cover
Contact Name
Ibrahim
Contact Email
ibrahim@pnl.ac.id
Phone
+6282160166789
Journal Mail Official
muhammadreza@pnl.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh–Medan Km 280,3 Buketrata Lhokseumawe 24301 P.O. Box 90
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sipil Sains Terapan
ISSN : 26206366     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Hasil-Hasil Tugas Akhir Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Jurnal ini menyediakan akses terbuka yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 140 Documents
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL EMPAT LENGAN PADA JALAN MEDAN-BANDA ACEH SIMPANG CIBREK SYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA Aqil Putra Marantika; Faisal Abdullah; Fajri Fajri
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan pada Jalan Medan–Banda Aceh, Simpang Cibrek, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara. adapun permasalahan yang ditinjau untuk mengevaluasi kinerja lalu lintas simpang tidak bersinyal Empat Lengan Metode yang digunakan mengacu pada Panduan Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, dengan data primer berupa volume lalu lintas, tipe kendaraan, dan dimensi geometrik simpang, dan data sekunder berupa jumlah penduduk dan kondisi lingkungan sekitar. serta volume lalu lintas yang diambil dengan survei selama 3 hari yaitu Selasa, Rabu dan Kamis pada jam operasional 08.00 – 20.00 WIB, dengan durasi pengambilan data per 15 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam puncak dengan jumlah 1.311 smp/jam, sementara kapasitas simpang dihitung sebesar 1.891 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan yang diperoleh sebesar 0,69, dengan tundaan rata-rata 12 detik/smp dan peluang antrian berkisar antara 30–60%. Berdasarkan klasifikasi tingkat pelayanan, simpang ini berada pada kategori C, yang berarti arus lalu lintas masih stabil dengan kecepatan dan manuver kendaraan mulai terkendali. Hasil penelitian ini merekomendasikan pemasangan rambu lalu lintas sebagai upaya peningkatan keselamatan dan kinerja simpang. Kata Kunci: Simpang tak bersinyal, PKJI 2023, derajat kejenuhan, tundaan, tingkat pelayanan Peluang Antrian 
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL EMPAT LENGAN PADA SIMPANG RANGKAYA KEC. TANAH LUAS ACEH UTARA Muhammad Harisin; Mulizar Mulizar; Edi Majuar
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan utama pada Simpang Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara adalah kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh tingginya volume kendaraan, parkir sembarangan, serta aktivitas perdagangan di sekitar simpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang tak bersinyal empat lengan dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer berupa kondisi geometrik jalan, volume lalu lintas, serta kondisi lingkungan, dan data sekunder berupa jumlah penduduk serta peta lokasi. Analisis dilakukan untuk menghitung kapasitas simpang, derajat kejenuhan, tundaan, peluang antrian, dan tingkat pelayanan simpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas simpang adalah 5.473 SMP/jam, dengan derajat kejenuhan sebesar 0,72 yang termasuk kategori tingkat pelayanan C (arus stabil, kecepatan dan gerak kendaraan terkendali). Tundaan rata-rata simpang tercatat 23,81 detik/SMP, dan peluang antrian berada pada rentang 42%–21% (kategori sedang). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kinerja simpang masih dalam kondisi stabil namun cenderung padat. Oleh karena itu, disarankan adanya pelebaran jalan 1,5 m ruas mayor dan minor sebelah kiri, pengaturan arus lalu lintas, dan penataan ruang sekitar simpang untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut. Kata Kunci: Kapasitas Simpang, derajat kejenuhan, tundaan, peluang antrian, Tingkat pelayanan. 
