cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
EDUKASI CEGAT BERAT: CEGAH DAN ATASI OBESITAS DENGAN PENGUKURAN DAN PIRING MAKAN MODEL T PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Mumtaz, Shabrina Olivia; Simanungkalit, Sintha Fransiske
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28331

Abstract

Women of reproductive age (WRA) are at reproductive years to getting pregnant, so their nutritional status need to be considered. Currently, WRA face double burden of malnutrition. Obesity is a common problem in WRA which causes fertility problems, preeclampsia and gestational diabetes during pregnancy, fetal macrosomia, and miscarriage. The aim of this community service is to provide knowledge to WRA so that they can prevent and manage obesity. This activity uses counseling methods with flipchart as media. The counseling include waist circumference measurement training and education of increasing fiber consumption through the T-model plate. The activity is participated by 30 WRA in Pasir Putih, Depok. In this community service activity, an evaluation is conducted with questions related to measurements and the T-model plate. The evaluation is done through analysis using the Wilcoxon test, and it is found that there is a difference in knowledge between the pre-test and post-test results with p-value 0,000. Meanwhile, the average pre-test score is 56,83, while the average post-test score increases to 84,33. This indicates that the community service activity is effective in bringing about changes in knowledge among WRA regarding obesity, as evidenced by an increase in knowledge scores. Knowledge related waist circumference measurement and the T-model plate is expected to increase awareness to prevent and manage obesity. Wanita usia subur (WUS) berada pada usia produktif untuk memperoleh keturunan sehingga status gizinya perlu untuk diperhatikan. Saat ini, WUS menghadapi masalah gizi ganda yang salah satunya adalah obesitas. Obesitas pada WUS dapat menyebabkan masalah kesuburan, preeklampsia dan diabetes gestasional saat hamil, penurunan obesitas ke janin, hingga keguguran semasa kehamilan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan kepada WUS agar dapat mencegah dan mengatasi obesitas. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dengan media flipchart atau lembar balik. Penyuluhan ini terdiri dari pelatihan pengukuran lingkar perut dan edukasi peningkatan konsumsi serat melalui piring makan model T. Kegiatan dilaksanakan secara langsung kepada 30 WUS di daerah Pasir Putih, Kota Depok. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan evaluasi dengan pertanyaan terkait pengukuran dan piring makan model T. Evaluasi dilakukan melalui analisis menggunakan uji Wilcoxon dan didapatkan ada perbedaan pengetahuan dari hasil pre-test dan post-test dengan nilai p-value 0,000. Sementara itu, nilai rata-rata pre-test didapatkan sebesar 56,83, sementara nilai rata-rata post-test naik menjadi 84,33. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian efektif dalam memberikan perubahan pengetahuan pada WUS terkait obesitas yang dibuktikan dengan adanya peningkatan skor pengetahuan. Pengetahuan terkait cara mengukur lingkar perut dan piring makan model T diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam upaya mencegah dan mengatasi obesitas.
EDUKASI PERPAJAKAN UNTUK MEMBAHAS PENTINGNYA KOMUNIKASI LISAN DAN TERTULIS DALAM RANGKA MERESPON SP2DK (SURAT PERMINTAAN PENJELASAN ATAS DATA DAN/ATAU KETERANGAN) PADA CV DUNIA MAS COMPUTER Nataherwin; Saputra, Devina; Chang, Evelyn Victoria
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28332

