cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Pengaruh Waktu Kontak Tanah Diatomeae Terhadap Peningkatan Hasil Reduksi Cr(VI) oleh Fotokatalisis TiO2 Darminto .; Gusti Ketut Suryaning
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.793 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.410

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui massa optimum dan pengaruh waktu kontak tanah diatomeae terhadap peningkatkan hasil reduksi Cr(VI) oleh fotokatalis TiO2. Tanah diatomeae diambil dari Laboratorium Tanah Fakultas Tehnik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang dikontakkan dengan larutan yang mengandung Cr(VI) 80 ppm dan katalis TiO2. Berat katalis yang digunakan adalah 0,25 gram. Variasi massa tanah diatomeae yang digunakan adalah 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 mg dan variasi waktu kontak yang digunakan adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 11 dan 12 jam. Analisis sampel dilakukan masing-masing tiga kali dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 543,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa optimum tanah diatomeae yang dapat meningkatkan hasil reduksi Cr(VI) adalah 40 mg dengan konsentrasi Cr(VI) yang tereduksi sebesar 21,4612 ppm dari konsentrasi awal Cr(VI) 80 ppm. Berdasarkan hasil uji F dan uji bnt, waktu kontak optimum tanah diatomeae terhadap peningkatan hasil reduksi Cr (VI) adalah 10 jam Kata Kunci: Diatomeae, Reduksi Cr(VI). Fotokatalisis ABSTRACT This research was conducted to know the optimum mass and the effect of contact time the diatomeae to improve of Cr(VI) reduction by Photocatalysis TiO2. The Diatomeae was taken from Technique Faculty Laboratory of Gadjah Mada University Yogyakarta. Diatomeae was contacted with the solution contain Cr(VI) 80 ppm and TiO2 Catalysis 0,25 gram. The variation of diatomeae mass where used, namely 10, 20, 30, 40, 50 and 60 mg and, the  variation of contact time are 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 11 and 12 hour. The sample was analyzed by spectrophotometer UV-VIS with 543.5 nm wavelength. The result of the research is indicated that the optimum mass diatomeae which can improve of Cr(VI) reduction is 40 mg with the concentration of Cr(VI) reduced equal to 21,4612 ppm from 80 ppm. Based of F test and the end bnt test, the optimum contact time of diatomeae to improve of result reduced the Cr(VI) are 10 hours. Keyword: Diatomeae, Reduction of the Cr(VI), photocatalysis.
Pengaruh Variasi Perekat Tepung Sagu terhadap Nilai Kalor Briket Tongkol Jagung (Zea mays) Endang Adyaningsih; Ratnawati Mamin; Pince Salempa
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.661 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i1.4675

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perekat tepung sagu terhadap nilai kalor briket tongkol jagung.Penelitian ini dilakukan dua tahap yaitu pembuatan briket, dan penentuan nilai kalor dengan Bom Kalorimeter Oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase perekat tepung sagu dalam briket maka nilai kalor briket menjadi menurun dan mencapai nilai kalor tertinggi pada variasi perekat 1% dengan nilai kalor 6410,03 kal/g dan telah memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia) 1-6235-2000 yaitu minimal 5000 kal/g. Semakin banyak perekat yang digunakan dalam briket maka kualitas briket kurang baik karena kandungan abunya yang tinggi.Kata kunci: Briket, Perekat, Bom Kalorimeter Oksigen dan Nilai kalorABSTRACTThis experiment research aims to determine the effect of starch adhesive variation to the calory value of corncob briquettes. This research conducted by two phases, namely briquetting and determinating of the calory value using oxygen bomb calorimeter. The results showed that the higher percentage of corn starch adhesive in the lower calory value of briquettes reached the highest calory value at 1 % variation adhesive with calory value 6410,03 kal/g and it is suitable with the SNI (Indonesian National Standard) 1-6235-2000 is minimal 5000 kal/g . The more adhesive used, the poor quality of briquettes because of the high ash content.Keywords: Briquettes, Adhesive, Oxygen Bomb Calorimeter, and Calory Value
Pengembangan Model Assesmen Portofolio Elektronik (APE) untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Mahasiswa Ramlawati .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.69 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i1.596