TINJAUAN TEBAL PERKERASAN DAN ESTIMASI BIAYA PADA PROYEK PENANGANAN LONG SEGMENT REKONSTRUKSI KECAMATAN BANDAR PUSAKA Muhammad Maizaki; Bakhtiar A; Deni Iqbal
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan tebal perkerasan merupakan faktor penting dalam menjamin umur layanan jalan serta efisiensi biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tebal perkerasan lentur dan estimasi biaya pada Proyek Penanganan Long Segmen (Rekonstruksi) ruas Simpang III Tanjung Genteng L. Buang – Simpang III Ampun Tuan, Kecamatan Bandar Pusaka.Metode penelitian menggunakan pendekatan AASHTO 1993 dengan data primer berupa survei Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) selama tiga hari dan uji California Bearing Ratio (CBR) pada 13 titik, serta data sekunder berupa gambar rencana dan RAB konsultan. Perhitungan lalu lintas ekuivalen menghasilkan ESAL kumulatif sebesar 197.339,40 untuk umur rencana 20 tahun, dengan reliabilitas 70% dan deviasi standar 0,45. Nilai CBR rata-rata tanah dasar adalah 2,5%, yang termasuk kategori rendah sehingga memerlukan lapisan pondasi bawah tebal. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan tebal perkerasan dari lapisan permukaan (Laston) 8 cm, lapisan pondasi atas 10 cm, dan lapisan pondasi bawah 20 cm. Estimasi biaya dengan AHSP 2023 sebesar Rp 11.346.949.000,00 miliar, lebih tinggi dari perhitungan konsultan (Rp11.256.791.000,00 miliar) sehingga terdapat selisih ±Rp90.158.000,00. juta. Hal ini membuktikan bahwa metode AASHTO 1993 menghasilkan desain perkerasan yang sesuai kondisi lapangan sekaligus dapat dijadikan acuan teknis dalam perencanaan jalan. Kata kunci: AASHTO 1993, Estimasi biaya, Tebal perkerasan lentur,  
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI CAMPURAN PASIR TERHADAP KUAT GESER LANGSUNG DAN KUAT TEKAN BEBAS TANAH LEMPUNG Muhammad Iqbal; Supardin Supardin; Ruhana Ruhana
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTanah lempung dikenal memiliki daya dukung yang rendah serta sifat kembang susut yang tinggi, sehingga diperlukan upaya stabilisasi agar dapat digunakan sebagai material dasar konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis perbedaan signifikan dalam kuat tekan dan kuat geser antara tanah lempung bercampur pasir dan tanah lempung murni. Serta untuk menentukan persentase yang tepat pencampuran pasir dengan tanah lempung. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan pasir ke dalam tanah lempung dalam variasi 5%, 15%, 25%, dan 35%. Tanah lempung dalam penelitian ini diklasifikasikan menurut AASHTO tergolong kelompok A-7-6 (23) dengan nilai PL = 28,58%, dan LL = 49,88%.Pengujian yang digunakan adalah uji geser langsung (Direct Shear Test) dan uji kuat tekan bebas (Unconfined Compression Test). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan pasir pada tanah lempung dapat meningkatkan kuat geser dan kuat tekan tanah, namun menurunkan nilai kohesi tanah. Peningkatan paling signifikan terjadi pada campuran 15% pasir, dengan nilai kuat geser tanah lempung asli 0,508 kg/cm² meningkat sebesar 21,3% menjadi 0,616 kg/cm², dan nilai kuat tekan tanah asli 2,84 kg/cm² meningkat sebesar 30,2% menjadi 3,70 kg/cm². Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi campuran pasir yang tepat dapat meningkatkan kuat geser dan kuat tekan tanah lempung untuk kepentingan konstruksi.Kata Kunci: Tanah Lempung, Pasir, Stabilisasi Tanah, Kuat Geser Langsung, Kuat Tekan Bebas,
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN PADA OPRIT JEMBATAN TUTU PANYANG SAMALANGA BERDASARKAN BEBAN LALU LINTAS Muhammad Nazar; Miswar Miswar; Ahmad Abrar Haziri