Abstract

One of the tax collection systems adopted in Indonesia is the self-assessment system, so companies need to calculate, pay and report their own taxes. This causes the need for supervision from the Director General of Taxes to avoid tax non-compliance and tax evasion which is a serious problem in a tax system that uses a self-assessment system. If there are signs of non-compliance and tax obligations that have not been fulfilled, the taxpayer will be given a Request for Explanation of Data and/or Information (SP2DK). Employees at CV Dunia Mas Computer do not understand how to respond to SP2DK which can cause the company not to respond to SP2DK or provide an inadequate response either verbally or in writing to the Account Representative. Therefore, socialization on how to respond to SP2DK both verbally and in writing was held at CV Dunia Mas Computer. This socialization allows employees to understand what documents need to be prepared and how to adequately respond to SP2DK in accordance with the SP2DK received. This will reduce the anxiety level of tax audits for both SP2DK owners and employees. Salah satu sistem pemungutan pajak yang dianut di Indonesia adalah self-assessment system, maka perusahaan perlu menghitung, membayar dan melapor pajaknya sendiri. Hal ini menyebabkan diperlukan pengawasan dari Dirjen Pajak untuk menghindari ketidakpatuhan pajak dan penggelapan pajak yang merupakan masalah serius dalam sistem perpajakan yang menggunakan self-assessment system. Apabila ditemukan tanda ketidakpatuhan serta kewajiban pajak yang belum dipenuhi, maka Wajib Pajak akan diberikan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK). Para karyawan di CV Dunia Mas Computer kurang memahami cara merespons SP2DK yang dapat menyebabkan perusahaan tidak merespons SP2DK atau memberikan respons yang kurang memadai baik secara lisan maupun tertulis kepada Account Representative. Maka dari itu, sosialisasi mengenai cara merespons SP2DK baik secara lisan maupun tertulis diadakan pada CV Dunia Mas Computer. Sosialisasi ini memungkinkan karyawan memahami apa saja dokumen yang perlu disiapkan dan tata cara merespons SP2DK yang baik sesuai dengan SP2DK yang diterima. Hal ini akan menurunkan tingkat kecemasan terjadinya pemeriksaan pajak baik untuk pemilik SP2DK maupun karyawannya.
PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Heng, Pamela Hendra; Hastuti, Rahmah; Dinanti, Rizka; P, Ilham Ramadhan; N, Billy
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28334

Abstract

Adolescence is a transitional period from child to adult, this period will experience physical changes, cognitive development, and psychosocial development. The development of becoming an adult during the school period, what is often problematic is learning motivation because it is still unclear from the interests of each student's talent. Community service activities (PKM) are carried out with psychoeducation conducted to educate students about learning motivation and talent interests. PKM was conducted at one of the X private vocational schools in the West Jakarta area. The activity was carried out on grade 10 students with a total of 51 participants but who provided a written response of 50 people, namely 30 boys and 20 girls, with 2 majors namely Business Service Office Management (MPLB) and Visual Communication Design (DKV). Participants ranged in age from less than 16 years old to 18 years old. Students generally come from families whose parents have a high school education and earn around the Regional Minimum Wage (UMR). From the school community service activities, participants felt enthusiastic when drawing a bridge of dreams and playing games sessions and listening to the success stories of a doctor and a pedicab driver's son who managed to study abroad. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak anak menjadi dewasa, periode ini akan mengalami perubahan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan psikososial. Perkembangan menjadi dewasa saat masa sekolah hal yang sering bermasalah adalah motivasi belajar karena masih kurang jelas dari minat bakat masing masing siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan psikoedukasi yang dilakukan untuk mendidik siswa mengenai motivasi belajar dan bakat minat. PKM dilakukan di salah satu SMK swasta X di wilayah Jakarta Barat. Kegiatan dilakukan pada siswa kelas 10 dengan jumlah peserta 51 orang tetapi yang memberikan respons tertulis sebanyak 50 orang, yakni 30 laki-laki dan 20 perempuan, dengan 2 jurusan yaitu Manajemen Perkantoran Layanan Bisnis (MPLB) dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Partisipan berusia mulai dari kurang dari 16 tahun hingga 18 tahun. Siswa umumnya berasal dari keluarga yang orang tuanya memiliki pendidikan SMA dan berpenghasilan sekitar Upah Minimum Regional (UMR). Dari kegiatan PKM, peserta merasakan antusias pada saat menggambar jembatan cita cita dan sesi bermain games dan mendengarkan cerita sukses seorang dokter dan seorang anak tukang becak yang sampai berhasil kuliah sampai ke luar negeri.
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN KECAMATAN CINERE DEPOK DALAM UPAYA MENCEGAH STUNTING DENGAN METODE CARA BELAJAR INSAN AKTIF Pradana, Dhigna Luthfiyani Citra; Sartika, Luthfiah Dewi; Rahmi, Eldiza Puji; Muti, Annisa Farida; Syarifah, Andiri Niza; Ilmi, Primayanti Nurul
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28336