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model assesmen portofolio elektronik (APE) pada Praktikum Kimia Anorganik. Penelitian ini menggabungkan metode yang menekankan pada pengumpulan data secara kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan secara bersamaan selama proses pengembangan model. Desain penelitian menggunakan model “Embedded Experimental" (Cresswell & Clark, 2007). Model APE divalidasi pada 33 mahasiswa dalam desain satu kelompok pretest dan posttest. Portofolio elektronik dikembangkan menggunakan modul Exabis E-Portofolio berdasarkan Moodle di web. Komponen utama APE meliputi: 1) pengetahuan sebelum kuis (KPA); 2) jurnal praktikum; 3) lembar kerja mahasiswa (LKM), dan 4) laporan praktikum. Angket digunakan untuk mendapatkan data tanggapan mahasiswa mengenai penerapan model APE. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan model APE dapat meningkatkan keterampilan seluruh mahasiswa. Tiga tertinggi nilai N-gain keterampilan generik sains dicapai dalam spasial, bahasa simbolik, dan indikator abstraksi untuk kelas atas. Di kelas menengah, tiga tertinggi nilai N-gain keterampilan generik sains dicapai pada simbolis, pemodelan, dan indikator inferensi logika, sedangkan untuk kelas bawah model APE dapat meningkatkan pengamatan tidak langsung, skala sense, dan indikator spasial keterampilan generik sains. Hasil angket mahasiswa menunjukkan bahwa kemampuan model APE dapat meningkatkan self-assessment, pemahaman konsep, penguasaan IT, perhatian, aktivitas, dan motivasi mahasiswa. Kata kunci: APE, keterampilan generik sains, Praktikum Kimia Anorganik. ABSTRACT The aim of this research  to develop an electronic portfolio assessment (EPA) model in Practical Inorganic Chemistry. The research was used a mixed method that emphasize quantitative and qualitative data collection is carried out simultaneously during the process of model development. Research design using “Embedded Experimental” Model  (Cresswell & Clark, 2007). EPA models was validated on 33 students used the one-group pretest and posttest design. The electronic portfolio developed by using Exabis E-Portfolio module based Moodle on the web. The main components of EPA include: 1) prior knowledge quiz (KPA); 2) practical journal; 3) student sheets activity (LKM), and 4) practical report. Questionnaire was used to get students response data about implementation of the APE model. Data analysis was used descriptive statistics. The results showed the EPA model can improve student’s skill for all students. The three highest N-gain score  of generic science skills achieved in spatial, symbolic language, and abstraction indicators for the upper class. In the middle class, the three highest generic science skills N-gain achieved on the symbolic, modeling and logycal inference indicators, while for the lower classes APE model can improve the indirect observation, sense of scale, and spatial generic science skills indicators. Results of student questionnaire showed that the EPA model capabilities can improve self-assessment, understanding concepts, IT mastery, attention, activity and motivation of students. Key words: EPA, generic science skill, Practical Inorganic Chemistry
Studi Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Tipe TGT Ditinjau dari Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 3 Watansoppeng (Studi pada Materi Pokok Ikatan Kimia) Sutra Safar; Hasri Hasri; Sudding Sudding
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.643 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v19i1.6640