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKTransportasi darat merupakan prasarana utama dalam menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa. Salah satu elemen penting dalam konstruksi jalan adalah oprit jembatan, yang berfungsi sebagai penghubung antara jalan utama dengan badan jembatan. Oprit Jembatan Tutu Panyang Samalanga menunjukkan kerusakan berupa retakan pada lapisan permukaan yang berpotensi mengurangi kenyamanan, keselamatan, serta umur rencana jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume lalu lintas, menghitung beban lalu lintas ekuivalen dengan metode AASHTO 1993, menentukan tebal lapisan perkerasan, serta membandingkan hasilnya dengan desain konsultan. Data primer diperoleh dari survei LHR (Lalu Lintas Harian Rata-Rata) selama tiga hari (Senin, Selasa, Jumat), sedangkan data sekunder berupa hasil uji CBR (California Bearing Ratio), data curah hujan, dan gambar teknis. Perhitungan melibatkan konversi lalu lintas ke dalam ESAL (Equivalent Single Axle Load), perhitungan modulus resilien, penentuan reliabilitas, deviasi standar, indeks pelayanan, serta nilai Structural Number (SN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total ESAL selama umur rencana 20 tahun adalah 627.537,42. Nilai CBR tanah dasar sebesar 3,37% lebih rendah dari syarat minimum (6%), sehingga diperlukan timbunan pilihan setebal 35 cm. Berdasarkan metode AASHTO 1993, diperoleh struktur perkerasan: lapisan permukaan 11 cm, pondasi atas 15 cm, pondasi bawah 22 cm, dan timbunan pilihan 35 cm. Dibandingkan desain konsultan, terdapat perbedaan tebal pada lapisan permukaan (+1 cm) dan timbunan pilihan (+5 cm). Desain hasil penelitian lebih sesuai dengan kondisi lapangan serta diharapkan mampu meningkatkan ketahanan struktur, umur rencana, dan kenyamanan pengguna jalan.Kata kunci: oprit jembatan, perkerasan lentur, AASHTO 1993, beban lalu lintas, tebal perkerasan. 
ANALISA DESAIN DRAINASE PERKOTAAN PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN T. HASAN DEK KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH Muhammad Chairul; Irham Irham; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBanjir dan genangan air merupakan masalah utama di kawasan perkotaan, termasuk Kota Banda Aceh, yang diperparah oleh pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur. Proyek peningkatan Jalan T. Hasan Dek yang sedang berlangsung, yaitu pelebaran jalan dari 6 meter menjadi 9 meter, berpotensi memperburuk kondisi banjir jika tidak diimbangi dengan penyesuaian sistem drainase. Saluran drainase yang ada saat ini dianggap tidak memadai karena penyumbatan sampah dan sendimen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain drainase perkotaan di lokasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan hidrologi dan hidrolika. Data yang digunakan adalah data primer (survei lapangan) dan data sekunder (data curah hujan harian maksimum dari Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda). Analisis hidrologi dilakukan dengan menggunakan empat metode distribusi frekuensi, yaitu Normal, Log Normal, Log Person Type-III, dan Gumbel. Debit banjir rencana dihitung menggunakan metode Rasional. Selanjutnya, dilakukan analisis hidrolika untuk menentukan dimensi saluran yang ideal. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa Distribusi Log Person Type-III dengan periode ulang 10 tahun adalah metode yang paling ekstrem untuk curah hujan rencana, sehingga dipilih sebagai dasar untuk analisis selanjutnya. Perhitungan menunjukkan bahwa debit banjir rencana (Qr) untuk periode ulang 20 tahun adalah 0,45 m³/dtk. Kapasitas penampang saluran yang ada (Qp) sebesar 0,746 m³/dtk, yang berarti saluran mampu menampung debit rencana. Penyebab genangan air di lokasi penelitian antara lain waktu konsentrasi hujan yang terlalu lama, penumpukan sendimen dan sampah yang menghalangi aliran drainase. Sebagai upaya penanggulangan, disarankan agar masyarakat berpartisipasi dalam membersihkan saluran drainase secara rutin agar aliran air dapat berfungsi secara optimal.Kata Kunci: Drainase perkotaan, debit banjir rencana, distribusi Log Pearson Type III, Metode Rasional.