Abstract

Malnutrition in children who are stunted occurs from the baby in the womb to after birth or commonly called the First 1,000 Days of Life (HPK). Stunting prevention is more effective than stunting treatment. Therefore, the purpose of this community service is to assist health cadres of Cinere sub-district in preventing stunting. The method used in this community service is education on how to learn active people and participants are given pre-test and post-test. The activeness of community service participants is expected to make it easier to understand stunting prevention education by seeing and discussing vitamins and minerals needed in stunting prevention. The results of community service were followed by 113 people divided into 4 villages in Cinere District, Depok City. Most of the participants were mothers so that information and implementation of stunting prevention could be seen immediately. There was a significant difference of 0.000 between pretest and posttest values analyzed using the Wilcoxon test on SPSS. The results of the pre-test and post-test assessments, attitudes and understanding of health cadres in Cinere sub-district increased by an average of around 87, so it can be assumed that the participants had understood the educational material for stunting prevention in Cinere sub-district, Depok city. Kekurangan gizi pada anak yang mengalami stunting terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga setelah lahir atau biasa disebut 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pencegahan stunting lebih efektif dibandingkan pengobatan stunting. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendampingi kader Kesehatan kecamatan cinere dalam mencegah kejadian stunting. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu edukasi cara belajar insan aktif serta para peserta diberikan pre-test dan post-test. Keaktifan para peserta pengabdian masyarakat diharapkan dapat memudahkan untuk memahami edukasi pencegahan stunting dengan melihat serta mendiskusikan vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam pencegahan stunting. Hasil pengabdian masyarakat diikuti 113 orang yang terbagi menjadi 4 kelurahan di Kecamatan Cinere Kota Depok. Sebagian besar peserta adalah seorang ibu sehingga informasi dan penerapan pencegahan stunting langsung dapat dilihat hasilnya. Terdapat perbedaan yang signifikan 0,000 antara nilai pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon pada SPSS. Hasil penilaian pre-test dan post-test sikap dan pemahaman kader kesehatan di Kecamatan Cinere meningkat rata-rata sekitar 88 sehingga dapat diasumsikan bahwa para peserta telah paham materi edukasi pencegahan stunting di kecamatan cinere kota depok.
PENGENALAN KOMPUTER DAN PERSIAPAN ANBK UNTUK SISWA SDN CIHERANG 1 Suarlembit, Yeremias A.; Suwandana, Avan; Sihite, Jelita D. S. L.; Wijaya, Ida Bagus R. L. P.; Mahyusa, Muhammad D.; Dewi, Fransisca I. R.
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28337