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian komparatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa Kelas X SMA Negeri 3 Watansoppeng yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe TGT. Populasinya adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Watansoppeng yang terdiri dari enam kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas X3 sebagai kelas eksperimen I yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelas X6 sebagai kelas eksperimen II yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan jumlah siswa masing-masing 23 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah “Posttest Only Design”. Variabel bebasnya adalah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan pembelajaran kooperatif tipe TGT dan variabel terikatnya yaitu hasil belajar. Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas Jigsaw pada posttest yaitu 72,15 dengan standar deviasi 12,17 dan kelas TGT yaitu 65,34 dengan standar deviasi 11,14. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung = 2,0841. Pada taraf signifikan α = 0,05 dengan dk = 44 diperoleh t(0,025,44) = 2,0154. Oleh karena, thitung tidak terletak diantara –t(0,025,44) dan +t(0,025,44), maka H1 diterima dan H0 ditolak, bearti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe TGT di kelas X SMA Negeri 3 Watansoppeng pada Materi Pokok Ikatan Kimia.Kata Kunci: Jigsaw, TGT, Hasil Belajar,Ikatan Kimia. ABSTRACTThis comparison research aimed to investigate the differences of learning outcomes of Class X student SMA Negeri 3 Watansoppeng taught by using of Jigsaw and TGT types of cooperative learning. The population are all class X of SMA Negeri 3 Watansoppeng which consists of 6 classes, while the sample are Class of X3 is a sample as experiment I class which was taught by Jigsaw Type and Class of X6 as experiment II class which was taught by TGT Type of Cooperative Learning Model, the student amount of 23 participants, respectivly. The study design was "Posttest Only Design". The analysis showed the average value of student learning outcomes Jigsaw class in posttest is 72,15 with 12,17 of deviation standard and TGT class, 65,34 with 65,34 of deviation standard. The results of hypothesis values obtained at tcount = 2,0841. α = 0.05 significance level with df = 44 obtained table = 2,0154, therefore, tcount is not located between  -t(0,025,44)  and +t(0,025,44). It’is meant the H1 hypothesis is accepted and H0 is rejected. However, the conclusion there is difference outcomes learning taught by Jigsaw and TGT types of cooperative learning model of X class student of SMA Negeri 3 Watansoppeng on the subject matter of the chemical bond.Keywords: Jigsaw, TGT, Learning Outcomes, Chemical Bond.
Hubungan Iklim Keluarga dan Iklim Sekolah dengan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri di Kota Parepare pada Mata Pelajaran Kimia St. Humaerah Syarif
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.163 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v15i1.4601

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui (1)deskripsi iklim keluarga, iklim sekolah, dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri di kota Parepare, (2) hubungan iklim keluarga dengan hasil belajar, dan (3) hubungan iklim sekolah dengan hasil belajar. Jenis penelitian adalah penelitian ex-post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri di kota Parepare. Data dikumpulkan melalui 230 orang sampel yang terpilih dengan menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana (proporsional random sampling). Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) iklim keluarga siswa kelas XI IPA SMA Negeri di kota Parepare berada pada kategori kondusif, iklim sekolah pada kategori cukup kondusif, dan hasil belajar pada kategori tinggi,(2) tidak ada hubungan iklim keluarga dengan hasil belajar, dan (3) ada hubungan antara iklim sekolah dengan hasil belajar.Kata Kunci: iklim keluarga, iklim sekolah, hasil belajarABSTRACTThe studies aimed at examining (1) describe family climat and learning result of grade XI IPA students at SMAN in Parepare, (2) correlation between family climate and learning result. The population of the study was the entire students of grade XI IPA at SMAN in Parepare. Data were collected with 230 samples taken by employing proportional random sampling technique. Data were analyzed by employing statistics descriptive and inferential analysis. The result of the study revealed that (1) the family climate of grade XI IPA students at SMAN in Parepare was in condusive category, the school climate was in fairly condusive category, and learning result was in high category, (2) there was not correlation between family climate and learning result, and 3) there was correlation between school climate and learning result.Keywords: family climate, school climate, learning result
Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI dengan Menggunakan Lembar Kerja Berstruktur dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X3 SMAN 6 Makassar pada Pokok Bahasan Kimia Karbon Muliati Yonto; Mutahharah, Rahmah; Rahmah .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.098 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v12i1.196

