikultural dalam format flipbook bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula (level 2), khususnya pada keterampilan memahami dan menggunakan kalimat imperatif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Media divalidasi oleh ahli materi dengan hasil 78% (cukup valid) dan ahli media dengan hasil 74% (cukup valid). Implementasi dilakukan pada tujuh pemelajar BIPA dari berbagai negara. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media tidak hanya membantu pemelajar memahami bentuk dan penggunaan kalimat imperatif secara kontekstual, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kompetensi plurikultural mereka. Pemelajar mampu mengenali makna budaya dari setiap perayaan hari raya, memahami nilai keberagaman, serta menghubungkan penggunaan bahasa dengan norma sosial budaya Indonesia. Keefektifan media mencapai 93,21% (sangat efektif) dan kepraktisan sebesar 71% (efektif), sehingga e-komik dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan unsur kebahasaan dan budaya secara seimbang. Media ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan berbahasa sekaligus menumbuhkan sensitivitas lintas budaya pemelajar BIPA.
Menafsirkan Identitas Kolektif dalam Pantun Adat Minangkabau melalui Pendekatan Semiotika Budaya Wulandari, Yosi; Kurniawan, M. Ardi; Purnawan, I Kadek
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan identitas kolektif masyarakat Minangkabau sebagaimana tecermin dalam pantun adat melalui pendekatan semiotika budaya. Pantun, sebagai bentuk sastra lisan, tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai teks budaya yang merepresentasikan norma sosial, nilai religius, dan memori kolektif masyarakat pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis pantun-pantun terpilih dari Pantun Adat Minangkabau karya N.M. Rangkoto (1982) melalui kerangka semiotika budaya. Data dianalisis dengan mengidentifikasi simbol-simbol budaya, menafsirkan makna denotatif dan konotatif, serta menelaah peran simbol tersebut dalam pembentukan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun adat Minangkabau memuat sistem tanda yang mengintegrasikan hukum adat dengan prinsip-prinsip Islam. Simbol-simbol seperti “adat”, “syarak”, “sembahyang”, dan “timbangan akal budi” berfungsi sebagai kode ideologis yang menegaskan etika keagamaan, harmoni sosial, serta nilai-nilai matrilineal yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau. Selain itu, pantun berperan sebagai medium naratif yang mentransmisikan nilai-nilai kolektif secara lintas generasi sekaligus merepresentasikan koeksistensi adat dan agama dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian budaya dan sastra, khususnya dalam perspektif semiotika budaya, dengan menunjukkan bahwa pantun adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan sastra lisan, tetapi juga sebagai teks ideologis dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Namun, penelitian ini masih terbatas pada penggunaan satu sumber teks tanpa melibatkan interpretasi masyarakat secara langsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi fungsi pantun dalam praktik sosial aktual serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat Minangkabau masa kini.
Membongkar Daya Subversif Album Gelap Gempita Band Sukatani melalui Studi Wacana Kritis van Dijk Widagdo, Titis Bayu; Santoso, Anang; Syahri, Mochammad; Yuriananta, Renda
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8328

Abstract

Penelitian ini mengkaji daya subversif lagu-lagu dalam album Gelap Gempita karya Band Sukatani dengan menggunakan model Studi Wacana Kritis (SWK) Teun A. van Dijk  untuk mengungkap struktur mikro, superstruktur, dan struktur makro dalam lirik yang bekerja membangun kritik sosial tajam terhadap institusi kekuasaan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-interpretatif dengan data lirik tiga lagu yang dinilai paling representatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu-lagu tersebut menyampaikan kritik tajam melalui repetisi, kelugasan sintaksis, dan ketajaman leksikal menjadi strategi utama dalam menyampaikan kritik. Pada level superstruktur, pola verse–chorus digunakan sebagai mekanisme pengorganisasian wacana yang menegaskan kritik secara tepat dan tegas. Sementara itu, struktur makro menampilkan tema besar tentang korupsi sistemik, ketidakadilan hukum, dan pembangunan eksploitatif yang membentuk representasi realitas sosial kelas bawah. Secara praktis, temuan ini berkontribusi pada pembelajaran bahasa dengan menunjukkan fakta bahwa pilihan diksi dan organisasi wacana dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan analisis dan berpikir kritis terhadap sebuah wacana.
Membaca Alam dalam Buku Teks Bahasa Indonesia: Konstruksi Ideologi Hijau Melalui Pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional Sultan, Sultan; Akmaluddin, Akmaluddin; Suhartatik, Suhartatik
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai ideasional, interpersonal, dan distribusi elemen lingual pembentuk ideologi hijau dalam buku teks Bahasa Indonesia SMA. Pendekatan linguistik sistemik fungsional, wacana kritis dan eco-linguistik diacu untuk menganalisis wacana ideologi hijau. Metode kualitatif dengan analisis dokumen dipilih sebagai strategi analisis buku teks bahasa Indonesia. Data penelitian berjumlah 15 unit wacana yang bersumber dari teks-teks bermuatan ekologis. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui teknik analisis wacana kritis dengan tahapan identifikasi, penyorotan, pelabelan, dan pengodean terhadap unsur kebahasaan yang merepresentasikan ideologi hijau.Teknik analisis ini difokuskan pada penelaahan pilihan leksikal, proses gramatikal, dan pola representasi makna untuk mengungkap konstruksi ideologis serta orientasi ekologis yang dibangun dalam wacanaMetafungsi ideasional melalui proses material (44%) menggambarkan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan, diikuti proses relasional (16%) dan eksistensial (8%). Partisipan aktor (32%) dan goal (28%) menegaskan peran individu dan kelompok, sedangkan sirkumstan (28%) memberikan konteks Tindakan. Metafungsi interpersonal melalui mood deklaratif berfungsi sebagai sumber informasi otoritatif, sementara modalitas probabilitas membuka ruang eksplorasi tindakan ekologis. Integrasi metafungsi ideasional dan interpersonal membentuk pemahaman kritis remaja terhadap isu lingkungan. Keterbatasan penelitian ini adalah cakupan analisis yang belum melibatkan seluruh komponen dalam buku teks bahasa Indonesia.