Abstract

Educational institutions are one of the institutions that are strongly supported by the presence of computers and devices. This encourages educational institutions to teach students from an early age, especially in rural areas, about computer devices including their functions and how to operate them. The PKM team found that a number of elementary schools in Ciherang Village, Cianjur Regency in West Java, specifically at SDN Ciherang 1, still had very little knowledge and operation of computers. The reason is due to inadequate computer equipment facilities and human resources. This is a problem faced by SDN Ciherang 1, because currently the Ministry of Education and Culture is implementing school assessment or evaluation through computer-based tests or surveys called computer-based national assessments (ANBK). ANBK activities are a substitute for the National Examination (UN) which requires students to be able to operate a computer. One of the schools that still lacks the introduction of computers is SDN Ciherang 1 in Cianjur Regency, where there is still a lack of computer facilities and human resources to guide students to carry out ANBK simulations. To overcome this, the PKM team developed a computer introduction and ANBK preparation program. The method of implementing the program is: first, socializing the introduction of computers, the target of this program is for students in grades 4 and 5 with the aim of students understanding how to operate a computer or laptop properly and correctly. Second, introducing ANBK, this is done by providing ANBK material and discussing examples of ANBK questions and providing guidance to students when taking part in ANBK activities. Third, hold a simulation test for ANBK activities, where this activity is an ANBK simulation test which will be given specifically to class 5 so that they can see and measure the extent of their ability to operate a computer and fill out the ANBK. The results of this program activity show that most students can operate a computer by typing sentences well, but a small number of students do not know what ANBK is and 3 students got the best scores when taking the ANBK simulation test. Lembaga Pendidikan merupakan salah satu lembaga yang sangat didukung keberadaan komputer dan perangkatnya. Hal ini mendorong lembaga pendidikan harus mengajarkan kepada siswa sejak dini, khususnya di daerah pedesaan mengenai perangkat komputer termasuk fungsi dan cara pengoperasian. Tim PKM menemukan sejumlah sekolah dasar di Desa Ciherang Kabupaten Cianjur di Jawa Barat, tepatnya di SDN Ciherang 1 masih sangat minim dalam hal pengetahuan dan pengoperasian komputer. Penyebabnya karena fasilitas perangkat komputer dan sumber daya manusia yang kurang memadai. Hal ini menjadi masalah yang dihadapi SDN Ciherang 1, karena saat ini Kemendikbud menerapkan penilaian atau evaluasi sekolah melalui tes atau survei berbasis komputer yang disebut dengan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK). Kegiatan ANBK merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) yang mengharuskan siswa untuk bisa mengoperasikan komputer. Salah satu sekolah yang masih minim dalam hal pengenalan komputer adalah SDN Ciherang 1 di Kabupaten Cianjur, dimana masih kekurangan fasilitas komputer dan SDM dalam membimbing siswa untuk melakukan simulasi ANBK. Untuk mengatasi hal itu tim PKM menyusun program pengenalan komputer dan persiapan ANBK. Metode pelaksanaan program yaitu: pertama, sosialisasi pengenalan komputer, target program ini untuk siswa kelas 4 dan 5 dengan tujuan siswa memahami cara pengoperasian komputer atau laptop dengan baik dan benar. Kedua, pengenalan ANBK, ini dilakukan dengan cara memberikan materi ANBK dan membahas contoh soal ANBK dan memberikan bimbingan kepada siswa ketika mengikuti kegiatan ANBK. Ketiga mengadakan test simulasi kegiatan ANBK dimana kegiatan ini merupakan sebuah test simulasi ANBK yang akan diberikan khusus kepada kelas 5 agar dapat melihat dan mengukur sampai dimana kemampuan mereka dalam mengoperasikan komputer dan mengisi ANBK. Hasil dari kegiatan program ini, menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa dapat mengoperasikan komputer dengan mengetik kalimat dengan baik namun Sebagian kecil siswa belum mengetahui apa itu ANBK dan 3 siswa mendapatkan nilai terbaik saat mengikuti test simulasi ANBK.
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR MELALUI PENGENALAN KARAKTER DAN HARDSKILL UNTUK SISWA SDN CIHERANG 01 Sihite, Jelita D. S. L.; Wijaya, Ida Bagus R. L. P.; Suwandana, Avan; Suarlembit, Yeremias A.; Mahyusa, Muhammad D.; Dewi, Fransisca I. R.
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28338