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang bertujuan untuk  mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan menggunakan lembar kerja berstruktur terhadap hasil belajar siswa kelas X3 SMA Negeri 6 Makassar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X3 tahun pelajaran 2009/2010. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive yaitu pengambilan dua kelas sampel. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dilengkapi dengan lembar observasi siswa. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar kimia siswa kelas X3 SMAN 6 Makassar setelah diadakannya pembelajaran kooperatif tipe TAI selama dua siklus yaitu siklus I  berada pada kategori rendah  dengan nilai rata-rata 50,24 dari nilai tertinggi 70,00 dan nilai terendah 40,00 dengan standar deviasi 13,69, sedangkan pada siklus II berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 81,46 dari nilai tertinggi 100,00 dan nilai terendah 50,00 dengan standar deviasi 13,33. Kata kunci: pembelajaran kooperatif tipe TAI, aktivitas belajar ABSTRACT This is a classroom action research, which aims to determine the effect of cooperative learning TAI type using structured worksheets on student learning achevement of X3 class SMA 6 Makassar. The population was all students in grade X3 academic year 2009/2010. Sample were two classes which is taken by purposive sampling. Data collection using the test results of study the student is equipped with observation sheets. From the research found that an increase in the X3-grade students studying chemistry SMAN 6Makassar after the holding of the type of cooperative learning for twoc ycles of TAI is the cycle I was in the low category withan average value of 50.24 from70.00 the highest value and lowest value of 40,00 with a standard deviation of 13.69, while in the second cycleis in the high category withan average value of 81.46 from the highest value of 100.00 andthe lowest value of 50.00 with a standard deviation of 13.33. Key words:cooperative learning TAI type, learning activities
Pengaruh Strategi dalam Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap penguasaan Konsep Kimia dan Sikap Peserta Didik Pince Salempa; Muhaedah Rasyid; Abdul Rauf
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.304 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v16i2.4556

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan penguasaan konsep kimia dan sikap peserta didik yang disebabkan oleh pengaruh strategi pembelajaran pada materi pokok larutan penyangga dan hidrolisis garam. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan menggunakan desain posttest-only control group design. Sampel penelitian adalah peserta didik Kelas XI IPA diambil dua kelas secara rambang, kelas pertama diberikan perlakuan strategi konflik kognitif dan kelas yang kedua diberikan perlakuan strategi inkuiri dalam pembelajaran berbasis masalah. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan análisis uji-t dengan bantuan program SPSS 17.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan penguasaan konsep kimia antara peserta didik yang diajar dengan strategi konflik kognitif dan strategi inkuiri dalam pembelajaran berbasis masalah (2) tidak terdapat perbedaan sikap peserta didik antara yang diajar dengan strategi konflik kognitif dan strategi inkuiri dalam pembelajaran berbasis masalah.Kata kunci: Strategi dalam PBL, konflik kognitif, inkuiri, penguasaan konsep kimia, dan sikap peserta didikAbstract.  The study aimed at examining whether there were differences on the mastery of chemistry concept and students’ attitude caused by the influence of learning strategy on the subject of buffer solution and hydrolysis of salts. This study were a quasi-experiment by employing posttest-only control group design. The samples of the study were two classes of grade XI of science (IPA) students selected randomly. The first class was given a treatment of cognitive conflict strategy and and the second class was given a treatment inquiry strategy in problem-based learning. The hypothesis test was conducted using t-test analysis with SPSS 17.0. The results of the study revealed that  (1) there were differences on the mastery of chemistry concept between students taught by cognitive conflict strategy and  inquiry strategy in problem-based learning, (2) there was no difference on students’ attitude between the ones taught by cognitive conflict strategy and the ones taught by inquiry strategy in problem-based learning.
Pengaruh Model Pengajaran Langsung dengan Pendekatan Metakognitif Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sungguminasa Pada Materi Pokok Ikatan Kimia Eka Fitriana Hamsyah; St. Hayatun Nur Abu; Gustina Gustina
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.486 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i1.4664

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungguminasa dengan penentuan sampel secara random. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes hasil belajar pada materi pokok ikatan kimia yang berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung = 1,74 > ttabel yaitu 1,67 pada α = 0,05 yang berarti hipotesis H0 ditolak dan hipotesis H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif penggunaan model pengajaran langsung dengan pendekatan metakognitif terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungguminasa pada materi pokok ikatan kimia.Kata kunci: Pengajaran Langsung, Pendekatan Metakognitif, Hasil BelajarABSTRACTThis study was an experimental study. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sungguminasa with random sampling. Data collection technique used achievement test in the subject matter of chemical bonds in the form of multiple choice. The data obtained were analyzed with descriptive statistics and inferential statistical analysis. Based on the analysis of data obtained t = 1.74> t table ie 1.67 at α = 0.05, which means that the hypothesis H0 and H1 hypothesis is accepted. Thus, it can be concluded that there is a positive effect of the use of the teaching model directly with metacognitive approach to learning the results of class X SMA Negeri 1 Sungguminasa on material of chemical bonds.Keywords: Direct Teaching, Metacognitive Approach, and Learning Outcomes
Analisis Mutu Layanan Laboratorium Kimia Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNM Melati Masri; Darminto .; Indah Fauziah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.733 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v12i2.498