PERENCANAAN GELAGAR BETON PRATEGANG PADA JEMBATAN MATANG SIJUEK TEUNGOH-MATANG SIJUEK TIMU KABUPATEN ACEH UTARA Muhammad Muzakir; Aiyub Aiyub; Erna Yusniyanti
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJembatan merupakan salah satu prasarana transportasi penting yang berfungsi menghubungkan antarwilayah dan menunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Kondisi jembatan eksisting di Desa Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, sudah tidak memadai sehingga diperlukan perencanaan ulang struktur atas jembatan beton bertulang. Penelitian ini bertujuan merencanakan dimensi dan penulangan struktur atas jembatan sesuai dengan SNI 1725:2016 tentang pembebanan jembatan serta SNI 2847:2019 tentang beton bertulang. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa panjang bentang efektif jembatan adalah 6,80 m dengan lebar total 7,10 m. Struktur atas terdiri dari 4 buah girder beton bertulang berukuran 0,35 × 0,60 m dengan jarak antar girder 1,70 m, pelat lantai setebal 0,20 m, serta lapisan aspal 0,10 m. Tulangan tarik yang dibutuhkan sebesar As = 5299 mm² dapat dipenuhi dengan 19∅19 (As = 5387 mm²), sedangkan tulangan tekan menggunakan 6∅19. Untuk tulangan geser digunakan 2D13-200 mm dan tulangan susut dipasang 4∅13. Kontrol kekuatan struktur menunjukkan kapasitas momen nominal girder Mn = 992,63 kNm lebih besar dibanding momen ultimit Mu = 782,09 kNm, sehingga struktur aman terhadap gaya lentur. Selain itu, lendutan yang terjadi sebesar δ = 9,3 mm masih berada di bawah batas izin L/480 = 14,2 mm, sehingga syarat layan terpenuhi. Dengan demikian, perencanaan struktur atas jembatan beton bertulang di Desa Buket Hagu telah memenuhi persyaratan kekuatan dan kelayanan, serta diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat setempat.Kata Kunci: Jembatan Beton Bertulang, Struktur Atas, Perencanaan, SNI 1725:2016, Desa Buket Hagu
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL TIGA LENGAN PADA JALAN MEDAN-BANDA ACEH SIMPANG LOSKALA KOTA LHOKSEUMAWE Muhammad Faisal; Gustina Gustina; Teuku Riyadhsyah
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan pada jalan Medan-Banda Aceh Simpang Loskala Kota Lhokseumawe, adapun permasalahan yang ditinjau untuk mengevaluasi kinerja lalu lintas simpang tidak bersinyal tiga lengan, penelitian ini menganalisis besarnya kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, antrian, dan tingkat pelayanan dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Data yang diperlukan pada penelitian ini adalah data geometrik simpang, jumlah penduduk, kondisi lingkungan, serta volume lalu lintas yang diambil dengan survei selama 3 hari yaitu Senin, Kamis dan Minggu pada jam operasional 07.00 – 19.00 WIB, dengan durasi pengambilan data per 15 menit. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kapasitas (C) sebesar 2971 SMP/jam, derajat kejenuhan (DJ) 0,58 dan tundaan simpang (T) 10,5 detik/SMP dengan peluang antrian (PA) 14 – 31%. Berdasarkan data penelitian tersebut maka dapat disimpulkan tingkat pelayanan persimpangan berdasarkan nilai tundaan (T) tergolong ke dalam tingkat pelayanan B dengan keterangan baik berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 96 Tahun 2015 dengan nilai tundaan 5-15 detik/SMP.Kata Kunci: Kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, peluang antrian, tingkat        pelayanan.
RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN METODE PELAKSANAAN PADA STRUKTUR PERKERASAN JALANSAMALANGA - SP. SAMALANGA KABUPATEN BIREUN Rouzatul Muna; Munardy Munardy; Abdullah Irwansyah
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRencana anggaran biaya berperan sebagai estimasi kebutuhan biaya untuk pelaksanaan proyek konstruksi dengan mencakup biaya bahan, upah, dan biaya lainnya yang memenuhi standar dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung anggaran biaya pada pekerjaan tanah, perkerasan berbutir, perkerasan aspal, struktur, serta metode pelaksanaan yang mencakup penggunaan alat pada tiap item pekerjaan. Studi ini diterapkan pada proyek pembangunan jalan Samalanga - Sp. Samalanga, Kabupaten Bireuen, dengan panjang jalan 1 kilometer dan lebar 2,75 meter pada sisi kiri dan kanan. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga satuan pemerintah daerah, kontrak, dan spesifikasi umum bina marga. Perhitungan dilakukan berdasarkan gambar rencana menggunakan AHSP 2024 dengan total biaya Rp6.055.042.000,00. Sementara itu, kontraktor menggunakan AHSP 2023 dengan total biaya Rp5.849.607.000,00. Terdapat perbedaan sebesar Rp205.435.000,00, dimana biaya yang dihitung penulis lebih tinggi 3,5% dibandingkan kontraktor. Adapun metode pelaksanaan pada proyek tersebut mencakup pekerjaan galian biasa, pemasangan geotekstil, timbunan biasa dan pilihan, penyiapan badan jalan, lapisan pondasi bawah dan atas, pelapisan resap pengikat (prime coat), AC-BC, pelapisan perekat (tack coat), AC-WC, lapisan pondasi bawah beton kurus untuk bahu, serta pekerjaan beton fc’ 20 MPa.Kata Kunci: Rencana Anggaran Biaya, Metode Pelaksanaan, AHSP 2024 
EVALUASI KERUSAKAN JALAN GENTING–ANGKUP STA 0+000 s.d. 3+000 MENGGUNAKAN METODE PCI SERTA REKOMENDASI DAN ESTIMASI BIAYA PENANGANAN Erlina Fitri; Syarwan Syarwan; Muhammad Reza
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRuas Jalan Genting–Angkup sepanjang tiga kilometer mengalami penurunan kondisi akibat kerusakan perkerasan yang parah, dengan kerusakan mencapai delapan puluh persen, sehingga diperlukan evaluasi teknis untuk menentukan penanganan yang tepat. Rumusan masalah penelitian ini meliputi identifikasi jenis serta tingkat kerusakan jalan, penentuan nilai Pavement Condition Index (PCI), dan pemberian rekomendasi penanganan beserta estimasi biaya perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kerusakan perkerasan, menentukan nilai PCI tiap segmen, serta merumuskan strategi penanganan yang sesuai dengan kondisi jalan. Data dikumpulkan melalui survei primer berupa pengamatan visual di lapangan untuk mencatat jenis, dimensi, dan tingkat kerusakan, serta dokumentasi lapangan. Data sekunder berupa informasi geometrik jalan digunakan sebagai pendukung. Analisis dilakukan dengan metode PCI sesuai standar ASTM, kemudian hasilnya diolah untuk menentukan rekomendasi penanganan dan rencana anggaran biaya. Hasil survei menunjukkan terdapat tujuh puluh tujuh titik kerusakan dengan enam jenis kerusakan, yaitu terkelupas, lubang, retak garis, retak kulit buaya, penurunan, dan tambalan. Nilai PCI ruas jalan bervariasi antara lima hingga delapan puluh, yang mencerminkan kondisi jalan kategori “gagal” hingga “sangat baik”. Dari hasil analisis, nilai PCI pada ruas Jalan Genting-Angkup adalah dua puluh delapan koma tiga lima dan direkomendasikan untuk dilakukan rekonstruksi, dengan estimasi biaya penanganan rekonstruksi sepanjang tiga kilometer adalah sebesar enam miliar lima ratus empat juta sembilan ratus lima puluh tujuh ribu enam ratus delapan puluh rupiah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi Jalan Genting–Angkup dominan berada pada tingkat rusak parah hingga mengalami kegagalan struktural, sehingga diperlukan tindakan rekonstruksi untuk mengembalikan fungsi jalan. Metode PCI terbukti efektif dalam mengevaluasi kondisi perkerasan, menyusun prioritas penanganan, serta memberikan dasar perhitungan estimasi biaya perbaikan secara lebih terukur dan efisien.Kata kunci: Pavement Condition Index (PCI), kerusakan jalan, evaluasi perkerasan, rekomendasi penanganan, estimasi biaya perbaikan.