Abstract

Education is an important endeavor in nation building. In the State of Indonesia, all citizens have the right to education as stated in Article 31 paragraph 1 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The government also created the Merdeka Curriculum program, but not all schools in Indonesia can implement the Merdeka Curriculum due to various aspects. One of them is located in Cianjur Regency, Pacet District, Ciherang Village, namely SDN Ciherang 01. SDN Ciherang 01 has quite complete facilities, such as musical instruments, but they are not used as learning objects for the students of SDN Ciherang 01 due to the lack of teachers' ability to teach musical instruments. There were also students with special needs who were mistreated by their classmates, which reduced their potential. The PKM team provided a character and skills recognition program for students at SDN Ciherang 01 by conducting bullying exposure, introduction to musical instruments, and introduction to the Youth Red Cross (PMR). Implementation method: First, coordination with partners (SDN Ciherang 01) to organize the implementation. Second, in determining the activity material, the team focused on introducing musical instruments at SDN Ciherang 01, introducing the activities of the Youth Red Cross, introducing the belajar.id account, and teaching about bullying. Third, the implementation with the aim that students can understand and know how to use musical instruments, how to provide first aid in natural disasters or accidents, and bullying. The results of the activity show that most of the 61 students can understand how to use musical instruments and can remember the names of the musical instruments that were taught. Most of the 36 students can remember what to do for first aid in case of natural disaster or accident. A small number of students still bully their classmates, so the team made "Stop Bullying" posters to display around the school. Pendidikan merupakan suatu usaha penting dalam membangun sebuah bangsa. Di Negara Indonesia, seluruh warga berhak mendapatkan pendidikan, hal ini tertuang dalam Pasal 31 ayat 1 Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah juga membuat program Kurikulum Merdeka, namun tidak semua sekolah di Negara Indonesia dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang disebabkan dari berbagai aspek. Salah satunya terletak di wilayah Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet, Desa Ciherang yaitu SDN Ciherang 01. SDN Ciherang 01 memiliki fasilitas yang cukup lengkap seperti alat music, tetapi tidak dipergunakan sebagai objek belajar siswa di SDN Ciherang 01 karena kurangnya kemampuan guru dalam mengajari alat musik. Ditemukan juga siswa yang berkebutuhan khusus namun mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari teman – teman sekelas sehingga menurunkan potensi yang dimiliki siswa tersebut. Tim PKM menawarkan program Pengenalan Karakter dan Hardskill untuk siswa SDN Ciherang 01 dengan mengadakan Pemaparan Bullying, Pengenalan Alat Musik dan Pengenalan Palang Merah Remaja (PMR). Metode pelaksanaan: pertama, berkoordinasi dengan mitra (SDN Ciherang 01) untuk mengatur pelaksanaan. Kedua, penentuan materi kegiatan, tim memfokuskan untuk mengenalkan alat musik yang ada di SDN Ciherang 01, mengenalkan kegiatan Palang Merah Remaja, mengenalkan akun belajar.id dan mengajarkan tentang Bullying. Ketiga, pelaksanaan dengan tujuan agar para siswa dapat memahami dan mengenal bagaimana menggunakan alat musik, bagaimana melakukan pertolongan pertama ketika terjadi bencana alam atau kecelakaan, serta siswa bisa mengetahui dan memahami tentang bullying. Hasil kegiatan, menunjukkan bahwa sebagian besar dari 61 siswa dapat memahami bagaimana menggunakan alat music serta mengingat nama – nama alat musik yang telah diajarkan. Sebagian besar dari 36 siswa dapat menghafal apa yang harus dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi bencana alam atau kecelakaan. Sebagian kecil siswa masih melakukan perundungan terhadap teman sekelas sehingga tim membuatkan poster “stop bullying” yang ditempatkan mading dan lingkungan sekolah.
SOSIALISASI PEMILAHAN SAMPAH UNTUK SISWA SDN CIHERANG 01 Mahyusa, Muhammad D.; Sihite, Jelita D. S. L.; Suarlembit, Yeremias A.; Wijaya, Ida Bagus R. L. P.; Suwandana, Avan; Dewi, Fransisca I. R.
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28366

Abstract

Waste is residual material that is discarded as a result of the rest of production, both industrial and household. In our society, waste is one of the causes of the obstruction of progress. The lack of public awareness and knowledge about waste sorting is the main factor that causes many people to litter; this is also the case in the area of Cianjur Regency, Pacet District, Ciherang Village, specifically SDN Ciherang 01. The PKM team found that there are still many students littering, and the lack of knowledge and awareness of students about waste sorting is the main cause of many students littering. The PKM team provides a waste sorting socialization program by holding daily littering activities, decorating garbage bins, and presenting waste sorting materials. Implementation methods: First, coordinate with partners (SDN Ciherang 01) to organize the implementation. Second, determining the activity material, teaching what types of waste are, decorating trash cans, and inviting students to throw garbage in its place every day. The third step is implementation, with the aim of increasing awareness and interest among SDN Ciherang 01 students to throw garbage in its place, providing education, and increasing students' knowledge about waste sorting. The results of the activity show that most students of SDN Ciherang 01 have their own initiative to dispose waste without being ordered; students can distinguish between organic and inorganic waste; and students can also dispose waste according to its type with the help of pictures on the waste bins that were decorated together. The team also made posters to remind students to always dispose of waste in the right place to make the school environment more beautiful and clean. ABSTRAK Sampah merupakan material sisa yang dibuang sebagai hasil dari sisa produksi, baik industri maupun rumah tangga. Dalam masyarakat kita, sampah menjadi salah satu penyebab terhambatnya kemajuan Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pemilahan sampah menjadi faktor utama masyarakat banyak membuang sampah sembarangan, hal ini juga yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet, Desa Ciherang, tepatnya SDN Ciherang 01. Tim PKM menemukan masih banyak siswa yang membuang sampah sembarangan dan kurangnya pengetahuan serta kesadaran siswa tentang pemilahan sampah menjadi penyebab utama para siswa banyak yang membuang sampah sembarangan. Tim PKM menawarkan program Sosialisasi Pemilahan Sampah dengan mengadakan kegiatan membuang sampah pada tempatnya setiap hari, menghias tempat sampah, dan pemaparan materi pemilahan sampah. Metode pelaksanaan: pertama, berkoordinasi dengan mitra (SDN Ciherang 01) untuk mengatur pelaksanaan. Kedua, penentuan materi kegiatan, mengajarkan apa saja jenis sampah, menghias tempat sampah, dan mengajak siswa untuk membuang sampah pada tempatnya setiap hari. Langkah ketiga, pelaksanaan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan minat siswa SDN Ciherang 01 untuk membuang sampah ke tempatnya, memberikan edukasi dan menambah pengetahuan siswa tentang pemilahan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SDN Ciherang 01 telah memiliki inisiatif sendiri untuk membuang sampah tanpa harus diperintah, siswa dapat membedakan mana sampah organik dan anorganik, dan siswa juga dapat membuang sampah sesuai dengan jenisnya dibantu dengan gambar di tempat sampah yang telah dihias bersama. Tim juga membuat poster untuk menjadi pengingat bagi siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya sehingga lingkungan sekolah pun menjadi lebih asri dan bersih.
PELATIHAN SULAM PITA GUNA MENINGKATKAN KREATIVITAS PARA IBU DALAM MENGHIAS BERBAGAI PENUTUP BERBAHAN KAIN Kusuma, Heru Budi
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28411