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis untuk melihat gambaran layanan laboratorium Kimia FMIPA UNM kepada mahasiswa pengguna laboratorium dan layanan masyarakat. Prosedur penelitian mengikuti alur mulai dari aktivitas studi dan analisis pendahuluan, merancang alat informasi data, mengevaluasi dan merevisi sampai tujuan yang diinginkan. Hasil penelitian diperoleh; (1) Kondisi daya dukung SDM dan sarana-prasarana laboratorium Kimia Jurusan Kimia FMIPA UNM untuk menunjang kegiatan meningkatkan kompetensi mahasiswa belum memadai, (2) Pemahaman laboran dalam pengelolaan laboratorium Kimia jurusan Kimia FMIPA UNM sebagian besar (73%) cukup memahami tugas pokoknya sebagai laboran dengan keterlaksanaan tugas 86%; (3) tingkat keterampilan laboran masih kurang (4) pelayanan pada mahasiswa dinilai netral atau cukup. Katakunci: mutu layanan labABSTRACT This research is descriptive analysis to know the laboratory services to the students us users and community service. Procedures to follow the research activities ranging from preliminary studies and analysis, designing an information tool data, evaluate and revise until the desired goal. The results obtained: (1) carrying capacity of the human condition and the laboratory infrastructure of Chemistry Department of Chemistry, Faculty UNM to support activities that improve student competency has not been adequate, (2) Understanding of the laboran in the Chemistry Department of Chemistry laboratory management UNM Faculty majority (73%) is quite understand the main task as a laboratory with 86% job usfull, (3) the level of laboran skills still low (4) student services there are at a neutral. Keywords: quality lab services
Pengaruh Penggunaan Media Animasi melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 30 Makassar (Studi pada Materi Pokok Karakteristik Zat) Reni Appang Allo; Sugiarti Sugiarti; Pince Salempa
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.855 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i2.5900

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh positif penggunaan media animasi melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 30 Makassar pada materi pokok karakteristik zat. Penelitian quasi eksperiment ini menggunakan desain pretest-posstest only control design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 30 Makassar yang berjumlah 296 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan media animasi melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas eksperimen dan model pembelajaran inkuiri terbimbing tanpa menggunakan media animasi di kelas kontrol serta variabel terikatnya adalah motivasi dan hasil belajar siswa.Instrumen pengumpulan data hasil belajar adalah tes dan instrumen pengumpulan data motivasi belajar adalah angket . Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji-t menghasilkan t(hitung)> t(tabel) = 10,06 >1,667 pada α ═ 0,05 untuk motivasi belajar sedangkan t(hitung)> t(tabel) = 1,722>1,667 pada α ═ 0,05 untuk hasil belajar. Hasil uji-t membuktikan bahwa penggunaan media animasi melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 30 Makassar studi pada materi pokok karakteristik zat.Kata kunci: Media animasi, Inkuiri terbimbing, Motivasi, Hasil belajar, Karakteristik zat. ABSTRACTThe Purpose of this study  to determine the possitive effect of using media animation trough guided inquiry learning model on learning motivation and student achievement at class VII SMPN 30 Makassar on subject matter characteristic substance.This quasy experimental research using pretest-posstest only control design. The population was class VII of SMPN 30 Makassar which consists of 296 student.The independent variable in this study was using media animation throughguidedinquiry learning model at experiment class and guided inquiry learning models without the use of media animation in control class, the dependent variable was motivation and student achievement. The instrument for data collection for student achievement was a test and the instrument for learning motivation was a questionnaire.The hypothesis test using t-test shows that tcalculate> ttable= 10,06>1,667 on α ═ 0,05 for the motivation and the hypothesis test using t-test shows that tcalculate> ttable= 1,722>1,670on α ═ 0,05 for students learning.T-test results prove that using media animation in guided inquiry learning models givespositiveeffected to toward motivation and student achievement of class VII SMPN 30 Makassar on characteristicsubstances subject matter.Keywords: Media animations, Guided inquiry, Motivation, Student achievement, Characteristics of substances

Page 4 of 32 | Total Record : 317