Abstract

The people around the Anggrek – Bintaro RPTRA work every day as casual daily laborers, so that every day the people who are often around the RPTRA area are mothers. So the target community for this activity is mothers, residents of the environment around the Anggrek – Bintaro RPTRA. As for the activities that will be carried out, initially they were discussed with the Anggrek RPTRA management, until they focused on the skill of ribbon embroidery on cloth. The implementation of this activity has a relationship between opportunity, business and results, so that you must be trained to be skilled in both knowledge and skills so that you can create opportunities to earn additional income. One of the reasons why mothers take part in the Ribbon Embroidery Training activity is to adopt various things in their participation, not for reasons that are material gain (instrumentally), but rather based on a sense of comfort in socializing and an open mind (mind set) in dealing with problems. problem. At this group level, the rational action that emerges is value rationality. Programs and activities at RPTRA have a significant impact on changing the thinking patterns and rational actions of mothers involved in these activities. The method of implementing the activities offered is to realize the ribbon embroidery skills training program as a business opportunity to increase side income, especially for PKK women. The training material provided to participants is in the form of basic knowledge about the various materials needed, basic ribbon embroidery techniques, techniques for making various basic image patterns on various media, and locking ribbons on needles. The output of this activity is in the form of scientific articles for seminars and modules. training for which intellectual property rights are registered. ABSTRAK Masyarakat disekitar RPTRA Anggrek – Bintaro sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas, sehingga setiap hari yang sering berada disekitar lingkungan RPTRA adalah para ibu. Sehingga masyarakat sasaran dari kegiatan ini adalah para ibu, warga dilingkungan sekitar RPTRA Anggrek – Bintaro. Adapun kegiatan yang akan dilakukan, awalnya didiskusikan dengan pengurus RPTRA Anggrek, hingga mengerucut pada kegiatan ketrampilan sulam pita pada kain. Sulam pita dipilih sebagai kegiatan, dengan harapan dengan pengetahuan dan ketrampilan menyulam pita dapat menjadi bekal kreasi para ibu dalam menghias berbagai penutup berbahan kain. Pelaksanaan kegiatan ini mempunyai keterkaitan antara peluang, usaha, dan hasil yang harus dilatih agar terampil baik dari pengetahuan maupun skill sehingga bisa menciptakan peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan. Salah satu alasan para ibu mengikuti kegian Pelatihan Sulam Pita adalah untuk mengadopsi berbagai hal dalam partispasi mereka tidak dengan alasan yang bersifat keuntungan material (instrumentally), namun lebih didasarkan pada rasa kenyamanan dalam bersosialisai dan terbukanya pikiran mereka (mind set) dalam menghadapi problem- problem. Pada tataran kelompok ini tindakan rasional yang muncul adalah rasionalitas value. Program dan kegiatan pada RPTRA memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan pola fikir dan tindakan rasional ibu-ibu yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan merupakan program pelatihan ketrampilan sulam. Tujuan pelatihan yang diberikan kepada para peserta berupa pengetahuan mendasar tentang ragam bahan yang diperlukan, teknis dasar sulam pita, teknik pembuatan macam-macam pola dasar gambar pada berbagai media, dan penguncian pita pada jarum. Luaran dari kegiatan ini berupa artikel ilmiah untuk diseminarkan dan modul pelatihan yang didaftarkan hak kekayaan intelektualnya.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN APLIKASI MARKETPLACE UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN BAGI PELAKU UMKM KULINER JAKARTA PUSAT Turangan, Joyce A.
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28414

Abstract

Assistance in using the marketplace application to increase sales turnover for culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Central Jakarta is an effort that aims to help culinary MSMEs take advantage of digital platforms to increase their sales and competitiveness. Through training methods, direct assistance, and preparation of marketing strategies, culinary MSMEs are given the knowledge and skills needed to optimize the use of marketplace applications. The results of this assistance show a significant increase in knowledge, expansion of market reach, increase in sales turnover, and operational efficiency of culinary MSMEs. In conclusion, mentoring the use of the marketplace application plays an important role in helping culinary MSMEs increase their sales turnover, contribute to the growth of the culinary MSME sector, and encourage economic growth in Central Jakarta. ABSTRAK Pendampingan penggunaan aplikasi marketplace untuk meningkatkan omset penjualan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Jakarta Pusat merupakan upaya yang bertujuan untuk membantu UMKM kuliner memanfaatkan platform digital guna meningkatkan penjualan dan daya saing mereka. Melalui metode pelatihan, pendampingan langsung, dan penyusunan strategi pemasaran, para pelaku UMKM kuliner diberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi marketplace. Hasil pendampingan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan, perluasan jangkauan pasar, peningkatan omset penjualan, dan efisiensi operasional pelaku UMKM kuliner. Dalam kesimpulannya, pendampingan penggunaan aplikasi marketplace berperan penting dalam membantu UMKM kuliner meningkatkan omset penjualan mereka, berkontribusi pada pertumbuhan sektor UMKM kuliner, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta Pusat.
PENGENALAN DIGITAL MARKETING DAN PENGUATAN MEREK DI MEDIA SOSIAL Turangan, Joyce A.
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28417

Abstract

The introduction of digital marketing and brand strengthening on social media has become a crucial element in the growth strategy of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the night culinary sector, particularly in the Kwitang area of Central Jakarta. In an era where technology and internet connectivity have transformed how consumers search for and choose their food, night culinary MSMEs in Kwitang need to understand and adopt digital marketing practices to survive and thrive in an increasingly competitive market. This research proposes the implementation of effective digital marketing strategies, including the use of social media platforms such as Instagram and Facebook, to enhance their brand and expand their customer base. Consequently, it is hoped that night culinary MSMEs in Kwitang, Central Jakarta, can leverage the opportunities presented by social media to increase visibility, reach a wider target audience, and solidify their position in the dynamic culinary industry. ABSTRAK Pengenalan digital marketing dan penguatan merek di media sosial telah menjadi elemen penting dalam strategi pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner malam, khususnya di daerah Kwitang Jakarta Pusat. Dalam era di mana teknologi dan koneksi internet telah merubah cara konsumen mencari dan memilih makanan, UMKM kuliner malam di Kwitang perlu memahami dan mengadopsi praktik-praktik pemasaran digital untuk bertahan dan tumbuh dalam persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini mengusulkan penerapan strategi digital marketing yang efektif, termasuk penggunaan platform media sosial seperti Instagram dan Facebook, untuk memperkuat merek dan memperluas jangkauan pelanggan. Dengan demikian, diharapkan UMKM kuliner malam di Kwitang Jakarta Pusat dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh media sosial untuk meningkatkan visibilitas, mencapai target pasar yang lebih luas, dan mengukuhkan posisi mereka dalam industri kuliner yang dinamis.